Tittle : Psycho Brothers
Author : Febri Kim
Cast : Kim Jongdae, Lu Han, Kris Wu
Genre : GS,Psycho, Angst, Crime
NB : Kalo ada kesamaan jalan cerita saya mohon maaf, karena emang ini tiba-tiba muncul setelah mengingat ff-ff yang saya baca. Don't be siders bcs I hate it
CHAPTER 6
Chanyeol dan Jongdae langsung menjauhkan wajah masing-masing dan menoleh ke arah lain. Jongdae menoleh ke arah pintu dan mendapati Baekhyun berada di depan pintu bersama Tao
"Baekhyun-ah! Kemari!" panggil Jongdae semangat
Baekhyun tersenyum dan berlari ke arah Jongdae lalu memeluknya dengan erat dan dibalas dengan cara yang sama oleh Jongdae
"Ya! Jangan memeluknya terlalu erat. Lukanya akan terbuka jika kau menekannya" sahut Chanyeol sewot
Baekhyun melepas pelukannya dan menatap Chanyeol tajam,"Memangnya kenapa? Lagipula Jongdae tidak mempermasalahkannya, kenapa jadi kau yang sewot?" tanya Baekhyun
Jongdae terkikik geli,"Sudahlah. Kalian selalu seperti itu, awas saja kalau kalian saling jatuh cinta" goda Jongdae
"Heh?! TIDAK AKAN!" Jawab keduanya bersamaan
"Aigoo... sepertinya mereka jodoh. Noona bersamaku saja" sahut Tao manja lalu memeluk Jongdae
Jongdae mengangguk lalu meletakkan kepalanya di bahu Tao
"Ya! Jangan memeluk Jongdae!"
"Ya! Jangan memeluk Tao!"
"Lihat? Ah..."ucap Jongdae dan Tao pundung
Baekhyun langsung menarik Tao dan memeluknya erat,"Jodohku hanya Tao, bukan dobi bertelinga gajah itu" ucap Baekhyun
"Siapa juga yang mau berjodoh dengan jelmaan burung beo sepertimu? Kicauan Jongdae bahkan lebih manis darimu" ucap Chanyeol
"Apa?"
"Aku bilang, kicauan Jongdae lebih manis darimu dan dia juga tidak secerewet dirimu. Apa aku salah jika aku berkata pacarku lebih baik darimu?" tanya Chanyeol
"Tunggu, kalian pacaran?"
TOENG! *ini backsound apaan-_-
Jongdae dan Chanyeol sama-sama tergagap mendengar pertanyaan Baekhyun, sementara Tao hanya cekikikan
"Ah... pantas saja Chanyeol hyung sewot padamu, sepertinya kau mengganggu mereka tadi" sahut Tao
"Benarkah itu? Apa aku menganggu kalian?" tanya Baekhyun
"TIDAK!/YA!"
Jongdae langsung menatap tajam Chanyeol yang juga menatapnya,"Apa? Aku berbicara fakta" ucap Chanyeol
BLETAK!
"Jangan dengarkan dia, kalian tidak mengganggu sama sekali. Ngomong-ngomong, apa aku bisa meminjam catatanmu selama aku disini Baek-ah?" tanya Jongdae
"Kenapa tidak meminjam pada Chanyeol saja?" goda Baekhyun
"Tulisanmu lebih bisa dibaca ketimbang dia" jawab Jongdae
"Kau seperti sudah lama mengenalku, jangan-jangan kau stalkerku ya?" tanya Chanyeol
"Aku duduk sebangku denganmu dan tentu saja aku memperhatikan tulisanmu!" jawab Jongdae
"Aduh... kau perhatian sekali... jangan-jangan kau sudah jatuh cinta padaku saat pertama melihatku ya?" goda Chanyeol
"Jongdae bahkan tidak berkedip saat melihatmu memasuki kelas saat itu" sahut Baekhyun
Jongdae hanya bisa facepalmed saat Chanyeol dan Baekhyun menggodanya, bahkan Tao juga ikut menggodanya
'Apa ini karma karena aku telah menyuruh kedua kakak idiotku itu?' batin Jongdae miris
Tak!
Yixing menancapkan garpunya pada kimbap buatannya dengan ganas dan memakannya dengan nafsu, ia sedang kesal saat ini. Bukan, bukan karena Kris. Dia sudah melupakan itu sebelumnya (tentu saja karena permintaan Jongdae), sekarang ia dan Kris bahkan menempel kembali seperti permen karet. Mereka ada latihan basket hari ini dan harus meninggalkan Jongdae sendirian di rumah sakit. Meskipun Chanyeol bilang akan kembali, tapi tetap saja Yixing takut. Takut Chanyeol lengah dan siapa tahu Luhan atau Kris kabur dan menyerang Jongdae lagi. Tapi bukan itu akar masalah yang membuatnya kesal setengah hari ini
"Kau ini kenapa? Makan pelan-pelan" ucap Hyejeong
"Aku sangat kesal hari ini" jawab Yixing lalu kembali menancapkan garpunya dengan ganas
"Memangnya ada apa? Tadi bahkan kau tidak fokus, dan kalau bukan karena pacarmu itu, kau akan kehilangan kesempatan three point shoot" sahut Sooyoung
"Tadi pagi, saat aku pulang ke rumah untuk mengemasi barang-barangku, tiba-tiba Taekwoon datang dan berkata 'Yixing sayang... apa yang terjadi denganmu astaga... kau harus ikut denganku sayang... aku tidak mau kau tersakiti lagi... kau rugi pacaran dengan tiang Kanada itu'" ucap Yixing sambil menirukan gaya bicara Taekwoon
"Sungguh, itu adalah hal yang paling menjijikkan yang aku dengar. Ditambah moodku yang buruk saat kalah argumen dengan Jongdae, jadilah dia korban pelampiasanku" lanjut Yixing
"Kau kejam juga ya?" tanya Hyejeong lalu bergidik
"Aku benar-benar tidak suka dengan orang seperti itu. Jujur, aku memang pernah menyukainya dulu. Tapi karena dia terlalu dingin pada setiap orang termasuk aku, jadi aku berusaha move on darinya. Eh... dia malah mengejar-ngejarku setelah aku berhasil move on darinya" jelas Yixing
Sensasi dingin menjalari pipi Yixing tiba-tiba, ia yakin seseorang sedang menempelkan kaleng minuman dingin ke pipinya. Ia hendak marah-marah pada sang pelaku namun urung saat ia mengetahui pelakunya yang ternyata Kris
"Kau itu harus mendinginkan kepalamu. Jangan marah-marah terus, cepat tua, baru tahu rasa" ucap Kris
"Kris benar. Lagipula, kalau kau marah-marah dan sering merengut, kerutan di dahimu akan semakin bertambah dan kau tidak akan cantik lagi" ucap Sooyoung
Yixing meraih botol minuman dari Kris dan meminumnya ganas, oke sepertinya itu belum berhasil. Yixing bahkan langsung menghabiskan minuman itu dan membuat cairan itu menggembung di kedua pipinya
"Aku rasa kau harus gunakan cara lain" ucap Jia pada Kris
"Cara bagaimana lagi? Susah menjinakkan Yixing jika dia dalam keadaan seperti ini" jawab Kris
PLETAK!
"Kau kira aku binatang? Aku sedang kesal!" teriak Yixing
Kris tertawa dan menarik Yixing dalam pelukannya lalu mengelus surai panjang Yixing yang diikat setengah
"Kau itu tempramental dan moody. Kadang kau bisa jadi kucing penurut atau bahkan singa yang buas. Tapi apa kau tahu? Justru itulah yang membuat semua orang menyukaimu. Wajahmu saat marah itu sangat menggemaskan dan jauh dari kata seram, meskipun orang-orang sebal padamu karena kata-katamu, tapi dalam hati mereka memuji betapa lucunya dirimu saat marah. Dan kau akan lebih disenangi dan dikenali banyak orang karena senyummu, jadi tersenyumlah. Dan jangan pernah menampakkan wajah kesal ataupun sedihmu padaku, kalau kau merasakan kedua hal itu, ceritakan semua padaku dan aku akan senantiasa mendengarnya dalam pelukanku" jelas Kris
Yixing mendongak menatap Kris dengan tatapan yang polos,"Kalau semua itu karena kau?"
"Kau boleh melakukan apapun padaku karena pasti itu semua tidak sebanding dengan apa yang kau rasakan" ucap Kris lalu melepaskan pelukannya dan menatap Yixing lembut
"Sekarang aku minta, kau tersenyum yang lebar dan fokuslah pada latihan. Aku tahu kau baru kehilangan orang tuamu, tapi kau tidak bisa seperti ini terus. Kau harus membuat orang tuamu bangga dan tersenyum melihatmu dari atas sana. Kau juga mengatakan kau ingin membahagiakan nenekmu kan? Jadi, langkah pertama yang harus kau lakukan adalah tersenyum yang lebar" ucap Kris
Yixing tersenyum bahkan terkikik mendengar ucapan Kris
"Lihat? Kau bahkan lebih manis dan cantik saat tersenyum bahkan tertawa seperti itu. Dan jangan terlalu manis, karena orang yang memandangmu akan diabetes karena kadar kemanisanmu" ucap Kris lalu mencubit hidung Yixing sebelum kembali ke tim basket putra
"Kau benar-benar beruntung mempunyai pacar seperti dia" ucap Hyejeong kagum
Yixing menoleh ke arah Hyejeong dengan tatapan heran
"Dia hanya perlu membisikkan kata-kata penenang dan itu sangat manjur untukmu. Dia benar-benar tipe lelaki yang peka dan perhatian" lanjut Hyejeong
"Selain itu dia juga setia dan gentle. Aku merasa senang jadi fansnya. Tapi tenang saja, aku tidak seperti Jessica, aku sadar diri kalau Kris hanya milikmu. Dan aku mendukung kalian berdua sepenuhnya" ucap Jia
Yixing hanya tersenyum malu mendengar pujian teman-temannya untuk Kris. Yah... walaupun masih status jadian kontrak, tapi Kris benar-benar memperlakukannya seperti pacarnya sendiri. Dijaga, disayang, dan dimanjakan. Seandainya Kris jadi pacar sungguhannya, Yixing bisa jadi wanita paling bahagia sedunia
"Ngomong-ngomong, berapa lama kau di Cina? Aku yakin saat kau berada di Cina, Jessica pasti mendekati Kris terus menerus" sahut Sooyoung
"Mungkin 5 hari, nenekku syok mendengar kabar ini dan langsung jatuh sakit" jawab Yixing
"Cepatlah kembali. Kris pasti akan menjadi mayat hidup jika kau tinggal terlalu lama" ucap Jia
"Aku akan kembali secepatnya. Lagipula, dia pasti akan menghubungiku setiap 3 jam sekali. Itu yang dia katakan padaku" jawab Yixing lalu kembali memakan kimbapnya
"Sudah kuduga. Kris ternyata overprotektif juga" sahut Sooyoung
Yixing hanya tersenyum mendengar ucapan Sooyoung dan memakan kimbapnya
Luhan masih asyik memperhatikan Minseok yang sedang berlatih taekwondo. Bagi Luhan, wajah serius Minseok itu lucu dan membuatnya ingin mencubit dan menciumi pipi chubby gadis itu. Luhan terkikik geli membayangkan bagaimana ekspresi Minseok saat Luhan mengatakan bahwa ialah stalker Minseok selama ini. Dan Luhan yakin ia akan mendapat tendangan+pukulan sayang dari Minseok saat selesai mengatakan itu. Luhan juga tidak mau Minseok kembali ke rumah kontrakannya, dan ia jadi tidak bisa menggoda Minseok lagi saat di dapur
Minseok,Yixing,dan Jongdae memang sering menghabiskan waktu mereka di dapur untuk mengajarkan Jongdae cara memasak mengingat Jongdae cukup payah dalam hal memasak (bahkan sebelum mereka berdua menginap). Dan saat itu, Luhan akan datang dan akan mengacaukan acara kursus masak dadakan itu. Dan jika saat itu mood Jongdae sedang buruk, ia akan mendapat lemparan spatula dari Jongdae, biasanya mengenai tepat di dahinya. Setelahnya ketiga gadis itu akan tertawa dan Yixing akan langsung menendang Luhan untuk menjauhi daerah kekuasaan J.Y.M (Itu sebutan untuk dapur dan sebutan itu berasal dari Yixing yang sangat menyukai artis-artis dari agensi yang namanya tidak jauh beda dengan sebutan tersebut)
"Apa kau menunggu lama Lu?" tanya Minseok
"Tidak juga. Aku suka melihatmu berlatih taekwondo. Dan sepertinya kemampuanmu semakin bertambah setiap harinya" jawab Luhan lalu tersenyum
"Kau mau mencobanya?" tanya Minseok jahil
"Tidak terima kasih. Apa kau sudah selesai?" tanya Luhan
Minseok mengangguk dan mengambil tasnya,"Ayo ke rumah sakit"
"Jongdae kami da– Astaga mataku!"
Minseok yang tadinya ingin masuk langsung memeluk Luhan yang berada di belakangnya saat melihat adegan yang dilakukan Jongdae dan Chanyeol. Well, hanya memakan jjajangmyeon, namun karena mienya terhubung, mereka memakannya dan bibir mereka nyaris bersentuhan
"Wow... kau cukup berani Park" ucap Luhan lalu membawa Minseok masuk
"Oh hai hyung" sapa Chanyeol
"Tadi itu trik yang tepat. Seharusnya kau mengirimiku pesan sehingga aku dan pacarku yang rusuh ini tidak mengganggu kalian" ucap Luhan lalu menepuk pundak Chanyeol
"Jangan meracuni adik iparku Lu" ucap Minseok
"Adik ipar? Kau bahkan anak tunggal" jawab Luhan
"Jongdae sudah kuanggap adik sendiri, jadi tentu saja Chanyeol adik iparku" ucap Minseok
"Benarkah? Bukankah kau berkata begitu karena kau ingin secepatnya menikah denganku?" goda Luhan
Blush~ Pipi Minseok memerah saat mendengar ucapan Luhan tentang pernikahan, well... sebenarnya ia sangat ingin. Tapi bukankah sekarang terlalu dini untuk membicarakan hal seperti itu?
"T-Tidak juga" bantah Minseok
"Sedikit informasi ya eonni, Luhan oppa itu pemalas dan dia itu jelmaan kerbau. Jadi berhati-hatilah" ucap Jongdae
"Ku beritahu padamu, Jongdae itu gampang di'taklukkan'. Jadi kau beruntung mendapatkannya" bisik Luhan pada Chanyeol
BUG!
Sebuah bantal berhasil mendarat di wajah mulus Luhan dan pelaku pelemparan bantal itu adalah Jongdae
"Dasar sesat! Lihatlah eonni, kau benar-benar harus berhati-hati" ucap Jongdae
"Tenang saja, dia tidak akan macam-macam padaku" ucap Minseok dengan nada yang mengintimidasi
Luhan menelan salivanya saat melihat Minseok melakukan peregangan pada tangannya dan membuat ekspresi ingin menghajar wajah tampan Luhan. Jongdae hanya terkikik geli dan menjulurkan lidahnya, bermaksud mengejek sang kakak
"Rasakan itu" ledek Jongdae
"Kalau kau tidak sakit, aku pasti akan mencincangmu" ancam Luhan
"Huuu takut..." ledek Jongdae lalu tertawa
Luhan memasang ekspresi kesal namun hatinya senang bisa melihat adik kesayangan dan belahan jiwanya tertawa. Meskipun ia harus jadi bahan ledekan, tapi yang jelas. Ia senang hari ini
TBC
Haiii! Maaf kalo chapter yang ini sedikit LuMin-nya karena aku bener-bener buntu mau bikin romance mereka kek gimana. Dan lagi aku gak bisa fokus karena Luhan pake baju yang ada nomor 99, dan itu nomornya bang Umin kan? T.T Dan lagi ada yang mau bantuin aku nimpuk si Yifan? Style rambut gondrong ungu (ungu kesukaan Yixing jdi it's okay) kek gerandong modern bener-bener bikin pengen nimpuk pake swallownya Sehun/? -_- Oke, sekian dari aku. Maaf gak bisa balas review dan hanya bisa bilang terima kasih sebanyak-banyaknya
RnR juseyohh
XOXO
Febri Kim
