OLD BUT GOLD
Maint cast : Xi Luhan, Oh Sehun, Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Kim Jongin, Do kyungsoo
Pairing : Hunhan [Main], Chanbaek, Kaisoo
Genre : Romance, Fluff, Drama
Length : Chaptered
Rate : T-M
GS . Typo
"baek, sakit" rengek chanyeol sesaat setelah mereka memasuki apartemen
"aku tau" jawab baekhyun singkat
"kau tak ingin mengobati lukaku?"
"tidak"
"kau tak kasihan padaku?"
"tidak"
"baekhyuuun, kenapa kau tega sekali" rengek chanyeol lagi
"berhenti merengek seperti itu dobbi. Menjijikkan. Lagipula siapa yang menyuruhmu melawan mereka? Kau sendiri bilang tak akan terluka kan?" omel baekhyun
"mereka menyerangku lebihdulu sebelum kai datang. Baek ayolah, aku juga sudah melawan mereka" ujar chanyeol sambil memeluk baekhyun dari belakang
"arraseo. Masuklah kekamar, aku akan menyiapkan obat untuk luka lebammu itu" jawab baekhyun halus
"gomawo baby" ujar chanyeol bahagia sambil mencium bibir baekhyun
Baekhyun kemudian menyiapkan segala peralatan untuk mengobati luka diwajah tampan kekasihnya itu. Biar bagaimanapun juga, baekhyun sangat mencintai kekasihnya ini jadi ia akan mengobati luka kekasihnya ini dengan benar
Baekhyun mengompres luka yang ada diwajah chanyeol. Ia juga memberikan obat untuk menghilangkan memar itu. Sesekali chanyeol juga merintih kesakitan karena beberapa lebamnya memang agak parah
"argh, pelan-pelan sayang, sakit" kata chanyeol
"kau manja sekali sih" omel baekhyun
"argh" ringis chanyeol kembali
Melihat kekasihnya terus meringis kesakitan akhirnya baekhyun merasa iba pada kekasihnya itu
"apa memang sangat sakit?" tanya baekhyun
"sedikit. Tapi jika kau menekannya terlalu keras akan terasa sangat sakit" ucap chanyeol
"mianhae chagi, aku tak tahu jika itu terasa sangat sakit" ucap baekhyun menyesal
"aniyo, gwenchana baby" jawab chanyeol sambil mengusak pelan surai rambut baekhyun
"lain kali kau tak boleh mengorbankan dirimu seperti ini hanya untukku. Aku tak mau kau terluka" ucap baekhyun sambil membereskan peralatannya
"aku tidak janji. Kau lebih berharga dariku sayang"
"yeol, aku mohon. Aku tak bisa melihatmu seperti ini" rengek baekhyun
Chanyeol terkekeh pelan melihat kekasihnya begitu mengkhawatirkannya. Ia kemudian menarik tubuh mungil baekhyun dan memeluknya
"arraseo chagi, sekarang kita istirahat ne" ucap chanyeol
Baekhyun mengangguk pelan. Mereka kemudian melepaskan pelukan mereka untuk berbaring diranjang mereka. Setelah mereka mendapatkan posisi nyaman dikasur itu, chanyeol menarik tubuh baekhyun dalam dekapannya. Baekhyun hanya menerima dan kembali mencari posisi ternyamannya dipelukan chanyeol.
(***)
Hari beranjak pagi. Matahari kembali bersinar dan orang-orang pun kembali keaktifitas mereka. Termasuk bagi sehun yang harus mulai bekerja. Namun tidak untuk luhan. Luhan memilih untuk tidur, diam, menonton televisi atau sekedar berjalan-jalan bersama kyungsoo dan beekhyun.
Sehun kini sudah rapi menggunakan jas kerjanya. Ia akan segera berangkat kekantor. Tapi luhan masih saja setia dibawah selimut hangat itu. Ketika sehun mencium kening luhan barulah luhan terbangun dari tidurnya
Luhan merasa tidurnya sedikit terganggu saat beberapa kali merasakan beda kenyal dan tipis milih sehun mendarat dikeningnya. Beberapa kali juga ia berasakan bibirnya disesap manis oleh kekasihnya itu
"nggg" luhan terbangun dari tidurnya
Luhan mengerjapkan mata rusanya untuk menetralkan pandangannya dengan cahaya yang masuk keretinanya. Sehun tersenyum ringan saat melihat luhan dengan lucunya membuka mata layaknya seorang bayi. Ya, luhan memang seorang bayi milik sehun
"kau akan berangkat?" tanya luhan dengan suara khas bangun tidur
"iya sayang"
"kenapa pagi sekali?" tanya luhan sambil mengerutkan keningnya
"aku akan ada rapat bersama kai dan chanyeol sayang" kata sehun "kening ini tak boleh berkerut seperti ini sayang" lanjut sehun sambil mencium keningnya
"sayang, bolehkan aku bekerja?" tanya luhan
"wae? apa uangku belum mencukupimu?" tanya sehun balik
"ani, hanya saja aku ingin bekerja"
"tidak untuk sekarang. Kau disini saja oke?"
"tidak untuk sekarang? berarti nantinya aku boleh bekerja?" tanya luhan penuh harap
"hmm, mungkin iya"
"assa!" jawab luhan bahagia
"kau memangnya mau bekerja apa?" tanya sehun
Luhan terdiam, faktanya memang dia tak tau akan bekerja menjadi apa. Tidak mungkin jika ia kembali bekerja seperti dulu bukan?
Melihat ekspresi luhan yang berubah diam, sehun tau bahwa kekasihnya ini sedang memikirkan pekerjaan yang akan ia sandang nantinya.
"kau akan bekerja bersamaku sayang" jawab sehun sambil mencium bibir luhan
"memangnya aku akan bekerja apa?"
"kau mungkin akan menjadi asisten pribadiku nantinya tapi kau lebih baik disini saja dulu sampai aku benar-benar ingin mempekerjakanmu. Arrachi?" tanya sehun
"assa! Kalau begitu bolehkah aku nanti berjalan-jalan dengan baekhyun dan kyungsoo?" tanya luhan
"kalian akan kemana?"
"entahlah, aku juga tidak tahu"
"tidak untuk mencari lelaki lain kan?" tanya sehun
"aniyooo" ujar luhan cepat
"aku tau, pergilah sayang. Kau pasti bosan karena selalu disini. Apa cardku masih bisa digunakan?" tanya sehun
"masih sayang, lagi pula aku belum menggunakannya"
"gunakan semaumu sayang"
"aku mengerti" jawab luhan sambil tersenyum manis
"aku berangkat dulu, ya sayang" ucar sehun sambil mencium bibir luhan singkat
"paipai sehunie. jangan pulang malam nee" teriak luhan ketika sehun sudah beranjak meninggalkan apartemen
"arraseo sayang" jawab sehun sebelum pintu apartemen mereka tertutup
(***)
Jam menunjukkan pukul sebelas siang. Luhan kini telah bersiap untuk pergi ke cafe tempat dimana ia, baekhyun dan kyungsoo bertemu. Mereka memang satu gedung apartemen tapi mereka tak berangkat bersama
Kyungsoo selalu pergi bersama kai. Pagi ini, entah mengapa kai ingin sekali membawanya kekantor. Jadi kyungsoo menyusul ketika mereka telah berkumpul di cafe. Baekhyun berbeda dengan kyungsoo. Ia melakukan shopping pagi tadi. Entah mengapa chanyeol sangat memanjakkan baekhyun jika menyangkut hal seperti ini
Dan luhan? Ia lebih menikmati tidur diapartemen sehun, menikmati aroma tubuh sehun yang masih menempel dibeberapa sudut ruangan yang dapat membuatnya merasa tenang ketika tak bersama sehun.
Luhan berjalan memasuki sebuah cafe, ia melangkahkan kakinya sambil memandang dimana teman-temannya berada. Senyuman luhan melebar ketika temannya melambaikan tangan kearahnya, memberi tahu dimana letak mereka.
"lama menunggu?" tanya luhan sambil menarik satu kursi kosong diantara mereka
"ani, aku barusaja sampai. Kyungsoo yang lama menunggu kita" ujar baekhyun
"jinjja?" tanya luhan
"ani. Hari ini kai memintaku ikut kekantornya. Kau tahu sendiri bukan jarak kantor kai dengan cafe ini sangat dekat? Jadi aku sampai disini beberapa menit lebih dulu dari kalian" jelas kyungsoo
"eyy, kau ini alasan saja kyung" kata baekhyun
"aku tak alasan baek. Ah, kalian ingin memesan apa?" tanya kyungsoo
"aku strawberry milk saja, aku sedang ingin strawberry" ucap baekhyun
"apa disini ada..." kalimat luhan terputus
"bubble? Yaampun luhan, didunia ini banyak sekali minuman enak selain bubble. Hidupmu merana sekali karena kau hanya meminum bubble selama hidupmu" celoteh baekhyun
"aku menginginkannya baek" rengek luhan
"haha, sudahlah mengapa kalian malah jadi bertengkar disini. Baiklah strawberry milk dan bubble? Kau mau rasa apa Lu?" tanya kyungsoo
"aku mau rasa..." kalimat luhan terputus lagi
"taro. Taro bubble. Pesan kan itu untuk dia" jawab baekhyun cepat
"aigoo, baekkie mengingat rasa kesukaanku rupanya" ucap luhan gembira
"Luhan sayang, aku telah bertahun-tahun hidup bersamamu dan kau selalu memesan rasa yang sama. Jelas saja jika aku sangat hafal" gerutu baekhyun
Kyungsoo hanya tertawa pelan melihat kedua sahabat ini saling berceloteh, ia kemudian memanggil pelayan untuk memesan pesana itu. Setelah beberapa menit memesan akhirnya pesanan mereka datang
"baek, bagaimana keadaan memar chanyeol?" tanya kyungsoo
"dia masih sering merengek, bahkan tadi pagi ia menangis karena lukanya terasa perih. Dia seperti bayi jika badannya seperti itu" kekeh baekhyun
"tapi kau menyukainya kan?" goda luhan
"tentu saja aku menyukainya. Aku menyukai tingkah gilanya. dia yang terkadang memang membuatku sebal karena terlampaui idiot tapi ia juga sangat sabar dan dewasa saat menghadapiku" jawab baekhyun lagi sambil tersenyum mengingat chanyeol
"kalian sama-sama memiliki dua kepribadian" timpal luhan
"aku rasa juga begitu" kekeh baekhyun
"kalian adalah pasangan terlucu yang pernah aku temui baek, lalu bagaimana dengan sehun lu?" tanya kyungsoo
"aku menjamin sehun tak merengek. Apalagi menangis seperti chanyeol tapi luhanlah yang menangis" tebak baekhyun
Tebakan baekhyun sangat benar. Luhan kemudian menunduk malu ketika mereka tau bahwa bukan sehun yang menangis melainkan luhan yang menangis
"apa benar yang dikatakan baekhyun Lu? aigoo, kau ini lucu sekali" kekeh kyungsoo
"dia selalu seperti itu. Dia akan menangis melihat orang sekelilingnya terluka padahal orang tersebut tak merasakan apa-apa" celoteh baekhyun
"aku melihat luka sehun sepertinya sangat sakit" bela luhan
"chanyeol lebih parah lu, bagaimanapun juga sehun masih pandai bela diri sedangkan dobbi idiot itu sama sekali minim tentang hal bela diri" gerutu baekhyun
"aku tau itu baek, tapi chanyeol baik-baik saja kan?" tanya kyungsoo meyakinkan
"iya, dia baik-baik saja" jawab baekhyun tersenyum manis
"kalian bisakah berhenti membicarakan mereka? Aku merindukan sehun" gumam luhan pelan
"merindukan? Astaga luhan, setelah pulang kerja ini kau akan menemuinya. Tahan rindumu" omel baekhyun
"tidak bisa. Aku merindukannya sekarang" rengek luhan
"kalau begitu kau ikut saja aku setelah ini. Aku akan kekantor sehun karena kai dan chanyeol ada disana" ajak kyungsoo
"kekantor sehun? A..aku belum pernah kesana" ucap luhan sedikit gugup
"mengapa kau gugup lu? itu kantor kekasihmu sendiri. Lagipula kau datang bersama kami" ucap baekhyun
"kau juga akan kesana?" tanya luhan ke baekhyun
"ya, aku kesana. Aku sudah berjanji akan menjenguknya dikantor untuk melihat lukanya. Jika tidak, ia pasti akan terus merengek" kekeh baekhyun sambil membayangkan kekasihnya merengek
"bagaimana Lu? kau datang bersama kami. Sehun pasti akan senang karena kekasihnya datang menemuinya" bujuk kyungsoo
"aku malu" jawab luhan singkat
"malu kenapa? Kau cantik Lu. aku rasa sehun akan bangga denganmu" lanjut kyungsoo
"tapi aku..."
"ah, sudahlah ayo. Anggap ini sebagai kejutan untuk sehun" ujar baekhyun memutus kalimat luhan dan menarik lengan luhan
Mereka bertiga kemudian berjalan keluar dari area cafe. Tapi langkah mereka terhenti ketika sebuah suara memanggil nama mereka
"baekhyun? Luhan? Dan kyungsoo?" ucapnya sedikit ragu
Ketiganya memandang bingung namja yang berpostur tegap dihadapannya itu. Wajah yang tak asing untuk mereka tapi tidak cukup sering mereka lihat untuk kesehariannya. Namja dengan wajah begitu tampan dengan gaya semampai
"aku kris, kalian ingat?" ujar namja itu
"kris?" tanya kyungsoo
"kris nugu?" lanjut luhan sambil memiringkan kepalanya. Menco memutar memori dan mencari siapa itu kris
"kris? Kris?...kris?" kata baekhyun berfikir "AIGOO! YAK! Kemana saja kau selama ini naga jelek!" omel baekhyun setelah menemukan siapa kris sebenarnya dan menghambur memeluk kris
"akhirnya kau mengingatku baek" ucap kris senang
"bagaimana aku melupakanmu hah? Lu! ini kris, manusia tiang jelek yang selalu menyatakan cintanya padamu seperti orang bodoh ketika kalian junior high school dulu. Dan kau terus menolak karena kau lebih memilih namja yang lebih jelek darinya" celoteh baekhyun
"kris? Junior high school" luhan masih tampak berfikir
"dan kau kyungsoo benar kan? Tetangga beberapa hari flat luhan dan baekhyun?" tanya kris menunjuk kyungsoo
"kau mengingatku dengan baik rupanya" ujar kyungsoo memeluk pelan kris
"lebih baik daripada kau mengingatku bukan?" kekeh kris
Ya, dulu kyungsoo memang pernah tinggal disebelah flat luhan dan baekhyun untuk beberapa hari saja. Dan kris dulunya adalah murid pindahan dari china. Ia mengikuti luhan pindah dari china kekorea namun ketika mereka memasuki senior high school kris harus bersekolah di canada dan luhan memulai hidupnya didunia gelapnya
"ah! Kris! Wu yi fan?" teriak luhan ketika menemukan siapa itu kris "OMO! Bogoshippo kris!" teriak luhan membaur dipelukan kris
"akhirnya kau mengingatku" kekeh kris
"apa kau barusaja pulang dari canada?" tanya luhan
"ya, seperti yang kau lihat?" jawab kris
"arraseo. Aku melihatnya" kekeh luhan
"kau makin tinggi rupanya" celoteh baekhyun
"makin tampan pastinya" jawab kris dengan kekehannya
"berhentilah tumbuh kris. Kau sudah sangat tinggi" omel luhan sambil sesekali memukul ringan lengan kris
Tiba-tiba saja ponsel kyungsoo berbunyi, kyungsoo kemudian meminta ijin untuk mengangkat telepon itu sebentar
"apa yang sedang kau lakukan disini?" tanya baekhyun
"aku? Aku mengantarkan dia" tunjuk kris pada wanita yang berdiri tinggi menjulan dan tubuh sexynya
"kekasihmu?" tanya luhan
"ne? Ah, a..ani. saudara...ya, saudara" jawab kris gugup
"saudara? Seingatku kau tidak memiliki saudara perempuan" tanya baekhyun
"ah,itu... itu saudaraku dari canada... dia memang jarang bertemu denganku saat kecil tapi semenjak dicanada. Kami bersekolah bersama" jawab kris beralasan
"ah, benarkah?" tanya luhan menimpali
Kris mengangguk dan tersenyum singkat menjawabi baekhyun dan luhan. sambil menunggu kyungsoo, mereka sedikit berbincang tentang hal konyol yang sempat mereka alami sewaktu junior high schoolnya dulu.
"baek, Lu. aku rasa kita harus pergi sekarang. Kai menungguku" ucap kyungsoo "aku pamit dulu kris. Senang bertemu dengamu" pamit kyungsoo mendahului mereka
"ah, ne" jawab kris singkat
"besok-besok kita harus sering bertemu. Jika tidak aku akan memenggal kepalamu" ancam baekhyun menyusul kyungsoo
"haha, kau masih sama rupanya baek. Masih suka mengancam" kekeh kris
"aku duluan kris, senang bisa bertemu kembali denganmu" ucap luhan manis
"hati-hati di jalan Lu" jawab kris
Luhan berjalan melewati kris. Tapi kemudian langkahnya terhenti karena lengannya ditahan oleh kris
"kau semakin cantik lu" ujar kris
"aku anggap itu sebagai pujian dari teman lama yang tak pernah bertemu" jawab luhan sambil tersenyum manis sebelum ia benar-benar meninggalkan kris
Setelah mereka benar-benar dari pandangan kris, kris tersenyum singkat mengingat bagaimana mereka dulu begitu dekat. Tapi semua berubah ketika kris harus pergi ke canada.
"kau selalu sama Lu" gumam kris pelan ketika bayangan punggung luhan mulai menghilang
"kau sedang melihat apa?" tanya seorang gadis yang kris antarkan tadi
"aniyo. Kau sudah selesai?"
"ya, ayo kita pergi"
"kajja" ajak kris
(***)
Luhan, Kyungsoo dan baekhyun telah sampai didepan kantor sehun. Mereka bertiga dengan anggun memasuki kantor tersebut. Beberapa pasanga mata menatap mereka dengan takjub karena kecantikan mereka bertiga
Pagi karyawan kantor itu jelas sangat biasa denga baekhyun dan kyungsoo yang memang beberapa kali mampir kemari. tapi bagi mereka, mata mereka cukup asing dengan sesosok luhan. Sesosok wanita yang anggun, lembut dan cantik.
"kau keruang sehun saja dulu Lu. aku akan segera menyusul" ucap kyungsoo ketika mereka memasuki lift diikuti baekhyun yang mengangguk
"kalian mau kemana?" tanya luhan
"aku ingin mencari chanyeol, aku masih belum tau dia sekarang diruang mana" gumam baekhyun
"aku akan menemui kai sebentar. Tenang saja, ruangan kai tak jauh dari ruang sehun" jawab kyungsoo
"ruang? Bukankah kai memiliki kantor sendiri?" tanya luhan
"Lu, kai chanyeol dan sehun adalah sahabat yang saling bekerja sama, mereka memang meiliki perusahaan masing-masing dan mereka juga memiliki ruang kerja mereka disana" jelas kyungsoo
"jinjja? Woah! Daebak" ujar luhan "baek apa kau juga baru mengetahui ini?" tanya luhan yang mengerti akan expresi terkejut dari baekhyun
"iya lu, chanyeol selalu bilang dia akan rapat di perusahaan kai terkadang di perusahaan sehun. Tapi aku tak tahu jika dia juga memiliki ruang kerja tersendiri" ujar baekhyun
"katanya kau sering kemari" cibir luhan
"bukan sering, hanya terkadang. Dan setiap aku kemari mereka masih ada diruang rapat" bela baekhyun
"apa kau juga belum tau ruangan chanyeol disini?" tanya kyungsoo
Baekhyun menggeleng pelan
"baiklah, aku akan menunjukkannya padamu" kekeh kyungsoo pelan
TING
Pintu lift itu terbuka. Kyungsoo lebih dulu keluar dari lift itu. Kemudian baekhyun dan luhan mengikutinya dibelakang
"sebelah kiri itu ruangan chanyel dan ruangan sehun berada ditengah ini, kau tinggal lurus saja" kata kyungsoo menunjukkan arah pada mereka berdua
"ruang kai dimana?" tanya luhan
"disana, sebelah kanan itu" tunjuk kyungsoo pada suatu ruangan
"baiklah, aku akan menemui chanyeol dahulu" ujar baekhyun berjalan mendahului mereka
"aku duluan Lu. kai menungguku" ujar kyungsoo
Luhan mengangguk pelan. Kyungsoo kemudian lebih dulu memasuki ruang kekasihnya itu. Disana kyungsoo sedang melihat kai dan sekertaris perempuannya. Sekertaris yang begitu menggilai kai. Kyungsoo tau bahwa wanita itu membencinya karena kai menjatuhkan pilihannya padanya.
Tak heran bagi kyungsoo, karena ia tau hampir seluruh pegawai disini menggilai kekasihnya dan kedua temannya. Siapa saja yang mungkin menempati sebagai posisi sekertaris mereka akan merasa sangat beruntung. Tapi mereka tetap berlomba-lomba untuk mendapatkan jabatan seperti kyungsoo
Kyungsoo bukan bekerja bersama mereka tapi kai menempatkan kyungsoo sebagai asistan pribadinya. Apapun kegiatan kai harus melalu persetujuan kyungsoo. Memang kyungsoo tak sepenuhnya berkuasa dengan kehendak itu karena kai terkadang juga memutuskan semuanya sendiri. Tapi kai selalu meminta pertimbangan kyungsoo terlebih dahulu
Kai kini menyadari kehadiran kyungsoo disalam ruangnya. Ia kemudian dengan cepat menutup map yang diberikan oleh sekertaris itu.
"keluar, aku akan membahasnya nanti" kata kai tegas
"tapi ini belum selesai sajangnim" kata sekertaris itu
"aku akan membahasnya sendiri bersama kyungsoo. Sekarang kau keluar" perintah kai
Sekertari itu sedikit sebal karena kai memperlakukannya begitu acuh. Apalagi jika sudah dihadapkan dengan kyungsoo, maka ia akan diperlakukan dengan semakin cuek. Sekertaris itu kemudian dengan cepat pergi meninggalkan ruangan kai
"hai sayang" sapa kai sesaat setelah pintu ruangnya ditutup oleh sekertaris itu
"kau terlalu kasar padanya sayang" kata kyungsoo sambil berjalan mendekati kai
"biarkan saja, jika aku baik kepadanya dia akan menggodaku. Aku tak ingin melihatmu terbakar api cemburu baby" kata kai
"tapi kau tak sepantasnya seketus itu" bela kai
"berhenti membelanya sayang, aku hanya ingin lembut dihadapanmu saja" kata kai "kemarilah" lanjut kai sambil menepuk pahanya
Kyungsoo dengan patuhnya berjalan dan kemudian duduk di pangkuan kai sambil tersenyum manis
"aku merindukanmu baby" ujar kai sambil menyesap aroba tubuh kyungsoo
"aku juga sayang"
"kenapa kau lama sekali?"
"aku bertemu dengan kris, aku juga harus mengantarkan luhan dan baekhyun ke ruangan sehun dan chanyeol"
"luhan dan baekhyun ikut kemari?" tanya kai
"iya sayangmmpptt"
Belum sempat kyungsoo menjawab bibirnya sudah lebih dulu dilumat oleh kai. Kai saat ini sudah tidak dapat menahannya lagi. Ia melumat bibir tebal milik kyungsoo dengan penuh cinta.
Tapi ciuman itu tak berlangsung lama karena mata kyungsoo menangkap sesosok gadis bermata rusa sedang berlari mencoba meninggalkan gedung perusahaan ini
"luhan" kata kyungsoo pelan
Dan dengan cepat ia melepaskan ciumannya bersama kai dan berlari keluar ruangan. Kai sempat bingung mengapa kyungsoo tiba-tiba turun dari pangkuannya dan berlari keluar. Ia pun memutuskan untuk mengikuti kekasihnya dari belakang
(***)
Luhan memandang sekeliling gedung perusahaan milik sehun. Ia sedikit takjub dengan interior yang ada di kantor sehun. Semua tertata begitu detail. Luhan yakin semua barang disini berharga sangat tinggi karena ia tahu bahwa sehun memiliki selera yang cukup tinggi.
Luhan melangkahkan kakinya menuju arah ruang yang kyungsoo tunjukkan padanya. Ketika sudah berada diambang pintu, hati luhan merasa bedegup dengan cepat. Ia kemudian memegang dadanya dan mengatur nafasnya
"kau kenapa xi luhan? Bukankah kau hanya akan bertemu kekasihmu? Bukan presiden ataupun malaikat pencabut nyawa" kekeh luhan pada monolognya sendiri
Luhan kemudian memegang gagang pintu ruang sehun. Ia menekannya untuk dapat membuka pintu itu. Ketika pintu itu terbuka sedikit, menampakkan celah yang lumayan cukup untuk luhan melihat isi dari dalam ruang tersebut.
Tubuh luhan melemas seketika. matanya terasa pedih hingga ia mengeluarkan bulir-bulir yang mengalir melewati pipi mulusnya. Terlebih lagi hatinya sakit melihat apa yang ia lihat didalam ruang itu.
Luhan tak mampu menahan rasa sakit dihatinya lagi. Apa yang ia lihat saat ini benar-benar membuat hatinya terasa perih. Sehun menggoreskan luka dihatinya. Ia kemudian berlari meninggalkan ruang tersebut.
Ketika hendak meninggalkan kantor sehun, ia berpapasan dengan chanyeol, baekhyun, kai dan kyungsoo yang baru saja keluar dari ruangannya
"Lu, kau kenapa?" teriak kyungsoo ketika luhan berlari melewatinya
"apa dia sakit?" tanya kai
"aku rasa..." kalimat chanyeol terputus
"ASTAGA OH SEHUN!" teriak baekhyun yang melihat isi dari ruangan sehun.
sehun berada di ruangan itu bersama seorang gadis yang duduk dimeja tepat dihadapan sehun
.
.
.
TBC
Tada! update lagi
selamat membaca. jangan lupa amal reviewnya juseyooo
sempatkan review, hargai kerja keras author ngetik neee.
gomawo ^^
*Deep bow bareng hunhan
THANKS TO : :* :*
| luhannieka | RereYunjae Pegaxue | Oh Juna93 | karina | Byul Hun.K | Ariviavina6 | oh sehan | kiway91SL | chocohazelnut07 | kimyori95 | ParkByun | tiehanhun9094 | | LisnaOhLu120 | Dewi15 | lulu-shi | Guest | samiyatuara09 | SangRi14 | SFA30 | zoldyk | himekaruLI | Alee Moutz EXO L | PutryManja | KiranMelodi |
