1 Minggu sebelum Pertunangan Chanyeol dan Baekhyun
Wanita paruh baya itu berjalan melangkahkan kakinya masuk kedalam restaurant. Walaupun umurnya terbilang sudah tidak muda, tetapi wajahnya benar benar menampakkan kecantikan yang sangat menawan. Matanya menjelajahi setiap sudut restaurant. Bibirnya menyeringai tipis melihat wanita muda yang sedang mengoatk atik ponselnya.
Kriet
Wanita paruhbaya itu menarik kursi restaurant yang akan ia duduki
"Hey Tante Park. Ada apa kau ingin bertemu dengan ku?" Eunrim –wanita muda itu tersenyum. Tapi Nyonya Park tau. Itu semua palsu.
"Tidak ada. Aku hanya ingin memberi kabar kalau Anakku –Chanyeol akan menikah dengan Baekhyun. Pria mungil itu"
"Tante, kau gila. Kau tidak ingin mempunyai cucu?"
"Kau perlu tau satu hal."
"Baekhyun mempunyai rahim, jadi mereka akan mempunyai anak. Dan kau, enyahlah! Kau memanfaatkan ketenaran anakku saja. Aku tau ide busukmu, Eunrim. Putuskan Chanyeol" Eunrim membelalakkan matanya. Nyonya Park benar benar santai saat mengucapkan hal itu.
"Jika kau ingin karirmu Baik baik saja" Tangan Eunrim mengepal.
.o.o.o.o.o.o.o.
Oh, Baekhyun
Cast : ChanBaek and Find it in your self
Rating : T+
Genre : Romance, Angst
Disclaimer : Story Belong to Me.
THIS IS YAOI, BOY X BOY, Dont Like? Dont read please!
OuOuOuOuO
.
.
.
Peteryeol Present
.
.
.
OuOuOuO
"Jadi milikku sepenuhnya?"
OuOuOuO
Bibir lembut milik Park Chanyeol masih menjelajahi tubuh putih milih lelaki mungil itu. Sedangkan yang lebih pendek hanya mendesahkan nama lelaki yang sedang menggagahinya saat itu.
"ssh ah Chanyeol" tubuhnya menegang saat tangan besar milik Chanyeol mulai menyentuh 'kepemilikannya'. Tetapi Tiba tiba Chanyeol menghentikan kegiatannya. Baekhyun memasang raut kecewanya. Ia sedikit mengerucutkan bibir mungilnya.
"Kau kenapa, Baby" Chanyeol terkekeh. Baekhyun membuang wajahnya.
"Tidak. A-aku tidak apa apa" Baekhyun langsung menatap lurus lautan yang untuk sekarang dihiasi kegelapan malam. Dia benar benar gugup. Rona pink di pipinya perlahan mulai muncul. Apa yang telah ia dan Chanyeol perbuat? Perlahan Baekhyun membalikkan tubuhnya dan mulai masuk ke dalam. Meninggalkan Chanyeol yang tersenyum sumringah di balkon.
"Baek. Ayo bermain game" Chanyeol melangkahkan kakinya ke laci di meja dekat tempat tidur mereka. Mengambil Handpone berlayar lebar miliknya. Baekhyun hanya memandangnya malas. Apa apaan ini? Dia sudah dibuat tegang oleh Chanyeol. Tubuhnya lemas karena Orgasmenya tertunda. Wajahnya merah menahan nafsunya. Chanyeol sadar kalau nafsu Baekhyun sedang memuncak. Sedikit bermain tak apa kan?
.o.o.o.o.
"Argh Sial!" Pekikan rasa kesal itu dikeluarkan oleh Baekhyun. Damn damn. Ia kalah taruhan. Sebenarnya ia juga ragu dengan taruhannya. Harap maklum. Baekhyun bukanlah maniak Games. But, he's really maniac Social Media.
"Kau kalah Nona" Chanyeol menyeringai. Sedang kan yang dipanggil 'nona' hanya mendengus sebal
"Yayaya.. Apa yang kau inginkan?" Baekhyun frustasi. Miliknya sangat tegang. Ditambah lagi ia kalah dari Chanyeol. Pasti lelaki tinggi itu meminta hal yang aneh aneh.
"Aku akan mengendalikanmu" Suara bariton itu berbisik di telinga mungil milik Baekhyun. Baekhyun mengerutkan keningnya. Mengendalikan? Memangnya ia mobil?
Chanyeol menahan tawanya saat ia melihat Baekhyun. Salahkan saja Baekhyun yang masih sekolah menengah akhir sehingga tidak terlalu memahami hal ini. Atau.. Chanyeolnya saja yang terlalu mesum?
Perlahan tubuh raksasa itu bergerak mendekati Baekhyun yang terus memundurkan diri sampai terpojok di pinggiran sofa. Tangan mungilnya mencoba menahan dada bidang milik Chanyeol. Perlahan Chanyeol mulai melekatkan bibirnya dengan bibir Baekhyun yang manis. Sangat manis. Bibir tebal milik Chanyeol masih terus menghisap, mengecup bibir Baekhyun yang sepertinya mulai menjadi Candu. Chanyeol melepas lips contactnya dengan Baekhyun. Mata phoenixnya menatap dalam mata bulan sabit milik Baekhyun.
"Baek, Aku bersumpah. Kau benar benar Can-"
"Tampan" Baekhyun memotong perkataan Chanyeol dengan rona pink yang masih setia menempel di pipinya.
"Tidak. Jongin saja mengakui kau Cantik. Pantas Kris terpesona denganmu" Keduanya terkekeh. Baekhyun mengalungkan kedua tangannya dileher jenjang milik Chanyeol.
"Tentu saja. Kris juga sangat tampan. Aku pikir aku akan menerima lamarannya dua tahun lagi" "Yach!" Chanyeol memekik kesal. Baekhyun tertawa terpingkal pingkal.
"Kau sangat hot baek, jika rambutmu berwarna merah keunguan seperti itu." Chanyeol mendeskripsikan Baekhyun
"Benarkah?"
"Ya. Aku ingin memakan mu setiap saat, Sayang"
"Ugh kau bodoh !" Baekhyun kembali merona. Chanyeol hanya tertawa dan mengeratkan pelukannya. Kali ini Chanyeol tersenyum tulus. Dan mencium pipi Baekhyun sekilas. Lalu menempelkan dahinya di dahi milik Baekhyun.
"Jadi milikku, Sepenuhnya?" Baekhyun ragu. Ia takut dipermainkan lagi oleh Chanyeol. Pikirannya ia coba menjadi kearah yang lebih positif. Kepalanya mengangguk pelan dengan cukup ragu.
"Terima kasih, Baek. Aku mencintaimu. Aku berjanji akan melakukannya dengan lembut" Chanyeol mengusap pipi Baekhyun.
Kedua insan tu menyatukan kedua tubuh mereka. Dengan bulan sabit menjadi saksinya. Dan suara desiran ombak yang terdengar lirih menjadi backsoundnya.
Dan untuk malam ini, Jika ini semua mimpi, Baekhyun hanya ingin jangan Bangunkan dirinya dari mimpi indahnya.
Jika Ini nyata, ia hanya menginginkan waktu terhenti untuk saat ini.
.o.o.o.o.
Sinar matahari mulai datang menyinari bumi. Cahaya mulai nakal memasuki ruangan melalui celah celah jendela. Membuat salah satu; dari dua lelaki yang sedang berpelukan terusik. Kedua lelaki itu Chanyeol dan Baekhyun. Keduanya saling memeluk satu sama lain . Chanyeol membuka matanya perlahan. Yang ia lihat dihadapannya sekarang ini adalah istrinya –Chanyeol mengatakan Baekhyun istrinya karena Baekhyun Cantik yang sedang tertidur dengan wajah polosnya.
Benar benar seperti puppy.
Ia merapatkan dirinya agar lebih dekat dengan Baekhyun. Matanya menjelajahi wajah Baekhyun. Dia benar benar tidak menyangka dengan semuanya. Memang harus Chanyeol ketahui sendiri kalau dia memang sudah tertarik dengan Baekhyun saat kejadian ia sedikit menyerempet Baekhyun. Tapi saat pertemuan kedua mereka -pada saat pembicaraan pertunangan, Chanyeol saat itu masih dalam keadaan sangat mencintai Eunrim. Dan Ibunya tidak setuju mengenai hubungan ChanRim.
Otaknya berputar mengenai kejadian semalam. Disaat Baekhyun mendesahkan namanya. Yeah. Ibunya tidak bohong kali ini soal 'Baekhyun yang sexy saat bercinta' Chanyeol memerah sendiri. Chanyeol menangkap adanya tanda tanda pergerakan dari Baekhyun. Ia kembali memejamkan matanya. Berpura pura. Ia ingin mengerjai Baekhyun. Wajah Baekhyun sangat menggemaskan saat merajuk.
"Pagi, Yeol" Mata sayu khas orang bangun tidur itu mulai tersenyum seperti biasa. Sesaat ia meringis. Bagian bawahnya sangat sakit. Ia memerah. Mengingat kegiatan panasnya dengan Chanyeol semalam. Baekhyun mendekatkan wajahnya ke arah Chanyeol. Mengecup singkat Chanyeol.
"Aku sangat berharap. Kemarin malam itu benar benar kau. Kau yang mengatakan kalau kau mencintaiku. Aku sangat mencintaimu yeol. Tolong jangan sakiti aku lagi" suara berbisik milik Baekhyun mulai terdengar. Chanyeol membuka matanya. Baekhyun terkejut. Chanyeol langsung merapatkan tubuhnya dan menempelkan bibirnya pada bibir Baekhyun. Hanya menempel. Kecupan Tulus dari seorang Chanyeol.
"Itu benar benar aku, Baek" Chanyeol terkekeh.
"Bantu aku agar aku lebih mencintaimu"
"Ya, pasti" Chanyeol tersenyum singkat
"Sekarang bersiaplah. Kita akan menemui Jongin dan beberapa staff photoshoot ku."
"Tunggu sebentar. Ugh ini sakit idiot" Baekhyun mencibir. Chanyeol hanya tertawa.
"Oh kau ingin kumandi-"
CTAK
Bantal itu berhasil mendarat di kening Chanyeol.
"Dasar pervert!" Chanyeol kembali tertawa
.o.o.o.o.
Tangan Besar itu menarik lembut jemari lentik yang dimiliki oleh Baekhyun. Sedangkan yang ditarik hanya menggerutu tak jelas. Bagian bawahnya masih sangat sakit. Apa Chanyeol tidak peka?
Seperti mendengar kata hati Baekhyun, Chanyeol menghentikan langkahnya dan berjongkok dihadapan Baekhyun. Baekhyun mengerutkan dahinya.
"Aku tau kau kesakitan. Sekarang ayo naik kepunggung-ku" Baekhyun menggeleng.
"Tidak, Chanyeol. Aku berat. Oke. Aku tidak ap- AAAA" Chanyeol menggendong Baekhyun di punggungnya. Baekhyun kembali merona.
"Chanyeol. Aku tidak ingin menyusahkanmu"
"Baek, Aku yang menyusahkanmu. Aku yang membuatmu seperti ini. Karena aku terus memasukkan -"
"Yach! Hentikan bodoh." Chanyeol tertawa. Baekhyun hanya menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Chanyeol. Menghirup aroma Mint yang menguar dari tubuh Chanyeol. Sangat Sexy.
"Wow bro, ada apa ini. Baekby, Kenapa kau digendong seperti itu?" Jongin datang dengan beruntun pertanyaan. Chanyeol mendelik. Baekby? Panggilan macam apa itu.
"Hitam. Jangan memanggil Baekhyun dengan sebutan itu. Kau terlihat seperti kekasihnya" Jongin tertawa geli. Oh~ Chanyeol cemburu. Sedangkan yang paling mungil diantara mereka hanya mengeluarkan tatapan bingung.
"Aku bercanda, Idiot. Baiklah Baek, Apa yg kalian lakukan semalam dengan pria brengsek ini?" Chanyeol melirik sinis Jongin
"Kami tidak melakukan apa-"
"Kami melakukan sex"
"Uhuk... APA?!" Jongin tersendak ludahnya sendiri. Terlalu kaget dengan perkataan Chanyeol. Wow hyungnya sangat tidak bisa menahan nafsu
"Hyung kau seperti pedofil" Jongin berkata dengan pandangan menyelidik. Chanyeol hanya memutar bola matannya malas.
"Baekhyun masih kecil. Tapi kau sudah berani memperkosanya"
Baekhyun memerah. Ya Tuhan.. jongin sangat pervert.
"Bodoh, aku tidak memperkosanya. Aku suaminya. Aku berhak atas apapun jika menyangkut tentangnya"
"Yayaya terserah kau saja, stupidyeol"
Jongin memutar badannya dan mulai melangkah lagi ke dalam ruangan yang Baekhyun tebak itu adalah studio photoshoot Chanyeol dan teman temannya. Obsidan milik Chanyeol menemukan Eunrim yang sedang bercanda dengan salah satu staff. Chanyeol memanggil Jongin dengan cukup keras. Yang dipanggil kembali melangkah menuju Chanyeol.
"Ada apa?"
"Aku izin selama 2 minggu terakhir kita disini. Aku benar benar akan Honeymoon dengan Baekhyun"
"Akan aku sampaikan pada manajermu"
"Terimakasih, hitam"
"Apapun untukmu, Idiot" Baekhyun yang mendengarnya hanya terkekeh. Chanyeol melangkahkan kakinya mendekat ke arah Eunrim.
"Eunrim" suara hushky itu mengagetkan Eunrim. Eunrim berdiri senang. Tapi matanya lagsung menatap tajam Lelaki yang sedang di gendong oleh Chanyeol.
"Ada apa, Chanyeol?" Wanita itu tersenyum manis. Chanyeol perlahan menurunkan Baekhyun dari gendongannya dan memegang tangan Baekhyun erat. Baekhyun hanya menatap Chanyeol.
"Aku ingin kita mengakhiri hubungan ini"
"Kenapa?"
"Aku mulai mencintai Baekhyun, Eunrim. Maaf" Chanyeol berkata dengan lantang. Sedangkan Eunrim hanya mnatap Chanyeol nanar. Baekhyun menata Eunrim dengan tatapan kasihan.
"Haha. Kau berbohong. Bahkan saat satu hari sebelum pernikahan kalian berdua kau mengatakan kalau kau akan menceraikan pemuda jalang ini dan kita akan menikah" Eunrim menunjuk Baekhyun dengan tatapan sengitnya. Baekhyun terdiam. Cerai?
"Tarik ucapanku. Karena sekarang, aku benar benar mencintai seorang Park Baekhyun"
"Woah. Kau memberikan margamu padanya, Chanyeol?" Eunrim menatap tajam Baekhyun.
"Dan kau." Eunrim melangkahkan kakinya mendekat kearah Baekhyun dan ..
–PLAK
"Kau harus sadar diri. Kau hanya pria rendahan Baekhyun" matanya menatap kearah perut Baekhyun dengan tatapan sinis.
BUK
Eunrim menendang Peerut Baekhyun.
"AAARGH" Baekhyun menjerit kesakitan. Jongin yang mlihat itu langsung membelakkan matanya dan berlari mendekati Baekhyun. Chanyeol yang melihat Baekhyun yang diperlakukan seperti itu menggeram marah.
"Kau.."
PLAK
"Sekali lagi kau menyentuh Baekhyun dengan tangan nistamu, kupastikan kau tidak akan hidup tenang" Ancam Chanyeol penuh amarah.
Perlahan Chanyeol mendekati Baekhyun yang terkapar pingsan.
"Baek.. kumohon bertahanlah" Chanyeol menggendong Baekhyun; ala bridal style diikuti Jongin menuju mobilnya.
.o.o.o.o.
Kris sedang berjalan jalan disekitar pantai. Ia merindukan Baekhyun. Lelaki Canada itu sering kali menanyakan apa hal yang membuat Baekhyun jarang hadir dalam pemotretan. Alasannya sama;
Aku dihukum Chanyeol karena terlambat pulang waktu itu.
Tiba tiba matanya menangkap sosok tinggi sedang menggendong sosok yang sangat familiar dimatanya.
Itu Chanyeol dan Baekhyun.
Kaki jenjangnya perlahan berlari mendekati kedua –yang katanya Sepupu itu.
"Chanyeol apa yang terjadi pada Baekhyun?" Chanyeol menghentikan langkahnya. Dan kemudian menatap Pria yang sangat tidak ia suka.
"Bukan urusanmu" Chanyeol menjawab ketus dan berniat meneruskan langkahnya.
"Izinkan aku ikut"
"Serterah" Kris Bernafas dengan lega
TBC
A/N : Hei aku update. Maaf tidak menepati janji. Kali ini aku akan menjawab beberapa pertanyaan dari reader
Q : Eunrim itu Eunji APINK ya?
A : Aku benar benar tidak bermaksud untukk memasukkan karakter Eunji dalam Fanfict ini. Aku menggunakan Cast khayalan xD
Q : Sehun kan pacarnya Luhan. Masa gak tau wujud Baekhyun?
A : Sehun terlalu sibuk menjadi photografer. Itu saja. Dan ia terlalu terpesona dengan mata Baekhyun
Q : Mata Baekhyun biru? Sedikit mirip dengan fanfict sebelah
A : Aku sangat menykai mata biru Baekhyun saat pertama kali Baekhyun memakai lense itu. Pada saat itu aku benar benar ingin membuat fanfict. Tapi alur sama sekali tidak terfikirkan
Q : Ending KrisBaek ya?
A : Maaf ga terpenuhi. Bcs aku adalah hardship Chanbaek XD
Aku benar benar meminta maaf atas keterlambatan update. Aku memiliki satu pertanyaan untuk reader.
Apakah Karakter Baekhyun disini terlalu feminim?
Tlong dijawab. Terimakasih~
Fast uupdate jika respon banyak!
Mind To review?
