Ahem... Seperti biasa, tolong maklum kan jika ada typo, kalimat kurang sesuai dengan EYD, pengenalan singkat, kesalahan tempat dan nama, dan lain - lain...
{ Author : "Bagi para reader... Arigatougozaimasu ya... (_ _ )"
Hiyama : "Para pemain di story ini juga berterima kasih loh..."
Author : "Tumben kamu ngikut aku... Biasanya kamu tuega sama Author..."
Hiyama : "Agar lebih terkenal sebagai orang yang baik hati, sopan, ganteng, pengertian, dll.."
Author : "Ngarep kau Nak !" }
Warning : Humor garing, aneh, bahasa Indonesia-Inggris ( bahasa 'gado - gado' ), dan lain2...
Disclamer : Yamaha Corporation, Negara Jepang, Company pembuat Vocaloid ( Crypton, Aha Software, dan lain – lain ).
( Ahem ahem... Dikarenakan Author mau meluruskan cerita, humor sementara di 'binasakan' untuk sementara waktu... Gomen )
"Menurut ku... Pelakunya adalah..., Miki..."
John yang kuaget setengah hidup lagi berteriak dengan puanik "Haaahhhh ? Bohong ! Kan bukti kita belum cukup !"
"Kamu ini..., Think bok ! Think ! Atuh gimana sih you ? Tapi ini kan baru 'Menurut analisa gue'..."
( Kaito : "Huaaaa... Author suka ya Hiyama menghina aku..?"
Author : "Hehe... Gomen... Bukan suka... Seneng aja... *tambah ngehina* )
"Gue jelasin dah... Hasil analisa gue... Dari pertama kali kita bertemu Len – sama sampai sekarang ( Soundeffect : Jreeng jreeeng jeeeng )"
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
( Kantor Head – Division Kagamine Len. Petunjuk pertama ).
"Saat bertemu dengan Miki, dia kan membawa sebuah amplop surat ancaman tersebut. Tapi yang aneh adalah di amplop itu nggak ada stamp nya. Antara dia adalah kaki-tangan pengirim surat ancaman tersebut atau dialah yang ingin mengancam Len – sama. Ditambah pula dia ingin meninggalkan ruangan Len – sama secepat mungkin. Tapi aku masih mengabaikan hal itu karena masih harus mengumpulkan bukti lebih".
"Olele bakar ( ? ). Terus petunjuk kedua ?" tanya John bagaikan anak kecil ketemu Santa Claus ( ? ).
"Nah petunjuk kedua..."
( Kantor Pos Kuilat-Ekspres-Mania )
"Saat John selesai bertanya – jawab kepada manager kantor tersebut, John bilang bahwa sang Tukang Pos yang mengantarkan surat tersebut sedang tidak masuk hari itu. Mungkin saja ada seseorang yang menyamar menjadi sang Tukang Pos tersebut adalah kaki-tangan sang Pengirim. Tapi kupikir itu adalah kemungkinan nya..."
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
"Petunjuk ketiga..."
( Rumah Miki. 19.32 malam )
"Setelah makan di rumah Miki, aku meminta izin untuk ke toilet. Miki katanya mau mencuci piring dulu. Setelah di toilet sekitar 5 menit, entah kenapa aku ingin melihat – lihat rumah Miki.
19.30. Secara nggak sengaja aku menemukan dan memasuki sebuah Ruang Kerja. Dan diatas salah satu meja di ruangan tersebut, ada sekitar 3 surat tanpa stamp. Saat kubuka, isinya seperti surat yang dikirimkan ke Len – sama. Akupun mengambil salah satu surat tersebut.
19.35. Aku melihat ada sebuah foto. Difoto tersebut ada seorang anak kecil. Dan ada tulisan di foto tersebut 'Untuk SF-A2 Miki. Dari Kaai Yuki...'. Dan saat itu akupun percaya bahwa Miki lah pelakunya".
"Tunggu..., Tapi bagaimana kamu bisa benar - benar tau kalau pelakunya adalah Miki ?" tanya John Shion yang masih penasaran.
"Disamping foto itu juga, ada sebuah dokumen. Yang paling penting adalah di surat itu dituliskan bahwa 'Kaai Yuki. Meninggal akibat melindungi ayahnya yang diketahui merampok Bank setempat'. Disitu juga disebutkan bahwa Kaai meninggal karena kehilangan banyak darah dan yang membunuhnya adalah Kagamine Len... Mungkin karena itu Miki mengancam Len-sama.."
"Ckckck... Kasihan kamu Hiyama... Cinta yang enggak di terima oleh Yang Maha Kuasa. Cinta yang bertepuk sebelah tangan... ( Asek bahasanya ! ) Sabar ya..." jawab John dengan sangat elit ( tapi aneh ).
"'Prok, prok, prok'... John mulai kueren !" jawab Miku ala melihat John dimakan singa ( ? ).
"Ya... Tapi... Gue kan naksir sama Miki, John. Atuh mana mungkin gue rela nge-lapor ke Len kalau Miki-lah pelakunya..."
( Hiyama : "Authooor ! Loe tega ! Gue kan pemeran utama nih ! 'Masa gue menderita terus sehhh ?"
Author : "Di-skrip nya kan kayak gitu... Sudahlah. Pasrah aja nak..." )
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Walaupun Hiyama bimbang dan telah berdebat dengan John, Hiyama pun menelpon Len. Long story short reader... Jam 21.00. Saat Miki mau ditangkap dirumahnya, Miki is gone reader... Hiyama pikir Miki pasti akan segera keluar kota. Akhirnya ada yang melacak bahwa Miki membeli tiket kereta untuk pergi jauh dari kota tersebut. Langsung saja, Hiyama and the geng langsung ke stasiun kereta api tersebut dan mereka pun sampai di sana jam 21.35.
Len pun langsung mengambil alih pasukan. Bubar barisan jalan ! ( ? ). Ehhh maksudnya... "Pelakunya adalah perempuan sekitar berumur 16 tahunan. Berambut ginger-red panjang dan sekitar sedikit lebih tinggi dari saya. Let's go !"
Para pasukan, Len, Hiyama dan John pun menyamar di Stasiun tersebut. Setelah nyaris 15 menit menyari, salah satu unit pasukan melihat Miki.
"Unit Kecebong, Unit Kecebong masuk. Ini Unit Nyamuk memanggil..."
"Ini Unit Kecebong. Apa kau menemukannya ?"
"Ya... Kami menemukannya. Dia baru saja makan di salah satu restoran di sini. Dia berjalan menuju pintu keluar. Segera kepung dia..."
"Baiklah... Unit yang didekat pintu keluar adalah Unit ketua kan. Unit Cicak kan ? Baiklah kami akan panggil mereka"
Akhirnya...
"Unit Cicak masuk. Ini Unit Kecebong..."
"Ini Unit Cicak. Ada pergerakan dari tersangka, ganti ?"
"Ini Unit Kecebong. Kami dapat laporan bahwa tersangka menuju ke arah kalian. Ke arah pintu keluar, ganti..."
"Baiklah... Ah itu dia. Kami melihatnya... Makasih bok, ganti"
"Anda sebaiknya minum obat dulu, ganti..."
SEEETTT ! Miki pun tiba – tiba ditangkap tepat di pintu keluar...
"Apa ini ? Ketua Len ? Ada apa ini ?" tanya Miki dengan bingung.
"Miki alias SF-A2 Miki. Anda ditangkap karena telah mengirimkan surat ancaman kepada petugas polisi. Apapun yang anda katakan tak dapat berlaku di persidangan. Angkat dia, guys" jawab Len dengan Deathglare ala Shota ( ? ).
Dan dengan begitu, kasus ditutup...
"Arigatou Hiyama dan John... Berkat kalian pelakunya berhasil ditangkap" kata Len dengan muka ahem-shota nya-ahem dikeluarkan.
"Ah iya... Terima kasih kembali" jawab Hiyama.
Tak disangka sudah 3 hari sejak penangkapan terjadi. Hiyama pun terus memikirkan apa yang terjadi di hari - hari sebelumnya... Walaupun saat pulang dari stasiun tersebut dia melihat Gakupo yang sedang membeli terong untuk nonton bola lagi, dia masih merasa bahwa masih ada yang mengusik dirinya...
Fin
Entahlah apakah akan ada kasus baru atau tidak... Author akan berpikir lagi untuk membuat kasus baru... Gomen jika cerita nya bisa langsung ditebak. Masih amatir dalam Tantei no Sekai. Arigatougozaimasu bagi yang sudah membacanya hingga akhir !
