Chapter 07
From Korea To Ubud
Sulay Fanfiction Indonesia
Main Cast
Kim JunMyeon
Zhang Yixing
and
all exo members
etc
Don't Plagiat
YAOI AREA!
Many typo(s)
Love has no culture, boundaries, race and religion
Lets falling in love in Ubud Bali
….
Wave after wave
Easy to love and easy to leave
I still to find a way
Im stuck here in between
Pemandangan barisan ombak menggulung pantai Kuta, yang menyapu pasir di pinggiran pantai mengiringi lamunan. Beberapa jam saja setelah membaca pesan singkat JunMyeon membuat Yixing dilanda kesunyian dan kebosanan. Semua hal menarik di Kuta menjadi tidak menarik lagi. Ia bahkan tidak tahu harus kemana selain memandangi ombak di depan hotelnya sambil memikirkan JunMyeon yang mungkin saja sudah sampai di Korea.
Baju Yixing bergerak mengikuti alunan angin yang berhembus. Kacamata JunMyeon masih setia menemaninya tergenggam erat ditangannya, matanya sedikit pedih terkena butiran pasir yang terbawa angin ke matanya yang kecil.
Ribuan milles memisahkan Yixing dan JunMyeon, pasangan yang seharusnya baru menikmati bagaimana rasanya pacaran, dengan kedua logika yang saling berbeda. Mata Yixing menyapu setiap manusia yang berada di depannya, dia benar-benar merasa asing dan sendirian. Inikah yang Jongin rasakan enak bila bertravel sendirian?. Mungkin sudah saatnya Jongin mencari teman untuk travel, agar tahu bagaimana rasanya jauh lebih enak bertravel bersama seseorang.
Yixing memutuskan kembali ke hotel, setidaknya disana dia bisa internetan berharap JunMyeon sudah membalaskan chat nya yang dikirimnya tadi ketika bangun tidur.
Yixing merebahkan badannya di kursi lobi hotelnya. Keinginan untuk naik keatas kamarnya sama enggan nya dengan keinginannya untuk membersihkan sisa-sisa pasir yang menempel disekitar kakinya. Para pelayan di hotel memaklumi tamu mereka yang tampaknya sedang tidak dalam suasana hati yang bagus.
Mata sendunya menatap layar ponsel belum ada balasan dari pesan yang dikirmkannya di Whatsappnya tampak belum terbaca oleh JunMyeon. Nampaknya JunMyeon benar-benar sibuk dengan urusan mendadaknya di Korea atau mungkin dia mengalami kelelahan karena perjalanan yang cukup panjang. Yixing membuka-buka kontaknya mencari siapa yang tampaknya bisa menghilangkan kesunyian selama dia masih disini. Ia masih ada waktu sampai besok di menghabiskan waktunya tidak mungkin hanya di lobi hotel saja bukan hal yang bagus untuk akhir liburannya. Akhirnya Yixing mendapatkan kontak yang pas untuk dia menghubungi nomor tersebut melalui whatsapp nya.
Annyeong Putu shi..bisa membawaku mengelilingi Bali?
.
.
Putu merupakan sosok yang sangat ramah, sepanjang jalan ini dengan sebuah mobil yang berisikan dirinya dan Yixing, ia berbicara tentang pesona Bali yang mampu mengusir rasa kebosanan sangat bahagia Putu mengajaknya berbicara dan mengobrol ternyata Putu yang seorang mahasiswa mengambil sekolah pariwisata itu menceritakan banyak tentang sejarah Bali dan tempat yang belum pernah Yixing datangi.
" Jadi bagaimana? Kau mau mencobanya?Mendaki gunung? Atau melihat adat istiadat Hindu?."
" Ne aku sangat tertarik tapi aku sangat ingin kembali ke Ubud."
" Ubud? Melihat tari kecak?."
" Ne..Ne.."
" Wah tampaknya itu cukup membiusmu yah. Baiklah kita kesana sekarang."
" Eh? Okay."
Yixing semangat melihat barisan pohon dengan daun berwarna merah yang menarik perhatian Yixing. Bukankah Bali diciptakan sama seperti pesona JunMyeon yang tidak ada habisnya itu?.Yixing kembali memikirkan JunMyeon ditengah hamparan alam Bali.
.
Yixing mengenakan kembali kacamata JunMyeon satu-satunya benda JunMyeon yang terlekat padanya menandakan bahwa sosok JunMyeon bukanlah sekedar pangeran khayalan. Yixing menatap pesona Bali, yang terpandang matanya beberapa keindahan Uluwatu Ubud dan kembali melamunkan sosok JunMyeon sambil menatap butiran buih ombak dibawah menjadi aktivitas Yixing menunggu tempat tari kecak, sedangkan Putu hanya sekedar menunggu Yixing yang menikmati lamunannya, sambil memainkan ponselnya membuka aplikasi poker dan larut dalam kegiatan mereka. Masing-masing tidak mau mengganggu dan mencoba tidak memperdulikan keanehan mereka yang Autis ketika berada di antara para turis dengan euphoria liburan.
Kita akan kembali kesini lagi bersama. Itu janji kita.Yixing menghela napasnya yang membuat JunMyeon pulang lebih cepat pastinya merupakan suatu hal yang sangat mendesak mengingat JunMyeon sudah pergi dari malam hari nya. Yixing hanya berharap JunMyeon sudah memberikan kabar nanti ketika dia kembali ke hotel.
Dengan langkah tidak bersemangat Yixing mengajak Putu untuk masuk ke tempat pertunjukan yang telah dibuka. Putu mengatakan dia akan tetap berada di luar sebagaimana tourist guide lainnya. Menunggu Yixing siap menonton nanti.
" Bagaimana kau akan menjumpaiku nanti ditengah ratusan orang yang menonton?"
" Percayakanlah pada Tuhan dan semesta. Sudah masuk saja jangan khawatir."
Yixing masuk ke dalam sendirian. Memilih posisi pandangan yang sama dengan tempat kemarin dia menonton walau berbeda barisan. Kini dia berada dibarisan lebih atas dari tempat lama menunggu pertunjukan pun an JunMyeon yang merangkul tangannya, tidak ada JunMyeon yang bisa diajak nya berbicara tentang betapa menarik dan cantiknya pertunjukan itu.
Cerita yang sama kembali ditayangkan, sosok sang puteri yang ditinggal sang pangerannya karena si pembawa kabar menyampaikan sesuatu hal untuk sang pangeran, dan si pembaca kabar yang….
Yixing mendekap mulutnya, dia memang tidak mengerti bahasa yang disampaikan. Hanya melalui bahasa tubuh dan alam yang di buat oleh penari kecak memberikan isyarat padanya apa yang sedang pertunjukan itu berlangsung..
Percayakanlah pada Tuhan dan semesta
Ya kini Yixing yakin dan paham bahwa pembawa kabar itu bukanlah seseorang yang mengkhianati sang pangeran. Dialah sosok yang sama dengan adik sang pangeran. Tujuannya dia melakukan tarian mendekati sang puteri adalah upaya nya membuat blok pertahanan untuk menjaga sang puteri tetap aman selama ditinggal sang pengeran yang merupakan kakak nya. Apakah sang adik juga mencintai sang puteri sehingga dia benar-benar membuat blockade yang kuat untuk menjaga sang puteri? Mungkin.
Yixing merasa kasihan dengan sang adik si pembawa kabar. Perasaan apapun itu kini terpendam bersama barisan penari kecak yang membentuk blok untuk sang puteri. Sehingga dirinya sendiri pun tidak bisa menyentuh sang puteri. Seseorang sanggup berkorban dan menjadi pemain latar di kisah ini hanya karena sebuah cinta.
Harus diberitahu ke JunMyeon cerita sebenarnya dari kisah ini. Yixing tersenyum mengingat ketika kembali ke hotel dia akan sibuk mengetik sebuah pesan untuk JunMyeon tentang si pembawa kabar.
…..
Yixing mengeringkan kepalanya, kini ia berada di dalam kamarnya menunggu balasan dan membuang waktu dengan membuka-buka saluran las an. Dia tidak ingin kemana-mana lagi tadi setelah membayar Putu untuk tour nya ke Ubud dan sebungkus makanan yang diberikan Putu yang dibelinya selama Yixing menonton tarian kecak, yang kini berada di atas mejanya berdampingan dengan ponselnya. Ponsel yang sudah berisikan ketikan panjang lebar tentang kisah sang pemberi kabar kepada JunMyeon yang belum juga memberikan kabarnya pada Yixing. Mungkin menghabiskan waktu nya di dalam kamar hotel menjadi pilihan terakhir untuknya.
Aliran darah Yixing bergerak cepat menandakan ia tengah bersemangat ia baru ingat sesuatu hal yang mungkin bisa menjadi obat ataupun pisau untuknya nanti. Yah media, JunMyeon adalah artis terkenal tentu kepulangannya ke Korea sudah terendus oleh mengambil ponselnya dengan kata kunci untuk melepaskan rasa penasarannya pada JunMyeon yang belum memberikan kabar.
Kim JunMyeon terlihat di airport setelah liburannya di Indonesia
Kim JunMyeon menolak diwawancara terkait diduga foto mesranya bersama Xi Luhan
Eksekutif! FOTO DIDUGA KIM JUNMYEON BERSAMA XI LUHAN BERCIUMAN!
Tidak ada darah yang terlihat, darah Yixing tetap berada di aliran dalam tubuhnya sebagaimana perasaan sakit kini ada luka terlihat tapi terasa nyata sakitnya. Inikah alasan JunMyeon pulang terburu-buru ke Korea?. Jari tangannya yang panjang mengklik judul ketiga dari top news tentang JunMyeon itu.
Yixing memang tidak begitu mengenal JunMyeon tapi dia hafal bagaimana sosok punggung yang begitu wajahnya ada punggung yang begitu menawan selain milik perasaan dalam hatinya ingin menyangkal rasa sok tahu yang tampak betul memang JunMyeon lah yang didalam foto tersebut. JunMyeon belum menghubunginya saat ini apa karena dia terlalu sibuk membantah hal tersebut. Yixing hanya berharap berita selanjutnya adalah upaya penyangkalan JunMyeon atas diduga foto mesranya dan menyeret laki-laki yang memiliki pesona punggung dan bentuk wajah yang mirip dengannya untuk mengaku.
Yixing mengabaikan makanan dari putu yang sudah mendingin hanya ingin tertidur menanti hari esok, hari terakhir dia di Bali. Dan kemungkinan balasan dari chat JunMyeon yang mengatakan dia bodoh karena salah mengikuti jalur cerita ataupun sekedar berdebat tentang si pembawa berita.
How will I know if you really love me
I say a prayer with every heart beat
Wish I had you near me now
Mata tampak susah untuk dibuka, terasa berat dengan bekas tetesan-tetesan air mata yang entah sejak kapan sudah setia di pinggiran mata. Sudah terlalu lambat untuk sarapan memang tanpa tujuan, hal itu membuatnya malas untuk bangun pagi dan kembali ke realita JunMyeon tidak berada di dekatnya.
Jam menunjukkan jam sepuluh siang. Yixing membuka layar ponselnya. Membuka chat yang tidak ada balasan tetapi sudah berubah warna cheklistnya. JunMyeon telah membaca pesan nya! Walau tanpa memutuskan untuk mandi selama moodnya masih berkumpul.
JunMyeon membuka dan membaca pesannya diantara jadwal yang padat merupakan suatu petanda untuk Yixing bahwa JunMyeon masih tanpa balasan apapun tapi perasaan Yixing sudah lebih dari kembali ke pakaiannya yang dibenci bagaimana reaksi JunMyeon jika melihatnya kembali berpenampilan seperti terhibur sendiri dengan pikirannya yang bodoh. Mencari informasi JunMyeon melalui website fans adalah satu-satunya cara Yixing agar tahu apa yang sedang JunMyeon kerjakan di Korea sana. Rasanya dia sudah tak sabar kembali ke dia tidak tahu apakah nanti bisa atau tidak bertemu JunMyeon dipadatnya jadwal tidak mereka tidak terlalu jauh lagi nantinya. Pikir Yixing bersemangat.
Yixing membuka link yang sama dengan media semalam. Tampaknya media itulah satu-satunya yang paling kepo dan cepat tersenyum-senyum pernah rasanya dia merasakan stalking seseorang sampai seperti dia baru mengenal JunMyeon diluar Korea. Mungkin benar kata orang-orang dia harus membeli televisi ketika pulang ke Korea nanti.
Agensi Kim JunMyeon dan Xi Luhan mengakui foto tersebut asli
Kim JunMyeon terlihat bersama Xi Luhan setelah agensi konfirmasi keaslian foto
RESMI KIM JUNMYEON DAN XI LUHAN DATING
Hapus pernyataan Yixing akan membeli televisi begitu dia pulang ke Korea. Bahkan sekarang Yixing tidak ingin menggunakan ponselnya semua judul yang di abaca tidak sesuai dengan benar si pemilik punggung mempesona itu adalah JunMyeon. Yixing mencoba mengingat sosok Luhan orang yang membuang demo kasetnya dan secara tidak langsung adalah orang yang mengakibatkan dirinya kini berada di Bali dan berkenalan dengan JunMyeon. Entah apa rahasia dengan semesta ini hingga Yixing harus menerima kenyataan bahwa si pangerannya diambil oleh orang yang memberikan jalan harapan untuknya. Luhan bukanlah sosok seram seperti Rahwana malah dia terlihat sangat manis dan girly untuk menjadi seorang laki-laki. Sosok yang sangat cocok berada disebelah pangeran seperti Yixing pun tidak pantas bila disandingkan sebagai Jatayu burung yang menjadi sahabat pangeran. Dia tidaklah sekuat si burung indah yang sanggup berkorban untuk sang pangeran. Yixing mulai berpikir kepada sang pembawa kabar yang dibagi cerita kepada JunMyeon. Mungkin sosok si pembaca kabar sesuai dengan dirinya yang terlalu mengharapkan sang puteri yang tidak mungkin sanggup digapai nya. Yang sanggup membangun blok sehingga dirinya sendiri pun tidak kuasa untuk menggapai tangan sang memutuskan untuk mengepak kopernya lebih ada lagi yang ingin dia lakukan nya hanya mengingatkannya pada JunMyeon. Dalam hati nya ia sedikit bersyukur paling tidak ia hanya mempunyai memori di Bali bersama JunMyeon. Kembali ke Korea mungkin dapat cepat melupakan kenangannya yang singkat bersama JunMyeon.
I remember loving you
All the good shit and all the bad shit too
Im packing every memory that we made
In a suitcase
….
Sudah berkali-kali rasanya JunMyeon membaca cerita yang diketik Yixing di chatnya. Rasanya dia juga ingin membalasnya dengan mengatai betapa mereka berdua bodoh dan sok tahu nya tapi ia tidak mempunyai keberanian untuk membalas chat tersebut. JunMyeon merebahkan kepalanya di senderan yang melaju kencang menginggalkan ruangan wawancara dirinya bersama Xi Luhan terkait dengan foto memejamkan matanya mengulang kembali kenyataan pahit dalam dirinya.
JunMyeon memutuskan untuk langsung pergi ke agensi nya untuk meluruskan masalah yang membuatnya pulang lebih cepat dan meninggalkan Yixing di Bali tanpa kesempatan mereka berjumpa untuk terakhir kalinya. Walau badan nya terasa capek dan mengantuk karena perjalanan yang panjang, ia tetap menyuruh Hyungnya untuk mengemudi ke bangunan tinggi milik agensi nya. Ia tidak bisa tidur di pesawat karena kelas bisnis yang dinaikinya ternyata berisi para fans nya dan sibuk memfoto dirinya yang tengah berusaha menahan kantuk. Biasanya dia akan mengenakan kacamata untuk menyembunyikan dirinya yang tertidur di tempat umum. Baru ia sadari bahwa kacamatanya masih berada di Yixing. Rasanya berlebihan, tapi JunMyeon merasa senang meninggalkan sesuatu hal untuk Yixing. Setidaknya hal itu yang membuat sosok Yixing yang absurd memang nyata untuk dirinya.
" Maaf JunMyeon, kau harus pulang lebih awal."
" Ne hyung. Setelah hal ini selesai mungkin aku mau stop dulu."
" Maksudmu?."
" Hmm aku mau istirahat dulu."
" Wah kau benar Kim JunMyeon adik ku? Kenapa sangat berubah?."
" Haha aku bertemu seseorang di Bali dan dia dari Korea. Aku mau menghabiskan waktuku nanti bersamanya disini."
" JunMyeon?."
" Ne?."
" Apa ini benar-benar dirimu? Apa kau tertukar oleh jiwa seseorang?."
" Haha Hyung!."
" Kau yang dingin kini menjadi seorang yang hangat? Bahkan memikirkan waktu untuk bersama seseorang?."
"Yeah that me hyung.. still your lil annoying brother."
" Hahayeah but not lil anymore."
Dua adik beradik itu pun saling sangat bersyukur dalam senyumnya karena adiknya yang dulu sangat tidak pedulian dan arogan itu kini perlahan berubah menjadi seorang yang lebih manusiawi. JunMyeon tersenyum karena mengingat sosok Yixing yang sama sekali tidak pernah dibayangkannya akan merasuki dirinya. Cinta memang tidak pernah bisa ditebak, JunMyeon bersyukur cintanya tidak berada ditempat yang salah lagi.
JunMyeon melangkahkan kakinya masuk ke ruangan bos manajemen nya. Hari ini pertemuannya bersama Xi Luhan akan dilaksanakan. JunMyeon sudah tidak sabar lagi ingin menghentikan berita yang membuat dirinya jengah sepanjang perjalanan pulang ke Korea itu.
" JunMyeon.. Duduklah.."
" Ne.."
" Hai junMyeon.."
Luhan memamerkan giginya yang kecil dan rata itu, ia sangat cantik dengan warna rambut sedikit violet dan baju berwarna peach. Andai saja dia seorang yoeja mungkin sudah banyak yang melamarnya untuk menjadi seorang istri.
JunMyeon menganggukkan kepalanya sebagai jawaban dari sapaan Luhan. Walaupun dia sudah tidak merasakan sakit hati lagi pada Luhan, tapi berita yang tersebar dan sikap Luhan yang seakan mendiamkan ebrita itu semakin menyebar membuat perasaannya jengah.
" Baiklah, saya selaku manajer Kim JunMyeon ingin meluruskan berita yang ada." Ucap Jondae memulai pembicaraan
" Jondae.." Minseok memotong pembicaraannya
" Maaf Minseok, kuharap kita bisa professional."
" Jongdae!."
" Ok boleh saya yang bicara?." Tanya Luhan seakan menghentika perdebatan sepasang kekasih itu.
" Silahkan." Ucap JunMyeon
" Aku rasa tidak ada yang perlu diluruskan dari berita itu."
" Maksudmu? Maaf tapi bukan tipe ku membuat berita palsu untuk sebuah pamor Xi Luhan."
" Begitu pula aku JunMyeon.." Ucap Luhan
" Ma-Maksudmu? Yang di foto itu?." Tanya Jongdae shock
" Ya Jongdae itu adalah JunMyeon dan Luhan." Ucap Minseok lemah
" Hmm? Baiklah Luhan bisa kau jelaskan pada JunMyeon agar dia mengerti er masudku mengingat." Ucap sang bos
" JunMyeon mungkin saja kau tidak ingat tapi itu adalah dirimu. Kau lupa pesta perayaan album baru mu di kolam renang hotel?. Saat Jongdae sudah memperingatimu agar kau jangan minum banyak tapi kau malah mabuk?." Ucap Luhan sambil memainkan pena di atas meja
JunMyeon coba mengingat peristiwa itu, memang dia sangat euphoria sehingga tidak mengidahkan nasehat hyungnya untuk tidak minum banyak. Hyung nya pergi duluan untuk mengantarkan Minseok dan ia menjadi lepas Kendali.
" Sudah ingat? Kau menarikku ke dalam kolam dan menciumku? Juga ketika di mobil kau menciumku sebelum masuk ke rumahmu?."
" Tapi kau bilang aku tidak pernah mencium mu?." Ucap JunMyeon seakan hal itu bisa membantunya keluar dari masalah.
" Ya JunMyeon kau memang pernah menciumku, tapi kau tidak menciumku ketika kau sadar. Kau hanay emnciumku ketika kau kehilangan kesadaraan. Itu bagiku sama saja bukan kau yang menciumku melainkan napsu mu."
" Lu..Luhan?."
" Hmm maaf JunMyeon sekarang kalau menurutku baiknya kalian harus seperti sepasang kekasih kembali." Ucap sang Bos
" Hyung! Bela aku."
" JunMyeon entahlah tapi aku juga beranggapan seperti itu. Akan lebih skandal lagi bila ternyata kalian sudah tidak menjalin hubungan lagi tapi foto kalian tersebar luas." Ucap Jongdae
" Maaf JunMyeon tapi bukan tipe ku untuk membuat berita bohong demi popularitas." Luhan tersenyum dengan sadis seakan mengembalikan kata-kata JunMyeon kepadanya.
JunMyeon terdiam dia tidak punya jalan keluar lagi. Jika memang dia yang di foto itu tampaknya dia harus benar-benar mempertanggung jawabkan perbuatannya didepan umum. Entah bagaimana perasaan dan pikirannya malah tidak kompak saat ini. Ketika perasaannya harus mempersiapkan menjalin hubungan palsu kembali dengan Luhan tapi pikirannya malah mengingat sosok namja yang di kameranya penuh foto punggungnya itu. Kenangan demi kenangan malah sekarang muncul disaat situasi seperti ini.
Foto apa yang diambil anak ini selama disini. Ha mayoritas isiya…..punggungku.
JunMyeon sengaja membiarkan Yixing menikmati pemandangan. Sambil mereka beristirahat di ujung Ubud JunMyeon mengorek-ngorek koleksi foto Yixing. Sungguh apa yang dia dapatkan diluar perkiraannya.
" Hal paling menyedihkan di dunia ini adalah.. Ketika kau menyukai seseorang tapi seseorang itu hanya sebatas punggungnya saja yang bisa kau miliki."
JunMyeon teringat perkataan Yixing ketika ia menggendong Yixing untuk pulang ke hotel hingga punggungnya sakit sampai esok harinya. Apakah punggung yang dimaksud Yixing adalah miliknya. Udara di Ubud adalah atmosfer terbaik di Bali membawa perasaan JunMyeon melayang bersama perasaan cintanya pada laki-laki berdimple disampingnya.
Yixing ah.. aku jatuh cinta padamu….
.
.
Dengan jas hitamnya hari ini JunMyeon dan Luhan akan mengkonfirmasikan hubungan mereka bersama manajemen nya. Nasi sudah menjadi bubur, suka tidak suka dunia sudah tahu siapa mereka berdua walau hubungan yang sebenarnya telah berakhir. JunMyeon menatap chat yang masuk. Kisah sang Ramayana yang diceritakan Yixing.
Maafkan aku Yixing, aku tidak akan pernah menjadi gantle seperti sang pangeran ataupun sesakti Rahwana yang mampu mendobrak hal yang tidak mungkin di depannya. Mianhe
….
I know with my head
But my heart wont let you go
Even though I want to throw away
Even though I want to forget
I like you
Udara dingin Seoul menghampiri badan yixing, menggelitik seakan menertawakan nasib nya yang semakin sengsara setelah berlibur. Tak jauh tampak sosok Jongin dengan senyum lebarnya menyambut Yixing. Entah perasaan bahagia berjumpa kembali lagi dengan sahabatnya atau perasaan dendam kesumat atas sarannya untuk berlibur yang semakin membuat dirinya sengsara. Yixing berlari kea rah Jongin yang masih tersenyum konyol. Dan memukulinya dengan perasaan kesal.
" Yak..Yak kau kenapa!." Ucap Jongin seram
" Kau..Kau idemu itu tidak dapat kupercaya!."
" Yak maksudmu?."
" Jongiin…"
Yixing menyerah memukuli Jongin, perasaannya semakin hancur bukan semakin ringan. Jongin melihat butiran air mata di pipi Yixing. Apapun yang terjadi dia tidak memiliki petunjuk apapun, tapi satu yang pasti sahabatnya itu sedang terluka dalam.
TBC
….
*JANGAN LUPA REVIEW KAKA^^*
MAAF LAMA BANGET UPDATE LAPOP RUSAK T.T
Huaa sedih laptop rusak jadi ke warnet mana keyboard nya keras banget sakit jari baekhee kakaaa hiks hiks doain ya cepat sehat laptopnya T.T
Sorry update ulang T.T ga sinkron yg udah di save n waktu di buka di warnet sumpah banyak kata ilang T.T
Chenma Haha iya kurang roamntis ya nembaknya
Guest09 Hiks konfliknya di Sulay n laptop aku nh huaa
Sam mianhe kali ini lama update nya
Yxingbunny iching ngambeeeek aja biar dibelikan jet emas sama holkay hihih
Nichi kejawab kan di chap ini siapa diaa hihi
Anson rame dunia persilatan beb
Guest aku juga suka hihi *ketawajahat
Yukillua-Kira Hiks aku juga sedih mereka kubuat konflik
MinnieZhang ndak apa-apa kaka makasih ud review jangan lupa review lagi hihi
EunWoo mianhe lama update
Anita858 Hayoo dapat kan jawabannya…
