~ URI FAMILY ~
Disclameir :
Ini hanya FF, sebuah karya fiksi yang terlahir dari otak sederhana saya. Jangan bash cast yang saya pakai karena mereka tidak tahu apa-apa. Saya hanya pinjam nama saja. V cinta damai chingu
Main Cast : Kyumin
Support Cast : OC
Warn : GS, Typo(s), geje, abal, OOC
Kyuhyun-Sungmin : 37 thn
Justin (17), Sungkyu (16), Priyanka (15), Minhyun (13), Guixian (11), Shengmin (8), Ryeo-Li Shi (4), Hana-Kayla (2)
.
oOo
.
"Mengerti?"
"Eh?"
Sungmin mengerjap, wajahnya seketika itu memerah. Ia tersenyum malu-malu pada Kyuhyun. Mereka tengah belajar bersama, atau lebih tepatnya Kyuhyun mengajari Sungmin. Namun sayang, si gadis tercintanya itu tidak memperhatikannya malah sibuk memandang wajah tampan dirinya.
Ya, Kyuhyun sepenuhnya menyadari jika Sungmin menatapnya sedari tadi. Ia hanya pura-pura tidak mengetahui saja. Alhasil, lihatlah Sungmin yang mengerjap, muka merah dan juga senyum malu-malu kucingnya, sungguh membuat iman seorang Kyuhyun goyah.
Pemuda yang duduk di kelas 3 Senior High School itu menghembuskan nafasnya. Ia menatap balik sang kekasih dengan tatapan tajam namun menggoda. "Apa aku harus memakai topeng agar kau bisa memperhatikan buku pelajaran dan mendengarkanku menjelaskannya, bukan memandangi wajah tampanku ini" kata Kyuhyun narsis. Ia menumpu dagunya, kemudian tersenyum tipis yang bisa membuat siapa saja (gadis) meleleh jika melihatnya, termasuk Sungmin.
Gadis berumur 18 tahun itu mengerucutkan bibirnya. "Aku selalu tidak bisa berkonsentrasi jika belajar denganmu. Sudah ah" Sungmin merapikan buku-buku pelajarannya. Ia menyerah karena percuma, penjelasan Kyuhyun tentang rumus-rumus matematika tidak masuk sama sekali pada otaknya. "Mungkin aku akan belajar dengan Siwon saja" lanjutnya.
Kerutan di dahi Kyuhyun terlihat, kupingnya memanas saat Sungmin menyebut laki-laki itu. Siwon bukanlah orang lain, dia adalah sepupu Kyuhyun. Mereka memang satu sekolah namun berbeda kelas. Kyuhyun di kelas 3A sedangkan Sungmin dan Siwon di kelas yang sama, 3C. Siwon pernah menyatakan cinta pada Sungmin, namun di tolak. Tentu saja karena Sungmin hanya menyukai Kyuhyun. Karena itu, ia selalu berantisipasi jika Sungmin sudah berdekatan dengan Siwon. Tak menutup kemungkinan Siwon akan menggoda Sungmin nya lagi kan.
"Kau memiliki kekasih yang tampan nan pintar, Min. Kenapa harus memilih belajar dengan laki-laki lain"
"Siwon sepupumu, Kyu. Bukan orang lain"
"Tetap saja. Pokoknya kau harus belajar denganku"
"Kyu, aku sudah bilang aku tidak bisa berkonsentrasi jika belajar denganmu" aku Sungmin dengan wajah yang kembali memerah.
Kyuhyun berdecak, kemudian berkata. "Terserah"
"Eh! Kyu tunggu! Aish, dia marah" Sungmin buru-buru memasukan buku-bukunya kedalam tas kemudian berlari menyusul kekasihnya yang sudah lebih dulu keluar dari perpustakaan umum ini.
"Kyu" dengan napas tersengal, Sungmin berhasil menyusul Kyuhyun. Ia mengalungkan tangannya pada lengan Kyuhyun. "Kyu, jangan marah" Sungmin mencoba melihat reaksi kekasihnya, namun Kyuhyun menampilkan wajah datarnya. Kalau seperti ini, Sungmin harus bekerja keras untuk membuat kekasihnya tidak marah lagi.
"Maaf, jangan marah ya" mohonnya. "Kenapa kau marah sih? Ayolah! Maafkan aku, ne. Kalau kau tidak setuju aku belajar dengan Siwon, aku akan belajar di tempat Bimbel saja"
Kyuhyun menghentikan langkahnya, membuat Sungmin ikut berhenti. Pemuda tampan itu menoleh menatap Sungmin. "Kenapa harus ke tempat Bimbel? Kau punya aku" kata Kyuhyun.
Sungmin menggeram dalam hati. Sudah di bilang dia tidak bisa berkonsentrasi jika belajar dengan Kyuhyun. Kenapa kekasihnya tidak mengerti sih? Padahal harusnya Kyuhyun langsung menggerti kan, secara kekasihnya itu pintar berlebihan.
"Aku tidak bisa berkonsentrasi, aku sudah bilang tadi"
"Aku akan memakai topeng"
"Itu akan aneh. Aku tidak mau belajar dengan mu. Pilihannya ada dua, belajar dengan Siwon atau aku belajar di tempat bimbel?"
"Option number two" desah Kyuhyun tak suka dan tak rela sebenarnya. Tapi masih mending Bimbel dari pada kekasihnya harus berdua-duaan dengan Siwon.
.
Kyuhyun dengan pakaian casualnya, berdiri bersandar pada body mobil sedan berwarna biru miliknya, kesayanganya, hasil jerit payahnya (5%). Ia menatap jam tangannya, sudah 10 menit dia sampai di tempat Bimbel, menjemput Sungmin namun kekasihnya belum juga keluar. Dia sudah gerah karena banyak mata yang menatapnya lapar.
Drrrt drrt
'My beloved wife'
"Sayang, kau dimana?" tanya Kyuhyun langsung setelah menerima panggilan dari Sungmin.
"Kau sudah ada di depan?"
"Hm, cepatlah. Kau rela membuat calon suami mu ini di tatap lapar oleh gadis-gadis yang berlalu lalang disini eoh?"
Disebrang sana Sungmin tertawa. "Tentu saja tidak rela. Aku akan naik lift. Aku tutup"-Plip.
Tak berapa lama, Sungmin pun sudah keluar dari gedung. Gadisnya melambaikan tangan namun senyum Kyuhyun langsung hilang saat menyadari jika di samping Sungmin, ada Siwon.
Geez!
"Hai sepupu, aku ikut mobilmu ya" tanpa menunggu jawaban Kyuhyun, Siwon sudah masuk ke dalam mobil. Oh ya ampun!
Sungmin yang menyadari aura panas dari tubuh kekasihnya. Ia hanya tersenyum kaku. Sungmin berkata tanpa suara. 'Aku juga tidak tahu ada Siwon di tempat Bimbel ini'
Kyuhyun menghembuskan nafasnya kasar. Dengan wajah masam, ia membuka pintu mobil untuk Sungmin. Mobil pun melaju.
"Kau ikutan Bimbel?" Kyuhyun menatap Siwon dari kaca spion.
"Hm. Aku tidak sepintar dirimu Kyu" Siwon bergurau. Ia menatap Sungmin penuh minat. "Tak menyangka Sungmin juga ikut Bimbel disana. Kenapa ikut Bimbel?"
"Heheh, sama aku juga tak sepintar Kyuhyun" jawab Sungmin. Matanya melirik pada Kyuhyun. Waspada jika kekasihnya lepas kendali.
Sungmin bernafas lega, karena ternyata Kyuhyun bisa mengendalikan emosinya. Sepanjang jalan hanya Siwon yang berbicara sesekali Sungmin menimpali. Sedangkan Kyuhyun, ia bersikap layaknya supir, tenang, tak banyak bicara dan fokus mengendarai mobil.
.
Pagi ini kelas Sungmin bagian pelajaran olahraga dengan materi lari jauh. Dari kelasnya di lantai 3, Kyuhyun bisa melihat aktifitas yang di lakukan murid-murid di lapangan. Tentu saja, Kyuhyun hanya melihat Sungmin-nya saja.
Namun pemandangan dimana Siwon merangkul mesra Sungmin dan berbisik begitu intim membuatnya geram. Kyuhyun mengepalkan tangannya kuat. Kemarin-kemarin Kyuhyun masih bisa menahan emosinya, namun kali ini tak bisa di kenalikan lagi.
Dan bagaimana bisa, Sungmin diam saja dan lagi ikut tertawa bersama Siwon?
"Suutt sutt" Kyuhyun menggeram saat sahabatnya yang duduk di belakangnya menepuk-nepuk bahunya. Dengan malas Kyuhyun menoleh.
"Apa?" sungutnya.
Donghae menutup mulutnya yang akan tertawa. "Yahh! Aku rasa ada yang sedang cemburu" godanya sembari menaik turunkan kedua alisnya. Itu sangat menyebalkan bagi Kyuhyun hingga si tampan Cho itu menoyor kepala Donghae.
"Diam kau"
"Ck! Lagi-lagi kau menoyorku" Kyuhyun tidak memperdulikan Donghae. Ia kembali menatap keluar jendela (melihat Sungmin).
"Sudah jangan dilihat terus nanti kau semakin panas" cibir Donghae.
"Cerewet" dengus Kyuhyun.
.
Dan emosi Kyuhyun pun meledak.
Brug!
Siwon dengan keras terjatuh ke lantai saat Kyuhyun melayangkan bogem mentahnya. Siswi di kelas Sungmin menjerit kaget, semuanya merapat ke dinding sedangkan para siswa tak berani memisahkan.
"Apa yang kau lakukan?" teriak Siwon.
Dada Kyuhyun naik turun menahan emosi. Saat ia menjemput Sungmin ke kelas 3C ini, Kyuhyun di beri pertunjukan dimana Siwon hendak mencium rambut Sungmin tanpa sepengetahuan kekasihnya. Bagaimana bisa Siwon selancang itu? Sungmin miliknya.
Sungmin sendiri masih terdiam, sangat terkejut akan kejadian yang bergitu cepat itu. "Sungmin ah. Kau tidak apa-apa?" Eunhyuk berbisik. Sungmin menoleh pada sahabatnya itu lalu mengangguk. Namun teriakan dua pemuda membuatnya makin tersadar.
"Jangan dekati Sungmin lagi"
"Apa? Ya ampun Kyuhyun. Sungmin berhak berteman dengan siapa saja" Siwon membalas tatapan tajam Kyuhyun. Dia tak takut sama sekali.
"Tapi tidak denganmu. Dengar Siwon. Sungmin milikku" jawab Kyuhyun sarkatis.
"Sungmin milik kedua orang tuanya"
Brug!
Kyuhyun melayangkan pukulannya lagi pada Siwon. Terlihat sekarang bibir Siwon sobek dengan darah di ujung bibirnya. Kyuhyun berteriak. "Dia milikku"
Siwon terkekeh. "Kau takut aku merampas milikmu?"
"Shit!"
"Kyu sudah, kenapa kau bisa emosi seperti ini?" Donghae menahan tubuh Kyuhyun yang terus berontak. Sungmin yang melihat Donghae kesusahan ikut turun tangan.
"Kyu sudah, sudah" Sungmin dengan paksa menarik Kyuhyun keluar kelas. Hingga di parkiran sekolah Kyuhyun melapas paksa pegangan Sungmin.
"Lepas" Kyuhyun berusaha mengatur nafasnya. Ia memicingkan matanya pada Sungmin. Terlihat sorot marah dan kecewa. "Kenapa kau diam saja saat dia merangkul mu? Berbisik-bisik dengan mesra. Tertawa bersama dan kau tahu apa yang dia lakukan tadi? Dia hampir mencium rambutmu"
"Kenapa kau membentakku?" tanya Sungmin.
Kyuhyun menghirup udara dengan teratur. Emosinya perlahan mereda. Ia menatap Sungmin, kali ini sorot mata pemuda itu tampak penuh penyesalan. Sepenuhnya Kyuhyun tahu tak seharusnya dia membentak Sungmin. Dirinya perlu menyendiri.
"Maaf aku tidak bisa mengatarmu. Aku akan menghubungi Donghae untuk mengantarmu pulang"
"Aku bisa pulang sendiri" tolak Sungmin. Dan sekarang terlihat raut sedih dari wajah Kyuhyun.
"Terserah" ucap Kyuhyun kemudian melenggang pergi.
"Kyuhyun" panggil Sungmin. Namun Kyuhyun tidak menoleh dan lebih memillih masuk langsung ke dalam mobil birunya kemudian pergi.
.
Tadinya, Sungmin berniat menuntaskan cerita novel yang ia baca. Tapi noverlnya tak tersentuh, dibiarkan tergeletak di lantai. Sungmin melamun sembari bersender pada pagar balkon. Semilir angin berhembus membuat suasana hatinya yang tak tenang menjadi lebih baik.
Ketukan di pintu kaca yang menghubungkan kamar dengan balkon tempatnya sekarang membuat Sungmin menoleh. Disana, berdiri Kyuhyun.
Pemuda itu mencoba tersenyum. "Hai"
Satu kata itu yang keluar dari Kyuhyun. Ia sudah menyendiri, dan ia pun sadar dirinya bersalah disini. Tak mendengarkan penjelasan Sungmin malah membentak kekasihnya dan pergi begitu saja. Setelah puas mengurung diri dikamar, Kyuhyun langsung pergi menuju rumah Sungmin tak tahu waktu, padahal ini sudah pukul 10. Dan disinilah ia berada.
"Hai" jawab Sungmin. Gadis itu membalas senyuman Kyuhyun. "Kemarilah" Sungmin mengulurkan tangannya yang di sambut oleh Kyuhyun.
"Apa yang kau bawa?" tanya Sungmin penasaran. Karena sejak tadi, Kyuhyun menyembunyikan tangan kanannya di balik punggung.
"Ini..."
Sungmin terkesiap saat Kyuhyun menunjukan apa yang ia sembunyikan. Sebuket kecil bunga lili. Sangat indah. Sungmin menatap Kyuhyun penuh arti.
"Untukku?" tanya Sungmin. Kyuhyun mengagguk. Sungmin tersenyum tulus. Ia menerima bunga itu dan menghirupnya. "Harum. Bunganya pun indah" Sungmin mendongak. "Terima kasih" katanya.
"Min, maaf tadi sore aku membentakmu, dan juga meninggalkanmu. Aku..." Kyuhyun memalingkan wajahnya. Temaran sinar bulan dan cahaya lampu membuat Sungmin bisa melihat dengan jelas rona merah di pipi Kyuhyun. "Aku... Aku..."
Grep!
Kyuhyun terkejut saat Sungmin sudah berada di pelukannya. "Min..."
"Araseo" Sungmin mendongak menatap langsung kedalam manik indah berwarna hitam milik Kyuhyun. Ia tersenyum kemudian mendaratkan sebuah kecupan di pipi Kyuhyun. "Kau cemburu?" Sungmin tersenyum jahil.
Kyuhyun memalingkan wajahnya lagi. "Hm" walau malu, Kyuhyun membalas pelukan Sungmin. Ia menumpukan dagunya pada kepala gadis tercintanya.
"Kau harus minta maaf pada Siwon karena sudah membuat bibirnya sobek" Sungmin mendongak. "Kami hanya berakting" gadis cantik itu menyengir menampilkan gigi kelincinya.
"Apa?" Kyuhyun menatap Sungmin, terkejut. "Berakting? Untuk apa? Membuatku cemburu?"
Sungmin tersenyum lalu mengangguk imut. "Iyup. Salah satunya"
"Salah satunya?" Kyuhyun menganga. "Ada alasan lain?" pemuda itu menekuk wajahnya. Cemberut. Kenapa kekasihnya tega sekali.
Sungmin melihat jam tangan yang Kyuhyun pakai, menunjukan pukul sepuluh lebih lima belas menit. Sungmin tampak berpikir sebentar kemudian menatap Kyuhyun. "Sebenarnya kurang dua jam lagi. Tapi aku akan mengatakannya sekarang" jeda sebenar, Sungmin tersenyum sangat manis. "Happy Anniversary yang ke 3"
Kyuhyun membawa Sungmin kedalam pelukannya. Ia terkekeh. "Jadi kau melakukan itu untuk kejutan hari jadi kita?" Sungmin menganguk di dada Kyuhyun. "Selamat. Kau berhasil membuatku marah-marah dan uring-uringan seharian ini" Sungmin tertawa mendengar pengakuan Kyuhyun.
"Kyu"
"Hm"
"Aku hanya mencintamu" ucap Sungmin. Ia bisa mendengar degup jantung Kyuhyun yang berdebar sangat kuat.
Pernyataan Sungmin jika hanya dirinya yang di cintai oleh gadis cantik itu, seakan menegaskan pada Kyuhyun jika tak akan pernah ada laki-laki lain yang akan menggantikan posisi Kyuhyun dalam hati gadis itu. Dan Kyuhyun merasa konyol karena sempat tidak mempercayai Sungmin.
Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya sedangkan Sungmin semakin nyaman bersandar di dada Kyuhyun.
"Aku juga mencintaimu. Hanya kamu, Lee Sungmin"
.
Uri Family
.
"Wooooooh" Priyanka, Minhyun, Guixian berseru kagum mendengar cerita Sungmin.
Sedangkan Sungmin sendiri senyam senyum dengan wajah merona. Tak beda jauh dengan Kyuhyun yang memalingkan muka dengan warna merah di kedua pipinya. Tak Kyuhyun sangka salah satu momen yang Sungmin pilih adalah saat ia marah karena cemburu. Manis untuk Sungmin namun konyol bagi Kyuhyun. Itu kebodohannya oke.
Kikikan perlahan terdengar, Kyuhyun langsung menatap Justin dan Sungkyu. Kedua putranya itu tengah menahan tawa sebisa mungkin namun sepertinya gagal karena detik berikutnya Justin dan Sungkyu tertawa keras.
"YAH! Terus saja tertawa" teriak Kyuhyun. Ia tahu pasti jika putra-putranya iu menertawakan tingkahnya saat muda itu.
"Oh my god, Dad mmffhhh hahahahahaha" Justin berguling-guling kesana kemari. Tidak menyangka jika ayahnya yang keren ternyata bisa bertingkah out of character dengan berteriak teriak memaki paman Siwon karena cemburu. Justin kira Ayahnya itu orang yang kalem seperti Sungkyu.
"Appa ternyata bisa masuk ke perangkap Umma ya" ejek Sungkyu menusuk hati Kyuhyun.
"Yakk!" seru Kyuhyun. "Aku sedang labil saat itu" Kyuhyun membela diri.
"Daebak. Itu seperti kejadian Justin Oppa dan Sungkyu oppa sekarang. Untung saja Sungkyu Oppa tidak sampai membogem Justin Oppa kan" ucapan polos Minhyun membuat Sungkyu berhenti tertawa, Kyuhyun mengangguk setuju karena bukan hanya dirinya yang bisa bersikap labil, sedangkan Justin makin keras tertawa.
"Tapi Mom, Dad manis juga ya saat memberikan bunga lili. Ahh~ aku melting" kata Priyanka.
"Iyakan, Mom juga melting saat itu" timpal Sungmin.
"Nanti kalau aku sudah punya pacar. Pacar Guixian marah, Guixian akan memberinya bunga agar tidak marah lagi" Guixian mangagguk pasti. Memastikan jika hal itu tidak akan pernah lupa dan saat ia punya pacar, ia akan melakukan hal yang sama seperti apa yang ayahnya lakukan pada Ibunya.
"Masih kecil" ejek Justin. Guixian menggurutu tidak jelas.
Kyuhyun berbisik pada Sungmin. "Dari sekian momen kisah kita kenapa kau menceritakan kisah itu? Aku sangat tidak keren saat itu" rajuknya dengan wajah tertekuk.
Sungmin tergelak. Ia menangkup wajah Kyuhyun, menggesekkan hidung mereka. "Kau selalu keren dan saat itu kau sungguh sangat manis dengan rona merah di pipimu" Sungmin tersenyum kemudian mengecup bibir Kyuhyun. Niatnya sih, hanya satu kecupan tapi Kyuhyun menahan tengkuk Sungmin dan mereka melanjutkan beberapa kecupan lagi.
"Ohhhh! Bubar bubar" seru Guixian.
Sungkyu menggeleng kemudian melenggang menuju lantai dua. Justin, Priyanka, Minhyun bersorak namun tak di perdulikan oleh kedua orang tua mereka. Justin mengikuti Sungkyu sedangkan Priyanka, Minhyun dan Guixian kembali ke taman untuk berenang lagi.
"Silahkan lanjutkan" teriak Priyanka.
Sungmin dan Kyuhyun terkekeh dan saat anak-anak sudah pergi, pasangan suami istri itu mengubah kecupan diantara mereka menjadi ciuman yang basah.
"Love you" kata Sungmin.
Kyuhyun tersenyum. "Love you too, only you" kemudian melumat bibir Sungmin lagi.
.
"Justin"
Justin yang hendak masuk kamarnya terhenti, menoleh pada Sungkyu. "Apa?"
Sungkyu berdehem. Ia menggaruk kepalanya. "Sorry"
Justin mengerjap. Detik berikutnya si sulung itu tertawa. "Aku tak tahu kau bisa semanis itu" godanya.
"Heeh! Lupakan" dengus Sungkyu sebal kemudian masuk kedalam kamar. Justin semakin keras tertawa. "It's okey, my little brother" teriaknya.
.
Uri Family
.
"Hyun Min-ah. Ada temanmu di teras. Umma suruh masuk tapi tidak mau"
Hyun Min menggerutkan dahinya. Siapa gerangan yang datang malam-malam begini? Eum sebenarnya belum malam sekali sih, jam baru menunjukan pukul 8. "Siapa, Umma?"
"Umma tidak tahu, tapi pemuda itu tinggi dan tampan sekali. Ya ampun putri Umma sudah pintar memikat hati laki-laki eoh"
"Umma apaan sih" kata Hyun Min. Dalam hati ia penasaran. Ia pun langsung keluar dari kamarnya kemudian menemui pemuda itu.
Hyun Min hampir menjerit senang namun ia masih bisa mengendalikan hingga dia tidak sampai bertindak konyol dengan berjingkrak-jingkrak. Oh My! Pemuda itu Sungkyu. Well, mungkin perlakuan Sungkyu padanya beberapa hari kemarin memang dingin tapi tak bisa di bohongi jika pemuda itu sekarang datang kerumahnya tanpa disangka-sangka dan jantung Hyun Min berdebar tidak tentu.
"Sungkyu?" setelah mengendalikan dirinya, Hyun Min menghampiri Sungkyu. Pemuda itu mendongak menatapnya. "Ada apa kemari?" tanyanya.
Sungkyu terlihat mengambil nafas kemudian menghembuskannya. Ia menatap Hyun Min. "Maaf, waktu itu aku membentakmu dan kau pasti menyadari jika beberapa hari kemarin aku bersikap dingin padamu"
"Oh" Hyun Min melengkungkan sudut bibirnya keatas. "Tidak apa-apa. Mungkin tanpa disadari aku melakukan hal yang membuatmu marah. Jadi sekalian, aku ingin minta maaf juga"
"Tidak, kau tidak melakukan apapun yang membuatku marah. Aku hanya..." Sungkyu menjeda ucapannya. Mengumpulkan lebih banyak kata-kata untuk bisa menyampaikan maksud hatinya pada Hyun Min. "Itu semua hanya kekonyolanku"
"Jadi kau tidak marah padaku?" tanya Hyun Min. Sungkyu menggeleng. "Syukurlah. Aku pikir kau marah padaku"
"Um...Hyun Min"
"Ne?"
Sungkyu mengeluarkan sebuket bunga lili dari balik punggungnya. Hyun Min terkesiap tak percaya. Ia menatap Sungkyu seakan bertanya 'bunga ini untukku?'. Pemuda tampan itu tersenyum lalu mengangguk. Sumpah, senyum Sungkyu membuat Hyun Min hampir tak sadarkan dirinya.
"Terima kasih" cicitnya. Hyun Min menatap Bunga lili itu dengan wajah berseri. "Bunganya sangat cantik" katanya mendongak pada Sungkyu.
Dan untuk kali ini, Hyun Min ingin melompat seperti kangguru saat Sungkyu menggengam tangannya, menariknya semakin mendekat pada pemuda itu. Serius, Sungkyu tidak bisa di tebak sama sekali.
Sungkyu memainkan jemarinya di tangan Hyun Min. Ia tampak gelisah dan Hyun Min mengetahui itu. "Sungkyu, kau tidak apa-apa?" tanyanya khawatir.
Sungkyu menggeleng. Ia menatap gadis di hadapannya. "Aku menjauhimu dan bersikap dingin padamu. Itu karena aku cemburu. Kau dan Justin sangat dekat. Aku iri pada Justin karena bisa begitu mudah dekat denganmu"
"Justin sudah ku anggap seperti kakak ku" kata Hyun Min.
"Aku tahu"
"Um.. tadi kau bilang, kau cemburu?" tanya Hyun Min hati-hati. Ia tidak mau terlalu percaya diri.
Hyun Min seperti tersengat listrik saat Sungkyu mencengkram bahunya pelan, lembut malahan. Sungkyu menatap Hyun Min intens. "Sebenarnya, aku menyukaimu"
Hyun Min berpekik dalam hati, 'selamatkan jantungkku yang berdegup begitu kencang'
"Aku tahu ini tidak romantis. Tapi Hyun Min-ah, would you be my girl?"
"Apa aku sedang bermimpi?" gumam Hyun Min dengan mata mengerjap.
Sungkyu terkekeh. Ia memajukan wajahnya dan mengecup pipi Hyun Min membuat gadis itu menengang dan mematung. "Apa kau bisa merasakannya?"
Hyun Min meraba pipinya yang menjadi target kecupan Sungkyu. Hangat, kecupannya masih terasa. Hyun Min tersenyum sembari mengigit bibir bawahnya. "Jadi aku tidak mimpi" ucapnya.
Sungkyu menganguk. Ia semakin merapatkan tubuhnya dengan Hyun Min. "Would you be my girl?"
Hyun Min menatap Sungkyu dengan senyum jenakanya. "Apa kau perlu jawaban?"
Dan Sungkyu tahu arti dari senyuman Hyun Min. Tanpa Hyun Min menjawab, gadis itu sudah memberi isyarat jika gadis itu menerimanya.
"Aku hanya memastikan. Jadi kau menerimaku?" tanya Sungkyu. Kali ini Hyun Min mengangguk. Dan Sungkyu tersenyum begitu lega. Pemuda itu menangkup sisi wajah Hyun Min dan mendaratkan bibirnya di bibir gadis yang kini berstatus kekasihnya.
"Omo" Hyun Min menutup mulutnya sesaat setelah Sungkyu mengecupnya. "Kau sudah berani mencium bibirku?" seru Hyun Min dengan wajah memerah. Dia tidak marah ataupun tidak suka saat Sungkyu mengecup bibirnya, ia hanya malu.
"Kenapa? aku mengecup bibir kekasihku" jawab Sungkyu enteng. Dan kembali mengecup bibir Hyun Min sedikit lebih lama untuk kali ini.
Hyun Min tidak menyangka, di balik sosok Sungkyu yang cukup kalem dan pendiam. Ternyata pemuda itu pun sedikit agresif. Tapi tentu saja Hyun Min tidak keberatan selagi tak melewati batas. Well, don't judge for the cover, uh!
.
Uri Family
.
Hye Mi tampak membersihkan meja kasir karena 5 menit lagi waktunya ia pulang. Walau cafe ini akan makin ramai saat menjelang tengah malam namun Hye Mi hanya bekerja dari sepulang sekolah sampai jam 10 malam.
Hye Mi awalnya bekerja sebagai waiters namun setelah kecelakan yang menimpanya, Hye Mi di tempatkan di meja kasir. Hye Mi sudah bisa berjalan normal tapi kakinya belum sembuh sepenuhnya. Kadang jika terlalu banyak berjalan, kakinya akan sangat linu sekali.
"Ehem"
Hye Mi mendongak kemudian tersenyum saat menyadari jika orang yang berdehem tadi adalah Justin, kekasihnya.
"Bisa tunggu 5 menit lagi?" tanya Hye Mi. Justin memang tak pernah absen untuk menjemputnya pulang.
"Oke" jawab Justin.
Hye Mi melirik kesana kemari. Ia merasa orang-orang di cafe ini termasuk teman-temannya sesama karyawan menatapnya dengan mata berbinar dan iri.
"Aku meresa semua orang menatap kita" bisik Hye Mi pada Justin. Pemuda itu ikut mengedarkan pandanganya.
"Kau benar"
"Apa ada yang salah dengan wajahku?" tanyanya. Justin tertawa kemudian menggeleng. Hye Mi memajukan bibirnya, sebal.
"Mungkin karena aku membawa ini" kata Justin.
Justin mengelurkan sebuket bunga lili. Kemudian ia menyerahkannya pada Hye Mi. Gadis itu tersanjung dan ia akui terkejut tak menyangka Justin melakukan ini di hadapan orang-orang pula. Hye Mi terkekeh menatap Justin.
"So romantic"
"Hm, sesekali tak apa kan?" kata Justin menaik turunkan kedua alisnya kemudian terkekeh.
Hye Mi mengangguk setuju. Karena hubungan mereka selama ini dijalani dengan santai. Tanpa kata-kata romantis dan tindakan-tindakan romantis lainnya. Tapi Justin dan Hye Mi tahu jika hati mereka menyatu.
"Terim kasih"
"My pleasure"
Justin dan Hye Mi saling melempar senyum. Tak mengacuhkan orang-orang yang menatap mereka iri.
.
.
.
.
.
TBC
Haii.. ini dia chapter 7.
Mian ya kyumin momentnya pun sedikit di chapter ini heheh. Nah sungkyu sama labilnya kayak kyu. Cemburu gitu bedanya sih kyu sampe ngebogem kkk. Oh dan ff ini udah rampung, 3 chapter lagi menuju ending :)
thank to:
Chapter 5
fitriKyuMin, sausbotol, hyuashiya, LauraChoilau324, TikaYeMin, sandrimayy88, nanayukeroo, nurindaKyumin, ratu kyuhae, TiffyTiffanyLee, nova137, SecretVin137, etrisna1013, PumpkinEvil137, leleekyumin, anis I mufidah, Wiprasetyalee, dewi k tubagus, abilhikmah, may vitamins, parkhyun, Misslah, Cywelf, orange girls, nuralrasyid, Cho MeiHwa, PaboGirl, ismayminniELF, SMLming, Maya Agnes
Chapter 6
sausbotol, hyuashyia, ichadkelpeu, TikaYeMin, Cho MeiHwa, ratu kyuhae, LauraChoilau324, abilhikmah, etrisna1013, TiffyTiffanyLee, syofanisri, PumpkinEvil137, leleekyumin, fitriKyuMin, iydiasimatupang2301, sandrimayy88, SecretVin137, Guest, orange girls, Misslah, nova137, istrinyahyukblmksampean, TDWFTD, Guest, PaboGirl, SMLming, miss leeanna, nanayukeroo, Maya Agnes, Gyu137
Jongmal gomawo ketemu 4-5 hari kedepan klo g ada halangan hehehe pai pai #bow
