Disclaimer: Masashi Kishimoto.


Sasuke keluar dari kamarnya Sakura dan dia mendapatkan pandangan penasaran dari yang lain seolah ingin tahu apa yang terjadi.

"Sasuke, bagaimana keadaan Sakura?" Tanya Kiba.

Tapi Sasuke mengabaikannya dan tetap terus berjalan melewati mereka, Naruto yang penasaran menarik lengan Sasuke.

"Hei…sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Naruto dengan penasaran, tapi tangan Naruto dihempas keras oleh Sasuke.

Yang lainnya terdiam melihat Sasuke wajahnya berubah menjadi antara sedih dan marah.

"Dia bilang dia menyuruhku keluar." Kata Sasuke yang akhirnya bicara. "Dia mengakhiri hubungan kita."

"Tidak mungkin…kenapa kamu menurutinya? Kenapa kamu tidak membujuknya.." kata Ino.

"Bagaimana aku bisa berkutik! Aku tidak pernah melihat ekspresinya yang seperti itu, ekspresi yang sama sekali tidak pernah kulihat! Memangnya aku mau seperti ini! sialan! Kalau memang ini kemauannya! Baiklah! Aku akan menurutinya! Aku tidak akan pernah lagi menemuinya!" teriak Sasuke yang emosi. Tanpa dia sadari bahwa Sakura sudah ada didepan pintunya berdiri dengan infusenya memandang Sasuke. Suasana makin tidak enak, dan Ino mencoba menghampiri Sakura.

"Ngg..Sakura..itu tadi…Sasuke Cuma emosi…" jelas Ino yang gugup.

Sakura memandang Sasuke, begitu juga Sasuke yang memandang Sakura dengan penuh pertanyaan.

"Baguslah kalau kamu memutuskan seperti itu, aku keluar karena kalian berisik, kalian cepatlah pulang, suara kalian membuatku pusing." Kata Sakura. Mendengar Sakura berbicara dengan sinis, Naruto berkomentar.

"Sakura! Ini tidak sepertimu! Ada apa denganmu, apa kami melakukan kesalahan?" kata Naruto. Tapi Sakura tidak mempedulikan naruto, dia kembali menatap Sasuke dan memberikan Sasuke sesuatu.

"Ini, ambil kembali cincinmu…aku tidak butuh." Kata Sakura yang langsung meninggalkan Sasuke.

"Sakura! Apa-apaan ka.." belum selesai Ino berbicara, Sakura menutup pintu kamarnya dengan sangat kencang. Dan akhirnya Sakura menangis sambil menyender di pintu, dia tidak tahan menyakiti teman-temannya, tapi kalau ini tidak dilakukan dia hanya akan menyusahkan yang lainnya saja.

Di luar, Sasuke hanya terdiam memandangi cincin yang sengaja dia buat untuknya dan untuk Sakura, dia menggenggam cincin itu dan memasukannya kedalam kantung, Sasuke memutuskan untuk pulang.

Sesampainya dia dirumah, dia tidak mengucapkan salam, dia langsung pergi ke kamarnya, Itachi yang menyadari kedatangan Sasuke menemui adiknya di kamarnya yang sedang tiduran.

"Sasuke..apa kau tidur?" Tanya Itachi. "bagaimana keadaan Sakura?"

"…..." tidak ada respon dari Sasuke.

"Apa yang dia katakan padamu?" Tanya Itachi.

"…..." tidak ada respon juga dari Sasuke.

"Aku hanya ingin memberi tahumu, waktu aku ke toilet, aku bertemu Sakura disana." Kata itachi yang berhenti bicara menunggu respon dari Sasuke.

"…..." tapi Sasuke tidak juga merespon.

"Yasudahlah, kalu kau memang tidak mau mendengarnya." Kata Itachi yang langsung menuju keluar.

"Kalau kau mau cerita ya cerita saja! Jangan setengah-setengah! Kau memang menyebalkan!" kata Sasuke yang tiba-tiba bangun.

"Oohh..ternyata kau tertarik juga dengan ceritaku?" kata Itachi yang menggoda adiknya. "Sebelum itu, ceritakan apa yang terjadi pada Sakura."

"Tidak tahu! Tiba-tiba dia aneh, dia bilang ingin berhenti sekolah, menyuruhku keluar kamarnya, bahkan dia memutuskan hubungannya denganku, dan aneh lagi dia mengembalikan cincin yang kuberikan padanya!" jelas Sasuke sambil marah-marah.

"Hmm..sudah kuduga akan jadi seperti ini." Kata Itachi

"Sudah kau duga?" kata Sasuke bingung.

"Ya.. sewaktu di pantai, aku bertemu Sakura di toilet, dia tidak sengaja mendengar teman-temanmu dari klub basket sedang mencemoohnya." Kata itachi.

"Apa? Kenapa kau tidak langsung bilang padaku?" kata Sasuke marah.

"Sakura memohon padaku agar tidak bilang padamu, memang sih cemoohnya sangat menyakitkan, mereka bilang Sakura menyusahkanmu dan lainnya, dan juga karena Sakura kamu keluar dari basket, dan mereka bilang Sakura sebentar lagi akan…..mati….makanya kalian semua memperlakukannya dengan sangat baik" kata Itachi yang sempat ragu mengucapkan kata 'mati'.

Sasuke memandang tatapan tidak percaya bahwa teman-temannya dari klub basket akan menghina sakura sepertin itu, dengan tidak berfikir panjang, Sasuke berlari menuju pantai yang masih ada anak-anak dari sekolahannya.

"Hhh..aku harap kali ini jangan sampai dia dirawat lagi." Keluh Itachi.

Sasuke beralri kearah pantai dengan amarah yang sangat besar, sesampainya dia dipantai, dia menemukan anak-anak dari klub basket, dan tanpa ragu dia menghampiri mereka dan tanpa omongan juga Sasuke langsung menghajar mereka, bahkan orang yang tidak tahu apa-apa juga terkena pukulan Sasuke, dia sangat marah sehingga kehilangan kontrolnya, dia memukul semua orang-orang yang dari klub basket, sampai orang terakhir.

"Sasuke, kau gila!" teriak orang itu.

"Siapa yang telah menjelek-jelekan Sakura?" kata Sasuke dengan nada marah.

"Ah…itu bukan aku, tapi dia." Kata orang itu sambil menunjuk kearah orang yang sudah pingsan dihajar Sasuke. Sasuke menghampirinya, menjambak rambutnya dan meludahi wajahnya.

"Ini baru permulaan." Kata Sasuke yang melempar wajah orang itu ke pasir.

Sasuke pun pergi menuju rumah sakit untuk menemui sang Kakek. Sesampainya dirumah sakit, dia langsung ke ruangan kakek Sakura berada.

"Kek." Kata Sasuke yang membuka pintu.

"Hoo..Sasukeee..apa kabaar?" kata sang Kakek."waah..ada apa dengan tanganmu?"

"Itu tidak penting, ada yang ingin kutanyakan padamu kek." Kata Sasuke.

"Hmm..hal apa itu? Kata sang kakek.

"Tentang kondisi Sakura." Kata Sasuke.

Kakek terdiam, dia tahu, dia tidak bisa membohongi Sasuke, Sasuke bukan tipe orang yang bisa dibohongi.

"Ternyata kau menyadarinya, kau memang hebat." Kata sang kakek memuji.

"Sekarang juga katakana padaku, bagaimana kondisinya?" kata Sasuke.

"2 hari yang lalu, Sakura telah melakukan lab test, dan hasilnya sudah keluar." Kata sang Kakek.

"Lalu? Bagaimana hasilnya?" Tanya Sasuke penasaran.

"Kondisinya tambah buruk….jantungnya bahkan sudah sedikit menghitam, dan leukemianya….sudah mencapai stadium 2." Jelas sang kakek.

Mendengar kabar ini, Sasuke sangat kaget sampai-sampai lututnya lemas dan dia terjatuh.

"Tidak mungkin….kek…sewaktu aku memegang kepala Sakura, dia….rambutnya….rontok kek.." kata Sasuke yang ingin menangis.

"Ya..itu tahapnya nak…" jelas sang Kakek.

"Kenapa kek! Kenap kakek biasa saja mendengar berita ini! Apa kakek tidak sayang terhadap Sakura?" bentak Sasuke sambil mencengkram baju sang Kakek.

"Aku harus bagaimana nak…" kata sang Kakek yang tiba-tiba menangis. " kalau aku menunjukan ke khawatiranku padanya, dia pasti akan marah, akupun selalu berusaha yang terbaik untuknya, tapi… untuk operasi saja tubuhnya tidak kuat…aku harus bagaimana?" kata sang kakek yang menangis. Sasuke pun ikut menangis, dia melepaskan cengkramannya.

Sementara Sakura dikamarnya, dia menahan sakit di dadanya.

"Sakura..kamu tidak apa-apa?" Tanya Suster Natsu.

"Tidak kak…tidak apa..ini bukan sakit jantungku…aku merasakan sakit yang lain…yang lebih menyakitkan." Kata Sakura sambil merintih. Tiba-tiba handphonenya bergetar, sebenarnya dari tadi Ino, Kiba, Naruto, Hinata, bahkan Shikamaru menelepon dan sms dia, tapi tidak ada satupun yang dia balas.

Tiba-tiba pintu kamar Sakura berbunyi.

"Masuuk." Teriak Sakura. "Ah..Gaara…dan Chidori."

"Sakura! Aku dengar kau pingsan." Kata Gaara yang khawatir.

"Iya, tapi aku sudah sembuh kok." Kata Sakura tersenyum.

"Sakura, kamu menangis?" Tanya Chidori yang melihat mata Sakura sembab.

"Ah..aku…" kata Sakura ragu.

"Ada apa? Cerita saja, jangan di pendam." Kata Chidori memegang tangan Sakura.

Akhirnya Sakura menceritakan semuanya kepada Gaara dan Chidori, dari mulai percakapan di pantai saat tadi dia mengusir mereka.

"Kau keterlaluan Sakura." Kata Gaara.

"Aku hanya ingin supaya tidak merepotkan mereka." Jawab Sakura.

"Bagaimana kalau ternyata mereka tulus?" kata Chidori. "bagaimana kalau ternyata mereka tidak pernah berfikiran seperti itu padamu, karena menurutku tidak mungkin mereka memberimu kejutan saat kau ulang tahun kalau mereka hanya pura-pura baik padamu."

"Sakura, sejak kapan kamu berfikiran buruk pada orang yang baik padamu, kamu tidak seperti dirimu sendiri." Kata Gaara.

"Aku….tidak tahu…aku juga bingung kenapa aku bisa begitu." Jawab Sakura.

"Minta maaflah pada mereka, kita lihat reaksi mereka, mereka memaafkanmu atau tidak, kalau mereka tulus padamu, mereka pasti akan memaafkanmu." Kata Chidori.

"Hn…" Sakura mengangguk.

"Tunggu apa lagi." Kata Gaara. "Cepat minta maaf."

"Tapi aku tidak bisa menemui mereka." Kata Sakura.

"Tahap pertama, lewat sms saja dulu." Kata Gaara.

Sakura mengangguk dan mengambil handphonenya, lalu mengetik 'maafkan aku telah bertingkah tidak sopan pada kalian, aku harap kalian mau memaafkanku, sekali lagi maaf.' Sakura mengirim kesemuanya kecuali Sasuke, dia mengirim pesan yang beda pada Sasuke. 'maafkan aku' hanya itu yang dikirim oleh Sakura. Tapi tidak ada satupun yang membalas.

"Nah, tahap kedua bisa kau lakukan kalau bertemu dengannya disekolah." Kata Gaara.

"Gaara, sepertinya…aku akan berhenti sekolah." Kata Sakura

"Kenapa? Apa karena omongan mereka?" kata Chidori.

"Bukan…bukan karena mereka…ini karena diriku sendiri..aku..tubuhku tidak kuat…" kata Sakura yang tidak melanjutkan.

"Baiklah, tidak usah kau teruskan, kami mengerti." Sambung Gaara.

"Gaara, sepertinya mau hujan, dan sudah malam pula, kita harus pulang." Kata Chidori.

"YA..Sakura, kamu minum obat yang benar, jaga kesehatan, kalau ada apa-apa telepon aku." Kata Gaara.

"Iya, terima kasih kalian berdua telah datang." Kata Sakura.

Dirumah sakit, Sasuke yang menerima pesan dari Sakura segera bergegas kerumah Sakura, dia berlari tanpa henti, yang dipikirannya saat ini hanyalah Sakura, sampai dia tiba didepan rumanya. Dia bertemu dengan Gaara dan Chidori.

"Sasuke.." kata Gaara.

"Ahh..kau…hh..h…hhhh." kata Sasuke yang kelelahan.

"Dari mana kamu? Dan ada apa buru-buru begitu?" Tanya Gaara.

"Sakura..apa dia.."

"Dia sedang tidak ingin bertemu denganmu." Kata Chidori ketus. "Ayo Gaara, kita pergi."

Gaara dan Chidori pun pergi meninggalkan Sasuke didepan gerbang sendirian.

"Chidori, kau kejam sekali, kita kan bisa menyuruhnya masuk, lagipula mau hujan." Kata Gaara.

"Biar saja, kita kan sudah membantunya tahap pertama, tahap kedua biar mereka yang kerjakan sendiri." Kata Chidori tersenyum licik.

Sasuke berdiri didepan gerbang rumah Sakura, sambil menghubungi handphone Sakura, tapi Sakura tidak berani mengangkatnya, dia takut kalau Sasuke tidak memaafkannya. Dia mengabaikan telepon dari Sasuke dan mendengarkan music kencang-kencang. Hujan pun mulai turun, sakura tidak menyadari kalau Sasuke telah mengirim beberapa pesan sms, ketika petir menyambar. Sakura melihat kearah handphonenya dan membuka handphonenya, dibacalah pesan dari Sasuke.

Pesan pertama.

'Aku didepan gerbangmu, tolong izinkan aku masuk'

Pesan kedua.

'Sakura, aku memaafkanmu, dan tolong maafkan aku juga, tolong izinkan aku masuk.'

Pesan ketiga.

'Aku akan menunggumu sampai kau mengizinkanku masuk.'

Pesan keempat.

'aku tetap mencintaimu'

Pesan kelima.

'aku tidak akan pergi sampai kamu mengizinkanku untuk bertemu hari ini.'

Ketika Sakura membaca pesan kelima yang jarak waktunya kira-kira sekitar 3 jam, dia langsung beranjak dari kasurnya, beruntung infusnya sudah habis, jadi dia bisa berjalan sesukanya, ketika dia membuka jendela, dia melihat sosok Sasuke yang sedang berdiri di depan gerbang dengan seluruh tubuh yang basah karena hujan. Sakura mencoba meneleponnya tapi percuma, mungkin handphonenya telah mati karena air hujan, Sakura terus menatap Sasuke dari jendela kamarnya, dia berfikir sangat bodoh telah mengatakan hal yang kejam pada Sasuke, tanpa pikir panjang lagi, Sakura melompat dari kasur dan membuka gerbang secara otomatis dari dalam, sehingga Sasuke kaget tiba-tiba gerbang terbuka dengan sendirinya, dan melihat sosok Sakura yang berlari dari dalam, melompat kepelukannya Sasuke. Sasuke menangkapnya, dia sedikit tidak percaya Sakura kembali kepelukannya.

'apakah ini mimpi?' pikir Sasuke.

Sakura hanya menangis dalam pelukan Sasuke yang ditemani oleh hujan.

"Masih menginginkanku?" Tanya Sasuke dengan lembut, Sakura mengangguk karena tidak bisa menjawab karena tangisannya.

"Masih mencintaiku?" Tanya Sasuke lagi, dan dijawab oleh anggukan Sakura yang lebih kencang.

"Masih ingin aku kembali padamu?" Tanya Sasuke yang kali ini memeluk Sakura.

"Ng…ma..maafkan..aku.." kata Sakura yang akhirnya bicara. Sasuke tersenyum lega mendengar Sakura menginginkannya kembali, akhirnya Sasuke menggendong Sakura kekamarnya.

"Bajumu basah, kupanggilkan Suster dulu yah." Kata Sasuke yang berjalan memanggil Suster. Tapi baju Sasuke ditarik oleh Sakura, dia tidak ingin Suster, dia hanya ingin Sasuke yang berada disampingnya.

"Sakuraa..kamu bisa masuk angin, kau harus ganti baju.." kata Sasuke mengelus rambut Sakura.

Sakura hanya menunduk tidak menjawab apa-apa. Dan akhirnya sakura memberanikan diri untuk berbicara.

"A..aku..d…dingin.." kata Sakura.

"Jelas lah kau kedinginan, makanya aku ambil sesuatu dulu yang hangat." Kata Sasuke berusaha melepas genggaman Sakura di bajunya.

"Tidak..aku tidak mau yang lain…" kata Sakura.

Sasuke menatap Sakura bingung, sebenarnya kenapa dengan Sakura. Akhirnya Sakura melanjutkan omongannya. "Aku ingin Sasuke yang menghangatkanku."

Sasuke sangat kaget mendengar Sakura meminta dia untuk menghangatkannya.

"Tidak..tidak boleh." Tolak Sasuke, penolakan Sasuke membuat Sakura sedih dan malu.

"Sakura, bukannya aku tidak mau.. aku bisa saja memelukmu, menghangatkanmu, tapi aku seorang lelaki, aku takut nanti aku…"

"Tidak apa…" potong Sakura.

Sasuke terdiam melihat keseriusan Sakura saat ini. "Aku mohon…aku ingin menjadi milik Sasuke malam ini..aku mohoon."

Sasuke yang melihat Sakura memohon sepeti itu memeluknya, dia merasakan kasih sayang yang berlimpah untuk Sakura, dia juga tidak bisa memungkiri, dia ingin Sakura menjadi miliknya. Akhirnya Sasuke membuka perlahan baju Sakura satu persatu, dan mencium sakura dari atas hingga lehernya, membuat Sakura merasa nyaman. Sakura pun berusaha melepas pakaian Sasuke satu persatu.

"Kalau kau takut, atau sakit…katakan saja, aku akan membuat rasa sakit itu hilang, tapi aku tak akan berhenti." Kata Sasuke yang mulai egois.

"Ng.." kata Sakura mengangguk.

Akhirnya mereka berdua berusaha melakukan hal itu dengan perasaan yang sangat besar, rasa takut kehilangan, rasa sayang, dan rasa saling mengasihi satu sama lain, perasaan saling tidak mau melepaskan satu sama lain. Setelah mereka selesai dengan kegiatan itu, Sakura tertidur pulas dipelukan Sasuke, tidurnya sangat damai dan ada senyuman kecil dibibirnya. Sasuke yang mengamati wajah Sakura, mencium kening Sakura lalu ke bibir Sakura, dia mencium Sakura sambil meneteskan air mata.


hhhhh...sebenernya pengen aku perjelas adegannya, cuma ini adalaah rating T..hahahhahaaa...sampai bertemu next chap..makasih yaah reviewnyaaa...mmuuaaahhh