Moshi-moshi!

Konbawa Minna-san~

Miyu balik, tadaima~

/Palamu

Gimana yang kemaren?

Absurd? Pastinya kan? Miyu gitu loh..

(Napa lu bangga somvlak).

Yaaah di beberapa chapter sebelumnya ternyata masih berserak typo..

Maunya sih dibenerin, tapi apalah daya Miyu yang tydacc biza brrbwt bnyacc (eh sumpah ini bahasa apaan).

Intinya untuk sekarang Miyu mau fokus ke completing this story.

.

Miyu juga dapat challenge dari beberapa senpaitachi untuk beralih ke sudut pandang orang ketiga daripada menetap mulu di sudut pandang Len..

So fict ini Miyu persembahkan khusus untuk mereka~

Lanjut yuk ^^

.

Warning : Fict dengan keampasan ini yang tak terbatas, GaJe, alur lambat, absurd, EYD dipertanyakan, typo tahapahapa, sisanya liat sendiri. DLLP.

.

Disclaimer : Vocaloid © Yamaha, and other companies © Utauloid ©

.

Watashi ni Kasei o Misete.

.

Chapter 7 : UniVR.

.

.

.

Kamis, 23 November 2023.

.

Normal POV.

.

08:13. Akihabara.

.

"Len-nii, banguuun!"

"Lima menit lagi..."

"Ini sudah delapan kali Len-nii bilang itu! Cepat atau kau bisa telat, ingat janjimu dengan Oliver!"

.

Pagi itu diawali dengan proses uji kesabaran Rin untuk tidak menghajar makhluk pemalas yang bersembunyi dibalik selimut futon rumahnya — yaitu Len. Berbagai cara telah dilakukannya mulai dari membangunkan secara normal hingga memercikkan air yang katanya ampuh untuk membangunkan orang, namun sepertinya itu tidak berlaku untuk tukang tidur satu ini.

.

"Len-nii, banguuuun!"

.

Tidak ada tanggapan, Len tetap saja tertidur pulas didalam futonnya.

'Sepertinya tidak ada cara lain lagi kecuali cara itu' pikir Rin.

.

"Len-nii, kalau kau tidak bangun sekarang akan kuberitahu Kaa-san kalau kau menyimpan DVD porno di laci belajarmu," gertaknya.

"JANGAAAAAN! OKE AKU BANGUN!"

"Nah gitu dong. Cepatlah, sarapanmu hampir dingin di ruang makan," ucap Rin lalu keluar dari kamar dan meninggalkan Len yang kini hanya bengong melihat tingkah Rin.

.

.

.

10:15. Tokyo Dome, Tokyo.

.

"Entah kenapa Rin jadi seperti ibu keduaku hari ini. Pagi-pagi saja sudah ngomel gak jelas. Biasanya kan dia yang kubangunkan," Len masih uring-uringan karena perubahan sikap Rin padanya.

"Hahaha, ayolah Len, bukannya malah bagus? Itu tandanya Rin sudah mulai masuk fase pubertas, ya walaupun perempuan normal lebih cepat dari ini sih," kata Oliver untuk menghiburnya.

.

Twitch! Urat kesal Len mulai terpancing.

.

"Jadi kau mau bilang kalau adikku itu tidak normal, hah?!"

"Ya bukan seperti itu juga sih, tapi paling tidak bersyukurlah, adikmu sudah mulai dewasa dan tidak membutuhkan bantuanmu lagi karena dia akan mulai membuka hati untuk mencari pacar! waaah senangnyaaa. Siapa tau saja dia akan memilihku~"

"Bermimpilah sesukamu, karena yakinlah diujung mimpimu itu ada aku yang siap menghajarmu kalau kau mendekati Rin," balas Len sambil menodongkan tinjunya di wajah Oliver.

.

Sekarang Len dan Oliver ada di sekitaran Tokyo Dome, Tokyo. Stadium baseball berkapasitas lima puluh lima ribu orang ini akan menjadi lokasi peluncuran produk UniVR, yaitu game bergenre VRMMORPG seri pertama di Jepang. Tentu saja proyek ini didukung oleh banyak perusahaan besar di Jepang, terutama perusahaan yang bergerak dibidang teknologi.

.

Sesuai namanya, game VRMMORPG (Virtual Reality Massively Multiplayer Online Role Playing Game) yang artinya secara singkat adalah game RPG online yang mengikutsertakan banyak player atau pemain didalamnya. Sistemnya sendiri dijalankan melalui VR device (VRd) yang sebelumnya banyak dipromosikan. VR device berbentuk seperti kacamata cyborg seperti pemeran di X-men.

.

Info tambahan : Len menyukai film superhero Marvel.

.

Karena ini game multiplayer, tentunya para penggila game dan remaja kekinian tidak akan mau melewatkan game ini agar dapat menunjukkan kekuatan dan kelihaian team terbaik mereka. Tapi walaupun begitu, Len bahkan tidak tertarik sama sekali dengan ini semua. Dia kesini hanya untuk menemani Oliver, dengan kata lain dia hanya 'terseret'.

.

"Hei, nemangnya apa yang menarik dari ini semua?" Tanya Len saat sudah mendapat tempat duduk di barisan terdepan stadium.

"Dasar noob. Begini, kuumpamakan misalnya ada peluncuran DVD hentai berdurasi panjang dan doujinshi 18+ dengan harga murah di Tokyo Dome, apa yang akan kau lakukan?"

"Tentu saja aku akan datang secepat mungkin untuk dapat duduk di barisan paling depan," jawab Len dengan cepat tanggap.

.

Kagamine Len, 16 tahun, dewasa sebelum masanya.

.

"Nah, seperti itulah keadaan saat ini. Aku kesini juga melalui perumpamaan itu," jelas Oliver.

"Dasar mesum, bisa-bisanya membuat perumpamaan seperti itu."

"Ya itu juga agar kau mudah mengerti."

"Terserahmu saja lah, aku lebih baik merobek otakku, mengajaknya ke perempatan terdekat dan — oh astaga"

"Ada apa, Len? Ayolah selesaikan leluconmu tadi, jangan setengah-setengah."

"Lihatlah kesana, itu Aria, iya kan? Katakan bahwa aku tidak sedang bermimpi," ucap Len lalu menunjuk bagian kanan stadium, tepatnya di barisan ketiga.

"Ha? Mana?"

.

Oliver lalu menelusuri wilayah yang ditunjuk oleh Len. Selang beberapa saat, lalu kemudian Oliver terkejut.

.

"Ya, itu memang Aria. Dan lihat di sana, di barisan pertama, masih di sisi tempat Aria, ada SeeU-chan," ucap Oliver mengkonfirmasi pengelihatan Len yang kadang kabur. Aria, kini dia sedang memakai VR device sambil melihat kesana kemari, kini dia terlihat seperti cyborg sungguhan. Tapi SeeU bahkan tidak terlihat membawa VR device sama sekali.

.

"Kenapa mereka disini? Aku paham jika SeeU-chan suka game seperti ini, tapi bagaimana dengan Aria? Apa dia juga suka hal seperti ini?"

"Mana aku tahu, dasar konyol. Diamlah, sudah hampir waktunya acara untuk dimulai"

.

Kubah stadium tertutup, menghalangi sinar matahari secara perlahan hingga menutup sempurna. Kondisi gelap, suara peserta yang ada di ruangan itu perlahan mulai hening. Lalu semua lampu utama stadium menyala dan berfokus pada tengah lapangan, menampilkan sekelompok orang dengan pakaian bergaya game. Ah, ini acara penyambutan untuk para penonton sekaligus peserta. Kelompok itu lalu mulai menari dan bernyanyi, diantara mereka dapat dilihat beberapa penyanyi papan atas di Jepang.

.

Semua penampilan penyambutan sangatlah terorganisir, tidak ada kendala apapun. Tentu saja ini semakin memikat siapapun yang melihat. Walau sebenarnya Len tidak terlalu memperhatikan sih, dia hanya fokus pada Aria di sisi kanan stadium.

.

Lampu kembali padam, suasana juga kembali gelap. Dan saat lampu dihidupkan, disana — di tengah lapangan berdiri seorang dengan pakaian formal yang memegang microphone. Dia mengangkat wajahnya, lalu memandang barisan penonton satu persatu dan membungkuk memberi hormat.

.

"Ohayou to hajimemashite, minna-san!" Bukanya dengan semangat. Seluruh stadium bergemuruh dengan sambutannya. Sepertinya orang ini punya karisma luar biasa dalam membangkitkan semangat dari kejenuhan hingga terpilih sebagai pembawa sekaligus pemimpin acara.

.

"Tunggu dulu. Hei Len, lihat itu! Bukannya itu Kiyoteru-sensei?!"

"Ha?! Mana?!"

"Itu loh, yang ada di tengah lapangan"

"Aku rabun jauh, dasar idiot, mana bisa aku lihat yang begituan!"

"Ya makanya pakai kacamata!"

"Aku bisa dikatai kutu buku nantinya jika memakai itu!" Yah, lupakan saja tentang semangat penonton lain, yang dilakukan Oliver dan Len justru berdebat siapakah yang berdiri di tengah lapangan. Mereka bahkan sampai cakar-cakaran disana. Dasar bocah.

.

"Nama saya Hiyama Kiyoteru, selaku pembawa acara, mewakili staff dan tim yang bekerja, menyambut anda sekalian dalam acara launching seri pertama UniVR! Universal is for you and you are the universal"

"WOOOOOO," semangat penonton terbakar dengan kalimatnya, mungkin lebih tepatnya karena slogan acara ini yang mewakili semangat gamer MMORPG yang cenderung saling berbagi untuk menuntaskan misi.

.

"Tuh kan, Len! Sudah kubilang itu Kiyoteru-sensei!" Teriak Oliver, namun tidak akan berarti ditengah kumpulan sorakan semangat penonton lain.

"Iya aku dengar, tapi kenapa dia yang menjadi pembawa acara?!"

"Mana kutahu!"

.

Len kembali memfokuskan pandangannya pada Aria lagi. Dia mendapati Aria yang ikut-ikutan bersorak, bahkan hingga berdiri dari kursinya.

.

'Dia pasti sangat menikmati acara ini' pikir Len.

.

"Nah, langsung saja! Untuk memulai presentasi UniVR, dipersilahkan kepada anda semua untuk memasang VR device anda! Kami akan melakukan scanning dan konfigurasi untuk mengetahui jumlah online player yang hadir disini," kata Kiyoteru yang terus memandu jalannya acara setelah tadi selesai mengucapkan sambutan dan rasa terima kasih kepada penonton dan perusahaan yang mendukung.

"Dan jangan lupa untuk menggunakan LockHF agar VR device tidak lepas dari kepala anda," tambahnya.

.

Semua player langsung saja menyambungkan VR device untuk online sebelum scanning, termasuk Aria. Len yang melihat itu langsung saja merampas alat itu dari Oliver.

.

'Aku harus melihat apa yang Aria lihat kali ini' batinnya.

.

"Oi Len! Apa yang kau lakukan?!" Ucap Oliver tidak terima.

"Pinjam dulu!"

"Aaaah! Apa-apaan sih kau ini?!"

"Begini, pinjami aku alat ini selama presentasi, akan kutraktir kau makan di maid cafe sepulang acara sebagai bayaran," tawar Len sebagai negosiasi.

"Tidak mau! Ini lebih bersejarah daripada maid cafe! Ayolah kembalikan VRd - ku"

"Bagaimana jika kubayar tagihan kas dan denda piketmu selama sebulan?" Tawarnya kembali.

"Tsk," Oliver mulai kesulitan mengatasi tawaran emas ini. Bagaimanapun kas dan denda piket itu adalah hal yang menguras isi kantong penghuni kelasnya. Len, kau sungguh berani menawarkan hal ini.

.

"Scanning in 10 second! Set your penname!" Keluar pengumuman suara dari panitia.

.

"Cepat pilih! Nanti kan kau bisa melihat siaran ulang melalui rekaman di YouTube!"

.

"5...4...3..." penonton mulai ikut menghitung.

.

"CEPAT!"

"Baiklah," ucapnya lesu. Len langsung memasang alat itu lalu mengaktifkan mode online dan menyetel penname karakternya.

.

Kagamine Len, penname karakter : Allen.

.

"...2...1...0! Start!"

"WOOOOOO!"

.

Sorakan penonton pecah, ini bahkan lebih kuat dari yang sebelumnya.

.

'UniVR Corporation Present!' Tulisan itu muncul sebagai layar monitor raksasa di tengah lapangan dan hanya bisa dilihat oleh orang yang memakai VR device. Namun bagi yang tidak memakai, tidak ada apapun yang terjadi.

.

Tampilan selanjutnya adalah nama-nama perusahaan yang menyokong keberhasilan acara ini, terutama sebagai investor dan donasi modal.

.

Sebuah, animasi seperti kembang api bermunculan memenuhi lapangan. Tokoh-tokoh utama game UniVR keluar dan mulai bertarung mendemonstrasikan preview game. Archer, Sorcerer, Knight dan banyak juga makhluk seperti naga atau monster dari legenda dan mitologi lainnya yang ikut keluar. Penonton nampak sangat menikmati ini semua (kecuali Oliver yang pundung karena tidak dapat melihat apapun kecuali lapangan baseball biasa).

.

Len memalingkan pandangnya kembali ke Aria, dan fokus pada penname - nya. "IA" tertera diatas kepala perempuan berambut pucat itu.

.

'Penname yang aneh', itulah pikiran awal Len. Namun dia berubah pikiran setelah melihat penname karakter disekitarnya. Ada yang memakai "Princess Panda", " 's", "PaiNeko", "Hentai_sama" dan nama aneh lainnya. Wait, kenapa tadi ada penname yang nyerempet ke situs hentai?

.

Narator dalam presentasi mulai menjelaskan prosedur game, fitur yang ada, keuntungan membangun guild multiplayer, item khusus, boss dan berbagai penjelasan khas kamus makhluk ajaib bernama gamer. Tentunya juga dalam mode VR.

.

'Len, akan aku kuras habis isi dompetmu bulan ini' rancang Oliver di dalam kepalanya, berusaha membalas dendam kesumat terhadap Len.

.

Muncul lagi monitor interface, tapi kali ini ada dihadapan player. Bentuknya seperti layar windows transparan, namun akan bereaksi seperti touchscreen bila disentuh. Ini menjadi pengalaman pertama bagi gamer VR dimana pemain bisa berinteraksi langsung dengan game.

.

"Oi Len, bagaimana? Apa yang kau lihat dengan VRd?"

.

Tidak ada jawaban.

.

"Oi! Jelaskan padaku apa yang kau lihat?!" Geram Oliver.

"Ya, sulit menjelaskannya, dihadapanku kini muncul layar seperti monitor di lab komputer, tetapi transparan dan berisi kata-kata yang tidak kumengerti seperti exp ataupun guild. Ah iya, dimana letak log out nya ya?" Ucap Len sambil menggeser-geser interface virtual UniVR yang kian membuat Oliver iri.

.

"Saa, setelah dijumlahkan, total player online di Tokyo Dome adalah lima puluh dua ribu delapan ratus tiga puluh tujuh pemain!" Penjelasan dari narator berhenti, berganti lagi menjadi pembawaan Kiyoteru.

"WOOOOO!" Penonton makin menggila mendengar angka disebutkan.

.

Hampir lima puluh tiga ribu pengunjung, jumlah yang fantastis untuk ukuran launching perdana sebuah produk game VR. Sebagian besar orang berpikir ini akan menjadi sejarah dan beruntung menjadi bagian dari sejarah tersebut.

.

"Sebagai tambahan, produk UniVR menggunakan sistem GPS yang diperuntukkan agar pemain dapat menjelajahi tempat tanpa tersesat. Sistem level juga digunakan dalam game ini, jadi berusahalah jadi yang terkuat di game dan tunjukkan kemampuan kalian sebagaimana player profesional!"

.

Sedikit menjelaskan, latar tampilan game VRMMORPG adalah seperti kamera. Jadi ketika kita bermain saat melihat bangunan, maka kita akan bermain dalam screen atau latar di bangunan tersebut. Ini berarti kita dapat menjelajahi wilayah luas, selama dalam jangkauan VR area, yaitu wilayah prefektur Tokyo. Namun berhubung ini adalah launching pertama, bisa saja suatu saat akan ada perluasan VR area dalam launching berikutnya.

.

"Sekarang, sebagai Test Game, player dipersilahkan menekan bagian layar bertuliskan 'quick game', maka player akan dimasukkan dalam mode training. Silahkan!" Pandu sang pembawa acara.

.

Len pun menekan layar dengan tulisan 'quick game', namun saat itu layar sempat kosong dan menghilang. Ini terjadi pada beberapa player, mereka saling memandang dan bertanya. Selang beberapa menit, layar interface kembali muncul.

.

Dari sisi kanan lapangan, terlihat seseorang berlari kecil menuju sang pembawa acara lalu membisikkan sesuatu. Kebanyakan player masih sibuk dengan 'quick game' mereka, namun beberapa player — terutama yang mengalami blank screen memfokuskan pandangan pada kejadian di tengah lapangan.

.

"Hadirin sekalian, terkhusus untuk pengguna VR device, dimohon agar segera melepaskan VR device anda dengan menekan fitur log out di pojok kanan atas screen interface anda," ucap Kiyoteru yang jelas-jelas menahan rasa panik.

.

Sebagian player langsung menuruti perkataan sang pembawa acara, sementara sebagian lainnya tetap sibuk dengan game mereka. Namun disitulah keanehan mulai terjadi.

.

.

.

Tidak ada fitur log out di interface player.

.

Banyak orang keheranan dan mulai membuka paksa VRd mereka, tapi semua itu sia-sia. Sistem LockHF mengunci VR device untuk tetap pada kepala pemain, inilah sulitnya jika punya fitur yang kelewat canggih.

.

—NGIIIIIIIING

.

Suara yang sangat keras dengan frekuensi tinggi tiba-tiba keluar dari speaker internal VRd dan menyakiti telinga pemain. VR device juga berguna sebagai headset, jadi suara itu langsung mengenai telinga pemain tanpa ada halangan dan bahkan tidak dapat dihalangi. Suaranya seperti roket pada pesawat jet, ah mungkin lebih keras lagi. Ini jelas cukup untuk memecahkan gendang telinga manusia.

.

"Kh..! AAAAARGH!" Len berteriak kesakitan, sama seperti keseluruhan player yang memakai VRd. Beberapa bahkan sudah pingsan.

"Oi Len! Ada apa?! Kau kenapa?! Hei, jawab aku!" Oliver mulai panik.

.

Mata Len menutup perlahan, kesadaranya mulai memudar. Namun ditengah semua itu dia melihat, sosok Aria yang sudah terbaring di bawah bangku stadium.

.

"Aria..."

.

.

.

Saat itu juga, masyarakat se-Jepang mengetahui bahwa produk UniVR mengalami malfungsi karena server tidak mampu memuat data player sebanyak itu.

Over kapasitas.

.

.

.

To be Continued.

.

.

.

A/N session~

Uyeeeeeeey ini chapter 7..

Ohohoho..

Lihatlah, senpaitachi, Miyu bisa kan buat POV orang ketiga?

.

Ah iya, maaf kalo ini rada telat update. Harusnya jam 9 pas kan?

Gomennasai ne~

.

Ah iya ada imouto yang tanya "kak, kok produktif amat ngetik cerita?"

Well, ini udah keseharian Miyu, jadi udah terbiasa..

.

.

.

Hei, kira-kira kalian mau gimana untuk kelanjutan ceritanya?

Tambahin genre sci-fi? Game?

Apapun bisa terjadi dalam scene lanjutan..

.

Yaaah, intinya tungguin aja ini fict ampas, semoga kalian tidak bosan melihat dan tidak segan mereview..

Karena review kalian adalah semangat dan penghargaan untuk Miyu yang akan meningkatkan kualitas fict ini. Favs and review please..! °w°

.

Akhir kata, ja ne..!