The " Oh "
Cast : Oh Sehun
Luhan
And Others.
Pair : Hunhan, Kray, Taobaek / Kaibaek, Taovic,Chansoo, Dll.
Genre : Yaoi, Staight, Romance, Angst, Family, Friendship
Rate : T / M.
Hai..hai..Rere is back...back..back...sebelumnya sorry kalau part ini bener-bener teramat sangat membosankan...isinya full flashback ㅠ.ㅠ.
Ya udah g usah bnyak omong, Silahkan di nikmati..chu..chu..chu
Flashback
3 Tahun yang lalu
Malam ini Sehun merayakan ulang tahunnya yang ke 17 tahun, di salah satu hotel berbintang milik Oh Corp yang berada di pusat kota Jepang. Ulang tahunnya di adakan dengan sangat meriah dan di hadiri oleh beberapa orang penting baik dari kalangan pengusaha, pengacara ternama, pejabat negara maupun dari kalangan artis. Pesta itu juga di liput oleh beberapa media internasional karena acara tersebut sekaligus memperkenalkan Sehun sebagai pewaris dari Oh Corp kepada seluruh dunia.
Sehun tampak begitu tampan dalam balutan jas berwarna hitam serta celana dengan warna yang senada. Tidak seperti pesta ulang tahun pada umumnya yang di tandai dengan acara memotong kue ulang tahun sebagai simbol perayaan, acara ulang tahun Sehun di tandai dengan penanda tanganan penyerahan 20% saham dari Oh Corp. Selain itu Sehun juga sudah di wajibkan menjalankan perusahaan.
Di saat para undangan menikmati hidangan makan malam yang telah di sediakan oleh pihak hotel. Sehun berkumpul makan bersama dengan kakek, ayah serta ke dua ibu dan juga pamannya di dalam sebuah ruangan terpisah. Seusai makan mereka pun mengobrol, Sehun sebenarnya sudah merasa jenuh berlama-lama di antara beberapa orang yang tidak di sukainya, tapi dia berusaha menahan diri.
" Sehun, aku sudah memberikan dan mempercayakan saham serta perusahaan kepadamu. Mulai sekarang kau harus mampu menjalankan perusahaan dengan baik. Selain itu, Aku memintamu segera mencari pasangan hidupmu mulai dari sekarang. Kalau kau tidak sanggup mencari sendiri, maka aku yang akan mencarikan calon istri yang sesuai dengan derajat keluarga kita. 4 tahun dari sekarang, Kau harus segera mendapatkan keturunan untuk meneruskan perusahaan kelak. Apabila saat itu tiba, maka aku akan memberikan semua sahamku kepadamu dan 20% saham lagi dari ayahmu. Dan ketika Seungho meninggal, maka sahamnya juga akan menjadi milikmu." Kata Seunghwan dengan suara yang tegas. Semua yang berada di situpun mendengarkan dengan seksama
" Aku mengucapkan terima kasih karena kakek sudah mempercayakan saham kakek dan juga perusahaan kepadaku. Aku akan menjalankan perusahaan dengan segenap kemampuanku." Sehun memulai pembicaraan. Semua yang berada di situ pun merasa bangga terutama Seunghwan. Akan tetapi tidak demikian dengan Seungho yang selalu memikirkan nasib anak dan istrinya yang kelak tidak akan mendapatkan apa-apa.
" Tapi.."
" Aku mau memberitahukan sesuatu kepada kalian semua. Aku, Oh Sehun, tidak akan pernah mau di jodohkan dengan gadis manapun ataupun menikah dengan wanita manapun. Baik dengan gadis pilihanku ataupun gadis pilihan kalian. Aku ingin memutus peraturan konyol tentang masalah keturunan yang selalu menyakiti dan mengorbankan perasaan dan juga hidup para wanita dalam keluarga ini. Aku tidak mau mengorbankan orang yang aku cintai demi menjalani hidup di dalam keluarga ini." Kata Sehun yang membuat semua anggota keluarga tercengang.
" Apa yang kau katakan, Oh Sehun." Bentak Seunghyun mendengar perkataan putra satu-satunya.
" Aku mengatakan apa yang ada di pikiran dan hati nuraniku, Ayah. Aku tidak mau di butakan oleh ambisi untuk mendapatkan harta seperti kalian dan para pendahulu keluarga Oh." Balas Sehun dengan tenang.
" Oh, begitu kah ? Kalau kau tidak mau mencari pendamping hidup dan mendapatkan keturunan, lalu bagaimana kalau aku mencabut semua yang sudah aku berikan kepadamu ?". Tantang Seunghwan sambil menikmati red wine nya.
" Benarkah ?. Baiklah kalau begitu, silahkan ambil saja semua. Aku jadi tidak harus pusing memikirkan perusahaan. Apa masih ada yang harus di bicarakan lagi ?. Kalau tidak ada lagi yang perlu di bicarakan, Aku pemisi ". Kata Sehun dengan tenang lalu berpamitan. Melihat kepergian Sehun, Seunghyun hanya bisa menahan amarahnya. Sedangkan Seunghwan menanggapinya dengan tenang.
Sehun segera keluar dari dalam ruangan yg berada tepat di sudut sebelah kiri ballroom di mana pesta ulang tahunnya di selenggarakan. Ketika keluar dari ruangan tersebut banyak tamu undangan yang memberinya ucapan selamat yang di sambut dengan ucapan terima kasih oleh Sehun.
Sehun segera undur diri dari hadapan beberapa tamu yang tadi mengajaknya mengobrol. Dia mengeluarkan ponselnya dari saku celana dan segera menghubungi Tao, sepupunya.
" Tao, kau ada dimana ?" Sehun mengarahkan pandangan matanya kearah yang di tunjukkan Tao lewat telfon. Tampak Tao mengangkat tangan kanannya. Saat ini Tao sedang di kelilingi oleh gadis-gadis cantik yang berasal dari putri-putri rekan bisnis Oh Corp dan ada beberapa yang merupakan teman sekolah Sehun.
" Oh tidak. Lebih baik aku keluar mencari udara segar saja dari pada harus menghampirimu lalu di kerubungi oleh gadis-gadis pengganggu." Sehun segera mematikan panggilannya lalu memasukkan ponselnya ke dalam saku celana.
Sehun segera meninggalkan ruangan pesta, karena menurutnya ada atau pun tidak dirinya di ruangan itu juga tidak akan berpengaruh banyak karena semua orang pasti membicarakan bisnis. Dia berjalan mengelilingi hotel. Ketika dia berjalan di lorong hotel yang menuju ke arah taman tiba-tiba Sehun mendengar sebuah suara nyanyian seseorang. Suara orang itu terdengar sangat lembut dan juga merdu. Sehun pun penasaran dan mencari dari mana suara itu berasal. Dia menyusuri lorong tersebut hingga menuju taman.
Taman di yang berada di sisi kanan hotel itu sangat lah indah dengan atap terbuka yang d tumbuhi beberapa bunga beraneka warna serta beberapa jenis tumbuhan lainnya. Di sudut kanan terdapat kolam ikan dengan air mancur bergaya yunani, taman itu semakin indah dengan kerlip-kerlip lampu berwarna-warni dan cahaya rembulan yang meneranginya. Di tengah taman terdapat sebuah gazebo yang biasa di pakai oleh beberapa pasangan pengantin untuk mengucap janji pernikahan atau pun berdansa bagi para tamu yang menyewa halaman taman hotel tersebut untuk sebuah pesta.
Sehun melihatnya, di tengah-tengah gazebo itu terdapat seseorang yang sedang bernyanyi dengan merdunya. Seorang pemuda yang tampak cantik dan menawan dengan balutan jas putih gading serta celana dan sepatu yang berwarna senada. Pemuda itu bernyanyi dengn indahnya sambil menengadahkan kepalanya memandangi bulan. Sehun yang berdiri tidak jauh dari sana di buat terpukau mendengar suara nyanyian pemuda tersebut yang terdengar sangat lembut di telinganya serta mengagumi paras menawan dan juga matanya yang berpendar ketika terkena cahaya bulan.
Pemuda tersebut semakin terlarut menyanyikan lagu Love At First Sight milik boyband Blue yang di dengarnya dari ponsel yang dihubungkan melalui earphone yang terpasang di kedua telingannya. Pemuda itu pun menyadarkan tubuhnya di pilar gazebo sambil memejamkan matanya dan tidak menyadari kedatangan Sehun yang semakin mendekatinya.
I could be the man for you
I can make all your dreams come true
Maybe I'm a fool
For saying I'm in love with you
You may be thinking I am strange not every single day, no
Beauty comes my way
Ohhh
Semakin mendekat, semakin pula Sehun di buat terpukau. Matanya tidak bisa melepaskan pandangan dari objek di depannya. Sehun seakan tersihir oleh pesona dan suara pemuda di depannya. Jarak Sehun dan pemuda itu hanya sekitar 30 centi saja. Dada Sehun berdegub kencang, pandangan matanya turun mengarah kepada bibir plum pemuda di depannya yang menyenandungkan nada lagu lalu membuat gerakan membasahi bibirnya yang di rasa kering saat bernyanyi dengan lidahnya. Nafas Sehun mulai tersengal, sejak beberapa tahun yang lalu dia menyadari orientasi seksualnya yang menyimpang. Namun dia tidak pernah merasakan perasaan berdebar kepada lelaki lain selain kepada pemuda yang berada di depannya.
Sehun pun tidak bisa menahan diri lagi, jarak mereka hanya sekitar 5centi. Perlahan dia memajukan wajahnya kepada wajah pemuda di depannya sambil memiringkan kepalanya.
Do u believe in love at first sight
Tell me does that book that you're reading
Tells the story of your life
Do u believe in love at first sight
Should I walk on by, turn a blind eye
To love, love at first sight.
Cupp..
Sehun menempelkan bibirnya dengan bibir plum pemuda di depannya. Dan untuk sekian detik Sehun menutup matanya, namun beberapa detik kemudian dia membuka mata dan melepas kecupan bibirnya. Pemuda itu juga tengah membuka matanya ketika merasakan sesuatu menempel di bibirnya. Mereka saling berpandangan dan menyelami dalamnya pandangan mata masing-masing, sekitar beberapa detik kemudian Sehun mengangkat dagu pemuda di depannya dan menempelkan kembali bibir mereka.
Bibir Sehun yang awalnya menempel pun mulai bergerak mengulum bibir atas dan bawah pemuda di depannya secara perlahan. Pemuda itu pun mulai terhanyut dengan belain bibir Sehun. Ciuman Sehun semakin lama semakin menuntut, ketika Sehun menggigit kecil bibir plum itu tiba-tiba mata pemuda itu terbuka. Dia seakan tersadar dan terbangun dari mimpinya. Lalu dia pun mendorong tubuh Sehun yang sejak beberapa menit yang lalu mengurung tubuhnya di antara pilar gazebo
PLAAAKK
" SIAPA KAU ?!..APA YANG SUDAH KAU LAKUKAN PADAKU ?!.". teriak pemuda tersebut sambil melayangkan sebuah tamparan ketika menyadari apa yang sudah Sehun perbuat kepadanya sambil menggosok-gosok bibirnya dengan punggung tangan. lalu melepaskan earphonenya dan memasukkan nya kesaku celana
" Maaf, Aku..Aku terpesona olehmu. Jadi tanpa sadar tadi tiba-tiba saja aku ingin mencium bibirmu". Jawab sehun sambil memegang pipi nya yang habis kena tampar.
" INI PELECEHAN. AKU AKAN MELAPORKAN KEJADIAN INI KEPADA POLISI." Pemuda itu semakin emosi
" Maaf Tuan cantik. Aku tidak melecehkanmu, karena kau juga pasrah memberikan bibirmu. Selain itu kau tampak menikmati dan membalas ciumanku." Ujar Sehun tenang sambil tersenyum manis, senyum yang tidak permah dia tunjukkan pada orang lain kecuali Tiffany karena melihat obyek manis yang tampak semakin manis ketika sedang emosi.
" Aku..Aku kira tadi sedang bermimpi ada seseorang yang menciumku. Jadi tadi aku membalas..ARGGHHH..POKOKNYA AKU AKAN MELAPORKAN KEJADIAN INI KE KANTOR POLISI " ujar pemuda itu lalu hendak pergi meninggalkan Sehun.
Sehun yang menyadari kalau pemuda cantik di depannya itu akan berlari pergi pun segera memegang pergelangan tangannya. Namun pemuda itu berhasil lolos dan berlari meninggalkan Sehun sendirian d taman dan meninggalkan gelangnya yang terlepas dalam genggaman tangan Sehun. Sebuah gelang cartier dengan tulisan nama ' LUHAN ' pada bagian dalamnya.
" Luhan, apa itu namanya?." Monolog Sehun sambil memakai gelang tersebut yang ternyata muat di pergelangan tangannya.
" Aku harus mengembalikan gelang ini. Hallo Sekertaris Kim, tolong kau cari informasi tentang orang yang bernama Luhan, secepatnya". Kata Sehun sambil menghubungi seseorang yang sudah di tunjuk untuk menjadi sekertarisnya.
Pagi ini Sehun mengawali harinya dengan senyuman karena semalam dia sudah mendapat informasi tentang Luhan. Untuk bebeberapa minggu kedepan Sehun masih berada di Jepang karena selain semalam dia merayakan pesta ulang tahunnya, beberapa minggu lagi ibunya, Ailee juga akan menyelanggarakan pemeran koleksi perhiasan terbarunya yang berkerja sama dengan seorang designer fashion ternama, Vivian Chow, di tempat yang sama. Waktu yang lumayan panjang itu juga di manfaatkan Sehun untuk liburan musim semi. Sehun pun dengan segera keluar dari kamarnya dan memasang kembali wajah datar seperti biasanya.
Sehun berjalan menuju ke sebuah ruangan yang biasa di gunakan oleh keluarganya untuk makan bersama. Tampak beberapa orang pelayan menyediakan hidangan di meja makan.
" Pagi sayang." Sapa Tiffany kepada Sehun yang di balas sebuah kecupan di pipi oleh Sehun. Sedangkan Seunghwan, Seunghyun dan Ailee sibuk menyantap sarapan pagi mereka. Sehun kemudian duduk di samping Ailee dan mulai menikmati sarapannya.
" Bagaimana, apa kau sudah memikirkan perkataanku, Sehun ?." Tanya Seunghwan sambil menikmati secangkir kopi. Sehun yang baru saja selesai menghabiskan nasi goreng di piringnya lalu meneguk habis air putih yang baru saja di tuangkan oleh pelayan lalu segera mengarahkan pandangan matamya kepada sang kakek.
" Masalah pendamping hidup ?" Tanya Sehun dengan wajah datarnya.
" Hmmm..."
" Kakek menyuruh aku mencari pendamping hidup yang sesuai dengan pilihanku, Asalkan dia dari keluarga terpandang dan sesuai dengan derajat keluarga kita bukan ?. Maka ini lah jawabanku.." Sehun menghentikan sejenak perkataannya.
" Aku akan membawa orang tersebut kepada Kakek, Ayah dan juga ibu. Tapi siapapun dan apapun pilihanku, Aku mau kalian mengormati keputusanku. Aku permisi." Pamit Sehun kepada keluarganya dan segera meninggalkan ruang makan.
" Hallo, Tao. Aku membutuhkan bantuanmu, cepat datang ke kamarku." Sehun menghubungi Tao
Sore itu Luhan sedang berada di taman hotel yang tampak sepi sambil memikirkan seseorang yang sudah kurang ajar mencium bibirnya 3 hari yang lalu. Dia memikirkan cara untuk melaporkan orangl itu kepihak yang berwajib tapi dia tidak mau kalau laporannya itu menjadi berbalik kepadanya karena, Ok..dia sebenarnya malu untuk mengakuinya kalau dia sempat menikmati ciuman tanpa paksaan tersebut apalagi dia juga di buat terpana oleh paras tampan pemuda yang menciumnya. Wajah Luhan tiba-tiba saja merona
" Luhan..LUHANNNNN..."
"YAAAKKK...XIU..AKU TIDAK TULI..KENAPA KAU BERTERIAK DI TELINGAKU ?!." Luhan cukup terkejut karena aksi melamunnya tiba-tiba terganggu dengan panggilan Xiumin sang manager tepat di telinga kanannya.
" Aku sudah memanggilmu dari tadi, Lu. Tapi kau asik melamun. Ayo kita harus pergi, Direktur menyuruhmu segera datang ke ruangannya untuk fitting gaun." Kata Xiumin yang d balas decakan dan gerutuan oleh Luhan. Oh..gaun dan high heels menyusahkan itu lagi.
Waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam ketika Luhan dan Xiumin keluar dari sebuah ruangan yang di pakai Vivian untuk menyimpan semua perlengkapan pertunjukkan fashionnya. Ketika Luhan baru beberapa meter keluar dari ruangam Vivian dan hendak berbelok kearah lorong dimana kift berada tiba-ada seseorang yang menarik pergelangan tangan Luhan
" KYAAAAA..." Teriak Luhan cukup terkejut dengan kejadian tersebut. Xiumin yang berada di sebelahnya pun tak kalah kaget.
" Selamat malam, Luhan. Maaf sudah membuatmu terkejut." Ucap orang tersebut yang ternyata adalah Sehun.
"KAU !. XIU..AKU MAU KAU MEMBANTUKU MELAPORKAN ORANG INI KE POLISI..KARENA DIA SUDAH MELECEHKANKU..." Luhan berusaha melepaskan genggaman tangan Sehun sambil mengadu kepada Xiumin. Sedangkan Xiumin sendiri tidak merespon perkataan Luhan karena terpesona dengan wajah tampan pewaris utama Oh Corp yang berada tepat di depannya.
"Xiu..xiu.." panggil Luhan berusaha menyadarkan Xiumin.
" Maaf saudara Xiu. Saya ada sedikit keperluan dengan Luhan, jadi bolehkah saya mengajaknya ke suatu tempat ?" Tanya Sehun kepada Xiumin.
"Si..Silahkan "
"YAKK, XIUMIN GE...!" Teriak Luhan tapi sudah terlambat untuk mengelak ataupun melarikan diri karena Sehun sudah menggotongnya seperti membawa sekarung beras di pundaknya.
Di sinilah Sehun dan Luhan sekarang, di gazebo tempat mereka pertama kali bertemu beberapa hari yang lalu. Luhan tampak jengkel dengan mengembungkan pipi mulusnya. Membuat Sehun semakin gemas dan tertarik kepadanya.
" Mau apa kau membawaku ke sini ?. Ingat ya, Aku belum melaporkan tindakan pelecehanmu kemarin bukan karena aku tidak mau, tapi aku masih sibuk. Setelah ini aku akan sesegera melaporkan mu kepada pihak yang berwajib." Sungut Luhan
" Begitu kah ?. Laporkan saja, aku tidak takut. Tapi sebelumnya aq mau mengembalikan ini kepadamu. "Kata Sehun sambil menyerahkan sebuah kotak kepada Luhan. Melihat itu Luhan segera mengambil kotak tersebut dari tangan Sehun lalu membukanya.
" Kenapa gelangku ada padamu ?.Kau mencurinya ya ?." Tuduh Luhan ketika melihat gelang cartiernya di dalam kotak tersebut lalu mengambilnya.
" Semalam gelang ini tidak sengaja terlepas ketika aku memegang pergelangan tanganmu " ucap Sehun lalu mengambil gelang yang di pegang Luhan lalu memakaikan di pergelangan tangannya. Luhan merasakan ada yang berbeda dari gelang yang dia pakai. Gelang itu terasa pas sekali di pergelangan tangannya.
" Kenapa ?. Apakah gelangmu terasa berbeda ?". Tanya Sehun melihat ekspresi Luhan. Mendengar pertanyaan Sehun, Luhan pun menganggukkan kepalanya. Sehun jadi tidak bisa menahan senyuman melihat ekspresi bingung Luhan.
" Itu karena aku sudah menukarnya. Gelangmu yang bertuliskan namamu ada padaku, sedangkan gelang yang kau pakai adalah gelang yang baru aku beli dengan tulisan namaku di dalamnya." Kata Sehun.
" Yaakk..kenapa kau seenaknya saja menukar barang orang. Kembalikan gelangku." Paksa Luhan.
" Tidak mau. Kau harus memakai gelang yang bertulisakan namaku, lagi pula ukurannya juga pas di tanganmu." Tolak Sehun sambil mendesak posisi Luhan menjadi mundur kebelakang.
" Jangan seenaknya sendiri memaksa orang. Lagi pula aku juga tidak tau siapa namamu dan juga siapa dirimu. Kembalikan gelangku." Tolak Luhan sambil melangkahkan kakinya berjalan mundur dan tidak menyadari kalau tubuhnya sudah bersandar pada pilar gazebo.
" Aku tidak memaksamu, tapi aku memintamu. Dan maaf karena aku belum memperkenalkan diriku kepadamu. Aku Sehun, Oh Sehun." Kata Sehun sambil merapikan poni rambut Luhan sambil memandangi paras menawannya.
" Oh Sehun...Sehun...Sehun..Sehuummmpphhttttt...". Tiba-tiba Sehun meraih tengkuk Luhan dan mencium bibirnya. Dadanya berdebar kencang ketika mendengar Luhan menyebut namanya. Luhan sedikit memberontak, namun tubuh tegak Sehun yang mendesaknya pada pilar tidak bisa membuatnya berkutik. Sehun menghisap bibir atas dan bawah Luhan bergantian dengan gerakan yang sangat perlahan namun memabukkan.
Oh..bibir plum itu terasa lembut dan kenyal, Luhan yang awalnya memberontak pun lagi-lagi di buat terlena. Sehun pun melingkarkan tangan kirinya pada pinggang Luhan, sedangkan tangan kanannya di gunakan untuk mengangkat dagu Luhan agar dia bisa menikmati bibir Luhan seuntuhnya.
" Emmmphhtt...eeemmmppphhttt.." Luhan melenguh ketika Sehun menelusupkan lidahnya kedalam rongga mulutnya dan tanpa sadar Luhan pun mengangkat kedua tangannya dan menyusupkan jemari-jemarinya pada rambut Sehun dan meremasnya. Merasa Luhan mulai menikmati ciumannya dan memberikan respon, Sehun pun mengembangkan sebuah senyuman licik dia antara sesi ciuman panas tersebut tanpa di sadari oleh Luhan. Kemudian Sehun mengeluarkan sesuatu dari saku celananya. Beberapa menit kemudian karena nafas Luhan mulai terasa sesak, dia pun segera melepas paksa ciuman panas mereka.
" Hah..Hah..Hah..Dasar kurang ajarrr...kenapa kau suka memaksa menciumku sih...KAU BENAR-BENAR MELECEHKANKU OH SEHUN ". Teriak Luhan sambil menetralkan nafasnya yang tersengal-sengal.
" Sekali lagi aku bilang, kalau aku tidak memaksamu atau pun melecehkanmu sayang. Tapi Bibirmu sendiri lah yang seolah memanggilku untuk segera mengecap rasanya yang lembut, kenyal dan memabukkan itu." Bela Sehun sambil tersenyum mesum.
" Lagi pula orang juga tidak akan percaya kalau kau bilang bahwa aku memaksamu berciuman denganku ataupun aku melecehkanmu setelah melihat rekaman video ini." Sehun tersenyum dengan senyuman yang sangat mengerikan di mata Luhan. Tampak sebuah rekaman video HunHan berciuman dengan ekspresi Luhan yang tampak sangat menikmati ciuman tersebut sambil meremas-remas rambut Sehun.
" Cepat hapus video itu Sehun." Perintah Luhan sambil berusaha merebut ponsel Sehun.
" Tidak mau. Aku akan menjadikan video ini sebagai koleksiku" kata sehun sambil menjauhkan ponselnya dari jangkauan tangan Luhan.
" AKU MEMBENCIMU OH SEHUN. !" teriak Luhan ketika dia tidak berhasil mendapatkan ponsel Sehun. Melihat itu Sehun hanya tertawa lalu mencuri sebuah ciuman di pipi kanan Luhan kemudian berlari dengan kencang ketika di lihatnya Luhan hendak melemparinya dengan sepatu.
2 hari kemudian Luhan sedang berjalan-jalan dengan Ximin di sebuah pusat perbelanjaan. Mereka sedang asik berbelanja tanpa menyadari kalau sedang ada seseorang yang membuntutinya.
" Lu, aku mau melihat barang-barang di sebelah sana." Pamit Xiumin. Sedangkan Luhan hanya menjawab dengan sebuah anggukan kepala sambil memilah-milah kaos yang menurutnya bagus. Pilihannya jatuh pada kaos polos berkerah. Dia pun segera memasuki kamar pas hendak mencoba kaos pilihannya. Namun ketika dia hendak menutup pintu kamar pas ternyata ada kaki yang menahan pintunya. Lalu ada seseorang yang ikut memasuki kamar pas dimana Luhan berada.
" Apa yang kau lakukan di dalam sini Oh Sehun." Bentak Luhan.
" Ssstt..Jangan berisik, di luar banyak orang. Aku cuma mau melihatmu berganti pakaian. Itu saja.." kata Sehun sambil tersenyum dengan sangat manis.
" Kau gila..cepat keluar kalau tidak aku akan berteriak." Ancam Luhan sambil mendorong tubuh Sehun.
" Kau tidak akan bisa karena sebelum kau berteriak, aku akan melakukan ini." Kata Sehun sambil meraih tengkuk Luhan dan mencium bibirnya.
Luhan tercengang karena lagi-lagi Sehun menciumnya secara tiba-tiba. Luhan berusaha memukul-mukul dada Sehun tapi tidak di hiraukan oleh Sehun yang semakin menikmati bibir tipis Luhan. Luhan mulai terlena, Sehun kemudian menggenggam kudua tangan Luhan dan meletakkan di bahunya. Sehun mendesak tubuh Luhan hingga menempel pada kaca. Mereka berciuman beberapa menit lamanya, dan Sehun pun segera mengakhiri ciuman panas mereka ketika Luhan mulai kehabisan nafas. Sehun menempelkan keningnya dengan Luhan sambil mengontrol nafasnya. Perlahan dia mulai mendaratkan bibirnya di leher Luhan dan meninggalkan jejak kemerahan di sana.
" Eungggg..." desah Luhan.
" Bibirmu yang terbaik, Xiao Lu." Ucap Sehun sambil kembali mengecup bibir Luhan dan meninggalkan Luhan sendirian di dalam kamar pas.
Tak terasa aksi cium yang di lakukan oleh Sehun kepada Luhan sudah berjalan hampir 2minggu. Kali ini Sehun sedang mencium Luhan yang sudah terduduk pasrah di pangkuannya. Ciuman mereka berawal ketika Sehun melihat Luhan yang sedang asik bermain dengan ponselnya di dekat taman. Sehun yaang suka sekali menggoda Luhan pun merebut ponselnya. Mereka pun berkejar-kejaran, ketika mereka duduk untuk beristirahat itulah Sehun tidak bisa mengontrol nafsunya ketika melihat lelehan keringan di leher Luhan dan nafasnya yang terengah-engah. Sehun lalu mencium Luhan saat itu juga.
Sehun sangat menikmati bibir lembut Luhan. Akan tetapi tiba-tiba Luhan mulai berfikiran buruk, dia takut Sehun melakukan semua hal ini kepadanya hanya untuk mempermainkannya atau ada maksut lain. Ciuman yang awalnya panas itu pun diiringi isak tangis Luhan. Sehun yang terkejut mendengar suara tangis Luhan segera melepas tautan bibir mereka
" Huks..Huks.."
" Hey, kau kenapa Xiao Lu ?. Apa ada yang sakit?.Apa kau terluka?. Katakan Xiao Lu." Tanya Sehun panik.
" Huks..Kenapa kau melakukan semua ini kepadaku Sehun ? Selalu menciumku sesuka hatimu. Apa mau mu yang sebenarnya ?. Kau tidak sedang mempermainkanku atau pun menjadikanku sebagai bahan taruhan dengan sepupumu kan?." Tanya luhan sambil berlinang air mata.
" Oh...Maafkan aku, Deer. Aku tidak sedang mempermainkanmu atau menjadikanmu bahan taruhan."
" Jujur, Aku menyukaimu. Maaf kalau aku suka tiba-tiba menciummu karena aku tidak bisa mengontrol diriku saat bersamamu. Jadi, mau kah kau menjadi kekasihku, pendampingku dan juga milikku selamanya. Aku mencintaimu, Xiao Lu" Kata Sehun dengan ekspresi yang sangat lembut sambil memandang kedalam mata Luhan.
" Kau gila. Kita sama-sama lelaki Sehun. Apa kata keluargamu dan bagaimana dengan keluargaku ?. Lagi pula kita baru beberapa hari yang lalu bertemu, mana mungkin kau menyukaiku secepat itu. Dan Aku juga tidak menyukaimu." Tolak Luhan sambil mengusap air matanya yang berlinang saat mengucapkan kata terakhir.
" Aku sudah terjatuh dalam pesonamu sejak malam kita pertama bertemu. Seperti lagu yang kau senandungkan, Love At First Sight. Dan sejak itu aku berniat menjadikanmu milikku. Aku juga tidak perduli dengan perkataan keluarga atau pun orang lain terhadapku asal aku bisa bahagia bersamamu." Kata kan Sehun egois, tapi Sehun benar-benar menginginkan Luhan menjadi miliknya. Semua itu dia lakukan bukan hanya karena keharusan bagi Sehun yang di wajibkan memiliki pendamping hidup, tapi Sehun memang benar-benar telah jatuh cinta. Dan dia ingin mendapatkan cintanya.
" Kau egois dan seenaknya sendiri Sehun. Kau..." Luhan kehabisan kata-kata. Dia terlalu shock mendengar kata-kata Sehun karena baru kali ini ada seseorang yang mengungkapkan keinginannya yang sangat kuat untuk memiliki dirinya.
" Aku tau itu Luhan. Tapi aku benar-benar menginginkanmu. Aku akan memberikanmu waktu untuk berfikir. 2hari hari lagi, setelah acara yang diadakan oleh ibuku dan juga ibumu selesai di selenggarakan, temui aku di ruanganku. Kalau kau memang tidak merasakan hal yang sama denganku, maka aku akan melepaskanmu dan tidak akan pernah menemuimu lagi. Tapi sebaliknya kalau kau juga mencintaiku, Aku tidak akan pernah melepasmu." Ucap Sehun dengan nada suara yang tegas dan serius namun ekspresi wajahnya sangat Lembut. Setelah mengucapkan kata-kata itu, Sehun pun mengecup singkat bibir Luhan dan segera pergi dari tempat itu meninggalkan Luhan yang terpaku sendirian.
Acara malam ini sangat meriah, para tamu undangan tampak sangat takjub dengan bentuk dan design pakaian serta perhiasan yang d tampilakan para model. Luhan sedang berada di ruang make up karena dia tampil pada sesi terakhir. Dia sangat cantik dan menawan dengan balutan gaun sutra berwarna peach yang membalut tubuhnya serta beberapa perhiasan yang bertahtakan berlian dan batu rubi berbentuk jepitan rambut yang tersemat pada beberapa bagian rambutnya dan ada yang melingkar manis d leher jenjangnya dan juga terpasang di telingannya. Ailee hendak menyuruh Luhan melepas gelang cartiernya, tapi karena di rasa gelang itu tampak sangat cocok dengan Luhan dia pun mengurungkan niatnya.
Tibalah saatnya Luhan tampil. Seluruh tamu undangan d buat takjub dengan penampilannya, bahkan tidak jarang para undangan lebih fokus memandangi kecantikan Luhan dari pada pakaian atau pun perhiasan yang di kenakannya. Demikian pula dengan Sehun, Dia yang memang mengetahui profesi Luhan pun bisa mengenali wajah Luhan meski menggunakan make up dan pakaian wanita. Pandangan mata mereka berdua bertemu, Sehun tersenyum manis yang terlihat seolah-olah tampak seperti senyuman kematian bagi Luhan. Luhan segera memalingkan wajahnya dan berusah bersikap seprofesional mungkin agar dia tidak merusak acara ini.
Acara pun selesai, Xiumin segera membantu Luhan membersihkan make up serta membantunya berganti pakaian. Tak lama ponsel Luhan bergetar menandakan adanya sebuah panggilan masuk dari nomor yang tidak dia kenal. Ketika Xiumin sibuk membereskan barang-barang, Luhan mengangkat panggilan itu.
" Hai, Lu. Ini aku, tadi kau terlihat sangat cantik dan menawan. Oh iya, aku harap kau tidak lupa dengan pertemuan kita. Aku menunggumu." Ternyata Sehun yang menelfon, belum ada kata-kata terucap dari bibir Luhan, Sehun segera mengakhiri panggilannya. Luhan hanya bisa menghembuskan nafas dan berusaha menenangkan jantungnya yang berdegub kencang.
" Xiu ge, Aku ada sedikit keperluan. Kalau ibu dan ayah mencariku, tolang bilang kalau aku sudah berada di kamar. Aku pergi dulu." Pamit Luhan. Dia segera meninggalkan ruang ganti yang masih cukup ramai dengan banyaknya para model yang sedang berganti pakaian. Dia berjalanmenuju ke kamar Sehun yang berada di lantai teratas hotel tersebut.
Sehun sedari tadi hanya modar-mandir di dalam kamarnya. Dengan susah payah dia berhasil mengusir Tao yang sejak tadi mengganggunya. Keputusannya sudah bulat, Apabila Luhan menolak, dia akan menerima keputusannya dan melepas Luhan. Namun apabila Luhan menerima, dia akan memperjuangkan pilihannaya dan menanggung semua konsekuensi dari keluarganya dan juga dari orang-orang yang mengenalnya.
Tok..tok..tok..
Terdengar seseorang mengentuk pintu kamar Sehun. Sehun menghembuskan nafasnya dengan kasar dan berusaha menenangkan perasaannya. Dia pun segera melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu lalu membukanya. Di depannya tampak Luhan yang sudah berganti pakaian dengan sebuah kaos dan celana selutut. Sehun langsung mempersilahkan Luhan masuk.
" Terima kasih kau sudah mau datang." Kata Sehun sambil mengecup bibir Luhan. Sementara Luhan hanya terdiam lalu menundukkan kepalanya.
" Aku tidak mau bertele-tele. Jadi, bagaimana keputusanmu, Lu ?". Tanya Sehun sambil mengangkat dagu Luhan agar melihat kearahnya. Luhan pun segera mengarahkan pandangan matanya pada manik mata Sehun.
" Aku tidak tau.."
" Kau tiba-tiba datang di dalam hidupku, tiba-tiba menciumku dan tiba-tiba mengacaukan hati dan fikiranku hanya dalam waktu beberapa hari saja. Aku tidak tau apa yang aku rasakan kepadamu, Aku ingin marah, ingin memakimu, ingin menghajarmu, tapi hatiku selalu berdegub kencang ketika melihat wajah dan juga matamu." Luhan menjeda kata-katanya.
" Aku tidak tau apa yang aku rasakan ini, Oh Sehun. Aku berusaha tidak memikirkanmu, tapi 2hari tidak melihatmu membuatku tidak berfikir dengan benar. Yang bisa ku katakan adalah..Aku membencimu Oh Sehun...Aku sangat membenci muuummmppphhht.." Perasan senang menghinggapi Sehun hingga tidak bisa mengendalikan dirinya. Perkataan Luhan menjelaskan semuanya, Luhan menerimanya. Tanpa bisa di tahan Sehun pun segera mendaratkan bibirnya pada bibir Luhan dan menghisapnya dengan rakus. Luhan pun tidak bisa mengelak, dia sudah terjatuh dalam pesona Sehun. Dia pun membalas ciuman Sehun tidak kalah rakusnya dan mengalungkan lengannya pada leher Sehun.
" Emmmmmppphhht...Seeehunmmpttt..." suara lenguhan Luhan keluar dari bibir Luhan.
Sehun pun melepaskan tautan bibir mereka. Mereka saling memandang satu sama lain. Namun tidak lama kemudian Sehun perlahana-lahan mengarahkan bibirnya pada leher jenjang Luhan. Dia menjilat, menggigit dan menghisap leher itu hingga menimbulkan bercak kemerahan.
" Arrgghh...Eunnggggg...Sehhuunn..Ahh..." suara desahan Luhan semakin membuat Sehun lupa diri. Dia pun mendorong tubuh Luhan hingga berbaring pada sofa panjang yang berada di dalam kamar lalu menindihnya. Untuk sesaat mereka saling berpandangan dan menetralkan deru nafas masing-masing. Sehun pun kembali mencium bibir Luhan dengan penuh nafsu. Mereka saling berciuman panas.
Di sela-sela cumbuan sehun pada bibir dan leher Luhan, tiba-tiba tangan kiri Sehun menelusup kedalam kaos yang di kenakan Luhan dan mengusap putingnya yang sudah menegang.
" Ahh..Gelii Seeehhunn..Euuummppphh." Luhan berusaha menahan desahannya. Tak lama kemudian Sehun melepas kaos yang Luhan kenakan serta melepas kancing-kancing kemejanya sendiri. Setelah itu Sehun hendak melepas celana pendek yang di kenakan Luhan.
" Yaakk..Apa yang kau lakukan..." protes Luhan sambil mempertahankan celana yang di kenakannya. Namun Sehun hanya membalas Luhan dengan senyuman menawannya lalu segera menciumnya kembali untuk mengalihkan perhatian Luhan.
Luhan mulai terlena, dengan sabar Sehun pun melepas celana yang Luhan kenakan. Bahkan Luhan sedikit mengangkat bokongnya ketika Sehun agak kesusahan melapas celana yang ia kenakan. Luhan sudah bertelanjang bulat. Tangan kiri Sehun kemudian mengelus penis Luhan yang masih tertidur.
" Aaaahhhhhh...Apa yang kau pegang Se-sehun..Oooohhh...Leppasssss...Euummpppptt " protes Luhan ketika Sehun menyentuh penisnya. Namun Sehun tidak perduli dan seolah-olah tuli. Dia masih setia memijat penis Luhan dan mencubit twins ballnya, sedangkan mulutnya sedang asik menghisap puting Luhan.
" Se-Sehuunnnnmmpphht...Oooohhhh...Aku..Ooooooohhh..Aku ingin..Aaaahhhhhhhhh." Luhan mengeluarkan spermanya di tangan Sehun, nafasnya tersengal. Sehun pun segera menjilat sperma Luhan yang berada di jemarinya. Dan dengan segera membuka ikat pinggang dan resleting celananya
" Kau..hosh...hosh..Menjijikkan...hosh..hosh...ARRGGGGGHHHTT...SAKITTT...SEHUUUN..ARRRGGGHHTTT.." Luhan tiba-tiba merasa sakit karena tanpa aba-aba dia merasa ada sesuatu yang berusaha memasuki lubang anusnya.
" Keluarkan Sehhunnnn..Ooohhh...Aarrggghhhtt...sakiitt..." Air mata mulai membasahi pipi Luhan ketika lubangnya robek terkena penis Sehun yang berusaha memasukinya.
" Ssstttt..Tenang, Lu. Rileks, Ok ?. Aku mencintaimu. " kata Sehun berusaha menenangkan Luhan. Melihat Luhan yang sudah mulai tenang, Sehun pun kembali mendorong penisnya hingga berhasil memasuki lubang terdalam Luhan.
" Oohhhhhhh...". Desah nikmat Sehun. Sehun baru kali ini merasakan nikmat pada penisnya di manjakan oleh Lubang seseorang. Selama ini dia hanya melihatnya dari film-film porno yang di berikan secara suka rela oleh Tao untuk meracuni otak dan fikiran sepupunya itu.
" Sehuuunnn...Ooohhhh...Aaaaahhhh..." Desah Luhan merasakan nikmat ketika Sehun mulai menggerakkan pinggulnya maju mundur bingga menyebabkan penis Sehun semakin menyodok lubang anusnya. Sehun yang merasa pergerakannya terbatas, lalu mengangkat tubuh Luhan dengan penis yang masih berada di dalam lubang anus Luhan meski dia agak kesusahan berjalan karena celana yang masih melekat di kakinya.
Sehun membaringkan tubuh Luhan dia atas tempat tidur, lalu sejenak mengeluarkan penisnya untuk melepaskan celana dan kemejanya. Sehun kemudian melebarkan kaki Luhan dan memasukkan kembali penisnya kedalam lubangnya.
" Ooooohhhhhhh...Aaaaaahhhhhhh...Euummmppphhhhtttt..Seeehuuuunnnn...Oohhhhh..." desah Luhan.
" Iya sayang. Arrrgggghhhhhttt..."
" Oooooooohhhhhhh...Sehun...Ooooohhhhhhh...Aaaaaahhhhh...Aku...Aku...Ahhhhhhhhhh..." Luhan mulai mengetatkan lubang anusnya ketika dia merasa akan mencapai klimaks. Lalu mengeluatkan spermanya.
" Oooohhhh...Iya, Lu...ooohh...keluarkan saja..Aaaarrrgghhhhttttt." Desah nikmat Sehun ketika mencapai klimaks dan mengeluarkan spermanya di dalam tubuh Luhan. Nafas mereka berdua tersengal-sengal setelah bersama-sama mengeluarkan sperma masing-masing.
" Aku mencintamu, Luhan." Ucap Sehun sambil melumat lembut bibir Luhan yang masih bergetar akibat mengeluarkan spermanya tadi.
" Tapi Aku membencimu, Oh Sehun." Balas Luhan sambil menutup matanya dan tertidur, Sehun pun tersenyum mendengar kata-kata Luhan lalu tak lama kemudian dia pun ikut terlelap.
Pagi mejelang, Sehun dan Luhan masih tertidur dengan pulasnya sambil berpelukan dalam keadaan telanjang dan pakaian yang berserakan di lantai. Terdengar suara sesorang mengetuk pintu kamar Sehun, tapi tidak mendapat respon apa-apa dari pemilik kamar. Karena khawatir terjadi sesuatu, orang tersebut yang tak lain adalah Tiffany segera memanggil suaminya dan meminta kunci master kamar yang Sehun tempati kepada pihak hotel.
Ketika Tiffany dan Seunghyun memasuki kamar tersebut, mereka tercengang melihat kaos dan celana pendek teronggok di bawah sofa. Mereka berdua pun segera melangkahkan kaki menuju ke kamar Sehun. Dan pagi itu, mereka benar-benar di buat terkejut. Oh Sehun, seorang pewaris Oh Corp sedang telanjang bulat bersama dengan seseorang yang berjenis kelamin sama dengannya dalam satu tempat tidur dan berpelukan mesra.
" OH SEHUUUUUNN..." Teriak Seunghyun yang seketika itu juga mengusik tidur dan mimpi indah Sehun dan juga Luhan.
" Kau benar-benar membuatku malu, Sehun. Kenapa kau mempermalukan diri mu dan nama keluarga mu dengan meniduri seorang lelaki." Bentak Seunghyun.
" Aku tidak mempermalukan diriku, Ayah. Tapi itu lah pilihanku. Aku mencintai Luhan, dan akan menjadikan dia pendamping hidupku. Lagi pula Luhan juga berasal dari keluarga yang sederajat dengan kita." Bela Sehun enteng
" Kau Sudah gila. Kalau kalian menikah, kalian tidak akan mempunyai keturunan. Lalu bagaimana dengan warisan kakekmu yang di tujukan untukmu ?. " kata Seunghyun
" Bukankah aku sudah bilang, kalau aku akan memutus garis keturunan Oh agar tidak ada lagi yang terluka dan sedih karena kehilangan istri serta anak perempuannya, Ayah. Dan tentang masalah warisan, aku tidak tertarik." Kata Sehun sambil memandang tajam ke arah ayahnya. Tiba-tiba Seunghwan memasuki ruangan dimana Sehun dan ayahnya berdebat.
" Jadi ini caramu melawanku ?. Dengan memanfaatkan salah satu penerus keluarga Li ?" Kata Seunghwan.
" Aku tidak memanfaatkan Luhan. Bukan kah aku sudah bilang pada kalian, apapun pilihanku dan apapun keputusanku kaliah harus menghormatinya. Dan aku tetap memilih dan mempertahankan Luhan untuk jadi pendampingku dengan ataupun tanpa restu kalian." Geram Sehun
" Baiklah, untuk saat itu aku mengormati keputusanmu. Lagi pula Li Huan adalah sahabat baik ku, dan Zhoumi adlah rekan bisnis ayahmu. Jadi aku merestuimu untuk menjadikan Luhan sebagai pendampingmu karena kau sudah menidurinya. Seunghyun, segera kumpulkan semua orang, kita harus segera mengadakan pertemuan keluarga untuk membahas perjodohan putramu dengan putra Zhoumi." Titah Seunghwan sambil tersenyum lalu meninggalkan putra dan cucu lelakinya.
Di sinilah mereka semua sekarang. Keluarga besar Oh dan keluarga Li Huan berkumpul dalam satu ruangan. Tampak Sehun yang sedang duduk bersebelahan dengan Tao. Sedangkan di depan mereka tampak Luhan yang sedang duduk dengan ibunya dan menggenggam tangannya erat.
" Kau benar-benar gila melawan kakekmu dengan cara seperti ini " bisik Tao di telinga Sehun.
" Aku tidak perduli, yang penting aku ingin mejadikan Luhan pendampingku dan memutus peraturan konyol keluarga Oh" balas Sehun.
" Tapi aku tidak yakin kalau Presdir akan melepasmu begitu saja. Suatu saat nanti pasti dia kan melakukan atau meminta sesuatu kepadamu." Kata Tao merasa curiga dengan keputusan Presdir Oh yang terkesan memberi kebebasan pada Sehun.
" Aku tau..." balas Sehun yang juga merasa ada sesuatu yang di rencanakan oleh kakeknya.
Acara pertemuan keluarga itu pun akhirnya mencapai kesepakatan dari kedua belah pihak untuk mengikat Sehun dan Luhan dalam ikatan pertunangan. Ketika mereka hendak merencanakan pesta pertunangan yang mewah, Sehun dan Luhan sepakat menolaknya. Sehun pun akhirnya mengeluarkan sebuah kotak perhiasan dari saku celananya. Kotak itu berisi sepasang cincin emas putih dengan inisial HUNHAN di dalamnya yang di belinya bersama dengan Tao ketika mencari gelang cartier yang sama dengan milik Luhan.
Semua tampak terkejut dengan persiapan dan keseriusan Sehun. Sehun pun memasangkan cincin dengan ukuran kecil pada jari jelingking Luhan sedangkan Luhan memasangkan cincin dengan ukuran sedang pada jemari telunjuk Sehun. Dan sesuai kesepakatan pasangan HunHan akan tinggal terpisah. Sehun tetap tinggal di Korea hingga pendidikannya selesai. Sedangkan Luhan akan melanjutkan pendidikannya di Beijing.
Sehun yang tampak bahagia mengecup pipi sebelah kiri Luhan, sedangkan Luhan yang tampak malu segera melayangkan sebuah pukulan pada perut Sehun. Melihat kelakuan pasanagn HunHan, semua orang yang berada di dalam ruangan pun menjadi tertawa dan saling memberi selamat. Tapi tidak dengan Seunghyun dan Seunghwan. Seunghyun memikirkan bagaimana nasib harta warisan putranya kelak, sedangkan Seunghwan memikirkan sebuah rencana yang hanya dia sendiri yang tau.
End Of FlashBack
Tbc.
Weh..panjang bener..tangan rere kerinting...sorry baget ya updatenya ngaret cos rere lagi ada acara keluarga + kuota juga lagi sekarat ㅠ.ㅠ
Gmn, chap ini memuaskan g ?. Kalau misal enggak, maafin rere y..soalnya kmaren2 bener2 lg bnyak pikiran + sibuk juga..jd sempet kena virus WB pula.
Thanks banget yang udah mau baca ya sm review di chap kemaren...
Erliya, Kiela Yue, , LS-snowie, MinGyuTae00, Guest, Zoldyk, Nurfadillah, Inzy, OhLu BalBal, hunrinlu, Sehunhan, Aliyah649, ludeer, .58, lulurara, Sanshaini Hikari, BeibiEXOl
Special buat Luhannie - maaf bukannya g mau bales satu persatu review yang masuk or milih ngebales review dari author yang terkenal or ga. Maaf banget kalo udh bkin km marah...huweeee...aq g bales satu persatu soalnya ntr takut kepanjagnag word-nya ㅠ.ㅠ. maapin y..moga km puas sm chap ini...chuchuchu..
