Disclaimer : Inuyasha belongs to Rumiko Takahashi

Pairing : SessInu (Inucest)

Rated : T

Genre : Fiction, Romance, Supranatural

Warning : Yaoi, M-preg, OOC, Gaje, alur cerita maju mundur, typo(s), Boys love Boys, Incest.

Don't like don't read!!!

Cinta itu gila

0*0*0*0

300 ratus tahun lalu...

Sesshomaru, berdiri di sebuah taman di belakang Istananya.

Berdiri kaku, diam tak bergerak.

Beberapa saat yang lalu berita kematian ayahnya telah sampai ke Istana Barat.

Ada rasa tak percaya saat mendengar tentang kematian sang ayah.

Apalagi tentang penyebab kematiannya.

Manusia...'

Ya, manusia adalah penyebab kematian sang ayah.

Sesshomaru bertanya-tanya,bagaimana mungkin, sang ayah yang disebut-sebut sebagai DaiYoukai terkuat di Negeri ini, mati dengan mengenaskan oleh manusia lemah

tak berdaya.

Seolah semua kabar angin tentang kekuatan sang ayah, hanyalah bualan semata.

Seandainya, sang ayah tak pergi ketempat wanita manusia itu...

Seandainya, sang ayah tak jatuh hati, pada wanita manusia itu...

Seandainya, sang ayah tetap disini, maka kematian tragis sang ayah pasti bisa dihindari.

Tapi sebanyak apapun kata seandainya, tak akan pernah mengembalikan ayahanda-nya ke dunia ini.

Sesshomaru memejamkan mata, meresapi semua emosi yang berkecamuk dibenaknya.

Dan kembali berbagai pertanyaan menerpa dihatinya seperti...

Apakah, perpisahan dengan sang ayah tak cukup, untuk manusia itu?".

Apakah, kepergian ayahnya, ke sisi manusia itu, memang tak cukup, untuk si manusia?"

Ataukah, cinta, kasih sayang dan harta yang diberikan ayahnya, juga tak cukup untuk memuaskan hasrat sang manusia?.

Makanya manusia itu, mengirim sang ayah pada kematian yang hina.

Mata sesahomaru terbuka kembali.

Tatapan yang tadi sudah kosong kini menjadi semakin kosong.

Hati sesshomaru dipenuhi berbagai emosi, yang mana dirinya sendiri tak mengerti.

Sesshomaru remaja hanya tahu, ada rasa sesak didadanya. Membuatnya sulit hanya sekedar untuk bernafas.

Sesshomaru tak mampu menerima kematian sang ayah.

Sebagai anak, dirinya sangat butuh sosok ayahnya, di umurnya yang belum matang.

Bagi Sesshomaru, tak ada yang begitu dihormati olehnya, selain sang ayah.

"Ayahanda, apakah ada hal yang bisa menghentikanku, untuk menuntut keadilan atas dukamu ayahanda?".

Kemarahan telah merambat dihatinya, menelan setiap sendi kewarasan yang dimilikinya. Hingga membuatnya begitu putus asa.

Hingga...'

Keputusan telah dibuat...'

"Ayahanda...kematian bagi manusia itu dan seluruh keturunanya, adalah setimpal".

0*0*0*0

Masa sekarang...

"Anjing kampung...!" Teriak Jaken dengan suara cemprengnya, pada Inuyasha.

"Apa...!!" Balas Inuyasha, tak kalah nyaringnya.

"Dasar sialan!!"

"Kau yang sialan... katak bulukan!!"

Sudah dua hari ini, Inuyasha mengikuti Sesshomaru, tapi naasnya selain Sesshomaru ia juga harus seperjalanan dengan Jaken 'Katak bulukan' menurut Inuyasha, yang menjadi budak saudara sulungnya, yang sekali lagi menurut Inuyasha sendiri.

Tapikan Jaken memang budak Sesshomaru!

Namun selama perjalanan, mereka tak pernah akur. Mereka terus saja bertengkar, karena hal sepele.

Bletakk..'

Jitakan Inuyasha pada kepala Jaken, menghasilkan benjolan.

"Arghhh...kau...anjing kampung, Inu-hanyou kotor, tak tahu diri..!" Raung Jaken. Dirinya tidak akan bisa menerima ditindas oleh Hanyou kotor macam Inuyasha.

"Heyyey...!! Masih berani kau menghinaku? hah..!! Sekarang, mati kau...!! katak bulukan..."

Inuyasha tanpa sungkan menginjak-injak kepala Jaken dengan gemasnya, hingga wajah si Katak hijau itu seolah terbenam ke tanah.

"Mati kau...mati..mati...!!" Umpat Inuyasha penuh dendam.

Sesshomaru setengah duduk bersandar di pohon besar tak jauh dari dua mahluk yang masih sibuk bertengkar. Ia memejamkan mata, tapi tak tidur.

Seolah merasa tak terganggu dengan keributan yang terjadi tak jauh darinya. Dirinya malah sibuk menikmati semilir angin yang berhembus lembut menerpa parasnya.

Musim panas akan segera berakhir, yang juga berarti menjadi tanda puncak dari musim kawin bangsa Youkai.

Di saat-saat seperti ini para Youkai akan semakin agresif, terutama bagi mereka yang belum memiliki pasangan. Mereka bisa semakin brutal.

Dalam kasus ini, Sesshomaru juga akan semakin sulit mengendalikan hasratnya.

Sesshomaru membuka mata, dan melirik ke arah adik setengah darahnya, yang juga telah menjadi kekasihnya sejak dua hari yang lalu.

Dia dan Inuyasha telah melakukan berbagai sentuhan sensual selama dua hari ini, seperti ciuman, pelukkan ataupun belaian. Namun belum sampai pada hubungan badan.

Sesshomaru mencoba mengingat-ingat, bagaimana rasa bibir inuyasha saat melumatnya, atau saat tubuh adiknya dibelai olehnya. Hah~~' mengingatnya saja sudah membuat bagian selatannya tegang.

Inuyasha masih saja menganiaya Jaken dengan terus menginjak-injak kepalanya, dan membuat tubuh katak hijau itu terhentak-hentak. Sambil terus mengumpat..."mati kau...mati saja kau katak bulukan...!"

Sesshomaru menghembuskan nafanya pelan. Ia harus menghentikan adiknya dari membunuh Jaken.

Bukannya dia perduli, tapi Jaken adalah salah satu yang akan memuluskan jalan Sesshomaru untuk membawa Inuyasha ke sisinya kelak.

Walau ceroboh, tapi hanya Jaken yang bisa melakukan seluruh pekerjaan kotor untuk Sesshomaru.

Hanya karena Inuyasha sekarang telah jadi kekasihnya, namun tak semudah itu dirinya menjadi pasangan Sesshomaru. Kelak akan banyak penghalang yang akan merapuhkan hubungan mereka.

"Inuyasha.." Panggil Sesshomaru.

Inuyasha yang mendengar suara bariton sang kakak memanggilnya, berhenti dari kegiatannya dengan posisi kakinya yang setengah terangkat masih ingin menginjak-injak si katak hijau. Ia lantas memalingkan wajahnya ke arah Sesshomaru.

"Hmn...kenapa?" Jawab Inuyasha, dia menurunkan kakinya dan berjalan ke arah Sesshomaru, saat melihat Sesshomaru memberi kode untuk mendekat. Namun sebelum itu, tanpa perasaan ia kembali menendang tubuh cebol Jaken.

Inuyasha duduk bersila di samping Sesshomaru sambil bersedekap, ia masih terus menggerutu.Gerutuannya berhenti ketika Sesshomaru, membelai lembut rambutnya, membuat wajahnya tersipu malu.

Belaian Sesshomaru berpindah ke wajahnya dan sampai pada bibirnya.

Tangan Inuyasha meraih tangan Sesshomaru, lalu menurunkannya.

Ia memandang Sesshomaru dengan serius.

Sesshomaru mengangkat alisnya. Ia tahu ada yang ingin dikatakan Inuyasha.

"Aku ingin protes.." Kata inuyasha kemudian.

"Hmn.." Guman Sesshomaru.

"Ini tentang si katak bulukan itu..kenapa sih kau harus memelihara mahluk tak berguna itu?" Keluh Inuyasha setengah merengek.

"ANJING KAMPUNG..." Ternyata Jaken mendengar keluhan Inuyasha, dia kemudian bangkit dan berlari ke arah Inuyasha.

Dua Inu itu, melihat Jaken sudah di depan mereka dengan raut wajah marahnya dan tak ketinggalan tampang babak belurnya.

"Apa ?" Tanya Inuyasha ketus.

"Kau..., berhenti menjelek-jelekkan aku di depan 'Sesshomaru-sama' dasar kau Hanyou kotor...!" Protes Jaken sambil menunjuk-nunjuk Inuyasha.

"Katak bulu-"

"Cukup.." Ucapan tegas Sesshomaru menghentikan apapun yang hendak dikatakan Inuyasha.

Jaken sendiri tahu kalau Sesshomaru sudah angkat bicara maka dia harus berhenti sekarang. Jaken menelan ludah gugup saat pandangan 'tuannya' itu mengarah padanya.

"Sese-sho..maru-sama..." Kata Jaken gugup.

"Pergilah.. bersihkan dirimu" Perintah Sesshomaru datar pada Jaken.

Jaken mengangguk kemudian melesat pergi.

Jaken tidak benar-benar bodoh, karena itulah ia tak membantah sedikitpun 'pengusiran halus' terhadap dirinya. Hei.. Jaken sudah melayani, Sesshomaru selama ratusan tahun. Karena itu ia sudah tahu apapun makna dari setiap ucapan 'tuannya'.

Inuyasha masih saja menggerutu meski dengan suara berbisik. Dirinya tak sadar saat kepalanya ditarik oleh Sesshomaru ke arahnya. Dan secepat kilat bibir Inuyasha sudah dilumat oleh Sesshomaru.

Awalnya Inuyasha kaget, tapi kemudian ia mulai menikmatinya.

Inuyasha membuka mulutnya agar Sesshomaru lebih leluasa di dalam mulutnya. Lidah mereka saling bertaut dan melilit satu sama lain. Inuyasha mengalungkan tangannya keleher Sesshomaru.

Sebaliknya Sesshomaru, satu tangannya tetap menahan kepala Inuyasha dan tangan satunya lagi membelai punggungnya.

Faktor udara membuat mereka melepaskan tautan mereka. Hanya memisah bibir, namun tak saling menjauh.

Sesshomaru tak melewatkan setiap ekpresi di wajah kekasihnya.

Muka Inuyasha merona, matanya sayu, bibirnya agak bengkak, dan saliva di ujung bibir mengalir sampai dagu. Sungguh membuat Sesshomaru ingin sekali menelanjangi adiknya saat ini juga.

GLUpp.. Tanpa sadar Sesshomaru menelan ludahnya sendiri. Tak kuat dengan pemandangan wajah minta di-rape sang adik.

Inuyasha merasa seluruh darah telah meninggalkan tubuhnya. Inuyasha masih tertunduk tersipu malu. Dirinya benar-benar masih tak terbiasa dengan kemesraan yang ditunjukkan sang kakak.

Tapi ia pun tak menampik bahwa ia menyukai semua perlakuan Sesshomaru. Dan tak bisa dipungkiri juga bahwa dirinya pernah bermimpi dan mengkhayalkan semua hal ini.

Dirinya malu, sungguh.. tapi ia juga menyukainya.

Ahh...' cinta itu gila, kalau tak percaya, Inuyasha bisa membuktikannya...

Contohnya...'

Ayahnya, ia pergi meninggalkan seluruh kekuasaannya dikerajaannya di Barat sana, hanya untuk hidup bersama ibunya.

Lalu, ada Kouga...Serigala mesum yang pernah jadi rival cintanya di masa lampau. Tapi lihat sekarang ia begitu tergila-gila padanya.

Dan sekarang dirinya sendiri, bersama sang kakak merajut asmara, semuanya karena cinta. Padahal kalau berkaca pada masa lalu, yang terlihat diantara mereka hanya permusuhan. Seandainya bisa, teman-temannya yang telah mati pasti akan bangkit dari kuburannya karena hal ini.