Namjoon POV
Aku menatap anggota klub School idol. Entah mengapa sudut bibir ku terangkat membentuk sebuah senyuman. Namun, ada satu hal yang kutakutkan.
Aku harap kejadian satu tahun lalu yang aku, Seokjin-Hyung dan Yoongi-Hyung alami tidak terjadi lagi. Aku akan menjadi pelindung yang baik untuk mereka. Dan akan terus melindungi mereka.
Aku bersyukur karena Yoongi-Hyung tampaknya mulai melangkah maju, tidak terbawa masa lalu lagi. Sekarang , dia terlihat cemberut karena gombalan Jimin yang sedikit menggelikan. -_-"
Kami kini sibuk mendebatkan apakah harus meliris lagu baru atau tidak. Karena sudah 2 bulan lebih kami hiatus akibat ulangan tengah semester kemarin. Untung nilai Jimin mulai menaik karena ada doinya yang sedikit membantu.
Jimin : Aku tak mau membuat Yoongi-Hyung mengkhawatirkanku cukup perhatian dengan cintanya saja, Hoho.
Itu adalah kata katanya membuatku tersenyum kecil. Sungguh kekanak kanakkan.
"Namjoonie, apakah kau setuju kita membuat lagu lagi ?"Tanya Seokjin-Hyung membuatku tersadar dari lamunanku. Aku menatap semua anggota yang juga menatapku.
Ternyata aku mengabaikan mereka cukup lama.
"Kalau menurutku, bagaimana kita membuat anniversary klub kita karena sudah terhitung 3 bulan ?" Usulku seadanya. Emang lucu sih, anniversary kok pake ngeliris sebuah lagu ?
"Aku setuju dengan, kau Joon."Ujar Hoseok mengangguk angguk.
"Hey, Hey namaku bukan Joon."Ujar kesal namaku seenak jidat kudanya diganti.
"Aku juga setuju." Kini Seokjin-Hyung bersuara. Dia tersenyum manis, jadi pengen malu. /
"Kau kira anniversary harus 3 bulan sekali, hah? Bukannya harus 1 tahun sekali ya ?" Kritik Yoongi-Hyung yang sudah ku duga.
"Tapi, Hyung kita itu pantas merayakannya. Karena Klub School Idol bertahan sampai sejauh ini. Bahkan klub kita, Bantan Boys telah memasukki babak semi-final di kontes School idol." Ujar Jungkook menyela dan Hoseok mengangguk angguk setuju disebelah Jungkook.
"Yang dikata, Jungkook memang benar. Lagian aku ingin membuat lagu untuk para fans kita jika suatu hari kita Annyversary." Timpal Jimin tenang dan cool bagiku seperti berlagak sok dewasa.
"Pffft, jangan sok dewasa lah tet." Ujar Jungkook tertawa membuat wajah Jimin memerah karena kesal. "Nyerang Th 5 aja nggak rata, Hahahaha." Ejek Jungkook lagi membuat Jimin bangkit dari kursinya bersiap berlari menerjang Jungkook.
"Jimin, duduk dan tenang."Perintah Yoongi-Hyung galak sambil melotot kearah Jimin. Seketika Jimin kuncup. Tipikal Suami takut istri nih. Eh ?
.
Ahkirnya, kami membuat lirik lagu. Sesekali kulirik kearah Yoongi-Hyung yang mencurigakan. Ternyata , Yoongi-Hyung malu malu beruang toh.
"Apa-apaan lirik lagu ini ? Childish sekali sih."Komennya galak membuat Jimin langsung pucat.
Bhahaha jiwa music Yoongi-Hyung keluar habis sudah semuanya. Pasti dikritik dengan pedas inilah itulah hingga selesai. Tapi, hasilnya seimbang dengan perjuangan. Hasilnya memuaskan sih.
"Maaf Hyung." Cicit Jimin.
"Ulangi lagi!"Perintahnya angkuh.
Aku melirik kearah Seokjin Hyung, wajahnya terlihat cantik. Eh, ya ampun aku memikir apa terhadap Hyung tertua kami.
"Nam, bantu dong."Panggilnya lirih membuatku salah tingkah langsung. Sedangkan, Jungkook. Anggota paling ogah masalah cinta-cintaan menatapku seperti ingin ketawa. Sejak kapan ia peka terhadap perasaanku.
"Oke, kumpulkan kertas lirik lagu yang kalian buat." Perintah Yoongi membuat kami serentak mengumpulkan kertas tersebut.
"Lirik macam apa ini ?"Teriaknya heboh membuat kami berlima pucat termasuk aku.
"Lirik yang diterima Namjoon, Hoseok, aku, dan …"Jedanya melirik kertas itu lagi membuat Jungkook, Seokjin, dan Jimin menahan nafas. Imutnya :3
"Jungkook."Lanjutnya membuat Jungkook bertos ria bersama Hoseok.
.
"Hyung, nggak pulang ?"Tanyaku saat mendapati Seokjin Hyung masih berada didalam ruangan klub. "Ini mau pulang."
Aku menggaruk belakang kepalaku canggung lalu mengambi barangku yang ketinggalan.
"Nam." Panggilnya membuatku berhenti.
"Ada apa, Hyung ?"Tanyaku. mataku lurus menatap kewajahnya.
"Ayahku mengetahui aku kembali ke dunia idol."Ujarnya membuatku khawatir seketika.
"Lalu ?"Tanyaku tak bisa menyembunyikan kekhawatiranku.
"Lagian Bangtan Boys juga membutuhkanku. Banyak lebih bertalenta, dan ahli dibandingkan aku."Ujar Seokjin memandang kearah lain.
"Hyung jangan berkata seperti itu. Aku juga nggak akan masuk ke klub kalau bukan Hyung mengajakku waktu itu! Hyunglah yang membuatku percaya kembali dengan Klub idol." Ujarku sedikit bentakkan. Tersadar apa yang barusan kulakukan aku menutup mulutku dan meruntukki kebodohanku.
"Kalau Hyung emang memikirkan Hyung tidak bertalenta kenapa seorang handal dalam bidang dance seperti Hoseok tak pernah mencemooh Hyung, atau memandang rendah Hyung ?"Tanyaku pelan.
"Malahan dia membimbing Hyung bukan ? Kita tidak memandangi kekurangan atau kelebihan, asalkan kita kompak menghadapi kedepan kuyakin kita bisa. Appa Hyung akan melihat kesungguhan Hyung dalam dunia idol mungkin akan merubah pemikiran Appa Hyung selama ini." Sambungku. Kuharap Seokjin Hyung tak menilai rendah dirinya.
"B…baiklah."Ujar Seokjin Hyung mengangguk. "Aku merasa agak mendingan." Ujarnya tersenyum membuatku memerah.
"Tak apa hyung. Kita sebagai teman harus saling mendukung."Ujarku sedikit lirih ketika mengucapkan sebagai teman.
.
3 hari berlalu…
"Wah, Kita mau makai kostum apa ya ?"Tanya Hoseok membuat aku dan yang lain membeku.
"Kok diam ?"Tanyanya bingung.
"Aku lupa memikirkan itu!"Jerit Seokjin-Hyung sambil menepuk jidat.
"Nggak papa kok. Kita make baju kasual aja."Hibur Jungkook membuat Jimin mengangguk angguk setuju atas usulan Jungkook.
"Aku juga." Timpalku.
"Hyung, kok terlihat pucat ?"Tanyaku memerhatikan bibir Seokjin yang begitu pucat.
"Hahaha, tenang Hyung. Pake sambal ABC aja! Lihat bibirku meronakan ?"Seru Jimin memamerkan botol sambal.
"Yoongi-Hyung, Kiss me."Godanya yang langsung diberikan tinjuan oleh Yoongi-Hyung.
"Nggak berguna."Ujarku speechless.
"Oh ya Hyung. Kookie punya lipstik." Ujar memarkan 3 buah lipstick.
"Kook, aku gagal paham dengan kamu Kook."Ujarku datar.
"Hyung, sudah makan ?"Tanya Yoongi yang masuk akal.
"B-Belum."
"Wah, kebetulan hari ini aku beli roti Nanas, Melon dan yakisoba." Celetuk Hoseok mengeluarkan banyak bungkusan roti.
"Wah, gila kau seok. Banyak banget rotinya."Ujarku terpukau. "Tapi kok Roti yakisobanya dimasukki kedalam tempat bekal ?"Tanyaku menatap rotinya.
"Hehehe, ini buatan sendiri loh."Ujarnya menyengir.
"Wah, keren ajari dong."Ujar Seokjin Hyung bersemangat.
"Woke Hyung. Hari ini aku akan pergi belanja Baguette (Roti Perancis) untuk stock minggu ini mau temani aku ke Brown Bread, Hyung ?" Tanya Hoseok.
"Kau suka sekali dengan Roti ya." Ujar Yoongi-Hyung speechless.
" Aku suka roti mereka sangat keren." Ujar Hoseok sambil memberikan jempolnya.
"Dimana letak kerennya coba ?" Ujarku ikutan speechless.
"Emang roti bisa dikasih untuk orang kita suka, Hyung ?" Tanya Jungkook polos.
"Tentu saja, Kookie."Balas Yoongi tersenyum tipis sambil mengelus surai kelam Jungkook.
"HYUNGGGG! Aku cemburu!"Teriak Jimin menarik narik baju Yoongi.
"He, bocah! Bisa nggak jangan kekanak kanakkan ?"Tanya sadis membuat Jimin mengerucutkan bibirnya.
"Oh ya, Hoseok untuk apa kau beli sebanyak ini ?"Tanyaku. Aku mengambil satu bungkus dari dalam tasnya.
"Untuk Taehyungie!"Serunya ceria.
Uhuk
Tiba tiba aku tersedak rotiku sendiri.
"Taehyung ? Kim Taehyung ? Ketua ?" Tanya Jungkook bertubi tubi.
"Yup. Cuman satu bernama Taehyung disini."
"Kau punya hubungan apa dengannya ?"Tanya Seokjin was was. Seokjin hyung memang sensitive kalau berhubungan Ketua Osis satu itu.
"Teman kecilku. My Tae Tae!"Serunya sambil menunjukkan wallpaper gambar Taehyung memakai costum kumbang. Eh ?
"Wah Ketua benar benar imut!"Jerit Jungkook heboh.
"Jungkook, lu berlebihan. Aku tahu lu cinta banget ama ketua galak kita, tapi setidaknya jangan alay." Nasehat Jimin yang langsung dipukul Yoongi.
"Nggak sadar diri." Sindirnya.
"H-Hyung jahat!"Ujar cemberut.
"Cih, dasar labil."
"Sudah, sudah. Sebaiknya kita pulang dan menyiapkan mental untuk esok."Leraiku.
"Kita akan memakai lapangan sekolah loh!"Seru Hoseok mengebu ngebu.
"Eh, bolehkah ?"Tanyaku terkejut. Tapi aku lupa dia anak kepala sekolah.
"Aku juga mengundang ketua!"Seru Jungkook tak kalah semangat.
"Benarkah ? Gila lu Kook."Timpal Jimin merinding membayangkan Ketua osis menggusur kami nantinya. Aku juga membayangkan hal yang sama dengan Jimin
"Apa kata Taehyung ?"Tanya Yoongi hyung. Aku mengalihkan pandanganku kearah Seokjin-Hyung yang diam sedari tadi.
"Aku dan hoseok pulang dulu ya."Ujar Yoongi Hyung dan Hoseok melambaikan tangan kearah kami.
"Oy! Yoongi-hyung hanya boleh bersamaku!"Jerit Jimin langsung mengejar Yoongi-hyung dan Hoseok. "W-Woy bantet! Nggak setia kawan lu!" Seru Jungkook juga ikut berlari mengejar Jimin sehingga tinggal aku dan Seokjin-Hyung.
Hening.
Karena akward moment akupun berinsiatif untuk memulai obrolan.
"Hyung nggak pulang ?"Tanyaku membuatnya tersentak dari lamunannya.
Hening lagi.
Hyung kau mengabaikanku TAT
"Nam, aku mengundang ayah kesekolahan kita." Ujarnya lirih memecah kesunyian diantara kami. Aku diam sambil memberi gesture untuk lanjut.
"Ayah marah besar, hingga nggak memberi uang jajan untuk sebulan ini." Ujarnya lesu.
"Hyung belum makan siang ?"Tanyaku khawatir. Pantas 2 hari ini Seokjin-Hyung terlihat lemas dan lesu. Aku yakin Seokjin hyung bukan tipikal membawa bekal.
"Aku tak apa, tapi ayah akan datang kan ?"Tanya memandang kedepan dengan tatapan kosong.
"Kita enggak akan tahu. Tapi aku harap semoga hatiny tergerak melihat kita bersungguh sungguh. Mohon kerja samanya Seokjin-Hyung!"Seruku memberikan semangat untuk Seokjin Hyung.
"Araseo." Ujar pelan sambil menyunggingkan senyum kesukaanku.
Yosh! Semangat untuk next day!
Namjoon pov end
.
Terlihat 6 namja berdiri dengan senyuman di wajah tampan mereka.
"…Jiguem nan kkumeul irun keonji anim kkumeul irheun keonji
Ajik jal moreukesseo naega seongkongui kkumeul mirun keonji
Babocheoreom jitneun useum dwien jeonghwakhi banjjeum
Ulgo isseo ikeon jeongcheseonge daehan naui bangjeung
Hyeonsilkwa isangeun chacheum mudyeojyeo teojineun gaseum
Eumakjeok kaljeungkwa kaldeung saie keojineun hansum."
Seokjin tersenyum sebentar lalu membuka mulutnya .
"Il nyeoni kago
Il nyeoni wado
Neowa nan kateun I seonyul wireul tto keodkettji
I bami wado
I bami kado
Deo naeun salmeul wihan yeonjuneun gyesok doekettji."
Ayahnya disini. Melihatnya!
Author note's :
Haha, ahkirnya NamJoon full :3 Apa tanggapan ayah Seokjin ?
Lagu : So 4 More.
