Let's Fight! Love is a War!
NCT, EXO, SVT, iKON, dll
YAOI, bahasa acak-acakan, OOC
Cast milik Tuhan YME, ortu dan agensi. Saya hanya meminjam nama mereka
.
.
.
"Ngapain Mingyu di sini?"
Kun menatap Mingyu yang tampak tampan dengan seragam.. chef?
"Bekerja di sini?" tanya Winwin yang membuat Kun memutar matanya. "Itu gak perlu ditanyakan lagi! Ah, aku akan memfoto-nya," kata Kun yang disalahartikan Winwin. "Ngapain sunbae foto dia?" tanya Winwin cemburu. Kun menatapnya geregetan. "Begini ya hoobae unyu-ku -Winwin nyengir dengernya-, di sekolah ada aturan kalau siswa gak boleh bekerja. Kalau ketahuan bisa dikeluarin," jelas Kun yang diangguki Winwin. Dikira Winwin ngapalin peraturan apa..
"Menurutku sih peraturan ini gak produktif, Joshua hyung masih dalam tahap rapat buat menghapus atau minimal mengurangi hukuman yang akan diterima siswa yang ketahuan kerja. Kemungkinan tercepat, pas anak kelas XII keluar peraturannya gak seketat saat ini"
Komite kedisiplinan SIHS tak hanya bertugas menegakkan peraturan yang ada, mereka juga bisa mengajukan keberatan jika ada aturan yang tidak produktif. Memang prosesnya panjang, tapi ada hasil yang cukup memuaskan. Peraturan 'dilarang berpacaran dengan sesama siswa' sudah dihapus dan itu membuat pasangan TaeYu bisa lebih leluasa di sekolah. Thanks to Joshua Hong and Yunhyeong!
Winwin yang baru menyadari situasi mengerjab cepat. "Sunbae mau memfoto ini supaya Mingyu dikeluarin?" kata Winwin agak kencang yang membuat Kun harus menutup mulut Winwin. "Ya enggaklah! Tapi hal ini bisa kita gunakan untuk mengancamnya nanti!" Winwin baru tahu sifat gelap dari seorang Kun yang tampak polos itu.
"Untuk saat ini, kita amati dari sini aja!" kata Kun dengan mata memicing. Winwin mengangguk, selama ada Kun di sisinya, mau gebukin Taeyong atau membakar sekolah akan dia lakukan!
~Let's Fight! Love is a War!~
"Wah, Winwin belum pulang."
Jaehyun menyalakan lampu, seketika ruangan yang tadinya dalam keadaan -sepertinya-akan-ada-yang-muncul terang benderang. Doyoung mengerjabkan mata kelincinya kesilauan, Jaehyun yang melihatnya nahan teriak. Kyeopta!
"Kamu saudaraan sama Winwin?" tanya Doyoung baru ngeh. Perasaan Jaehyun sama Winwin gak ada mirip-miripnya, kecuali tekad mereka yang mengejar sunbae idaman sepenuh hati. Jaehyun yang mendengar itu tertawa renyah sekaligus geli, amit-amit dia saudaraan sama makhluk idiot kayak Winwin. "Enggaklah hyung, Winwin tinggal bareng kami karena orang tuanya takut dia kenapa-kenapa kalau tinggal sendiri. Padahal kalau dia sendiri juga gak bakal ada yang mau nyulik, dia kan alien yang heboh nan bodoh," jawab Jaehyun panjang lebar yang membuat Doyoung melongo. Buset kata-katanya tajam juga. "Oh ya, hyung duduk aja. Biar aku siapin makanan," kata Jaehyun kembali tersenyum. Aduh Jaehyun, jangan senyum gitu entar Doyoung makin suka.
Suka?
Doyoung mengerjabkan mata besarnya, astaga pemikiran macam apa tadi? "Hyung bantu deh,
" kata Doyoung gak enakkan. Jaehyun menggeleng. "Kalau enggak hyung duduk di counter dapur aja ya," kata Jaehyun yang langsung diprotes Doyoung.
"Anniya, hyung bantu!"
Jaehyun melihat Doyoung yang mencak-mencak sendiri, unyu banget. "Kalau gitu hyung buatin cokelat panas deh," katanya yang disambut anggukan Doyoung. Jaehyun jadi pengen melihara kelinci, soalnya Doyoung itu beneran mirip kelinci. Imut, gemesin terus enak dimakan(?)
"Ngomong-ngomong Jaehyun-ah, kau mengambil eskul apa?" tanya Doyoung sambil mengambil gelas yang ada. Jaehyun yang sedang memikirkan bahan apa saja yang kurang melongokkan kepalanya dari dalam kulkas. "Vokal hyung," jawab Jaehyun polos. Doyoung yang mendengarnya kaget, tentu saja. "Kita satu eskul dong, ini kebetulan ya."
"Ne, hyung," jawab Jaehyun ceria. Sebenarnya selain karena merasa suaranya bagus, Jaehyun masuk klub vokal karena dengar-dengar Doyoung juga masuk klub itu. Sekali mendayung, dua-tiga pulau terlampaui.
Ingatkan Jaehyun untuk menebus dosanya yang bertambah lagi.
"Biasanya kita akan melakukan kolaborasi dengan klub akustik dan beat box untuk acara akhir tahun, tahun lalu Taeil hyung malah nyanyi solo. Kalau kita ikut lomba dan menang dapat uang lho! Oh ya, sebentar lagi juga ada lomba dan yang dikirim cuma 2 orang. Ada juga evaluasi tiap bulan.."
Jaehyun takjub dengan kemampuan berbicara Doyoung yang lama dan menggebu-gebu. Heran aja gak capek-capek, mungkin inilah the power of bagian humas. Jaehyun tersenyum tertahan sambil memotong wortel yang ada.
".. Kadang kita juga ikut buat lomba paduan suara, tapi yah itu bukan divisiku sih. Oh, dingin ya," kata Doyoung melihat telinga Jaehyun yang memerah. Jaehyun mengangguk, dia gak lemah hanya saja demam yang baru turun seperti akan meninggi lagi dan ini memengaruhi daya tahan tubuhnya. Doyoung meminum cokelat panasnya yang sudah jadi beberapa detik lalu dengan pelan.
Jaehyun yang sedang memasukan bahan-bahan ke panci nyaris teriak saat melihat sedotan di hadapannya, tapi untung dia gak memekik ala yeoja. "Jaehyun-ah, minum nih," kata Doyoung perhatian. Sejujurnya Jaehyun deg-degan, kedua tangan Doyoung melingkari pinggangnya -buat ngasih minum, entah kenapa harus seintim itu- dan saat menghela nafas telinga Jaehyun agak geli.
Pikiran Jaehyun jadi bertambah kotor.
"Buruan," kata Doyoung yang membuat Jaehyun sadar. Dia menyedot cairan cokelat manis nan enak itu dengan santai, Jaehyun ingin memertahankan posisi ini selama mungkin. "Tapi di luar hujan lagi ya? Kok kayak ada bunyi petir?" tanya Doyoung ber-monolog. Kalau Johnny atau Winwin kayak gitu pasti langsung Jaehyun sambar 'ya denger sendirilah, kalau ada suara petir pasti mau hujan. Gimana sih', tapi karena ini Kim Doyoung yang imut nan kyeowo, Jaehyun membalas, "Kayaknya sih hyung. Mungkin bakal lebih deras lagi."
Jaehyun asik mengaduk sup -kalau ramyun terlalu mudah, Jaehyun mau membuat Doyoung kagum padanya, ingat- dengan pikiran bercabang, bahkan dia gak sadar cokelat panasnya habis. "Jaehyun segitu sukanya? Jelas-jelas udah abis," kata Doyoung bingung. Dia berusaha menarik sedotannya tapi Jaehyun kelihatan gak bergerak, digigit itu kayaknya. "Aku kedinginan. Peluk lebih erat dong, hyung," pinta Jaehyun spontan. Doyoung memerah, posisinya emang kayak meluk Jaehyun sih. Gelagapan dia mengalihkan perhatian Jaehyun, "E.. Eh, Winwin kok belum pulang ya?"
~Let's Fight! Love is a War!~
"Dasar playboy kelas kakap"
Dumelan Kun membuat Winwin menengok, sejujurnya dia membenarkan perkataan sang sunbae sih. Gimana enggak, Mingyu yang mendeklarasikan ingin membuat Jeon Wonwoo menjadi kekasihnya kini tertawa riang dengan seorang yeoja. Garis bawahi, tebalkan dan kalau perlu miringkan kata itu. Apa si Kim -sialan- Mingyu itu serius?
"Benar kata Joshua hyung, dia hanya ingin memainkan Wonwoo. Sialan, untung aku melihatnya." Winwin harusnya terkejut melihat sang pujaan hati mengumpat, tapi Qian Kun tampak makin seksi jika umpatan itu disertai dengan gigitan bibir gemasnya. Lihat betapa otak porno seorang Jung Johnny dan Jung Jaehyun menularinya begitu cepat.
Tangan Kun cepat mengklik layar hape-nya, bahkan iphone 7 itu mungkin bisa retak dibuatnya akibat kemarahan sang empu. Lihat jari kurus itu, Winwin membayangkan jika Kun memegang itu pasti mantap.
Memegang mic maksudnya, suaranya Kun kan bagus.
"Baiklah noona, kurasa kau tak perlu khawatir. Aku selalu berada di sini tiap Senin dan Kamis." Mingyu hanya tersenyum tapi yeoja di hadapannya meleleh parah dibuatnya. "Can I see you next Monday?"
"Ne!" pekik si yeoja senang. "Mingyu-ya, pastikan chocolate danish pastry selalu tersedia di mejaku," kata yeoja itu lagi sebelum mengerling genit. Yeoja cantik berbadan bohay ulala itu pergi dengan ringan, beberapa pelayan kafe ternganga dibuatnya. Winwin sendiri sempat membeku. "Seksinya.." gumam Winwin yang membuat Kun menjitaknya keras.
"AWWWWW"
Terima kasih karena membuat Mingyu melihat ke arah mereka, Winwin.
"Kun sunbae? Err.. Winwin?"
Kun yang sadar mereka ketahuan berdiri sambil menarik Winwin, posisi mari-awasi-si-playboy-itu membuat Kun agak memerah tapi Winwin nangkepnya lain. Dikira Kun suka sama Mingyu yang makin cakep. Mingyu kelihatannya sadar bahwa di hadapannya ada seorang anggota OSIS, dia membelalakkan matanya.
"Sunbae! Anu.."
"Ah, maaf menggangu. Kami akan segera pergi"
"Sunbae.. Bisa menungguku?"
"Anni, aku harus mengantar anak ini pulang. Kajja, Winwin"
Sekilas ini lebih terlihat seperti seorang kekasih yang memergoki pacarnya selingkuh dan mengalami cinta segitiga dengan sahabat karibnya. Winwin sendiri menahan laju tangan Kun, yang membuat si empu bingung.
"Kita harus dengerin dia ngomong, sunbae!"
"Dia mau jelasin apa? Soal pekerjaannya di sini atau playboy-nya itu?"
"Err.. mian.."
"Kita ke sini buat memperjelas apa yang kabur, sunbae. Akan lebih baik jika kita tahu yang sebenarnya!"
"Semua udah jelas, aku, anni Joshua hyung benar soal Mingyu"
"Kita gak bisa menilai segala sesuatunya dari penampilan lho, sunbae"
"Jadi kau membela Mingyu?"
"Bu.. bukan, sunbae.."
"Hump, kalian namja sama saja(?)"
"Err.. Kalian, semuanya menonton kita lho"
Perdebatan gaje WinKun terhenti seketika. Pengunjung kafe dan pegawainya nampak mengerjab penuh simpati, eneg, dan penasaran.
"Omigat! Mingyu udah punya pacar? Lihat si rambut cokelat, dia tampak sangat kecewa"
"Temannya yang rambut hitam kayaknya suka sama si sunbae, jangan-jangan.."
"Cih, Mingyu memang keterlaluan!"
Bisik-bisik pelanggan membuat Mingyu panik, oh reputasinya..
"Mingyu-ya." Seorang yeoja memandang mereka tajam. "Selesaikan urusanmu di ruanganku." Mingyu meneguk ludah kasar, gawat. "Ne.."
Tapi anehnya, Kun bersikeras menggeleng. "Kalau kau ingin menjelaskan sesuatu, aku tidak butuh. Aku akan pergi, dengan satu syarat."
"Apa itu?" Serigaian yang tak begitu cocok di wajah manis Kun tercipta, Winwin mengagumi kemanisan Kun dalam hati. "Well.."
~Let's Fight! Love is a War!~
Harusnya Doyoung sedang belajar matrix.
Harusnya Doyoung sedang duduk nyaman di kursi belajarnya.
Harusnya pula, Doyoung sedang memakan cemilan yang disediakan sang eomma.
Tapi apa yang dia lakukan? Dia malah terdampar di rumah seorang hoobae yang menyukainya secara terang-terangan, duduk di kursi makan yang bagus luar biasa dan memakan masakannya yang enak. Mimpi apa Doyoung semalam? Tunggu, perasaaan kemarin dia gak mimpi apa-apa deh.
"Hyung, tambah lagi aja," pinta Jaehyun sambil mengambil sepotong besar ayam -Jaehyun banyak masak makanan- yang disambut gelengan kepala Doyoung. Jaehyun merengut. "It's okay hyung, aku gak bisa ngabisin semua ini lho." Kalau di sini ada geng-nya dan Johnny, pasti dia udah diteriaki 'bullshit!' dengan kencangnya. Jaehyun dipanggil babi bukan tanpa alasan.
Doyoung mengambil lagi makanan yang hampir habis itu. "Johnny hyung nginep apa ya? Tumben belum pulang," gumam Jaehyun. Dia sudah menyisakan bagian Winwin dan Johnny, tapi kalau mereka gak pulang mending Jaehyun yang makan kan?
I saw an angel
neol cheoeum bwasseul ttae
haneureseo naeryeoon cheonsagati biccnasseo
gunggeumhaejyeosseo neon nugureul talmaseo
geuri areumdaunji
Doyoung cukup sigap untuk mengambil hape-nya yang bunyi, Jaehyun –entah kenapa- tegang mengingat sang calon namjachingu ditelpon.
"Yeoboseyo"
".."
"Hyung? Ah ne, ne. Aku masih di rumah temen"
".."
"Bentar lagi hyung, santai ajalah"
".."
"Ne, Gongmyung hyung. Namdongsaeng-mu yang tampan ini akan pulang jika makanannya sudah habis"
".."
"Enak aja! Aku ditawari masa ditolak? Selama gratis mah ayo aja"
".."
"Ne~"
"Gongmyung hyung, dia menyuruhku pulang," jelas Doyoung sambil mematikan sambungan teleponnya. Jaehyun mengangguk, karena dia udah tahu Doyoung punya hyung dari biodata yang dia lihat di buku siswa. Hening melanda sampai pintu dibuka keras.
BRAK
"JAEHYUN-AHHHHHH"
Jaehyun yang dipanggil pura-pura gak peduli, Doyoung sendiri inisiatif menuju ruang tamu yang tak jauh dari ruang makan. Mata besarnya membola saat melihat sosok tak asing. "Johnny hyung!"
Johnny yang baru saja ingin meneriaki dengan sepenuh hati menelan kata-katanya. "Oh! Uri ttoki!" pekik sang mantan seksi olahraga. Dia menepuk rambut oranye Doyoung gemas, gak nyangka akan melihat hoobae kesayangan di rumahnya. Tunggu, Doyoung di sini bareng Jaehyun?
"Doyoung-ah! Apa kau diapa-apakan si om mesum itu?" tanya Johnny panik sambil memicingkan matanya ke arah leher dan baju Doyoung. Kelihatan masih utuh dan tidak sobek. Johnny memegang kedua bahu Doyoung dan terihat sangat serius saat berkata, "kalau Jaehyun ngajak kamu ke tempat sepi, jangan mau ya. Bilang aja kamu sibuk, disuruh kerja rodi sama Taeyong atau apa kek. Terus kalau dia ngajak jalan sama pulangnya malem, telepon Gongmyung hyung suruh jemput."
Doyoung kok merasa jadi anak gadis ya? "Hyung berlebihan," kata Doyoung sambil menyernyit. Jaehyun yang secara tiba-tiba sudah ada di ruang cuma merengut. "Hyung, kau berkata seolah-olah aku akan melakukan sesuatu pada Doyoung hyung!" cetusnya ngambek. Johnny mau muntah melihat tingkah sok imut Jaehyun di depan Doyoung. "Najis kau Jung Jaehyun. Lebih baik kau pulang Doyoung, udah malem," kata Johnny kalem ke Doyoung. Jaehyun menyernyit, ternyata tanpa dia tahu Johnny akrab sama Doyoung.
Johnny menghentikan langkah Jaehyun. "Anni, Doyoung dianter hyung," katanya sok berwibawa. Dia sebenarnya gak rela sih kalau Jaehyun ngejar Doyoung, walau tampak unyu Jaehyun lebih mirip om-om kalau mengincar mangsa. "Jangan ngebantah, tungguin Winwin sana. Hyung kira dia belum pulang kan? Gak ada sepatunya di luar."
"Hyu.." Belum sempat protes dibalut umpatan keluar dari mulut Jaehyun pintu rumah dibuka lagi, dan muncullah sosok yang menjadi dalih Johnny mengantar Doyoung. "Winwin!"
Winwin yang baru masuk menatap Johnny cengo. "Oh hyung," katanya malu, malu ketahuan pulang malam padahal baru jam 8. Jaehyun menatapnya dengan senang, kesempatan nganterin Doyoung membesar. "Tuh, mending Doyoung hyung.."
"Doyoung!" Kayaknya banyak banget yang motong kalimat Jaehyun hari ini.
"Kun! Kenapa kau bersama Winwin?" kata Doyoung mempertanyakan kebutulan aneh ini. Kun menggaruk lehernya yang gak gatal. "Sekarang udah malem, kupikir lebih baik mengantar Winwin pulang. Sebenernya sih dia nolak tapi aku dapet sms kalo kamu di rumah Jaehyun, aku maksa Winwin buat anterin aku ke sini," jelas Kun canggung. "Ah, Johnny sunbae," katanya memberi salam pada sosok setinggi tiang di hadapannya. Kun kenal Johnny karena dia pebimbing belajar kelompok jaman dulu, sementara Johnny mengenal Kun sebagai seorang hoobae pendiam yang manis namun polos dan tak sebodoh Doyoung. Johnny mengangguk antusias melihat kemungkinan Jaehyun berduaan sama Doyoung makin kecil. "Oke, kalian cepat pulang ya. Kalau ada ahjussi mesum langsung lari.."
"Ne, yang mukanya kayak Johnny hyung gitu," celetuk Jaehyun yang membuatnya dihadiahi pukulan keras di kepala.
"AWWWW"
"Hati-hati sunbae!" pekik Winwin lesu karena saat ingin mengantar pelototan Johnny membuatnya ciut. Kun dan Doyoung mengangguk lalu berjalan pergi setelah memberi senyum manis kepada para pejantan 97line, hadiah karena udah ditraktir makan.
"Gomawo, saeng"
Makan malam rasa kencan pertama *eh?
.
.
.
TBC
Hai pembaca yang memiliki kesabaran besar, Panda is backkkkk
Mungkin kalian merasa chapter ini pendek, jelek, kurang memuaskan maaf ya.. Soalnya Panda berpikir harus menghadirkan para kopel utama dulu. Panda juga sadar kok, ff ini kebanyakan karakter XD . Apalagi pas chapter depan, bisa banyak karakter –dan kopel- yang disinggung. Karena itu, Panda rombak supaya gak terlalu banyak karakter disebut bahaya entar XD.
Oh ya, Panda minta maaf gak sempet balas review. Tapi tentu saja review kalian Panda baca XD. Gomawo buat kalian yang udah repot-repot baca, review, follow, dan favourite XD. Para sider pun Panda apresiasi kok.
Anyway, review please~
PS: Markhyuck ada konflik -gaje- chap depan~
