Happy reading

"Buka matamu, nona!!" Shisui berbisik ditelinga Hinata, gadis itu membuka mata secara perlahan, Shisui masih mengurungnya dengan kedua tangan.

"Kenapa kau memejamkan mata? katanya kau mau memasak?" Shisui masih menggoda Hinata, gadis itu menelan ludah, karena wajah Shisui begitu dekat.

"Eh??"

"Kalau kau menunggu sesuatu yang panas kau harus bersabar dan menunggu sampai malam." godaan Shisui membuat Hinata membulatkan matanya, gadis itu mendelik tidak suka.

"Itu tidak lucu!!" ucap Hinata ketus, gadis itu menurunkan tangan Shisui kemudian melipat tangan didada.

"Mm, Bagaimana kalau kita siapkan kamar supaya kita bisa berbagi, hn!!" Shisui suka sekali menggoda Hinata.

"Dalam mimpimu tuan, aku akan tidur di kamar lain!!" jawab Hinata ketus.

"Ya, tapi itu jika nenekku dan ibumu mengijinkannya!!" Shisui tersenyum saat melihat ekspresi Hinata yang mengernyitkan alisnya.

"Apa maksudmu?" Hinata tidak mengerti kenapa Shisui berkata seperti itu.

"Nenek dan ibumu akan menginap malam ini untuk memastikan kita melewati malam pertama dengan baik." Hinata membulatkan matanya.

"Apa??? aduh bagaimana ini? apa yang kita lakukan!!" Hinata panik mendengar ucapan Shisui.

"Tenanglah, kita hanya perlu tidur bersama, itu saja!!" Hinata memutar matanya bosan.

"Dasar kepala kasur!! kenapa yang ada di pikiranmu hanya tidur dan tidur!! ya sudah tidur sana, aku akan menyiapkan sesuatu untuk menyambut mereka." Hinata berlalu meninggalkan Shisui untuk menyiapkan semua keperluanya.

"Kepala kasur?? ada-ada saja." senyum Shisui terlihat lebih lebar, ya menggoda Hinata sangat menyenangkan untuknya, semua terasa cukup untuk Shisui, cukup seperti itu, Hinata tidak perlu tahu lebih tentang dirinya.

Another Love

"Wah, rumahnya indah sekalii!!" Hikari ibu Hinata memekik saat melihat dekorasi dan desain rumah baru Hinata, sedangkan nenek Uruchi hanya tersenyum melihat tingkah ibu mertua dari Shisui, saat baru tiba mereka di sambut dengan jamuan makan malam yang lezat.

"Ibu jaga sikapmu, jangan kampungan seperti ini!!" Hinata menggerutu dan berbisik pada ibunya.

"Nyonya Uruchi bagaimana kalau kita lihat kamar mereka!!" tanpa mendengar ucapan Hinata, kedua wanita beda usia itu segera menuju kamar pengantin baru tersebut, Hinata dan Shisui hanya bisa saling melirik, mengikuti dua wanita tersebut yang menuju ke kamar mereka.

"Wahhhh, ya ampun ibu tidak menyangka kalian sudah menyiapkan semua untuk malam pertama!!" Hinata tersenyum masam, salahkan Shisui yang sudah mengatur semuanya.

Tempat tidur dengan sprei putih bersih, ada kelambu yang terikat rapi di setiap sudut tiang ranjang, taburan bunga mawar merah, putih dan merah muda juga menghiasi tempat tidur tersebut dan ditata dengan bentuk hati ditengahnya.

Lilin-lilin ditata sedemikian rupa, wangi lembut juga tercium dengan aroma yang menenangkan, cahaya lampu yang temaram juga membuat suasana kamar semakin nyaman .

"Ini sangat romantis!!" Hikari dan nenek Uruchi tertawa bersama.

"Baiklah sayang kalau begitu nenek dan ibumu akan ke kamar kami, kau tidurlah bersama suamimu!!" nenek Uruchi tertawa lebar.

"Tentu saja nek, sepertinya istriku sudah kelelahan!!" Shisui merangkul pundak Hinata, mereka saling melempar senyum.

"Jangan lupa buatkan nenek cicit yang manis yaa??" bisik nenek Uruchi pada Shisui yang tentu saja didengar oleh Hinata.

"Baiklah nenek, aku akan segera membuatnya." jawab Shisui dan dia mendapat tatapan tajam dari Hinata.

Another Love

Hinata benar-benar merasa gelisah, Shisui hanya menatap Hinata yang mondar-mandir diruangan kamar, gadis itu tampak cemas.

"Sebaiknya kau tidur, ini sudah larut!!" Shisui yang baru keluar dari kamar mandi terus melihat Hinata, pada akhirnya dia memilih untuk merebahkan tubuhnya di tempat tidur yang bertabur bunga.

"Bagaimana mungkin kau bisa begitu santai Shisui-san!!" Hinata melipat tangannya, sedangkan Shisui hanya menggelengkan kepalanya.

"Memangnya harus bagaimana? apakah harus seperti drama televisi, dimana aku harus tidur di sofa atau dibawah dan kau tidur di kasur hangat dan empuk, begitu?" Shisui berkata panjang lebar.

"Apa maksudmu?" Hinata semakin tidak mengerti dengan ucapan Shisui.

"Tidak saling mencintai bukan alasan untuk tidak berbagi tempat tidur, kita sudah menikah, memang apa salahnya tidur bersama? kau tidak akan hamil hanya karena tidur denganku, kecuali kalau kita melakukan itu!!" wajah Hinata memerah saat mendengar ucapan Shisui.

"Tapi kalau kau tidak mau tidur disini, tidak apa-apa, aku tidak memaksa." Shisui menepuk tempat tidur tepat disampingnya, sejujurnya apa yang dikatakan pemuda itu memang benar.

"Baiklah, kalau begitu kita tidur bersama!!" Hinata yang tidak mau kalah akhirnya naik ketempat tidur dan menyelimuti tubuhnya sampai ke leher, Shisui menahan tawa melihat tingkah Hinata.

"Jangan menatapku saat aku sedang tidur, dan jangan mencuri kesempatan, kau mengerti!!!" ucap Hinata, Shisui menganggukkan kepalanya.

"Walaupun aku tidak yakin bisa tidur dengan nyenyak!" tambah Hinata, gadis itu memejamkan mata entah dia tidur atau tidak tapi hembusan napasnya terdengar halus dan tenang, Shisui tersenyum tulus kemudian melakukan hal sama yaitu tertidur dengan posisi terlentang

Pukul 07:00 pagi...

Hinata merasa terganggu oleh suara tawa yang terdengar dari balik pintu, dengan mata yang terpejam dia bisa mengenali suara tawa tersebut, siapa lagi kalau bukan ibu dan nenek dari suaminya.

'Shisui??'

Hinata membuka mata dari rasa nyaman dalam tidurnya, terasa hangat dengan wangi maskulin, tapi matanya semakin terbuka lebar, dia menelan ludah dan sedikit gugup.

'Hwaa kenapa seperti ini?? memalukan!'

Hinata memeluk punggung Shisui yang tidur membelakanginya, punggung yang terlihat tegap dan lebar hanya tertutup kaos putih dan wangi.

Dengan segera Hinata terbangun karena takut si pemilik punggung menyadari kecerobohannya, tanpa dia sadari orang itu sudah membuka matanya sejak tadi, tentu saja suara tawa ibu mertua dan neneknya membuat pemuda itu juga terbangun dari tidurnya, apalagi yang dilakukan kedua wanita tersebut selain mengintip anak dan menantunya.

Flashback

Hinata sudah terlelap, bukankah dia ragu bisa tidur nyenyak? tapi gadis itu sudah pergi ke alam mimpi sejak tadi, sebaliknya Shisui merasa kesulitan bahkan untuk memejamkan matanya.

Pemuda itu tidak bisa menepati janjinya, saat ini tatapannya tertuju pada Hinata yang tidur pulas, pemuda itu terkejut saat Hinata berbalik ke arahnya, bibirnya sangat menggoda dan sedikit terbuka, tangan Shisui terulur dan ingin mengusap bibir dengan warna pink itu.

Sesekali terdengar suara lenguhan dari mulut Hinata, mungkin gadis itu kelelahan dan tidak merasa nyaman dalam tidurnya, Shisui mengusap rambut Hinata dan membuat gadis itu terlihat tenang.

Shisui berusaha untuk mengendalikan diri, tentu saja dirinya tergoda pada Hinata, suasana kamar yang romantis ditambah pengantin wanita yang dia cintai.

Pada akhirnya Shisui memutuskan untuk mengubah posisi tidurnya, membelakangi Hinata untuk menghindari hal yang dia inginkan, Hinata terlalu menggoda saat ini.

Grebb...

Shisui terkejut, tangan putih Hinata melingkar di perutnya, gadis itu memeluknya dari belakang, dia ragu untuk melepaskan tangan gadis itu, bagaimana jika gadis itu terbangun dan salah paham.

Maka Shisui memilih untuk membiarkannya, walaupun dirinya tidak bisa tertidur dan tidak bisa bergerak.

Flashback end

Hinata menatap seragam polisi Shisui yang menggantung di lemari sangat rapi dan wangi, Hinata mengambilnya kemudian menyimpannya di atas tempat tidur untuk di pakai Shisui, tidak lupa sepatu dan kaos kakinya.

"Wah, kau memang istri idaman!" Shisui baru keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk di pinggangnya.

"Hm, ini karena nasehat dari nenek kemarin, sebelum pulang beliau berpesan supaya aku selalu menyiapkan semua keperluanmu." ucap Hinata sambil menyiapkan tas Shisui.

"Kalau kau keberatan, kau tidak perlu melakukannya!" ucap Shisui sambil tersenyum.

"Tidak apa-apa, aku tidak akan meminta bayaran darimu." jawab Hinata sambil tersenyum.

"Aku juga sudah menyiapkan sarapan!" tambah Hinata.

"Kau memang istri yang baik sayang, tapi keluarlah aku mau berpakaian dulu." Shisui mendorong Hinata pelan menuju pintu, gadis itu hanya menurut.

Another Love

Sarapan pertama di hari kedua pernikahan mereka, Shisui dan Hinata makan dengan tenang, dan lahap.

"Kau kuliah hari ini? aku bisa mengantarmu dengan sepeda motorku!!" ucap Shisui menggoda Hinata, mengingat kembali saat Hinata ketakutan naik sepeda motornya.

"Aku mengambil cuti, aku harus menata ulang isi rumah ini!! dan kau sendiri pekerjaan apa yang kau lakukan hari ini??" ucap Hinata.

"Ada anggota polisi baru yang dipindahkan dari Okinawa, Sai Iguri, pangkatnya sama denganku, dan rencananya pihak kantor akan mengadakan acara penyambutan!" ucap Shisui panjang lebar.

"Wah, berarti dia itu sainganmu Shisui-san?"

"Tapi aku kurang setuju jika penyambutan untuknya terlalu berlebihan!" jawab Shisui.

"Ahh, kau hanya iri!" Hinata tertawa seolah mengejek suaminya.

"Mungkin reputasinya lebih bagus darimu?" lanjut Hinata, Shisui hanya menggelengkan kepala.

"Dia penembak jitu, tapi kau tahu kenapa dia dipindahkan?" Hinata mendengus.

"Aku tidak tahu apapun tentang urusan seperti itu!!" tegas Hinata.

"Dia akan menjadi partnerku untuk menangkap penjahat yang sedang kami selidiki, komisaris tidak puas dengan pekerjaanku dan anak buahku!!" Hinata menatap Shisui.

"Sudahlah, aku sama sekali tidak mengerti!!" Shisui tersenyum, dia lupa dirinya dan Hinata tidak perlu berbagi karena pernikahan mereka hanya di atas kertas.

"Aku berangkat, jaga dirimu, dan terima kasih untuk sarapannya!!" Shisui beranjak disusul Hinata yang mengantarnya sampai pintu depan.

"Ingatlah satu hal, jangan menerima tamu yang tidak kau kenal, hubungi aku jika ada sesuatu yang penting." Hinata tertawa mendengar nasihat Shisui.

"Ayolah, kenapa tertawa? itu untuk kebaikanmu!!" ucap Shisui.

"Iya baiklah tuan!!" jawab Hinata dengan senyum di wajahnya.

Another Love

Hinata kembali ke kamar setelah Shisui berangkat, bermaksud untuk memulai pekerjaannya, tapi tanpa sengaja dia melihat sebuah benda di meja rias yang pastinya milik Shisui.

"Inikan dompet Shisui-san...!!"

Hinata mengambil benda tersebut, berniat menyimpannya, namun rasa penasaran membuat tangannya gatal ingin membuka lipatan benda tersebut.

"Ish, Hinata jangan lancang !!!"

Hinata menepuk kepalanya, mengurungkan niatnya untuk membuka dompet Shisui.

"Aku hanya takut melihat ada foto wanita lain..!!" Hinata bergumam kemudian menyimpan benda itu ke dalam lemari.

To be continue

Halahh ...

Aku tuh lelet buat cerita ini ... gomene reader semua ...

Nah mudah2an yg kangen cerita ini bisa terobati kangennya ...

I love you all

Salam aisyaeva...