Dating Simulation
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Disclaimer : Isn't Mine
Rating : T
Genre : Romance, friendship
Warning : bxb, shounen-ai, crossdressing!chara, super OOC, banyak typo, alur gaje dan maksa.
Pair : All x Rintaro
Length : words
Summary : Simulasi kencan dengan Tatewaki Rintaro sebagai tumbalnya? Semangat Rintaro-chan.
.
.
.
.
.
Don't like, don't read.
.
.
.
.
.
LAST CHAPTER : A DAY WITH THEM
Hari ini adalah hari terakhir dimana Rintaro akan menghabiskan waktu bersama kelima orang itu. Hari ini juga adalah hari dimana Rintaro akan memberikan tanggapan atas kencan-kencan yang telah terjadi di hari-hari sebelumnya. Pagi ini, mereka berkumpul di taman bermain, atas permintaan Rintaro yang ingin bersenang-senang di taman bermain. Sebenarnya, Rintaro inign mengajak Kohana dan Juri, tapi langsung dibantah oleh Juri dengan alasan, ini masih dalam proyek, dan Kohana tidak boleh tahu.
Jadi, tanpa perempuan, mereka menikmati taman bermain, menaiki berbagai wahana, mengunjungi semua stand yang ada di sana, membeli lolipop, dan makan siang bersama. Bmereka semua bergembira. Sedikit banyak kegiatan di taman bermain ini memutar kembali ingatan mereka tentang kencan-kencan yang lalu. Saat mereka berbagi cerita, menonton home theatre, mengeringkan kain lukis, mengikuti adu tari, ataupun sekedar menyuapi makanan. Tidakkah ada di antara kalian yang merasa de javu?
Ah, omong-omong, hari ini Rintaro menggunakan kaos putih yang dilapisi dengan kemeja berhoodie motif kotak-kotak lengan panjang yang digulung sampai siku tidak dikancingkan, dengan panjang beberapa cm di atas lutut dengan paduan warna merah, biru, putih dan hitam. Celana jeans abu-abu melekat sempurna di kakinya. Rambutnya ditata lurus, ujungnya diombre dengan warna hijau keemasan. Di kepalanya, Rintaro mengenakan topi dengan warna senada jeans yang ia pakai.
Puas di taman bermain, Rintaro pamit duluan. Malam nanti mereka akan bertemu kembali di festival kembang api. Rintaro butuh waktu untuk istirahat dan merias diri, karena itu dia pulang lebih dulu dari yang lain.
"Sampai jumpa nanti malam, ya.." Ujar Rintaro sambil melambaikan tangannya pada yang lain, sebelum berbalik dan berjalan pergi.
Waktu dihabiskan Rintaro untuk tidur, pukul 4 sore, Rintaro bangun, dan mandi. Juri rupanya telah datang utnuk membantu Rintaro. Perawatan dan pemilihan kimono menghabiskan waktu yang cukup lama. Meski begitu, saat matahari telah terbenam. Dia pergi menuju tempat yang dijanjikan. Di sana sudah ada teman-temannya dengan Yukata mereka. Mereka tengah menunggu Rintaro, Rintaro segera menghampiri mereka.
Rintaro datang dengan kimono krem bermotif bunga yang sangat melambangkan diri Rintaro sendiri, Juri bersusah payah mencarikan kimono ini untuk malam terakhir proyek mereka. Obi biru muda yang dipita di bagian belakang melingkar manis di pinggangnya. Rambutnya ditata mirip dengan gaya rambut ibu Kohana, sangat persis dengan hiasan mawar yang diletakkan di tempat yang sama. Ombre di rambutnya sudah dihilangkan. Malam ini, Rintaro terlihat lebih mempesona dari hari-hari sebelumnya. Dia, sangat cantik. Omong-omong, Rintaro juga mengenakan geta untuk malam ini.
Rintaro kemudian mengajak yang lain untuk mengelilingi festival itu, mencicipi banyak makanan, melihat berbagai aksesoris dan boneka. Setelah lelah, mereka duduk berderet di titik terbaik untuk melihat kembang api, ah terkecuali Rintaro yang memilih untuk menghadap yang lainnya. Waktu sebelum kembang api mekar adalah waktu yang bagus untuk berbicara, bukan? Rintaro berdehem dan dia mendapat semua perhatian mereka.
"Teika itu.. tipe dominan yang mau memberikan apa saja untuk pasangannya. Kencannya membuatku merasa sangat terhormat, tapi itu membuatku sedikit tertekan. Meskipun begitu, kencan itu berakhir dengan menyenangkan."
"Dengan Louis membuatku merasa menjadi putri semalam. Kencannya tidak butuh banyak waktu, tapi tepat sasaran. Tipe cassanova yang membuatmu berlutut padanya. Dia sudah berpengalaman."
"Kanato memberikan kencan yang unik. Benar-benar tipe orang yang sayang keluaqrga. Siapapun yang melihat keterampilan dan kasih sayangnya, pasti tidak akan menyesal berkencan dengannya."
"Kalau Aoi.. Dia itu begitu polos, tipe orang yang belum pernah sama sekali terjerumus hal-hal negatif. Kencannya juga begitu alami dan dipenuhi kepolosan yang tidak mengecewakan."
"Terakhir, Monet. Jujur saja, karena aku mengenal Monet lebih lama dari kalian, dan telah terbiasa menghabiskan waktu bersamanya, kencan dengannya jadi terasa lebih nyaman. Ah, kencan dengan Monet itu adalah kencan pendekatan untuk meraih kenyamanan dalam diri masing-masing, dan itu benar-benar membuatku nyaman."
"Tapi.. Bersama kalian itu menyenangkan. Meski aku awalnya malu, aku tidak menyesal melakukannya. Menghabiskan waktu bersama kalian seperti itu, luar biasa." Kembang api diluncurkan.
"Aku suka kalian." Dan mekar bersamaan dengan senyum Rintaro. Pemandangan yang indah melihat Rintaro yang membelakangi kembang api seperti itu. Tidak ada satupun yang bergerak dari tempatnya, tidak ada satupun yang mampu mengalihkan pandangan, nereka semua terpesona.
Hei, hei.. Hentikan wajah merah kalian itu dan juga hentikan pemikiran untuk memacari Tatewaki Rintaro. Kalian sudah lupa tujuan awal kalian? Dating Simulation telah berakhir. Jadi, lebih baik sekarang fokus ke tujuan awal kalian. Dan berhenti memikirkan tentang kencan kedua bersama Rintaro, memangnya Aigasaki Kohana kalian kemanakan?! Ah, sudahlah.
END
Epilog
Esok harinya rutinitas telah kembali seperti semula, mereka berkumpul di ruang rapat, tapi rupanya Rintaro datang terlambat. 5 dari 6 orang yang ada di sana tengah melamunkan sesuatu, ruangan itu tidak seramai biasanya. Lalu, pintu terbuka dan Tatewaki Rintaro masuk dengan membawa berbagai macam manisan buatannya sambil tersenyum lebar. Ah, dia sudah menjadi Rintaro yang biasanya, tidak crosdressing lagi. 5 dari 7 orang yang berada dalam ruangan saling berpandangan.
'Yappari.." Teika memegangi dahinya.
"Yappari.." Aoi menelungkupkan wajahnya di balik lipatan tangannya di atas meja.
"Ah, yappari.." Kanato memasang pose berfikir.
"Yappari da ne.." Louis dengan senyumnya yang biasa.
"..." Monet dengan wajah datarnya yang ditumpu sebelah tangan.
"Huh?" Rintaro yang tidak mengerti apa yang tengah terjadi.
"Are? Ada apa?" Kohana yang tidak tahu-menahu. Meski tidak mengerti, Rintaro mengacuhkannya.
"Minna, O-ha-you!" Sapanya semangat dengan eyesmile yang lucu.
"Ohayou, senpai." Sahut Kohana. Yang lain saling berpandangan kembali.
"Ekhem.." Teika berdehem.
"..." Aoi mengangguk-angguk.
"Yosh.." Kanato mengepalkan tangannya.
"Ah~" Louis mengangguk sambil tersenyum.
"..." Monet masih dalam posisnya semula, kali ini disertai helaan nafas.
"Mine." Ucap kelimanya. Lalu, mereka mulai berdebat.
"Eh?" Tatewaki Rintaro, tersangka penyebab perdebatan dalam ruangan.
"Are?" Aigasaki Kohana, saksi yang tidak tahu apa-apa.
END
