Crazy Party

[Chapter 7]

.

.

Author : ELafi Mumble

Pair : HunHan, ChanBaek (akan bertambah sesuai alur)

Cast : Luhan, Sehun, Baekhyun, Chanyeol

Genre : Romance, drama, family, hurt, YAOI

Warning: YAOI, OOC, jalan cerita aneh, BL, BOY X BOY, typo pada pose(?).

Rate : T

Chaptered

.

.

.

Note :

Cast milik Tuhan YME, keluarganya, SM Ent. This is my story, dari hasil pemikiran saya sendiri, jadi JANGAN COPAS atau PLAGIAT juga NO BASH apa lagi FLAME. Hargai karya orang lain! GA SUKA YAOI MOHON KELUAR SAJA DARI FF SAYA! Mohon reviewnya, karna kritik dan saran diperlukan. Sider? Go out now! Because I HATE SIDERS! Maaf jika terdapat typo, karna saya juga manusia yang punya kekurangan.

.

.

.

[BACA ATTENTION & A/N DIBAWAH! PENTING!]

.

.

~ Selamat Membaca ~

.

.

.

Chapter 6 Preview

"Sehun-ah, apa kau besok free?"

Sehun mengembungkan pipinya. "Aku rasa tidak, wae?" Luhan yang mendengar pernyataan Sehun barusan membuatnya semangat. "Bagaimana kalau kita berjalan-jalan besok?" Sehun tersenyum meringis menatap mata Luhan dan mengacungkan jempolnya yang menyetujui ajakan Luhan.

"Okay!" Teriak Luhan dan kemudian meraih bibir Sehun, memberikan sebuah ciuman manis tanpa rasa nafsu seperti tadi.

.

.

.

.

.

.

.

Chapter 7 Strating

.

Luhan's First Sight

Luhan melagkahkan kakinya menapaki lantai kafetaria kampusnya. Ia berjalan menuju ke salah satu food store yang menyediakan kimbab yang saat ini sangat Luhan butuhkan untuk mengisi perutnya. "Ahjumma, tolong sekotak kimbab porsi kecil dan sekaleng cola dingin." Ucap Luhan pada ahjumma di depannya yang sedang mengetikkan bill Luhan. Luhan mengeluarkan dompet dan mengambil kartu mahasiswanya kemudian memberikannya pada ahjumma tersebut. Ahjumma tersebut menggesekkan kartu Luhan pada samping mesin kasirnya. "Ahjumma, poin kafeku tinggal berapa?" "130 poin." Jawab ahjumma tersebut pendek. "Ah, kamsahamnida."

Setelah mendapatkan sekotak kimbab dan sekaleng cola ia menyebarkan pandangannya ke seluruh penjuru kafetaria. Netra rusanya bertemu dengan sosok manusia bertubuh mungil yang sedang di dekap oleh sosok namja setinggi pagar kampusnya. Kemudian ia memanggilnya, "Baekhyun!" namja yang dipanggilnya tersebut menoleh.

"HAIII LUHAN HYUNG!" Teriak Baekhyun menggema seluruh kafetaria. Untung pada saat jam tersebut kafetaria masih sepi. Luhan kemudian beranjak menuju tempat Baekhyun dan Chanyeol yang baru saja duduk di pojok kafetaria.

"Hai Baek, Hai Chanyeol." Sapa Luhan saat ia telah sampai di tempat duduk Luhan dan Baekhyun. "Hai hyung. Eh, kenapa jam ini kau dikafetaria?" Luhan mendudukkan dirinya di kursi depan pasangan ChanBaek tersebut. "Aku sudah selesai dengan jamku. Kalian sendiri?"

Baekhyun yang sedang menurunkan hamburger yang berada di nampannya, kemudian menjawab pertanyaan Luhan. "Dosen kami cuti, jadi kami hanya diberi tugas makalah dan kami pergi." Luhan yang tadinya mengunyah kimbab kini menghentikan gerakan rahangnya. "Gila saja kau Baek, tugas makalah kau tinggalkan? Kau bisa dapat nilai C."

Chanyeol yang sedari tadi hanya diam dan menyesap coffe creamnya kini ia angkat bicara menjawab pertanyaan Luhan. "Tenang saja hyung, kami sudah pernah mengerjakannya, mungkin dosen Ah itu terlalu tua hingga lupa tugas apa yang pernah diberikannya. Jadi nanti kita hanya tinggal mengumpulkannya nanti."

Luhan hanya menganggung-angguk mendengar ucapan Chanyeol tadi. Tiba-tiba ponsel Baekhyun berdering menandakan sebuah panggilan masuk. Baekhyun kemudian meletakkan hamburger yang sedari tadi ia pegang selama mengunyah dan mengambil ponsel putihnya yang berada di saku celana. "Ya Sehun-ah?"

Sejenak Baekhyun mendengarkan ucapan orang tersebut di seberang sana. "Kau tinggal masuk gerbang, kemudian berbelok ke kiri dan kau akan mendapati pojok lapangan sepak bola, kemudian lurus ke utara, jika kau berjalan dengan benar, kau akan melewati ruang sastra jepang kemudian terus saja sampai kau mendapati sebuah lorong dan ikuti lorong tersebut sampai kau ke kafetaria. Aku berada disini bersama teman-temanku. Palli aku membutuhkan makalah tugas itu." Setelahnya Baekhyun menutup sambungan telepon tersebut.

Setelahnya Luhan yang penasaran lalu bertanya pada Baekhyun, "Siapa dia?" Baekhyun yang kembali mengangkat hamburgernya menjawab pertanyaan Luhan tanpa mengalihkan pandangannya dari hamburgernya tersebut. "Hanya dongsaengku yang akan mengantarkan tugas makalahku." Tiba-tiba seorang namja yang bebalut dengan kaos polo berwarna biru muda dengan jeans panjang datang menghampiri Baekhyun, "Hyung ini tugasmu."

Luhan kaget dengan suara tersebut langsung mendongakkan kepalanya pada seorang namja yang berdiri di samping kiri mejanya.

-Omo, dia tampaaann. Apakah dia adik Baekhyun? Kenapa berbeda sekali. Sungguh dia sangat manis dan tampan. Aigoo- Luhan berkata pada dirinya sendiri di dalam hatinya.

Baekhyun mendongak ke asal suara. "Woah, kau cepat sekali Sehun, terimakasih." Namja yang dipanggil Sehun tersebut hanya memutar bola matanya, "Kakiku panjang hyung." Baekhyun yang mendengar pernyataan tersebut langsung merengut kesal. "Kau mau duduk sebentar? Pasti kau lelah kan dari rumah menaiki bus dan berjalan seperti ini? Atau kau mau makan sesuatu? Ini pakai kartuku." Baekhyun mengeluarkan kartu identitas mahasiswanya dari dompet.

Sehun mengambil kartu hyungnya tersebut. Hal inilah yang Sehun sukai, walaupun Baekhyun cerewet dan menyebalkan, ia sangat perhatian padanya dan sangat menyayanginya.

Kemudian Sehun menuju salah satu food store yang berada disana, kemudian menyerahkan kartu mahasiswa hyungnya tersebut. "Maaf nak, tapi poin kartu ini sudah habis. Disini poin anda tinggal 7." Sehun seketika langsung sweatdrop. "Sebentar ne ahjumma, saya mau kesana sebentar. Saya masih memesan itu okay?" ahjumma tersebut mengangguk, dan kemudian Sehun melangkahkan kakinya menuju tempat Baekhyun dan teman-temannya.

"Hyung, poin kartumu habis, bagaimana aku bisa membeli makanan jika bergitu?" Sehun berkacak pinggang di depan Baekhyun. Sedangkan Baekhyun menepuk dahinya sendiri dengan keras. "Ah, mianhae aku lupa mengisinya di ATM kampus tadi." Baekhyun mengatakannya sembari tersenyum kecil. Sehun kini yang menepuk dahinya sendiri.

"Kau bisa memakai kartuku Sehun." Ucap salah seorang disana. Sehun mengalihkan pandanannya kearah samping Baekhyun, tepatnya namja pagar sekolah yang menyandang sebagai kekasih seorang Baekhyun. Ya, Chanyeol memberikan kartunya kepada Sehun. "Aku tadi baru saja mengisi poinnya. Pakai saja." Sehun mengulurkan tangannya menerima kartu Chanyeol. "Gomawo hyung." Kemudian ia pergi ke tempat food store yang tadinya ia memesan makanan.

Namun di antara ke tiga orang di bangku tersebut terdapat sebuah aura suram dari seorang Luhan.

-Sialan Chanyeol, padahal aku ingin membantu Sehun untuk meminjamkan kartuku. Namun si telinga lebar malah memberikan kartunya. Sial, modus pertamaku pada Sehun sudah gagal kali ini. Hhhh awas saja kau Chanyeol.-

Luhan kemudian memasukkan kembali dompetnya yang tadi ia ambil namun tinggal ujung dompet tersebut keluar, Chanyeol malah memberikan kartunya pada Sehun. Baekhyun yang melihatnya kemudian bertanya kepada Luhan. "Hyung, kenapa tanganmu sedari tadi berada di pantat?" Luhan melayangkan pandangannya pada Baekhyun, "Ahhh, aku hanya menggaruk pantatku, pantatku gatal. Hehehehe." Ucap Luhan dengan –sok− polosnya.

.

Drrrrrt

.

Ponsel Luhan bergetar menandakan panggilan masuk. Jongin calling. Nama Jongin tertera di ponselnya, kemudian ia mengangkatnya.

"Wae Jonginie?" Luhan diam sebentar mendengarkan Jongiin yang di seberang sana. "Oke, aku akan menjemputmu. Tunggu ne?"

.

KLIK

.

Luhan memutuskan sambungan teleponnya kemudian mengambil tasnya yang tergeletak di bangku kafetaria. "Baekhyun-ah, sepertinya aku harus pergi karena Jongin memintaku untuk menemaninya membeli kado untuk orang yang ia sukai."

"Ne? ahh ya sudah, hati-hati dijalan ya Hyung!" Teriak Baekhyun saat Luhan telah berjalan dengan cepatnya.

Luhan's First Sight END

.

.

.

"AAAAAAA SEHUN PABBO-YA NAMJAAAAAAAA~"

"AKU MEMBENCIMU SEHUN− KYAAAAAAA~"

"SEHUN KAU SANGAT JELEKKKKH!"

"KYAAA SEHUN PABBO INI SANGAT TINGGI BODOH! AKU BENCI KETINGGIAN"

"Makanya kau pendek sekali, pantas saja kalau kau takut tinggi." Jawab seorang namja

"Hiks.. Sehun aku takut.. Hueeeee Sehun Kau jahat Huweeeeee~"

Begitulah teriakan seorang namja bernama Luhan saat menaiki Bianglala. Oke, ini baru bianglala. Padahal rencananya Sehun akan mengajak Luhan bermain roller coaster, namun karena reaksi Luhan yang menaiki bianglala ini saja teriakannya membuat bianglala ini goyah, Sehun pun mengurungkan niatnya.

Kapsul bianglala HunHan tersebut berhenti persis di tengah-tengah puncak perputarannya. Sehun yang sedikit usil pun mulai menggoda Luhan. "Hyung, ayo turun kita turun, kita sudah berada di bawah.

Luhan yang tadinya meringkuk di lantai kapsul pun menatap Sehun, "Jinjja?" Luhan berdiri sambil melihat keadaan sekitarnya, "KYAAAAA SEHUN GILAAAAA~" Sehun tertawa terbahak-bahak, sedangkan Luhan menutup matanya dengan kedua telapak tangan dan menghentakkan kakinya berselang-seling. "Ahahahahaha, Ya! Hyunh jika kau takut jangan menghentakkan kakimu eoh, kau membuat kapsul kita bergoyang."

"Hiks. Kau jahat- hiks." Luhan terisak sambil meringkukkan badannya kembali pada pojok kapsul bianglala. "Hehehe. Mianhae hyung, jja kau duduk di sampingku palli." Sehun meraih tangan Luhan. "Shireo! Aku tak percaya padamu. Hiks."

Sehun kemudian memajukan badannya meaih tangan Luhan kemudian ia giring untuk duduk dipangkuannya, "Ahh kau terlalu lama. Jika kau tak mau disampingku kau bisa berada di pangkuanku. " Luhan berhenti sesenggukan. "Tetap saja aku melihat bawah bodoh, lebih jelas malah." Ucapnya sambil menutup kedua matanya.

"Kalau begitu−"

.

SREET

.

.

BRUKK

.

Sehun membalikkan badan Luhan agar menghadapnya lalu mendudukkan badan keduannya ke lantai kapsul. "Bagaimana jika begini?" Napas hangat Sehun pun menjalar pada wajah Luhan yang tak tertutupi tangannya. Kemudian Luhan membuka kedua tangannya dan menatap sekitarnya. "Hiks kau jahat. Hiks hiks tega kau, hiks." Jawab Luhan dengan sesenggukan.

Sehun kemudian merengkuh Luhan ke dadanya dan mengelus punggung Luhan dengan lembut.
"Uljima Luhannie." Tangan Luhan yang tadinya hanya menggantung tergeletak kini digerakkan untuk membalas pelukan Sehun. Beberapa menit setelah itu, Luhan jatuh tertidur di pelukan hangat seorang Sehun, kemudian beberapa menit setelahnya mereka harus benar-benar keluar dari kapsul bianglala.

Sehun membopong tubuh tergolek tak berdaya di punggungnya. Ia menjulurkan tangan kanannya untuk mengusak rambut Luhan yang saat itu kepalanya menempel pada bahu kirinya. Sehun tersenyum dan netranya menabrak sebuah bayangan tempat duduk. Lalu Sehun menyenderkan Luhan pada kursi taman yang tadi sempat ia lihat.

Sehun membelai surai tembaga Luhan dan bermonolog ria. "Luhan hyung, apa kau menyukaiku? Kenapa kau menciumku? Bahkan kau mengambil ciuman pertamaku. Entah kali ini apakah aku sudah move on dari Kyungsoo. Maafkan aku, aku belum mencintaimu jujur saja. Ya, hanya sedikit menyukaimu, mungkin. Menyukai bibirmu menyapa bibirku dengan lembut. Hal itu membuat jantungku berdebar." Sehun mengakhiri monolognya dengan kecupan lembut di bibir Luhan. Ya, Sehun tetaplah manusia, yang tak pernah tahu tentang sebuah fakta tersembunyi.

"Eungghhh." Luhan melenguh dalam tidurnya. Matanya mengerjap menatap Sehun. "Hoaaamm, apakah aku tidur terlalu lama?" Tanyanya pada Sehun. "Mungkin 5 menit saja. Kajja kita mau kemana sekarang?"

Luhan mengedarkan pandangan rusanya ke sekelilingnya. "Sehun, ayo kita kesana!" kata Luhan sambil menunjuk sebuah kedai es krim dengan nama Häagen – Dazs.

Sehun hanya pasrah mengikuti Luhan dan sekarang telah berakhir di kedai es krim terkenal ini. Luhan menyuap es krim green tea-nya dengan mulut belepotan es krim. Sedangkan Sehun sedang memakan es krimnya sambil memainkan handphonenya sendiri, bahkan Luhan merasa di abaikan. Namun saat ini Luhan tak mau peduli, ia lebih fokus pada es krimnya.

Beberapa menit kemudian Luhan menatap Sehun yang masih saja asyik memainkan handphonenya. Padahal jika kau lihat, es krim Sehun sudah separuh mencair. Bahkan sedari tadi Luhan sudah menghabiskan es krimnya. Namun sepertinya Sehun tak peduli dengan hal tersebut. Kemudian netranya melihat sebuah pantulan ponsel Sehun. Yeah, di belakang Sehun memanglah sebuah kaca yang melapisi tiang kedai tersebut. netra rusa Luhan menyipit untuk memperjelas penglihatannya.

"Naik wahana menempel dengan handphone, duduk santai menempel dengan handphone, makan es krim menempel dengan handphone, kau ini manusia atau power bank sih?" Racau Luhan saat merasa di abaikan. Sehun yang terkikik melihat sesuatu di handphonennya pun mendonggakkan kepalanya dari handphone, "Ne? Kau bilang apa?"

"Aniya." Jawab Luhan singkat lalu berdiri dan berjalan manuju pintu keluar kedai. "Haiiiss hyung itu kenapa juga." Sehun mengikuti Luhan yang telah lebih dulu keluar. Namun setelah ia keluar ia tak menemukan Luhan dimana pun. "Kemana dia?!" Sehun menggerutu frustasi.

.

.

Drrrrtt… Drrrtt…

.

.

Ponsel Sehun bergetar tanda sebuah pesan masuk.

From Luhan Hyung,

Jangan menunggu atau mencariku. Aku pulang.

Sehun mengusak rambutnya frustasi. " Cepat sekali dia pergi. Apa dia marah? Hhhh." Sehun berjalan kearah parkir untuk mengambil mobilnya.

.

.

.

BRAAAKKK

Luhan menutup pintu apartemennya dengan keras. Kemudian disusul dengan suara isakan dari sebuah bibir pink ranum miliknya.

"Hiks hiks aku pikir Sehun sudah menyukaiku karna aku menciumnya. Hiks hiks, lalu kenapa ia memangkuku dan memelukku di bianglala? Kenapa? Aku pikir dia menyukaiku. Ternyata dia hanya menyukaiku yang sedang terobsesi bibirnya. Hiks hiks."

Luhan bermonolog ria di apartemennya, beruntung adik tirinya belum pulan dari bermain di rumah kekasihnya. Jadi dia bebas untuk melakukan apa saja. Luhan kemudian membuka ponselnya, namun setelah itu Luhan kembali menangis karena lock screennya bergambar foto Sehun yang dulu ia curi dari ponsel Baekhyun. "Hiks, kau menyebalkan!" Teriak Luhan sambil menunjuk-nunjuk Sehun pada ponselnya.

.

.

Flash back

Luhan POV

Aku dan Sehun kini tengah berjalan-jalan di antara wahana yang sangat menantang. Disisi kananku Sehun tengah membawa satu stick permen kapas sambil memainkan handphonennya. Aku hanya bisa mendengus kesal terhadapnya. Kemudian netraku menangkap sebuah stand permainan yang menyediakan tembak air.

"Sehun-ah, ayo kesana!" Ucapku sambil menarik ujung kemejanya. "Ne? oh, kajja." Jawabnya dengan singkat.

Kami bermain tembak air hingga pada akhirnya kami berdua sama-sama menang. Yeah, walaupun Sehun dahulu yang menang. Kemudian kami diperbolehkan mempunyai dua boneka seukuran bayi. Aku memilih boneka rusa tentu saja. Lalu ku lirik Sehun, ia mengambil sebuah boneka owl. Kemudian ku dengar ia mengucapkan sesuatu dengan sangat lirih, "Matanya mirip denganmu, Soo."

Mataku mengerjap. Soo? Siapa itu soo? Urgh hatiku panas!

.

.

"Hiks kau jahat. Hiks hiks tega kau, hiks." Seruku pada Sehun karena dia membohongiku. Sehun menyebalkan sekali, jahat sekali dia, aku kan takut dengan ketinggian. Apa pula dia membohongiku jika kita harus turun. Ternyata dengan bodohnya posisi kapsul kita malah berada di puncak bianglala. Sialan kau Sehun! Sisi girlyku kelihatan kan! Ish!

"Shhhhh. Uljima." Ucapnya sambil mengelus surai belakangku.

Sehun kemudian merengkuh tubuhku ke dadanya dan mengelus punggungku dengan lembut.
"Uljima Luhannie." Tanganku yang sedari tadi hanya tergeletak lemas pun bergerak untuk membalas pelukan Sehun. Beberapa menit setelah itu, entahlah aku sepertinya hilang kesadaran diri saat Sehun memelukku dengan eratnya.

Kurasakan tubuhku digendong oleh Sehun, kubuka sebelah mataku untuk memastikan apakah Sehun benar menggendongku atau tidak. Ternyata benar, Sehun menggendongku. Kemudian kulihat tangan kanannya bergerak menuju kepalaku. Dengan segera aku menutup mataku lagi.

Kurasakan Sehun meletakkanku pada sebuah kursi. Kemudian ia membelai surai tembagaku dan bermonolog ria. "Luhan hyung, apa kau menyukaiku? Kenapa kau menciumku? Bahkan kau mengambil ciuman pertamaku. Entah kali ini apakah aku sudah move on dari Kyungsoo. Maafkan aku, aku belum mencintaimu jujur saja. Ya, hanya sedikit menyukaimu, mungkin. Menyukai bibirmu menyapa bibirku dengan lembut. Hal itu membuat jantungku berdebar."

.

PRAAANNNGGG

.

Saat itu hatiku benar-benar hancur. Sehun tidak menyukaiku? Lantas apa yang ia lakukan tadi?! Oh Tuhan! Itu menyebalkan sekali, dan siapa itu Kyungsoo? Ex-namjachingunya? Hiks, Sehun kau jahat! Lagi, dia hanya menyukai sentuhan bibirku? What The?! Jadi─ Ouh SHIT!

Beberapa detik berikutnya kurasakan sebuah daging lembut dan halus menyapa bibirku. Dahiku mengernyit tanpa sepengetahuannya. Ya, Sehun kali ini mencimku. Kenapa kau menciumku Sehun?! Bukankah kau tidak menyuka─ Oh, kau menyukai bibirku tadi.

Agar hatiku tak semakin buruk saja, aku berpura-pura untuk bangu dari tidurku. Namun setelahnya, bukan yang bernama Luhan jika aku tidak dapat beracting dengan baik.

.

.

Aku dengan gembiranya menyuap es krim green teaku dengan mulut belepotan es krim. Sedangkan Sehun kulihat ia sedang memakan es krimnya sambil memainkan handphonenya sendiri, well, aku merasa agak di abaikan. Namun untuk saat ini aku tak mau peduli, es krim ini membiusku untuk menghabiskannya.

Beberapa menit kemudian aku telah selesai meraup habis es krim di gelasku, kulihat Sehun yang masih saja asyik memainkan handphonenya. Apakah handphone lebih cantik dari pada aku? Menyebalkan. Lihat, es krim Sehun sudah separuh mencair. Apakah ia tak sadar? Ughh. Sayang sekali es krim tersebut. padahal rasa es krim Häagen Dazs tak ada duanya. Namun sepertinya Sehun tak peduli dengan hal tersebut.

Aku melihat sebuah kaca tepang di belakang Sehun. Aku mencoba berkaca mengelap sebuah sisa es krim yang menempel pada sudut bibirku. Tak sengaja netraku bertubrukan dengan bayangan ponsel Sehun yang terlihat sangat jelas. Aku menajamkan mataku untukmemfokuskan bayangannya. Sehun sedang membuka aplikasi entahlah aku tak tahu itu apa, yang jelas saat itu aku melihat sebuah foto seorang namja bermata bulat dengan sebuah kalung owl di lehernya. Sehun terkikik melihatnya dan kemudian mengomentari foto tersebut 'Johayo'. Aku mengerjapkan mataku.

Johayo? Sehun menyukai namja itu? Kalung owl? Apakah itu alasan Sehun memilih boneka owl saat tembak air tadi?

.

NYUUUUUT

.

Hatiku berdenyut sakit. Sangat sakit.

"Naik wahana menempel dengan handphone, duduk santai menempel dengan handphone, makan es krim menempel dengan handphone, kau ini manusia atau power bank sih?" Sindirku pada Sehun saat kulihat ia sedang terkikik melihat sesuatu di handphonennya, lalu ia mendonggakkan kepalanya dari handphone, "Ne? Kau bilang apa?"

Ugghhh jadi dia tadi tak mendengarku?! SHIT! "Aniya."Jawabku dengan singkatnya, lalu aku berdiri dan berjalan manuju pintu keluar kedai. Kudengar ia sempat menggerutu saat aku melangkah keluar. Aku mempercepat langahku kemudian bersembunyi di balik tembok kedai tersebut. Kemudian aku mengeluarkan pponselku dan mengetikkan sesuatu disana, dan send!

Kudengar bel pintu kedai berbunyi dan disusul dengan sebuah gerutuan Sehun. Kemudian kudengar lagi ia berjalan menjauh dari kedai tersebut.

Luhan POV end

Flashback End

.

.

.

Luhan mengelap air matanya kemudian berjalan menuju kamar dan mematikan ponselnya yang kemudian di taruh di atas nakas. Luhan menggulung dirinya pada selimut tempat tidurnya. "Kau memang menyebalkan Sehun." Ucapnya sambil masih sesenggukan.

.

.

.

Sehun memarkirkan mobilnya di garasi lalu masuk ke rumahnya. Ia mendapati rumah tersebut kosong. Tak ada Baekhyun yang cerewet. "Hhhh." Desahnya sambil membaringkan tubuhnya pada sofa. Ia kemudian mengeluarkan ponselnya dan mengetik sesuatu disana,

To : Luhan Hyung

Hyung, apa kau marah padaku? Mianhae.

Send!

Beberapa lama kemudian Sehun belum mendapat balasannya. Kemudian ia mengetik sebuah pesan lagi dan agak sedikit panjang. Namun usaha keduanya ini tetap saja tak mendapat balasan. Lalu ia mencoba dengan menelepon Luhan. namun,

Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif, mohon co-

Klik. Sehun kemudian mematikan sambungannya. Ia ingin sekali meminta maaf pada Luhan, namun sayangnya Luhan mematikan ponselnya, dan Sehun sendiri juga tidak tahu dimana tempat tinggal Luhan.

.

.

.

.

TINGTING… TINGTING.. TING-

Bel tersebut berhenti setelah sebuah tangan memencet tombol off pada alarm tersebut. tangannya yang mungil kembali ia masukkan kedalam selimutnya, kemudian menyibakkan selimut tersebut sambil punggung sempitnya menegakkan diri. Netra rusanya mengerjap memfokuskan bayangan kamar tidurnya. Bibir plum mulngilnya bergerak-gerak sambil menguap sesekali.

Setelah nyawanya semua terkumpul ia meraih handphonenya yang berada di nakas samping tempat tidur. Ia menghidupkan handphonenya yang ternyata sedari kemarin tak dinyalakannya.

.

SREEEEETTTTT

.

Luhan mengerjap. Apa? Sehun mengirimiku pesan sebanyak 57 kali? Meneleponku sebanyak 8 kali? Apa dia gila? Memangnya dia pikir sebuah pesan dan telepon dapat meredakan marahku? Tidak. Gerutu Luhan sembari meletakkan handphonennya di nakas. Ia bangkitkan tubuhnya dan melangkahkan kakinya berjalan menuju dapur. Ia menenggak segelas air saat terdengar pintu sebelah kamarnya terbuka.

"Pagi Jonginieee." Sapa Luhan sambil mengusak rambut Kai. Sedangkan sang korban, hanya memutar matanya dengan malas. Kemudian kai mendekatkan wajahnya pada hyung tirinya tersebut lalu mengecup pipi Luhan yang gembul. "Morning too Lulu hyung."

Luhan kemudian menyerahkan segelas air menggunakan gelas yang ia pakai untuk minum tadi kepada Kai. Kemudian Kai menenggaknya dengan rakus. Setelah menghabiskannya Kai bermanja-manja pada lengan Luhan. "Hyuuunggg~ kau masak apa hari ini?" Luhan kemudian menaikkan satu alisnya dan berjalan menuju kulkas. "Aku rasa aku hanya akan memasak omelet karena hari ini aku ada kelas pagi. Bagaimana?"

Kai kemudian menegakkan badannya yang sedari tadi bergelayut di lengan Luhan. "Okay! Apapun yang kau masak pasti enak."

.

CUPP

.

Kai mengecup pipi Luhan kembali, kemudian berjalan menuju kamar mandi. Adegan tersebut romantis, bukan? Yeah, untuk ukuran seorang kakak beradik hal tersebut memang wajar, namun tetap saja romantis bukan?

Yeah, ini semua berawal dari Kai. Kai yang dahulu menyukai Luhan, kakak tirinya sendiri. Dulu sewaktu Kai menginjak dunia sekolah pertengahan, dia menyatakan cinta kepada Luhan. namun, Luhan adalah seorang kakak yang baik dan bertanggung jawab bukan? Jadi jawaban yang ia berikan pastilah kata 'tidak'. Alasannya? Karena Luhan adalah kakak Kai. Walaupun hanya saudara tiri, namun ia tak mau merusak hubungan orang tua atau keluarga mereka, bukan? *A/N: tunggu, kenapa aku pake kata tanya mulu sih? Ah abaikan, maklum El rada eror.*

Kemudian sebuah kejadian kejadian membuat Luhan kelabakan. Eommanya menemukan Kai dan Luhan tengah berciuman di dalam kamar, saat itu hanyalah Kai yang mencium, Luhan bahkan menolaknya dengan mendorong dada Kai. Tetapi yang di simpulkan eommanya ini adalah Kai dan Luhan bersiuman saling menikmati. Akhirnya saat Luhan lulus sekolah akhir, dia pun langsung di suruh eommanya untuk berkuliah di Seoul. Hal tersebut dilakukan agar Luhan dan Kai terpisah.

Setahun kemudian Kai juga lulus dari sekolah tengahnya kemudian memohon kepada eommanya untuk bersekolah di Seoul seperti Luhan. awalnya eomma dan babanya menolak keras bahwa Kai ingin bersekolah di Seoul. Mereka takut bahwa anak-anak mereka saling mencintai. Karena itu dia kemudian bertemu dengan krystal memintanya untuk menjadi yeoja palsunya di depan orang tuanya, dengan imbalan sebuah heels ternama dan ciuman panas di depan orang tua Kai.

Akhirnya eomma dan babanya pun menyetujui Kai untuk bersekolah di Seoul. gila bukan?

.

.

TOK TOK TOK TOK TOK TOK TOK TOK TOK TOK TOK TOK

Suara ketukan pintu bertubi-tubi tersebut dilayangkan kepada sebuah pintu berwarna putih yang berstiker panda membawa strawberry.

"Baekhyun Hyunggg!" teriak seorang namja berkulit pucat di depan pintu tersebut.

.

CKLEK

.

Pintu tersebut terbuka menampakkan sebuah wajah mungil dengan ekspresi apa sih mau lu ketok-ketok kamar orang kaya kesetanan. "Apa?" Tanya Baekhyun. Sehun mendengus, "Hyung, kau tahu alamat Luhan hyung kan? Jebal, aku memintanya boleh?" Baekhyun menaikkan satu alisnya. "Kenapa?" jawab Baekhyun sewot karena acara tidur ngoroknya terganggu. "Jangan tanya kenapa, nanti aku jelaskan. Jebal hyungggg~" Baekhyun hanya memutar matanya jengah saat Sehun merajuk. "Aku tidak tahu."

.

1 detik.

.

2 detik.

.

3 detik

.

4 det-

"Yak hyung! Kenapa kau bertele-tele jika kau tidak tahu?!" Teriak Sehun dengan nada sedikit tinggi. Baekhyun menguap di depan dagu Sehun. "Ngantuk."

.

BLAM

.

Kamar tersebut tertutup. Sial Baekhyun hyung. Huh menyebalkan. Sehun kemudian mengehentakkan kakinya pergi ke kamar mandi.

.

.

.

Siang ini Sehun sepulang sekolah langsung menuju kampus kakaknya. Ia kali ini pulang siang dikarenakan ia baru saja menyelesaikan test uji coba ujian kelulusan. Makanya ia pulang lebih awal. Mobil Pajero Sportnya telah sampai pada halaman universitas kakaknya. Kakinya melangkah menuju ruang adminisntrasi untuk mengecheck mahasiswa bernama Luhan.

Sehun menyerahkan kartu siswanya sebagai data peminta data diri mahasiswa. Data diri Luhan sudah ditangannya, kemudian ia menyalin alamat apartemen Luhan dan mengembalikan data diri tersebut.

Mobil yang dikendarai Sehun melesat membelah jalanan Seoul menuju sebuah ke sebuah gedung apartemen.

.

TING!

.

Lift berhenti di lantai tujuh. Sehun melangkahkan kakinya sambil menggumamkan- "Apartemen nomer 714." Netra tergasnya menyapu sekitar melihat nomor apartemen, dan

TADA!

Apartemen nomer 714 di depannya. Saat Sehun akan memencet belnya, pintu tersebut terbuka menampakkan seseorang berpawakan tinggi yang hampir menyerupainya, kulit tan eksotis dan hidung yang sedikit kurang menonjol.

"Cari siapa?" Tanya lelaki tersebut cuek.

"Ngg, bukannya ini apartemen Luhan hyung ya? Kau siapa?" tanya Sehun balik.

"Luhan masih kuliah mungkin. Bye." Ucap lelaki tersebut sambil pergi dari hadapan Sehun.

"Ya! Kau siapa? Kenapa kau bisa berada di apartemen Luhan hyung?" Panggil Sehun sambil berlari mengejar namja tersebut yang kini telah memasuki lift. "Aku? Namaku Kai, lalu menurutku apa jika aku dan Luhan tinggal satu atap?" Netra Sehun mengerjap, "Kau bukan kekasihnya, kan?" Kai menunjukkan smirk andalannya, "Menurutmu?" jawab Kai dengan santainya kemudian masuk ke dalam mobilnya meninggalkan Sehun yang masih berdiri mematung.

Apa Luhan hyung mempunyai kekasih? Kenapa ia tak membicarakan hal itu denganku? Tapi, tunggu. Jika ia mempunyai pacar, mengapa ia menciumku? Ataukah aku hanya sebuah pelampiasan pada pertengkaran dengan kekasihnya, mungkin? Huh, sebaiknya aku pulang dan nanti malam kesini lagi. Batin Sehun dan kemudian melangkahkan kakinya ke tempat mobilnya di parkir.

.

.

.

Pukul 07.36 PM KST

.

TING TONG

.

CKLEK

.

Pintu tersebut telah terbuka pada bel pertama menemukan seseorang Kai di hadapan Sehun. Tatapan Sehun semakin memicing ketika ia memperhatikan penampilan Kai yang kali ini dengan rambut acak-acakan, peluh menetes melewati pelipisnya, dan bibirnya yang bengkak. Apa apaan ini? Erang Sehun di dalam hati.

"Wae?" Tanya Kai singkat. Netra Sehun kembali ke bentuk awalnya, "Luhan hyung ada?" Kai menatap Sehun dariatas ke bawah.

"Luhannie chagiyaa~ ada yang mencarimu palli. Aku akan pergi ke supermarket membeli barang bulanan kita." Teriak Kai ke dalam dan mulai beranjak dari hadapan Sehun.

"NEEEEE!" Balas suara melengking dari arah kamar. "Nugu-ya?" rahang Luhan jatuh bebas kebawah setelah melihat Sehun di hadapannnya. "Ss-sehun?"

Sehun mengerjap, "Hyung maafkan aku hyunggg~ kau kemarin marah denganku ya? Aigoo maafkan aku hyungg~ jebal." Luhan masih dengan ekspresi cueknya dengan mengangkat dagu dengan gaya angkuh. "Ani." Jawab Luhan dengan singkat. "Lalu kenapa kau kemarin meninggalkanku sendiri di kedai?" Luhan menautkan kedua garis dahinya. "Aku hanya… malas?"

"Aku tahu kau marah padaku kan hyung, jujur saja eoh." Sehun semakin menekan Luhan. "Ani." Jawab Luhan singkat. "Lalu bagaimana kau memperlakukan tamu-mu? Apakah kau membiarkannya berdiri di ambang pintu sambil berbicara panjang lebar dengan tuan rumah?"

"Oh. Kalau begitu silakan masuk." Luhan membuka pintu apartemennya lebih besar. Kemudian Sehun berjalan masuk dambil membalikkan badan Luhan dan mendorongnya ke tembok sisi pintu tersebut.

.

.

.

BRAAKKK

.

.

.

Sehun menutup pintunya dengan kaki sambil mencium dengan ganas Luhan yang kini berada di dalam kungkungannya.

"Nggghhhh…" Desah Luhan dalam lumatan Sehun. Luhan terengah dalam nafasnya saat Sehun mulai membelit lidah Luhan sambil mengigit kecil lidah tersebut. Luhan berusaha mendorong dada bidang Sehun yang berada di hadapannya. Ia memang menyukai ciuman Sehun yang sangat ganas ini, namun egonya berkata untuk membenci ciuman tersebut.

"Haahh haaah hah." Luhan terengah ketikan Sehun melepaskan tautannya. Netra rusanya menatap Sehun dengan pandangan yang sulit diartikan. "Sehun, sekarang aku marah padamu." Ujarnya sambil berjalan menjauh dari hadapan Sehun. "Ya! Hyung apa ka−"

"Silakan duduk Sehun-ah." Potong Luhan dengan cepat. "Ah, ne." Ujar Sehun sambil duduk di sofa depan televisi. "Kau mau minum apa?" teriak Luhan dari dapur. "Terserah kau saja hyung. Ya hyung, apakah kau punya koleksi anime ini? Bolehkan aku menyalakan satu?"

Luhan berjalan ke arah sofa yang diduduki Sehun sambil membawa sebuah cangkir dengan asap sedikit mengepul, kemudian ia duduk di samping Sehun, "Nyalakan saja.". Kemudian Sehun mengambil sebuah kepingan dvd anime yang tak bergambar dan hanya terdapat sebuah tulisan 'My Senpai My Luv' dan memasukkannya ke dvd player.

.

.

.

Beberapa saat kemudian..

"Akkkhhh… Senpaiiihh ah ahhh ahh ikkeh ikkeh.."

"Ohh senpai ahhh ikkeh ikkeh."

"SENPAII AKKKHHH IKKEH IKKEH.. KIMOCHIIIIIIII!"

Crot.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC :D

.

.

Annyeonghatheo *Lambai-lambai bereng Sehun*

Hi all mianhae saya update SUPER telat. Huehh saya kemarin sibuk, mianhae saya juga bingung dan capek sama kerjaan saya. Ini udah saya panjangin loh. biasanya saya Cuma nggunain 2000+ word, sekarang 4000+ word. Btw, makasih ya yang udah mau review ff abal saya, saya membaca review kalian kok. Terimakasihh :* atas support, saran dan kritiknya.

ohya, saya rencana kedepan mau buat ff baru. Ada 3 yang menjadi project saya, saya bingung pilih satu, jadi maukah kalian saran atau vote project saya? Ini cuplikannya:

.

.

Project 1 : My Love, My Patient (Romance, Fluff, Drama, Rate M, Life style)
Summary : Xi Luhan adalah seorang psikater muda yang bekerja pada sebuah rumah sakit di Seoul. Suatu hari ia mendapatkan pekerjaan sekaligus kejutan dalam satu waktu. Kejutan tersebut beasal dari seorang bernama Oh Sehun yang akan membawanya pada sebuah akhir.

.

Project 2 : I Found You My Prince(ss) (Romance, Fantasy, Rate T/M,)
Summary : Tempaan mental dan fisik telah Sehun dapatkan saat bersama dengan seorang namja cantik bernama Luhan yang telah membuatnya jatuh cinta. Pewaris tunggal mahkota negeri Ohorat tersebut kemudian mencari seorang Ratu Alam yang telah ditunjuk MAMA, untuk menjadi istrinya kelak. Bagaimana akhir dari hati seorang pewaris mahkota yang harus menikahi orang lain yang mungkin tak ia cintai?

.

Project 3 : The Truth (Crime, Mistery, Rate M{for gore-nya})

Summary : Kami adalah sekelompok sahabat berjumlah 12 orang. Kami menjalani hari kami dengan kebahagiaan. Namun di akhir cerita kami, sepuluh teman kami mati terbunuh, yang menyisakan 1 orang pembunuh, dan 1 orang yang ia cintai. Kami bersebelas tahu, bahwa itu adalah kau.

.

.

Jeng jengggg~ yo dipilih dipiliiihhhh! Saya menantikan vote kalian!

Jebal vote ya. Saya bingung pilih yang mana, saya bakal post ff yang kalian pilih tentu saja yg pertama yg paling banyak votenya, setelah saya menyelesaikan 5-10 chapter ff tersebut.
dan beberapa hari kedepan saya bakal post ff baru, remake cerpen saya dulu yg saya lombakan, hanya sayaganti castnya menjadi HunHan.

.

.

So, akhir kata, wanna RnR?

Jebal. Please review sangat berharga untuk asupan semangat saya!

So, Annyeong!