*datang ngendap-ngendap* Yan langsung aja yach ! *bisik-bisik* Yan gak bisa lama-lama, soalnya takut ketauan-

Reviewers : Nah, tuh author. Kita mo protes ! Rukia harus di idupin lagi bagaimanapun itu caranya !

Yan : Ehm.. gimana yach ? kayaknya gak bias deh ! *ngacir*

Reviewers : *ngamuk* BUNUH AUTHOR !

KYAAAAA… *berakhir tragis*

Selamat Membaca !

Disclaimer : Bleach © Tite Kubo.

Genre : Adventure, Romance, Friendshif. Hurt/Comport.

Rate : T.

Pairing : IchiRuki.

Warning : OOC, AU, typo(s)

I Don't Want To Lose You Again !
by
Yanz Namiyukimi-chan.

Chapter 7 # Memories and Secret #

Hampir dua tahun Ichigo hidup tanpa Rukia. Tapi Ichigo masih mengingat bagaimana sosok rupawan gadis mungil itu. Di bukit Karakura ia kembali mengenang Rukia. Sebuah rahasia terungkap alasan kenapa Aizen sampai ingin membunuh Rukia.


Hampir dua tahun berlalu. Disini Ichigo masih menjalani kehidupannya seperti biasa. Menjadi salah siswa SMA Karakura untuk menuntut ilmu dan selama itu juga ia jalani tanpa Rukia disampingnya.

"KYAAA... KUROSAKI !"

"KUROSAKI SENPAI !"

"KYAAA... Kenapa dia cool sekali sih ?"

Jerit histeri dari para siswi-siswi di SMA Karakura mulai bergema. Jerit kagum, gemas dan sebagainya begitu dominan saat Ichigo memasuki gerbang sekolahnya.

Mungkin selama itu kita telah melewatkan sesuatu. Ya, mungkin sesuatu yang tak begitu penting tapi begitu mempunyai pengaruh yang besar dalam suatu kehidupan. Sekarang Ichigo bukanlah seorang siswa biasa yang sedang menimba ilmu disana, tapi ia merupakan salah satu idola disekolahnya. Siapa yang peduli ? Itu tidak penting. Setidaknya itu menurut Ichigo.

Ichigo tak menyangka akan seperti ini dan ia tak mengharapkan ini semua. Semuanya bermula dimana ia mengikuti salah satu ekstrakulikuler di sekolahnya, basket. Ia memang cukup pandai memainkan bola yang selalu berciri khas dengan warna orange atau merah itu. Sehingga ia bisa diterima di klub basket itu dengan mudah.

Kalian pasti tertawa mendengarnya. Mengingat Ichigo yang begitu malas mengikuti kegiatan yang diadakam disekolahnya. Ya, kalau bukan keinginan dirinya untuk tidak terus-menerus mengingat sang pujaan hati, mungkin ia tidak akan repot-repot melakukannya.

Bukan-bukan. Jangan salah sangka dulu. Bukan ia bermaksud untuk menghapus sang gadis yang dicintainya itu dari otaknya. Ia hanya lelah. Lelah karena terus dibayang-bayangi oleh sosok Rukia.

Bukan ia keberatan untuk terus mengingat sosok Rukia yang telah merebut hatinya. Hanya saja ia ingin seperti lelaki yang selalu ada didalam hati Rukia. Menjalani kehidupan seperti biasa dengan ada maupun tanpa gadis itu.

Ia mengerti pesan Rukia yang diberikan padanya lewat mimpi itu. Dimana gadis itu menitipkan hatinya dan tetap menjadi lelaki yang selalu di hatinya.

Sekarang ia mengerti. Benar-benar mengerti.

Rukia ingin dirinya untuk tidak melupakannya. Hidup dengan kenangan-kenangan yang diciptakan mereka bersama. Tapi Rukia ingin kalau dirinya tetap menjadi dirinya sendiri. Ichigo yang tak pernah pantang menyerah. Ichigo yang tak mudah putus asa.

Ia mengerti bahwa Rukia ingin dirinya hidup sebagai lelaki yang selalu ada dihatinya. Walaupun ia sudah tidak bersamanya lagi.

Dan saat itu, ia sudah memutuskan untuk hidup seperti biasa. Seperti yang Rukia inginkan.

Tapi seberapa kali ia mencoba tetap saja ia gagal. Rasanya sangat berdeda. Semuanya tampak berbeda setelah Rukia pergi meninggalkannya. Bermain basket menjadi pelampiasannya untuk menyibukan diri. Untuk tidak hidup dalam bayang-bayang Rukia. Tapi maaf jika sikapnya berubah drastis.

Sikap dinginnya, cara bicara yang irit dan wajah stoicnya. Itu sekarang begitu khas dengan dirinya sekarang. Dan Ichigo tidak berharap untuk merubahnya. Lagipula ia nyaman dengan dirinya yang sekarang.

Ichigo menghela nafas. Jerit histeri dari kaum hawa itu semakin jelas saja. Apalagi saat memasuki koridor sekolahnya. Rasanya suara jeritan itu bertambah keras, memekakan telinga.

Ini semua gara-gara pertandingan nista itu. Membuat Ichigo harus terjun bermain dalam pertandingan itu. Membuat kaum-kaum hawa melihat aksinya. Dan saat itu muncullah fans girl yang mengaku bahwa mereka adalah fans Ichigo. Jujur saja Ichigo merasa risih, dan mereka itu berisik.

Wajar saja. Lihat paras si kepala orange ini. Wajahnya tampannya yang telihat tegas. Kerlingan matanya yang tajam tapi penuh pesona. Tubuhnya yang tegap itu terlihat kekar dan berotot. Dada yang bidang dan siapa sih yang bisa menolak jika ada lelaki seperti itu dihadapanmu.

Langkah Ichigo terhenti saat melihat langit cerah dibalik jendela. Semenjak kematian Rukia, Ichigo tak pernah mendengar desas-desus tentang Aizen, espada maupun arranca yang datang ke Karakura. Semua seperti ditelan bumi. Hanya hollow kelas tengik yang sering muncul di Karakura yang tentu saja bisa diatasi dengan mudah.

"Ohayou Kurosaki."

"Yo Ichigo."

"Hn."

Terdengar sapaan selamat pagi untuk Ichigo saat ia sampai di kelasnya. Dan Ichigo hanya menjawab 'Hn' yang sudah menjadi ciri khasnya yang sekarang.

Dan inilah satu hari lagi kehidupan yang harus Ichigo hadapi. Kehidupan yang menurut berjalan monoton setiap harinya.


Hitsugaya, Renji, Rangiku, Ikkaku, Yumichika dan Ishida, sedang menatap serius Urahara. Mereka berkumpul layak anak kecil yang siap mendengarkan cerita yang menarik dari sang pendongeng. Bagaimana tidak menarik ? Inilah yang mereka tunggu-tunggu. Setelah mendengar soutaichou untuk menayakan masalah Hougyoku pada lelaki bertopi aneh ini, akhirnya Urahara mau menceritakannya walaupun mereka harus menunggu sekian lama.

Lelaki ini memang sedikit misterius. Selalu menyembunyikan ekspresi wajahnya dibalik kipas lipat yang selalu ia bawa kemana-mana.

"Datanglah satu minggu lagi ke tokoku ! Maka aku akan menceritakan semuanya pada kalian."

Itulah yang diucapkannya satu minggu yang lalu. Rahasia kenapa Aizen sampai ingin membunuh Rukia.

Yang membuat penasaran adalah kenapa soutaichou sendiri tidak mau menceritakan hal ini, malah menyuruh untuk mendatangi Urahara. Sebenarnya rahasia seperti apa yang diketahui Urahara yang merupakan salah satu mantan Kapten gotei 13 ini.

Bahkan Hitsugaya sudah mencari tahu tentang Hougyoku pada kapten-kapten lain. Tapi tidak ada yang tahu menahu tentang itu. Rupanya Hougyoku memang dirahasiakan sedemikian rupa dari masyarakat umum. Menurut informasi yang Hitsugaya dapatkan Hougyoku hanya diketahui secara jelasnya oleh beberapa kapten goten 13.

"Fufufu... Sepertinya kalian sudah tidak sabar, ya ?" ucap Urahara dibalik kipasnya.

"Sudahlah Kisuke, jangan main-main dengan mereka ! Sudah cukup lama mereka menantinya." timpal seekor kucing hitam sedang menjilati tubuhnya.

"Ya, benar. Kau tahu, masa untuk masalah ini kami harus menunggu hampir 2 tahun !" ucap Renji tak sabar.

"Benarkah ? Aku telah membuat kalian menunggu selama itu ?"

"Sudahlah jangan membuat kami menunggu orang tua ! Atau kau ingin merasakan sesuatu karena sudah membuang waktu kami disini ?" Ikaku menatap horor Urahara. Ia meremas-remas jari tangannya, bertindak menakuti Urahara.

"Hoho... Madarame kau tidak sopan sekali." ucap Urahara tenang tidak terpengaruh terhadap ancaman Ikkaku.

"Hah... Aku harap ini cerita yang bagus." seru Yumichika sambil menata rambutnya.

"Benar, aku sudah penasaran. Begitu juga dengan taichou, iya kan ?"

"Hn." Hitsugaya membenarkan ucapan Rangiku.

"Fufu... tapi aku bingung harus memulainya darimana ?"

GUBRAK !

Semua langsung sweatdrop mendengar pengakuan dari Urahara.

"Dasar orang tua! Kukira kau sudah tahu darimana kau akan bercerita." seru Ikaku kesal.

"Dari awal saja." usul Ishida sambil membetulkan letak kacamatanya.

"Tapi ini akan menjadi cerita yang panjang."

"Tak apa. Itu lebih bagus." tambah Hitsugaya.

KRIET...

Urahara melipat kipasnya dan memandang serius mereka.

"Baiklah. Dengarkan aku baik-baik."


Ichigo menapaki kaki-kakinya diatas trotoar. Mencari udara segar yang bisa menyegarkan pikirannya.

Ichigo mengenakan kaos berwarna merah tua gelap dipadu dengan jaket dan jeans berwarna biru dongker dan sepatu kets berwarna putih menyempurnakan penampilannya.

Perlahan kakinya menyeret pada jalan trotoar yang sepi. Menapaki setiap anak tangga dengan hati-hati.

Bukit Karakura. Itulah tujuan Ichigo saat ini.

Pohon-pohon yang rindang berjejer rapih. Ranting-ranting bergesekan begitu jelas di telinganya.

Tak lama matanya disuguhi pemandangan kota yang indah. Ichigo telah sampai di puncak bukit Karakura. Tempat yang sering dikunjungi Rukia.


"Miko ?"

"Jadi dulu Hougyoku dijaga oleh seorang miko ?"

"Ya, seorang miko yang suci." seru Urahara.

"Bagi orang yang haus akan kekuasaan seperti Aizen pasti akan datang Hougyoku." tambahnya.

"Ya dan tidak ada yang berhasil merebut Hougyoku dari tangan miko itu. Sungguh seorang miko yang hebat." puji Youroichi dalam wujud kucing.

"Tunggu ! Jika Hougyoku dijaga seorang miko, kenapa Hougyoku itu bisa ada pada tubuh Rukia ?"

"Sabarlah Abarai ! Bukankah aku baru saja menjelaskan ?"

"Ya, ya, ya." seru Renji mulai bosan.

"Baiklah, aku ulangi. Ratusan tahun yang lalu ada seorang miko yang suci bertugas menjaga Hougyoku. Hougyoku mempunyai kekuatan magis untuk mengendalikan. Maka dari itu ia menjaganya, takut jika jatuh pada orang yang salah."

"Jika Hougyoku jatuh pada orang yang salah akan berbahaya bagi kehidupan dunia roh dan itu akan berdampak pada dunia nyata. Selama itu ia berhasil menjaga Hougyoku dengan baik sampai seorang perempuan datang menantang sang miko itu bertarung dengan taruhan jika ia menang maka Hougyokunya. Sebut saja dia, dark."

"Dark ? Aku merasa tidak asing dengan nama itu."

"Tentu saja. Dialah yang mampu memporak poranda seluruh Soul Society sepanjang masa yang ada."

"A-APAAA ?"


Semilir angin membelai lembut wajah Ichigo. Pikirannya melayang dimana saat pertama kali ia bertemu dengan Rukia.

"Kau ingin menyelematkan keluargamu, bukan ?"

"Tentu saja. Tak 'kan aku biarkan seorangpun menyakiti mereka !"

Seorang gadis yang mengaku bahwa dirinya seorang Shinigami itu menyunggikan senyum.

"Aku akan memberikan separuh kekuatanku padamu. Dengan begitu kau bisa mengalahkan hollow itu untuk melindungi keluargamu."

Teracung sebuah pedang tepat pada jantung Ichigo berada. Kemudian Ichigo memegang ujung pedang itu dengan kedua tangannya.

"Aku tidak yakin ini akan berhasil. Tapi jika gagal, kita berdua akan mati. Apa kau keberatan ?"

"Tidak ! Apapun akan aku lakukan untuk melindungi keluargaku." ucap tegas pria berambut orange.

"Untuk kemungkinan yang tidak terduga. Bagaimana jika kita memperkenalkan diri ? Aku Rukia Kuchiki."

"Aku... Ichigo Kurosaki."

tersungging senyuman di wajah pria itu.

Tak lama pedang itu menekan ke dada Ichigo. Menusuk tepat pada jantungnya. Kemudian muncullah diri lain dari Ichigo Kurosaki dengan pakaian serba hitam yang melekat di tubuhnya. Sebuah pedang raksasa ada di tangannya siap menebas hollow yang ada dihadapannya.

SRET...

Ichigo membuka kedua matanya. Ia tak percaya pertemuan dengan shinigami mungil itu akan merubah bagaimana jalan kehidupannya.

Ichigo berbaring nyaman diatas padang rumput hijau yang terbentang luas. Memandang langit yang kini mulai menampakan semburat orange kemasan menghiasi langit. Menampilkan satu panorama alam yang menakjubkan.


"Apa dark sehebat itu ?"

"Iya. Bahkan sang miko hampir kalah olehnya."

"Sugoi...!" decak kagum Rangiku, "Ternyata ada yang sehebat itu."

"Kau bilang miko itu hampir kalah saat melawannya. Lalu apa yang ia lakukan untuk mengalahkan dark ?"

"Hanya satu cara yang ia dapat lakukan yaitu penyegelan."

"Dengan sisa kekuatannya sang miko menyegel dark dengan tubuh sebagai inangnya." tambah Yourochi.

"Dia menggunakan tubuhnya sendiri untuk menyegel dark ?"

"Mungkin saat itu tidak ada waktu untuk memikirkan atau mencari siapa yang menjadi inang untuk menyegel dark. Lagipula sang miko tidak boleh sembarang menyegel sesuatu pada seseorang."

"Lalu setelah proses penyegelan itu ?" tanya Ishida.

"Sang miko mati." jawab Yourichi lugas.

Seketika itu suasana menjadi hening. Ketegangan mulai terasa diantara mereka.

"Ma-mati ?"

"Ya, pada akhirnya sang miko mati untuk mempertahankan Hougyoku ditangannya."

"Setelah pasca penyegelan selesai. Sang miko mengalami luka dalam yang sangat parah. Membuat ia tidak bisa bertahan lama, tapi sebelum ia mati ia ingin jasadnya dibakar bersama Hougyoku."

"Para pengikut setianya mengabulkan permintaannya. Dan Hougyokupun ikut lebur bersama jasad sang miko."

"Sekarang apa yang kalian mendapatkan sesuatu dari sepenggal cerita dariku ?"

Semua tampak serius menanggapi apa yang diucapkan Urahara. Hitsugaya menatap tak percaya. Otaknya berjalan mulai memproses semua yang telah disampaikan oleh Urahara. Sel otaknya merangkai satu kalian yang menjadi dugaannya sekarang.

"Apa mungkin kalau Kuchiki itu-"

"Rengkarnasi dari sang miko ?" timpal Yumichika.

"Bukankah sang miko itu hebat, tapi Kuchiki dia memiliki sesuatu yang istimewa dalam dirinya. Dia hanya shinigami biasa yang mendapat nilai terbaik di angkatannya. Tidak mungkin jika dia reingkarnasi dari sang miko ?"

"Jadi kau berpikiran seperti itu, Madarame ?"

"Lalu bagaimana dengan transfer Reiatsu yang dilakukan pada Kurosaki ? Bukankah reiatsu milik Kurosaki itu sangat berbeda. Jika benar kalau Kuchiki hanya shinigami biasa, seharusnya mereka sudah mati sebelumnya karena penolakan reiatsu milik Kurosaki terhadap reiatsu milik Kuchiki."

"Lalu bagaimana Hougyoku itu bisa ada di didalam tubuh Kuchiki ?" tanya Ishida.

"Lalu darimana Aizen tahu kalau Hougyoku itu ada pada Rukia ? Bahkan sebelumnya tidak ada yang tahu akan hal itu, bukan ?"

"Sebagian masyarakat dahulu percaya bahwa sang miko akan lahir kembali dan membawa Hougyoku bersamanya. Mungkin Aizen percaya akan hal itu dan mencari tahu sendiri kebenarannya."


"Sudah cukup ! Hentikan !" suara seorang gadis itu memohon.

"Kau sudah tahu apa yang kau lakukan, Rukia. Kau harus ikut denganku untuk menjalani hukumanmu !"

Sang gadis menggigit bibirnya. Perlahan ia melepas dekapannya pada seorang lelaki yang tumbang dipelukannya.

Sang lelaki berusaha menggerakan tubuhnya berusaha menghentikan langkah sang gadis. Tapi tubuhnya susah sekali di gerakan dan pandangannya mulai mengabur.

"Rukia." panggil paraunya.

Sang gadis berbalik menatap sang lelaki tak berdaya itu.

"Semuanya akan baik-baik saja. Terima kasih, Ichigo. Aku tak 'kan melupakanmu !"

Lelaki yang bernama Ichigo itu tersentak melihat gadis dihadapannya hampir menangis. Ia tidak suka pemandangan itu.

Kesadarannya semakin menipis. Diambang kesadarannya, ia hanya bisa melihat sang gadis dibawa pergi. Meninggalkannya dibawah guyuran hujan.

Ichigo mendesah mengingat saat Byakuya berhasil membawa Rukia. Rasanya tak rela saat itu. Apalagi saat tahu apa hukuman yang akan Rukia jalani.

Dan itu semua karenanya. Karena ia telah menyerap seluruh kekuatannya. Karenanya Rukia harus membayar kesalahannya.

Ichigo berjuang keras agar bisa masuk ke Seireitei tempat Rukia berada. Melawan pasukan gotei 13 untuk menyelematkan Rukia.

Ia masih ingat bagaimana reaksi kaget Rukia saat ia datang menyelamatkannya. Berkali-kali ucapan kata bodoh meluncur manis dari bibir mungil itu. Tapi Ichigo hanya menjawab bahwa yang ia lakukan adalah sebagai balas budinya pada Rukia.

Ichigo sangat khawatir saat mendengar Rukia tiba-tiba menghilang. Ia mencari keseluruh tempat yang mungkin dikunjungi Rukia.

Entah kenapa yang ada dipikirannya adalah tempat Kuukaku. Dan tanpa diduga dugaannya benar. Rukia berada disana. Menyumpal hidungnya yang berdarah.

Ichigo yakin Rukia pasti kena pukul dari Kuukaku. Dan ia tahu sebabnya.

Pasti Rukia telah mengucapkan dua kalimat yang sama dihadapan wanita itu.

Kuukaku memang tidak suka mendengar orang mengulangi ucapannya.

Ada perasaan kecewa saat Rukia menolak ajakannya untuk pulang ke Karakura bersamanya. Tapi Ichigo hanya bisa tersenyum maklum. Apalagi mengingat apa yang telah terjadi.

Ia hanya bisa menunggu Rukia kembali padanya.


"Masalahnya, bukankah Hougyoku itu sudah ada ditangan Aizen. Kenapa ia masih mengincar Rukia ?"

"Kau melupakan sesuatu, Abarai."

Renji hanya mengernyit bingung mendengar ucapan Urahara.

"Jika sang miko telah lahir kembali. Bukankah sesuatu yang ia segel dalam tubuhnya juga ikut lahir kembali ?"

"Apa maksudmu ? Apa dark juga ada didalam tubuh Kuchiki, begitu ?"

"Entahlah. Aku belum tahu pasti itu."

"Jika itu benar. Berarti Aizen mengincar dark bukan Kuchiki. Tapi kenapa ?" tanya Rangiku bingung.

"Mungkin ia telah melupakan sesuatu ?"

"Maksudmu dark ? Apa Aizen belum tahu akan hal ini ?"

"Ini menurut analisaku. Jika Hougyoku digunakan untuk memperkuat segel pada dark. Apa yang terjadi jika Hougyoku itu diambil ?" Tanya Urahara

"Segelnya melemah."

"Dan jika itu terjadi, bukankah Aizen akan mendapat saingan yang berat ?"

"Tunggu ! Maksudmu suatu hari dark akan bangkit kembali ? Dan merebut Hougyoku! Lalu Aizen menyingkirkannya sebelum itu benar-benar terjadi ?"

Urahara tak menjawab. Ia hanya menatap Hitsugaya dengan pertanyaan panjang lebarnya.

Hitsugaya menatap Urahara yang tak ngatakan apapun.

'Menurutmu ?'

Hitsugaya mendelik kesal mengartikan tatapan dari Urahara.


Ichigo menegakan tubuhnya. Tubuhnya terasa kaku karena terlalu lama berbaring. Tangan kirinya menyangga tubuhnya untuk tetap dalam posisi duduk. Sedangkan tangan kanannya merogoh sesuatu di saku celananya.

Nampaklah pita putih milik Rukia yang selalu menemaninya dimanapun. Pita itu melambai-lambai tertiup angin dalam genggaman Ichigo.

Perlahan matanya menyusuri pita itu. Tepat di ujung pita itu terdapat Inisial nama Rukia.

'R.K' Rukia Kuchiki. Ichigo hanya bisa tersenyum geli saat membayangkan bahwa Inisial 'R.K' itu bukanlah Rukia Kuchiki, melainkan Rukia Kurosaki. Dia pasti sudah gila sampai ingin mengganti marga itu dengan marga keluarganya.

Lagipula 'Rukia Kurosaki' tidak terdengar buruk juga. Tapi apa ia bisa mengubah itu semua sekarang.

Ichigo memandang langit yang sudah nampak merah keemasan. Senja telah menjelang, menandakan bahwa dirinya sudah cukup lama berada disana.

"Jadi seperti ini Ichigo yang ada dihatiku ?"

Entah kenapa kata-kata itu selalu saja mampu mendorongnya untuk tetap menjadi dirinya sendiri selama ini. Tapi sekarang berbeda.

"Maaf. Aku tidak bisa menjadi lelaki yang ada dihatimu, Rukia."

"Tapi tak apa 'kan. Kau pasti mengerti."

Ichigo tersenyum memandang langit sore. Senyuman yang telah lama hilang kini menghiasi wajahnya.


"Jadi Hougyoku juga yang telah menghambat perkembangan kemampuan, Rukia-chan ?" seru Rangiku

"Dan membuatnya dianggap sebagai shinigami biasa ?" seru Ikkaku

"Dan kenapa kau baru menjelaskan semuanya ?" seru Renji akhirnya marah.

"Fufufu... Karena sepertinya akan ada peristiwa yang menarik setelah ini."

TBC

Aduh aneh bangeeettt !

reviewers : Oiii... mana Rukia ? Kok gak idup ? katanya lo bakal idupin Rukia?

Yan : maaf *Pundung dipojok* Yan cuma pngen Ichigo menderita dulu. KYAAAA... *langsung ngacir*

reviewers : APA LO BILANG ? HAJAR AUTHOR !

Yan : TIDAAKKK ! *Teriak histeris*

gaje banget.

Special's Thanks to :

ojou-chan

Aizawa Ayumu Oz Vassalius

Reina Rukii

ichiyama qalbi-neechan

Ruki Yagami

choco purple

Sora Hinase

Kyu9

Nana Naa

yuuna hihara

Ai 'Akira' Shirayuki

NaruSaku LuffyNami IchiRuki

Loonatic Aqueous

RUTA Sora Aoi

erikyonkichi

So-chand cii Mio imutZ

Kurosaki Kuchiki

Minami Tsubaki

Nana Kurosaki

OzyJuliette

curio cherry

makasih udah review !

Review back?
please... *puppy eyes*