"Bagaimana Taehyung? Sakit apa? Apa cukup parah?" tanya Baekhyun panik, di seberang telepon Chanyeol menjawab berusaha menenangkan.
"Tenanglah, baby. Taehyung baik-baik saja, dia hanya kelelahan karena Ummanya mengajak jalan-jalan hari sebelumnya, dia sudah membaik saat aku datang "
"U-u-Umma, apa dia bertanya macam-macam padamu?" Chanyeol diam sejenak.
"Oh itu..ahjumma baik-baik saja, d-dia memperlakukanku dengan baik, mungkin dia terpesona dengan ketampananku? " Baekhyun tersenyum lega.
"Ne, baiklah, tapi kau bilang apa pada Umma saat kau menemui Taehyung? Apa benar tidak ada masalah?" Baekhyun masih khawatir.
"Aku hanya bilang pernah bertemu Taehyung dan mengenalnya secara tidak sengaja. Sudahlah, baby yang jelas semua baik-baik saja. Mungkin dia takjub melihat artis seterkenal aku datang ke rumahnya" Baekhyun menjawab dengan decihan lalu terkekeh.
"Kau pulang jam berapa hari ini, Chanyeolie?"
"A-aku sepertinya tidak pulang hari ini, aku..aku ada urusan bertemu dengan Appa " jawab Chanyeol pelan. Baekhyun terdiam, Chanyeol yakin Baekhyun khawatir padanya.
"Hei baby, aku akan baik-baik saja, aku janji, hm? "
"Apa ada masalah sampai kau harus ke sana? Kau tau, aku khawatir, terakhir kali kau bertemu denganya, kau..."
"Ada yang harus kami bicarakan, percaya padaku, aku akan pulang dengan wajah tampan sama saat kau bertemu denganku tadi pagi" Chanyeol berusaha membuat Baekhyunnya yang kini ada di kantor tersenyum.
"Hubungi aku kalau ada apa-apa, hati-hati di jalan, okay?"
"Ne, baby. I love you "
"Arra. Bye" Baekhyun menarik napas setelah Chanyeol menutup teleponnya. Dia sudah cukup lega mendengar Taehyung baik-baik saja, namun sekarang dia memikirkan Chanyeol yang akan bertemu Appanya, dia masih ingat wajah Chanyeol yang lebam setelah bertemu dengan tuan Park.
#ChanBaek#
Malamnya Baekhyun tidak bisa memejamkan mata, dia hanya berguling-guling di ranjangnya, pikirannya hanya di penuhi oleh Chanyeol, bagaimana tidak, setelah meneleponnya tadi siang tidak ada lagi kabar dari Chanyeol. Baekhyun sudah mencoba menghubungi Jongin untuk menanyakan kabar Chanyeol namun ponsel Jongin tampaknya tidak aktif setelah berkali-kali Baekhyun menghubunginya.
Setelah lelah berusaha untuk tidur namun tidak berhasil, wanita ini beranjak dari flatnya menuju flat sebelah dan mengetuk pintunya pelan. Beberapa menit Baekhyun menunggu namun tidak ada yang membuka pintu, maklum saja ini sudah tengah malam mungkin penghuninya sudah terlelap. Tak lama pintu terbuka dengan Jongin yang ada dihadapannya dengan rambut berantakan khas bangun tidur.
"Waeyo Baekkie?" Jongin cukup terkejut mendapati Baekhyun di depan pintu flatnya dengan bibir mengerucut dan mengenakan piyama.
"Kai~ah, aku tidak bisa tidur, bolehkah aku tidur di kamar Chanyeolie?" Jongin melongo lalu dalam sekejap tersenyum jahil.
"Ckck.. kau merindukan kekasihnya, eoh?" namun Baekhyun tidak menjawab.
"Minggir, aku mau tidur" Baekhyun mendorong tubuh Jongin agar tidak menghalangi jalan masuknya dan bergegas masuk ke kamar Chanyeol tanpa menjawab perkataan Jongin.
Begitu merebahkan tubuhnya ke ranjang, Baekhyun mendekap guling yang biasa di pakai oleh Chanyeol, memeluknya seolah mencari kehangatan. Entah berapa lama pikiran Baekhyun melayang, namun tak lama kemudian dia sudah masuk ke alam mimpi.
Saat bangun dari tidurnya Baekhyun merasa sesuatu yang hangat dibelakang tubuhnya, Baekhyun ingin berbalik namun terasa berat dan dia menyadari sebuah lengan memeluknya dari belakang, sedikit tersenyum Baekhyun membelai tangan besar itu.
"Kau sudah bangun?" tanya suara berat di belakangnya.
"Kapan kau datang?" Baekhyun bertanya tanpa menengok, dia masih ingin menikmati bersandar di dada lelaki yang sudah menjadi kekasihnya itu.
"Baru saja" Chanyeol menjawab singkat. Baekhyun melongok ke arah jam di meja, jam 5 pagi, Baekhyun berbalik dan menangkup kedua tangannya ke wajah Chanyeol.
"Kau baik-baik saja?" Baekhyun menatap tepat di mata Chanyeol sambil meneliti setiap inchi wajah namja di depannya. Chanyeol memegang satu tangan Baekhyun dan mengecupnya.
"Justru aku yang bertanya apa kau baik-baik saja? Apa kau mimpi buruk lagi, hm? Jongin mengirim pesan mengatakan tengah malam kau datang untuk tidur di kamarku, aku mengkhawatirkanmu"
"Aniyo, aku hanya susah tidur saja" Baekhyun menunduk malu.
"BabyBaek merindukanku, eoh?" Chanyeol menggoda, Baekhyun memutar bola matanya seolah tidak ingin menanggapi Chanyeol
"Chanyeolie, bagaimana kau dan Appamu?" Baekhyun bertanya.
"Aigoo berapa kali aku harus menjawab, semua berjalan baik. Tidurlah lagi, masih ada waktu sebelum kau berangkat kerja" Baekhyun mengangguk dan tidak menyadari wajah Chanyeol yang menegang.
#ChanBaek#
Pagi ini Chanyeol mengantar Baekhyun ke kantor bersama dengan Jongin, Jongin beralasan akan menemani pasangan ini tapi Chanyeol dan Baekhyun tau sebenarnyya namja itu hanya ingin bertemu dengan kekasihnya. Tiba di kantor, Jongin berpamitan untuk menemui Kyungsoo meninggalkan Baekhyun berdua dengan Chanyeol.
"Baekby, malam ini kau ada acara?" Chanyeol memecah keheningan, Baekhyun mengalihkan perhatian dari PSPnya. Saat ini Baekhyun ada di bangku belakang sedangkan Chanyeol di bangku sebelah kemudi.
"Aniyo, wae?" Baekhyun bertanya singkat, Chanyeol menghela nafas, beginilah kekasihnya, bisa tiba-tiba begitu manis seperti pagi tadi namun bisa mendadak menjadi manusia es.
"Aku ingin mengajakmu dinner, kau mau kan?" Baekhyun hanya mengangguk tanpa menatap Chanyeol, pandangannya masih berkutat pada gamenya.
"Yak! bisakah memperhatikanku dulu?" Chanyeol menarik mainan Baekhyun dari genggamannya yang dihadiahi deathglare oleh wanita itu.
" .Ku" ucap Baekhyun dengan nada menyeramkan.
"Kalau aku tidak mau?" Chanyeol masih menengok ke belakang sambil memutar-mutar PSP Baekhyun di tangannya. Baekhyun berusaha meraih mainannya dari tangan Chanyeol namun Chanyeol jusru menarik tangan Baekhyun hingga Baekhyun hampir menabrak wajah Chanyeol, dan kesempatan itu diambil Chanyeol untuk mengecup bibir kekasihnya, niat awal Chanyeol hanya mengecup singkat saja namun tanpa diduga Baekhyun justru memejamkan mata dan melumat bibir Chanyeol, setelah diam beberapa detik, Chanyeol membalas permainan bibir mereka. Saat melepaskan ciumannya Baekhyun tiba-tiba menutup mulutnya dan menatap terkejut ke arah luar, Chanyeol berbalik dan memandang ke arah tatapan Baekhyun. Jay.
Ya, jay menatap ke arah mereka.
Baekhyun bergegas turun dari mobil dan membungkuk hormat pada Jay ketika dia sudah ada di depannya.
"S-Sajangnim, ah, maksudku o-oppa, selamat pagi" Baekhyun tersenyum lemah.
"Well, ku rasa aku mengganggu kegiatanmu dengan...Ah Park Chanyeol-ssi, apa kabar?" Chanyeol menyusul Baekhyun untuk menemui Jay. Chanyeol hanya menanggapi dengan senyuman sinis.
"Oppa? sejak kapan kau memanggil bosmu begitu akrab?" Chanyeol menatap dingin ke arah Baekhyun.
"Kurasa itu wajar, mengingat kami cukup dekat, bukankah begitu, Baek?" Baekhyun hanya menunduk tidak berani melihat mata kedua lelaki di dekatnya. Tiba-tiba Jongin datang, melihat suasana yang tampak canggung, Jongin memberi salam pada Jay dan menarik Chanyeol untuk segera berangkat, sedangkan Baekhyun hanya menatap punggung Chanyeol yang tidak berpamitan padanya.
"Jadi..Apa sebenarnya hubunganmu dengan Chanyeol, hm?" tanya Jay sambil memeluk pundak Baekhyun seolah memaksanya untuk berjalan sejajar, Baekhyun sempat melirik dengan ekor matanya ke arah Chanyeol yang baru saja memasuki mobil.
"A-aniyo, Oppa, ka-kami berteman dekat" Baekhyun masih menunduk sambil berjalan.
"Sungguh?Apa berteman berarti kau bisa berciuman dengan mesra?" tiba-tiba Jay menghentikan langkahnya yang otomatis ikut membuat Baekhyun menghentikan langkahnya, Jay memegang kedua pundak Baekhyun untuk menghadapnya, Baekhyun yang bingung menatap ke arah Jay yang tampak tersenyum, menyeringai lebih tepatnya. Tanpa diduga, Jay mendekatkan wajahnya ke arah Baekhyun, sangat dekat.
BUGH!
Sebuah pukulan tepat mengenai wajah Jay, Baekhyun tersentak. Chanyeol kini ada di hadapannya dengan mata penuh kilat kemarahan, Baekhyun belum sempat berkata apa-apa, Chanyeol menarik lengannya sangat kuat, memaksanya masuk ke dalam mobil. Sedangkan Jongin membantu Jay untuk bangun dan tidak protes saat melihat Chanyeol sudah membawa pergi mobil dan Baekhyun sekaligus.
"Chanyeolie, ki-kita mau ke mana?a-aku harus bekerja" cicit Baekhyun takut-takut di bangku penumpang .
"Dan membiarkanmu berciuman dengan bosmu itu?!" Chanyeol berkata keras.
"Itu tidak seperti y-"
"Kau sengaja ingin menunjukkan di hadapanku kalau kau bisa mencium laki-laki lain, hah?!" tubuh Baekhyun bergetar mendengar teriakan Chanyeol.
"C-Chanyeol..."
"Oh dan aku tidak pernah tau apa yang kalian berdua lakukan jika tidak ada aku"
"Cukup!" Baekhyun tidak tahan lagi. Chanyeol tidak berkata apa-apa lagi namun segera mengemudikan mobilnya dengan kencang, dan Baekhyun menyadari itu adalah arah ke apartemen mereka. Begitu mobil terparkir, Chanyeol menyeret lengan Baekhyun, Baekhyun menahan rasa sakitnya dan berusaha untuk menahan air matanya.
Chanyeol membuka flatnya dengan cepat, mendorong Baekhyun ke sofa dan menindihnya, Chanyeol menyerang bibir Baekhyun dengan ganas yang mendapat perlawanan dari Baekhyun sehingga tanpa sengaja Chanyeol menggigitnya dan menimbulkan rasa anyir di lidah Chanyeol yang membuatnya berhenti. Chanyeol seperti tersadar dan menatap sayu ke arah Baekhyun yang kini menutup wajahnya dan menangis keras.
"Mi-mianhae" kata Chanyeol sarat penyesalan, Baekhyun terus menangis. Chanyeol membuka tangan Baekhyun, dan begitu terkejutnya dia melihat sudut bibir kekasihnya terluka.
"Baek..Baekhyun, a-aku minta maaf" Chanyeol menatap nanar ke arah Baekhyun, sedangkan Baekhyun tidak menjawab apapun.
BRAK
"Baekhyun!" Jongin dengan kasar membuka pintu flat, mendapati pasangan dihadapannya terduduk dengan salah satunya menangis. Jongin menghampiri Baekhyun dan segera memeluknya, Baekhyun semakin tersedu di dada Jongin.
"Pergilah, Chanyeol. Syutingmu dimulai setengah jam lagi" Jongin berkata tegas pada Chanyeol tanpa melepas pelukannya pada Baekhyun yang mulai berkurang isakannya.
Chanyeol menatap ke arah Baekhyun lalu menatap Jongin seolah berharap agar dia tidak perlu pergi.
"Aku tidak bisa meng-cancel jadwalmu. Sedangkan Baekhyun, Kyungie memberinya waktu istirahat" Jongin seolah menjawab pertanyaan Chanyeol yang tidak terucap. Chanyeol berdiri dan mendekati Baekhyun yang masih didekap oleh sahabatnya itu, membelai rambutnya sejenak sambil mengucap maaf dengan lirih dan langsung pergi.
"Baek, kau baik-baik saja?" Jongin bertanya saat Chanyeol sudah pergi.
"A-aku takut" Baekhyun berkata lirih. Jongin melepas pelukannya, memegang pundak Baekhyun memandang tepat di manik matanya.
"Percayalah Chanyeol sangat mencintaimu, dia tidak bermaksud menyakitimu, dia hanya terlalu takut kehilanganmu" Baekhyun diam, Jongin melepaskan pundak Baekhyun dan menatap kosong ke depan.
Jongin menghela nafas kasar lalu berkata.
"Aku tidak pernah melihat Chanyeol seperti ini lagi"
"Lagi?" Baekhyun terkejut.
"Ya, Chanyeol dulu sangat temperamen, mungkin dia terlalu sering melihat kedua orangtuanya berkelahi membuatnya jadi seperti itu, dia sering pulang ke asrama dengan wajah babak belur, dia bahkan pernah memukulku hingga hidungku patah" Baekhyun menutup mulutnya menahan pekikan terkejut.
"Tapi setelahnya dia menyesal dan membawaku ke rumah sakit. Dan kau tau kenapa dia marah? karena aku lebih memilih pergi bersama dengan temanku dibanding menemaninya di asrama. Saat itu Appa nya yang memegang kendali. Appanya selalu mengontrol Chanyeol, seperti jika Appanya memberikan dia uang kuliah maka Chanyeol harus melakukan sesuatu yang diperintah Appanya, Chanyeol sangat tertekan kala itu. Anggaplah apa yang Chanyeol dapat dia harus 'membayar'nya. Ketika Chanyeol sudah mulai bisa bekerja sendiri dan lepas dari Appanya, dia menjadi semakin sabar dan jarang melepas kemarahannya. Maka dari itu aku sangat terkejut hari ini, melihat matanya, mata Chanyeol sama seperti dulu, penuh kesedihan, kemarahan. Apa kau bertengkar dengan dia sebelumnya?" Jongin menengok pada Baekhyun, Baekhyun menggeleng.
"Huft, Chanyeol akan butuh waktu untuk menenangkan diri, begitu juga denganmu. Pulanglah, Kyungie sudah memberi ijin untukmu" Jongin menarik nafas berat.
"Kyungsoo memberiku libur?" Jongin mengangguk.
"Aku menceritakan kejadian hari ini padanya, dia memutuskan untuk kau beristirahat beberapa hari, dan setelah kau masuk nanti, dipastikan kau akan dipindah, tidak lagi menjadi sekretaris Jay"
"T-tapi.."
"Sudahlah Baek, aku tau kau pasti merasa tidak nyaman dengan Jay, lupakan kejadian buruk hari ini, pulanglah" Baekhyun beranjak dan hendak menuju flatnya, saat tiba di depan pintu Jongin memanggilnya.
"Hai Baek, besok ulang tahunmu bukan?" Baekhyun menunduk sedih.
"Percayalah Chanyeol akan lebih baik besok, dan aku harap kau bisa memaafkannya" Baekhyun tersenyum sebelum berlalu.
#ChanBaek#
Baekhyun terbangun dini hari karena mendengar suara berisik, saat dia membuka mata dia berjalan ke arah dapur dan mendapati Jongin dan Kyungsoo sedang ribut.
"Kyungie, honey, kue ini akan penuh lilin kalau kau memberinya 25 buah lilin" bisik Jongin.
"Tapi itu bagus, sesuai dengan umur Baekkie" Kyungsoo balas berbisik.
"Ehem" Baekhyun berdeham sambil bersandar di tembok yang mengejutkan pasangan itu.
"B-Baekkie kau sudah bangun?" Jongin membelalakkan matanya.
"Baekkie! Happy birthday!" Kyungsoo segera menghambur memeluk Baekhyun dan mencium pipi Baekhyun melupakan kue tartnya. Baekhyun tersenyum geli melihat tingkah direkturnya itu.
"Mian, menggaggu tidurmu, sekarang kemarilah tiup lilinnya" Jongin melambai pada Baekhyun, Baekhyun menghampiri konter dapurnya, Jongin menghadiahinya sebuah kecupan di pipinya.
"Saengil chukkae, Baekkie"
"Gomawo, Kai-ah" Baekhyun memejamkan matanya sejenak dan meniup lilin-lilin di atas kuenya, Jongin dan Kyungsoo bertepuk tangan riang. Baekhyun menatap ke arah pintu seperti mencari sesuatu.
"Chanyeol tidak pulang hari ini" Jongin berkata, seolah tau apa yang dipikirkan Baekhyun.
"Oh" Baekhyun hanya menjawab singkat. Kyungsoo memegang kedua tangan Baekhyun dan tersenyum padanya.
"Aku yakin dia tidak melupakanmu, seperti kata Kai, dia ingin menenangkan dirinya" tiba-tiba air mata mengalir begitu saja di pipi Baekhyun.
"Uljima, Baekkie" Kyungsoo memeluk Baekhyun.
"A-aku..hiks..takut dia meninggalkanku..hiks.." Baekhyun terisak.
"Hari ini hari ulang tahunmu, kamu harus gembira, hm?" Kyungsoo mengangkat dagu Baekhyun untuk menatapnya, Baekhyun menghapus airmatanya dan tersenyum lemah.
"Oh iya, sore ini datanglah ke restoran Blue World, aku ingin mentraktirmu" ujar Jongin.
"Dan pakailah gaun yang cantik" tambah Kyungsoo. Baekhyun hanya bisa mengangguk dan tersenyum, bersyukur memiliki sahabat yang baik.
#ChanBaek#
Sore ini pukul 4 sore, Baekhyun sudah mengendarai taksi menuju restoran yang dimaksud Jongin, Jongin sempat memberi tahunya bahwa dia tidak bisa menjemput jadi Baekhyun harus berangkat sendiri. Dengan mengenakan gaun warna biru tua yang membuat kulit pucatnya semakin menonjol. Saat Baekhyun tiba, pelayan restoran membukakan pintu dan menyambutnya dengan ramah, di dalam tempat itu tidak ada satupun pengunjung lain, namun dekorasi klasik restoran tampak dihiasi bunga mawar bahkan Baekhyun melewati karpet bunga yang sangat indah dan di samping kanan kirinya terdapat tulisan dengan bunga mawar putih "Happy Birthday". Baekhyun tersenyum memikirkan begitu baiknya Jongin dan Kyungsoo.
Pelayan mempersilahkan Baekhyun duduk di kursi yang sudah disiapkan. Ya, disiapkan karena tidak nampak meja lain di restoran besar itu. Saat Baekhyun duduk, tiba-tiba sepasang tangan menutup matanya yang membuat Baekhyun sedikit terperanjat, Baekhyun tau bau ini, parfum ini, aroma yang sangat masculin. Milik Chanyeol.
Tiba-tiba sebuah suara benar-benar mengejutkannya, suara kecil yang menyangi tepat di hadapannya.
"Saengil chukka hamnida..Saengil chukka hamnida..Saranghaneun Baekkie Noona..Saengil Chukka hamnida.." begitu lagu selesai, kedua tangan itu menyingkir dari pandangan Baekhyun, dan Baekhyun dapat melihat dengan jelas, Taehyung mengenakan tuxedo yang sangat pas dengan tubuhnya ada di hadapannya dengan sebuah kue kecil di tangannya.
Baekhyun segera mengambil kue dari tangan Taehyung, meletakkannya di atas meja dan memeluk laki-laki kecil itu, Taehyung pun membalas pelukan Noona-nya.
"Noona merindukanmu, Sayang" dan dihadiahi kecupan-kecupan kecil dari Taehyung. Rasanya hatinya sangat bahagia dengan adiknya berada di pelukannya. Tidak, Baekhyun tidak mau menangis, dia akan selalu tersenyum untuk Taehyung.
Saat Baekhyun mengangkat wajahnya, dia baru menyadari Chanyeol ada di hadapannya dengan senyum lembutnya. Baekhyun melepas pelukan Taehyung dan berjalan ke arah Chanyeol, Baekhyun menatap lantai.
"Masih marah padaku?" Chanyeol bertanya sambil mengangkat dagu Baekhyun, Baekhyun menggeleng.
"Mianhae, aku-" Baekhyun meletakkan jari telunjuk di bibir Chanyeol untuk menghentikan kata-katanya.
"Sudahlah, Chanyeolie, yang penting sekarang kau ada di sini" Chanyeol menyingkirkan tangan Baekhyun dari bibirnya dan berucap.
"Saengil Chukkae, my BabyBaek" dan Chanyeol segera mencium lembut bibir Baekhyun, menjilat bibir bawah Baekhyun yang masih menunjukkan luka karena ulahnya, Baekhyun memeluk leher Chanyeol dan menekan kepala Chanyeol seolah sarat akan kerinduan, bunyi kecipak saliva pun terdengar.
"Iuugh, Noona, hyung" kata Taehyung sambil menutup kedua matanya, kedua insan itu baru tersadar dan melepaskan pautan bibir mereka, Baekhyun menatap Taehyung dengan wajah merah padam.
"Jadi..hyung bukan teman Noona?" celetukan Taehyung membuat Chanyeol mengangkat alisnya.
"Ah, harusnya Taehyung tau, hyung bukan teman Noona tapi kekasih Noona, kan?" Chanyeol tersenyum lebar.
"SStt.. rahasia, kau tidak boleh mengatakan pada siapapun, Arra?" Baekhyun berpura-pura berkata galak yang membuat Taehyung terkikik geli. Baekhyun mengangkat tubuh mungil Taehyung dan duduk dengan memangku Taehyung di pahanya.
"Kau kesini karena mau merayakan ulang tahunku?" Baekhyun masih bertanya tidak percaya, Taehyung mengangguk-angguk antusias.
"Ne, bahkan Chanyeol hyung bilang, malam ini aku boleh menginap di rumah Noona" Baekhyun menatap Chanyeol yang kini duduk di hadapannya.
"B-bagaimana bisa?A-apa akan baik-baik saja?" Baekhyun terdengar khawatir.
"Apapun akan kulakukan agar kau bahagia , Sayang" Chanyeol mengusap punggung tangan Baekhyun dengan lembut. Walaupun banyak pertanyaan di kepala Baekhyun, namun dia tidak berani bertanya karena takut akan memicu kemarahan Chanyeol.
"Makanlah dulu,kau boleh bertanya apapun nanti, ok?" Baekhyun tersenyum. Mereka bertiga menikmati makan malam penuh kebahagiaan.
#ChanBaek#
Chanyeol mengendarai mobilnya menuju apartemen, sepanjang jalan Baekhyun dan Chanyeol mendengarkan cerita Taehyung, sesekali mereka tertawa karena ekspresi Taehyung yang lucu. Sesampainya di flat Baekhyun, Taehyung tampak menguap.
"Taehyung lelah, eoh? Jja kita tidur?" Baekhyun melepaskan pakaian Taehyung satu per satu dan Chanyeol menyiapkan baju tidur Taehyung yang sudah disiapkan dalam tas ransel yang dibawa dari rumah Taehyung. Setelah Chanyeol berpamitan dan kembali ke flatnya,Baekhyun bergelung di kasur bersama Taehyung.
"Noona, kenapa Noona tidak pulang ke rumah lagi?" Taehyung bertanya sambil memejamkan mata.
"Noona harus bekerja Taehyung-ah, lagipula Taehyung juga sibuk sekolah bukan?" Baekhyun mencari alasan.
"Uh-huh, tapi kalau ada Noona sepulang bekerja Noona kan bisa bermain dengan Taehyung"
"Taehyung kan sudah besar tidak boleh banyak bermain, lagipula kita tetap bisa bertemu kan?"
"Taehyung ingin memberi tau Umma kalau Taehyung senaaang sekali bisa merayakan ulang tahun Noona" Baekhyun tercekat dan cepat-cepat melepas pelukan Taehyung untuk menatap serius pada anak itu.
"Taehyung, ingat, kau tidak boleh bercerita pada Umma" Baekhyun berkata tegas, Taehyung mempoutkan bibirnya.
"Arraseo, Chanyeol hyung juga bilang seperti itu, kalau aku bilang pada Umma, Chanyeol hyung tidak mau menemuiku lagi" Baekhyun kembali memeluk dongsaeng kesayangannya itu.
"Maafkan Noona, ne. Tapi itu demi kebaikan kita" Baekhyun berkata lirih, walaupun mendengar, Taehyung tidak mengerti maksudnya sehingga dia tidak menjawab lagi.
Tiba-tiba sebuah ketukan di pintu mengagetkan mereka berdua,Baekhyun beranjak dari kasurnya untuk membuka pintu, meninggalkan Taehyung yang kini sudah membuka mata.
"Wae?" Baekhyun mendengus kesal saat menyadari Chanyeol di depan pintu dengan wajah seperti anjing terbuang.
"Tidurlah denganku, Baek. Kai menginap di rumah Kyungsoo" kata Chanyeol memelas.
"Hyung?" Taehyung mengintip.
"Taehyung-ah, tidur dikamar Hyung saja,ne?" ucap Chanyeol riang.
"Wae?" Taehyung menatap bingung.
"Itu karena hyungmu ini tmmph" Chanyeol menutup mulut Baekhyun dengan tangannya.
"Itu karena hyung ingin tidur bersama kalian, lagipula kau cuma menginap semalam, kau tidak sayang pada hyung, eoh?" Baekhyun memutar bola matanya dan menepis tangan Chanyeol dari mulutnya.
"Baiklah, ayo" kata Taehyung segera beranjak tanpa curiga.
"Penakut" kata Baekhyun sambil berjalan. Chanyeol tersenyum lebar dan mencium pipi Baekhyun sekilas sebelum menggendong Taehyung ke lengannya.
Taehyung tidur dengan posisi memeluk Baekhyun di ranjang yang biasa dipakai Kai sedangkan Chanyeol di ranjangnya sendiri. Chanyeol tidak bisa tidur, beberapa kali berguling-guling untuk mencari posisi yang nyaman, sekilas melihat ke arah Baekhyun dan Taehyung. Melihat Taehyung sudah tertidur pulas, Chanyeol beranjak dan menggoyang-goyang tubuh Baekhyun, setelah wanita itu terbangun, Chanyeol memberi isyarat pada Baekhyun untuk keluar dari kamar. Baekhyun menggeliat sebentar dan mengikuti Chanyeol menuju ruang tamu.
"Ada apa, Chanyeolie" Baekhyun berkata sambil berjalan malas ke arah sofa, Chanyeol tersenyum melihat wajah Baekhyun dengan rambut acak-acakan, bibir dipoutkan dan berjalan sambil memejamkan mata. Ketika Baekhyun sudah mendekati sofa, Chanyeol menariknya hingga Baekhyun terjatuh di dadanya.
"Aku tidak bisa tidur" kata Chanyeol sambil mendekap tubuh wanita yang dicintainya itu.
"Lalu kau ingin menggangguku tidur?" Baekhyun berkata ketus.
"Aniyo, aku ingin berbicara padamu" mendengar nada serius Chanyeol, Baekhyun segera membuka mata dan menatap manik mata Chanyeol tanpa melepas dekapannya. Melihat sorot wajah khawatir dari Baekhyun, Chanyeol menghela nafas seolah bebannya sangat berat.
"Chanyeolie, bukankah kamu berjanji akan menceritakan apapun padaku?" kata Baekhyun menuntut.
"Aku tau, tapi..aku tidak ingin membebanimu dan aku tidak mau ada salah paham di antara kita nantinya jadi aku rasa aku perlu memberitahu padamu"
"Katakan saja, Chanyeolie" ucap Baekhyun penasaran.
"A-aku besok akan datang ke kencan buta" kata Chanyeol pelan. Baekhyun segera melepas pelukan Chanyeol.
"Mwo?!" Baekhyun setengah berteriak.
"Aku memang sudah memilikimu, baby, dan ini bukan kemauanku, aku berjanji aku hanya akan menemui wanita itu saja dan aku pastikan tidak ada hubungan lebih lanjut, aku akan menolaknya dengan halus. Baekhyun baby, aku mohon jangan menangis. Dengar,aku bersungguh-sungguh aku tidak akan mungkin menduakan kamu" Chanyeol terkejut mendapati air mata Baekhyun sudah mengalir. Baekhyun terdiam, dalam hati rasanya sangat sakit saat tau kekasihnya akan berkencan dengan wanita lain, tapi Baekhyun juga yakin jika Chanyeol pasti punya alasan yang kuat.
"Ku mohon, Baek, mengertilah. Ini..ini untuk Appa dan..dan Taehyung" Baekhyun terbelalak.
TBC
Kenapa Chanyeol mau kencan buta?Apa hubungannya dengan Taehyung?
Mau lanjut lagi ga?
