Taehyung menggeram, merasakan suhu tubuhnya yg tinggi. Nafasnya putus-putus, seolah-olah ia habis melakukan pekerjaan berat. Perlahan matanya terbuka dan menampilkan sosok kabur 3 orang yg menatapnya cemas.
"Taehyung astaga..!!! Kau baik-baik saja ?!" Pekik Baekhyun panik sambil sesekali meringis saat merasakan suhu tubuh puteranya itu benar-benar diatas normal, meski kaum Werewolf memang memiliki suhu tubuh cenderung panas tapi tidak sepanas ini juga.
"Hoseok apa yg terjadi ?" Tanya Chanyeol.
"Maaf Alpha Chanyeol..saat saya datang keadaan Alpha Taehyung sudah seperti ini" Jawab Hoseok.
Karena memang tadi malam saat Hoseok datang hendak memberikan berkas-berkas penting yg baru saja ia ambil dari kantor, ia terkejut saat melihat sosok sang Alpha yg biasa terlihat kuat dan berkharisma itu malah terbaring kesakitan dilantai hingga pingsan. Tentu saja Hoseok panik dan langsung mengangkat tubuh Taehyung untuk dipindahkan di ruang istirahat, Hoseok bahkan langsung menghubungi Orang tua sang Alpha.
Chanyeol mengerutkan kening cemas melihat kondisi sang putera yg tidak seperti biasa. Werewolf itu jarang sakit, malah tidak pernah..kecuali jika sesuatu terjadi pada mate mereka.
Tunggu...
Mate ?
Pria jangkung itu melotot lalu melihat diseluruh leher Taehyung untuk memastikan sesuatu, namun nihil. Hingga matanya jatuh kearah pergelangan tangan Taehyung yg sudah terlihat jelas sebuah tanda berbentuk bulan sabit dengan 3 bintang yg mengelilinginya.
"Apa...Taehyung sudah menemukan mate-nya Hoseok ?" Pertanyaan Chanyeol membuat Baekhyun ikutan terkejut. Begitupun Hoseok, ia bimbang harus memberitahu atau tidak..pasalnya Taehyung menyuruhnya untuk merahasiakan hal ini dulu.
"Itu benar ??" Baekhyun semakin penasaran.
"Uh..ya..Luna..Alpha Taehyung sudah menemukan mate-nya"
Baekhyun melotot, "Mwo ?! Dan dia tak memberitahuku ?!"
"Tenang sayang.." Bujuk Chanyeol lalu kembali menatap Hoseok, "Apa Taehyung sengaja tidak memberitahu kami ?"
"Saya_"
"Ju-Jungkook..." Lirih Taehyung pelan dengan ringisan. Membuat 3 orang ditempat itu terdiam sambil sesekali saling melirik.
"Jungkook ? Siapa itu ?" Tanya Baekhyun.
"Mate Alpha Taehyung, Luna..Park Jungkook, adik dari Alpha Park Jimin pemimpin Silvermoon Pack"
Chanyeol berdecak, "Dasar ceroboh..." Makinya kesal lalu menghembuskan nafas pelan, "Kau masih ingat dimana rumah Jungkook ?"
"Ya..Alpha..kami baru saja menghadiri acara pengangkatan Alpha Jimin kemarin malam"
"Bagus..kita kesana sekarang"
"Eh ? Untuk apa Yollie ?" Tanya Baekhyun heran.
"Tentu saja untuk mempertemukan mereka..kalau tebakanku benar..mate Taehyung juga sedang mengalami hal yg sama. Satu-satu nya cara menyembuhkan mereka adalah dengan mempertemukan mereka"
Di kediaman keluarga Park..
"Ugh..Jimin lakukan sesuatu..suhu tubuh Kookie semakin tinggi..hiks.." Isak Yoongi ketakutan saat Jungkook terus saja merengek kepanasan dengan tubuh yg basah oleh keringat serta wajah pucat.
"Tenang hyung...sebentar lagi dokter datang"
"T-tapi..tapi..."
*
Tenang Yoongi...adik kita pasti baik-baik saja.. (Puma)
Aku takut Puma...aku tak ingin kehilangan adik lagi..(Yoongi)
Aku tahu..aku juga meraskan hal sama denganmu..aku juga takut.. (Puma)
Tenang lah kalian berdua...Jungkook itu kuat..(Christ)
Ya..adikku kuat..adik kita kuat (Jimin)
*
Yoongi kembali menangis, tidak ingin terlihat lemah tapi Yoongi sangat menyayangi Jungkook. Ia tak ingin terjadi apapun pada adik kesayangannya ini.
Tok..tok..!
Cklek..!
"Dimana dokternya ?" Tanya Jimin heran saat melihat salah satu pengawalnya itu masuk sendirian.
"Maaf Alpha..Dokter Lee belum tiba tapi...kita kedatangan tamu dari Goldmoon Pack"
Kening Jimin mengerut bingung, perasaan ia tak memiliki janji temu apapun dari Pack tersebut. Lagipula..kenapa ia tak menyadari jika ada Werewolf lain yg memasuki wilayahnya ?
"Astaga..apakah harus sekarang ? Adikku sedang sakit Demi Tuhan..!" Geram Jimin kesal.
"Ah..itu..."
"Permisi biarkan saya lewat.." Sebuah suara Bass menginterupsi tiba-tiba. Membuat Jimin, Yoongi serta pengawalnya terkejut saat melihat Chanyeol dan Hoseok tengah membopong tubuh Taehyung yg terlihat begitu lemah tak berdaya.
"Akan saya jelaskan nanti Alpha Jimin..maaf jika saya lancang tapi..biarkan putera saya tidur disebelah mate-nya" Ucap Chanyeol sesopan mungkin sebelum Jimin sempat membuka mulutnya.
Jimin dan Yoongi saling melirik bingung, masih tidak mengerti dengan hubungan ini.
"Ayolah...putera saya sangat menderita. Dia butuh pasangannya, begitupun adik anda" Kata Baekhyun gemas.
Jimin menghela nafas pelan lalu mengangguk pelan sebagai tanda iya, "Tapi saya tetap membutuhkan penjelasan Alpha Chanyeol..Luna Baekhyun" Tegas Jimin.
"Tentu saja" Jawab Chanyeol kalem lalu membaringkan tubuh Taehyung disamping Jungkook, menyatukan kedua tangan mereka.
Entah sadar atau tidak, Taehyung refleks langsung memeluk tubuh Jungkook. Membuat Jungkook yg tadinya selalu gelisah dan merengek kini malah terlihat tenang dan nyaman.
"Mereka hanya membutuhkan satu sama lain" Ujar Chanyeol.
#
Kini Chanyeol dan Baekhyun sudah duduk diruang tamu rumah megah itu ditemani oleh Jimin serta sang istri, sementara Hoseok masih berjaga didepan pintu kamar Jungkook.
"Jika anda bertanya apa yg sebenarnya terjadi, jujur saja saya juga tidak mengerti. Kejadian seperti ini jarang atau bahkan tidak pernah terjadi sebelumnya. Saya tidak tahu sejak kapan Taehyung menemukan mate-nya dan menandainya, tapi sepertinya..efek penandaan itu membuat mereka berdua kesakitan jika dipisahkan" Jelas Chanyeol.
"Tapi..tetap saja ini aneh. Saya dengan istri saya tidak mengalami hal seperti itu dulu..saya yakin begitupun dengan anda berdua. Tidak adakah penjelasan logis tentang ini ?" Tanya Jimin, masih berusaha mencari jawaban yg diinginkan.
Chanyeol menggeleng sambil tersenyum, "Sepertinya adik anda Park Jungkook sudah ditakdirkan untuk tidak boleh jauh dari putera saya"
"Karena itu..biarkan mereka tinggal serumah" Celetuk Chanyeol lagi tiba-tiba dan membuat Yoongi yg tadinya sedang meminum teh tersedak kaget.
Sedangkan Jimin yg tadinya hendak meminum minumannya membeku dengan tatapan kaget menatap pasangan suami istri didepannya yg hanya memasang tampang kalem.
#
Baekhyun menatap sang suami dengan mata memincing, membuat Chanyeol yg merasa ditatap balas menatap istri tercintanya.
"Apa ?"
"Kau sengaja kan ?"
"Tentang apa My Luna..?"
"Tentang usulan tinggal bersama...masa sih harus begitu ?" Baekhyun masih tidak mengerti. Bukannya ia tidak menyetujui Jungkook menjadi pasangan Taehyung..Hell, itu hukum alam omong-omong. Tapi masa iya efek penandaan sampai seperti itu ?
"Kau lihat sendiri kan reaksi tubuh keduanya bagaimana tadi saat mereka diletakkan seranjang ? Itu artinya mereka tidak bisa saling berjauhan..lagipula..aku sudah menyelidiki tentang Alpha Jimin..dia tipe kakak yg possesiv..aku bertaruh Taehyung pasti kewalahan mendekati Jungkook"
Baekhyun mengangguk paham tapi sedetik kemudian ia tersenyum sambil memeluk lengan kekar suaminya.
"Ngomong-ngomong Jungkook itu menggemaskan..ugh..bagaimana ya rupa anak mereka nanti..pasti imut.." Gumam Baekhyun dengan kekehan gemasnya membuat Chanyeol tersenyum tipis dan mengelus rambut panjang sang istri.
"Kau juga imut kok sayang.."
"Ishh..gombal.."
#
Sementara Itu Jimin sedang uring-uringan sendiri diruangan kerjanya setelah mendengar usul Chanyeol dan istrinya itu.
Tinggal berdua ?
Adiknya yg manis itu dengan si mesum Taehyung ?!!!
Demi apapun..JIMIN TIDAK RELA..!!
Maafkan soal capslock..sengaja.
Meski bukan saudara kandung..tapi Jimin itu sangat menyayangi Jungkook. Ia selalu berusaha menjaga adik manisnya itu bagaimanapun caranya. Bahkan ia sampai terlihat seperti terobsesi pada Jungkook. Ia tak perduli.
Jimin hanya takut adiknya yg lemah itu terluka. Kedua orang tuanya selalu mengamatkan padanya agar selalu menjaga sibungsu dengan baik apapun caranya.
Dan kini ia harus merelakan Jungkook tinggal berdua dengan Taehyung ?!!!
Takdir macam apa ini ?
Rasanya Jimin ingin bertemu langsung dengan MoonGoddes dan meminta penjelasan tentang semua ini..
"Jimin..."
Jimin menoleh dan mendapati Yoongi masuk sambil membawa segelas kopi untuknya, dengan perlahan lelaki cantik itu meletakkan cangkirnya dimeja lalu jalan memutar dan duduk dipangkuan Jimin.
"Masih memikirkan hal itu ?"
Jimin memeluk tubuh Yoongi dan bersandar didada sang istri, merasakan jemari Yoongi yg sedang mengusak rambutnya kebelakang beberapa kali.
"Haruskah ?"
"Tidak ada pilihan lain Jim..lagipula..mereka memang ditakdirkan bersama, wajar saja jika serumah kan ?"
"Tapi..bagaimana Jika si brengsek itu menyakitinya ?" Jimin masih merajuk.
"Hei..tidak ada seekor Werewolf pun yg akan menyakiti mate-nya"
*
Menggelikan Jimin...kau kekanak-kanakkan..(Puma)
Diam Puma..(Jimin)
Astaga..jangan membuatku malu Jim...(Christ)
Yak..harusnya kau membelaku..!! (Jimin)
Berhenti berdebat astaga.. (Yoongi)
*
"Aiishh..kenapa Christ dan Puma menyebalkan Eoh ?!!" Gerutu Jimin kesal.
Yoongi hanya menghela nafas saja masih sambil menyamankan dirinya di pangkuan sang suami, membiarkan Jimin bermanja-manja didadanya. Kapan lagi mereka memiliki waktu berdua begini coba ?
Secara..mereka sama-sama sibuk sebenarnya.
(Dikamar Jungkook)
Taehyung membuka matanya perlahan saat ia merasakan kondisi tubuhnya membaik, sedikit mengernyit bingung saat mendapati nuansa kamar sedikit berbeda. Aromanya juga berbeda, malah ini seperti aroma menggoda milik mate-nya.
Sang Alpha terbangun perlahan lalu tersentak kaget saat mendengar dengkuran halus disebelahnya. Matanya membola saat mendapati sosok manis tersebut sedang tertidur pulas dengan posisi tubuh menghadapnya.
"Ju-Jungkook ?"
Apa Taehyung bermimpi ?
Tapi ini terlalu nyata untuk sebuah mimpi, apalagi aroma menggiurkan ini terasa begitu nyata di indera penciumannya.
Perlahan tangannya terangkat dan menyentuh pipi gembil menggemaskan itu dan Taehyung bersumpah merasakan tangannya seolah tersengat sesuatu. Sengatan menyenangkan yg membuat detak jantungnya semakin berdetak kencang.
Ini nyata.
Taehyung tersenyum saat kening simanis mengerut tak suka karena tidurnya diganggu, tapi Taehyung malah mendekatkan wajahnya hingga hidung mancungnya kini malah menggesek pipi menggemaskan itu.
Tanpa sadar Taehyung sudah memposisikan tubuhnya diatas Jungkook, memperhatikan lekuk wajah sang pujaan yg entah kenapa terlihat semakin indah saja. Mata cantik dengan bulu mata lentik, hidung bangirnya yg lucu, pipi gembilnya yg menggemaskan serta bibir mungil kemerahan yg seolah minta di lumat.
Jungkook terlihat sangat cantik sekarang.
Lagi, Taehyung menunduk dan menggesekkan hidung mancungnya di wajah Jungkook dengan gemas. Mencoba mengganggu acara tidur sicantik, meski Taehyung sadar matahari bahkan belum terbit sama sekali.
Taehyung terkekeh gemas saat Jungkook mulai merengek dalam tidurnya karena gangguan-gangguan kecil yg ia rasakan. Membuat dirinya berhenti mengganggu simanis lagi dan kembali terduduk di samping Jungkook.
Ia terlalu asyik mengganggu Jungkook hingga tak sadar adik kecilnya terbangun dibawah sana karena aroma menggoda Jungkook.
Sial..!
*
Wow..kau menegang dude..
Diam V..
Kekekekekeke..sudah ayo kita lanjutkan proses kedua saja Tae...
Dasar cabul..kau ingin kita di benci mate sendiri ?
Tentu tidak..! Oke-oke..aku akan menunggu..
Ngomong-ngomong..kenapa aku bisa tidur disini ? Tumben kakaknya yg menyebalkan itu tak marah..
Kau lupa ?
Apa ?
Kau kesakitan Tae..begitupun mate kita..jadi Appa dan Eomma membawamu kesini dan taraaa..dalam sekejap kau sembuh..
Benarkah ?
Yup..
Tapi..V..entah kenapa..aku merasa kalau kita akan kehilangan Jungkook.
Jangan berbicara sembarangan...Jungkook milik kita..dan akan selalu begitu.
*
Taehyung tak menjawab ucapan V, jujur saja sedari awal pertemuannya dengan Jungkook. Taehyung selalu merasa bahwa ada seseorang yg akan mengambil Jungkook darinya dan ia benci dengan fakta itu.
Sang Alpha kembali melirik Jungkook yg masih tertidur dengan posisi terlentang kini, perlahan ia mendekati wajah Jungkook lalu mencium kening, kedua matanya, hidungnya lalu terakhir belahan cerry menggoda itu dnegan lumatan ringan.
"Kau milikku Jungkook..tidak akan kubiarkan siapapun merebutmu dariku"
Ya..tapi tak akan semudah itu mempertahankan Jungkook disisimu Taehyung. Kau harus berjuang lebih keras lagi, membuktikan bahwa kau layak menjadi pasangan Jungkook.
Tbc
Vreyalene
hanya ingin tau..apa story ini menarik menurut kalian ?
review pliss..
