Sepenuh Hati
Aku hanya bisa melihatmu
Aku hanya bisa melihatmu seorang
Kau masih bersinar
Kau yang seharum aroma bunga
Chapter 2a
Yoonmin
.
.
Apa cemilan favorit Jimin? Well, tanyakan itu pada Yoongi. Dan dengan yakin dia akan menjawab, "Strawberry, yang di celupkan ke dalam lelehan cokelat manis."
Lalu tanyakan pada Taehyung, apa rutinitas Yoongi yang paling menyebalkan menurutnya. Si bungsu juga pasti akan menjawab dengan raut jengkel, "Mengunjungi kebun strawberry setiap minggu, menghabiskan hampir setengah hari hanya untuk memetik strawberry kualitas terbaik kemudian di kirim kerumah Jimin. Huh, tidak produktif!"
Jika sudah begitu, biasanya Taehyung dapat teguran mama-nya.
Well, tentu saja. Mama mereka kan pro pria romantis. Meski yang romantis dalam sepi ala Yoongi itu sedikit menyebalkan, namun tetap saja itu manis sekali. Akan lebih manis, jika Jimin tahu bahwa strawberry yang selama ini datang gratis ke rumahnya adalah pilihan langsung dari mata jeli dan sifat perfeksionis Yoongi.
-o0o-
Tapi, sejak kepergian Jimin ke Jepang Yoongi mengganti rutinitasnya itu menjadi kunjungan rutin ke toko bunga mama Jimin dan dia bisa menghabiskan waktu seharian di sana dengan bantu-bantu kegiatan penjualan atau ngobrol banyak dengan mama-nya Jimin. Topiknya tentu saja tidak pernah jauh-jauh seputar Jimin yang sebenarnya diam-diam dirindukan Yoongi. Dengan begini kerinduannya sedikit terobati.
Nyonya Taemin, mama Jimin pun tahu bahwa Yoongi menaruh hati pada sulung kesayangannya. Wanita paruh baya itu akan tersenyum maklum tiap Yoongi berdiri lama di depan foto Jimin yang terpasang di ruang kerjanya, anak itu memandangnya penuh rindu. Siapa sangka Yoongi yang pendiam itu, ternyata mencintai anaknya dengan teramat sangat, itu membuatnya terharu.
SEPENUH HATI
.
.
Don't know if I could ever be
Tak tahu apakah aku kan bisa
Without you cause boy you complete me
Tanpamu karena, kasih, kau melengkapiku
And in time I know that we'll both see
Dan dari dulu aku tahu bahwa kita berdua kan tahu
That we're all we need
yang kita butuhkan adalah kita
Cause you're the apple to my pie
Karena kau adalah apel bagi pie ku
You're the straw to my berry
Kau straw bagi beri-ku
You're the smoke to my high
Kau asap bagi mabukku
And you're the one I wanna marry
Dan kau orang yang ingin kunikahi
.
.
.
Jimin tak habis pikir. Dengan Taehyung dia bisa bercanda sepuasnya sampai suaranya serak, atau bahkan kejar-kejaran sampai tali sendal-nya putus. Pokoknya bersama dengan Taehyung, dia tak pernah merasa harus malu sedikitpun. Sedang dengan Yoongi, jangankan untuk bercanda mengajak bicara saja dia terlalu malu. Karena Yoongi adalah pria yang dia sukai.
Tapi, Jimin selalu berharap sifat malunya bisa sedikit dikurangi agar ada sedikit harapan baginya untuk bisa mengajak Yoongi bicara. Atau setidaknya, dia tidak begitu salah tingkah jika Yoongi yang mengajaknya bicara duluan. Jatuhnya selalu jadi memalukan.
Pernah waktu dulu Jimin ketika SMP terjatuh dihadapan Yoongi, dan kakak sahabatnya itu membantunya bangun. Karena terlalu malu, bukannya berterima kasih Jimin malah langsung ambil langkah seribu menjauhi Yoongi menyembunyikan pipi-nya yang mungkin memerah karena malu. Setelah itu dia menepuk-nepuk kepalanya, mengomel sendiri merasa konyol dan memalukan. Tanpa tahu bahwa Yoongi justru sedang tertawa gemas mengintip perbuatannya.
Sekarang Jimin telah dewasa. Teman-teman sesama gadis seusianya selalu membual tentang pacar mereka. Jimin iri, dia juga berharap punya pacar yang bisa diceritakan di hadapan teman-temannya. Kemudian dia mengingat Yoongi, juga cerita kecil mereka di kebun buah. Saat itu Yoongi bilang, dia-lah yang akan menjadi pacar Jimin. Dia jadi berfikir, apakah Yoongi mengingat itu? Sementara Jimin selama ini tak pernah lupa. Bahkan dia selau berdoa itu bisa jadi kenyataan.
.
.
Hampir saja Jimin patah hati, saat melihat Yoongi mengunjungi toko bunga bersama seorang gadis cantik yang katanya berniat membeli bunga. Jimin setengah mati menjaga air matanya agar tidak tumpah. Dia juga menolak menatap Yoongi meski sekejap padahal dia harus mendampingi wanita itu untuk memilih bunganya.
Melihat wanita muda itu tersenyum pada Yoongi, hati Jimin teriris perih. Dua tahun kepergiannya, ternyata Yoongi bertemu wanita lain yang jauh lebih cantik darinya. Andai sejak dulu Jimin punya keberanian. Andai dia bisa mengatakan pada Yoongi bahwa dia adalah cinta pertamanya.
Kini perasaannya hanya akan terpendam selamanya.
Jimin menatap perih punggung Yoongi yang menjauh, pamit untuk menerima telepon.
"Aku dengar kau suka mawar putih, Jimin." wanita itu mengajaknya bicara.
"Nde. Bagaimana anda bisa tahu?"
" Yoongi yang bilang."
" Oh. " seru Jimin tertahan. Tak menyangka jika Yoongi peduli akan hal itu. Baiklah, setidaknya Yoongi masih bisa dianggapnya sebagai kakak. Kakak yang dia sukai.
" Kenapa kau suka putih? Tidakkah itu terlalu polos?" wanita itu bertanya lagi. Jimin tersenyum sebelum menjawab. Menata kembali hatinya, karena jawabannya akan panjang. Mendadak dia merasa sedikit melankolis. Oh, benar. Dia kan baru saja patah hati.
"Mawar putih bagiku berarti simbol ketulusan. Bisa juga berarti cinta yang abadi. Banyak yang bilang putih adalah warna yang netral, melambangkan persahabatan. Aku punya banyak alasan mengapa lebih suka mawar putih."
"Tapi singkatnya, untukku mawar putih cinta pertama yang abadi dalam ketulusan. Mawar merah melambangkan gelora cinta yang membara. Sedangkan cinta yang kupunya mungkin sedikit lebih naif. Dia ada, tapi mungkin hanya akan tersembunyi rapi selamanya." mata Jimin berkaca-kaca untuk kalimatnya yang terakhir. Jujur, dia inginnya saat ini mengusung diri di kamar dan menangis sepuasnya.
"Ah maaf, aku jadi terbawa emosi." sedikit gelagapan Jimin menyeka air mata yang sempat keluar. "Jadi, bunga apa yang anda inginkan?" sebisa mungkin dia berusaha tersenyum.
"Lily. Dia suka Lily, Jimin-ah. Persiapkan pada kami koleksi Lily yang kau punya." tiba-tiba Namjoon muncul diantara mereka. Jimin terkejut, lebih terkejut lagi saat kakak tertua Taehyung sahabatnya itu merangkul pinggul si wanita dengan mesra.
"Kau datang? Aku kira kau sangat sibuk sampai menyuruh Yoongi yang menemaniku." wanita itu dengan sangat natural menatap Namjoon hangat. Kata-katanya terdengar marah, tapi ekspresinya tidak sama sekali. Jimin melongo.
"Maaf, ada banyak hal yang harus selesai sebelum pertunangan kita. Aku janji ini yang terakhir. "
Apa ini? Jadi ternyata wanita itu adalah calon tunjangan kakak tertuanya Taehyung? Jadi Jimin telah salah paham?
"Noona sebaiknya menghukum hyung. Kalau aku tak menelepon mama untuk memaksannya mungkin saat ini hyung masih betah di kantor. " Yoongi juga tiba-tiba sudah berdiri dibelakang Jimin. Punggungnya langsung tegang.
Jimin sebenarnya sedang tak berani menengok kemanapun karena ada Yoongi, tapi dihadapannya Namjoon sedang mencuri kecupan di pipi calon tunangannya. Jimin terpaksa memalingkan pandangan merasa malu. Yoongi yang melihat itu segera menghalangi pandangan Jimin dengan telapak tangannya.
"Hyung, hentikan! Kalian membuat Jimin malu."
Jimin tak bisa mendengar dengan baik saat Namjoon bilang maaf. Jantungnya terlalu ribut karena tangan Yoongi yang terlalu dekat dengan wajahnya. Juga aroma parfum Yoongi yang memenuhi penciumannya. Saat dia memberanikan diri mendongkak ke wajah Yoongi, dan jantungnya malah lebih ribut karena Yoongi memberinya senyuman yang paling manis.
"Jadi, bagaimana Noona ?"
"Kau benar, Tae. Mereka saling menyukai, tapi sama-sama tak ada mau memulai."
"Noona dan Hyung melakukan seperti yang aku minta kan?"
"Tentu saja. Nanti kita akan pakai cara lain."
Taehyung dan Seokjin bertos ria.
Namjoon yang berada di antara mereka cuma bisa menggeleng tak paham. Sejak adik dan kekasihnya itu kenal baik, Seokjin jadi lebih dekat dengan Taehyung ketimbang dia sendiri yang jelas-jelas saudara kandung.
Kunjungan toko bunga hari ini juga rencana mereka. Namjoon tak paham, kenapa Seokjin tertarik sekali menyatukan Yoongi dan Jimin sejak Taehyung menceritakan hal itu tempo hari. Tapi dia rasa tak masalah selama Seokjin terlihat bahagia.
"Ngomong-ngomong, ternyata mereka adalah cinta pertama untuk satu sama lain. Wah, romantis-nya. Aku akan sangat berbahagia jika mereka secepatnya bisa bersama." pekik Seokjin antusias. Namjoon jadi gemas melihatnya. Tidakkah dia ingat, bahwa dia juga cinta pertama Namjoon?
Taehyung melihat tahapan kakaknya yang terpatri hanya pada Seokjin. Jenggah juga dia lama-lama.
"Hyung, jangan menatap Noona terus. Nanti dia bolong." seloroh Taehyung. Seokjin langsung menatap kekasihnya mengkonfirmasi, Namjoon pasrah merasa tertangkap basah. Akhirnya dia hanya menggaruk tengkuknya dengan canggung tak menggelak , hal itu mengundang tawa Seokjin.
Sepasang sejoli itu jadi saling mentertawakan, Taehyung mengerang kesal, apa-apaan dia jadi obat nyamuk. "Aaaah... Aku rindu Jungkook." geramnya
TBC
A/N : Hallo, saya muncul lagi.
Lagi pengen yang pendek, tapi nanti yang terakhir aku kasih panjang kok. Sekali lagi, tolong jangan salfok pada Namjin . Ini buat bonus sama yang penasaran kelanjutan hubungan mereka.
Kalau mau update cepet, review dong.
