We Got Married plus Hello Baby

Chapter 7

Title : WE GOT MARRIED plus HELLO BABY

Author : Helloannyeongg / Lee

Genre : Romance, Friendship, Drama, Family

Cast : HunHan Couple (Oh Sehun and Xi Luhan)

Other Cast : Exo Members and SM artists

Semua cast disini milik diri mereka masing-masing, orangtua, dan Tuhan. bernaung dibawah SM Ent. disini hnya dipakai sementara saja demi kepentingan FF ini. Sekian~^^

Warning : YAOI, TYPO(S), OOC, Bahasa non baku

Cerita ini hanyalah fiktif belaka jika ada kesamaan kejadian mungkin itu hanya sebuah kebetulan. cerita ini milik SAYA. Penulis cerita ini adalah SAYA. Ide dalam menulis berasal dari ide SAYA. Please don't be a PLAGIATOR!

:::::::::::::::

Apa jadinya 2 variety show Korea yang terkenal We Got Married dan Hello Baby dijadikan 1 didalam frame dan dicerita? Main couple nya adalah LUHAN dan SEHUN. Siapa yang tidak kenal mereka? Berada dinaungan SM Ent. Tentu banyak keuntungan yang mereka dapatkan karena mereka semakin mudah dikenal. Mereka berasal dari boyband yang sekarang sedang fenomenal setelah mereka Comeback dengan album XOXO (Kiss and Hug) yaitu EXO!

OKAY Let's start!

Enjoy~^^

Lee Noona's Side

Lee noona sudah tiba disebuah rumah yang terlihat sangat nyaman. Disana ia bertemu dengan 2 orang anak kecil. Seorang namja dans eorang lainnya adalah yeoja. Diawal pertemuan, anak-anak kecil itu pastilah merasa asing dengan kehadiran Lee noona. Mereka bersembunyi dibalik tembok.

"Hei annyeong anak-anak manis." Ucap Lee noona sambil berusaha menghampiri mereka.

"Aku tampan bukan manis! Aku kan namja!" ucap seorang anak laki-laki.

"Ahh mianhae... Ne, kau sangat tampan sekali. Tapi siapa namamu anak tampan?"

"Hehehe aku tahu aku memang sangat tampan! Hehehe molla." Jawab anak itu.

"Namamu molla? Coba kasih tahu ahjumma siapa namamu. Ahjumma punya hadiah loh..." Lee noona kembali membujuk anak laki-laki itu.

"Jinjja? Huaa aku mau hadiah! Mana hadiahnya!" anak itu melompat-lompat kegirangan saat mendengar ia akan mendapat hadiah.

'Tapi kau harus memberitahukan namamu. Siapa namamu, hmm?"

"Ahh shireo..." anak laki-laki itu langsung pergi dan masuk ke salah satu ruangan yang berada dirumah itu. Berbeda dengan anak perempuan yang masih terdiam.

"Hei annyeong yeoja manis. Apa aku boleh tahu siapa namamu?' Lee noona mulai berjongkok mensejajarkan tingginya dengan yeoja mais yang tersenyum padanya.

"A-annyeong a-ahjumma... Namaku hmm aku Culli." Ucap yeoja manis itu.

"Sulli? Nama yang manis semanis dirimu. Hmm ini ambillah sebagai hadiah untukmu." Lee noona memberikan sebuah permen lillipop kepada Sulli.

"Kamsahamnida, ahjumma..."

"Sulli berapakah umurmu?" tanya Lee noona kepada Sulli yang sudah duduk disampingnya.

"Besak lusa kata kakek, umulku jadi lima tahun." Jawab Sulli dengan polos.

"Benarkah? Hmm apa kamu sekolah?"

"Ti-tidak. Culli tidak cekolah lagi. Tidak ada yang mau main dengan Culli." Sulli mencoba berkata jujur.

"Kenapa tidak ada yang mau berteman dengan Sulli? Sulli kan anak yang cantik, sopan dan juga pintar."

"Meleka celalu ledek Culli. Meleka selalu jauhin Culli karena Culli hmm saat itu Culli belum bica bicala." Sulli menundukkan kepalanya. Ia mengingat cemoohan teman-temannya saat disekolah. PDnim merasa sangat tersentuh dengan cerita Sulli.

"Benarkah Sulli saat itu Sulli belum bisa bicara?" tanya Lee noona sedikit heran. Karena yang ia dengar saat ini Sulli sudah sangat fasih berbicara.

"Iya. Cekalang Culli cudah bica bicala kalena kakek yang ajalkan. Dan pertama kali Culli bicala itu saat belpicah dengan appa dan eomma yang cangat Culli cayang. Meleka beljanji akan mengunjungi Culli namun campai cekalang meleka macih belum datang. Culli jadi cedih." Sulli mengungkapkan perasaannya.

"Kalau boleh ahjumma tahu, siapa nama appa dan eomma Sulli? Ahjumma tahu jika Sulli hanya tinbggal berdua saja dengan kakekmu."

"Hmm appa dan eomma Culli namanya..."

"Culli! Kajja kita main!" tiba-tiba ada seorang anak laki-laki yang mendekati Sulli dan mengajaknya bermain.

"Hei annyeong... Kamu kan yang tadi menghindar. Nah sekarang, siapa namamu?" tanya Lee noona kembali.

"Ahjumma namanya adalah Tae..."

"Culli jangan kacih tau!" tiba-tiba namja itu membekap mulut Sulli agar tidak menyebutkan namanya.

"Uhukk lepasin! Uhukk sesak!" Sulli sedikit terbatuk karena merasakan sesak saat mulutnya dibekap oleh anak laki-laki itu.

"Ahh mianhae, Culli-ah..." ucap namja itu.

"Ne, tidak apa. Oh iya aku dapat pelkmen loh dali ahjumma ini." Ucap Sulli sambil memamerkan permen lollipop yang dipegangnya.

"Aku juga mau pelmen itu. Ahjumma aku mau!" namja kecil itu mulai merengek kepada Lee noona untuk meminta permen lollipop.

"Boleh... Tapi kau harus memberitahukan dulu siapa namamu."

"Uhh namaku Taemin! Sekalang dimana pelmen untukku?"

"Ne, ne, ne... ini permen untukmu." Lee noona memberikan sebuah permen lollipop lainnya untuk Taemin.

"Ye aku dapat pelmen. Sulli ayo kita main!" Taemin mulai menarik pergelangan tangan Sulli mengajaknya untuk bermain bersama.

"Ne kita main Taemin." Sulli dan Taemin pun mulai melangkahkan kaki mereka ke taman belakang.

"Anak-anak yang pintar dan lucu. Pasti member Exo akan cepat akrab dengan mereka." Ucap Lee noona sambil melihat kepergian Taemin dan Sulli ke halaman belakang untuk bermain.

.

.

.

.

.

.

Exo in the House

Baekhyun, Tao, dan Chanyeol sedang menyandarkan diri mereka di sofa di ruang tengah. Rasa lelah menyelimuti mereka. Tanpa sadar Tao mulai tertidur di atas sofa itu. Berbeda dengan Baekhyun dan Chanyeol yang malah asik mesra-mesraan.

"Baekkie... Aku lapar. Aku ignin makan." Ucap Chanyeol manja kepada Baekhyun dan duduk disampingnya.

"Aku juga sama, Yeollie... Tapi sedang tidak ada makanan disini. Kita mau makan apa?"

"Kita masak saja, Bakkie. Ayo kita masak. Aku lihat ada beberapa bungkus ramen di dalam lemari dapur." Chanyeol mulai mengajak Baekhyun untuk memasak di dapur.

"Ahh aku malas, Yeollie. Tunggu Kyungsoo hyung masak saja, nanti."

"Ya mereka pasti masih lama sampai ke sini. Sudah keburu aku kenyang makan angin dulu." Chanyeol kembali mengeluh. Ia sudah tidak bisa menahan rasa laparnya lagi.

"Ya baiklah ayo kita masak didapur." Jawab Baekhyun sedikit malas. Ia mulai berjalan ke dapur dengan gontai.

"Ya Yeollie! Turunkan aku! Jangan seperti ini!" Baekhyun meronta-ronta meminta Chanyeol untuk menurunkan tubuhnya. Namun Chanyeol menolak dan masih terus menggendong tubuh Baekhyun hingga ke dapur.

"Ne, Baekkie kita sudah sampai..." Chanyeol mulai menurunkan tubuh Baekhyun.

"Ya kau ini apa-apaan sih Yeollie! Sudah kau masak sendiri saja! Aku malas!" Baekhyun merajuk. Ia mulai melangkahkan kakinya meninggalkan dapur. Namun Chanyeol dengan sigap menarik tangan Baekhyun.

"Ya jangan seperti ini Baekkie... Kan tadi kau bilang ingin masak ramen bersama." Chanyeol mempoutkan bibirnya merasa sedikit kecewa.

"Sikapmu tadi jadi membuatku malas. Sudahlah aku ingin tidur saja." Jawab Baekhyun acuh.

"Ya Baekkie... Aku mohon... Kita masak bersama saja ya..." Chnayeol kembali memohon-mohon kepada Baekhyun.

CKLEK

Suara pintu terbuka mengagetkan Chanyeol dan Baekhyun. Terdengar suara derap langkah yang memasuki rumah. Baekhyun mendekatkan tubuhnya ke Chanyeol. Ia berpikir jika ada orang jahat yang mulai masuk ke dalam rumah mereka. Perlahan-lahan suara derap langkah itu semakin dekat semakin membuat Baekhyun takut. Chanyeol mulai memeluk tubuh Baekhyun berniat untuk menenangkannya.

"Ya apa yang kalian lakukan! Malah enak-enakan bermesraan disini!" Xiumin, Luhan dan Lay sudah tiba di dapur. Mereka terkejut saat mendapati Chanyeol dan Baekhyun yang sedang berpelukan satu sama lain.

"Ya hyung kalian menakut-nakuti kami, tahu!" jawab Baekhyun dengan wajahnya yang berubah merah. Ia merasa malu.

"Waeyo? Memang kau pikir kami penjahat, eoh?" tanya Xiumin. Baekhyun menganggukkan kepalanya, mengiyakan.

"Ya kau ini! Sebaiknya kau hilangkan kebiasaan burukmu itu, Baekhyun!" ucap Luhan yang diangguki Lay dan Xiumin.

"Mianhae, hyung..." Baekhyun mulai meminta maaf kepada Luhan, Lay dan Xiumin.

"Hyung kalian habis belanja? Wahh banyak makanan!" hnayeol langsung mendekati Xiumin, Luhan dan Lay dan mengambil barang-barang bawaan mereka.

"Ya pelan-pelan dan jangan kalian makan! Ini untuk anak-anak itu!" Luhan memberi peringatan kepada Chanyeol.

"Baekkie lihat ada banyak strawberry! Kau kan suka sekali strawberry!"

"Jinjja? Mana-mana aku mau strawberry!" Baekhyun mulai mendekati Chanyeol yang sedang sibuk mengeluarkan isi belanjaan.

"Wahh kau benar Yeollie... Strawberry nya banyak sekali. Dan pasti rasanya sangat manis. Hamm... hmm Yeollie rasanya manis sekali!" Baekhyun mulai memakan strawberry yang ada di keranjang yang dibawa Luhan.

"Ya Baekhyun jangan makan strawberry itu! Itu untuk anak-anak!" Luhan sedikit kesal karena Baekhyun main seenaknya memakan strawberry yang dengan susah payah Luhan kumpulkan untuk anak-anak.

"Ya hyung mereka juga kan tidak akan menghabiskan semua ini. Jadi tak apalah jika aku memakannya. Lagipula yang aku makan juga tidak banyak." Jawab Baekhyun sambil terus memakan strawberry itu bersama Chanyeol.

Luhan hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia suah menyerah menghadapi kelakuan BaekYeol. Yang bisa mengatasi mereka hanyalah Kyungsoo saja. Akhirnya Xiumin dan Lay mulai mengeluarkan dan membereskan barang belanjaan mereka dibantu oleh Luhan. Tiba-tiba namja bermata panda berjalan ke arah dapur. Matanya masih terlihat sedikit terpejam. Ia terbangun dari tidurnya akibat kegaduhan di dapur.

"Gege, hyung? Kalian sudah kembali?" tanya Tao yang sedang duduk di salah satu bangku yang ada di dalam dapur.

"Ya begitulah. Kenapa kau bangun, Tao? Apa kami terlalu berisik sehingga kau jadi terbangun?" tanya Xiumin kepada Tao yang sedang mengucek-ucek matanya.

"Bukan kok. Hanya saja mungkin sudah saatnya aku bangun. Kalian sedang apa/ tanya Tao sedikit heran melihat banyaknya bahan-bahan makanan yang ada di atas meja dapur.

"Tantangan kami adalah memasak, Tao. Jadi ini adalah bahan untuk masakan kita." Ujar Lay diangguki oleh Tao.

"Kami kembali..." teriak Suho, Kyungsoo, Chen dan Sehun yang baru saja tiba. Mereka membawa beberapa ekor ikan yang mereka pancing di sungai. Kris yang berada dibelakang mereka terlihat diam dan sangat lelah.

"Gege!" teriak Tao yang dengan segera menghampiri Kris. Kris menyambut kedatangan Tao dengan tersenyum.

"Hannie... Aku pulang dan membawa banyak ikan!" Sehun mulai menghampiri Luhan yang masih berada di dapur sambil membawa hasil tangkapannya di dalam ember.

"Hunnie? Kau habis darimana?" tanya Luhan heran saat melihat Sehun datang dengan membawa ember yang berisi ikan.

"Kami habis memancing. Ini ikan hasil tangkapanku. Banyakkan?"Sehun memperlihatkan ember berisi ikan-ikan itu kepada Luhan.

"Huaa ada 1, 2 , 3 , 4, 5, wahh ada 6! Banyak sekali! Lalu bagaimana dengan yang lainnya?"

"Hasil tangkapan mereka tidak sebanyak hasil tangkapanku." Sehun sedikit merendahkan hyung-hyungnya yang lain.

"Ya magnae! Tak perlu menyombongkan diri!" ucap Suho yang tiba-tiba menghampiri Lay di dapur.

"Kau sudah kembali? Lalu apa yang kau bawa itu?" tanya Lay sedikit heran melihat Suho datang membawa sebuah ember hitam ditangannya.

"In ikan hasil tangkapanku. Maaf aku hanya bisa mendapatkan 2.' Ucap Suho sambil tersenyum.

"Tidak apa. Ikannya terlihat masih segar dan sangat cocok untuk kita masak." Ucap Lay. Suho hanya menganggukkan kepalanya.

"Kyungsoo! Kau habis emmancong juga?" tanya Xiumin kepada Kyungsoo yang baru saja masuk ke dalam dapur. Ia membawa seember ikan hasil pancingannya.

"Ne, aku pikir aku akan memasak ikan ini. Dan perlu kalian ketahui, sebenarnya tidak ada tantangan untuk menyeleksi siapa yang bisa bertemu dengan anak-anak itu. Kita hanya dibagikan tugas siapa yang membeli bahan, mmengambil buah, membersihkan rumah dan sebagainya. pDnim baru saja menjelaskan semua itu padaku." Jelas Kyungsoo.

"Oh jadi begitu... Hmm Hunnie kau tahu tidak? Aku baru saja memetik buah strawberry di kebun. Kau mau mencicipi buah itu? Rasanya sangat manis." Luhan menarik tangan Sehun agar mendekat ke keranjang yang dibawanya. Baekhyun dan Chanyeol masih menikmati strawberry yang ada di keranjang itu.

"Ya Baekhyun! Chanyeol! Kalian ini! Jangan makan strawberry-strawberry ini terus! Lihat sudah hampir setengah keranjang kalian memakannya!" ucap Luhan sedikit kesal.

"Hannie, sudahlah... Jangan marah-marah seperti ini." Luhan sesungguhnya jarang sekali marah. Sehun mulai menenagkan perasaan uhan dengan menepuk-nepuk bahunya.

"Mi-mianhae, hyung..." ucap Chanyeol dan Baekhyun bersamaan.

"Sudahlah Hannie... masih banyak sisa strawberry juga kok.' Ucap Sehun sambil tersenyum.

"Ahh ne, ne, ne... Mianhae seharusnya aku tidak perlu marah-marah seperti ini. Ahh mianhae..." Luhan merasa sedikit menyesal telah marah kepada Baekhyun dan Chanyeol.

"Tidak apa, hyung. Kami juga kok yang salah." Ucap Baekhyun menyesal yang diangguki oleh Chanyeol.

"Nah sekarang boleh tidak aku mencicipi buah strawberry nya?" Sehun mulai mencoba mencairkan suasana. Luhan sudah kembali tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

"Huaa terlihat masih segar sekali strawberry nya. Hamm... Wahh rasanya benar-benar manis. Semakin bertambah manis jika makannya sambil menatap wajahmu, hyung..." Sehun mulai menggoda Luhan yang wajahnya sudah merona.

"Hyung kau makan juga ya... Aaaaa" Sehun emncoba menyuapi buah strawberry untuk Luhan.

"Aaaa... Ya Sehunnie! Katanya itu buatrku!" Luhan sedikit kecewa. Ia berpikir jika Sehun benar-benar ingin menyuapinya tapi nyatanya tidak. Sehun memaknnya sendiri.

"Kyaaa hyung sebegitu inginnyakah disuapi olehku? Hahaha..." canda Sehun membuat pipi Luhan semakin bertambah merah.

"Ani! Sudahlah aku mau mencuci dan memasukkan buah-buah ini ke dlaam kulkas." Ucap Luhan sambil berlalu membawa keranjang. Wajahnya sedikit ia tundukan. Sehun tertawa. Ia sangat tahu jika Luhan pasti sudah merasa malu. Chanyeol dan Baekhyun yang melihat adegan Sehun dan Luhan hanya terdiam saja. Mereka tidak mau banyak berkomentar.

.

.

.

.

.

Beberapa member Exo sudah ada yang kembali ke kamar mereka. Yang mereka lakukan adalah untuk membersihkan kamar mereka yang sedikit berantakan. Kyungsoo, yang kamarnya sudah terlihat bersih kini sedang berada di dapur. Ia ingin memasak menu makan siamng spesial untuk emmber Exo dan anak-anak kecil yang mereka tunggu. Kyungsoo sedang asik membersihkan ikan hasil pancingannya. Hening. Yang berdengar hanyalah sebuah suara pisau dan talenan yang beradu yang ditimbulakn oleh Lay yang sedang memotong wortel dan sayur-sayuran lainnya. Mereka berdua memang yang bertugas memasak. Karena diantara member Exo lainnya, mereka berdualah yang jago memasak. Ada perasaan hampa yang menyelimuti Kyungsoo. Selama ia tiba, ia tidak sekalipun melihat Kai. Biasanya Kai selalu menyambut kedatangannya. Karena ia melamun memikirkan Kai, tanpa sengaja jarinya terkena pisau. Luka sayatan tercetak disana. Darah mulai mengalir di jari telunjuk Kyungsoo.

'Aigoo! Kyungsoo kau tidak apa-apa?" tanya Lay terkejut saat melihat kyungsoo yang meringis menahan rasa perih di ajri telunjuknya.

"Tidak apa, hyung. Aku memang sedikit ceroboh hingga membuat tanganku jadi terkena pisau seperti ini." Kyungsoo mulai membersihkan darah yang keluar dengan air mengalir.

"Ah Chen kau punya plester?" tanya Lay saat melihat Chen yang baru saja mendekat ke arah kulkas.

"Plester? Untuk apa? Siapa yang terluka?" ada perasaan khawatir yang menyelimuti Chen.

"Jari Kyungsoo terkena pisau dan berdarah. Dan kau punya plester tidak?"

"Mwo? Ada! Tunggu sebentar! Minseok hyung!" teriak Chen sambil berlari menuju kamarnya.

"Apa terasa perih, Kyungsoo?" Lay mulai meniup-niupi luka sayatan di jari telunjuk Kyungsoo. Berharap dapat mengurangi rasa perih.

"Ah ani hyung... Tapi gomawo..." Kyungsoo merasa sedikit tidak enak terlalu diperhatikan seperti ini oleh member lainnya. Ia berpikir ini bukanlah hal yang harus diperbesar.

"Kyungsoo kau baik-baik saja?" tanya Xiumin yang datang beersama Luhan dengan membawa plester ditangannya.

"A-a ne, aku baik-baik saja. Hanya terluka kecil saja." Jawab Kyungsoo sedikit terkejut melihat wajah khawatir Xiumin dan Luhan.

"Ahh ini plesternya. Jika kau tidak bisa memasak dengan kondisi seperti ini, biar kami saja yang gantikan." Ucap Xiumin sambil memberikan plester pada Kyungsoo.

"Lagipula kami juga tidak punya kerjaan lain. Jangan selalu mau mengerjakan semuanya sendiri. Berbagilah bersama kami. Jangan anggap kami ini tidak berguna, Kyungsoo-ah." Lanjut Luhan.

"Mianhae, hyung. Bukan maksudku seperti itu. Hanya saja aku tidak mau kalian juga jadi ikut terlibat terlalu berlebihan. Kalian kan pasti merasa lelah jadi lebih baik kalian beristirahat." Kyungsoo mulai memberi alasan.

"Jika karena lelah, kau juga pasti sama lelahnya dengan kami. Jangan berpura-pura kau selalu kuat, Kyungsoo-ah. Kami juga tahu kau pasti sama lelahnya bahkan mugnkin lebih lelah dari kami. Karena itu aku memintamu agar berbagi tugas bersama kami. Semua pekerjaan jika diselesaikan bersama-sama pasti akan cepat selesai dan terasa lebih ringan, kan?'

"Ta-tapi Luhan hyung..."

"Sudah, tidak ada tapi-tapian! Sekarang, apa yang bisa kami lakukan untuk membantumu?" tanya Luhan kepada Kyungsoo yang sedikiit merasa tidak enak.

"Tidak perlu hyung biar aku sja yang mengerjakan se-"

"Eitt jangan banyak membantah. Sini biar aku saja yang membersihkan dan memotong ikan-ikan ini. Kau bisa menyiapkan bahan lainnya." Luhan mulai mengambil pisau dan mulai membersihkan ikan.

"Hyung sudah bi-'

"Xiumin bisa tolong bantu aku membersihkan ikan-ikan ini? Lay kau lanjutkan pekerjaanmu yang lain." Luhan mulai memberikan tugas kepada member lainnya. Kyungsoo hanya terdiam bingung harus bagaimana.

.

.

.

Sehun mulai keluar dari kamarnya. Ia telah selesai membersihkan kamarnya dan Luhan. Ia melihat beberapa member sedang asik menonton TV di ruang tengah. Sedangkan member lainnya masih ada yang berada di kamar mereka dan di dapur untuk memasak. Sehun mendudukkan dirinya di samping Suho yang sedang menonton sebuah acara di televisi.

"Hyung apa yang lainnya masih pada sibuk?" tanya Sehun kepada Suho.

"Ya begitulah. Aku jadi tidak sabar untuk bertemu anak-anak itu. Bagaimana denganmu?" tanya Suho kepada Sehun.

"Ya begitulah. Kau pasti tahu bagaimana perasaanku." Jawab Sehun santai.

"Kau pasti akan merasa tersaingi jika member lainnya lebih menyayangi anak-anak itu daripada dirimu, kan?" canda Suho.

"Ahh tidak juga. Aku tidak akan merasa tersaingi." Sanggah Sehun.

"Alah hanya alasanmu, magnae!" ujar Chen yang baru saja mendudukan dirinya di samping Sehun.

"Ya hyung ini mengagetkan saja. Datang secara tiba-tiba seperti itu."

"Aigoo magnae ini! Wahh harum makanan. Sepertinya menu masakan hari ini sangat spesial. Karena harumnya berbeda sekali dari hari-hari biasanya." Ujar Chen yang diangguki Sehun.

"Pasti mereka sedang memasak menu spesial karena kita kan sebentar lagi akan menyambut kedatangan anak-anak itu." Ucap Suho.

"Aku jadi merasa sangat lapar. Huaa aku tidak sabar untuk segera makan." Ucap Sehun.

"Dasar kau magnae! Hahaha..." Suho dan Chen tertawa mendengar ucapan Sehun barusan.

'Hyung menurutmu, bagaimana sifat anak-anak yang akan kita temui nanti?" tanya Chen kepada Suho.

"Aku sangat menginginkan seorang yeoja. Pasti ia sangat manis dan menggemaskan. Apalagi jika ia sudah bermanja-manja. Aku pasti akan menjadi appa yang baik untukmya. Segala permintaannya akan aku turuti." Ucap Suho membuat Sehun dan Chen tertawa.

"Ya hyung kami tahu jika kau memiliki banyak uang,. Tapi kan tidak harus semua permintaannya dituruti. Hahaha..." komentar Chen.

"Itu tidak masalah. Itu kan tandanya aku sangat menyayanginya. Aku rasa itu cukup untuk membuktikannya."

"Menunjukkan rasa sayang kan tidak harus seprti itu juga, hyung." Sehun ikut berkomentar.

'Ya ini kan hanya menurutku saja. Pendapat orang lain kan pasti berbeda-beda. Lalu kalau kau?" Suho mulai bertanya kepada Chen.

"Mau mereka itu yeoja ataupun namja, aku akan tetap berusaha untuk menjaganya. Aku harap mereka anak-anak yang baik."

"Aku setuju dengan Chen hyung. Dan asal mereka tidak mengganggu dan merepotkanku juga sudah cukup." Ujar Sehun seenaknya.

"Ya kau ini magnae! Hyung sepertinya kita akan jadi menjaga 3 bayi. Hahaha.." ujar Chen bermaksud menyindir Sehun.

'Ya kau benar. Seharusnya aku sadar jika memang di Exo sudah ada bayi besarnya ya hahaha..." Suho dan Chen tertawa. Berbeda dengan Sehu yang hanya tersenyum. Ia tahu jika mereka menyindir dirinya namun ia tidak mau terlalu mennaggapi yang mereka ucapkan. Ia cukup sadar diri.

.

.

.

.

Luhan, Xiumin, Lay dan Kyungsoo masih sibuk memasak di dapur. Semua bahan masakan sudah mereka satukan dan mencoba memasaknya. Mereka berniat untuk membuat sebuah sup ikan lengkap dengan sayur-sayuran. Makanan yang sangat menyehatkan.

"Oh iya daritadi aku belum melihat Kai. Kira-kira Kai dimana ya?" tanya Lay kepada Xiumin, Luhan dan Kyungsoo.

"Iya aku juga belum melihatnya selama kita tiba disini. Kyungsoo apa kau melihatnya?" tanya Luhan kepada Kyungsoo yang sedang memasukkan mie ke dalam panci berisi sup.

"Aku juga belum melihatnya. Dikamar pun ia juga tidak ada." Jawab Kyungsoo seadanya. Ia juga memang belum melihat Kai.

'Yeollie! Aku duluan asaja! Perutku sangat sakit!" teriak Baekhyun sambil berlari-larian bersama Chanyeol.

"Perutku juga sakit, Baekkie... Ahh aku sudah tidak tahan." Chanyeol mulai berlari mendahului Baekhyun. Xiumin, Lay, Luhan dan Kyungsoo yang mendengar kegaduhan yang dibuat Baekhyun dan Chanyeol menghentikan kegiatan mereka sebentar.

"Ya kalian! Bersiik sekali! Ada apa? Tanya Luhan kepada BaekYeol yang mulai memasuki dapur.

"Perutku sakit. Saat aku ingin pergi ke kamar mandi, Chanyeol malah menahanku dan bilang jika ia ingin duluan. Hyung aku sudah tidak tahan." Baekhyun mulai berlari menuju kamar mandi. Diikuti Chanyeol dibelakangnya dengan tkedua tangannya yang berada diperutnya.

CKLEK

"Ya Kai!" teriuak Baekhyun membuat Kyungsoo. Lay, Luhan dan Xiumin mulai menghampiuri kamar mandi.

"Omo! Apa yang dilakukannya disini?" Xiumin sangat terkejut melihat Kai yang sedang tertidur pulas di dalam bak mandi ruamh itu. (bath tub ya maksudnya^^)

"Kai bangun! Aku mau memakai kamar mandi ini!" Baekhyun mulai mencoba membangunkan Kai yang sedang tertidur pulas.

"Engg..." Kai hanya mengerang. Matanya masih terpejam.

"Hyung tolong bangunkan Kai! Aku sudah tidak tahan!" ucap Baekhyun kepada Kyungsoo.

"Kai bangun! Cepat bangun!" Kyungsoo mulai mencoba membangunkan Kai.

"Ahh Kyunggie aku masih mengantuk."

"Kai cepatlah! Aku mau menggunakan kamar amndi ini." Ucap Baekhyun tidak sabar.

"Pakai saja. Aku tidak akan mengintip."

BYURRR

"Ahh dingin!" Kai berteriak dan bangun dari tidurnya. Tanpoa merasa berdosa, Baekhyun hanya menyengir. Ia nekad mengguyur Kai dengan air.

"Cepat keluar! Aku mau pakai kamar mandi ini!" ujar Baekhyun. Akhirnya Kai pun keluar dari kamar mandi diikuti yang lainnya.

BRAKK

Pintu kamar mandi terkunci dari dalam. Chanyeol masih menahan rasa sakit perutnya di depan pintu kamar mandi. Lay, Xiumin dan Luhan kembali melanjutkan memasak sedangkan Kyungsoo pergi ke kamar bersama Kai yang sudah basah kuyup terkena guyuran air dari Baekhyun.

"Hatchi... Gomawo hyung..." ujar Kai saat Kyungsoo memberikannya handuk untuk mengeringkan tubuhnya.

"Mengapa kau tidur di dalam kamar mandi, Kai?" tanya Kyungsoo.

"Aku mengantuk. Makanya aku ketiduran disana." Ujar Kai yang masih sibuk mengeringkan tubuhnya.

"Tapi kenapa harus dikamar mandi? Apa tidak ada tempat lain?" tanya Kyungsoo kembali. Wajahnya sedikit memerah ketika melihat Kai yang membuka pakaian didepannya.

"Ini karena Baekhyun dan Chanyeol hyung. Saat aku masih mengantuk aku malah disuruh membersihkan kamar mandi. Tapi aku juga tidak menyadari jika aku bisa sampai ketiduran disana. Tapi hyung kenapa wajahmu memerah seperti itu? Karena melihat tubuh seksiku ini ya?" goda Kai membuat Kyungsoo emmaalingkan wajahnya, malu.

"A-ani! Jangan berpikiran seperti itu!" seragh Kyungsoo.

"Jangan bohong padaku, Kyunggie. Apa kau memikirkanku saat tidak melihatku ketika kau sudah kembali ke sini?"

"T-tidak kok. Aku sama sekali tidak memikirkanmu." Kyungsoo sedikit berbohong. Sebenarnya, ia sangatlah memikirkan Kai.

"Hyung jangan pernah mencoba berbohong padaku." Ucap Kai. Perlahan-lahan ia mulai mendekatkan dirinya dengan Kyungsoo yang duduk ditepi tempat tidur.

"Aku tidak berbohong kok. Sudahlah aku harus memasak kembali. Segeralah berpakaian dan jangan lupa minum obat yang sudah aku letakkan dimeja agar kau tidak flu." Kyungsoo berniat pergi namun Kai menarik tangannya dan menahannya agar tidak pergi.

"Hyung jangan tinggalkan aku disini. Aku masih ingin berduaan denganmu." Ucap Kai. Ia semakin menarik tangan Kyungsoo dan mendudukkan tubuh Kyungsoo dipangkuannya.

"Ta-tapi Kai, aku masih har-" belum sempat Kyungsoo menyelsaikan ucapannya, bibir Kai sudah mengunci bibirnya. Kyungsoo merasa sedikit terkejut. Saat ia mulai mencoba menjauhkan tubuh Kai, Kai malah semakin mencoba mendekatkan tubuh mereka dan memperdalan ciuman mereka. Kyungsoo hanya bisa pasrah dan menikmati ciuman itu.

.

.

.

.

Baekhyun sudah merasa sedikit lega. Perlahan-lahan rasa sakit diperutnya sedikit berkurang. Begitu pula dengan Chanyeol. Mereka bolak balik masuk ke dalam kamar mandi hingga 5 kali. Namun setelah mereka maminum obat yang diberikan oleh Xiumin, rasa sakit diperut mereka sedikit berkurang. Kini mereka berdua sedang duduk di dapur sambil melihat Xiumin, Lay dan Luhan yang masih memasak.

"Ahh perutku sudah membaik. Gomawo hyung untuk obatnya." Baekhyun mengucapkan terima kasih kepada Xiumin karena obat pemberiannya, rasa sakit di perutnya sudah berkurang.

"Ya gomawo, Hyung. Aku tidak tahu bagaimana jika hyung tidak memberikan obat itu. Kami berdua pasti masih bolak balik masuk ke dalam kamar mandi.

"Ne, cheonma. Kenapa perut kalian bisa sakit? Kalian habis makan apa?" tanya Xiumin kepada BaekYeol.

"Kaim habis makan buah strawberry yang dibawa oleh Luhan hyung itu." Jawab Chanyeol.

"Kalian itu makan terlalu banyak. Bayangkan saja hampir setengah keranjang mereka makan berdua. Bagaimana kalian tidak sakit perut?"

"Mianhae, hyung... Iya kami memang salah. Kami jadi kena batunya deh." Ucap Baekhyun.

"Ya, tidak apa. Tapi lain kali, jangan makan terlalu banyak. Jadi seperti ini kan akhirnya?" saran Luhan.

"Ne, hyung mianhae,,," ucap BaekYeol bersamaan.

"Dimana Kyungsoo? Daritadi ia belum kembali ke dapur." Tanya Lay yang baru menyadari jika Kyungsoo masih belum kembali ke dapur.

"Mungkin ia sedang berdua bersama Kai. Sudahlah tidak apa. Mungkin Kai memang sedang membutuhkannya." Ucap Luhan. Lay pun menganggukan kepalanya, mengerti.

"Kai itu benar-benar keterlaluan hyung. Masa tadi ia malah tidur disaat kami sibuk membersihkan rumah?' Baekhyun mulai mengadu kepada Luhan, Lay dan Xiumin.

"Benar. Aku yang jadi harus mengepel semua ruangan disini. Ia beralasan ingin membersihkan kamarnya namun tidak kembali-kembali juga. Saat dilihat, ia malah sedang tertidur pulas. Tentu saja kami marah. Kami mencoba membangunkannya dan menyryuhnya untuk membersihkan kamar mandi. Tapi nyatanya ia malah tidur juga disana. Huhh memang dasar tukang tidur." Jelas Chanyeol.

"Aku sih sudah tidak heran jika Kai seperti itu. Hanya Kyungsoo saja yang dapat menyuruhnya melakukan sesuatu. Jika kita yang menyuruhnya, ia tidak akan mau peduli dan menjalankannya."

"Iya aku setuju dengan Luhan. Kai hanya menurut kepada Kyungsoo. Suho saja terkadang sampai angkat tangan mengurus Kai yang keras kepala dan pemalas itu." Ucap Xiumin.

"Ya apa yang sedang kalian bicarakan?" tanya Suho yang tiba-tiba masuk ke dapur bersama Chen dan Sehun.

"Bukan apa-apa. Sebentar lagi makanan kita siap." Ucap Lay.

"Wahh harum sekali. Hyung gege apa makanannya sudah siap? Tao lapar." Ucap Tao yang baru saja datang ke dapur diikuti oleh Kris dibelakangnya.

"Belum, Tao-ah. Sebentar lagi makanannya siap. Tapi kita kan tidak bisa langsung memakannya. Kita masih harus menunggu anak-anak itu." Ucap Xiumin yang diangguki oleh Tao.

"Kalian bisa membantu kami menyiapkan semuanya?" tanya Luhan kepada semua member yang ada di dapur itu.

"Tentu saja, Hannie. Apa yang bisa kita lakukan?" ucap Sehun.

"Bisa tolong siapkan tempat untuk kita makan? Tapi aku juga masih bingung kita akan makan bersama di meja makan ini atau mau makan di ruang tengah?"

"Jika di meja makan seperti ini, apakah anak-anak itu bisa sampai jika mereka makan sendiri? Bagaimana jika makan bersama di ruang tengah saja? Kita bisa makan smabil duduk diatas karpet. Gunakan juga meja yang tidak terlalu tinggi agar pas untuk anak-anak." Chen mengeluarkan ide nya.

"Aku rasa kau benar, Chen. Baiklah Kris, Chen, Sehun, Chanyeol ikut aku mengangkat sofa dan membersihkan ruang tengah." Suho mulai memerintahkan memebr Exo lainnya.

"Lalu aku harus apa?" tanya Tao kepada Suho.

"Kau bisa membantu mereka menyiapkan makanan." Ucap Suho sambil berjalan menuju ke ruang tenagh kembali.

"Hyung apa yang bisa aku bantu?" tanya Tao kepada Luhan.

"Hmm siapkan piring, sendok, sumpit, serta mangkuk-mangkuk. Apa kau bisa?"

"Baiklah aku akan membantu Tao." Ucap Baekhyun dan kemudian bersama Tao ia mulai menyiapkan apa yang diminta.

"Makanan sudah siap... Akhirnya... Coba hyung kalian cicipi bagaimana rasanya." Lay meminta Xiumin dan Luhan mencicipi masakannya.

"Slurpp rasanya enak kok. Luhan cobalah." Xiumin mulai meminta Luhan untuk mencicipi masakan buatan Lay.

'Slurpp ahh ini enak, Lay. Sangat enak malah. Kalau begitu kita siapkan saja semuanya. Oh iya jus strawberry yang aku buat juga sudah selesai." Lay, Xiumin dan Luhan pun mulai menyiapkan seluruh masakan mereka dan menatanya di piring, mangkuk bahkan gelas yang ada.

"Wahh makanannya semua sudah siap? Mianhae hyung aku main pegi saja dan tidak melanjutkan masakanku." Ucap Kyungsoo yang baru saja kembali ke dapur.

"Tidak apa, Kyungsoo. Nah cobalah masakan buatan kami. Apa enak?" Luhan mulai meminta Kyungsoo untuk mencicipi seluruh masakan mereka.

"Slurpp wah enak kok hyung. Rasanya sungguh enak. Mianhae aku jadi tidak memasak. Aku jadi merepotkan hyung hari ini." Kyungsoo merasa sedikit menyesal karena ia tiba-tiba meninggalkan dapur.

"Tidak apa, Kyungsoo-ah. Sekali-kali kami juga harus memasak di dapur. Jangan kau melulu yang memasak." Ujar Xiumin.

"Ya Xiumin benar. Hmm sebaiknya kita segera menghidangkan ini semua." Luhan, Xiumin, Lay dan Kyungsoo mulai menyiapkan semuanya kembali.

"Hannie... Mejanya sudah siap. Apa hidangannya sudah siap? Wahh sepertinya sudah matang. Aku jadi sangat lapar." Ujar Sehun yang memberitahukan kepada Luhan, Xiumin, Lay dan Kyungsoo jika meja yang telah ia siapkan sudah selesai ditata.

"Baiklah kalau begitu. Kajja kita letakkan ini semua." Xiumin, Lay dan Kyungsoo mulai menuju ke ruang tengah dengan membawa hasil masakan mereka. Namun saat Luhan ingin ke ruang tenagh mengikuti mereka, langkahnya di tahan oleh Sehun.

"Ya Hunnie... Ya adap? Jus ini harus segera kita siapkan. Kau mau membantu?" Sehun mulai menaruh nampan berisi gelas jus kembali ke atas meja dapur.

"Hunnie kenapa diletakkan lagi?" tanya Luhan kepada Sehun.

"Nanti saja. Aku ingin berduaan disini bersamamu, Hannie..." Sehun mulai melingkarkan tangannya dipinggang Luhan.

"Ya Hunnie jangan seperti ini!" Luhan mulai menjauhkan sedikit tubuh Sehun.

"Ya Hannie... Jika ada anak-anak itu nanti, kita jadi sulit berduaan seperti ini lagi." Sehun kembali mendekatkan tubuhnya.

"Ihh kau ini. Sudahlah kita harus segera menyiapkan semuanya." Luhan mulai mencoba membalikkan tubuhnya.

CUPP

"Ya Hunnie!" wajah Luhan memerah setelah Sehun mengecup pipi kanannya.

"Kau manis sekali, Hannie..." Sehun mencubit pipi Luhan pelan.

"Ya appoyo, Hunnie..." Luhan mengusap-usap ipinya yang habis dicubit oleh Sehun.

"Ehem ehem kalian bukannya menyiapkan makanan malah mesra-mesraan disini." Ucap Suho mengganggu kemesraan Luhan dan Sehun. Luhan menundukkan kepalanya, merasa malu. Sedangkan Sehun hanya cengar-cengir saja.

"Wahh semua makanan sudah siap. Tinggal menunggu anak-anak itu datang." Ucap Tao gembira. Member lainnya hanya tertawa melihat tingkah Tao yang sudah terlihat sangat lapar. Memang diantara semua member, nafsu makan Tao lah ynag paling besar.

"Aku juga lapar. Kapan anak-anak itu akan datang? Kita kan jadi bisa segera makan bersama." Ucap Kai yang sudah bergabung dengan member Exo lainnya.

"Aishh kau ini! Diantara kami, kau yang tidak kerja! Kau main seenaknya ingin langsung makan saja!" ucap Chanyeol ketus.

"Maaf aku kan mengantuk seklai. Semalam aku sedang tidak bisa tidur." Jawab Kai seenaknya.

"Tidak perlu memberi alasan seperti itu." Kini giliran Baekhyun yang mulai berkomentar ketus.

"Aisshh kalian ini! Sudahlah! Jangan bertengkar seperti anak kecil!" Kris mulai turut ikut berkomentar. Ia merasa sedikit terganggu dengan keributan yang dibuat oleh Kai dan BaekYeol.

"Ne, hyung..." jawab Baekyeol dan Kai serempak. Kini suasana kembali hening.

TOK TOK TOK

Suara pintu yang diketuk seseorang. Member Exo sedikit terkejut namun sangat terlihat jika mereka ini senang.

TOK TOK TOK

"Biar kami saja yang membuka pintu." Ucap BaekYeol bersamaan.

CKLEK

"Huaaaa..." teriak BaekYeol bersamaan.

"Waeyo?" tanya Suho dari ruang tengah.

"Me-mereka... Mereka disini, hyung." Teriak Baekhyun. Member Exo lainnya pun segera menuju pintu untuk melihat siapa yang datang.

"Kyaaa lucu sekali..." Tao berteriak histeris.

"Wah mereka manis sekali. Aku jadi gemas." Komentar Xiumin.

"Mereka menggemaskan dan lucu." Komentar Kyungsoo.

Member Exo merasa senang saat melihat kehadiran dari anak-anak yang mereka tunggu. Luhan dan Sehun hanya bisa mematung melihat siapa yang datang. Mereka tidak bisa berkata apa-apa selain tersenyum senang. Berbeda dengan member lainnya yang berusaha untuk mendekati dan berkenalan kepada mereka.

"Appa... Eomma..." teriak yeoja kecil saat menatap Sehun dan Luhan.

Hahahaha Chapter 7 end. Udah ketahuan kan ya siapa anak-anak itu. Mianhae kalo namja yang jadi anak kecil itu malah Taemin. Karena author kepikiran dia sih. Mian ya kalo kurang suka. Untuk yang yeoja, readers pada setuju gak kalo Sulli? Aduh mian ya kalo Chapter ini semakin dikit dan semakin bertambah gaje ceritanya. Dan ada yang mau request gak nih moment siapa? Mau ada yang sedikit HOT moment nya? Boleh aja nanti author bakal usahain di chapter depan. Pokoknya di chapter depan udah bakal benar-benar ada interaksi yang lebih antara member Exo dan anak-anak itu. Kalo di Chapter ini kan masih belum kelihatan. Okay tetap ikutin FF ini ya readers...^^

.

.

.

Delete/ lanjut?

Big Thanks to :

UruRuBaek , fangirl-shipper , mitahunhan , baby reindeer , hunhanshipper , hunhanLove, ChaHyun Lee

Thanks udah baca dan udah review^^ Review lagi please... Dan kasih masukan ide juga boleh buat Chapter depan^^ Paypay ^^/

My Twitter :

Helloannyeongg

(Mention for follback^^)

Gomawo~^^