LOVE BUS
.
.
Present by December28
.
Cast: Jung Daehyun – Choi Junhong
BAP Members and other
.
Genre: Romance, other
.
Warning: YAOI, BOYXBOY, Not EYD, Typo, Don't like don't read.
This is Daelo Fanfiction
.
Lets Start
.
Happy Reading ^^
Chapter 7: Closer.
….
..
Youngjae dan Yongguk menghembuskan nafas mereka kasar, menatap kesal sekaligus khawatir pada Daehyun yang menggigil kedinginan di atas sofa.
Jam menunjukkan pukul 9 malam, 30 menit sebelumnya Daehyun dengan suara mendekati ajal menelepon keduanya dan mengatakan dengan dramatis bahwa ia sekarat karena kehujanan.
"Jadi sekarang apa lagi Tuan Jung?"
Youngjae mencoba menahan kesal, mendekap tangannya di dada dan berjalan mendekat. Menarik selimut yang digunakan Daehyun hingga menutupi tubuhnya yang masih tetap menggigil.
"Sepertinya aku demam, Hatchi! hehe"
Yongguk membuka tasnya, menumpuk 3 komik dan memukul kepala Daehyun keras-keras.
"AWW-"
"Hyung!"
Youngjae berteriak, memukul tangan Yongguk untuk membalas kelakuannya kepada Daehyun.
"Dia sedang sakit hyung!"
Daehyun mengangguk, memelas sambil menarik ujung kemeja yang tengah Youngjae kenakan.
Minta dibela.
"Aku benar-benar tidak tahan Youngjae-ya" Yongguk sudah akan menumpuk kembali komiknya saat suara Youngjae terdengar tajam dan menyeramkan.
"Setidaknya kita harus menunggu demamnya turun, setelah itu kita bisa memukulnya bersama"
Daehyun menatap Youngjae tidak percaya. Sahabat macam apa mereka!
"Aku sakit parah kau tau?! Aku bahkan terbatuk hebat dengan mata merah menyeramkan. Sepertinya demamku baru akan turun seminggu kemudian!"
Daehyun menjelaskan dengan antusias dan berapi-api. Tak lupa batuk-batuk kecil yang terdengar palsu diakhir ucapannya.
"Kau fikir kami perduli! Kau sendiri yang berlagak sok kuat! Untuk apa hujan-hujanan! Eishh"
Youngjae mengepalkan tangannya kearah Daehyun, berlagak ingin memukul walau dalam hatinya jelas sekali tak tega.
"Junhong harus pulang tepat waktu, aku kesulitan mendapat taksi Youngjae-ya"
Youngjae terdiam, merasakan pundaknya ditepuk Yongguk yang mengangguk menyuruhnya berhenti.
"Apa kau sudah makan?"
Suara berat Yongguk terdengar, mengangkat kaki lalu menempelkan telapak kakinya pada pipi Daehyun.
"Kau demam sepertinya"
"AKU SUDAH MENGATAKAN ITU DI TELEPON KAN?!"
Puk!
"AWW-"
Daehyun meringis sakit saat merasakan pukulan tangan Youngjae yang mendarat tepat di kepalanya.
"Berhenti berteriak bodoh, berisik"
Youngjae menarik tangan Daehyun untuk bangkit dari sofa, memberi kode pada Yongguk untuk membantunya memapah Daehyun menuju kamar untuk beristirahat.
"Kau lihat itu Youngjae?! Yongguk hyung?! Kakiku bahkan masih gemetaran, aku bahkan tak kuat berdiri, bagaimana ini Tuhankuu!?"
"Tutup mulutmu sebelum aku melemparmu kelantai"
Daehyun terdiam menurut, menggantinya dengan cengiran lebar sambil menatap kedua sahabatnya berlebihan.
"Berhenti menatap begitu, menjijikan"
Daehyun tak perduli, masih menatap keduanya antusias, kepalanya manatap ke kanan dan kiri secara bergantian.
Cup.
Cup.
Yongguk dan Youngjae membatu, merasakan kecupan kecil dipipi keduanya dari Daehyun yang tersenyum lebar.
"Aku tak tau harus bagaimana mengatakan terima kasih, tapi ku harap ciuman itu bisa mewakilinya"
Kedua sahabat Daehyun masih terdiam, saling melirik kecil lalu tak lama kemudian kompak melepaskan rangkulan keduanya dari Daehyun dan berebut berlari kearah kamar mandi.
"Hyung! Aku lebih dulu! aku harus menghapus ciuman menyeramkan ini!?"
Yongguk seakan tak mendengar, berlari kencang kearah kamar mandi meninggalkan Youngjae yang tertinggal di belakangnya.
Daehyun berdecak sok tua, berdiri dengan kakinya yang masih gemetaran sambil menatap kedua sahabatnya yang menurutnya naïf.
"Kita bahkan bukan kenal kemarin, kenapa masih malu-malu seperti itu hanya karena ciuman ckckck!"
Ringtone ponsel Daehyun berbunyi.
Itu ringtone khusus untuk panggilan dari Junhong.
Melangkah perlahan dengan kakinya yang masih gemetaran.
"Youngjae! Cepat kesini! Bantu aku!"
Tidak ada tanggapan.
"Ishhh.. benar-benar sahabat yang tidak bisa diandalkan"
Melangkah pelan dan mengulurkan tangannya mencoba meraih ponselnya yang tergeletak diatas meja samping sofa.
"Youngjae cepat kemari!"
"Ada apa?" terdengar suara Yongguk yang tiba-tiba datang dengan wajah basahnya.
"Ponsel hyung….Junhong….kakiku"
Yongguk melirik ponsel Daehyun yang masih berdering, merangkul Daehyun dan membawanya kembali duduk di sofa.
"Hallo"
Yongguk mendahului Daehyun menjawab telepon itu.
"Hyung! Itu ponselku"
'halo~ ini Jung Daehyun?'
Yongguk menautkan alisnya bingung. Ini jelas bukan Junhong.
"aku hyungnya Jung Daehyun, ini siapa?"
'aku Himchan'
"siapa Himchan?"
'itu aku! Mana Daehyun?'
"coba tebak"
Yongguk mengatakannya dengan suara berat tanpa nada, menatap meledek kepada Daehyun yang masih mencoba menggapai-gapai dirinya.
'Kau bercanda?! Dimana si Jung Daehyun? Dia membuat adikku Junhong kehujanan?!'
"Ahjumma berisik, berhenti berteriak. Dia sakit karena kehujanan"
Suara diseberang terdengar kacau, Yongguk dapat mendengar suara orang yang berteriak marah dan orang lain yang berteriak kesakitan, tak lama kemudian suara pada sambungan telepon berganti dengan suara lembut yang terdengar sedikit sengau.
'Hallo~ apa aku bisa berbicara dengan Daehyun hyung? Ini Choi Junhong'
Yongguk terdiam, berkedip malas menatap Daehyun dan melemparkan ponsel itu pada Daehyun.
"Jangan bicara lama-lama, kau harus minum obat dan cepat tidur agar demammu turun"
Daehyun menganggukkan kepalanya, berbaring dan menutup tubuhnya dengan selimut hingga ke kepala.
"Hallo"
'Daehyunnie hyung?'
Daehyun tersenyum, ia tau suara ini. Suara Choi Junhong.
"Ya, ini aku sayang"
'Kau baik-baik saja? Ku dengar kau sakit?'
"Aku baik setelah mendengar suaramu"
'Maaf karena aku hyung~'
"Aku baik-baik saja, apa kau sudah meminum obat flu?"
Junhong terdiam, enggan menjawab pertanyaan Daehyun.
"Suaramu terdengar tidak baik Junhong, minumlah obatmu. Lain kali aku akan membawa payung atau apa pun sebelum mengajakmu kencan, maaf"
Junhong menggeleng walau nyatanya Daehyun tidak dapat melihat.
"Junhong?"
'Hm?'
"Kau akan meminum obatmu kan?"
'Kau juga?'
"Aku akan meminumnya dengan cepat, setelah kau dan aku sembuh kita akan pergi bersama ke game center, otthe?"
'Arraseo hyung~ itu…apa aku boleh menjengukmu besok?'
"TEN- ehem… tentu saja boleh"
'Benarkah?'
"Aku akan mengirim taksi untukmu besok, kau minum obatmu dan istirahatlah"
'Ne hyung~ terima kasih untuk hari ini'
"Ya sayang~ Sampai bertemu besok"
'Hng~'
Pip.
Setelah sambungan telepon terputus Daehyun terkekeh lebar, merapatkan selimutnya dan menggeliat kecil.
"Cepat bangun dan minum obatmu"
Daehyun mengintip kecil dari balik selimutnya, menemukan Yongguk dan Youngjae yang berdiri dekat dengan sofa, membawa segelas air putih dan 3 macam obat yang dibeli Youngjae tadi.
"NO!"
"Kau menyuruh Junhong meminum obatnya tadi, dan sekarang lihat dirimu. Kalau kau mau minum obat mungkin gemetarmu sudah hilang sejak tadi"
"Aku bilang NO!"
"Bangun sebelum aku marah Jung"
Daehyun makin merapatkan genggaman pada selimut yang digunakannya.
"Biarkan saja Youngjae, aku akan menelepon Junhong dan mengatakan kalau-"
"MANA OBATNYA?!"
Youngjae dan Yongguk mengendus malas, menyodorkan 3 butir obat dan segelas air putih pada Daehyun yang menelannya malas-malasan.
"Kalian tidak pulang?"
Daehyun menatap kedua temannya yang masih berkeliaran di apartemennya.
"Kami menginap, bangunlah dan pindah ke kamar. Aku dan Yongguk hyung akan menjagamu bergantian"
"Aku hanya demam Youngjae, kalian pasti lelah. Pulanglah"
Yongguk menarik tangan Daehyun untuk berdiri, merangkulnya dan menuntunnya menuju kamar.
"Kau tidak ingat? Kau saat sakit 1000 kali lebih merepotkan. Aku tidak mau menerima telepon pukul 3 pagi hanya karena kau membutuhkan ini itu"
"Apa aku begitu?"
Yongguk tertawa mendengar pertanyaan Daehyun, bocah ini bodoh atau pelupa.
"Kau akan terbangun tengah malam dan menelepon kami bergantian sampai kau mengantuk. Setelah kau tidur, maka kami yang tidak bisa melanjutkan tidur"
Daehyun tertawa, mengeratkan rangkulannya pada Yongguk yang masih tertawa simpul mengingat tingkah Daehyun.
"Maaf merepotkan kalian"
Youngjae membuka pintu kamar dan membantu Yongguk membaringkan Daehyun di ranjangnya.
"Apa kau baik-baik saja Jung?"
Daehyun mengangguk menatap kedua sahabatnya.
"Bahkan disaat seburuk apapun, asal ada kalian aku akan baik-baik saja"
"Lihat betapa manisnya Jung Daehyunku~"
Youngjae mencubit pipi Daehyun yang langsung menepisnya berlagak jual mahal.
Yongguk tertawa melihat keduanya yang terlihat benci di luar tetapi saling menyayangi di dalam.
"Kau istirahatlah, panggil aku atau Youngjae saat butuh sesuatu"
Daehyun mendengung tanda mengerti, memejamkan matanya yang terasa semakin berat.
Dan perlahan mulai masuk ke alam mimpi.
…
…
"Apa Jung Daehyun memiliki hyung?"
Junhong menggeleng, mengingat dengan jelas cerita Daehyun tentang keluarganya.
"Lalu siapa orang kurang ajar tadi yang berani memanggilku ahjumma berisik!"
Jongup tertawa melihat wajah Himchan yang masih memerah kesal.
"Kau tau Junhong, ku fikir Jung Daehyun tidak cocok untukmu. Putuskan saja"
Junhong mengerut tidak setuju, melirik Jongup meminta bantuan.
"Tidak cocok bagaimana?" Jongup bersuara, mencoba sedikit membantu Junhong yang tengah terpojok.
"Dia aneh dan terlalu banyak tertawa, apa dia gila atau…."
"Hyung~"
Mata Junhong meredup, menatap Himchan dengan pandangan memelas memohon pada Himchan untuk berhenti menilai kekasihnya dari tampilan luar.
"Dia orang baik, sangat baik. Jadi please"
"Baik bagaimana? Coba sebutkan?"
Himchan menantang, tersenyum mengejek kepada Junhong yang menunduk.
"Kau tidak bisa menjawabkan? Dia bahkan memeluk pemuda lain di tempat umum Junhong"
"Itu sahabatnya" Cicit Junhong, mencoba membela Daehyun.
"Hyung bisa kau hentikan? Junhong sedang tidak enak badan"
"Itu juga karena Jung Daehyun Moon!"
"Siapa yang bilang?"
"Aku!"
"Berhenti melihat segalanya dari sudut pandangmu hyung, kau bukan pusat dari dunia"
"Aku pusat di duniaku sendiri!"
"Kalau begitu jangan libatkan Junhong di duniamu itu"
"Dia saudaraku!"
"Dia sahabatku dan-"
"Hyung~"
Keduanya terdiam, menatap Junhong matanya mulai berkaca-kaca.
"Jika kau ingin aku memutuskan hubunganku dengan Daehyun hyung akan ku lakukan, jadi berhentilah bertengkar karenaku"
Himchan tergagap menatap Junhong yang langsung berbalik dan masuk ke dalam kamarnya.
"Kau senang hyung?"
Himchan memijit pelipisnya, menghembuskan nafasnya kasar dan berlalu tanpa memperdulikan Jongup.
"Jung Daehyun orang baik hyung"
"Bagaimana kau bisa yakin? Orang tua Junhong memintaku untuk menjaganya saat mereka masih bekerja di China"
"Junhong mengatakan Daehyun berlari ditengah hujan hanya untuk mencari taksi agar Junhong bisa pulang tepat waktu"
"…."
"Hyung, Junhong baru saja memulainya. Ku mohon"
Himchan tampak berfikir sejenak sampai akhirnya menghembuskan nafasnya banyak-banyak.
"Kau menginaplah, besok pagi temani aku dan Junhong menjenguk Jung Daehyun"
Himchan bergumam pelan, melangkah menuju kamarnya dan meninggalkan Jongup yang tersenyum menatap Himchan.
"Ahjumma itu benar-benar"
…
…..
Ting Tong!
"Youngjae buka pintunya!"
Daehyun berteriak pada Youngjae yang sedang bersandar malas-malasan di sofa dengan stick game yang masih digenggamannya.
Ting Tong!
"YOUNGJAE!"
"Aish, apa kau tidak bisa membuka pintu sendiri? Aku sedang sibuk!"
"Aku sedang mengganti baju!"
"Kau sudah melakukannya dari 30 menit lalu. Kenapa belum selesai juga!"
Pintu kamar Daehyun terbuka sedikit, menampakkan kepala Daehyun yang menjulur keluar.
"Yongguk hyung bisakah kau-"
Suaranya ia buat selembut mungkin, tersenyum lebar seakan merayu Yongguk untuk menuruti maunya.
"Tidak bisa"
"a-arasseo biar aku-"
Ting Tong!
"Youngjae-ya"
Youngjae melirik Daehyun yang masih mengintip dari balik pintu kamarnya, bangkit dan berjalan malas-malasan menuju pintu apartemen.
Cklek.
"Annyeonghaseyo~"
Youngjae mengerutkan dahinya samar, menatap dua orang yang berdiri di depan pintu apartemen Daehyun.
"Nugu?"
"Heol~ kau tidak tau dia?"
Youngjae menatap pemuda berkulit putih yang menggunakan kaca mata hitam besar dihidung runcingnya. Pemuda itu bersedekap dada angkuh membuat Youngjae merasa sedikit tersaingi.
Hei! Dia yang paling egois dan angkuh diantara semua orang.
"Kau Junhong benar?"
Youngjae beralih menatap pemuda tinggi berkulit pucat yang membungkuk sopan, harum helaian rambutnya kala membungkuk bahkan sampai di hidung Youngjae.
Si Jung Bodoh itu beruntung bukan main.
"Benar aku Choi Junhong, salam kenal Youngjae hyung~"
Junhong terkekeh menggemaskan membuat Youngjae secara tak sadar memekik tertarik.
"Kau tau namaku?"
Youngjae bertanya antusias, melebarkan matanya dan menatap Junhong yang mengangguk lucu membenarkan.
"Apa itu penting sekarang? kami tamu, tidak menyuruh kami masuk?"
Pemuda itu lagi, Youngjae menatapnya tajam sambil ikut bersedekap dada.
"Kau siapa? Kenapa ikut kemari?"
Pemuda itu –Himchan mengendus tak percaya, membuka kacamata hitamnya dan menatap Youngjae dengan pandangan membunuh.
"Aku hyungnya, kau siapa?"
Himchan berkata dingin. Bertanya untuk memastikan.
Tentu ia ingat, pemuda dengan tampang memelas namun menyebalkan ini adalah kekasih pemuda yang Himchan liat tempo hari.
"Kau tuli? Tadi Junhong sudah menyebutkan namaku"
"Kau mengatakan aku tuli? Beraninya kau-"
"Youngaje kenapa lama sekali?"
Suara lain terdengar dari belakang tubuh Youngjae, suara berat terkesan seksi yang membuat Himchan menajamkan pendengarannya.
"Junhong datang hyung, bisa kau suruh Daehyun berganti baju dengan cepat?"
Pemuda itu mengangguk, menepuk kepala Youngjae sebelum melangkah masuk untuk memanggil Daehyun.
"Kalian masuklah"
Youngjae membuka pintu lebar-lebar, mempersilahkan dua orang dengan ekspresi berbeda itu masuk.
"Hei kau! Siapa pemuda yang tadi?"
Youngjae menautkan alisnya bingung kala mendapat pertanyaan mendadak dari si mata tajam.
"Yongguk hyung?"
"Namanya Yongguk?"
"Ya. Kau mengenalnya?"
Himchan menggeleng, mendorong Youngjae agar bergeser karena Ia akan masuk menyusul Junhong yang sudah lebih dulu masuk.
"Apa-apaan dia!"
Youngjae sudah akan menutup pintu kala melihat pemuda dengan dus besar berjalan tergopoh kearahnya.
"A-apah i-nih rumahh Daehyunh?"
Youngjae mengangguk, menahan tawa kala melihat rambut pemuda itu yang sudah basah terkena keringat.
"Kau siapa?"
Pemuda itu meletakkan dus yang dibawanya dengan hati-hati ke lantai, mengusap tangannya ke celana jeans dan mengulurkan tangannya kearah Youngjae.
"Aku Moon Jongup"
Youngjae tersenyum kecil kala melihat mata pemuda itu yang menyipit lucu, senyumnya lebar membuat Youngjae reflex ikut tersenyum dan membalas uluran tangan pemuda itu.
"Aku Youngjae, ada perlu apa?"
"Aku sahabat Junhong, karena lift tadi penuh.. Himchan hyung menyuruhku menaiki tangga, makanya aku datang terlambat hehehehe"
"Masuklah, dan apa yang kau bawa itu?"
Jongup masuk membawa dus itu kembali, mengikuti langkah Youngjae yang menuntunnya memasuki apartemen besar milik Daehyun.
"Obat. Makanan. Vitamin. Sereal. Buah segar"
"Pasti berat, butuh bantuan?"
Jongup menggeleng disertai senyumnya.
"Pemuda manis sepertimu tidak cocok membawa hal berat seperti ini"
Jongup membungkuk, berjalan melewati Youngjae yang pipi bulatnya memerah samar.
Oho~ ada yang mulai terpesona disini.
…
"Kau baik-baik saja?"
Junhong mengusap dahi Daehyun yang tengah bersandar pada sofa.
"Aku UHUK hanya demam UHUK!"
Youngjae dan Yongguk hanya memutar bola matanya malas, Himchan bahkan melakukan yang lebih ekstrem.
"Batukmu terdengar palsu"
Junhong dengan cepat menatap Himchan, menggeleng seakan meminta Himchan berhenti berkomentar.
"Apa kau sudah meminum obatmu hyung?"
"Aku meminumnya teratur, tapi tetap belum sembuh juga. Sepertinya demamku sudah parah"
Daehyun terdiam sampai akhirnya mengingat.
"UHUK"
Batuk palsunya ketinggalan. Hmffftt.
"Kau tampak pucat hyung~"
"Benarkan? Badanku menggigil sepanjang malam dan aku bermimpi seram, aku tidak bisa tidur nyenyak sayang~"
Junhong menatap Daehyun iba, mengusap pipi Daehyun yang mengerut minta dimanja.
"Cih! Dia bahkan mendengkur sepanjang malam"
Yongguk mengangguk membenarkan ucapan Youngjae yang berbisik kecil kearahnya.
"Aku sebenarnya ingin berlama-lama disini"
Himchan bersuara, menumpuk kaki jenjangnya pada satu kakinya yang lain.
"Tapi karena aku harus pergi, aku akan menitipkan Junhong disini"
"Hyung, aku akan disini menemani Jun-"
"Jongup akan ikut bersamaku. Karena aku tidak bisa percaya pada kalian, aku akan meminta nomor ponselmu untuk memastikan semua aman"
Himchan menunjuk Yongguk yang terdiam tenang.
"Kenapa nomor ponselku?"
Yongguk bersuara, membuat jantung Himchan seakan bisa lompat kapan saja setiap mendengarnya.
"Kau tidak mau memberikan? Baiklah biar Junhong pulang bersamaku"
Himchan melirik Daehyun 'manis', senyumnya terkesan kuat dan penuh ancaman.
"Berikan hyung! Himchan hyung begitu karena ia peduli pada Junhongku"
Himchan mengangguk membenarkan ucapan Daehyun, melirik Youngjae dengan senyum kemenangan.
Akhirnya Yongguk mengalah, meyodorkan ponselnya pada Himchan yang meraihnya cepat. Dengan cepat pula mengetikkan nomer ponsel yang Ia dapat.
"Baiklah, aku pergi dulu. Jung Daehyun cepatlah sembuh dan jaga adik tercintaku"
Memakai kacamata hitam besarnya dan bangkit menarik Jongup yang hanya bisa menurut.
"Tu-nggu!"
Semuanya melirik pada Youngjae yang bersuara.
"Ya? Ada apa?"
Himchan bertanya pada Youngjae yang bangkit dan mendekat kearahnya dan Jongup.
"Berikan nomer ponselmu, jika terjadi sesuatu aku akan menghubungimu Jongup-shi"
Jongup terdiam membeku, menatap Youngjae yang menunduk malu-malu.
"Tidak! Cukup hubungi aku saja!"
Himchan berkata final, bersiap menarik Jongup saat suara Yongguk terdengar.
"Berikan nomer ponselmu padanya"
Semuanya terdiam gugup kecuali Youngjae. Melirik Yongguk yang masih duduk tenang membaca komik di tangannya.
"Kau tidak mendengarnya?"
Yongguk mendongak, menatap Jongup yang tergugup ketakutan.
"A-ku a-akan memberikannya he he he"
Youngjae tersenyum lebar berterima kasih, menatap Yongguk yang hanya dapat tersenyum simpul dan melanjutkan bacaannya.
…..
"Hyung~ kau melihatnya?"
Junhong berbisik kecil, menatap Daehyun yang mengangguk sok tua, tertawa mengejek menatap ke-empat orang dihadapan mereka.
"Apa kau memikirkan apa yang ku fikirkan?"
"Tentu saja Junhong sayang, mereka itu lucu sekali ckckck"
"Apa kau ingin membantu mereka hyung?"
Daehyun menggeleng hikmat, tersenyum kecil seakan dia yang paling paham akan watak sahabatnya.
"Youngjae memang pemalu Junhong~ biarkan saja"
"Benarkah?"
Daehyun mengangguk, maju mendekat dan membisikan kalimat yang membuat Junhong tersenyum paham.
"Youngjae malu jika mendekati Himchan hyung secara langsung, maka itu dia akan meminta bantuan lewat Jongup hehehe"
"Ya, aku fikir juga begitu. Himchan hyung pasti meminta nomer ponsel Yongguk hyung untuk mendekatkannya dengan Jongup hihihi"
Siapa pun….Ada yang bisa membantu mengobati pasangan ini?
Ckckckck.
To be continue~
Tolong reviewnya ya yang baca..
Maaf lama, hehe.. kemaren itu emang pengen selesaiin 5W1H nya dulu
Buat yang udah baca dan review 5W1H sampe selesai makasih yaaaa..
Makasih buat yang udah review, makasih makasih makasih..
Buat reader barunya juga makasiiiih banget mumumu~~
Thanks for : Junjows, NathalieVernanda, LevesqueXavier, miniseokie01, Jimae407203, DiraLeeXiOh, NAP217, LayChen Love Love 2, Guest, Kim Rae Sun, dae, linkz, dedezelo, DAELOves B.A.P, ichizenkaze, daehana, bininye daehyun, Kimberlycloudy, babypanda518, Hwangyiu , , OpenDoors29, tatsmatotoki, daelogvrl, chairun, ichizenkaze, chenma, KekeMato2560, , Majestic Hunter, lalany, neobakke, sungr4, Yulie Choi, Kyuminjoong, NaturalCandy1994, kimchunwae.
Ohiya…bagi yang belom tau, saya sama beberapa Author gabung di Wordpress fanfiction khusus member BAP –YAOI-.
Ada Daelo, Banghim, Daejae, Jonglo, MoonJae pokoknya ada banyak. Ayo cek disana~
Saya juga post ff disana ^^
Ayo di cek di : WWW dot BAPYAOIFANFICTION dot WORDPRESS dot COM
Diliat dan jangan lupa review yaaa.
Thank you~
Pyooong..
