Jungwoo sedang asyik menonton acara VLive di VApp bersama Dreamies di ruang istirehat dorm NCT U.

Namun dia seakan hilang, maksudku hanyut di dalam lamunannya sendiri.

" Kau kesepian ya Hyung? "

Jungwoo menoleh ke arah Jaemin, " Apa maksudmu Jaem? "

" Yaa.. Sejak tadi aku dan mereka ketawa akan lelucon lucu oleh memberdeul tapi kau hanya berdiam Hyung.. "

Jungwoo menghela nafas perlahan dan dia mengusak kepala Jaemin.

" Aku baik baik saja.. Aku ke kamar duluan ya.. Jangan lupa sikat gigimu sebelum tidur.. "

Jaemin memandang ke arah Jungwoo, ada yang salah dengan Jungwoo setelah SM mengumumkan NCT China akan melakukan debut.

" Jaem! "

Jaemin mendelik Taeyong, " Apa sih Tae Eomma? "

" Kau itu yang kenapa? Jisungie memanggilmu dari tadi.. "

Jaemin menoleh ke arah maknae di NCT tersebut dan dia mengangguk faham.

Jisung ingin tidur dan ditemani Jaemin.

" Taeyong Hyung, akan aku bicarakan setelah aku selesai menidurkan Jisung.. Bisa? "

Taeyong mengangguk tanda mengijinkan. Dia bahkan turut aneh, sepi dorm menganggu jiwanya.

Tulang hidungnya di picit, kata pihak tertinggi SM masih bermain main di telinganya.

" NCT China akan tinggal di sana untuk promosi.. Sama seperti Lay Sunbaenim.. "

Jika mereka tinggal di sana, itu artinya dorm akan semakin sepi bahkan mungkin tidak hidup.

Bagaimana dengan member bawah umur seperti Lucas, Renjun dan Chenle? Siapa yang akan mengetuai unit tersebut? Siapa yang akan mengawasi mereka?

Taeyong kembali menonton VLive di layar kaca televisi, dia aneh dengan Lucas.

Lucas itu pria yang brisik dan saat ini dia hanya kelihatan mendiamkan diri meski dia tertawa.

Seakan akan boneka tingkahnya Lucas detik ini.

Tertawa kerna terpaksa.

" Apa Lucas memikirkan tentang Jungwoo? "

Jaemin berdehem dan Taeyong berpaling kepadanya.

" Jisungie sudah tidur? "

" Ddae Hyung.. Hyung, kapan NCT China akan memulakan debut mereka? "

" Petinggi SM mengatakan tahun kedua 2018 dan waktu tepat aku juga tidak tahu kapan Jaem.. Kenapa? "

" Jika mereka melakukan debut itu artinya, Lucas Hyung akan tinggal di China dan menyisakan Jungwoo Hyung di sini.. "

Taeyong memandang ke arah salah satu maknae kesayangannya, " Jadi apa yang kau coba katakan? "

" Jungwoo Hyung akan sedih.. Barusan dia melarikan diri ke kamarnya bahkan sebelum VLIVE Lucas Hyung selesai.. "

" Bukan hanya itu Jaem.. Hyung juga cemas dengan maknae line di NCT China.. "

" Renjun dan Lele? "

" Iya.. Mereka masih kecil untuk aku lepaskan ke sana.. Bilang aku ini phobia atau apa pun Jaemin, tapi aku khuatir untuk melepaskan mereka.. "

" Kau tidak phobia Hyung.. Hyung hanya ingin mereka tetap sehat dan gembira.. Tapi jika petinggi SM mengatakan yang sebaliknya, Hyung harus akur.. "

Taeyong memandang wajah Jaemin. Ada kebenaran di sebalik kata tersebut. Mereka tetap akan terpisah meski Taeyong coba untuk mencegahnya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

" Lucas? "

Kun memandang ke arah salah satu member yang akan debut bersamanya di China.

" Ada apa denganmu hari ini? Kau lebih diam.. Ada yang menganggu fikiranmu?"

Lucas menggeleng dan bergerak ke arah lif.

Kun kehairanan dengan tingkah Lucas, maknaenya itu memiliki kebiasaan untuk membuat onar.

" Ren.. Ada apa dengan Lucas? "

Renjun mengangkat bahunya tanda tidak tahu.

Kerna dia sendiri bingung dan aneh.

" Apa dia sedih kerna Jungwoo Hyung akan bersendirian di sini? "

" Eoh! Lele!! Ulangi perkataanmu.."

Chenle kaget, " Jungwoo Hyung kesepian? "

Kun memetik jarinya, itu adalah jawapan yang dicari.

" Ayo kita pulang.. Gege akan bicarakan hal ini bersama Lucas.. Pengen nasi goreng? "

" Mau!! " koor RenChen bersamaan.

" Winwin ahh.. Aku titip mereka untukmu, sepertinya persediaan makanan kita mulai berkurang.. Aku akan ke supermarket bersama Manager Hyung.."

Unit NCT China tersebut tiba di dorm namun dorm seakan sepi. Sunyi, tiada tawa manusia seperti biasa.

" Taeyong Hyung! Kami pulang!! "

" Tepi ihh Lele.. Ge mau lewat! "

" Tidak!! Lele duluan!! "

Renjun mendelik sang maknae di unit baru itu. " Untung aku menyayangimu.. "

" Aku pulang.. "

" Kun Ge!! "

Ten keluar dari kamar yang ditempati bersama Johnny, " Apa sih ribut terus?! "

Aduh.. Mereka ribut di waktu yang salah, sang cabe terkejut dari lenanya.

" Kalian itu brisik tau! Lelahku masih belum hilang setelah dihujat oleh Petinggi SM! Praktis dance bahkan solo! "

Johnny memegang pergelangan tangan Ten.. " Ten.. Mereka masih maknae, wajar mereka ribut.. Kau tidak bisa memarahi mereka.. "

" Maknae?! Mereka itu akan debut dan tinggal jauh dari kita John!! Mereka harus matang dan bisa mandiri! "

" Mereka masih kecil Ten.. Kau tidak..."

" Huh?! Kecil?! Lepaskan aku Hyung! "

Johnny kasihan melihat wajah Renjun dan Chenle yang hampir menangis akibat dimarahi Ten.

Ten mendengus dan melangkah masuk ke kamarnya. Dobrakan pintu kamar mengagetkan mereka semua.

" Injun, Lele? Kalian okay? "

Kun meletakkan barang belanjaannya dan memeluk duo maknae China tersebut.

" Usah difikiran apa yang dibilang oleh Ten.. Ten hanya lelah dan butuh istirehat.. Kita ke ruangan dapur yuk? Gege akan membuat kalian nasi goreng.. "

Winwin sendiri kaget melihat tingkah Ten, " Johnny Hyung.. Ada apa dengan Ten Hyung? "

Johnny berpaling dan menepuk pundak Winwin, " Bersihkan dirimu dan kita akan bicarakan hal ini setelah maknae line tidur.. "

Enggan menambah hangat suasana sekarang, Winwin menuruti kata Johnny dan melangkah ke ruang kamarnya bersama Haechan dan Jeno.

Setelah yakin bahawa maknae China line tidur bahkan Ten dan Lucas, Taeyong mengumpulkan Kun, Winwin, Johnny serta Jaemin di ruang tengah. Taeil turut berada bersama mereka.

" Hyung.. Maaf jika aku lancang tapi apa Ten sakit? Kok dia memarahi para maknae? "

Kun mengutarakan pertanyaan yang sekian lama dipendam. Dia hanya aneh dengan tingkah Ten, teman selinenya.

" Dia kesal kerna dia akan ikut debut bersama kalian di waktu bersamaan dia menyiapkan lagu solonya.. "

" Huh?! Tennie ikut debut bersama NCT China? "

" Iya Qian Kun.. "

Kun tahu tiada yang membohonginya jika Taeyong yang mengatakannya.

" Tapi kenapa Hyung? "

" Kerna Ten Hyung turut mempunyai darah dari keturunan China, dia akan turut debut.. "

" Bagaimana kau mengetahuinya Jaemin? "

" Aku ada bersama Ten Hyung saat petinggi SM datang menemuinya. Saat itu Ten Hyung lagi sibuk dengan praktis dancenya dan aku menemaninya.."

" Terus, apa yang dijawab oleh Ten? "

Jaemin mengeluh dan dia menghela nafas.

" Ten Hyung kaget bahkan dia hampir protes namun diurungkan oleh manager Hyung.. Kemudian Ten Hyung mampir ke ruangan produksi, editing team bilang record suaranya terhapus.. "

" Hari ini benar benar sialan untuk Ten.. Pantas aja dia mengamuk.. "

Kun menoleh ke arah pintu kamar Ten, " Kau bisa bicarakan bersama Ten, John Hyung? "

" Sekarang bukan waktu yang tepat Kun.. Ten masih kesal bahkan dia menangis.. "

Taeyong memicit tulang hidungnya mendengar keluhan Johnny.

" Jadi kapan kalian akan debut? Apa kau akan mengetuai mereka di China, Kun? "

Kun menggeleng mendengar pertanyaan Taeil.

" Tidak Hyung.. Aku tidak pantas untuk posisi itu.. "

Taeyong menepuk paha milik Kun, " Kau yang tertua di antara mereka di unit China.. Aku percayakan mereka untukmu Qian Kun.. Terlebih Renjun dan Chenle.. "

" Gak Taeyong Hyung!! "

Taeyong melihat ketakutan di mata Kun, dia tersenyum kecil.

" Berpalinglah kepadaku saat kau kewalahan dan berduka.. Kalian akan jauh daripadaku dan aku hanya punya kau Kun.. "

Kun diam dan tidak berkutik.

Dia melihat wajah sang leader kesayangannya, ada riak memohon pertolongan daripadanya.

" Aku akan berusaha Hyung.. "

Taeil membubarkan mereka, " Ini sudah larut.. Tidur dan besok kita akan berbicara bersama LuTenWoo. "

Mendengar arahan sang tertua, mereka semua berganjak.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Sang mentari mengetuk jendela kamar milik CasWoo. Lucas masih belum berganjak bahkan semakin nyaman di dalam pelukan Jungwoo.

Jungwoo memerhatikan wajah pria di hadapannya, pria yang menambat hatinya. Pria yang bisa membuatnya nyaman dan tertawa.

" Apa aku bisa di sini tanpa dirimu Lucas? Aku khuatir aku tidak bisa.. "

Garis rahang wajah Lucas di sentuh, bibir seksi milik Lucas disentuh kecil bahkan kelopak matanya.

Semuanya sempurna tentang Lucas, tiada yang kurang meski bicara Koreanya kedengaran aneh.

Jungwoo tertawa kecil saat mengingat hanya dia yang bisa memahami kata Lucas dan menterjemahnya kepada fans.

Hanya dia yang bisa menenangkan Lucas jika sikap hiperaktif Lucas kembali.

Jungwoo tersenyum dan pandangan matanya buram. Air hangat bertakung di matanya, dia terlalu takut untuk berpisah dengan prianya.

Jungwoo menggigit bibirnya, meredam tangisan yang makin menggila. Dia senang Lucas akan kembali aktif namun dia juga egois.

Ingin memiliki Lucas di sini tanpa ada yang memisahkan mereka. Korea dan China itu jauh bahkan mungkin mereka tidak akan bisa bertemu sekerap dulu.

" Apa aku menyakitimu Hyung? "

Jungwoo kaget mendengar suara kasar Lucas, khas milik rapper.

Jungwoo menggeleng dan dia menyeka air matanya, " Aku hanya senang kau akan debut di China.. Kita bangun yuk? Para member pasti udah menunggu.. "

Jungwoo hanya mengikuti langkah Lucas, dia hanya ingin menikmati keberadaan Lucas untuk detik ini.

" Pagi Hyungdeul.. "

Jaehyun menyambut sapaan Lucas dengan senyuman, " Sudah baikan? "

Lucas mengangguk perlahan namun tidak dengan Jungwoo.

Dia hanya berdiam. Tidak menyukai suasananya.

" Jungwoo?? "

" Ddae? "

Jaehyun tersenyum, " Apa yang kau fikirkan huh? Duduk, makanannya akan matang nanti.. "

Jungwoo duduk dan dia memandang wajah membernya, mereka tertawa lepas.

Namun tidak dengan dirinya, dia masih belum ikhlas.

" Ittadakimasu!! "

Yuta memimpin doa makan dan mereka mulai sarapan. Riuh di meja makan tidak menganggau Jungwoo. Dia hanya memandang Lucas.

" Jungwoo Hyung.. "

" Hyung.. "

Jeno mengeluh, " Mulai lagi nihh.. "

Jeno menepuk pundak Jungwoo, " Dimakan sarapannya Hyung.. "

" Tidak.. Aku sudah kenyang, habiskan bahagianku Dreamies.. "

Jungwoo bangun dari kursi makan dan melangkah ke kamarnya.

Haechan mulai menyumpit makanan milik Jungwoo namun Mark mencegahnya.

" Bagianmu masih tersisa Lee Donghyuck.. "

" Tapi Hyung.. ", Haechan memelas kepada Mark.

" Tidak.. Jungwoo Hyung akan masuk angin dan Kun Hyung.. Kau harus menyelesaikan masalah ini.. Sampai kapan Jungwoo Hyung mau mendiamkan kita huh? "

Hah..

Ini pasti melelahkan..

Ruang tamu mulai bising dengan keributan oleh Dreamies dan Taeyong tidak akan bisa marah.

Melihat tawa lepas dari mereka memberikan euphoria kepadanya. Mereka masih anak kecil meski bergelar idol.

Kun berdehem dan seluruh ruangan tersebut diam. Hanya kedengaran detikan jam.

" Siapa yang konfirm debut di China, sila duduk di sini.. Aku hanya ingin membicarakan sesuatu.. "

Ada Kun, Ten, Winwin, Lucas, Renjun dan Chenle di sana.

Konfirmasi memberdeul jelas dan Ten merunduk.

" Jungwoo... Apa yang menganggumu kebelakangan ini? Kau tidak fokus untuk latihan bahkan mengabaikan kesehatanmu.. "

" Ten.. Mengapa semalam kau membentak maknae line? Mereka takut denganmu.. "

Johnny ingin mencelah namun dicegah oleh Taeyong.

Dia ingin melihat bagaimana Kun akan menyelesaikan masalah ini untuk debutnya ke depan sebagai leader.

" Aku hanya cemas saat melihat Lucas antara formasi lengkap di China.. Aku.. "

" Kau tidak sanggup untuk melepaskannya? "

Pertanyaan Kun sukses membuatkan Jungwoo tergamam.

" Iya Hyung... "

Kun melihat ke arah maknae line, Jungwoo masih kecil di matanya.

" Lucas akan baik baik saja Jungwoo ahh.. Kau pasti menangis semalam keutchi? "

Jungwoo menggeleng, " Jangan membohongi aku Jungwoo.. "

" Lucas.. "

" Ddae Hyung.. "

" Kau yakin untuk berada di bawah bimbinganku saat kita di China? "

" Jika petinggi SM memilihmu, aku hanya mengikutnya.. Pasti kau yang pantas untuk memegang posisi leader.. "

" Jungwoo.. Berhenti khuatir.. Lucas akan baik baik saja denganku di sana.. Apa yang kau fikirkan hanyalah permainan tidurmu.. "

Kun menoleh dan perasan akan wajah Ten.

" Ada yang kau ingin katakan Ten? "

" Aku ingin memohon maaf kepada Renjun dan Lele.. Kerna membentak mereka bahkan kalian.. Aku seperti anak kecil ya? "

Johnny tertawa, " Kau hanya seperti itu saat kau lagi kesel dear.. "

" Maafin Hyung nae? "

Renjun dan Chenle tidak menjawab, mereka bangkit dan memeluk Ten.

" Hyung jelek saat marah! Jadi jangan marah marah terus dong.. Jadi takut nihh.. "

Ten memeluk maknae China line itu, " Tidak.. Akal sehatku udah kembali dan aku akan menyertai kalian latihan sore nanti.. "

Kun tersenyum dan dia memegang tangan Lucas, " Cas... Butuh refreshing bersama Jungwoo? Aku mengijinkannya.. Pergi berkencan dengan Jungwoo dan pulang sebelum jam 10 malam.. Kalian masih di bawah umur.. "

Lucas kaget hampir aja terjengkal dari kursinya.

" Serius Ge?! Kagak bohong? Kagak pakai sulap? "

" Sulap apaan sih Cas? Kencan itu nggak bisa disulap! Ya sudah, pergi sana sebelum aku merubah fikiranku.. "

" Assa!! Makasih Kun Ge!! Ayo Hyung!! "

Yuta melongo melihat kepergian CasWoo.

" Ihh! Enak deh bisa kencan kapanku.. Aku seperti pak tua.. Menunggu Hansol Hyung untuk mengajakku kencan.. "

" Yang sabar Eomma.. "

Yuta mendelik anak kesayangannya, " Kau juga sama Jaem! Pergi sana ama Mark.. "

" Ya ampun Yuta.. Ada apa denganmu sih?? Jangan cemberut dong.. "

" Ahh.. Taeil Hyung.. "

Taeil tertawa, Yuta cemberut adalah hal yang lucu. Pria Jepang itu masih baper di tinggal oleh Hansol.

Dreamies udah mulai bubar dan meneruskan kegiatan peribadi mereka. Bahkan Doyoung dan Taeil udah berangkat untuk les vocal.

Winwin juga udah berangkat untuk les dance. Hanya tinggal Kun, JaeYong dan JohnTen di ruang istirehat.

" Kau udah menunjukkan kenapa petinggi SM mengajukan kau sebagai leader Qian Kun.. "

" Ehee.. Makasih Taeyong Hyung.. "

" Aku percayakan mereka kepadamu Kun.. "

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

" Hyung.. "

Jungwoo bergumam halus menjawab panggilan Lucas.

" Aku mencintaimu Hyung.. "

Jungwoo menoleh dan mencium sekilas pipi milik Lucas.

" Nado Yukhei ahh.. "

Lucas memeluk belakang Jungwoo dan menikmati semilir angin malam di Sungai Han.

Mereka akan terpisah dan Lucas ingin Jungwoo mengingati semuanya.

" Dear.. Apa kau mengerti saat aku menggenggam tanganmu? "

" Kerna kau menyayangi aku? "

" Kau masih polos Hyung.. Bukan itu jawapannya, kau akan tetap berada di hatiku di mana pun aku berada.. Tangan ini akan menggengammu meski kau menjauh.. "

" Cas... "

Lucas memutar tubuh Jungwoo dan menyeka liquid bening di pipi Jungwoo.

" Tetaplah tersenyum Hyung meski aku jauh darimu.. Tetaplah bertahan meski kau lelah, kerna pada penghujungnya kau dan aku akan menyatu.. "

Jungwoo menangis dan memeluk tubuh Lucas. Dia enggan egois dan dia akan mengijinkan Lucas terbang tinggi seperti mana Yuta melepaskan Hansol.

" Jaga dirimu dengan baik di sana saat kau mulai promosi.. "

" Itu sudah pasti dear.. Kau tahu apa maksud simbol di gelang kita? "

" Ini? Nomber 8 keutchi? "

Lucas gemas, pacarnya masih seperti anak kecil.

" Tidak dear.. Itu berarti infiniti.. Dan artinya, kita akan tetap berputar di paksi yang sama meski kita terpisah.. Jadi kau harus yakin denganku.. "

" Kau tidak akan meninggalkan aku Lucas? "

" Tidak Hyung.. Sampai kapan pun kau yang pertama dan yang terakhir.. "

Jungwoo tertawa, " Aku akan mendukungmu Yukhei ahh.. "

Sinar bulan malam itu menjadi saksi bahawa cinta mereka mekar dan tidak akan pernah pudar.

Terpisah bukan alasan untuk membawa haluan berbeda.. Ia mengajarkan arti mengalah dan saling memahami.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

CEPAT DEBUT YA NCT CHINA! AKU NGGAK SABAR MELIHAT PENTAS KALIAN!! SEMOGA SUKSES!

KKEUT

READ AND REVIEW