My Science Teacher

Summary : Naruto anak yang berprestasi namun hanya di bidang olahraga, dia disuruh pindah sekolah oleh orang tuanya, dan tinggal bersama teman lama mereka, yang tidak lain orang tua Sakura, dan meminta tolong agar Sakura mengajari Naruto. Ternyata kedua orang tua Naruto dan Sakura merencanakan sesuatu, selain untuk membuat Naruto bisa pelajaran sains. Apa rencana kedua orang tua Naruto dan Sakura ? dan bagaimana kehidupan Naruto di rumah Sakura serta sekolah baru nya ?

Chapter : 7

Pairing : Namikaze Naruto x Haruno Sakura

Rate : T

Genre : Friendship, romance, dan family

Disclaimer :Naruto belong to Masashi Kishimoto! ^^

WARNING! : OOC banget terutama tokoh utama, terlalu rush, alur cepat, aneh (sangat), gaje (buanget), miss typo, disarankan untuk membaca chapter sebelumnya karena author abal ini terlalu lamaaaa update -_-

The last piece in chapter 6

"Ayo pulang!" ajak Naruto, tanpa menunggu Sakura ia sudah berjalan meninggalkan Sakura yang sibuk menghilangkan air yang bercampur dengan keringat Naruto.

"Ah, tunggu!" Sakura segera menyusul Naruto, takut di tinggal oleh si baka. Saat ia melihat Naruto yang mengambil seragamnya dipelankannya lari maraton(?) Sakura. Naruto menoleh ke arah Sakura, lalu ia mulai melangkah meninggalkan gedung sekolahnya menuju tempat parkir.

"Lagi-lagi dia meninggalkanku!" gerutu Sakura.

Don't like ? Don't read ! ^^

Malam hari di kediaman Haruno

Kini Sakura sedang asyik duduk di lantai karpet berhadapan dengan Naruto yang sedang serius melihat rentetan angka-angka yang membuatnya pusing. Sambil memahami beberapa materi pelajarannya, ia (Sakura) kadang-kadang mencuri pandang ke arah Naruto 'dia terlihat tampan saat serius seperti itu' batin Sakura berbicara "dia memang selalu terlihat tampan bodoh shannaro!" kini inner Sakura yang berbicara semangat.

"Aku besok akan pergi dengan Ino, bisakah kau mengantarku Naruto?" tanya Sakura ketika melihat Naruto sudah selesai mengerjakan soal.

Sambil menyodorkan soal garapannya, Naruto menjawab," Jam berapa? Aku siang ada janji untuk latihan basket bersama Guy-sensei dan teman-teman,"

"Sekitar jam sepuluh pagi kok, oh ayolah akukan sudah sering membantumu," rayu Sakura saat sedang mengoreksi jawaban Naruto, menghela napas panjang Naruto meng-iya-kan permintaan Sakura " Aku hanya mengantarmu sajakan? Setelah itu aku akan pergi,"

"Ya memang itu maksudku," dengan senyum cerah Sakura mengembalikan lagi buku Naruto.

"Lumayan dari sepuluh soal kamu hanya salah dua, sepertinya aku harus hati-hati denganmu kalau tidak aku akan tersaingi olehmu." Ujar Sakura panjang lebar, Naruto memang sudah meningkat dalam mata pelajaran sains itu semua berkat Sakura yang selalu mengajarinya kala waktu luang di sekolah maupun di rumah, banyak siswa-siswi di Konoha high school beranggapan kalau Sakura berpacaran dengan Naruto karena sering kepergok oleh teman-temannya belajar di perpustakaan sekolah, berangkat dan pulang pun selalu bersama.

Naruto mendengus ketika Sakura berkomentar, ia hendak beranjak pergi namun sebuah tangan halus menangkap pergelangan tangannya. " Kau mau kemana? Masih ada dua puluh soal yang harus kau kerjakan Naruto!?" Sakura mengernyit ketika ia merasakan tangannya sudah tidak menggenggam pergelangan tangan Naruto melainkan sebaliknya, kini pergelangan tangannya yang dipegang oleh Naruto dan ditarik kearahnya sehingga Sakura terdorong kedepan, Naruto mendekatkan wajahnya ke telinga Sakura. "Apakah kau ingin ikut dengankku ke kamar mandi, eh?" mendengar perkataan Naruto Sakura segera mendorong tubuh Naruto yang kini sangat dekat dengannya.

"K-kenapa kau tidak bilang baka, huh?!" Sakura membuang muka, malu. Tanpa memperduliakan ucapaan Sakura, Naruto bergegas pergi ke tempat tujuannya.

Beberapa saat ketika Naruto kembali kekamarnya, Sakura menyodorkan dua lembar kertas ke Naruto. "Itu soal Kimia dan Biologi masing-masing sepuluh soal," Naruto menaikkan satu alisnya seraya menerima kertas soal yang diberikan Sakura. Ia kembali duduk dikarpet dan meletakkan soal itu di meja kayu didepannya dan kemudian tanpa babibu ia mengerjakan soal yang diberikan Sakura.

Jam dinding di kamar Naruto menunjukkan pukul sepuluh lebih dua puluh lima menit, Naruto hampir menyelesaikan empat soal biologi, sebelumnya ia sudah menyelesaikan soal kimianya. Ia menengok ke arah Sakura yang sedari tadi ia tidak mendengar suara Sakura, Naruto mengernyit ternyata Sakura sudah terlelap dengan tangan sebagai bantal untuk kepalanya yang berada di meja seberang Naruto. Karena ia tidak tega melihat Sakura yang sepertinya kelelahan akhirnya Naruto memutuskan untuk membawa Sakura kembali kekamarnya.

"Ukh, ternyata kau lumayan berat juga." Gumam Naruto saat ia mencoba untuk menggendong Sakura ala bridal style.

Naruto melihat ke samping kiri dan kanan, "ternyata, paman dan bibi sudah tidur ya?" gumamnya karena keadaan rumah yang sepi. Dengan susah payah Naruto membuka pintu kamar rumah Sakura, segera ia turunkan Sakura ke tempat tidurnya dan tak lupa menyelimutinya. Sejenak ia pandangi wajah cantik nan damai saat Sakura tertidur, " Kau sangat manis Sakura," gumam Naruto sambil membelai lembut pipi Sakura, "Apa yang kau katakan Naruto!" gumamnya lagi, ketika ia menjauhkan tangannya dari wajah Sakura dan beranjak pergi tiba-tiba tangannya sudah dipegang oleh Sakura yang tidak sadar.

"Uhm mm~" Sakura bergumam tidak jelas, perlahan Naruto melepaskan genggaman Sakura dari tangannya, segera ia tinggalkan kamar Sakura dan kembali ke kamarnya untuk mengerjakan soal yang tersisa.

Keesokan Harinya

"Sakura, bangun kau mau tidur sampai jam berapa? Ini sudah siang lho," Tsunade membuka tirai jendela Sakura agar putrinya bangun.

"Ehmm Kaa-san, aku masih ingin tidur memangnya sekarang jam berapa?" tanya Sakura sambil menarik selimutnya hingga menutupi wajah cantiknya.

"Ini sudah jam delapan pagi lebih lho,"

"Apa!" segera Sakura membuka selimut yang tadi menutupi wajahnya dan bergegas untuk mandi. Tsunade hanya menaikkan satu alisnya, bingung melihat tingkah sang anak.


Sakura kini sedang mencari baju untuk dipakainya jalan-jalan dengan Ino, ada berbagai macam baju casual yang sudah Sakura pilih, "Ah ini saja," pilihan Sakura jatuh pada mini dress dengan bahan brokat furing lengan panjang warna tosca, dengan panjang rok sekitar 10 cm diatas lutut.

"Oh ya, perasaan tadi malam aku masih di kamar Naruto, tapi kenapa saat bangun aku sudah di kamarku?" tanya Sakura pada dirinya sendiri saat sedang memakai aksesoris kalung berwarna pink pudar untuk mempercantik penampilannya.

"Ah, jangan-jangan Naruto yang membawaku ke kamar?" dengan muka memerah Sakura menggelengkan kepalanya.

"Itu mustahil Sakura, itu sangat mustahil." Ujar Sakura menenangkan diri.

Tok tok tok

"Sakura sayang, Ibu dan Ayah akan pergi sebentar, sarapannya ada di dapur, kalau kamu mau pergi kunci pintu rumah dan gerbangnya ya, sayang?" Suara Ibu Sakura dari luar mengagetkan Sakura.

"Eh t-tunggu kaa-san,"

"Ada apa Sakura?"

"A-ano apakah tadi malam kaa-san atau tou-san yang membawa Saku ke kamar?" Tanya Sakura memastikan. Tsunade yang mendengar pertanyaan dari Sakura hanya memiringkan kepalanya heran.

"Lho memangnya kamu ketiduran di kamar Naruto?" Sakura tambah heran.

"Mungkin Naruto yang membawamu, tou-san dan kaa-san saja jam sepuluh sudah tidur," Tsunade tersenyum misterius.

"Ibu pergi dulu ya, ittekimasu!"

"A-ah itterasai~" Sakura menyentuh wajahnya dengan kedua tangannya saat mengingat ucapan ibunya. Ah dari tadi ketika ia bangun Sakura belum melihat Naruto, jangan-jangan dia belum bangun, pikir Sakura. Namun apa yang dipikirkannya salah ketika mendengar suara motor dari dalam bagasi.

"Jangan-jangan Naruto ingin kabur dariku," Sakura dengan cepat berlari kearah bagasi rumahnya, Ia melihat Naruto yang belum berpakaian rapi karena dia hanya memakai celana pendek dan kaus oblong, sedang menstarter motor kesayangannya.

"Ku kira kau tidak jadi pergi, eh?" Naruto berkata ketika melihat Sakura yang melongo, dugaanmu salah Sakura, karena beranggapan bahwa Naruto akan lari dari tanggung jawabnya(?) mengantarmu.

"Kenapa kau belum mengganti bajumu Naruto? Jangan bilang kau belum mandi!?" tanya Sakura yang kini masih berada di pintu bagasi dengan tangan berada di kedua pinggang rampingnya.

"Memang, eh? Lagian ini baru jam sembilan lebih kenapa harus buru-buru?" ujar Naruto santai sambil sesekali mengegas kendaraan roda dua nya. Sakura yang kesal dengan sikap Naruto langsung menariknya ke dalam rumah sebelumnya ia sudah mematikan mesin motor Naruto.

"Aku tidak ingin Ino menunggu lama, cepat sana mandi Naruto!"

"Iya-iya aku akan mandi sekarang," setelah mengatakan itu Naruto bergegas meninggalkan Sakura yang sedang tersenyum senang.

Sakura memutuskan untuk sarapan pagi mengingat perutnya sudah meminta untuk di isi, setelah sampai di dapur ia melihat sudah ada dua roti panggang beserta segelas susu, kenapa Cuma untuk satu orang, apakah Naruto sudah makan? Pikir Sakura, ia memutuskan untuk menunggu Naruto sebelum melahap sarapannya.

"Kenapa tidak kau makan?" tanya Naruto ketika melihat Sakura di meja makan.

"Kau sendiri memangnya sudah sarapan?"

"Aku sudah sarapan bersama paman dan bibi tadi pagi," ujar Naruto seraya mendudukkan dirinya di kursi samping Sakura, mendengar jawaban Naruto segera ia lahap roti panggangnya.

"Ayo berangkat," Sakura berujar ketika sudah menghabiskan makanannya, Naruto menaikkan alisnya.

"Kau tidak membawa tas?" mendengar ucapan Naruto ia bergegas untuk naik keatas menuju kamarnya, ia tidak tahu kalau tali sneakers-nya terlepas dari simpulnya. Alhasil ketika ia berjalan tubuhnya hampir terjerembab keatas, ia tidak jadi jatuh karena Naruto menangkap tubuhnya dari belakang.

"Kau itu...ceroboh sekali sih?" gumam Naruto seraya melepaskan pelukannya dari Sakura ketika merasa dia sudah berdiri tegak. Sakura membenarkan tali sepatunya dan langsung lari mengambil tas dikamarnya, ia terlalu malu jika Naruto melihat wajahnya yang kini merah padam akibat ulahnya.


"Memangnya kau ingin apa sih dengan Ino?" tanya Naruto membuka suara saat perjalan menuju Konoha Giant Mall.

"Aku hanya ingin mencuci mata sekaligus membeli perlengkapan untuk sport day dua minggu lagi," jawab Sakura seraya mencoba melihat wajah Naruto dari samping.

"Memangnya kau yakin kalau Ino akan datang?"

"Tentu saja, dia yang mengajakku untuk shopping kenapa tidak bisa?" jawab Sakura sambil memperhatikan jalan, kini Naruto akan menyeberang untuk sampai di mall yang Sakura maksud, setelah melihat jalanan yang sepi Naruto melajukan motornya menuju tempat parkir area mall.

"Katanya kau langsung pergi, eh?" tanya Sakura ketika melihat Naruto beranjak dari motornya seraya melepaskan helm yang melindungi kepalanya.

"Aku hanya memastikan apakah Ino benar-benar datang," ucapnya datar, ia menarik lengan Sakura membawanya ke kursi yang ada di bawah pohon samping mall.

"Apa maksudmu Naruto? Ino pasti datang tidak mungkin dia tidak-" ucapan Sakura terputus ketika mendengar ada panggilan masuk di hanphone-nya. Ino, Sakura mengernyit.

"Moshi-moshi, ada apa Ino? Aku sudah di samping KGM, kau ada dimana?"

"A-ano, Sakura maaf aku tidak bisa menemanimu, aku lupa kalau ada latihan basket nanti siang, sekarang aku ada di sekolah karena disuruh berangkat oleh Guy-sensei, sekali lagi maaf Sakura, kapan-kapan aku traktir deh, sebagai permintaan maafku."

"A-ah, Ino a-ano-"

Tutt tutt, sambungan telepon sudah di matikan oleh Ino, ia mendesah bagaimana nasibnya sekarang?

"Masih ingin menunggu Ino, eh?" tanya Naruto ketika melihat Sakura menekuk wajahnya.

"Huh kenapa kau tidak pergi!?" Sakuta tidak memperdulikan ucapan Naruto, ia hanya menatap wajah yang ditanya.

"Jadi kau ingin aku pergi, eh?" Naruto menatap Sakura, tidak ada respon dari Sakura Naruto beranjak dari tempat duduknya berniat meninggalkan Sakura.

"Kau mau pergi kemana ayo aku temani," Naruto tidak tega melihat wajah Sakura yang ditekuk dengan aura-aura yang gelap menyelimuti tubuh Sakura.

Mendengar tawaran dari Naruto, Sakura mendongakkan wajahnya menatap Naruto dengan pandangan tidak percaya, seorang Naruto menawarkan dirinya untuk menemani Sakura? Oh apakah dunia sudah kiamat? Kurasa tidak.

"Bukannya kau akan pergi latihan bermain basket?" tanya Sakura, sebenarnya ia ragu menanyakan hal itu, takut Naruto berubah pikiran. Namun ia salah ketika Naruto menarik lengannya untuk berdiri.

"Ayo, soal itu gampang." Ujar Naruto datar. Segera Sakura sejajarkan langkahnya dengan Naruto agar tidak tertinggal. Ia memerah ketika membayangkan kalau ia sedang berkencan dengan Naruto saat ini.

Kini Sakura dan Naruto sedang berkeliling mencari properti dan perlengkapan untuk menghias sekolahnya saat sportday, memang masih lama namun Sakura ingin menyicil kekurangan yang menurutnya harus dipersiapkan secepatnya.

"Kenapa tidak menyuruh Sie DekDoc saja Pink? Kaukan ketua Osis," tanya Naruto heran.

"Aku jarang memberi kepercayaan penuh dengan seseorang," Sakura menjawabnya santai.

Jam tangan Sakura sudah menunjukkan pukul satu siang, ia lupa kalau Naruto ada latihan basket, namun ketika ia bertanya, Naruto hanya menatapnya datar dan berkata," Aku sudah ijin agar tidak ikut latihan dulu," setelah mendengar jawaban dari Naruto, Sakura lalu menyeretnya menuju sebuah café favorit Sakura.

"Kau ingin pesan apa, Naruto?" tanya Sakura, mereka kini duduk di samping jendela café yang khusus untuk dua orang.

"Arabian Burger, minumnya terserah kau."

"Kalau begitu aku ingin, uhm...ah spahetti bologneise, dan minumnya strawberry float dan orange juice."

Sembari menunggu pesanan datang Sakura melihat Naruto yang kini sedang asyik mendengarkan musik dari earphone yang ia kenakan. 'sebenarnya dia iklas menemaniku tidak sih? Dari tadi dia diam saja,' Sakura membatin.

Selesai makan siang Sakura mengajak Naruto untuk pulang, namun Naruto menolaknya dengan alasan ia bosan dirumah, alhasil Sakura diajak Naruto untuk main game center yang ada di konoha giant mall. Hampir satu jam lebih mereka di area game center.

"Kau disini saja aku akan mencari minum," Naruto bergegas untuk mencari minuman karena baik dia maupun Sakura sangat kehausan.

"Jelas aku kalah di game bola basket ini, aku kan tidak bisa bermainnya," Sakura menggerutu mengingat ia selalu kalah dengan Naruto, karena terlalu keras melemparkan bola basket ke arah ring akhirnya terkena ke area papan dan terpantul jauh hingga bola basket itu mengenai seseorang.

"Wadaow, siapa sih yang berani melempar kepalaku dengan bola basket ini?!" Seorang pemuda dengan rambut merah, wajah stoic dan mata jadge, mencari orang yang melempar bola basket ke kepalanya. Sakura yang menyadarinya langsung berlari kearah pemuda itu.

"A-ano gomennasai...aku tidak sengaja melemparkannya," ujar Sakura dengan wajah memelas

Wajah pemuda mendadak berubah yang tadinya garang menjadi tersenyum, "Ah, tidak apa-apa kok, tenang saja," ujarnya seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Kalau begitu, tolong bola-nya," Sakura berniat meminta bola basket yang kini di bawa oleh pemuda itu.

"Oh ya! Ini, uhm Aku Gaara, Sabaku Gaara." Ujar pemuda yang bernama Gaara itu, sambil mengembalikan bola basket seraya mengulurkan tangannya.

"Ah terimakasih Sabaku-san, Haruno Sakura." Ujar Sakura seraya membalas uluran tangan Gaara. Tanpa Sakura sadari Naruto sudah ada di area game center ia tengah memperhatikan gerak-gerik Gaara dan Sakura. Ketika ia melihat Gaara mendekatkan wajahnya ke arah Sakura Naruto dengan cepat berlari lalu menarik lengan Sakura agar menjauh dari pemuda berambut merah itu.

"Apa yang kau lakukan Sakura? Ayo pulang." Gaara menaikkan sebelah alisnya, heran. Ia bergumam "Ternyata dia sudah punya pacar," dengan wajah yang agak kecewa ia melanjutkan jalannya,

"Aduuh t-tunggu Naruto!" Sakura menghentikan langkahnya, otomatis Naruto yang sedari tadi menarik pergelangan tangan Sakura pun ikut berhenti.

"Apa yang kau lakukan dengan orang itu hah?" tanya Naruto dengan sedikit emosi.

"Mataku pedih tadi kena debu, ukh," Sakura mencoba mengucek matanya untuk menghilangkan rasa gatal yang timbul karena debu, namun tangannya dicegah oleh Naruto.

"Jangan kau kucek bodoh!" bentak Naruto, Sakura kaget saat Naruto membentaknya seperti itu ia emosi sangat emosi apasih mau orang ini? Batin Sakura, namun emosinya meredam ketika Naruto mendekatkan wajah tampannya untuk berhadapan dengan wajahnya, perlahan Naruto memberi tiupan lembut ke mata Sakura yang terkena debu, dengan sentuhan terakhir entah setan apa yang masuk dalam diri Naruto, ia mengecup pelan kelopak mata Sakura yang terpejam.

Chu~

Sakura mengerjapkan matanya beberapa kali, apakah ia sedang bermimpi sekarang? Sakura masih terdiam dengan tatapan kosong kedepan, sampai ia sadar ketika mendengar suara-suara orang disekitarnya.

"Kyaaa so sweet~"

"Beruntung sekali wanita itu, andai saja aku yang dicium,"

"Kyaa, kyaaa," seperti itulah kira-kira yang didengar oleh Sakura, kini wajah Sakura sudah sangat merah seperti warna rambut calon mertuanya- ups, maskudnya ibu Naruto.

Sakura tersentak ketika tangannya ditarik lembut oleh Naruto, membawanya ke tempat parkir KGM.

Naruto POV

'Sial aku lepas kendali, apa yang kau pikirkan Naruto no baka! Hingga kau berani mencium Sakura didepan umum lagi' aku merutuki kebodohanku sendiri dalam hati. Aku kaget meliihat ekspresi Sakura, sepertinya tadi dia menikmati kecupan singkat yang ku berikan di kelopak matanya, entah kenapa aku sangat marah ketika melihat seorang laki-laki berambut merah tadi mendekati Sakura, mungkin dia ingin menolong Sakura yang sedang terkena debu matanya, walaupun dia berniat baik, aku tetap tidak rela jika orang lain menyentuh Sakura, hanya aku yang berhak menolongnya. Eh apa yang ku katakan barusan, hei kalian jangan dengarkan ucapanku tadi, 'apa jangan-jagan aku cemburu melihat Sakura bersama orang berambut merah itu? ah itu tidak mungkin!' batinku berteriak. Ah ternyata aku dan Sakura sudah sampai tempat parkir.

End Naruto POV

"Ayo naik," Naruto menyalakan mesin motornya, melihat Sakura sedang merapikan barang bawaan yang ia beli tadi selesai, Naruto pun melajukan motornya menembus jalan raya yang lumayan padat.

Mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing, tidak ada percakapan yang biasanya mengisi perjalan mereka. Kini Sakura tersadar bahwa Naruto tidak membawanya pulang kerumah melainkan ke sebuah lapangan basket yang terletak di sebuah taman, lapangan basket itu merupakan tempat saat Naruto melarikan diri dari acara makan malam yang diadakan keluarga Sakura saat pertama ke Konoha.

"E-eh, kenapa kita malah kesini Naruto?"

~~TBC~~

A/n: Huwaaaa gomennasai mina-san bukannya mau menelantarkan fic ini.. T.T *ngguling-ngguling ditrotoar* maaf jika chapter ini kurang panjang lagi stagnant ni otak... dan maaf jika terlalu RUSH, ini udah ane tambahin romance-nya tapi ane kagak tahu berasa gk, soalnya gk ane kasih bumbu dulu sih #plakk

Chapter ini ane persembahkan untuk semua yang udah ngucapin "HBD" dan "Do'a" pada ane.. dan untuk semua yang udah nunggu chapter ini update #pundung dipojongan ngelihat umur.

Nah buat yang enggak log in, berikut akan dibacakan oleh duo chara utama yaitu Naruto dan Sakura:

Sakura: Halo semua..eh ternyata ada yang ultah nih, HBD Haru-chan, *cipika-cipiki* tambah dewasa aje ye, dan jangan bikin ane nista di fic"mu :*

Haru: Ah makasih Saku-chaaan *cipika-cipiki*(lagi) haha kagak bakalan tenang aje ye, ntar ente ane bikin jadi istrinye bang Naru deh.. etto kado mana kado? *nodongin tangan ke Saku*

Sakura: *blushing* ah janjimu harus ditepati *ngancem*, ah soal kado, ane kasih doa aje yang baik-baik ye.. :p

Haru: yee ntu anak malah blushingi, etdah pelit amat, yaudeh kagak pape yang penting iklas lu ngasih do'anye..

Naruto: Otanjoubi omadetou yak thor! *cipika-cipiki* ane kasih doa aje kayak doi ane, lagi bokek soalnye.

Haru: *melayang keangkasa, akibat dicium Naru*

NaruSaku: *Cengo*

Sakura: oke Saku mau bales Review dari uhm, Nagasaki. Author yang abal ntu ngucapin terimakasih udah dibilang "good" tetep RnR yak..

Naruto: ah giliranku NaruSakuLovers, ntu penggemar kita pink*senggol Sakura* arigatou gan udah nyempetin RnR fic author gaje ntu.. ini udah lanjut, tetep RnR gan..

Sakura: ngapain sih senggol-senggol*jaim* buat Akai bara, ini udah lanjut, tetep RnR yak :D

Naruto: *cuek* untuk .im, good job too udah RnR, ini udah lanjut tetep RnR

Sakura: sekarang balesan Review untuk, eh nama saya yang akan datang *blushing* Uzumaki Sakura, ini udah lanjut :* psst jangan panggil author senpai dia masih baru kok di perffn-an, arigatou udah sempet RnR, RnR lagi yak Saku-chan..

Naruto: ekhm, mau pindah marga sekarang apa Sakura-chan? *smirk* balasan Review terakhir dari Andi, chapter 7 udah update makasih ye udah RnR, tetep RnR yak gan..

Sakura :*blushing* hu'um..

Haru: *jatoh dari ketinggian 50.000 kilometer diatas permukaan laut* Woy udah disuruh ngebales Review malah pacaran *megangin pinggang, encok dia*

Haru sekali lagi minta maaf karena lama updatenya o:) dan special thaks untuk yang udah disebutin sama NaruSaku diatas, serta Ae hatake, ,Uzumaki21, Arata Aurora, Namikaze Sholkhan, Saladin no jutsu, Gray areader, Fumiko miki nasa, Al Blue blossom, Lutfisyahrizal, Pixie yank sora, afifahfebri235, The Dragon nuke, Igniel saikari, kitsune Riku11, Himawari no Azukayuri, Aosei Rzhevsky Devushka, Rahman thevil, and all silent readers,

I also thankful for fave and alert this fic.. :D

Mind to Review?(again)

R

I

V

I

E

W

.