mumpung libur lanjutin next capter deh, makasih yang udah mau baca. yang ngerasa mirip dengan ini cerita mungkin kamu pernah baca cerita buatan ghwen yang lain. rata - rata cerita buatan ghwen memang mirip secara sifat dan alur. thanks ...

Disclaimer = Masashi Kishimoto"my best friends is my best rival"

"Kau ini, kenapa bisa babak belur seperti ini ?!" cerca Ino kesal

"Ini semua gara-gara kau !" Pekik Sikamaru

"Kenapa aku ?!" Solot Ino kesal sambil mengobati luka-luka Sikamaru

"Kalau saja kau tidak suka pada Sasuke, aku tidak akan sekesal ini" Celetuk Sikamaru kesal

"Dasar bodoh ! apa yang kau lakuhkan ?!" Kata Ino khawatir sambil menjitak kepala Sikamaru

Sikamaru melihat ke arah Ino dengan serius,

"Kenapa menatapku seperti itu haa ?!" Tanya Ino menahan amarahnya

"bukankah karena dia, kau menolakku" Sahut Sikamaru dengan malas

"SIKAMARU !" teriak Ino cemas

"tenanglah, aku hanya memberi sedikit pelajaran untuknya" desis Sikamaru sambil menghela nafas panjang

"Apa - apaan ini ? Sikamaru yang pandai bila diri saja babak belur seperti ini. bagaimana dengan dia ?" pikir Ino khawatir

tanpa pikir panjang ino berlari meninggalkan Sikamaru, dia benar-benar khawatir dengan Sasuke.

...

Mendengar pintu rumahnya di ketok, dengan malas Sasuke membuka pintu

Betapa terkejutnya Sasuke, melihat Ino tiba-tiba memeluknya dengan penuh kekhawatiran.

"Kau… kau kenapa ? apa kau terluka ?" Sasuke memeriksa Ino dengan cemas

"Dasar bodoh ! yang terluka itu kau, bukan aku !" cerca Ino

Sasuke tersenyum mengusap lembut wajah Ino,

"Hey hey… siapa bilang aku terluka ? lihat aku baik-baik saja kan ?" Kata sasuke menenangkan Ino

Ino pun memeriksa keadaan Sasuke,

"Dasar bodoh ! sudah kubilang jangan mendekatiku lagi kan ?!" omel Ino kesal melihat Sasuke yang terlihat baik-baik saja.

"Bukankah kau yang berlari dengan khawatir setengah mati ke rumahku ?" ejek Sasuke

"Haha, sekarang aku tahu… kau takut kehilanganku kan ? kau khawatir padaku ?" Goda Sasuke

"Sudahlah, lupakan … kau tidak penting !" sahut Ino kesal hendak pergi, tapi sasuke buru-buru mencekal tangan Ino

"Jika kau juga menyukaiku, kenapa kau menghindar dan menolakku ?" Tanya Sasuke tidak mengerti jalan pikiran Ino

"Jangan harap aku menyukai playboy sepertimu !" jawab Ino sambil mencoba melepaskan genggaman Sasuke

Sasuke kesal mendengar pernyataan Ino yang menyebalkan itu,

"Jangan membohongi hatimu sendiri Ino !" Bentak Sasuke menahan amarah

"Lalu jawaban apa yang kau inginkan hah?!" Tantang Ino kesal, Sasuke menatap mata indah Ino yang lembab dengan air mata karena menahan perasaannya.

"Apa karena Sakura ?" Tanya Sasuke membuat Ino tercekat,

"atau karena Sikamaru ?" Sambung Sasuke

"Jika kau bisa melepaskanku untuk sakura, kenapa Sakura tidak bisa melakuhkan hal yang sama ?!" Tanya Sasuke kesal

"jika kau lebih menyukai Sikamaru, kenapa kau menolaknya ?" Sambung Sasuke menyudutkan Ino

"Aku hanya tidak ingin melukai orang-orang yang ku sayangi" Desis Ino tertunduk, Sasuke memeluknya dengan lembut

"Tapi kau melukaiku, melukai hatimu sendiri Ino" desis Sasuke

...

Dengan perasaan hancur Sakura berjalan ke rumah Naruto,

"Sakura ?" pekik Naruto dengan suara cemprengnya penuh semangat

Naruto pun menghibur Sakura yang bersedih hati,

"Entah kenapa aku bisa berada di sini" kata Sakura tidak mengerti

"Hha ha, itu karena hatimu tahu. Aku akan selalu menghiburmu" Sahut Naruto dengan gayanya yang bodoh

"Terimakasih ya Naruto" ucap Sakura lirih

"Sakura, sekarang aku memang tidak sehebat Sasuke. Tapi aku janji, aku akan selalu berusaha agar menjadi yang terbaik…"kata Naruto tegas

Sakura tersenyum melihat ke arah Naruto,

"Aku pasti bisa mengalahkan Sasuke" tekat Naruto

"Jadi, sampai saat itu datang. Apa kau mau membuka hatimu ? dan menerimaku jika aku sudah berhasil nanti?" Tanya Naruto

Sakura tercekat tidak percaya mendengarnya,

"Aku yakin, suatu hari nanti… kau juga akan menyukaiku seperti aku menyukaimu Sakura. Itulah pernyataan cintaku" kata Naruto tersenyum lebar sambil mengacungkan jempolnya ke arah Sakura

"Naruto … ,"batin Sakura sambil tersenyum

Hari-hari pun kembali seperti biasa, mereka tetap menjadi teman baik. Saling menolong dan saling menyemangati, mereka juga saling berlomba menjadi yang terbaik. Sakura pun sedikit demi sedikit rela melepaskan Sasuke untuk Ino. "my best friends is my best rival".

end

maaf jika ending tidak sesuai harapan, lama enggak ngelanjutin jadi enggak bisa dapet fellnya. sorry...