SUMMER BREEZE

[REMAKE; Novel by Orizuka]

CHAPTER 6

KAI – SEHUN - CHANYEOL

GS/Gender Switch

"Hei, hari ini kamu ada acara nggak?" tanya Sehun setelah ruang keluarga sepi. Ayah pergi ke kantor, Ibu ke supermarket, sedangkan Chanyeol sudah berangkat kuliah.

"Nggak ada," jawab Jongin singkat.

Hari ini, dia memang tidak punya jadwal kuliah. "Kalo gitu, ayo bergerak!" sahut Sehun sambil menarik tangan Jongin sehingga Jongin bangkit.

"Bergerak?" tanya Jongin tak mengerti.

"Jalan!" sahut Sehun ceria. Jongin tahu ini akan menjadi hari yang terpanjang dalam hidupnya.

.

.

.

"Kita ke mana dulu, ya?" kata Sehun riang.

Saat ini, Jongin dan Sehun sudah berada di mal. Sehun tadi menarik paksa Jongin ke luar rumah. Jongin sendiri tak begitu menyukai mal dan hanya pernah beberapa kali saja ke mal seumur hidupnya. Sekali saat mengantarkan Luhan ke toko buku, sekali lagi saat Taemin mengajaknya makan-makan dari hasil usaha mereka yang pertama. Jongin berjalan tanpa semangat. Sehun menatapnya bingung.

"Jongin? Kamu baik-baik aja?" tanyanya, dan Jongin mengangguk pelan tanpa suara. Sehun ikut mengangguk-angguk, tapi tampak bimbang. Mereka kembali berjalan, beberapa pasang melewati mereka sambil bergandengan mesra. Sehun memandang mereka iri.

"Jongin? Kamu tau? Biasanya kalo ke mal cowok ngegandeng tangan ceweknya, lho," kata Sehun.

"Oh ya?" tanya Jongin sambil memerhatikan beberapa pasangan yang lewat, tanpa mengeluarkan kedua tangannya dari saku celananya. Sehun menatap Jongin tak percaya. Jongin berhenti saat menyadari kalau Sehun ternyata sudah lama berhenti. Jongin memutar badan, lalu memandang Sehun heran.

"Kenapa kamu? Capek?" tanya Jongin tak berperasaan.

Sehun mengangakan mulutnya, mendengus kesal sebentar, lalu berjalan cepat ke arah Jongin untuk mengeluarkan kedua tangan dari sakunya secara paksa. Jongin bengong melihat kelakuan Sehun. Setelah berhasil mengeluarkan tangan Jongin, Sehun menggandeng tangan kanannya, lalu menarik Jongin untuk melanjutkan perjalanan. Jongin merasa malu atas kelambatan berpikirnya. Tapi, dia lebih merasa malu karna sekarang dia menggandeng seorang gadis di tempat umum. Keadaan dan waktu memang sudah membuat Jongin menjadi buta dalam hal memperlakukan gadis.

Walaupun demikian, Sehun tak mempermasalahkannya. Sehun sudah sangat senang karna bisa bersama Jongin. Sehun membelikan beberapa kaus untuk Jongin. Awalnya Jongin selalu menolak dan mengembalikan semua kaus ke tempatnya semula, tapi saat Jongin lengah, Sehun langsung mengambilnya kembali dan membayarnya.

.

.

Sudah sekitar dua jam Jongin dan Sehun mengitari mal, dan Jongin sudah cukup lelah. Tapi sepertinya Sehun tidak memiliki tanda-tanda itu. Jongin memerhatikan Sehun yang sedang asyik memilih-milih sepatu.

Jongin masih belum memercayai ini. Sehun sedang bersamanya. Sebelumnya, Jongin hanya pernah membayangkannya saja. Tapi saat ini benar-benar terjadi, Jongin tak bisa melakukan apa pun terhadapnya. Jongin terlalu gugup hingga otaknya terasa kosong.

"Jongin? Bengong mulu. Ayo jalan lagi," Sehun kembali meraih tangan Jongin.

Jongin hanya mengikutinya pasrah. Karna tak pernah berolah raga, kaki Jongin terasa kram setiap kali melangkah. Tahu-tahu, Sehun melihat boks foto.

"Jongin, kita foto yuk!" ajaknya.

"Ah, nggak pake!" sahut Jongin, tak sengaja menyentak tangan Sehun.

Seumur hidupnya, Jongin tak pernah difoto, kecuali untuk keperluan sekolah. Sehun langsung pasang ekspresi merajuk. Jongin berdecak. Jongin tak menyukai hal-hal seperti ini. Menurutnya, ini hanya membuang-buang waktu, juga uang.

"Ayolah Jong... Masa kita nggak punya foto? Sekali... aja. Ayo dong!" sahut Sehun memohon. Jongin menatapnya kesal sejenak sebelum akhirnya luluh oleh tatapan mata Sehun.

"Ya udah. Sekali aja ya," kata Jongin membuat Sehun melonjak gembira.

Sehun segera menghampiri penjaga counter foto, lalu menarik Jongin memasuki boks seukuran satu kali satu setengah meter itu. Jongin mengikutinya dengan ogah-ogahan.

"Jongin, senyum ya, please... senyum buat aku, oke?" pinta Sehun.

Jongin tak mengatakan apa pun. Jongin hanya menatap pantulan wajah di layar depannya. Wajah yang persis dengan orang yang dibencinya. Inilah tepatnya yang menyebabkan Jongin tak pernah mau berhubungan dengan apa pun yang menyangkut wajahnya.

"Jongin?" sahut Sehun membuat Jongin sadar.

Jongin menatap Sehun dengan pandangan memohon untuk tidak jadi berfoto. Sehun langsung paham. Sehun mengacak rambut Jongin sehingga rambut ikalnya jatuh di depan matanya. /bayangin aja pas Jongin di era MAMA xD/

"Udah nggak mirip Chanyeol lagi, kok," kata Sehun, lalu mengecup dahi Jongin cepat.

Jongin membatu beberapa saat, merasakan saraf-sarafnya tidak dapat berfungsi lagi. Sehun sendiri tersenyum nakal dan mulai mengoperasikan mesin foto setelah beberapa saat mempelajarinya.

"Senyum ya, Jong," pinta Sehun lagi, dan mesin mulai mengeluarkan aba-aba. Jongin tidak punya kesulitan untuk tersenyum lagi.

.

.

"Wah, Jongin cute deh," komentar Sehun sambil mengamati hasil foto boks tadi. Wajah Jongin seketika memerah. "Tambah cinta jadinya," sambung Sehun lagi.

Jongin tahu berhasil tidak membuat es krim di mulutnya menyembur ke mana-mana walaupun telinganya memanas. Sehun tertawa kecil melihat ekspreri Jongin, lalu mulai menyendok es krim dan memasukkan ke mulutnya. Tapi dia tidak berhati-hati sehingga es krim itu belepotan di sekeliling mulutnya. Sehun tampaknya tidak sadar, sementara Jongin sudah ingin tertawa.

"Hun, itu," kata Jongin. "Mulut kamu belepotan." Sehun menatap Jongin sebal.

"Jongin, nggak sopan ngomong kayak gitu ke perempuan. Kamu harusnya ngebersihin," Sehun menyerahkan tissue kepada Jongin yang jelas kebingungan. "Ayo, bersihin. Aku kan nggak bisa liat," katanya lagi sambil menyodorkan wajahnya.

Jongin menatap Sehun ragu-ragu sebentar -merasakan gejolak hebat dalam hatinya, juga gemetar yang hebat pada tangannya- lalu akhirnya menyerahkan kembali tissue itu kepada Sehun.

"Kamu aja deh. Takut nyolok mata," kelit Jongin cepat. Sehun menghela napas kesal, lalu mengambil tisu itu dan mengelap es krim di bibirnya.

"Emangnya kamu kenapa? Buta?" sindirnya, membuat Jongin hanya tersenyum simpul.

Setelah itu, Sehun memerhatikan Jongin yang tampak tenang memakan es krimnya. Sehun benar-benar jatuh cinta kepada laki-laki ini. Dia tak seperti laki-laki lain yang pernah dijumpai Sehun. Jongin terlihat sangat dewasa di luar segala permasalahannya, sekaligus terlihat seperti anak kecil yang sangat butuh perhatian. Tanpa sengaja, Jongin menyenggol es krimnya sehingga es berwarna putih itu menghiasi pipinya. Sehun dengan sigap membersihkannya, tapi tanpa menggunakan tisu. Sehun malah menjilat jarinya yang belepotan es krim dari pipi Jongin, membuat Jongin mengangakan mulutnya lebar-lebar.

"American," komentar Jongin sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Idiot," balas Sehun, lalu tertawa renyah.

.

.

.

Chanyeol menatap jam dinding. Pukul lima tiga puluh sore, dan Sehun masih belum tampak. Tadi siang, Sehun tidak menepati janjinya. Sehun tidak datang untuk menyemangati Chanyeol. Mendadak pintu depan terbuka, membuat Chanyeol tersadar. Sehun memasuki rumah, diikuti Jongin. Chanyeol memandang mereka penasaran. Jongin membawa begitu banyak kantung belanjaan dengan berbagai merek. Chanyeol menduga Sehun baru saja pergi ke mal dengan Jongin.

"Oh, hai, Yeol," sapa Sehun ceria begitu melihat Chanyeol.

Chanyeol menatap Sehun tak percaya. Bisa-bisanya gadis itu mengucapkan 'hai' saat dia baru mengingkari janjinya. Jongin melewati Chanyeol dan meletakkan belanjaan Sehun di samping sofa. Tanpa memedulikan ekspresi Chanyeol yang terlihat marah, dia mengambil jus jeruk dari lemari es dan meneguknya sampai habis. Setelah itu, dia membawa sepotong brownies keluar rumah menuju gazebo. Sehun baru saja hendak mengikuti Jongin, tapi Chanyeol mendengus keras.

"Aku nggak percaya ini," kata Chanyeol geram.

"Apa?" tanya Sehun polos sambil menatap Chanyeol bingung.

"Apa? APA? Sehun! Pertandingan!" sahut Chanyeol. Sehun segera menepuk dahinya.

"Ya ampun!" sahut Sehun, lalu segera menghampiri Chanyeol.

"Yeol, sorry! Sorry banget! Aku lupa!" Chanyeol mengangguk-angguk skeptis.

"Kamu abis jalan sama Jongin?" tanyanya dingin.

"Iya," jawab Sehun dengan nada bersalah. "Tapi aku nggak ada maks-"

"Jadi jalan sama Jongin lebih penting dari pertandinganku," kata Chanyeol, lalu melangkah gontai menuju kamarnya. "Aku ngerti." Chanyeol menghilang di balik pintu kamarnya.

Sehun menjambak rambutnya, lalu terduduk di sofa menyesali kecerobohannya. Sehun jadi membenci dirinya sendiri, dan dia tidak bisa membiarkan ini berkelanjutan. Jadi, Sehun bangkit dan melangkah ke kamar Chanyeol. Dia mengetuk pintunya.

"Yeol, maafin aku ya? Aku janji nggak bakal lupa lagi deh," kata Sehun sambil mengetuk pintunya lagi. "Yeol? Chanyeol? Please, don't do this to me... Besok aku tonton deh..."

"Besok nggak ada pertandingan," balas Chanyeol dari dalam kamar.

"Ya udah, pokoknya, pas ada pertandingan lagi, aku pasti dateng! Aku janji!" sahut Sehun lagi. Chanyeol terdiam sebentar, lalu membuka pintunya.

"Hun, tadi aku kalah," katanya pelan. "Aku nyari kamu di bangku penonton, kamu nggak ada. Aku jadi nggak konsen takut ada apa-apa terjadi sama kamu. Tapi kamu malah jalan sama Jongin."

"Yeol, sorry banget," sesal Sehun dengan pandangan memohon. "Yeol, please, maafin aku... Aku lupa banget... Nggak lagi-lagi deh! Janji!" sambungnya, lalu mengacungkan jari kelingkingnya.

Chanyeol menatap Sehun sejenak, lalu tersenyum. "Aku pegang janji kamu," katanya sambil mengaitkan jari kelingkingnya ke jari Sehun.

Sementara itu, Jongin melempar mereka tatapan tajam sebelum masuk ke kamar mandi.

.

.

.

"Jongin! Tunggu!" sahut Sehun begitu Jongin sampai di pagar.

Pagi itu, Jongin akan berangkat kuliah. Sehun berlari-lari kecil menyusulnya. Jongin menatapnya heran sesaat, lalu membuka pagar dan meneruskan berjalan. Sehun mengikutinya.

"Mau ngapain kamu?" tanya Jongin akhirnya.

"Mau ikut kamu ke kampus," jawab Sehun. Jongin mengernyitkan dahi, lalu kembali berjalan tanpa menunggu Sehun.

"Aku jalan kaki," kata Jongin lagi.

"Nggak apa-apa," Sehun mencoba menyamakan langkahnya dengan Jongin, tapi langkah Jongin terlalu besar.

"Aku naik angkutan umum," kata Jongin lagi, takut Sehun tidak mengerti maksudnya. "Bus umum. Kamu tau kan?"

"Tau," Sehun menjawab dengan ekspresi bingung, tak mengerti apa yang dipermasalahkan Jongin.

Jongin mulai kesal. "Kenapa kamu nggak ikut Chanyeol aja sih? Dia kan naik motor."

"Tapi aku maunya bareng kamu," kata Sehun manja sambil memeluk tangan Jongin. Jongin tak punya pilihan lain selain membiarkannya.

.

.

Jongin menghela napas lega. Akhirnya, mereka bisa juga sampai dengan selamat di kampus, setelah tadi di bus Sehun hampir dikerjai beberapa laki-laki brengsek. Begitu naik bus yang penuh sesak, Sehun langsung menjadi pusat perhatian. Jongin harus berjuang keras untuk melindunginya. Jongin juga sempat memarahi Sehun karna memakai rok mini yang membuat beberapa tangan usil ingin menjawilnya -walaupun tak pernah kesampaian karna Jongin selalu menampar tangan-tangan itu. Sehun menoleh dan berjalan mundur tepat di depan Jongin.

"Jongin! Ayo cepet dikit! Lambat, ah!" serunya sambil melambaikan tangan.

Jongin menganggapnya sebagai pemandangan yang indah. Rambut Sehun yang panjang tertiup angin sehingga melayang lembut. Senyuman indah yang terlukis di wajah Sehun membuat Jongin tak ingin berhenti menatapnya.

"Jongin, ntar selama kamu di kelas, aku liat Chanyeol latihan ya," kata Sehun, membuat khayalan indah Jongin seketika terbang tertiup angin.

"Terserah," kata Jongin dengan ekspresi datar.

Sehun tertawa kecil, lalu berbalik dan berlari meninggalkan Jongin. Entah kenapa Jongin merasakan sesuatu akan terjadi saat Sehun berpaling. Sesuatu yang buruk.

TBC

So, kali ini Jongin udah mulai kencan sama si Sehun. Rada ngeselin juga sih Jongin ga peka banget jadi cowok-_- ya walopun ga pernah pacaran juga seenggaknya peka dikit gitu ya. Errr kan bikin greget. Nyesek juga sih pas dia mau foto itu, dia malah keinget mukanya si Chanyeol -.- bayangin aja kalo kalian di posisinya si Jongin, pasti kalian juga ga bakalan mau ngaca atau foto2 gitu.

Buat exobabyyhun, thanks buat sarannya. Kalo dipikir2 lagi emang aneh gitu ya kalo manggil Jongin make 'Jong' doang. Jadi untuk chapter ini aku juga kurangin panggilan 'Jong'nya. Panggilan itu bakal aku pake kalo perlu aja deh xD. Soalnya kalo menurut aku juga 'Jongin' itu terlalu panjang sih buat dijadiin nama panggilan.

Btw. Review chapter kemaren banyak banget. Makasih ya. Terhura aku ngeliatnya haha. Jadi makin semangat buat ngeremake nih :' jangan bosen2 ya buat review. Semakin banyak review nya semakin semangat nih.

Thanks to :

rytyatriaa | bottomsehunnie | sukha1234 | binisehun | exobabyyhun | JongOdult | exolweareone9400 | mamasehun1214 | D. | auliavp | gladisoler4 | Jongin's Grape | Minnie163 | Yessi94esy | rhlh17 | ohjizze | YunYuliHun | apelijo | SUKA PAKE CAPSLOCK | Lovelove Kaihun | sehun semoq | Icha