Chapter 7: Sleepover? PART 2

Sebelumnya...

"Aku tahu bagaimana caranya kita bisa kembali bertukar jiwa"

"E-eh? Beneran nih? Gak pura-pura kan?"

"Bagaimana, setuju gak?" tanya Kiba sambil memakan mie ayamnya

"Tapi buat apa?" tanya Tenten yang lagi makan nasi goreng

"Biar nanti kita bisa tahu apakah si Naruto dan Sakura benar-benar ketuker jiwanya!" balas Kiba

"Naruto, kita diajak sleep-over ama teman-temanmu"

"Heh? Lu juga diajak?" tanya Naruto tidak percaya

"Napa mangnya gak percaya? Lihat saja sendiri" Naruto merampas Hpnya dari tangan Sakura dan pertama kali dalam hidupnya ia membaca sebuah SMS singkat dengan teliti

Saat Naruto menutupi pintu di belakangnya, ia menghela nafasnya "untung saja... hampir keceplosan gue..."

"Emangnya aku enggak? Yuk, ke rumah Kiba"

"Oke, ayo!"

Naruto's POV

"I-ini rumah K-Kiba?"

"Iyah..."

Aku lalu melihat ke depan. Memang sih, rumah Kiba memang OMG gedenya gak usah norak kalee... (a/n: padahal pertama kali Naruto ke rumah Kiba ia pingsan)

"Wow..."

"Ayo, masuk"

"I-iyah..."

Aku lalu menekan bel yang ada di depanku, terdengarlah suara bel bergema di ruamh Kiba. Tiba-tiba pagarnya dibuka sama pembantu Kiba. Ia hanya tersenyum padaku, tapi malah ngomong sama Sakura...

"Ah, mas Naruto datang buat acara sleepover mas Kiba yah?"

"I...iyah..."

Oh iya, kan dia sedang 'memakai' hanya mengangkat bahuku tidak peduli, dan mbak Kiba membolehkan kita masuk. Saat ia membuka pintu depannya, Kiba langsung menyerang Sakura di headlock si Sakura, seperti aku yang aering digitukan sama Kiba. Untung ini tubuh sakura...

"Yo, Nar! Darimana aja!"

"A-akh... Ki-kiba..."

Aku hanya sweatdropped melihat ekspresi Sakura yang sedang di headlock Kiba. Tapi pasti bentar lagi Kiba akan di—

"SESAAAAAK!" kiba lalu kelempar ampe nembus ke dinding dapur

'Sudah kuduga' kupikir

"Hahah! Naruto, biasanya kau tidak gitu lho!"

Sakura tiba-tiba behenti "be-benarkah?"

Aku lalu menepok jidadku, seharusnya aku menyuruh Sakura untuk jaga imej, nanati akan ketahuan kalau kita bertukar jiwa apa kagak "uh... tadi sih Naruto ketabrak ama orang,, jadi uh... dia lagi bad mood" aku jelaskan supaya tidak ada kesalahpahaman

"Haha? Kau tahu darimana?!" tanya Neji

Sekarang giliranku yang terdiam, sementara Sakura menepok jidadny. Untungnya dia cepat-cepat menjawab "t-tadi kita berangkat bareng, jadi... uh... dia bisa tahu.,,"

"Tapi kenapa kalian berangkat bareng-"

"SUDAHLAH! DARI TADI TANYA-TANYA MULU!" Tiba-tiba Sakura tanpa disadari ia tiba-tiba mengeluarkan sosok dirinya yang sebenarnya

Aku hanya sweatdropped sambil menyaksikannya, dan sepertinya semuanya sudah pada tidak mau bertanya lagi, jadi aku dengan diam-diam memberi Sakura jempolku

Sakura's POV

"Ba-baiklah, ada yang mau main game?!"

"AH! AKU MAU!" Tiba-tiba Naruto mengangkat tangannya, aku hanya menepok jidad

Semuanya pada hening, tapi anehnya bukan sehening sesuai pikiranku, mereka hening gara-gara memberi senyuman kepada masing-masing, aku hanya bingung. Apakah mungkin... mereka tahu?

"Baiklah! Naruto, kau pasti mau menonton? Atau mungkin santai-santai kita ngomong-ngomong dikt?" tanya Ino sambil menarik tanganku

Kok tiba-tiba mereka begini? Mengajak cowok berbicara gosip-gosipan? Wah, jangan-jangan bener nih rahasia kita terbongkar. Mereka pintar juga, tapi kita harus melawan!

"A-ah... tunggu sebentar..." aku tiba-tiba menyeret Naruto

"E-eh? Naruto kau mau kemana?!"

"EH... ADA YANG KETINGGALAN DI LUAR, DAN AKU BARU INGAT ADA DI DALAM DOMPET SAKURA!" Aku teriak balik

"Kenapa harus diluar-"

BRAK (Suara pintu ditutup)

"Hah, ada apa Sakura?!" tanya Naruto

"Mereka tahu. Mereka tahu kalau kita bertukar jiwa-"

"HEEEH?-"

"DIAM!" –JITAKED-

"Aduh... yah... sekarang mau gimana dong?" tanya Naruto yang lagi mengusap benjolnya

"Yah... cuman ada satu cara... kita harus... benar-benar menjiwai karakter..."

"Hah?"

Sementara Kiba dkk.

"Kira-kira ada apa yah, diluar?' tanya Lee pada yang lain

"Jangan-jangan... mereka sedang mendiskusikan sesuatu..." jawab Sasuke "jangan-jangan mereka tahu kalau kita tahu..."

.

.

.

"Hah?"

"Maksudku, mungkin mereka tahu kalau kita tahu mereka sudah bertukar jiwa, jadi mereka pasti sedang membuat rencana... ingat, kita tidak boleh lengah... Sakura tidak sebodoh yang kalian kira... ia mempunyai caranya sendiri..."

Semuanya mengangguk, dan pas sekali kedua orang itu masuk ke dalam

Back to Sakura's POV mode

"Baiklah, ayo!" aku mencoba untuk seceria mungkin, seperti karakter Naruto

"Ayo apa? Kau ini bodoh yah?" tanya Kiba

Aku tidak menahan amarah. Aku mengeluarkan amarahku... Naruto Style.

"Hei Kiba! Dasar bocah anjing ingusan, kayaknya kau lebih bodoh deh! Yang ngajak siapa coba... eh yang nanya siapa. Kau ini gimana sih?" aku menambahkan aksen itu sambil memutar kedua bola mataku dan melipat kedua tanganku

Aku sadar Naruto terkejut, aku benar-benar menjiwai karakter Naruto!

Tiba-tiba Ino menyerang balik ke diriku: "jadi Naruto, kamu mau ikutan ngobrol atau main game bareng cowok-cowok?"

Untungnya, Naruto (yang asli) tiba-tiba menyerang balik "i-iya, boleh saja Ino..." Naruto menambahkannya dengan menggosok-gosokkan tangannya atas bawah atas bawah

Saat aku melihat situasi, orang-orang pada terkejut. Kita telah menang babak pertama, kemenangan diserahkan oleh tim Sakura!

(a/n: kok jadi di medan perang lama-lama?)

Reader's POV

Ino dkk.

Ino hanya memerhatikan Naruto (Sakura) yang sedang berbicara dengan Tenten dan Hinata

'Hmm... dia terlalu pintar, sih Naruto itu... kemungkinan sih mereka tidak bertukar jiwa, tapi mungkin juga iya... ini harus dibuktikan! Tapi bagaimana membuktikannya? Hmm.. apa yah perbedaan Sakura dengan Naruto... oh iya!' tiba-tiba Ino memiliki ide licik

"Eh, Sakura, aku pengen nanya deh"

"Iya, ada apa Ino?"

"Kan besok ada tes matematika, jadi... tolong ajarin dong!"

Tenten dan Hinata memberi jempol pada Ino, dan ia hanya nyengir

Naruto, yang tampak biasa-biasa aja menjawab dengan tenang "baiklah"

Eh?

.

.

.

"Sakura benar, jawabannya C"

Ino matanya terbelalak 'bagaimana mungkin?! Setahuku Naruto tidak bagus dalam matematika! Jadi tiba-tiba kenapa bisa?!"

Yah, sebenarnya para pembaca, kemarin Naruto disuruh sama kedua orangtua Sakura untuk belajar buat tes matematika itu sampai mati-matian, sampai dipanggil guru lesnya! Haha! Si Naruto hoki juga yah, untung ada orang tua Sakura...

"Nah, jadi caranya adalah BLA BLA BLA BLA"

Tenten, yang sedang mendengar, tidak percaya apa yang sedang didengarnya 'tidak mungkin... apakah ini benar-benar Sakura?! Kalau ini Naruto,pasti... tidak mungkin!'

Hinata juga berpikir yang sama.

Naruto yang menyadar ekspresi mereka semua hanya tersenyum dengan bangga. Tiba-tiba, ia teringat jam segini acara kesukaan ibunya Sakura, dan Naruto sendiri sering diajak nonton "eh, mau nonton termehek-mehek gak?"

Sementara Kiba dkk.

Kiba juga samanya dengan Ino, ia berpikir bagaimana caranya ia bisa membuktikan bahwa Naruto adalah Sakura

'Hmm... tapi bagaimana yah? Perbedaannya Sakura dan Naruto kan... iya yah benar juga! Siapa tahu ini berhasil!' pikir Kiba, ia lalu melakukan strateginya

"Eh, Naruto! Mau main PES 2013 kagak?" Kiba berpikir bahwa dengan main permainan olahraga yang tidak Sakura sukai, pasti dia tidak berani! Karena Naruto lebih sportholic daripada sih Sakuraa

Sakura hanya mengangkat kedua bahunya "baiklah kalau begitu"

"Heheh... kau akan kukalahkan NARUTO!"

.

.

.

"3-0! NARUTO MENAAAAAANG!"

Kiba hanya cengo lihat layar TVnya itu. Ia kalah melawan seorang perempuan 'ba-bagaimana mungkin?! Bukannya Sakura tidak akan bermain game padahal ada tes mtk... trus, dia kan trauma ama sepak bola, kenapa main gamenya saja bisa?!'

Sakura hanya tersenyum licik. Sebetulnya, Sakura di rumah Naruto tidak tahu mau ngapain, dia sudah belajar selama 15 menit, dan dia sudah hafal semuanya. Jadi, dia main game saja solanya dulu dia gamer banget. Tapi waktu dilihat game2 PS3 nya Naruto, semuanya pada game tembak-tembakan, olahraga-olahraga, sama Naruto Ultimate Ninja Storm 1-3 (a/n: wot... ternyata main juga tuh anak...). Jadi, Sakura tanpa penyesalan memainkan semua game itu sampai subuh, sangking keseruannya.

"Wah, keren sekali Naruto! Tumben kau menang!" puji Choji

"Iya dong, aku main ampe subuh!" Sakura menambahkan perkataan itu dengan menaruh tangan di belakang kepalanya, supaya terlihat seperti Naruto

'Sebenarnya itu Naruto atau Sakura bukan sih?' pikir Kiba dalam hati 'kalau bukan, pasti tidak mungkin kan sih Sakura bisa menang melawanku?!'

Hoki sekali mereka berdua. Mereka menang dalam pertarungan dengan trik 'aku tidak sengaja melakukannya karena aku terpaksa padahal sebenarnya ini bukan aku banget'

S.P.I.N.O.F.F

Semuanya sudah pada tidur, kecuali Sasuke, Ino, Kiba, dan Hinata.

"Jadi, bagaimana? Ada ketemu bukti kalau Naruto itu Sakura?" tanya Ino pada Kiba

Kiba hanya menggelengkan kepalanya "ia terlihat seperti Naruto yang biasanya..."

"Bagaimana dengan Sakura? Apakah ia menunjukan sifat Naruto?"

Ino menggelengkan kepalanya "tidak... malah dia memang benar-benar 100% beda dari Naruto!"

Hinata mengangguk "iya! Dia menjawab 100 soal matematika, dan semuanya benar! Pasti Naruto tidak mungkin menjawab soal matematika dengan benar!"

"Berarti jangan-jangan... mereka beneran tidak bertukar jiwa-"

"Tunggu sebentar! Kita harus memastikannya dulu!" Hinata memotong perkataan Sasuke

"Emangnya mau dipastikan apa lagi? Sudah tidak ada bukti lagi! Sakura bukan Naruto, dan Naruto bukan Sakura!" Sasuke menyela

Ino hanya mengangguk pada Hinata "Sasuke benar Hinata, mereka benar-benar... yah, mereka"

"Iya juga sih... dan tanpa kusadari, seru juga yah sebenarnya bergaul dengan sih Sakura..."

Ino hanya mengangguk "iya juga sih... mungkin saja..." tapi Ino menyingkirkan pikiran itu "tidak! Sakura tetap saja Sakura. Jadi, kapan mereka akan pulang?"

"Besok sajalah... kita sudah mencoba semuanya, mau apa lagi yang harus dibuktikan?"

Sasuke mengangguk "baiklah, lebih baik kita tidur dulu"

S.P.I.N.O.F.F

Sakura bangun duluan dari cowok-cowok yang lain 'oh iya! Aku harus menjiwai! Berarti seharusnya aku jangan tidur kayak gini! Harus kuubah cara tidurku!'

Sakura lalu melempar selimutnay dan dipaksakan kakinya untuk terbuka lebar, dan ia menaruh kepalanya bukan di atas bantal, tapi di ujung, dan tangannya satu diatas dadanya satu lagi diatas kepala Kiba, yang sedang ada di sebelahnya 'baiklah, begini tidak apa-apa', lalu dia tidur lagi

Sementara itu, Naruto...

Naruto,sama dengan Sakura, bangun lebih pagi dari cewek-cewek yang lainny 'menjiwai karakter! Menjiwai karakter!' ia lalu menutup rapat kakinya yang terbuka lebar, dan selimut yang terlempar ia ambil dan menaruhnya di atas tubuhnya, dan mencoba supaya tidak mengorok. 'baiklah, tidur lagi!' ia lalu tidur lagi

S.P.I.N.O.F.F

Setelah selesai menginap di rumah Kiba, seperti biasa Naruto dan Sakura pulang bareng. Naruto stretching

"haah~ seru juga tadi malam~"

"Oh iya! Memangnya kalian tadi malam ngapain?" tanya Sakura yang sedang menaruh tangannya di dalam kantong celana (a/n: benar2 menjiwai sampai tdk sadar o.O)

"Oh, tadi aku ngajarin mereka belajar mtk-"

"Hah? Matematika?!-"

"DIAM DULU! Lalu, waktu ku tes diriku sendiri, semua 100 pertanyaan itu benar!"

Sakura hanya melebarkan matanya "h-hah?! Beneran nih?! Kok bisa sih?!"

"Aku berutang budi pada orang tuamu! Walaupun mereka sadis, tapi gara-gara mereka aku jadi merasa super pintar, dan ini baru ketiga kali dalam hidupku! Yang pertama waktu aku pertama kali bisa olahraga, dan yang kedua itu waktu aku pertama mendapat 100 dalam fisika! (dan itu cuman ada 5 pertanyaan dan Naruto daritadi nanya sih Shikamaru)"

Sakura hanya tertawa "kalau kau?" tanya Naruto

"um... aku diajak sama Kiba main PES, trus aku menang 3-0"

"E-eh?! Kok bisa sih?! Kalau aku kamu saja, pasti kita kalau gak 2-2, aku yang menang 3-2! Kau jago juga main PES"

"Terimakasih"

Mereka lalu terdiam, tidak sadar betapa menyenangkan pembicaraan itu, tiba-tiba mereka terasa menjadi semakin dekat. Tiba-tiba Naruto teringat sesuatu "oh iya! Aku baru ingat!"

"Eh, ada apa?"

"Ikut denganku!"

"E-eh?! Kau mau kemana Naruto!"

"Ke mall! Ada hal penting yang harus kulakukan"

S.P.I.N.O.F.F

"I-ini... bukannya ini..."

"Betul sekali! Masih inget gak, di chapter 4 aku janji untuk membenarkan kacamatamu?!"

"Eh... bukannya itu chapter 3 yah?"

"Iyalah, terserah! Terus kan karena hari ini ibumu memberikanku uang jajan bulanan, jadi sekarang akan kupakai untuk membelimu kacamata barumu itu!"

Sakura hanya bengong mendengarkan apa yang telah dikatakan Naruto itu, dia lalu tersenyum "terimakasi-"

"O-oi! Jangan tersenyum di wajahku seperti itu! Benar-benar terlalu feminim!"

DUAK!

"Kau merusak suasana!"

"A-ah, maaf..."

Masnya yang dari tadi nunggu di depan Naru & Saku mendengar semua perkataan mereka, dan ia malah bingung ngeliatin mereka berdua... 'jangan-jangan cowok dan cewek itu bertukar jiwa sehingga salah satu dari mereka kacamatanya rusak, dan satu ingin membelinya; jadi kemungkinan satu pinter, satu bodoh, dan kemungkinan besar cewek itu adalah cewek jaim dan cowok itu cowok bloon yang sok, tapi baek orangnya...'

.

.

.

KOK DIA BISA TAHU SIH?! DASAR ABNORMAL!

"Bang, kacamatanya dong"

Orangnya sweatdropped "eneng baru pertama kali beli kacamata yeh..."

"Hah? Benarkah? Uh... mas,bisa dicek matanya dulu gak; minus, plus, buta warna, katarak, apa kek?!"

Sakura hanya sweatdropped "kau ini benar-benar tidak tahu apa-apa tentang dunia luar..."

.

TIME SKIP

.

"Neng, beneran nih neng pengen beli kacamata?"

"Iyee, mang napa?"

"Tapi di sini mata neng baek-baek aja ntuh..."

Naruto menepok jidadnya "iya juga yah... berarti yang butuh kacamata..." kepala Naruto berputar ke arah Sakura

"ah... iya juga sih, dunia ini terlihat agak burem..."

"Baiklah, tunggu bentar yang mas"

.

TIME SKIP

.

"Soft lense? Beneran nih gak papa, Na- maksudku, Sakura?" tanya Sakura yang baru ingat ada orang di depan mereka

"Iyah! Kalau kau (aku) pakai kacamata jelek cuy, serius. Lebih keren pake soft lense aja! Eh liat deh! Ada soft lense Sharingan ama Rinegan *author sweatdropped*, mo beli gak?"

Sakura juga ikutan sweatdropped "eh... lebih baik sesuai warna mata...ku, saja mas"

"Baiklah, berarti warna biru yeh, tunggu bentar...

.

TIME SKIP

.

"SELESAI! ARIGATOU, NARUTO!" Sakura memukul bahu Naruto

"AW! Kau tidak peduli kalau ini tubuhmu yang sedang kau pukuli?"

"Iya sih, tapi yang kena sakit siapa?" tanya Sakura dengan licik

"Grr... dasar..."

KRUYUUUUUUK~

.

.

.

"Naruto, itu menjijikan kalau ada suara itu dari perut seorang wanita-"

"TAPI MAU BAGAIMANA LAGI?!"

Orang di sekelilingnya yang lagi lewat sweatdropped berjamaah

"Baiklah kalau begitu, ayo kita makan di situ saja" Sakura tunjuk ke tempat terdekat.

"ICHIRAKU RAMEN! YES!"

Kedua orang itu berjalan menuju Ichiraku ramen

"Ah, Naruto! Kau bawa pacarmu lagi yah?"

"Ah... pak Teuchi... dia bukan-"

"Hei, pak tua! Minta ramennya dong!"

"Ho ho ho... pantas dia pacarmu... perilakunya hampir sama denganmu! Baiklah, tunggu sebentar yah neng~"

Sakura hanya menghela nafasnya dan duduk di sebelah Naruto

.

SELESAI MAKAN

.

"Mmm~ ENAAAAAK~!"

"Na-Sakura! Gara-gara kamu, uangku sudah mau habis!"

"Lho, kan biasanya yang traktirin itu cowok, .to~"

Sakura hanya menggeram, dan kembali lagi memasukkan tangan kedalam kantung celananya

"Nee, Sakura"

"Ada apa?"

"... tidak bukan apa-apa"

"Ada apa sih tiba-tiba? Kamu jadi aneh tahu..."

"HAHAH! Gitu yah?" tiba-tiba Naruto tanpa disadarinya kesandung sama batu, ia jatuh ketabrak sama anak kecil yang sedang makan es krim, tapi karena ketabrak es krimnya jatuh pas di atas kepala Naruto

Sakura hanya tertawa geli "hei N... Sakura! Kau tidak-tidak apa kan? Hahahaha~"

Naruto yang akhirnya telah mencuci rambutnya dengan air, ikutan tertawa "hahaha"

"hahaha"

Tanpa mereka sadari, ada terjalin suatu ikatan dari kedua orang itu ,,,

TBC

A/N: WAAAH~ baguslah, hampir saja ketahuan~ author seneng deh bisa lihat akhirnya saku ama naru bisa akrab ^^. Trus juga yang bisa berbahasa inggris, author ada post fic bahasa inggris judulnya HE'S YOUR FATHER! Ama Ninja Style Online. Kalau dapat meluang waktu #asek tolong dibaca ama review yeee! Trimakasih buat yang telah membaca, review, like,ama favorit yeeh! Maaf tidak disebutkan namanya, tapi akan author ketik pada akhir cerita! Memang, spinoff juga sama pendapat dengan Shikamaru kalo itu 'menyusahkan', tapi masa author tidak berterimakasih pada orang-orang yang sudah mendukung spinoff sejauh ini! Makanya, spinoff pengen berterimakasih pada akhir cerita alias save the best for last. Buset dah, nih a/n kepanjangan bok! Dahlah, spinoff duluan dulu yaa teman-teman! Next chapter: Chapter 8: Back to school