Huang Pansy Present
Affairs of The Heart
7th Chapter
" Haruskah kau melakukan ini juga Kyungsoo-ah? aku sedikit khawatir, kau tahu? mereka terdengar mengerikan. "
Cicit Baekhyun sambil membereskan alat tulisnya saat kelas ini berakhir, yang ditanya hanya menghendikan bahunya, wajahnya masih serius semenjak pembicaraan saat makan siang tadi. Kyungsoo masih terpaku di bangkunya sambil sesekali memutar-mutar pensil di tangannya dengan lincah, tatapannya seperti memikirkan sesuatu yang serius.
Baekhyun sudah selesai dengan semua barangnya dan hendak beranjak mengajak Kyungsoo bersama kembali ke asrama, tapi meja Kyungsoo masih berantakan dengan buku-buku yang terbuka dan alat tulis yang berantakan. Baekhyun menatap kesal sahabatnya yang sedang melamun itu.
" Ya! Kyungie! apa yang kau pikirkan?! ayo kita ke asrama, kau berjanji akan ke kamarku kan membicarakan hal ini bersama Sehun dan Yixing? cepatlah sedikit! "
Tangan Baekhyun meraih semua buku Kyungsoo dan memasukannya paksa ke dalam tas Kyungsoo, sementara Kyungsoo hanya menatap tangan cekatan sahabatnya yang membereskan tasnya. Mereka berdua melupakan seseorang yang berada di belakang meja Kyungsoo yang sedang memperhatikan pembicaraan mereka berdua sejak tadi.
" Gomawo Baekkie, aku hanya sedikit sensitif hari ini. "
" Kau tak harus memikirkannya sendirian, masih ada aku dan Tao. Yaah~ meskipun aku tak mengerti apapun tentang The Prunk ataupun, err- siapa? Angel apa itu tadi- "
Kyungsoo segera berdiri dan membekap mulut Baekhyun dengan tangan mungilnya. Mata bulatnya mengisyaratkan agar sahabat mungilnya untuk tidak melanjutkan ocehannya. Bersamaan dengan itu Jongin, yang sedari tadi diam di bangkunya berdiri dan segera berlalu dari belakang dua sahabat itu tanpa menoleh ke arah mereka.
Kyungsoo mendesahkan nafas lega setelah Jongin berlalu keluar dari kelas, Kyungsoo lalu melepaskan tangannya dari mulut Baekhyun.
" Kita tidak membahasnya di sembarang tempat uri Baekkie! "
Kyungsoo berucap dengan nada cemas, dia tidak ingin Jongin mengetahui hal ini terlebih dahulu. Kyungsoo tidak ingin Jongin curiga dengannya. Namun terlambat, Jongin sudah mengetahui yang sebenarnya tanpa Kyungsoo ketahui tentunya.
" Maaf, aku tak memperhatikan dia ada di sana. "
Baekhyun menggigit bibirnya, sepertinya dia sangat sulit mengendalikan perkataannya. Kyungsoo hanya tersenyum tipis kepada sahabatnya itu, lalu menarik lengan Baekhyun lembut segera berlalu menuju kamar asrama Baekhyun dan Tao untuk membicarakan tentang Battle yang akan mereka ikuti. Ya, sebuah battle yang Kyungsoo setujui tadi siang saat di kafetaria.
-flashback, di kafetaria .
" Kau tidak harus menerima tantangan itu hyung, kumohon. "
Sehun merengek karena Hyungnya itu memaksa untuk ikut dalam Battle yang akan di ikuti The Beast, Yixing pun ikut melarang Kyungsoo, tapi Kyungsoo merasa ini adalah kewajibannya. Tidak mungkin dia membiarka Sehun dan teman-temannya menanggapi tantangan itu dengan personil yang sudah tidak utuh. lagi pula Kyungsoo pikir, dia memiliki sedikit kemampuan dalam hal menari, apa susahnya menari.
" Sehun, aku akan tetap ikut. Aku rasa, ini akan menjadi tidak adil jika hanya kalian berempat. Lagi pula, di dalam video itu mereka juga megerjaiku kan? berarti mereka juga menginginkanku Sehun. "
Sehun tetap menggeleng sambil meraih tangan mungil Kyungsoo lalu digenggamnya erat seolah tak mau Kyungsoo pergi. Sehun tetap tidak menginginkan hyung-nya itu ikut dalam battle, ia tak bisa membayangkan Kyungsoo berada di tengah-tengah klub yang mengerikan itu bagi Sehun.
" Tidak, tidak.. hyung, kumohon."
" Sehun, dengar, aku ini namja! jadi tolong jangan perlakukan aku seperti seorang yang lemah."
Kini pertahanan Sehun luluh melihat mata bulat Kyungsoo yang semakin memohon. Sehun melepaskan genggamannya pada tangan mungil Kyungsoo sambil menghela nafas berat. Yixing yang sedari tadi diam saja melihat drama adik-kakak di hadapannya membuka suara, dia akan mengajak Kyungsoo dan Sehun ke basecamp The Beast nanti malam dan dihadiahi anggukan antusias dari Kyungsoo. Baekhyun dan Tao pun ikut bersuara, mereka bersikeras ingin menemani Kyungsoo nanti malam. awalnya Yixing ingin melarang mereka ikut, namun, akhirnya, Yixing tidak bisa menolak duo berisik tersebut.
Jongin bangkit dari duduknya dan mendorong bangkunya kasar sehingga menimbulkan derit yang lumayan keras. Yixing terhenyak begitu melihat sosok Jongin bangkit dari duduknya yang membelakangi mereka berlima.
Sontak Yixing mengatupkan mulutnya dan bersikap sewajarnya saat Jongin dengan angkuh melewati meja mereka, sesekali Yixing menangkap ekor mata Jongin melirik ke arahnya. Setelah Jongin dirasa sudah berlalu hilang dari balik pintu kafetaria, Yixing menghembuskan nafas lega, diikuti juga oleh empat orang dihadapannya.
" Haruskah kita memberi tahunya juga? "
Kata-kata Kyungsoo tadi di hadiahi tatapan penuh penyesalan dan gelengan oleh Yixing. Sepertinya Kyungsoo bisa membaca tatapan itu. Dengan lemah ia tundukkan wajahnya.
Suasana hening menjamah mereka berlima, pembicaraan siang ini diakhiri dengan berderingnya bel tanda makan siang berakhir. Makan siang Kyungsoo masih utuh, sejak mendengar penuturan Yixing dari awal Kyungsoo jadi tidak berselera.
Sebelum berpisah ke kelas masing-masing mereka membuat kesepakatan, setelah pelajaran berakhir hari ini mereka berlima pun akan membicarakan ini di kamar Baekhyun dan Tao. Sepertinya hanya kamar mereka yang terlihat aman.
- Flahback End
Mungkin tidak semua yang Kyungsoo bayangkan itu menjadi kenyataan. Ketakutan jika kedua sahabatnya akan membencinya dan meninggalkannya saat mengetahui bahwa Kyungsoolah yang merenggut Luhan mereka. Kyungsoo bahkan merutuki dirinya sendiri sebagai namja lemah yang hampir mati jika tidak ada Luhan saat itu, ya, Luhan yang sedang putus asa dengan keadaannya yang cacat. Jika saat itu Kyungsoo tidak dalam keadaan koma, mungkin Kyungsoo akan menolak pendonoran jantung tersebut.
Setelah bercerita dan diselingi dengan isakan, di sinilah mereka sekarang, di kamar asrama milik Baekhyun dan Tao, saling berpelukan satu sama lain menumpahkan perasaan masing-masing. Awalnya Baekhyun dan Tao terkejut dengan penuturan Kyungsoo bahwa ialah orang yang diberikan jantung oleh Luhan, namun mereka akhirnya lega mendengar semuanya dari Kyungsoo langsung, mereka juga membantah pemikiran Kyungsoo bahwa mereka akan membencinya. Justru mereka akan semakin menyayangi Kyungsoo, karena Luhan juga hidup di dalam tubuhnya. Ya, karena Luhan ada di dalam dirinya.
Memikirkan hal seperti itu, sebuah perasaan aneh muncul di hati Kyungsoo, perasaan yang membuat perutnya bergejolak aneh, juga ada rasa perih yang menjalar di sekitar ulu hatinya. Mengapa sekarang ia menjadi merasa aneh jika menyangkut tentang identitasnya. Kyungsoo menggeleng cepat dalam pelukan Baekhyun, berusaha menghilangkan perasaan itu jauh-jauh.
Tao juga berkata jika ia berada di posisi Luhan pada saat itu, ia juga akan melakukan hal yang sama. Semuanya sudah menjadi skenario Tuhan, mungkin Luhan memang terlahir sebagai malaikat bagi Kyungsoo. Ucapan Tao membuat Kyungsoo tenang, Luhan memang orang baik, pantas banyak orang yang menyayanginya.
Dua namja lain yang juga berada di dalam kamar asrama Baekhyun hanya tersenyum melihat tiga sahabat itu saling berpelukan. Sehun pun merasa lega, setidaknya Kyungsoo sudah bisa di terima posisinya.
" Jadi Soo-ah, kau akan ikut denganku dan Sehun malam ini? kau yakin? "
Kini suara Yixing yang menginterupsi mereka. Kyungsoo melepaskan pelukannya pada Tao dan Baekhyun, menegakkan posisi duduknya dan menghapus jejak-jejak airmata yang berada di pipinya kemudian mengangguk lucu menanggapi pertanyaannya. Yixing menatap rona merah pada pipi tembam Kyungsoo akibat menangis tadi, lalu tersenyum tipis.
Mengapa Kyungsoo bisa semanis ini, bahkan setelah menangis, walaupun mata bulatnya menjadi merah dan sedikit bengkak, bibir plumnya juga semakin memerah, tapi semuanya terlihat sempurna dan.. cantik, mungkin. Yixing terhenyak dan segera merutuki batinnya yang terus menerus terpesona dengan wajah Kyungsoo. Demi apapun, dia itu seorang namja, mengapa ia begitu cantik.
" Lay hyung? apa kau sakit? wajahmu memerah."
Seru Sehun sambil menempelkan punggung tangannya ke kening Yixing. Wajah Yixing memerah padam, dan itu membuat Sehun berpikir jika Yixing terkena demam. Dengan gugup Yixing menyingkirkan tangn Sehun dari wajahnya, dan berkata dia baik-baik saja, mungkin suhu ruangannya yang sedang panas hingga wajahnya memerah. Padahal bukan karena hal itu, semburat merah di wajah Yixing itu tercipta karena seorang Kyungsoo yang mempesona. Mati-matian Yixing menutupi apa yang baru saja ia pikirkan.
' Tidak, ini tidak benar. Ini bukan saat yang tepat! tenanglah Zhang Yixing! '
Batin Yixing terus berceloteh menolak semua pemikiran tentang Kyungsoo. Kyungsoo yang polos. Kyungsoo yang manis. Kyungsoo yang ramah, hangat, ceria. Kyungsoo yang sexy ketika menari. Kyungsoo yang ... Hell!
" Ya! Hyung! mengapa kau melamun! jadi bagaimana? "
Lagi-lagi suara Sehun yang menyadarkan Yixing dari pertarungan batin. Mengapa Kyungsoo jadi berputar-putar di dalam pikirannya. Kyungsoo bangkit dari tempatnya lalu mendudukkan dirinya di samping Yixing yang masih terdiam.
" Yixing? kau baik-baik saja? apa mau aku ambilkan minum? wajahmu semakin memerah, aku khawatir kau benar-benar demam. "
' Ya Tuhan, suaranya sangat lembut..'
Yixing hanya menatap Kyungsoo lembut tanpa mengucapkan apa-apa. Kyungsoo yang merasa hanya ditatap namun tidak direspon dengan baikpun memajukan wajahnya ke wajah Yixing melihat ke dalam mata Yixing, apa sebenarnya yang ia lihat sampai tidak menghiraukan Kyungsoo.
" Yixing-ah? "
Kyungsoo melambaikan tangannya tepat di wajah Yixing, namun Yixing tetap tidak bergeming. Sehun yang berada di samping Kyungsoo pun langsung tersenyum jahil, sebegitu mempesonanyakah seorang Do Kyungsoo?
" Biar aku hyung. "
Sehun lalu bertukar posisi dengan Kyungsoo, sepersekian detik, sambil mendudukan bokongnya di samping Yixing, Sehun menyentil kening Yixing dengan jari lentiknya. Sontak itu membuat Yixing meringis kesakitan, karena Sehun sepertinya sedikit keras menyentilnya.
" Ya! Xi Sehun! sakit kau tahu! magnae kurang ajar!"
" Habisnya kau sampai meneteskan liur ketika menatap Kyungsoo hyung. "
" E-ehh.. mana? aku tidak begitu! aku tidak memperhatikannya! "
Ucap Yixing gugup sambil mengusap bibir bawahnya, takut-takut ada air liur yang menetes. ternyata memang tidak ada, Sehun memang keterlaluan.
Tawa Kyungsoo pecah. Yixing yang masih mengusap-usap dagunya pun tak ingin menyia-nyiakan moment ini. Kyungsoo memang sangat manis ketika tertawa. Bibir plumnya terbuka lebar dengan mata bulat yang berbinar. tanpa sadar Yixing pun juga ikut menertawai sikap bodohnya, terlihat dua lesung pipit di kedua pipinya.
Sehun, Baekhyun dan Tao juga mulai mengolok-olok tentang air liur Yixing yang seperti ingin menetes ketika melamun tadi, dan di bantah dengan lucu oleh Yixing. Kyungsoo tidak berhenti tertawa, Sehun juga ikut tertawa sambil memeluk Kyungsoo dari samping, bergelayut manja pada sang hyung. Betapa senang melihat orang yang kita sayangi berbahagia, bukan begitu Luhan hyung? itulah yang sekarang yang ada di benak Sehun.
Tawa dan canda menghiasi asrama itu sepanjang sore. Tanpa mereka ketahui ada sosok yang diam terpaku di depan kamar Baekhyun dan Tao. Sebenarnya ia hanya ingin lewat depan kamar itu tadi, mendengar tawa yang tak asing bergema dari dalam kamar, ia jadi terdiam dan menatap dalam pintu kamar itu.
Matanya terpejam, tangannya mengepal di kedua sisi tubuhnya. Mengapa ia begitu tak rela mendengar tawa Kyungsoo dari dalam. Apa saja yang mereka lakukan, sepertinya Kyungsoo bahagia sekali. Sebenarnya ia juga ingin sekali bisa bercengkrama dengan Kyungsoo dengan normal. Namun, berada di dekatnya saja membuat batinnya bergejolak. Antara menolak atau menerima, selama ini Jongin berusaha menempatkan Kyungsoo seperti bayangan saja, tapi perlahan berubah menjadi hantu yang selalu muncul di saat yang tidak tepat di pikirannya.
Jongin merutuki sikapnya yang aneh akhir-akhir ini. Untuk apa memikirkan roomate-nya yang cerewet itu, ketika Kyungsoo tak ada dia akan mencarinya hingga ia melihat sosok mungil itu, atau mungkin melakukan kegiatan menguping seperti ini, ini sudah melampaui batas. Tidak, ini tidak boleh. Ia masih mencintai Luhan, ya, hanya Luhan. Dengan mantap ia langkahkan lagi kakinya meninggalkan koridor depan kamar Baekhyun dan Tao.
Kyungsoo sedikit bergidik ngeri ketika memasuki sebuah gedung tua yang sudah tak berpenghuni. Di sini terlihat sangat sepi, dan juga gelap. Kyungsoo tidak suka gelap, sehingga ia mencengkram lengan jaket Sehun. Sehun yang mengertipun mengusap jemari mungil hyung-nya itu lalu berkata semua baik-baik saja.
Mereka menaiki tangga satu persatu, dan sampailah pada sebuah pintu yang terbuat dari besi dan terpampang sebuah plakat yang bertuliskan " Beware " . Sehun tersenyum penuh arti, lalu mentapa Yixing yang berdiri membelakanginya untuk mendorong pintu besi itu.
" Sudah sekian lama.. "
Gumamnya, namun masih bisa di dengar oleh Kyungsoo yang masih mendekap lengannya. Kyungsoo pun tersenyum dan mengangguk mantap menanggapi gumaman Sehun.
" So, welcome home ' Steve' "
Mata bulat Kyungsoo menerawang ke dalam ruangan yang sedari tadi ditebak-tebak sejak ia masih di luar. Dari luar semua terlihat mengerikan, semua gelap, lusuh dan seperti tak berpenghuni, mungkin jika pagi atau siang hari tidak akan terlihat sesuram ini.
Namun, itu semua di luar dugaan Kyungsoo, ia menganga melihat pemandangn berbeda di hadapannya. Di balik pintu -lusuh- besi itu terdapat sebuah ruangan yang cukup bersih dan terang. Ketika Kyungsoo melangkahkan kakinya lebih masuk lagi ke dalamnya ada sebuah rak sepatu mini tingkat tiga, ada dua pasang sepatu yang bertengger di dalamnya.
Ruangan itu di penuhi oleh cermin raksasa pada sekelilingnya, lebih mirip dengan studio menari di sekolahnya, namun lebih kecil. Di sudut belakang ada sebuah sofa dan di sampingnya ada sebuah meja nakas. Di sofa itu telah duduk dua pemuda yang mempesona. Yang satu dengan anggun menyilangkan kakinya sambil sibuk berkutat dengan sebuah laptop di pangkuannya, pipinya gembil, dan bibirnya mengerucut lucu, sepertinya ia sedang serius dengan sesuatu. Di sebelahnya ada seorang pemuda dengan rambut coklat muda yang bersandar pada sofa mencoba memejamkan matanya, namun di urungkan niatnya karena terkejut melihat sosok mungil yang sedang terperangah.
Dengan lucunya Kyungsoo membungkuk dan melambaikan tangannya pada namja yang bersurai coklat muda yang sedang memandangnya aneh. Wajah pemuda itu berubah jadi ceria ketika melihat sosok lain di belakang Kyungsoo. Dengan reflek menyenggol namja mungil berpipi tembam di sampingnya, merasa terganggu akhirnya ia menoleh ke arah namja bersurai coklat muda itu.
" Wae? kau menggang- Steve! Oh My Lord!"
Namja berpipi gembil yang awalnya ingin memarahi namja yang di sebelahnya, terperanjat kaget melihat bayangan Sehun di cermin, segera ia meletakkan laptopnya di sofa lalu berlari kecil ke arah Sehun memeluknya erat.
" Hai Steve, long time no see, bad boy! "
Seru namja bersurai coklat kini menyusul namja berpipi gembil tadi dan memberikan pelukan selamat datang. Sehun hanya terkekeh melihat tingkah laku dua hyungnya itu. Yixing yang sedari tadi berdiri di depan pintu pun menghampiri Kyungsoo yang masih terpaku melihat reuni singkat Sehun dan dua namja tadi.
" Kau sudah siap? aku akan perkenalkan kau pada mereka, mungkin mereka memang sedikit berisik, tapi kau akan menyukai mereka. "
Yixing memegang bahu sempit Kyungsoo dan mengarahkannya ke arah tiga namja yang sedang melepas rindu. Yixing berdehem pelan, menginterupsi kegiatan tiga namja di hadapannya. Tiga namja itu menoleh ke arahnya, Sehun tersenyum ke arah Kyungsoo, dan dua namja lainnya terlihat menunggu penjelasan dari leader mereka.
" Siapa si manis itu Lay? " tanya pemuda berpipi gembil antusias.
" Kenalkan, Ini Do Kyungsoo, dia akan bergabung dengan The Beast mulai malam ini. Aku sudah pernah memberitahukan tentangnya kan? "
Senyuman hilang dari pria berpipi gembil tersebut, perlahan tapi pasti ia membalikkan tubuhnya dan kembali pada sofa tadi membereskan laptonya, bergegas menuju sebuah pintu di pojok ruangan itu tanpa menggubris teriakan dari Yixing dan namja yang satunya.
Kyungsoo pun merasa tak enak hati, apa ada yang salah dengan kehadirannya. Kyungsoo menunduk memilin ujung kaosnnya, air mata mengembang di pelupuk mata bulatnya. Apa ini ada hubungannya dengan kejadian pendonoran itu, tentu saja semua anggota - minus Jongin tentunya - Beast sudah tahu tentang pendonoran jantung tersebut. Apa pemuda itu membencinya? apa sebaiknya ia pergi saja dari sini? merasakan penolakan seperti ini menyesakkan. apa yang harusnya ia lakukan, batin Kyungsoo terus menggerutu menyalahkan kehadirannya sendiri, sampai-sampai ia meneteskan bulir-bulir air mata.
Sehun dan Yixing berusaha menjelaskan semua baik-baik saja, tak ada yang harus dikhawatirkan. 'Xiumin' begitu Yixing menyebut namja berpipi gembil tadi, ia mungkin hanya belum siap bertemu dengan Kyungsoo secara langsung.
" Hyung dulunya sangat dekat dengan Luhan, jadi wajar saja ia merasa sedikit, umm.. belum siap mungkin. "
Kali ini namja bersurai coklat muda itu menyuarakan pendapatnya. Namja itu tersenyum lalu megulurkan tangannya kepada Kyungsoo yang lalu disambut hangat oleh Kyungsoo. Sambil menghapus jejak-jejak air mata di pipi merahnya Kyungsoo berusaha tersenyum manis pada namja di hadapannya.
" Namaku Kim Jongdae, panggil aku 'Chen', semua anggota Beast punya nama dancefloor sendiri. Dan, omong-omong, yang tadi itu namanya Kim Minseok, panggil saja 'Xiumin-hyung', dia kakakku, ia yang tertua di sini. Ia agak sensitif, maafkan sikapnya ya Kyungsoo-ah."
Kyungsoo mengangguk pelan, sepertinya akan sulit berada di sini dengan seseorang yang belum bisa menerima kehadirannya.
" Maafkan aku- "
Lirihnya, suara Kyungsoo serak, mungkin sedang menahan tangis agar tidak pecah disaat seperti ini.
" Untuk apa? "
" Karena aku, a-aku.. a-ak- "
Kyungsoo gugup, sebenarnya ia tak ingin lagi mengungkit ini, ia takut Sehun akan sedih lagi. Mengapa jadi seberat ini- lagi-lagi batin Kyungsoo merutuki sikapnya, ia menggigit bibir bawahnya sambil menunduk menyembunyikan wajah sedihnya.
" Sudahlah hyung, tak ada yang perlu dimaafkan. Kami tidak meghakimimu, kami semua menerima kehadiranmu. Kau seperti obat bagi kami. Kau sangat berarti bagi kami untuk sekarang dan seterusnya. kau mengerti? hmm ? "
Sehun memeluk Kyungsoo dari belakang sambil membisiki kalimat-kalimat yang membangkitkan semangat Kyungsoo lagi. Ia tidak ingin mendengar penyesalan dari hyung-nya itu lagi. Seberapa banyakpun ia merasa menyesal, keadaan tak berubah. Tak akan ada yang kembali, semua berjalan maju bukan mundur. Yang telah terjadi, maka terjadilah. Mengingatnya saja membuat Sehun sakit.
" A-aku mengerti. "
Kyungsoo mencoba agar suara terdengar lebih tegar, namun gagal, suaranya terdengar canggung.
" Ah! Kyungsoo, kau belum mempunyai nama dancefloor bukan? bagaimana jika kita mencarinya sekarang. Hmm, apa yang bagus ya? Do Kyungsoo.. Kyungie? ahh tidak itu terlalu manis . "
Yixing menggerutu sendiri, ia menggaruk kepalnya sendiri yang tak gatal, mencoba memikirkan nama yang cocok bagi Kyungsoo.
" Bagaimana kalau Do, ... umm, Do-NUT? seperti matanya yang bulat, haha.. "
" Jangan bercanda Chen! seriuslah! battle dance tinggal empat hari lagi!"
" Maaf Lay.. habis, ia lucu sekali. Terlalu menggemaskan, aku takut ia tidak akan sanggup bertahan dengan dunia kita. "
Namja yang di panggil Chen tadi menjulurkan lidahnya sambil terkiki kecil, Chen tidak pernah bisa serius dan itu membuat Yixing mendengus sebal mendegar setiap penuturannya.
" Bagaimana dengan nama Jepang atau Inggris? kita buat se-misterius mungkin. "
Ujar Sehun sambil menyilangkan tangan di dadanya. Kyungsoo yang namanya sedang di acak-acakpun hanya terpaku dengan mata bulatnya yang sedari tadi bergantian memandang siapa yang bicara. Mendengar penuuran Sehun, Kyungsoo tertarik ikut memikirkan nama dancefloornya, meski ia tak sepenuhnya yakin tentang apa yang ia pikirkan akan sekeren nama namja-namja yang ada di hadapannya. Ia berpikir, Jongin mempunyai nama dancefloor Kai, Sehun dengan Steve, Yixing dengan Lay, Jongdae dengan Chen, oke yang satu itu imut menurut Kyugsoo, dan yang terakhir Minseok dengan Xiumin, lalu apa yang pantas dan misterius dengannya.
" Nama Inggris ya? "
Semuanya menoleh pada sumber suara. Sosok itu kembali, mata Kyungsoo berbinar melihat siapa yang berucap, ia sempat putus asa, namun detik kemudian ia melihat orang itu tersenyum ke arahnya dan dua namja yang ada di sisinya. Sehun mengulum senyum lega, Yixing dan Chenjuga hanya mengangguk pelan.
" Namamu Do Kyungsoo kan? bagaimana kita ambil dari margamu, umm.. DO, D (di) point O. 'D.O', Dio? bagaimana? "
Kyungsoo mengangguk lucu sambil menahan tangisnya, mata bulat beningnya kembali di banjiri air mata. Sementara tiga namja lainnya hanya tersenyum lebar menanggapinya.
" Selamat datang Dio. "
Sosok itu merentangkan tanganya menyambut Kyungsoo. Dengan berlinang air mata, Kyungsoo membalas dengan memeluk erat sosok itu. Apa yang baru saja ia dengar, sosok itu adalah Xiumin yang baru saja menerima kehadirannya. Ketakutan Kyungsoo sirna ketika Xiumin memeluk tubuh mungilnya sambil mengusap surainya penuh sayang.
Tangis Kyungsoo makin pecah, semua yang ada di ruangan itu memahami perasaan Kyungsoo. Sehun terlihat sangat bahagia, begitu juga Yixing, mungkin mulai saat ini ia akan sibuk dengan latihan-latihan untuk membalas The Prunk, sedangkan Chen yang paling semangat dan ceria melihat dua namja yang saling berpelukan itu.
Sebahagia inikah rasanya di terima, tapi mengapa masih ada rasa sakit disini, rasanya sesak, perih. Detik kemudian ada pertanyaan yang sangat menyakitkan yang tercipta dari relung batinnya sendiri. Kyungsoo semakin memejamkan matanya, bergeleng pelan menyingkirkan pertanyaan-pertanyaan yang menyakitkan itu.
Xiumin merasakan namja yang di pelukannya makin terisak, dengan lembut ia membelai surai Kyungsoo sambil membisikan kata-kata yang menenangkan.
" Sstt, uljima Dio-ah, maafkan sikapku ya? "
" Tidak. T-Tidak.. ma-maafkan aku hyung.. "
Suasana hangat malam ini berlangsung lebih lama, setelah perkenalan dan tangis-menangis, semua mulai memikirkan apa konsep yang menarik untuk battle nanti, mereka mulai merancang kostum, latar dan juga musiknya.
Seperti yang Kyungsoo tangkap hari ini, Xiumin adalah seorang yang sangat terampil dalam masalah merancang kostum, sedangan Yixing sangat terampil di bidang mengaransemen maupun mengedit beberapa musik hingga terdengar sangat harmonis. Chen menyiapkan beberapa kamera mungil yang fungsinya merekam beberapa adegan battle dari sudut klub, Chen juga menyiapkan beberapa cat semprot yang beraneka warna mencolok, ternyata Chen juga jago dalam hal membuat graviti. Sedangkan Sehun, setelah Kai hengkang dan Luhan tiada, jadilah ia sendiri Main Dancer untuk The Beast, bukan berarti Yixing, Chen, dan Xiumin tidak bisa menari. Mereka semua ahli dalam meliuk-liukan badan, akan tetapi Sehunlah yang mengkoordinasikan koreografinya, tentunya saat ini bersama Kyungsoo.
Kyungsoo pun tak yakin akan posisinya dalam battle ini. Sungguh, di sini hanya ia yang tidak mengerti, ia sngat buta dalam hal seperti ini. Tapi instingnya mengatakan, biarkan Yixing dan Sehun yang menuntunnya. Kadang ia juga membayangkan Jongin juga ada di sini, bersama melewati semua tantangan dari lawan menari mereka.
Sebenarnya sudah sejak kejadian di rumah kediaman Xi, Kyungsoo jarang berkomunikasi dengan Jongin. Mungkin ini untuk meredam kecurigaan Jongin. Kyungsoo tidak ingin Jongin tahu dulu, ia ingin Jongin bisa menari lagi, bersama The Beast lagi. Ia sangat ingin Jongin bisa bersinar lagi seperti yang apa Luhan ceritakan. Kyungsoo ingin melihat Jongin tersenyum lagi, karena mungkin ia telah merasakan perasaan lain yang lebih kuat. Perasaan yang mati-matian ia redam agar tak jadi kenyataan. Kenyataan yang menurutnya tak harus ada, kenyataannya bahwa seorang Do Kyungsoo mencintai seorang Kim Jongin yang ia pikir masih milik Xi Luhan.
TBC
Author's note :
Apa ini terlalu pendek? Maafkan aku para reader, mungkin fanfic ini terlihat sangat membosankan ya? tapi aku berusaha sekeras mungkin untuk membuat fiksi ini lebih menarik.
maafkan juga untuk telat update :p , ada beberapa FF di kepalaku yang belum ter-realisasikan, dan itu menyakitkan. Terima kasih yang sudah menyempatkan waktunya untuk membaca ff abal ini :p , aku juga sempet terharu membaca beberapa review yang bikin aku semangat buat nulis lagi. Mungkin, sekitar beberapa Chapter dari AoTH ini, aku akan debut ff yang lain, ada TAORIS dan BaekYeol, diantara dua itu mana yang lebih menarik? mungkin para reader bisa memberi saran lewat review.
Terima kasih buat semua yang udah review, aku sayang kalian semua , maaf belum bisa bales satu-satu, tapi semua review aku baca kok, dan aku sangat tersanjung. kalian bisa hubungi aku lewat akun Twitter-ku /syananaa ,
At last, REVIEW LAGI YAAAAAA :D
*bow bareng Tao*
