Nah yang kesusahan bayangi armornya mreka pas bawa lagend Weapon Wolfie dah nemu fanartnya.

Tapi cman homin aja hehe yg lan blum nemu, bayangin aja warna bajunya dituker. Trus naga di bahu kiri ChangMin itu diganti kepala srigala warna tembaga oke

So lets read ^_^

.

.

.

Pagi yang amat tenang, YunHo tengah asik membaca catatan ChangMin sambil menyeduh kopinya. Ia tak terlalu memusingkan kegelisahan YooChun di belakangnya, sedari tadi YooChun terus membolak – balik majalah yang dibacanya tanpa ada niatan membaca.

"kak" panggil YooChun dijawab gumaman YunHo. "apa menurutmu kesunyian ini tidak terlalu mengerikan?" tanyanya.

YunHo terdiam. Diletakannya cangkir kopinya. "kau benar Chun, ke mana tiga mahluk brutal itu?" heran YunHo.

"hei JunSu tidak brutal!" seru YooChun kesal. "KyuHyun sih tadi pamit pergi belanja, kalau ChangMin sih mana aku tau" terang YooChun.

YunHo menghela nafas. "sudahlah, tidak apa – apa sesekali begini" gumamnya menenangkan YooChun.

YooChun menghela nafas. "akan kucoba" gumamnya kembali membaca majalahnya.

"JUNSU!"

Kedua pemuda itu terperanjat mendengar pekikan JaeJoong. Keduanya langsung berlari menuju kamar JaeSu. Manik keduanya membelalak melihat sebuah patung es berdiri kokoh di sudut kamar.

"JUNSU!" pekik YooChun langsung menubruk patung yang ternyata adalah JunSu. "JunSu JunSu JunSu JunSu" YooChun terus memutar – mutar patung JunSu.

"Chun hati – hati kalau pecah bisa gawat!" wanti YunHo membuat YooChun langsung meletakan JunSu ketempat semula. "bagaimana bisa Boo?" tanya YunHo.

"itu eum tadi JunSu kepanasan dan minta aku mendinginkannya dengan esku, tapi ada kecoa lewat aku kaget jadinya kekuatanku tidak terkontrol" jawab JaeJoong takut.

"Huee bagaimana ini kak!" raung YooChun.

"coba dengan apimu" jawab YUnHo.

"Jangan nanti JunSu meleleh. Panggil KyuHyun saja, aku yakin dia bisa membuat ramuannya" sela JaeJoong langsung diangguki YooChun.

*KyuHyun side*

KyuHyun mendengus kesal. Kedua tangannya penuh dengan belanjaan sementara mahluk di sebelahnya sama sekali tak mau membantu membawakannya. "Min berhentilah makan apel itu dan bantu aku!" seru KyuHyun kesal.

"belum habis Kyu" jawab ChangMin kembali menggigit apelnya.

KyuHyun mendengus. Bibir pinknya mencebik tak suka. "kapan habisnya kalau kau mengunyahnya sangat lama" decak KyuHyun. KyuHyun kembali mampir pada sebuah kios. Ia membeli beberapa daging segar, setelah membayarnya KyuHyun nampak kesusahan membawa semua barangnya sementara ChangMin hanya diam mengamati sambil memakan apelnya.

"lihat gadis itu, kasihan sekali ya pacarnya tidak mau membantunya" bisik seorang ibu mampu di dengar ChangMin.

"iya pacar macam apa itu" sahut ibu lainnya membuat ChangMin kesal, dalam hati ia terus berseru bahwa KyuHyun bukan pacarnya.

"padahal pemuda itu cukup kekar, harusnya membawa barang – barang seperti itu tak akan menyusahkannya" timpal ibu lainnya.

"ahahahaha mungkin dia lemah" canda ibu lainnya membuat ChangMin panas.

Si pedagang yang dekat dengan ibu – ibu itu mulai tertarik dengan pembicaraan mereka. "oh mereka? Mereka memang sering seperti itu, pemuda itu tak pernah mau membawakan belanjaan pacarnya" timpal si pedagang. ChangMin yang mendengarnya makin geram, ia menggigt kasar apelnya.

"ish aku sering melihat gadis itu, dia sangat manis dan perhatian coba saja ia tidak punya kekasih sudah pasti akan kukenalkan putraku padanya" timpal seorang ibu membuat emosi ChangMin memuncak.

Si pedagang tertawa renyah. "mungkin saja putramu termasuk salah satu dari puluhan pemuda yang menggilainya. Kalau tidak salah gadis itu namanya KyuHyun."

"eh KyuHyun? Jadi itu gadis yang sering digoda anakku" kaget ibu yang berbaju coklat.

Putus sudah urat sabar ChangMin, ia langsung menelan kunyahannya dan menatap perkumpulan ibu – ibu itu sengit. Ibu –ibu yang tadinya membicarakan ChangMin langsung berakting seolah mereka tengah tawar – menawar alot dengan si pedagang.

"sudah Kyu biar aku bawakan" ChangMin langsung mengambil semua belanjaan KyuHyun.

KYuHYun menatap ChangMin bingung. ChangMin membawa berkantung – kantung belanjaan itu tanpa kesusahan sama sekali. "Min" panggil KyuHyun.

"apa?" tanya ChangMin sewot. Ia masih kesal dengan gossip barusan.

"apa apel yang kuberikan tadi beracun?" tanya KyuHyun polos.

ChangMin mendecak kesal. "ini sudah semua, ayo pulang" ujarnya jengkel, ia menyadari ibu – ibu itu kembali membicarakannya.

"sudah—AKH!" KYuHyun memegangi kepalanya yang tiba – tiba berdenging.

"kyu!" seru ChangMin kawatir. Ia memindahkan semua belanjaan ke tangan kirinya dan mengusap surai eboni KyuHyun penuh sayang.

"ahaha tidak apa – apa, hanya telepati kak YooChun" jawab KyuHyun masih sedikit kesakitan.

ChangMin mendecak. "pasti kelebihan frekuensi lagi. Memang ada apa?" tanya ChangMin, tangannya masih setia mengusap surai KyuHyun.

"dia menyuruh cepat pulang, ada hal buruk sepertinya" jawab KyuHyun. KyuHyun melirik tangan ChangMin yang masih mengusap surainya.

ChangMin menyadari tatapan KyuHyun. "oh maaf" ia langsung menarik tanganya. "sudah ayo pulang" ChangMin langsung menarik tangan KyuHyun.

"mereka romantic dengan cara yang aneh" ujar ibu yang berbaju coklat tadi tak ayal membuat ChangMin tersenyum sementara KyuHyun tak mengerti mengapa ChangMin tiba – tiba tersenyum.

*skip at night*

"Kyu terimakasih untuk tadi ya" ujar YooChun lagi.

"sudahlah kak, tidak masalah kok" jawab KyuHyun. Ia memang berhasil mencairkan es yang membelenggu JunSu dengan ramuannya.

"makanya hati – hati" ChangMin memukul keras punggung JunSu. JunSU yang kesal balas memukul ChangMin membuat semua Lord itu tertawa.

KyuHyun hanya diam, ia mulai merasa tak nyaman di sini. Ia memutuskan untuk pergi dari meja makan. KyuHyun melangkahkan kakinya menuju halaman belakang. Ia memandang sendu pohon sakura yang tumbuh di belakang rumah, segera ia melompat ke salah satu dahan dan diam di sana sambil memandag bulan.

*KyuHyun pov*

Sekarang apa yang harus kulakukan? Para Lord telah berkumpul, mereka hampir sempurna kan? Lalu untuk apa aku di sini? Hanya menjadi penghalang bagi merka, aku tidak di perlukan lagi kan?

Gelak tawa kembali terdengar membuat hatiku sedikit ngilu. ChangMin, dia tidak membutuhkanku lagi kan? Kupandang sendu jendela kamarku dan ChangMin. Semenjak kehadiran JaeJoong aku dipaksa satu kamar dengan ChangMin karena mereka bilang tidak mau tidr satu kamar dengan mahluk mesum, padahal seharusnya aku tak boleh begini. Aku tak boleh jatuh cinta!

Aku harus pergi, jika terus seperti ini bukan hanya aku yang terluka, ia juga akan terluka! Keputusanku, inilah keputusanku selama ini dan aku harus menjalankannya. Aku beranjak turun dari pohon. Dengan perlahan aku memasuki kamarku. Kukemasi barang – barangku seperlunya.

Ckrek

Cepat cepat kusembunyikan tasku di bawah ranjang. "Min" kagetku, tumben dia selesai cepat. Biasanya dia yang paling betah berada di meja makan.

ChangMin menadang heran baju yang berada di pangkuanku. "mau pergi?" tanya ChangMin.

"hanya menata baju" jawabku seadanya. "kau sendiri?" tanyaku begitu melihatnya mengambil jaket kulitnya.

"mencari makanan, kau mau titip?" aku menggeleng pelan. "baiklah aku pergi" lanjutnya segera meninggalkanku sendirian. Segera kulanjutkan aksiku. Sengaja kutunggu beberapa saat agar yang lain tidak curiga. Kusembunyikan tas kecilku di balik jubahku.

Aku keluar dengan santai sampai JunSu tiba – tiba mencegatku. "mau ke mana Kyu?" tanya JunSu.

"mencari ChangMin" jawaban itu entah mengapa meluncur begitu saja dari bibirku.

"oh ya sudah" JunSu mempersilahkanku begitu saja. Begitu aku sampi di luar aku menengok kebelakang, memandang rumah penuh kenangan itu untuk terakhir kalinya. Maafkan aku semuanya.

*skip*

*normal pov*

KyuHyun terus berjalan tanpa peduli kakinya mulai terasa pegal. "huh harusnya aku membawa Blacky saja" dengus KyuHyun menendang – nendang krikil di jalan. Ia meruntuki tak mengajak Phoenix kesayanganya sekarang. "kalau ada Blacky pasti aku tidak akan capek begini huft. Lagipula kenapa aku tiba – tiba kabur sih? Astaga Cho!" KyuHyun menjambaki rambutnya sendiri gemas.

Grrr

"eh?" KyuHyun menoleh. Ia langsung memasang wajah ngeri melihat beberapa Black Soul memandangnya lapar. KyuHyun perlahan mundur sedikit dem sedikit. "Bodoh Kyu, kenapa kau malah pergi ke Black Forest" runtuk KyuHyun.

"k—kalian mau apa huh?" tanya KyuHyun dengan bodohnya. Para Black Soul itu semakin mendekatinya.

Grep

KyuHyun menatap horror Black Soul yang mencengkram kakinya. "GYAA!" pekik KyuHyun menginjak brutal wajah Black Soul itu menimbulkan raungan memekakkan.

Black Soul lain meraung marah mereka segera mencekal tangan dan kaki KYuHyun. KyuHyun terus meronta. "LEPASKAN AKU!" raung KyuHyun. 'sial mereka mengunci sihirku' umpat KyuHYun dalam hati. Para Black Soul itu menyeret KyuHyun entah ke mana.

*skip*

ChangMin diam mengamati sekitar. Dari tadi ia penasaran kemana perginya KyuHyun. "Min kau melihat KyuHyun?" tanya JaeJoong.

ChangMin menggeleng pelan. "tidak sama sekali" jawab CHangMin pelan.

YunHo diam memandangi gelagat CHangMin. "lebih baik kau cari dia Min" ujar YunHo.

ChangMin menatap YunHo heran. "haruskah saat hujan deras begini?" tanya ChangMin.

Buak

Jaejoong memukul ChangMin dengan pantat panci. "justru karena sedang badai kami menghawatirkan Kyu bodoh" sahut JunSu.

"dan tadi dia berpamitan ingin mencarimu tiang listrik bodoh" timpal jaeJoong.

'mencariku?' batin ChangMin. ChangMin menelisik sekitar. Kakak – kakaknya sudah menatapnya sangar. "iya – iya akan kucari" ujar ChangMin segera beranjak. Ia berusaha mencium bau KyuHyun. 'dasar bodoh, kau pikir cara ini bisa mengelabuhiku?' pikir ChangMin mencium berbagai bau dari parfum para Lord belasan kilometer dari sini. "pantas saja parfumku habis" gumam ChangMin.

*other side*

KyuHyun menangis keras. Ia terus meraung saat para Black Soul itu melucuti pakaiannya satu demi satu. "Jangan kumohon JANGAN!" pekik KyuHyun saat salah satu Black Soul menyingkap roknya. KyuHyun menutup matanya erat – erat. 'Lord, maafkan aku' doa KyuHyun dalam hati.

BLAR

Belasan Black Soul itu terbakar oleh api berwarna kehijauan. KyuHyun melihat api itu terbelalak. 'api neraka level tujuh, bagaimana bisa?' kaget KyuHyun dalam hati.

"mau diam saja sampai kapan?" bisik ChangMin halus.

"ChangMin!" kaget KyuHyun saat disadarinya ChangMin sudah berdiri di belakangnya. "sejak kapan—?"

"shut…. Pakai ini" ChangMin menyodorkan kain lenan halus berwarna keemasan. KyuHyun buru-buru menyambarnya. Dilitnya tubuhnya dengan kain itu.

"terima kasih" lirih KyuHyun.

CHangMin segera mendekap pinggang KyuHyun. "ayo pergi" bisik ChangMin rendah. KyuHYun mengangguk kecil. Kabut hitam menyelimuti mereka, dan merekapun menghilang.

ChangMin membawa KyuHyun ke sebuah rumah pohon. Ia mendudukan Kyuhyun di pinggir jendela. "MIN AKU TAKUT JATUH!" seru kyuHyun mendekap erat ChangMin sementara si pelaku hanya tersenyum tipis. Dieratkannya pelukanya pada pinggang KyuHyun. KyuHyun mulai menyamankan diri dalam pelukan ChangMin. "Min, carikan aku baju" rengek KyuHyun.

ChangMin menggeleng. Ia menarik kyuHyun hingga Kyuhyun duduk di pangkuannya. Dilesakannya wajahnya pada dada KyuHyun. "biarkan seperti ini Kyu" gumamnya. ChangMin menjilat dan menggigit lembut dada KyuHyun.

"Minh jangan!" KyuHyun berusaha menjauhkan wajah ChangMin dari dadanya. "Kyu" geraman rendah ChangMin dengan manik rubynya membuat KyuHyun terdiam. Seolah terhipnotis Dengan jemari bergetar ia membuka seluruh kancing kemeja ChangMin dan menanggalkan kemeja hitam ChangMin. ChangMin menempelkan dadanya dengan dada KyuHyun. Ia tertawa kecil merasakan betapa tegangnya tubuh KyuHyun karenanya. ChangMin melesakan wajah Kyuhyun di bahunya. "biarkan seperti ini sampai besok" bisik ChangMin.

KyuHyun hanya diam. Perlahan ia memejamkan matanya. "iya….. Tuan" ujarnya melirih.

*skip*

JunSu hanya diam menatap ke luar jendela. Sesekali ia menghela nafas gusar. "hujan ya" gumamnya melihat rintik – rintik air mulai membasahi bumi. JunSu tersentak saat YooChun tiba – tiba menyodorkan segelas coklat panas. "terimakasih" ujarnya sambil tersenyum.

"apa yang kau pikirkan?" tanya YooChun.

JunSu kembali menghela nafas. "kenapa mereka belum juga kembali?" tanya JunSu merenung.

YooChun tersenyum tipis. Ia ikut menatap jendela lalu menghela nafas pelan. "ChangMin orang yang sangat keras kepala. Ia tak akan peduli dengan omongan orang lain. Yah dan dia sangat ambisius" ujar YooChun menerawang.

JunSu menatap YooChun sambil tersenyum. Ia mengiyakan semua perkataan YooChun barusan. "tapi, walaupun ChangMin terlihat ceria sebenarnya dia yang paling menderita" ujar YooChun melirih.

"apa maksudmu?" tanya JunSu heran.

YooChun menghela nafas panjang. "ChangMin tak pernah mempercayai cinta" jawab YooChun membuat JunSu menyerit heran. "aku dan YunHo ditemukan oleh ayah saat kami bayi, jadi kami seperti merasakan kasih sayang orang tua kandung kami. Tapi tidak dengan ChangMin, ia ditemukan saat umurnya lima tahun. Ia mendapat penyiksaan mengerikan dari orang tuanya"

YooChun kembali menghela nafas. "ayahnya meninggalkan ibunya saat berumur dua tahun dan itu membuat ibunya jadi gila, itulah awal ChangMin tak mempercayai cinta antar pasangan. Semenjak ibunya menjadi gila ChangMin sering dipukuli dan disiksa, semenjak itu ia tak mempercayai cinta orang tua. Berbeda dengan kami yang baru menguasai Legend Weapons pada umur belasan ia sudah menguasai Eragon pada umur empat tahun. Saat ibunya memukulnya dengan kursi ChangMin berubah menjadi Black Wolf dan menyerang seisi kota. Sejak kejadian itu ibunya menghilang dan seluruh kota membenci bahkan menyiksanya" ujar YooChun panjang lebar. Ia begitu emosi tiap mengingat masa lalu adiknya.

JunSu membekap mulutnya sendiri. Ia tak percaya dengan apa yang di ceritakan YooChun. "tapi dia tidak pernah cerita kalau ia memiliki orang tua" ujar JunSu.

"ia menghapusnya. Ia menghapus memorinya sendiri. Meskipun ia menghapus seluruh memori hidupnya selama lima tahun, tidak semuanya hilang. Sampai sekarang ia tak pernah nyaman berada di tengah kerumunan, ia selalu ingin menghabisi kerumunan itu. Aku ingat saat umurku tujuh tahun, pertama kalinya bertemu dengannya ia sangat mengerikan, seluruh tubuhnya penuh dengan luka lebam dan sayat karena amukan warga. Bahkan di depan mataku aku melihatnya berubah menjadi Black Wolf dan menyerang ayah….Tapi itu tidak lebih mengerikan" YooChun menatap lekat cangkir di hadapannya. Jemarinya mengepal erat menahan semua emosinya.

JunSu meremas erat tangan YooChun. YooChun menghela nafas. "matanya tak pernah menyiratkan emosi apapun. Datar dan tajam seperti mata tombak. YunHo begitu menyayanginya karena ChangMin pernah menyelamatkannya dari serangan beruang. Saat YunHo terbangun beruang itu sudah tidak berwujud, hanya cacahan daging di sana – sini. Kami mencoba mendekati ChangMin perlahan dan ia selalu menolak melakukan kontak fisik dengan kami, sampai ia tiba – tiba koma selama tiga hari, saat ia terbangun ia tak mengingat semuanya. Ia menghapus semuanya sendiri dan memulai semuanya dari nol" ujar YooChun. Ia menghela nafas mengingat semua kenangan pahit ChangMin.

Tanpa JunSu sadari ia telah menangis mendengar semua cerita YooChun. "dia mungkin terlihat menyebalkan, tapi itu caranya untuk mendapat perhatian. Dia mungkin memukulmu, tapi sebenarnya itu cara untuk mengungkapkan kekawathirannya" ujar YooChun sambil tersenyum pada langit mendung. "kupikir saat ia bertemu KyuHyun ia sudah menemukan pawangnya. Tapi ternyata masih sama saja" gumam YooChun. "ia mungkin tak tau bagaimana cara memperlakukan wanita, tapi sebenarnya hatinya tulus untuk kita" lanjut YooChun sambil tersenyum.

JunSu menyeka air matanya. "aku mengerti" ujarnya sambil tersenyum.

*skip at morning*

JunSu dan YunHo uring – uringan menyadari ChangKyu tak kunjung kembali, sementara mate mereka dengan santainya menyeduh teh hangat tanpa peduli gumaman tak jelas mate mereka.

"oi Chun, boleh aku bertanya?' tanya JaeJoong meletakan cangkir tehnya.

YooChun hanya melirik JaeJoong sekilas. "apa?" tanyanya santai. JaeJoong terlihat ragu untuk menanyakanya. "sudah tanyakan saja" lanjut YooChun kembali menyesap tehnya.

"umm" JaeJoong menggigit bibirnya ragu. "mate kita masih normal kan?"

Brussst

YooChun menyemburkan tehnya hingga mengenai JunSu. "UWAHHH PANASS!" pekik JunSu dengan suara lumba – lumba khasnya. JaeJoong buru – buru menggunakan airnya untuk mendinginkan JunSu.

JunSu menatap YooChun garang sementara yang ditatap hanya menunjukan cengiran memaksa. "CHUN AKU BASAH KUYUP TAU!" raung JunSu. JunSu mengibas – ibaskan tubuh rusanya. Ia menyeruduk YooChun membuat YooChun meringis kesakitan.

"maaf Su, aku hanya terlalu kaget" alibi YooChun.

JunSu kembali berubah menjadi wujud manusianya. "memang kenapa?" tanya JunSu.

YooChun tersenyum lebar membuat JunSu ngeri. "AKHIRNYA YUNHO PUNYA MATE!" seru YooChun menggelegar.

"YANG BENAR SAJA!?" ChangKyu yang baru saja datang langsung menjerit terutama ChangMin yang syok berat. "SIAPA MATENYA!?" tanya ChangMin berteriak.

YooChun langsung menunjuk JaeJoong sementara yang ditunjuk hanya tersenyum malu. ChangMin langsung menubruk JaeJoong dan memeluknya erat. "AKHIRNYA AKU BEBAS!" seru ChangMin bahagia.

YunHo memandang sebal betapa bahagianya ChangMin, apalagi sekarang ChangMin tengah menjabat tangan JaeJoong penuh semangat sambil berucap 'terimakasih sudah membebaskanku dari beruang possesive' berulang kali.

YunHo langsung menjewer telinga ChangMin. "oh jadi itu ucapan terimakasihmu untuk semua ini?" tanya YunHo sakrastik.

"kak ampun" ChangMin langsung melepaskan diri. "sudah sana cium mate barumu" ChangMin dengan santainya mendorong YunHo ke arah JaeJoong. JaeJoong yang tak siap berpegangan pada YooChun dan malah membuat YooChun terpeleset, YooChun meluncur begitu saja hingga menubruk JunSu, KyuHyun yang niatnya menghindar kakinya malah terkantuk meja dan terhuyung pada ChangMin.

"oh tidak" gumam ChangMin ngeri melihat KyuHyun jatuh kearahnya.

BRUK

Ketiga pemuda itu memejamkan matanya erat. Perlahan mereka membuka matanya, mata mereka langsung membola melihat apa yang membenamkan wajah mereka. 'kenapa harus mendarat di sini?' runtuk ChangMin dalam hati.

'oh tidak aku tidak siap!' runtuk YunHo dalam hati.

'pucuk dicinta ulampun tiba kekekeke' kekeh YooChun dalam hati.

Sementara para gadis itu masih meloading kejadian barusan selama beberapa detik sebelum wajah mereka mulai illfeel satu persatu. 'oh Tuhan selamatkan telingaku dari mereka' batin ketiga pemuda itu.

"HYAAAA MESSUUUMMM!" teriak ketiga gadis itu besamaan, mereka langsung meloncat menjauh sambil menyilangkan tangan di depan dada.

YunHo menggeleng – gelengkan kepala mereka untuk mengumpulkan nyawanya yang bececeran. ChangMin mengorek – orek telinganya sementara YooChun sudah terkapar karena teriakan melengkin JunSu. "mereka memang hobi mengatai kita mesum" gumam ChangMin.

*skip other side*

Pria jangkung itu mengetuk pintu besar di depannya pelan. Begitu terdengar seruan mempersilahkan ia langsung masuk ke dalam. Ia masih diam menunggu pria lain yang tengah mengerjakan sesuatu di mejanya.

Pria itu meletakan penanya. "ada kabar apa hum?" tanyanya sambil menyeringai.

"para Lord telah berkumpul tuan" jawabnya tanpa ekspresi berarti.

Pria itu tertawa kencang. "kerjamu memang bagus, Siwon segeralah bergerak" perintahnya. "segera cari kuncinya maka kita akan bebas!" seru pria itu menggelegar.

SiWon hanya diam dan memandang ke bawah. "baik Tuan" jawabnya hendak beranjak namun terhenti oleh panggilan sang Tuan. "ada apa Tuan?" tanya SiWon.

"siapapun yang membawa kuncinya, kita akan menghabisinya" ucap si Tuan.

SiWon sedikit kaget mendengarnya namun akhirnya tetap mengangguk. "saya mengerti" jawabnya.

"kau boleh pergi" ucap sang Tuan. SiWon langsung beranjak dari sana. Begitu di luar ia segera menyuruh anak buahnya untuk mempersiapkan segalanya. SiWon berjalan menuju ruangannya. Ia menghela nafas pelan. Dibukanya laci mejanya dan mengeluarkan sebuah buku usang berwarna hitam dengan tulisan 'Shim' dengan tinta tembaga.

Diusapnya lembut buku itu untuk menyingkirkan debu yang menempel. "berapa lama aku tak membukanya?" gumamnya lirih. Ia membuka lembar demi lembar, sesekali ia tersenyum melihat coretan abstrak khas bocah di sana. Manik merah darahnya terhenti pada sebuah halaman, halaman terakhir sebelum halaman lainnya penuh dengan sobekan dan hangus terbakar. SiWon menghela nafas, maniknya berembun melihat gambar seorang ayah yang tengah menggandeng putranya, sayangnya gambar sang putra tersobek hingga hanya meninggalkan separuh saja.

SiWon mengusap gambar anak dengan inisial M diatasnya. SiWon mendekap buku itu erat. "di mana kau sekarang nak?" gumamnya lirih.

*Lords side*

"jadi ada yang sudah memikirkannya?" tanya YooChun.

Semuanya menggeleng. "aku bahkan belum menemukan petunjuk apapun" jawab YunHo.

"kalian mengajak kami tapi tidak tau tujuanya?" tanya JunSu tak percaya.

Ketiga pemuda itu hanya menunduk takut melihat aura mengerikan dari balik kedua gadis itu. "astaga aku mau – mau saja ikut dengan mahluk aneh semacam kalian!" seru jaeJoong kesal.

Kedua gadis itu terus berdumel tak jelas tanpa peduli para pemuda itu tengah menatap mereka jengah. "Kyu kau yang pertama bergabung kan? Kenapa kau mau saja!" tanya JaeJoong kesal.

"eum, sebenarnya aku yang memaksa bergabung" jawab KyuHyun sambil menunduk.

"astaga!" JaeSu langsung menepuk dahi mereka bersamaan. "memang kenapa Kyu?" tanya JunSu.

KyuHyun menunduk malu. "sudah menjadi keharusan bagi para gadis penyihir yang kehilangan cadarnya" jawab KyuHyun.

Shing

Hening seketika diantara para gadis itu. Kedua gadis itu menatap bergilir para pemuda di sekitar mereka. 'tidak mungkin si jidat itu, dia sudah punya bebek montok' pikir JaeJoong sambil melihat YooChun dari atas sampai bawah.

'tidak mungkin beruang possessive itu, dia sudah punya ular berbisa' pikir JunSu sambil menatap YunHo datar.

Kedua gadis itu mengalihkan pandangannya pada pemuda terakhir yang tersisa. Keduanya menatap horror ChangMin yang masih saja asik memakan sebuah sandwich. ChangMin yang tersadar ditatap sedemikian mengerikan oleh kedua gadis itu langsung menghentikan makannya. "ngapain liat – liat, bikin sendiri sana!" ChangMin langsung memunggungi kedua gadis itu dan kembali memakan sandwichnya.

Kedua gadis itu saling berpandangan dengan tatapan illfeel mereka. "Cho KyuHyun bagaimana kau mau dengan tiang listrik penggila makanan seperti dia!?" tanya JaeSu sambil menunjuk ChangMin.

KyuHyun hanya mendesah lelah. "dia yang membuka cadarku, dialah tuanku" jawab KyuHyun santai.

"ASTAGA DUNIA INI MENGERIKAN!" pekik JaeSu.

2U hanya menghela nafas mendengar pekikan mate mereka. "sebenarnya seburuk apa ChangMin di mata mereka?" tanya YunHo.

"mana aku tau, aku juga tidak mau tau" jawab YooChun tak peduli.

ChangMin cuek – cuek saja, ia tetap makan dengan tenang tanpa peduli JaeSu tengah menceramahi KyuHyun. "ukh!" ChangMin memegangi dadanya yang tiba- tiba berdenyut sakit. ChangMin berusaha menjangkau gelas namun malah menjatuhkannya.

"Min ada apa?" tanya YooChun kawathir.

ChangMin tak menjawab, nafasnya terenggah – enggah, wajahnya pucat pasi dan keringat dingin keluar dari pelipisnya. "ergh!" ChangMin meremas dadanya yang terasa sesak. Nafasnya makin cepat memburu, pandangannya mulai memburam. di ambang kesadarannya ia melihat siluet seorang bocah tengah menangis. 'siapa itu?' batinnya bingung. 'siapa aku ini?' Siluet itu perlahan pudar seiring dengan hilangnya kesadarannya.

"CHANGMIN!"

*ChangMin pov*

Ini di mana? Kenapa semuanya berkabut? Aku terus melangkahkan kakiku tanpa tau di mana ini akan berakhir. Kuhentikan langkahku saat tiba- tiba sebuah castle megah berdiri di hadapanku, castle itu dijaga oleh puluhan iblis bertunggangkan Naga. Kakiku kembali berjalan memasuki castle itu. Iblis – iblis di sini seolah tak melihatku.

"di mana Tuan?" salah iblis bertanya pada rekannya membuatku penasaran juga.

Iblis lain menggelengkan kepalanya. "mungkin bersama nyonya, nyonya terlihat murung sedari tadi" jawab iblis lain.

"bagimana nyonya tidak murung, sepertinya Tuan tidak menginginkan bayi yang dikandung nyonya" ucapan iblis itu membuatku tertohok, bagaimana mungkin seorang ayah tak menginginkan calon anaknya?

Kulangkahkan kakiku kembali menyusuri seisi castle. "BERHENTILAH MEMOHON GUIXIAN!" seruan itu menghentikan langkahku, entah kenapa rasa penasaranku begitu kuat untuk mengintip apa yang terjadi di balik pintu besar itu. Pelan – pelan aku membuka pintu itu dan mengintipnya.

Kulihat seorang wanita tengah bersimpuh di kaki seseorang, sepertinya ia seorang ratu melihat berbagai perhiasan yang melekat di tubuhnya. Wanita itu terus menangis sambil merancau. "Kumohon suamiku, jangan membunuhnya" mohon wanita itu.

Pria itu langsung berdiri dari singgasananya. "AKU TIDAK MAU ANAK ITU LAHIR GUIXIAN!" seru pria itu membuat wanita cantik itu berjengit kaget.

"KALAU KAU TIDAK MEMPUNYAI ANAK LALU SIAPA PENERUS KERAJAAN INI!?" GuiXian balas berteriak. Ia segera berdiri dari simpuhnya, tunggu aku mengenalinya! Bukankah itu… KYU!?

Manikku makin memincing mengamati wanita mirip KyuHyun itu. "AKU TIDAK PEDULI DENGAN PENERUS! YANG JELAS ANAK INI TIDAK BOLEH ADA!" seru pria dengan manik merah menyala. Aku tak bisa melihat wajah pria itu karena bayangan melingkupinya, aku hanya bisa melihat manik merahnya yang bersinar terang.

GuiXian mendekap erat perutnya. "DIA DARAHMU SENDIRI!" seru GuiXian kembali berderai air mata. Pria itu memalingkan wajahnya, enggan melihat sungai air mata pada pipi pucat istrinya. "kalau begitu ini permohonan terakhirku" ujar GuiXian membuat pria itu kembali menatapnya.

"kau begitu tidak menginginkannya kan?" tanyanya menyeringai. "bunuh aku bersamanya, bersama ANAKKU!" seru GuiXian di akhir ucapannya.

Aku mendelik kaget mendengar ucapan GuiXian, yang benar saja, sebegitu bencikahnya suaminya pada calon anaknya? "apa yang kau tunggu? Cepat selesaikan!" teriak GuiXian penuh pilu.

Pria itu menghela nafas. "baiklah, akan kukabulkan. Istriku" jawabnya merentangkan tangannya.

Manikku membola. Tidak mungkin.

*end ChangMin pov*

*normal pov*

ChangMin langsung terbangun dari pingsannya. Nafasnya terenggah – enggah dan maniknya sudah berubah menjadi ruby. Semua orang menatapnya kawathir tak terkecuali KyuHyun. ChangMin menyerit melihat cara KyuHyun menatapnya.

"Min" KyuHyun hendak menyentuh kening ChangMin namun langsung ditepis oleh sang empunya. KyuHyun langsung menarik tanganya. Ia memilih melihat kesamping, begitupula ChangMin.

"bisa tinggalkan aku sendiri? Kepalaku pening sekali" ujar ChangMin.

Semuanya saling berpandangan kecuali KyuHyun yang tetap menunduk. "baiklah, jika butuh sesuatu panggil kami" jawab YooChun, semuanya langsung ke luar satu persatu hingga menyisakan KyuHyun.

KyuHyun hanya diam memandang ChangMin yang bahkan tak mau balik menatapnya. "Tuan, aku ke luar" ujarnya sebelum pergi.

ChangMin hanya diam memandang punggung KyuHyun yang perlahan menghilang. "GuiXian…. KyuHyun" gumamnya lirih.

Semenjak kejadian itu ChangKyu saling menjauh, tak ada lagi kolaborasi menjahili atau pertengkaran tidak bermutu mereka. KyuHyun akan sangat patuh pada ChangMin dan ChangMin pun tak terlalu memperhatikan KyuHyun lagi.

Seperti saat ini ChangMin tengah menyeduh kopinya di meja makan sementara KyuHyun tengah menyapu. KyuHyun berhenti menyapu saat hanya meja makan yang belum disapunya "Tuan" lirih KyuHyun. Tanpa berucap apapun ChangMin langsung beranjak tanpa mengucapkan apapun sementara KyuHyun hanya diam menunduk.

Kejadian barusan tak luput dari pengamatan YunJae. "kesunyian ini mengerikan" gumam JaeJoong.

"kau benar Boo" sahut YunHo.

"JAEJOONGIE!" pekik JunSu tiba – tiba membuat semua menoleh. "lihat apa yang kubelikan untukmu dan Kyu!" JUnSu dengan santainya merentangkan sebuah lingerie dihapadan semua orang.

"astaga Suie!" JaeJoong langsung menarik JunSu ke dalam kamar. "Kyu ayo ke sini!" ajak JaeJoong dengan senyuman maut.

"aku akan mati" gumam KyuHyun ngeri.

2U saling bertatapan "ini akan menyenangkan" gumam mereka senang sementara ChangMin menatap tajam pintu kamar YunJae. Semenjak ChangMin pingsan ia menolak untuk satu kamar dengan KyuHyun sehingga KyuHyun harus satu kamar dengan JunSu.

*skip*

"apa – apaan ini semua! aku malu!" seru KyuHyun sambil menutup wajahnya. Lingerie yang dikenakan berwarna hitam dengan ornament biru tua, lingerie itu hampir memperlihatkan seluruh dadanya, bagian perutnya hanya ditutupi kain tipis berwarna biru muda, rok mini berbentuk seperti kelopak mawar sepaha dengan sambungan kain tipis berwarna biru muda se lutut, hampir seluruh punggungnya terekspos, punggungnya dihias dengan ornament tali tipis menyilang hingga ke dada berwarna hitam.

JaeSu tertawa nista, mereka melepas kucir rambut KyuHyun membuat surai eboni berombak itu jatuh dengan mulus di bahu pucat KyuHyun. "nah saatnya makeover~" ujar JaeSu bersamaan. Mereka langsung mengikat KyuHyun di kursi. JaeJoong mengurus wajah KyuHyun sementara JunSu rambutnya.

Beberapa menit berlalu dan KyuHyun masih belum berani membuka matanya. "oy bukalah matamu, tidak separah yang kau pikirkan kok" ujar JunSu jengah.

KyuHyun perlahan membuka matanya, ia membelalakan matanya tak percaya. "I – itu aku?" tanyanya tak percaya. Ia tak percaya melihat betapa cantiknya ia. Pipi pucatnya dipoles bush on pink, kelopak matanya diberi ayes shadow biru bergradasi. "kami tak perlu memoles bibirmu, seperti itu saja sudah bagus" lanjut JaeJoong.

"cantiknya" gumam KyuHyun.

"baiklah saatnya memamerkan hasil karya~!" JunSu langsung mendorong KyuHyun keluar.

"wow" para pemuda itu berdecak kagum melihat penampilan KyuHyun yang begitu sexy. Terlebih ChangMin, meskipun ia tak ikut berdecak heboh seperti kedua saudaranya tapi manik peraknya langsung berubah menjadi ruby dan bersinar begitu terang.

*skip*

ChangMin membuntuti KyuHyun ke kamarnya. KyuHyun begitu bodoh untuk sekedar menutup pintu, padahal seekor hewan buas tengah mengintainya. KyuHyun menghela nafas saat ia selesai menghapus make up nya. "saatnya melepas ini. Eh tapi bagaimana cara melepasnya?" KyuHyun terus berusaha menjangkau resleting di punggungnya.

"mau kubantu?" KyuHyun berjengit kaget mendengar suara tenor di belakangnya. "Chang – hemppt" ChangMin mencium KyuHyun brutal, tangannya tak berhenti meremas bongkahan kenyal di dada KyuHyun.

"Min lepa—Ahh!" seluruh tubuh KyuHyun bergetar saat ChangMin tiba – tiba meremas bokongnya. KyuHyun berusaha mendorong ChangMin namun tenaganya kalah kuat.

KyuHyun terjatuh saat maniknya bertemu pandang dengan manik ruby ChangMin. KyuHyun seolah melihat kekelaman yang begitu pekat di sana. ChangMin langsung menubruk KyuHyun, mengigiti brutal leher dan dada KyuHyun. KyuHyun mulai menangis ketakutan ia terus berteriak minta tolong.

BRAK

"KYU—ASTAGA MIN!" YunHo langsung berusaha memisahkan ChangKyu. namun tubuhnya kaku seketika melihat telinga dan ekor srigala ChangMin perlahan berubah menjadi hitam.

"Tolong akh!" KyuHyun menjerit saat kuku tajam ChangMin menggores bahunya. ChangMin tak peduli dengan jeritan pilu KyuHyun, ia tetap menyerang KyuHyun dengan beringas.

Blar

JunSu menembak ChangMin dengan Orchid, ChangMin hendak menyerang JunSu namun tiba – tiba tubuhnya melemas. 2U segera membawa ChangMin keluar sementara JaeSu menenagkan KyuHyun yang masih syok.

*skip*

Setengah ja berlalu sejak insiden penyerangan ChangMin, KyuHyun sudah tenang sementara ChangMin masih diintriogasi oleh kedua kakaknya. Ketiga gadis itu tengah membereskan sisa makan malam mereka, walau sebenarnya yang bekerja hanya JaeKyu.

JunSu hanya memutar – mutar badannya tak tentu arah di sofa, ia berteriak kesal saat ia kalah memainkan game. JunSu mendengus kesal, ia membalikan tubuhnya dan menatap JaeSu Bergantian. Ia tersenyum nakal melihat lenggak – lenggok KyuHyun. "kau tidak ingin mencari pacar Kyu?' tanya JunSU.

KyuHyun yang sedang mengelap piring menatap JunSu heran. "pacar? Untuk apa?" tanya KyuHyun balik.

"yah, Junsu ada benarnya juga. Kau itu manis Kyu, carilah pacar" timpal jaeJoong.

KyuHyun menunduk. "aku tidak bisa" lirih KyuHyun.

JunSu membuang nafasnya kasar. "apa karena tiang listrik itu? Ayolah dia hanya mempermainkanmu Kyu!" seru JunSu mulai kesal. KyuHyun diam membeku. Entah kenapa hatinya terasa sakit mendengar ucapan JunSu. "jika dia serius denganmu harusnya dia sudah menandaimu dari dulu – dulu" lanjut JunSu.

JaeJoong tersentak mendengar ucapan JunSu yang cukup kasar. "Su cukup!" seru JaeJoong meninggi. "Kyu masuklah ke kamarmu" ujar JaeJoong lembut. KyuHyun langsung masuk ke kamarnya tanpa diperintah dua kali.

JaeJoong menatap JunSu tajam. "Su kau sudah kelewatan" ujar JaeJoong kesal.

JunSu membalikan tubuhnya. Dihempaskannya tubuhnya di sofa. "aku hanya kasihan padanya Jae, dia tidak seberuntung kita" ujar JunSu diakhiri helaan nafas.

JaeJoong menyerit. "apa maksudmu?" tanya JaeJoong menghampiri JunSu.

"aku tau dia mencintai ChangMin" ucapan JunSu menghentikan nafas JaeJoong. JaeJoong tercekat, jelas ia amat kaget mendengar sesuatu yang selama ini ingin ia ketahui. "tapi tadi saja tiang itu hampir memperkosa Kyu, hish dasar" dumel JunSu.

*Men side*

ChangMin membanting tubuhnya di kasur mendengar cercaan yang terus ke luar dari mulut kedua kakaknya. Sungguh tadi ia amat tak mengerti dengan dirinya sendiri. Otaknya tiba – tiba terasa kosong dan malah menuntunya mencicipi bibir pink KyuHyun.

"Min sebenarnya apa arti Kyu bagimu?" entah berapa kali YooChun sudah menanyakan hal yang sama dan belum di jawab ChangMin sedari tadi.

"Haish diamlah aku sendiri juga tak mengerti!" seru ChangMin menatap YooChun sangar.

Deg

2U kaget mendapat tatapan seperti itu dari ChangMin. "kalau kau tidak mengerti lalu kenapa kau tiba – tiba menciumnya sebrutal itu? Bahkan kau hampir memperkosanya Min!" ujar YunHo.

"entahlah aku merasa kosong dan melihatnya membuat nafsuku tiba – tiba bangun" jawab ChangMin.

2U saling berpandangan. YunHo akan memakluminya jika itu dia atau YooChun yang kehilangan kendali, tapi ChangMin memiliki pengendalian diri yang sangat kuat setaunya.

"mungkin itu artinya dia mate mu" ujar YooChun memberikan pendapatnya.

ChangMin terdiam lama namun kemudian ia terkekeh. "dia hanya pelayanku, budakku" ujar ChangMin dengan seringaian membuat kedua kakaknya terdiam.

"jika dia budakmu seharusnya kau tidak menyentuhnya" ujar YunHo.

ChangMin mendecak remeh. "aku tau, seharusnya aku merasa jijik menyentuh seorang budak. Tapi kalau…." CHangMin menjeda kalimatnya membuat kedua kakaknya menanti - nanti apa yang akan diucapkannya. "kalau itu budak sex aku tak akan jijik" lanjut ChangMin dengan seringai mematikan membuat kedua kakaknya mundur selangkah.

'apa – apaan aura ini?' batin YunHo.

'apa ini benar – benar adikku, Shim ChangMin?' bathin YooChun.

Aura ChangMin begitu pekat menyelimuti ruangan itu selama beberapa saat sebelum tiba – tiba menghilang dengan keadaan ChangMin menatap kosong pada jendela.

YunHo ikut menatap jendela yang terbuka itu lalu kembali menatap ChangMin. 'sebenarnya apa yang kau sembunyikan Min' batin YunHo melihat kini CHangMin nampak mengigit bibirnya ragu.

-TBC-

Ini capter terpanjang yang aku tulis kekee hampir 5k wakakaka

Sudah jelaskan kalau masa lalu ChangMin, makanya dulu pas ktemu KiBum dia ngga ada memori sama sekali.

ChangMin trauma sama yang namanya cinta, makanya dia terkesan ngga peduli

Chap depan semuanya bakal terkuak