Author : *menghela napas panjang*

Giotto : Kenapa Author? Cape? Mau si G pijitin ga? Mungkin kalau untuk Author dia bakal lebih minat mijitnya.

G : Bah, udah aku bilang, aku gak ada cita-cita jadi tukang pijit.

Author : Bukan itu Giotto-san... author cuma rindu buat cerita angst/tragedy... masalahnya bikin cerita angst/tragedy tuh author gak cukup skill buat ngebikinnya di bahasa Inggris, makanya author nungguin beta reader, tapi asli lama aja itu beta reader...

Giotto : *ngelus-ngelus kepala author* Sabar ya author, untuk sementara ini buat cerita humor aja dulu, ok?

G : Lagipula bukannya author itu bakat alami jadi pelawak?

Author : Heh, gak sopan. Author pengen buat cerita angst/tragedy nih sebelum skillnya karatan... lagipula author bingung gimana caranya namatin ini cerita.

Giotto : Gak usah ada tamatnya aja, bagus kan?

Author : *swt* Buset... mau berapa ratus chapter ini?


Midori tamabiku, namimori no~~

Speaker sekolah menggantikan bel sekolah, "Murid-murid sekalian, diharapkan untuk berkumpul di ruang aula untuk menyaksikan pertunjukan yang akan diadakan oleh guru-guru."

.

.

"Dimana Ren dan Yoru?" Mai membantu Suuge menghapus make up di mukanya...dan ini Mai yang kita bicarakan, percaya gak percaya, dia nahan kepala Suuge di salah satu tangannya, dan pakai lap basah menggosok-gosok muka Suuge dengan kasar seperti dia lagi cuci piring.

Suuge mati-matian ngelepasin tangan Mai dari kepalanya, "WOI! Emang muka gue piring apa!"

Eva kebalikan dari Mai, dia dengan lembut ngelepasin wig dari kepala Tsuna dan Gokudera dan membantu mereka membersihkan make up yang tidak bisa dibersihkan hanya dengan cuci muka, "Ren dipanggil sama Giotto-sensei. Yoru...gak tau."

"Setan satu itu... pergi kemana dia?" Mai menghela napas panjang, "Ya sudahlah, setelah beres-beres mereka, ayo cepet ke ruang kebaktian."

"EXTREEEMMMEEE!" Mai dan Eva noleh ke arah WC cowok, dimana Ryohei masih berkutat di wastafel sambil ngecipratin air ke mukanya, gosok-gosok pakai handuk, lihat ke cermin, balik lagi cuci muka, gosok lagi pakai handuk, liat lagi di cermin...dan terus berulang karena make up dia gak bisa bersih-bersih.

"KEPALA RUMPUT! LOE NGEBIKIN WCNYA BECEK SEMUA NIH!" Gokudera teriak geram, benar saja, lantai WC sudah digenangi air, dan dinding WC juga terkena cipratan air dari wastafel.

Mai langsung angkat tangan, "Gue gak mau beresin itu kekacauan."

.

.

.

"Yoru-chan?" Mukuro bolak-balik mencari teman karibnya itu, semua sudut kelas dan WC sudah dia cari, tapi belum menemukan jejak-jejak keberadaan temannya itu.

Hibari menggeram kesal melihat Mukuro, "Nanas... apa yang sedang kau lakukan?"

"Mencari Yoru-chan lah, apa lagi?" Mukuro berkata dengan nada seolah apa yang Hibari tanyakan itu sangat bodoh, sebelum melanjutkan pencariannya.

Hibari sudah gatal tangan pengen narik tonfanya, sayang tonfanya disita sama Yoru pas mereka lagi ganti baju, "Nanas... memangnya Yoru ada di bawah pot tanaman? Memangnya dia ada di WC cowok? Memangnya dia digantung dari atap?"

Mukuro menaruh pot tanaman yang tadi dia angkat, "Kita membicarakan Yoru-chan, Kyoya. Aku percaya dia bisa ada dimana saja yang dia inginkan~"

Hibari menggerutu, "Dia itu manusia biasa, nanas. Jangan samakan dia dengan setan sepertimu."

Mukuro cemberut, "Oya...tidak sopan, Kyoya...aku ini bukan setan." dia melengos, "Lagipula kalau kau hanya merengek terus, kenapa kau menemaniku coba?"

Hibari mengerutkan dahinya, "Aku tidak merengek, nanas. Kau yang dari tadi merengek memanggil-manggil Yoru seperti nanas kehilangan akarnya." Hibari berjalan menjauhi Mukuro, "Aku juga ada urusan sama Yoru. Foto yang tadi dia kasih kurang satu."

"Foto nista itu?" Mukuro tertawa mengingat foto tersebut, "Oya, kau sangat manis loh, Kyoya~ memakai baju ma-" sebelum ia melanjutkan perkataannya, tangan Hibari menutup mulutnya dengan cepat, memotong kata-katanya.

"Jangan sebar aib orang, Mukuro." Hibari mendekatkan wajahnya ke Mukuro, bermaksud mengintimidasi... sayangnya Mukuro gak mempan pake cara itu, "Atau... kami korosu."

Mukuro dengan tenang melepaskan tangan Hibari dari mulutnya, "Oya? Itu ancaman, atau ajakan? Kufufufu~"

Hibari membalas senyuman Mukuro, "Menurutmu?" Hibari bermaksud melanjutkan apa yang tadi terpotong, sayangnya...

"ANJ***! MY EYES ARE CORRUPTED!" Mukuro dan Hibari melihat ke arah Suuge, Mai, dan Oba yang entah sejak kapan ada disana. Sepertinya barusan karena Suuge melihat mereka berdekatan seperti itu saja sudah teriak-teriak kayak roknya kebakaran.

"SUUGE BEGO! Kenapa loe teriak! Kalo mereka ngelanjutin kan bagus, kalo berhasil gue foto, bisa gue jual ke Yoru..." Mai menyayangkan kesempatan emas tersebut, dan menyimpan kembali HPnya.

Oba terlihat gak berminat, "Oi, dari tadi kami mencari kalian berdua. Lihat Yoru gak?"

"Yoru-chan? Kami juga sedang mencarinya..." Mukuro menjauh sedikit dari Hibari, yang nampak tidak senang dari tadi diganggu terus menerus.

"Hmm..." Suuge yang sudah tenang saat kedua maho itu menjauh berpikir, "Tempat yang kita belum cari tinggal ruang kebaktian saja. Mau kesana? Mungkin dia sudah duluan kesana."

Oba gak percaya, "Ninggalin OTP-nya? Gak salah?"

Mai angkat bahu, "Kita cari saja dulu, toh Eva bersama Tsuna dkk juga sudah kesana." dia mengajak Hibari dan Mukuro, "Ayo, acaranya sudah mau dimulai!"

.

.

.

"Woah...ini ruang kebaktian kita?" Suuge dengan takjub liat kanan kiri, "Sudah kayak bioskop theater XXI nih! Ada bangku VIP gak?"

"Bego... mana mungkin lah?" Mai menimpal, meski dia juga rada-rada berharap, "Tapi hebat juga, cuma seminggu bisa jadi kayak begini..."

"Yak, pop corn, pop corn! Dijual bersama kacang goreng dan juga minuman! Apa saja ada!"

Oba swt melihat orang-orang yang jualan, "Buset, Arcobaleno jadi penjaga kantin?"

"Jangan samakan aku dengan mereka, mereka itu mata duitan dan berkasta paling rendah dalam Arcobaleno." suara Reborn mengagetkan mereka semua, sejak kapan ini bayi jadi-jadian ada di belakang mereka! Eh, tapi mereka sudah berubah menjadi dewasa sih. Cakep sih cakep, sifat men...

"Reborn-sensei!" Mai yang masih trauma menjauh, "Gak ikut jualan sama Skull dan Verde-sensei?"

"Ngapain? Duitku masih berkecukupan berkat gaji dari Vongola untuk mengajar kalian. Ciao, aku juga harus ikut drama." Reborn memasuki bios- err, ruang kebaktian, meninggalkan mereka semua disana.

Oba menghela napas panjang, "Ya udah deh, kita juga masuk. Ayo Suu...ge?" Oba bingung kenapa Suuge hilang, dan saat dia mencari, dia menemukan Suuge dan Ryohei, sedang...

"Sensei! Beli pop-corn yang asin porsi medium! Jangan lupa pake extra cheese dan green sand!"

"Uwwwoooo! Suuge! Ayo kita tanding siapa yang bisa makan pop corn porsi jumbo!"

"Ok, siapa takut! Sensei, ganti jadi yang porsi jumbo!"

"Yap, porsi jumbo satunya 100 ribu."

"Waks! Mahal banget! 50 rb aja sensei!"

"EXTREME MAHALNYA!"

Singkat kata...semua orang swt melihat pasangan itu tawar menawar bersama Verde kayak pasangan suami istri lagi nawar lauk pauk di pasar sama mang-mang yang jualannya...

.

.

"Wah penuh, kita duduk dimana nih?" Oba celingak-celinguk kanan kiri, mencoba mencari tempat.

"Hoii! Disini!" suara Eva menarik perhatian mereka, dan mereka segera menempati tempat duduk yang sudah disiapkan oleh Eva dan yang lainnya.

"Lama bener! Ngapain kalian? Boker di WC?" Gokudera kesal.

"Bukan salah kita! Suuge dan Ryohei kelamaan tawar menawar sama Verde-sensei!" Mai ngeliat dompetnya, akhirnya dia jadi ikutan beli snack sama mereka, "Tapi buset... harganya mahal aja... kere nih gue..."

Ryohei membagikan pop corn yang dia beli, "Aku membelikan ini untuk kalian semua! Ayo kita makan dengan extreme!"

Suuge juga membagikan pop corn yang dia beli untuk para fujoshi, "Nih, bagi-bagi ya!"

Eva langsung nyomot satu, "Thanks! Ngomong-ngomong, mana nee-chan?"

Oba angkat bahu, "Loh, dia gak ada disini?"

Mai mendiamkan mereka semua saat pertunjukan akan dimulai, "Sst! Biarin saja kalau dia melewatkan ini! Sekarang ayo nonton!"

.

.

.

Lampu dimatikan dan ruang kebaktian itu gelap gulita. Kemudian, terdengar suara narator dari speaker.

"Alkisah pada zaman dahulu kala... hiduplah seorang ga- err... anak laki-laki bersama ayah dan ibunya. Mereka hidup bahagia dan serba berkecukupan."

Oba berbisik, "Oh, itu suara Ren! Rupanya dia jadi narator!"

"Namun, kebahagiaan itu digantikan oleh kesedihan... ketika sang ibu meninggal dunia. Anak laki-laki itu bersedih dan bersedih, membuat sang ayah yang tidak tega melihat kesedihan anaknya itu, memutuskan untuk menikah lagi dengan seorang janda yang memiliki 2 anak."

Mukuro kaget, "Itu suara Yoru-chan! Dia jadi narator juga?"

Kemudian, kedua narator itu mengucapkan bersama-sama, "Tak lama kemudian, karena sakit... sang ayah pun ikut meninggal. Anak laki-laki itu pun dirawat oleh ibu tiri dan juga kedua saudara tirinya... namun, mereka begitu kejam... mereka memperlakukannya seperti pembantu, dan menyuruh-nyuruhnya setiap hari."

Eva swt, "Cinderella? Buset... ternyata drama anak-anak toh."

Ren kembali berbicara sendiri, "Namun, anak laki-laki ini tidak putus asa. Dalam keterpurukannya, akhirnya satu hal yang selama ini terpendam dalam dirinya pun bangkit!"

Yoru melanjutkan, "Anak laki-laki ini melawan ibu tiri dan juga kedua saudara tirinya! Bukan cerita Cinderella biasa kan? Kufufufu~"

Ren swt, "Nee-chan, itu tidak ada dalam dialog."

"Improvisasi, biar rame." Yoru dengan santai menjawab, dan semua orang swt karena percakapan mereka juga bisa terdengar oleh speaker.

Ren berdehem, "Baiklah, mari saja kita sambut..."

.

.

"G-rella!"

.

..

...

"WHAT!"

.

.

.


Tirai terbuka, dan nampaklah seorang pria duduk di singgasana miliknya dengan penuh keangkuhan mengenakan seragam organisasi miliknya... bisa ditebak saudara-saudara?

"Stronzo... bawakan aku wine." Xanxus memerintah sambil duduk malas di singgasananya. Suara derap langkah dapat terdengar saat Squalo keluar dari belakang panggung dengan menggunakan seragam biasanya.

"VVVOOOOOOOOOIIIIIIIIIIII-!" karena Squalo menggunakan mike, suara Squalo pun berdenging melalui speaker, membuat semua orang mati-matian menutupi telinga mereka... dan menjadi tuli sementara.

"Gue bukan babu loe, mama! Panggil saja si G-rella!" Squalo berteriak kembali, yang membuat para penonton tergoda untuk melemparkan snack mereka ke orang yang sudah nelen megaphone rusak itu...eh, tunggu...

Mama?

Nah loh...

Xanxus jadi uke, saudara-saudara!

.

.

Oh, bukan toh...

Ternyata Xanxus kebagian peran jadi ibu tiri, sedangkan Squalo jadi saudara tiri... pantesan manggil mama...

Yak, lanjut!

.

"Kemana si Bel?" mama Xanxus bertanya sambil perempatan muncul di kepalanya, kepengen dia ngelempar si hiu berisik itu pake botol wine, sayang dia kehabisan stok... yah, jalan terakhir dia bisa kapan saja melempar singgasananya... tapi nanti dia duduk dimana? Oh, mayatnya Squalo bisa jadi bantal duduk yang empuk sepertinya...

"Lagi main sama kodoknya di kamar, mama." uh-oh, kok terdengar konotasi lain dari kalimat itu ya?

Xanxus menghela napas, "Panggilkan G-rella."

"Siap, bo-mama!" Squalo narik napas panjang-panjang... dan semua orang buru-buru nyumbat telinga mereka pake jari, pop corn, permen karet, apapun jadi... dan "G-RELLAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!" suara Squalo udah kayak supersonic yang nyaris mecahin kaca jendela dan membuat ruang itu bergetar. Beberapa orang tamu pingsan mendengar suaranya, dan buru-buru ditandu oleh Nana dan Iemitsu yang selalu siap sedia.

Tak lama kemudian, datanglah sang G-rella... yang dengan kata lain G, mengenakan bajunya yang biasa. Mukanya terlihat mesum, eh... masam, dan kesal setengah mati. Kayaknya dia masih gak rela dapet peran Cinderella~ XD

G dengan dongkol bertanya, "Apa, hiu brengsek?" Wah, gak leluhur gak keturunan, kamusnya bahasanya berwarna-warni...

"Mama memanggil!" Squalo nunjuk kepada sang 'mama', yang herannya, nampak gak apa-apa meski kena serangan supersonic Squalo dalam jarak dekat...

"Belikan aku wine, G-rella." Xanxus melotot ke G, yang dibales dengan sama tajamnya.

"Ogah. Beli sana sendiri." G kemudian mengejek, "Atau jangan-jangan karena terlalu sering duduk, pantat loe dah jadi lebar, makanya malu berdiri?"

"VVVOOOOOOOOIIII! Beraninya mengejek mama! G-rella, kau akan kujadikan makanan ikan!" Squalo langsung menyerang dengan pedangnya.

G gak mau kalah, G's Bow di tangan, "Maju sini, dasar hiu bego!" Storm dan Rain bertemu, merah dan perak bertemu... hasilnya?

"Yak, kita tutup tirainya karena ada pertunjukan berdarah-darah yang untuk sementara harus dihentikan~" Yoru dari balik panggung menutup tirainya.

Ren swt, "Nee-chan, kau kelihatan seneng banget..."

.

.

.

Drama dilanjutkan setelah G dan Squalo ditenangkan. Yoru dan Ren memulai narasi mereka, "Kehidupan yang begitu brutal bagi G-rella pun terus berlangsung. G-rella yang tidak mempunyai teman memiliki teman-teman binatang yang selalu ia sayangi dan juga percaya."

Tirai kembali dibuka, memperlihatkan G yang masih berantakan sehabis berantem. Dia membuka pintu menuju kandang binatang, dan sekejab digandrungi oleh 'teman-teman'nya.

Knuckle, yang berperan sebagai kuda tua, dengan ceria menyambutnya, "G-rella! Kau habis berantem lagi!" ia memakai kostum kuda.

Asari, yang berperan anjing dan memakai kostum anjing mendekatinya, "Kau sampai babak belur begini. Kalau begini terus, tidak akan ada pangeran yang meminangmu."

Lampo, yang berperan sebagai labu, hanya berguling-guling gaje di panggung tanpa bersuara apa-apa. Ya iyalah, serem kalau tumbuhan bisa ngomong...err, Mukuro dan Daemon pengecualian~

"G-rella, kau harus lebih bersikap sebagai orang yang baik. Aku yakin semua penderitaanmu akan terbayar nanti." Fon, sang tikus bijak, berkata dengan lemah lembut.

"Kau dan Lal gak beda jauh, sama-sama Tsundere." Colonello, sang tikus ramah dengan ceria tertawa.

Lal menyikut Colonello dengan kuat di perutnya, "Siapa yang tsundere!" Lal, sang tikus tegas pun menginjak kaki Colonello, yang membuat Colonello melompat-lompat di kostum tikusnya.

"Jangan khawatir, G-rella. Aku akan memastikan kau menikah dengan pangeran. Meski itu berarti aku harus menculik sang pangeran dan memaksanya menikahimu." Reborn, ketua dari semua tikus, sang tikus hitman, berkata dengan ekspresi yang tidak bisa ditebak. Entah serius atau hanya bercanda.

G swt melihat mereka semua, "Dan kalian harusnya menjadi teman-temanku?" G menggelengkan kepalanya, "Kenapa pula aku harus bersama pangeran? Seharusnya aku bersama putri kan?"

Colonello dengan mudah menjawab, "Gak ada cerita Cinderella dimana Cinderella menikah dengan putri bukan? Itu sih jadi yuri."

Lal mengangguk, "Kau adalah G-rella, otomatis kau juga akan menikah dengan pangeran."

G kesal setengah mati, "Kenapa aku yang dipilih menjadi Cinderella!"


"G-rella hidup bersama teman-teman binatangnya dengan damai, sampai akhirnya datang kabar yang menghebohkan!"

"Sang pangeran memutuskan untuk menikah~ dia akan mengundang semua orang di kerajaannya, tidak peduli cowok atau cewek, untuk pesta dansa di istananya. Kepada siapa ia tertarik, maka orang itulah yang akan menjadi istrinya~"

"Dan pengumuman itupun akhirnya sampai pada rumah G-rella... yang otomatis menimbulkan kegemparan."

.

.

.

"G-rella! Buatin baju yang super duper sangat amat luar biasa keren buat gue!" Squalo teriak dari ujung panggung, tapi suaranya masih kedengeran ke seluruh pelosok ruang kebaktian.

G nutupin telinganya yang kayaknya pecah gendang telinganya kena polusi suara, "Ogah. Boro-boro menjahit saja gue gak bisa, sekarang loe nyuruh gue bikin baju buat loe? Pake baju boneka aja sana. Loe demen kan maen boneka?"

"Itu mah si nenek!" Squalo sudah mau kumat darah tingginya, "Jangan samain gue sama si Luss!"

G cuma ketawa ngejek, "Oh, sorry. Gue kira karena loe manjangin rambut loe, loe punya cita-cita yang sama dengan si Lussuria."

"Najis!" Squalo teriak pake suara megaphone, "GUE MASIH NORMAL YA!"

G bisik-bisik, "Bah, peringkat nomor 1 pasangan BDSM di KHR kan loe ama Xanxus... gitu normal?"

Bel naik ke panggung, "Hei, G. Buatin baju buat pangeran, ushishishi~ Harus bagus ya, yang mencerminkan darah biru dari pangeran ini~"

G swt, "Ya udah, pake baju biru aja sana. Sama-sama biru kan?"

Bel ngelemparin pisau ke G, yang dengan mudah G hindari, "Itu cuma perumpamaan, dasar pembantu bego."

Parameter kesabaran G udah mau bucat, "GUE BUKAN PEMBOKAT!"

Xanxus masuk ke panggung dan ngelemparin 3 gelas wine ke kepala mereka bertiga, dan dengan tembakan jitu, kena tiga-tiganya, "BERISIK!"

G dengan cool membersihkan pecahan gelas dari kepalanya, "Kenapa juga loe pada mau baju, hah? Beli saja sana di toko."

Squalo pengen ngebacok Xanxus, tapi nanti deh, di kamar saja... sekarang drama dulu, "Loe gak tau, pembokat bego? Pangeran mau mengadakan pesta dansa untuk menentukan pendamping hidupnya!"

G ngeliat ke Belphegor, "Pangeran? Maksudnya makhluk ini?"

"Bukan, o'on. Bukan pangeran jadi-jadian kayak gini, pangeran asli!" Rambut Squalo yang indah, panjang, dan bisa jadi cambuk itu hampir saja kepotong pisaunya si Bel, "VVVOOOIIIIIIIIIIII! Apa-apaan loe Bel!"

"Jangan mengejek pangeran, Squ-chan~!" Bel dan Squalo bertengkar di ujung panggung, sementara Xanxus melotot ke G.

"Kalo loe gak bisa buat, sana beliin buat kita." Xanxus mengambil pistolnya, "Bagaimanapun juga, kita harus bisa masuk ke pesta dansa itu."

G makin swt, "Xanxus... loe kepengen nikah sama pangeran? Squalo mau dikemanain?"

Xanxus ngelempar gelas lain ke kepala G, herannya G gak bisa hindar. Kemampuan khusus Xanxus, maybe? "Gue bukan mau nikah sama pangeran itu... gue mau bunuh dia dan ambil alih kerajaannya. Supaya lebih mudah, kita harus menyamar menjadi salah satu partisipan dari acara konyol itu... dan saat ia lengah, gue bakal bunuh dia."

G shock, "Gue gak bakal ngebiarin loe ngebunuh pangeran! Kebayang gue kalo loe jadi raja baru, jadi tiran loe bisa-bisa! Pajak jadi tinggi, korupsi dimana-mana, pemerintahan jadi gak bener... balik ke masa Orde Lama kita bisa-bisa!" lah G... loe tau toh sejarah Indonesia?

Xanxus menghela napas, "Gue gak peduli. Kalo loe mau ngehalangin kita... woi, stronzo." dia manggil kedua bawahannya yang dari tadi sibuk jambak-jambak rambut, cubit-cubit pipi, sama nginjek-nginjek sepatu yang lain.

"Siap boss! Mau kita apain ini pembokat? Mau digoreng, dibakar, dicincang, atau direbus?"

"Atau..." Bel udah ngeliat G pake tatapan yang ngebuat G merinding meski dia gak bisa ngeliat matanya, "Mau kita raep aja boss?"

"Amit-amit! Gue mau nahan keperjakaan gue sampai gue nikah nanti!" G buru-buru kabur dari ketiga orang yang kini sudah memandang dia penuh napsu... bukan napsu ngebunuh ya saudara-saudara...

"Woi! Kabur dia!"

"Kejar! Biar kita bisa fourthsome!"

"Jangan lari loe, pembokat~!"

Yoru nutup tirai lagi saat G ditangkap sama ketiga orang itu, dan Ren lari manggil Giotto dan yang lain buat nyelametin G yang udah mau disekuhara sama ketiga orang Varia tersebut.

.

.

.

To be Continued...


Author : Bagaimana kelanjutan nasib G? Apakah dia ter-raep sebelum Giotto dkk sempat menolong? Apakah dia bisa menikah dengan sang pangeran sambil mempertahankan keperjakaannya? Simak chapter berikutnya~ karena sekarang Author mau nutup tirai dulu buat pertunjukan berikutnya.

Ren : Pertunjukan berikutnya apa Author?

Yoru : Gak tau Ren? Itu loh... Fujoshi-fujoshi Dangerous.

Mai : *garuk-garuk kepala* Bukan harusnya Author-Author Dangerous?

Author : Gak enak didenger... lagipula kita semua kan fujoshi, jadi Fujoshi-Fujoshi Dangerous aja. Selamat datang semuanya, di Fujoshi-Fujoshi Dangerous pertama~~! Terima kasih untuk semua review sampai saat ini, Author benar-benar senang dengan review-review yang diberikan, meski kalian anonymous atau hanya untuk bilang suka ke fic ini.

Yoru : Review-review yang kalian kasih itu jadi pendorong author pemalesan ini untuk terus update fanficnya, meski dia kepepet ama deadline fanfic lain.

Suuge : Dah ah basa-basinya, coba kita liat review selama ini yang ada request atau pertanyaan... hmm...

Eva : Buat Fitria-lyss di Fidelina, terima kasih buat sarannya. Author jadi bisa ngebuat fanficnya jadi lebih enak dipandang mata. Meski udah gak PM-an bareng lagi, tetep baca fanfic ini ya~!

Mai : Buat Ileyra, maaf kalau author suka ada typo, abis kadang-kadang author ngetiknya harus buru-buru, dan ga sempet cek ulang. Tapi author usahakan untuk meminimalisir jumlah typo yang ada. Hiks...akhirnya ada yang simpati sama gue...

Ren : Buat Rouvrir Fleur, yey~! Kita sama pendapatnya, Tsuna dibuang aja ke laut~! *toss bareng Oba*

Eva : Buat Hibari hime... wah, ada saingannya nih. Tenang saja, meski Yoru suka nyiksa Dino, gue bakal terus ngejagain dia baik-baik! *nyumputin Dino di lemari pas Yoru dah ngeluarin palu saktinya*

Suuge : Buat RachanYuuHi, request XS maaf baru dikabulin sekarang. Dimulai minggu depan author akan mencoba memperbanyak hint pairing ini.

Oba : Buat Nyasararu/KiReiKi... request Hibari x Mukuro selalu ada dari chapter awal-awal, semoga puas dengan hint-hint tersebut. Btw, doujinshi 6918? Coba saja cari di aarinfantasy dan doujintoshokan. Di nihonomaru juga mungkin ada, meski author gak pernah pake situs itu.

Mai : Buat shoukohime, bianchi, shamal, dan colonello sudah ditempatkan di tempat pengajaran mereka masing-masing. Tapi author senang karena sudah diberi usul yang menarik~ XD

Suuge : Buat vocallone, oh yeah~ ternyata gue gak selangka yang gue pikirkan~! But no! No YAOI please! Author cukup cemarin otakmu saja dengan yaoi, jangan otakku juga! Oh ya, author cukup kebingungan karena untuk pasangan Gokudera, ada yang minta dengan Yamamoto dan dengan Tsuna (gak seperti 6918 yang dari dulu sampai sekarang gak ada yang request lain). Karenanya, author akan melanjutkan dengan cinta segitiga ini saja.

Ren : Buat LucyLucielle, sorry kalau author gak bisa deskripsiin secara rinci. Author gak biasa bikin fic pertarungan...tapi author senang ternyata pasangan RyoheixSuuge ternyata disukai! Wah, Suuge, selamat ya!

Yoru : Buat Etsukuro... kufufufu~ kita banyak kesamaan ya? Hee... padahal gue kira gak ada lagi orang kayak gue karena di circle temen-temen gue cuma gue yang kayak begini. Author berterima kasih karena telah setia membaca dan juga sering memberi review sampai sekarang, dan tentu saja, sesuai request Etsukuro (dan reviewers lain) author akan memastikan adanya 6918 di setiap chapternya~ yang berarti makanan untuk kita, para fans 6918~!

Author : Fiuh...cape juga, tapi cerita ini reviewnya yang paling banyak dibanding cerita-cerita author yang lainnya.

Yoru : Loe gak kerja apa-apa juga, kita yang dari tadi komat-kamit.

Ren : Nee-chan juga cuma bacain punya Etsukuro doang...

Yoru : Karena dia bilang dia mirip sama gue, makanya gue bacain. Gue males dan sibuk tau, siapa tau ada hint 6918 yang gue lewatkan XD?

Author : Selain itu, di masa-masa pembuatan tiap chapternya, pasti ada aja orang asli dari OC yang protes.

Mai : Ya iyalah loe! Ngajak berantem hah, bikin fanfic yang ngebuat gw REBORN!

Suuge : Loe juga make nama gue tanpa sepengetahuan dan ijin gue! Hak cipta, man! Terus napa gue dipasangin sama Ryohei!

Author : *nunjuk 2 orang diatas* Yap, mereka tuh yang paling sering protes.

Yoru : Bacot kalian berdua, toh kalian juga ketawa-ketawa gila kan baca ini fanfic?

Mai & Suuge : ...

Ren : Udah, udah... tapi nee-chan, author jarang update ya?

Author : Author sibuk dengan sekolah author, meski author gak terlalu peduli nilai... author bisa dibunuh guru les author kalau author sampai tinggal kelas... bisa dipecat jadi muridnya dia tuh.

Oba : *ketawa* Derita loe, bukan gue~

Eva : Makanya, sering belajar author...

Author : Males nian...ok deh, sampai sini saja dulu~~ terima kasih telah membaca sampai sini dan terus ikuti perkembangan cerita ini ya~!

Yoru : Berhubung author belum nemuin cara buat namatin ini fic, kayaknya ini fic bakal panjang...

Ren : Oh ya, kalau di Fujoshi-Fujoshi Dangerous berikutnya review anda ingin dibacakan oleh karakter favorit dari KHR, silahkan tuliskan di review~ oh ya kalau sempat, baca cerita-cerita author yang lainnya. Tapi ini satu-satunya cerita yang humor dan bahasa indonesia sih...

Author : Kalau author minat dan ada request, author akan mencoba membuat cerita bahasa indonesia lainnya...

All : See you next chapter~!