Menurut Kyungsoo, Kyungin yang sakit itu tidak terlalu merepotkan untuknya. Karna biasanya anak nya itu hanya akan sedikit manja padanya atau pun pada Jongin.
Tapi kali ini situasi berbeda. Jongin sedang pergi keluar kota untuk urusan kantor. Dan Kyungin demam, agenda bulanan.
Dan entah kenapa demam bulanan nya kali ini sangat berbeda. Rewel nya luar biasa.
"Kyungie ingin apa, hm? Bilang ke ibu ya sayang.."
"Shireo! Hiks.. Kyungin ingin sama ayah! Ibu jahat huwe.."
"Ayah kan sedang kerja sayang.. jadi Kyungie sama ibu saja ya?"
"SHIREO! HUWEEEE AYAAHHH!"
Kyungsoo sedikit kewalahan karna Kyungin tidak bisa diam di gendongannya. Di umurnya yang baru menginjak empat tahun, ia memang sedang manja-manja nya.
Tapi kalau sampai begini, Kyungsoo juga tidak sanggup menghadapinya sendiri.
"Ssshhh sayang sudah ya.. jangan seperti ini.. anak baik tidak boleh menangis, 'kan?"
"Ibu jahat! Hiks.." teriak Kyungin. Kali ini kaki-kaki mungil nya mulai menendang-nendang ke perut sang ibu.
"Ugh.. sayang jangan seperti ini ya.. ibu jahat kenapa memangnya? Coba Kyungie bilang ke ibu."
"Ibu jahat! Kyungie mau sama ayah! HUWEEE" tangis Kyungin makin kencang. Kyungsoo yang sudah mulai tersulut emosi pun tidak bisa menahan lagi.
"Sekarang diam! Dari tadi menangis terus. Kyungie mau apa sebenarnya? Ibu tanya kan? Kenapa malah menangis? Tidak kasihan sama ibu? Ibu capek nak.." nada Kyungsoo sedikit meninggi. Kalau dibiarkan manja, anaknya ini keenakan nanti.
Mungkin balita itu terkejut. Tangis nya perlahan mengecil. Tapi air matanya menjadi lebih deras.
"Sudah ya.. jangan menangis lagi.. sekarang ibu tanya lagi, sayangnya ibu mau apa, hm?" Suara Kyungsoo kembali melembut. Menghapus air mata Kyungin yang semakin deras.
"Kyungie ingin ayah.." lirih nya.
"Ayah kan sedang kerja sayang.. nanti malam juga pulang.."
"Tapi Kyungie mau sekarang, buu"
"Iya ibu tahu.. tapi kan ayah sedang bekerja supaya bisa membeli susu Kyungie."
"..."
"Nanti kalau ayah nya tidak bekerja, tidak bisa membeli susu. Kyungie mau tidak minum susu lagi?" Tanya Kyungsoo saat melihat anaknya itu hanya diam sambil sesekali sesegukan.
"Kan ada susu ibuu.." jawabnya polos. Kyungin tersenyum geli.
"Susu nya ibu kan sudah tidak keluar lagi sayang.."
"..."
"Sudah ya.. jangan diulangi lagi yang seperti tadi. Cantiknya ibu mengerti kan?" Tanya Kyungsoo lembut. Kyungin mengangguk dengan wajah merasa bersalah nya.
"Maaf ya bu.."
"Iya tidak apa-apa. Sekarang kita makan dulu ya, baru setelah itu minum obat."
Kyungin mengangguk.
.
.
.
Malamnya, Jongin pulang. Ayah Kyungin itu tiba di rumah megah nya tepat saat Kyungin sedang bersandar manja di pangkuan sang ibu sambil menonton kartun kesukaannya. Pororo.
"Ayah pulang!" Seru Jongin sambil melepas sepatu kerjanya. Menggantinya dengan sendal rumah.
"Ayah..." Kyungin segera turun dari pangkuan sang ibu dengan perlahan lalu melangkah lesu ke arah sang ayah.
Jongin yang melihat putri kecilnya itu terlihat lemah, menatap Kyungin dengan khawatir.
"Oh.. kenapa tuan putri belum tidur, hm?" Tanya Jongin saat Kyungin sudah berada di gendongannya. Kepala putri kecil itu langsung bersender manja di pundak ayahnya.
"Dia menunggumu dari tadi siang. Dia juga rewel hari ini." Bukan Kyungin yang menjawab, tapi Kyungsoo yang langsung ambil alih jas serta tas kerja sang suami.
"Oh ya? Anak ayah kenapa?" Tanya Jongin pada Kyungin setelah mendaratkan satu kecupan singkat di dahi sang istri.
"Nggg.." rajuk si kecil. Kyungsoo tersenyum mengerti. Anak nya itu pasti sangat manja jika sedang sakit.
"Kyungin demam, Soo?" Tanya Jongin pada Kyungsoo. Kyungsoo mengangguk sedih.
"Ini memang sudah jadwal bulanan nya untuk demam, kan?"
"Aigoo.. kita tidur ya? Besok kita ke dokter, anak ayah mau kan?" Jongin mengintip wajah Kyungin yang bersembunyi di ceruk leher nya.
"Ke tempat nya Chanyeol samchon.." lanjut Kyungsoo. Chanyeol itu kakak laki-laki Kyungsoo dan kebetulan Chanyeol adalah seorang dokter anak.
"Nanti ketemu Baekhyun imo sama Jackson kan, bu?" Kyungin betanya lirih sambil menatap ibu dan ayah nya dengan mata yang sangat sayu.
"Iya. Nanti kita ketemu Baekhyun imo dan Jackson. Kyungie mau?" Tanya Kyungsoo. Kyungin mengangguk.
"Jadi, sekarang kita tidur?" Tanya Jongin.
"Sama ayah.."
"Iya sama ayah.."
"Sama ibu juga.."
"Iya sama ibu juga kok. Kita tidur ya?" Jongin bisa melihat Kyungin mengangguk lagi.
.
.
.
"Kyungie mau minum apa? Nanti imo ambilkan.." Baekhyun bertanya saat melihat Kyungin yang hanya diam di pangkuan sang ayah seperti anak koala.
Keluarga kecil Jongin sudah sampai di rumah milik Chanyeol sekitar lima belas menit yang lalu.
Jongin memang sengaja tidak membawa Kyungin ke tempat Chanyeol praktek di rumah sakit, karna biasanya anaknya itu akan menjerit-jerit ketakutan entah karna apa.
Tadi malam, Jongin juga sudah mengirim pesan ke kakak iparnya itu kalau ia akan membawa Kyungin ke rumah Chanyeol karna anak nya itu sedang demam. Chanyeol pun mengiyakan.
Sekarang mereka sedang menunggu Chanyeol yang sedang mandi.
"Kyungie.. imo kan bertanya sayang.. kenapa tidak menjawab?" Tanya Kyungsoo sambil mengusap keringat di dahi sang anak.
"Nggg" rengek nya nyaring. Baekhyun yang melihat itu terkekeh maklum.
"Kyungie mau coklat?" Tanya Baekhyun. Kyungin menggeleng.
"Trus mau apa? Kue, mau?" Kyungin menggeleng lagi.
Baekhyun makin terkekeh melihat Kyungin yang mungkin tidak sedang dalam mood nya.
"Jackson mana, Baek?" Tanya Kyungsoo pada Baekhyun.
"Masih tidur. Tadi malam dia susah sekali tidur. Baru tidur pukul dua pagi." Ujar Baekhyun.
"Oh ya? Kenapa?" Giliran Jongin yang bertanya.
"Gigi nya tumbuh lagi. Dia jadi demam. Kalau sudah demam, Jackson pasti susah tidur.." jawab Baekhyun sambil tersenyum sedih mengingat putra tampannya.
"Memang seperti itu kan? Dulu Kyungin juga begitu.." ujar Kyungsoo.
"Ya.. dia baru bisa tidur setelah Chanyeol membujuknya.."
Jackson memang sangat dekat dengan Chanyeol. Maklum, anak lelaki biasanya memang dekat dengan ayahnya kan?
Tak berapa lama berselang, Chanyeol datang dan langsung memeriksa keadaan Kyungin.
"Hanya demam biasa. Daya tubuh anak-anak memang sering turun saat pergantian musim seperti sekarang." Ujar Chanyeol sambil mengusap lengan bagian atas Kyungin sebelas kiri setelah disuntik, menggunakan kapas yang sudah diberi alkohol.
"Tidak perlu dirawat kan, hyung?" Tanya Jongin.
"Tidak perlu. Cukup istirahat dan minum obat pereda panas serta vitamin nya, Kyungin bisa cepat pulih. Ooh kasihan.. sakit ya sayang?" Tanya Chanyeol pada Kyungin yang masih sesenggukan parah di gendongan Kyungsoo.
Kyungin sudah tidak menangis lagi setelah tadi menjerit tak karuan karna disuntik.
"Sshh.. sudah tidak apa-apa kok.. samchon sudah tidak pegang suntik lagi.." ujar Kyungsoo menenangkan.
"Sakit buu.. huhuhu..." tangis Kyungin berlanjut.
"Loh kenapa menangis lagi.. sudah tidak apa-apa.. anak ibu kan pintar.."
"Ayahh.."
HUP
"Sudah jangan menangis lagi. Anak ayah nanti tidak cantik lagi jika menangis terus." Rayu Jongin.
"Kalau begitu, kami pamit dulu ya oppa. Terima kasih banyak.." pamit Kyungsoo pada kakak lelakinya.
"Sama-sama. Hati-hatilah dijalan. Kyungie.. cepat sembuh ya.." ujar Chanyeol lalu mengecup gemas pipi gembil Kyungin.
.
.
.
.
.
TBC
