A/N: update kilat dulu, ya? masalahnya.. aku juga mulai kangen sma game kh:bbs. Yang lebih menarik, wktu aku nggak sengaja dapetin Final Episode-nya! ^^v. sampe sekarangpun, mngkin Aqua adalah wanita terkuat yang bisa kumainkan -_-"


Kingdom Hearts: Birth by Sleep

(dengan sedikit perubahan tentunya..)

.

Theme:

I am 'You'

..

Chapter 7:Need a Favor?

.

"Dimana dia bersembunyi?" Ven bertanya, entah pada siapa yang pasti pada dirinya sendiri. Ia turun di sebuah tempat yang gersang, seperti dirinya berdiri di tengah-tengah gurun. Sebelumnya, Ven melihat orang misterius bertopeng yang pernah ia jumpai. Selagi ia mengikutinya, Visa yang dari tadi terus bersamanya hilang seketika. Lalu, Ven bisa merasakan bulu kuduknya berdiri sendiri. Perlahan Ventus berbalik, menemukan orang bertopeng itu berdiri di belakangnya.

"Baiklah," mulai Ven, menatap marah pada orang itu. "Apa maksudmu tentang Terra yang menjadi orang yang berbeda?"

Orang itu justru mendekati Ven. "Tepat apa yang kukatakan, bodoh," katanya, berjalan mendekati Ven. "Terra yang kau tahu, akan hilang selamanya."

"Itu bodoh," tukas Ven.

"Bodoh, atau benar."

Dia mengangkat tangannya dan Keyblade muncul di tangannya. Ven berdiri, menatap orang itu untuk beberapa saat sampai akhirnya ia memanggil Keyblade miliknya sendiri.

"Bagus," kata orang itu. "Mari kita lihat setangguh apa dirimu."

.

.

.

Di lain tempat..

"Ng?"

Sang gadis berambut hitam pendek itu berjalan sampai pada akhirnya ia menyadari bahwa dirinya berada di jurang yang cukup tinggi. Ia turun ke tempat yang tinggi rupanya.

Visa tidak melihat apapun selain angin yang membawa butiran-butiran pasir, bagaikan badai pasir. Lalu ia melihat dua bayangan di balik badai tersebut. Visa menyipitkan matanya dan dilihatnya

"Ven?" bisik Visa, begitu ia melihat temannya. Lalu ia melihat seorang lagi.

Vanitas?

.

.

.

Ventus dan orang itu akhirnya saling beradu keyblade. Yang membuat Ven terkejut, orang yang dilawannya ini benar-benar pandai dengan Keyblade. Ventus berusaha sekuat mungkin, menyamakan dirinya dengan kecepatan yang dimiliki anak itu. Apakah dia ingin membuktikan bahwa dia bisa?

"Arrgh!" Ven terantuk ke tanah. Keyblade nya terbang dari tangannya dan menghilang. Dia mendengus, ada rasa sakit di sisinya setelah tertabrak Keyblade anak itu. Dia berjuang untuk berdiri, tapi tidak gunanya. "Benarkah? Hanya segitu yang kau punya?" tanya anak itu, berjalan ke arah Ven. "Man, kau tidak berharga."

"Sepertinya aku akan melawan perintah Master," kata anak itu sendiri. Dia menunjuk Keyblade ke atas, kegelapan mulai berkumpulan pada ujung keyblade nya. "Sejauh yang kutahu, pekerjaanmu di sini telah selesai."

Dia menunjuk Keyblade nya pada Ven dan melepaskan sebuah energi gelap.

"Ven!" Visa berteriak dari kejauhan. Ven membuka matanya sedikit, walau pandangannya masih kabur entah kemana, yang pasti ia mendengar suara Visa entah dari mana. "...Visa?" bisik Ven lemah lalu menutup matanya kembali.

BOOM! Sebuah ledakan keluar dari keyblade orang itu setelah ia mengeluarkan serangannya.

Ketika kekuatan ledakan tadi mulai mereda, yang tersisa hanya sebuah tanda hangus dan api putih. Visa yang tadi sempat menutup wajahnya dengan kedua lengannya begitu sinar dari ledakan tersebut nyaris mengenainya.

"Ven!" Visa berteriak, mencari Ven.

"Jangan khawatir," kata suara bernada tinggi, menangkap perhatian Visa. "Kau aman."

Visa mengamati sekeliling dan menemukan Ven yang terletak di tanah, di samping seekor tikus berpakaian hitam dan abu-abu (?). Dia memegangi Keyblade ke tangannya dan menunjuk ke langit. "Heal!"

Cahaya hijau mengelilingi tubuh Ven, kekuatannya pulih kembali. Tikus itu lalu memandang Visa dan tersenyum. "Dia temanmu?" tanyanya. Visa mengangguk.

Lega dengan apa yang telah dilakukannya, tikus itu berbalik menghadapi anak bertopeng itu. "Katakan di mana kau punya itu!" Dia bertanya. "Keyblade adalah sesuatu yang bukan kau gunakan untuk menganggu sesama! Sini, biar kutunjukkan!"

"Kami juga akan menunjukkannya padamu," tambah Ven, dia mendekati tikus itu dengan Keyblades nya sendiri di tangan. Pada akhirnya, mereka berdua maju melawan orang bertopeng itu. Visa hanya terdiam di belakang tidak melakukan apa-apa. Ia mengeluarkan keyblade nya, menatapinya sebentar.

'Apa yang.. harus kulakukan?'

Visa memejamkan matanya lalu memegang erat keyblade nya. Ia menatap orang bertopeng tersebut dengan tatapan bersalah lalu bersama Ven dan sang tikus, melawan orang bertopeng itu.

Ven, Visa, dan sang tikus tersebut berhasil mengalahkan orang bertopeng itu dengan serangan bertubi-tubi yang keluar dari keyblade mereka. Orang bertopeng tersebut terantuk ke tanah, dimana Ven merasa lega kalau ini sudah berakhir. Tapi, orang itu justru bangkit kembali. Di belakangnya muncul portal hitam dan ia berjalan mundur ke dalamnya.

"Hmph," desahnya. "Kau menang. Walau kau masih tahap percobaan."

Akhirnya, ia pergi. Tapi, sebelum pergi, Ven melihat Visa yang menatap dalam di balik topeng orang itu, yang menurut Ven mengatakan bahwa mereka mempunyai koneksi. Setelah orang itu pergi, "Pada tahap percobaan untuk apa?" Ven bertanya pelan.

"Terima kasih atas bantuannya," kata Visa, beralih ke tikus. Sepertinya ia tidak mendengar Ven yang bertanya dengan suara pelan tadi. Visa membungkuk. "Aku Visa, dia Ven, dan kau?"

"Saya Mickey," katanya riang.

Ven membungkuk sedikit. "Kulihat kau punya sebuah Keyblade."

"Ya, saya sudah berlatih di bawahan Yen Sid yang hebat," jelas Mickey, yang mengembalikan keybladenya. "Dia berkata, bahwa dunia berada dalam kesulitan, dan aku berangkat tanpa memberitahu dia."

"Kita juga.." Ven berkata sambil tersenyum.

Lalu Mickey mengeluarkan sesuatu dari sakunya, sesuatu yang tampak seperti kristal berbentuk bintang. "Aku diam-diam pergi dengan Star Shard ini. Yang kulakukan hanyalah berpikir, dan suatu tempat yang ingin kutujui akan dilakukan oleh benda ini," jelasnya kemudian tertawa lemah. "Sepertinya. Aku masih bingung apa yang menghantui benda ini. Maksudku seperti... kapan atau di mana ... benda ini hanya melakukan sesuatu secara sendirinya.."

Mickey lalu menatap Ven dan Visa sambil tersenyum. "Tapi, mungkin benda ini tidak rusak. Pertemuan kita bukanlah ketidaksengajaan. Tanpa benda ini, mungkin aku tidak bisa menyelamatkanmu di sana."

Visa sepertinya tertarik dengan Star Shard yang dipegang Mickey. Asal kalian tahu saja, bukan karena bentuknya yang kristal, melainkan sifatnya yang melakukan sesuatu secara sendirinya. Baginya, Star Shard itu unik.

Ven, Visa dan Mickey mengamati Star Shard itu baik-baik, sebelum benda itu bersinar terang, menyilaukan mata mereka bertiga.

.

.

.

Ketika Visa membuka matanya ia mendapati dirinya dalam baju besi nya serta topengnya, mengambang di Lanes Between. "Visa?"

Visa menoleh dan menemukan Ventus yang melayang ke arahnya dengan glider miliknya. "Kupikir aku kehilanganmu tadi."

Tanpa berkata banyak, Visa menaiki Gilder miliknya. "Apa yang terjadi?"

"Entahlah. Kurasa Mickey terbawa Star Shardnya."

Visa hanya mengangguk tanda mengerti sampai kedua remaja ini menemukan dunia lain di depan mereka. Mereka bertukar pandang cepat dan memutuskan untuk landas ke dunia itu.

.

.

A/N: maaf kalau chap ini gaje, typo, weirdo.. author lagi freaking crazy banget nih,, (ada yang punya obat penenang?)

sekali lagi, terima kasih buat review-annya: Swandie dan KuroMaki RoXora

saya hargai banget :)

please, review again.. comment or anything or.. whatever..

just review. :)