Naruto © Masashi Kishimoto

And

Totally Spies © Marathon

.

.

.

Pagi Hari

Jam 08:18 am.

Cahaya bersinar dari ufuk timur muncul perlahan demi perlahan di langit kota Beverly Hills.

"hoaaaaam~" Sam meregangkan kedua tangannya ke atas, si redhead yang otak-maniak ini berjalan ke kaca jendela dan membukanya, membiarkan angin pagi beserta sinar matahari masuk kedalam rumah. Mungkin, misi semalam yang nyaris mencelakai dirinya dan juga temannya masih terasa lelah di tubuh mereka.

"Sammy, kau sudah bangun?" tanya Alex, baru keluar dari kamarnya.

"yah. sebetulnya aku masih mengantuk, tapi aku tak bisa bangun terlalu siang"

"mana Clover?"

Biasanya Clover yang sering bangun duluan, tapi tumben kali ini dia agak terlambat. mungkin dia juga sama lelahnya karena semalam. Alex mendapati ada satu selimut tebal di sofa, selimut itu nampak bergerak naik-turun.

"Sammy? sejak kapan kita menaruh selimut di sofa?"

"entahlah, memangnya kenapa?"

Alex langsung meraup selimut tersebut dan membukanya. ternyata Clover tidur di sofa.

"Clover!?"

Clover masih tidur pulas "mmmm... Topi nathalie, Tas murah, Wedgies merk baru, kacamata terbaru, baju eve la blanc terbaru, sepatu Hak dari Perancis zzzzzzz~" dia malah mengigau tentang shopping.

Sam dan Alex cuma sweatdrop melihat tingkah temannya yang boy-crazy ini.

"Clover, kenapa kamu tidur disini?"

"hmmm.. Sammy, kita pergi ke mall~" ngigaunya malah bertambah.

"aku jadi kasihan dengan Clover, mungkin gara-gara terlalu banyak misi dia sampai mengigau ingin belanja. kemarin saja dia sampai jeli melihat diskon murah" kata Alex.

"yah, tapi keadaan sekarang tidak sebaik kemarin. kita masih didalam misi" ucap Sam, dia pun langsung mengguncang-guncang bahu Clover.

"hei! bangun! ini sudah pagi tahu"

"eh? S-Sam?" Clover setengah membuka matanya. "hoaaam- kenapa membangunkanku sih? aku mau tidur lagi!"

"terus kenapa tidur di sofa?"

"semalam kan ada film romantis, jadi aku begadang disini"

Tiba-tiba, tong sampah nampak berjalan sendiri, sedikit bergeser menuju ke arah mereka bertiga. Tak lama kemudian, tutupnya langsung terbuka. Ketiganya sudah menduga kalau Woohped akan menghisap mereka ke gedung Woohp lagi.

"oh tidak, jangan Woohped lagi! aku masih ngantuk!" seru Clover, menutupi kepalanya dengan bantal.

"aah ya ampun, ini kan masih terlalu pagi"

Kemudian, muncul lah sebuah Koper besar keluar dari tong sampah bersamaan dengan pria yang mengenakan Jumpsuit Orange dengan celana hitam selutut dari situ.

"Waaaaaaaaa~!"

BRUAAKH! Naruto langsung jatuh ke lantai.

"NARUTO!?"

"aduh... meluncur di Woohped Tunnel ternyata mengerikan ya. aku jadi pusing nih -ttebayo" kata Naruto, kedua matanya sudah berputar-putar membentuk spiral.

"eh, tunggu dulu.. mana koperku?"

BRAAKH!

Kopernya jatuh belakangan, menimpa kepala Naruto.

"Apa yang kau lakukan disini!?" tanya Sam

"ughhh... maaf ladies, apa kedatanganku kesini mengganggu kalian?" tanya Naruto. kemudian, layar LCD menyala.

"selamat pagi Ladies! bagaimana dengan kedatangan Naruto kerumah ini? kaget?" tanya Jerry.

"JERRY!" mereka bertiga menyeru senang, melihat bos Jerry lagi setelah selama beberapa hari tidak bertemu.

"maaf ladies, aku sedang mengalami demam dan flu berat selama berhari-hari. tapi jangan khawatir, sekarang aku sudah sembuh. aku mengirim Naruto kesini untuk sementara jadi kalian takkan kesepian" ucapnya.

"sungguh!? itu artinya-"

"Naruto menginap disini" jawab Jerry.

"Kyaaaaaaaa~! Naruto menginap disini! asik!" Clover melayang kemana-mana dengan sayap malaikat dadakan di punggungnya dan sebuah love langsung menyebar seisi ruang tamu.

"dan kejadian semalam, aku mengerti apa yang kalian alami. Naruto dan aku sudah mendiskusikan ini. Sepertinya para AW itu akan sulit di hentikan karena jumlah mereka yang sangat banyak. Tapi, untuk sekarang, kalian cukup menunggu kabar dariku. nanti aku akan memanggil lagi, mengerti?" tanya Jerry.

"eh? memangnya kau tahu siapa para AW, Jerr?" tanya Sam.

"tentu saja aku tahu. untuk itulah aku sedang mempersiapkan banyak gadget dan susunan rencana untuk menghadapi mereka, Samantha" jawab Jerry.

"waah hebat! kalau begini caranya aku siap menghadapi misi lagi" Alex sangat bersemangat.

"itu bagus. dan Naruto masih menjadi bos kalian saat misi, tapi di Woohp sekarang posisi dia adalah asistenku" ucap si pendiri Woohp ini.

"tenang saja Jerr, serahkan semuanya padaku. nanti aku bicarakan lagi dengan anak-anak ini. terima kasih" kata Naruto, layar LCD pun mati sendiri mengakhiri percakapan mereka ke gedung Woohp.

"Clover, jangan terbang terus. Naruto sudah disini" seru Alex.

Clover berhenti melayang, dia pun terjatuh ke lantai.

"maaf kedatanganku mengejutkan kalian. Tapi aku tak hanya sekedar menginap disini, kita juga berdiskusi untuk misi berikutnya. Aku dan Jerry sudah mengetahui nama si bos AW itu"

"sungguh? siapa dia?" tanya Sam.

"namanya adalah inisial dari AW itu sendiri, A.W" jawab Naruto.

"eh? A.W? apa maksudmu?" tanya Alex. Sam dan Clover pun juga ikut heran.

"serius! Hanya itu nama yang kami temukan. A dan W!

Sam tetap tak percaya. "jangan bercanda Naruto, tidak ada orang yang namanya cuma dua huruf"

"aku tahu. Tapi aku dan Jerry sebetulnya masih meragukan nama A.W, karena.. bisa saja nama AW itu adalah nama samaran untuk menyembunyikan identitas aslinya. Itu yang kami curigai" jawab Naruto.

"wah? Kau dan Jerry ternyata cukup pintar berasumsi"

"yah. Sekarang, kita kesampingkan masalah misi dan mari liburan! Hmm... rumah kalian luas sekali, memangnya cuma tinggal bertiga disini?" tanya Naruto.

"hanya bertiga. dan sekarang berempat! karena ada dirimu disini~" kata Clover, kedua matanya masih membentuk 'Love-love'

"Selamat datang di Beach house, Naruto. sekarang kau tinggal dirumah para gadis" Alex menyeletuk.

Pipi Naruto jadi memerah, sadar kalau dirinya sedang berdiri di rumah gadis remaja. "iya ya, hahahaha! aku belum pernah tinggal serumah dengan gadis seperti kalian. Tapi.. memangnya ini benar-benar rumah kalian? Atau hanya sewa Villa?"

"tidak. Rumah ini hadiah dari orang tua kami, mereka sedang liburan di Eropa sekarang" kata Clover.

"Yah! Mereka membelikan rumah ini untuk kami!" tambah Alex.

"kau bisa melihat seisi rumah ini, Naruto. Kami punya segalanya yang kau inginkan, minta apa saja boleh!" jawab Clover, masih saja sebuah love-love berputar di atas kepalanya.

"lalu, apa yang akan kau lakukan disini?" tanya Sam.

"eehh... entahlah, paling-paling disini hanya makan, nonton TV, tidur, lalu makan, nonton TV, tidur, kemudian makan, nonton TV dan tidur lagi dan lagi." ucap Naruto.

"hehh... tapi tingkahmu itu malah mirip seperti pengangguran Naruto"

Naruto mengangkat bahunya. "habisnya apalagi yang ku lakukan? Aku juga tak mengerti kenapa Jerry mengirimku kesini?"

"Hel-lo! Naruto menginap disini, tentu saja dia harus melakukan kegiatan yang sering kita jalani, duh! Seperti shopping atau berjemur di pantai" kata Clover.

"atau... bermain Video game bersama?" kata Alex.

"hmm.. membaca buku?" Sam menambahkan.

"hoaaaam~ aku langsung tidur saja, ttebayo -eh?" kemudian, matanya melirik ke luar halaman, ada kolam renang di depan teras rumah yang jaraknya berhadapan langsung dengan pantai.

"woaaahh kalau begitu, aku berenang saja deh!"

Naruto melepas jaket Oren-nya dan langsung nyebur ke kolam renang.

BYUUUR!

"huhh ku kira Naruto orangnya rapih, ternyata dia berantakan juga" kata Alex.

"Hei! ayo lepas baju kalian dan berenang bersamaku!" seru Naruto.

"HEH!? apa maksud perkataanmu itu!?" teriak mereka bertiga.

Naruto kembali berenang, dia langsung menyelamkan diri dengan niat ingin menyegarkan seluruh tubuhnya yang juga sedang kelelahan karena misi semalam.

"bayangkan saja, seorang pria berusia 30 tahun menginap dirumah remaja berusia 16 tahun? bagaimana kalau teman-teman mengetahui keberadaan Naruto dan menyebar rumor tentang kita?" tanya Alex.

"Duh! tidak akan ada yang boleh tahu kalau Naruto ada disini. karena dia milik kita" jawab Clover, menegaskan.

"Naruto boleh di ketahui orang-orang disini, tapi jangan sampai identitasnya sebagai petugas Woohp ketahuan" kata Sam. dia melihat Naruto berenang dengan gaya mirip lumba-lumba, kemudian dia menyelam lagi.

"Hel-lo! aku mendengar suara berisik kalian sampai kerumahku!" seseorang yang nampaknya seusia dengan mereka bertiga tiba-tiba muncul.

"MANDY!?" Sam, Clover dan Alex terkejut. si Snobbish girl ini malah datang ke beach house mereka.

"apa yang kau lakukan disini, hah? ini bukan tempatmu tahu!" seru Clover. Mandy, si gadis berambut gelap panjang yang memiliki pasang mata berwarna violet adalah rival abadinya Clover di sekolah. mereka saling berebut kepopuleran, pria, cari perhatian, bersaing soal shopping dan penampilan.

"tentu saja melihat apa yang sedang kalian lakukan, tahu! kalian mengganggu minggu tenangku. padahal aku sedang berjemur di dekat kolam renangku!" bentaknya lagi.

"ggrrr..." Clover dan Mandy saling menatap tajam dan sebuah listrik persaingan muncul di antara mata mereka.

"jika kalian berisik lagi, aku akan menyuruh si kembar untuk memata-matai kalian dan menyebarkan rumor jelek tentang kalian, mengerti?!"

Di saat yang sama, dengan gaya mode slow motion Naruto muncul ke permukaan. surai pirangnya yang terang bersamaan dengan cipratan air, badan atletisnya yang basah, otot-otot kekarnya, dan safir birunya sangat mencolok membuat mulut Mandy sampai menganga selebar Goa.

"di-dia..."

Naruto keluar dari kolam renang, mendapati ada satu temannya Clover, Sam dan Alex yang berdiri di situ.

Mandy langsung jatuh hati "uwaaaaaaaaa~! tampan!"

"eh? Siapa dia? Apa dia teman kalian juga?" tanya Naruto. Menunjuk ke arah Mandy.

"haaaai tampan, ngomong-ngomong siapa namamu?" Mandy langsung dekat-dekat ke Naruto.

"oh? Namaku Naru-"

"aahh tidak tidak tidak! Dia hanya orang lain, bukan teman kami!" Clover langsung mendorong paksa Naruto sampai masuk kedalam.

"eh? Clover.. apa yang kau lakukan?" tanya Naruto, kebingungan.

"sudah! sana masuk!" Clover dan yang lainnya masuk kerumah dan langsung menutup pintu kaca, kemudian menggeser gorden ruang tamu.

"hei, aku baru saja bertemu dengan temanmu itu -ttebayo"

"heehh.. Naruto, itu tidak penting! lupakan dia! kau milik kami disini!" kata Clover.

"yang tadi rivalnya Clover. ceritanya panjang mengapa mereka suka berkelahi" sambung Alex.

"pokoknya kalau kau bertemu Mandy lagi, awas saja ya! kau adalah milik kami disini, TITIK!" Clover mengancam, pasang matanya mendadak dingin dan menakutkan. Naruto langsung gemetar begitu Clover mengeluarkan api yang berkobar-kobar di kedua matanya.

"eh!? kau seram sekali kalau sedang marah –ttebayo!"

Compowder milik Sam berbunyi. dia membuka layarnya dan mendapat kiriman pesan dari Jerry. setelah membacanya Sam sampai mengkerutkan kening "heh? Jerry bertanya pada kita, bagaimana serunya bersama Naruto?"

"Naruto baru saja 8 menit disini" jawab Alex.

"Jerry mengirim pesan penting padamu, Sam?" tanya Naruto.

"ya, mungkin Jerry hanya memastikan kalau kau tidak membuat masalah selama 8 menit disini, hahaha!" ucap Sam.

"hmm.. melihat Compowder milik kalian aku jadi ingat temanku. aku punya teman yang sangat-sangat gaptek. padahal di tempatku sudah modern, tapi dia masih saja menggunakan burung untuk mengirim pesan, heh" kata Naruto.

"itu terlalu kuno!" kata mereka bertiga.

"ya, dan waktu pertama kali aku ke Woohp dan diperkenalkan gadget oleh Jerry, aku cukup terkejut dengan fungsi Compowder itu"

"ayo Naruto! kita jalan-jalan ya?" kata Clover.

"hmm.. tidak deh, aku malas -ttebayo" Naruto mengambil sesuatu dari dompet kataknya dari dalam koper, kemudian memberikan satu kartu saldo untuk mereka bertiga. "kalian bisa belanja menggunakan kartu ku, pakai saja"

"wah!? sungguh!?" mereka bertiga terkejut. Naruto langsung duduk di sofanya dan menyalakan TV.

"anggap saja itu uang gantiku setelah kalian membeli ramen di supermarket waktu itu. Tenang, aku takkan menipu kalian kok. aku serius, selalu cek kartunya sebelum belanja ya" ucapnya lagi.

"sungguh? kau baik sekali Naruto!" kata Clover.

"iya dong!"

"kau yakin tetap disini?" tanya Sam.

"aku jaga rumah kalian, jangan khawatir" katanya lagi, mata Naruto tak meninggalkan layar TV.

"baiklah! ayo kawan-kawan! kita habiskan waktu di luar sampai sore!"

"YEEAAH!"


Di samping itu

"semuanya sudah siap?" tanya bos AW. semua pasukannya mengangguk cepat, menenteng senjata-senjata mereka.

"kali ini harus berhasil. pasang semua antenanya diseluruh tempat yang sudah di targetkan. Dalam waktu dekat satelit milik kita harus segera di luncurkan. dan satu lagi! jangan lupa melakukan penyerangan dan pengepungan seperti yang sudah kita rencanakan, aku tak ingin tujuan kita gagal untuk kedua kalinya, mengerti?"

"Ya!"

"lihat saja, pria pirang itu dan tiga agen rahasianya akan merasakan akibat dari pembalasanku. lakukan sekarang. secara diam-diam"

Seluruh ninja AW berpencar ke berbagai tempat. bos AW menyeringai licik. "kau lihat kan Lok? pasukan kita sangat banyak, para tikus itu takkan mampu menghentikan kita"

"yah! aku setuju dengan mu bos. tikus-tikus labil itu takkan bisa menghancurkan kita lagi!"

"mereka boleh saja kabur saat itu, tapi kali ini tidak akan. mari kita lihat apa hasilnya nanti"


Sore hari kemudian

mereka bertiga pulang dengan seluruh tentengan hasil shopping di lengannya. Setelah asik berleha-leha di mall, minum kopi di kafe, photo box dan langsung pulang kerumah. Clover paling banyak membawa tas belanjaannya. Setidaknya sepuluh tas tenteng di tangan kanan dan dua belas tas di tangan kiri. Hasilnya, jumlahkan sendiri.

"aaah! Aku cinta shopping! sampai-sampai kita menghabiskan saldo kartunya Naruto!" kata Clover.

"yah.. kupikir hari minggu akan jadi hari yang menyenangkan, iya kan kawan?" tanya Sam.

"tentu saja!" seru Alex, masih memakan permen lollipopnya.

Ketika mereka masuk kedalam... Betapa terkejutnya mereka melihat seisi rumah berantakan!

"HAH!?"

Semuanya seperti kapal pecah. ada bekas jejak kaki kecil, bekas ceceran snack, kopi tumpah, baju dan kaos menggantung, air wastafel masih menyala. ditambah Naruto yang masih sibuk nonton TV dalam keadaan mengenakan kaos putih dan celana boxer bermotif katak, duduk bersama seekor babi.

"nah, Oinky. kau suka filmnya kan?" tanya Naruto sambil makan ramen, duduk di sofa bersama peliharaannya Alex, Oinky mengangguk cepat.

"oink! oink!

"NARUTO!?"

glup! Naruto sampai tersedak. "ka-kalian!?"

"apa yang kau lakukan pada rumah kami!? Kenapa semuanya kacau begini!?" tanya Sam, dia yang paling marah kalau sudah melihat semuanya berantakan begini. Apalagi kalau soal mengurus kebersihan rumah, Sam lah yang bertugas mengerjakannya.

"hehehe.. maaf ya. tadi aku dan Oinky main kejar-kejaran, jadi.. berantakan gini deh ttebayo" Naruto cuma kikuk.

"eewwhh! Naruto! kenapa kau mencuci pakaian dalam dan kaos mu disini!?" Clover memegang dengan rasa jijik melihat pakaian Naruto malah di cuci di wastafel.

"habisnya kalian tidak punya mesin cuci. Jadi aku mencucinya disitu saja, biar irit"

"heh... Naruto. disini kan ada laundry. Jangan mencuci di wastafel dong" kata Alex.

"aku tak mau tahu! pokoknya bersihkan! sampai benar benar bersih total!" Sam melempar kain pel dan ember ke Naruto.

"apa!? kenapa aku yang membersihkan -ttebayo!?"

"karena kau yang mengotori semuanya! tahu begini lebih baik kami dirumah mengawasimu, huh!" seru si otak-maniak.

"ya sudah, aku pakai bun-"

"TANPA Bunshin!"

"eeh!? kalian jahat~" Naruto cuma bisa pasrah disuruh membersihkan seisi rumah.

5 Jam kemudian

Dengan penuh perjuangan dan butir keringat yang keluar dari tubuhnya, Naruto masih menyikat-nyikat bekas lumpur di lantai, wajahnya pasrah. "aku jadi menyesal mengotori rumah kalian -ttebayo"

"hmm.. bagus Naruto. kalau kau masih mengotori rumah lagi, hukumannya akan lebih berat!" Sam mengancam.

Naruto langsung memasukan sikatnya kedalam ember dan menyeka keringatnya.

"heh.. iya iya, kau puas kan? sekarang aku boleh istirahat?

"lihat, Naruto tetap tampan kalau lagi bersihin rumah" Clover menyeletuk, Sam dan Alex tertawa.

"itu tidak lucu tahu! kalau aku pakai bunshin tadi, 10 menit saja rumah ini sudah bersih. seharusnya Oinky juga ikut membersihkan rumah -ttebayo!" Naruto protes, langsung menunjuk tajam-tajam ke Oinky.

"Oinky kan cuma hewan, dia tidak bisa membersihkan rumah" Alex membela peliharaannya.

"ya sudah, aku tidur duluan saja" Sam dan Alex masuk ke kamar. Meninggalkan Naruto dan Clover sendirian di ruang tamu.

"nah, Naruto. bagaimana kalau malam ini kita begadang dan nonton film romantis bersama? lagi seru lho" tanya Clover.

mumpung dramanya mulai tengah malam, dia ingin memanfaatkan kesempatan berduaan dengan Naruto. kalau nanti dia ketiduran, dia bisa bersandar di bahunya Naruto. lalu Naruto bakal menggendongnya ke kamar, menyelimuti dirinya dan memberi kecupan selamat malam di dahinya, sekalian ke bibirnya juga. perfect! begitu pikirnya Clover, mendadak nista.

"huh? tidak ah, aku tidak suka nonton dorama, aku langsung tidur saja ya -ttebayo" Naruto sudah nguap lebar.

"Cuma sebentar kok! Filmnya tidak terlalu lama, paling-paling cuma satu jam" rengek Clover.

"satu jam itu kan lama, plot filmnya juga familiar. Paling-paling isinya kisah cinta segitiga dan endingnya si gadis dan cowoknya nikah dan bahagia selamanya. Terus di ulang-ulang, bosan! mau tidur saja"

"huuhh! payah nih, masa di ajak begadang saja tidak mau"

"begadang kan tidak baik untuk kesehatan, apalagi kau perempuan. Lebih baik tidur saja –ttebayo"

"humphh! ya sudah, kalau begitu kau tidur di sofa"

"bbbrr~ tapi disini dingin, Clover. Boleh tidak kalau aku tidur di kamarmu sementara?" tanya Naruto, sampai memeluk dirinya dan menggigil kedinginan.

"lalu apa yang akan kau lakukan? tidur di kasurku? Aku tak pernah mengajak satu pria pun masuk kedalam kamarku"

"apa maksudmu? aku hebat kok di kasur!"

"HEH!? apa maksudmu hebat di kasur!?" tanya Clover, mulai menduga kalau Naruto berpikiran yang macam-macam.

"ah tidak tidak tidak! maksudku.. aku tidur di lantai, tapi aku mendengkur, jadi itu hebatnya aku kalau sudah di kasur" ucap Naruto.

"huh... kalau tidurnya mendengkur, akunya yang tidak bisa pulas!" ucapnya. tapi Clover mulai berpikir lagi, kalau Naruto tidur di kamarnya. dengan begitu dia bisa melihat betapa tampannya Naruto kalau sedang tidur. Sekalian di foto. kyaaaaaaa~

"ya sudah deh, Naruto. tidur di kamarku saja ya. kalau kedinginan kau boleh kok pakai selimut ku" nada suaranya Clover mulai lembut.

"tidak. aku tak mau mengganggumu, aku tidur di sofa saja"

"tidak apa-apa, di luar kan dingin. nanti kalau Naru sakit, bagaimana dengan misi kita nanti? kami tidak bisa melakukannya tanpamu" Clover mencoba merayu. tapi Naruto menggeleng.

"ahaha, Clover. aku cuma bercanda ingin tidur di kamarmu, aku tidak apa-apa kok di luar, sekalian berjaga kalau ada maling masuk. aku bisa menghajarnya"

Clover cuma memasang tampang cemberut. Naruto mengambil selimutnya dan langsung berbaring di atas sofa. "aahh, Oyasumi nasai Clover. tidur yang nyenyak yaaa. Awas.. nanti bantal gulingmu berubah menjadi... sosis bakar! Hahaha!" Naruto melucu.

Clover tetap kesal, dia pun hendak melangkah ke kamarnya, meninggalkan Naruto yang sudah memejamkan matanya untuk tidur. sebelum ia masuk ke kamar, si boy-crazy ini menoleh sebentar ke Naruto.

"hei, besok kita jalan-jalan ya. saldo di kartumu itu sudah habis total, jadi kita pergi menggunakan semua uangmu ya. pokoknya kau yang traktir" ucapnya.

Seketika Naruto langsung membuka matanya lebar-lebar.

"APA!?"

TBC


nah! Naruto dan tiga spies rehat dulu sejenak.

AN : tahu Mandy? kalo belum tahu, searching aja di wiki TS. Pokoknya tuh anak annoying banget lah. Hehe.. dan Naruto di chapter ini kayaknya harem ya? usai update chap ini, author baru sadar kalo Naruto nginep di rumah para gadis xD hahaha

oh iya, note : summary baru akan muncul saat chapter 10

Seperti biasa, review ya? author perlu banget utk jadi bahan perbaikan chap berikutnya dengan melihat review kalian. Oke? Thanks!

Mind To Review?


Balasan utk Review chapter 6 :

-Naruto Bakadebe : iya, romance nya udah nih. Tapi baru sedikit, Nanti romance NaruClover bakal berlanjut di chapter 8. untuk chapter ini dan seterusnya mereka lagi jeda dulu dari misi. Jadi.. asik-asikan dulu deh hehehe.

-Guest : (To Naruto): I know. But i just make you 'a little bit different'. in these fic your role as Jerry's assistant of the three spies. and all Woohp agents wear black tux. So if you in WOOHP, your wear black Tux. and now you wear Orange Jumpsuit in this Chapter. Remember, this is Xover. so thanks for your reviews Naruto-kun! :D