Warning(s)! : Typo, OOCness, Bad! Fairy Tail, Strong! Lucy, Gaje, Aneh, Cliché Story

Don't like? Don't Read!

Disclaimer : Hiro Mashima own Fairy Tail

And i'm Not :)


No One POV

-1 hari sebelum GMG dimulai-

"Akhirnya kita turun juga dari kendaraan sialan itu." Gerutu Sting.

Lucy dan kawan-kawan baru saja sampai di Stasiun Crocus, Minerva dan anggota guild yang lainnya sudah sampai sejak kemarin, karena sesuatu, Lucy dan yang lainnya baru bisa sampai hari ini.

"Oi Lucy, kenapa kau tidak menggunakan sihir teleportasimu saja sih?" Tanya Sting, mukanya masih sedikit pucat sehabis menaiki kereta selama 6 jam.

"Aku tidak mau membuang-buang energi sihirku." Jawab Lucy singkat.

"Dan lagi kau kan Dragon Slayer, kenapa kau tidak merasakan mabuk? Levy juga! Kalian berdua juga!" Serunya lagi sambil menunjuk teman setimnya satu persatu

"Oh, tadi aku menggunakan sihir Troia kepadaku sendiri. Levy, Rogue dan Yukino juga." Sting melongo mendengarnya.

"Pantas saja mereka tidak mabuk tadi, hei, kenapa kau tidak menggunakannya kepadaku?" Teriak Sting kesal.

"Aku kira kau sudah tadi." Kata Lucy sambil menyeringai.

"Kau-"

"Sudahlah Sting-kun, kita harus segera menemui Nyonya Minerva sekarang, nanti dia marah lagi." Lerai Yukino, Sting menghembuskan nafasnya kasar lalu berjalan duluan, dibelakangnya terlihat Lucy yang tertawa karenanya.

-Skip-

"Kenapa kalian terlambat?" Marah Minerva.

Sekarang mereka sudah tiba di penginapan Sabertooth, terlihat Minerva sedang memarahi Lucy dan yang lainnya.

"Tadi ada sedikit masalah dijalan, jadi kami terlambat, maaf." Jela Lucy, Minerva menghembuskan nafasnya kasar.

"Baik-baik, sekarang sudah jam 5 sore. Jangan lupa, kembali sebelum jam 12 malam, babak penyisihan akan dimulai saat itu, ingat! Apa lagi kau Sting." Lirik Minerva sinis membuat Sting merinding.

"Aku ingin berkeliling, ada yang mau ikut?" Tanya Levy kepada yang lainnya.

"Aku ikut!" Seru Yukino.

Levy, Mika, dan Yukino berjalan keluar dari penginapan dan berkeliling mengitari Kota Crocus.

"Aku juga ingin pergi, kalian berdua mau ikut?" Tanya Lucy kepada Sting dan Rogue, mereka mengangguk singkat dan mereka bertiga bersama para exceed pergi dari penginapan.

Natsu POV

"Hey, bukankah mereka Fairy Tail? Aku yakin mereka akan dapat peringkat terakhir lagi di GMG nanti!"

"Kau benar, apa lagi salah satu lawan mereka Sabertooth, guild terkuat di Fiore, dan juga The Dragon's Slayer Team yang katanya akan berpartisipasi tahun ini, aku tidak sabar."

Celotehan orang-orang disini membuat kupingku panas, awas saja, nanti akan kubuat mereka menarik kata-kata mereka, karena Fairy Tail akan menang tahun ini!

Aku, Happy dan Lisanna sedang berjalan-jalan, karena Happy ingin membeli ikan dan Lisanna ingin membeli sesuatu, aku hanya mengiyakan mereka saja dan ikut.

"Natsu, kau kenapa?" Tanya Lisanna.

"Tidak, hanya aku sudah tidak sabar bertanding di GMG!" Seruku.

"Hai' hai'! Ayo kita tidak bisa berlama-lama, nanti Erza bisa marah." Ajak Lisanna, akupun mengangguk mengerti.

Saat kami bertiga berjalan kembali ke penginapan kami, aku mendengar keramaian didekat sana.

Aku berlari menuju tempat itu, orang-orang sedang berkumpul, memangnya ada apa?

"Hah? Hanya segini? Tidak ada yang mau menantang kami lagi?" Seru seorang laki-laki berambut blonde pucat.

"Sting-kun memang yang terhebat!" Seru seekor exceed berwarna maroon, tunggu, exceed?

"Sepertinya kita sedikit berlebihan." Kata laki-laki berambut hitam emo disampingnya.

"Aku tidak akan bertanggung jawab kalau Minerva mengetahui ini." Kata gadis berambut silver yang sedang duduk dibawah pohon tidak jauh dari mereka.

Kenapa rasanya gadis itu sangat familiar?

"Natsu!" Suara Happy terdengar dari belakangku.

"Natsu! Kenapa kau langsung berlari tadi?" Tanya Lisanna.

"Apa yang kita dapat disini? Peri-peri lemah tak berguna." Ujar pirang itu, membuatku kesal.

"Apa mak-"

"Mau apa kalian kemari?"

Gadis berambut silver itu menatapku tajam, tapi tidak membuatku takut.

"Apa yang kalian lakukan?" Tanyaku.

"Mereka menantang kami, tidak mungkin kami tolakkan?" Kata Blonde Freak itu.

"Kau orang yang waktu itu kan? Kita bertemu dipantai!" Seru Lisanna, sambil menujuk kearah gadis itu

"Tidak perlu sok akrab denganku, peri lemah." Jawabnya dingin.

"Apa!?"

"Dengar ya, aku tidak mau berurusan dengan kalian sekarang, aku sedang tidak mood untuk bertarung. Tapi ingat, kalian Fairy Tail, tidak akan bisa menang dalam GMG besok, kalian masih butuh 100 tahun lagi agar bisa mengalahkanku dan teman setimku. Sting, Rogue, Mint, Frosch dan Lector, ayo kita pulang."

Dia mengucapkan sesuatu dan mereka berenam menghilang.

"Apa-apaan dengan sifatnya itu?" Kesal Lisanna.

"Aku pasti akan mengalahkan mereka! Aku berjanji demi nama Fairy Tail!" Seruku.

"Aye sir!"

Lucy POV

Melihat Natsu dan Lisanna membuat kejadian itu terulang dikepalaku.

Aku mendobrak pintu penginapan dengan kasar, membuat semua orang kaget karenanya.

"Lu-chan, kau bisa merusak pintu itu loh!" Seru Levy tapi tidak aku hiraukan.

Aku langsung berjalan menuju kamarku, meninggalkan orang-orang yang menatapku bingung.

Aku memasuki kamarku, mengganti bajuku dengan piyama, dan menyikat gigiku.

Aku berjalan menuju kasurku, aku melihat kearah jam dimeja kecil samping tempat tidurku, masih jam 9, masih ada 3 jam lagi sebelum jam 12.

Aku mengambil novel yang kubawa dari koperku dan mulai membacanya di sofa dekat kasur.

No One POV

"Lu-chan kenapa sih?" Tanya Levy.

"Aku tidak tau, tapi semenjak bertemu dengan Fairy Tail, dia langsung berubah." Jawab Rogue.

"Oh ya, aku tau kalian keluar dari Fairy Tail, tapi aku masih belum mengetahui seluruh ceritanya." Ujar Sting.

"Aku juga penasaran, kenapa Lucy-san berubah sejak bertemu mereka tadi?" Tanya Lector.

"Frosch juga ingin tau!"

"Levy-san, beritahu kami oke?" Pinta Yukino.

"Baiklah, jadi begini..."

-skip-

"Aku tidak menyangka mereka berbuat seperti itu." Ujar Yukino.

"Aku mengerti kenapa Lucy-san berubah tadi."

"Mereka bahkan sama parahnya dengan Sabertooth sebelum kalian datang." Gerutu Sting.

"Aku kira Fairy Tail mengutamakan nakama mereka?" Tanya Rogue.

"Aku pikir juga seperti itu, tapi ada 2 hipotesis, pertama mereka memang berubah, kedua mereka disihir. Aku sama sekali tidak tau mana yang benar." Ujar Levy.

Setelah itu, tidak ada yang bersuara sama sekali, mereka semua memikirkan kembali cerita Levy tadi.

Sting POV

Lucy memang wanita yang kuat, bahkan setelah diperlakukan seperti itu, dia masih tersenyum.

Tunggu...kenapa sih aku berpikiran begini lagi?

"Umh, minna, aku ingin melihat Lucy, aku duluan ya, dah!"

Aku langsung kabur agar mereka tidak bertanya-tanya kepadaku.

Aku berjalan menuju kamar Lucy yang terletak 3 kamar dari kamarku.

Aku mengetuk pintunya, tapi tidak ada jawaban, akupun membuka pintunya, beruntung kamarnya tidak dikunci.

Disana, Lucy sedang terditur disofa, dengan sebuah novel menutupi sebagian bawah wajahnya.

"Wah dia tidur, padahal setengah jam lagi ada babak penyisihan."

Aku pun mendekati Lucy, wajahnya terlihat lelah, aku jadi tidak enak kalau aku memangunkannya.

"Hei, bangun, babak penyisihan akan dimulai." Tidak ada reaksi dari Lucy.

"Lucy."

"Pirang!"

"LUCY!"

Lucy POV

"-ucy."

"-rang."

"LUCY!"

Aku terbangun seketika dan terjatuh dari sofa tapi sesuatu menahanku.

"Oi, kau tidak apa-apa?"

Aku menoleh, oh, ternyata Sting.

"Iya, aku tidak apa-apa."

Aku berdiri sambil merapihkan piyamaku, begitu pula dengan Sting.

"Kenapa kau kemari?"

"Uhm...sekarang sudah jam 11.45, sebentar lagi babak penyisihan, jadi...ya..." Kata Sting terbata-bata, aku hanya menaikkan sebelah alisku.

"Oke, oke, aku mengerti, jadi Sting.."

"Ya?"

"Bisa kau keluar sekarang? Nanti aku akan menyusul."

Sting mengangguk mengerti dan keluar dari kamarku, aku menghela nafas lega.

Aku mengganti bajuku menjadi crop tee abu-abu, celana jeans hitam pendek di atas lutut, dan memakai combat boots, mengambil whipku dan keluar dari kamar.

"Halo Lu-chan!" Sapa Levy, aku tersenyum kecil dan duduk disampingnya.

"Sebentar lagi penyisihan, kalian sudah siap?" Tanyaku.

"Tentu saja! Siap 100%!" Seru Sting.

"Mana Minerva?" Tanyaku lagi.

"Dia sedang ke kamar kecil." Jawab Rogue, aku mengangguk mengerti.

5 menit berlalu, Minerva juga sudah datang, tiba-tiba, tempat penginapan kami bergetar, aku berpegangan dengan meja agar aku tidak jatuh.

"Selamat pagi, kabo!" Seru sesuatu dari luar.

Kami berlima berlari menuju jendela, seseorang menggunakan topeng labu terbang di langit, oh, pasti itu proyektor.

"Babak penyisihan akan dimulai! Ada 184 guild yang akan dieliminasi menjadi 8 guild saja!"

"Hoo, pasti ini akan jadi persaingan yang sengit." Kata Minerva.

"Babak penyisihan kali ini adalah Sky Labyrinth. Setiap 5 menit sekali, labirin akan berputar jadi harap berpegangan dengan sesuatu agar tidak jatuh. Dan kalian boleh menyerang guild lain, ingat, semua anggota tim harus ada di garis finish, kalau tidak, kalian tidak akan dinyatakan menang." Jelasnya lagi.

"Baik, Sky Labyrinth...MULAI!"

"Lucy, apa kau bisa menggunakan teleportasimu?" Tanya Sting.

"Bisa saja, tapi aku harus mengetahui dimana letaknya." Ujarku.

"Baik-baik, kita gunakan saja sihirku." Kata Minerva.

Dia membuat lingkaran, dan sebuah portal muncul didepan kami.

Satu persatu dari kami masuk kesana, dan keluar tidak jauh dari garis finish.

Kami berlari menuju garis finish, tidak jauh dari sana, ada juga garis finish yang lainnya, aku melihat satu tim lain mulai mendekati garis finish disana.

Aku menyuruh yang lain agar lebih cepat berlari, beruntung kami sampai terlebuh dahulu dari pada mereka, aku tidak tau mereka berasal dari guild mana, tapi besok aku akan mengetahuinya.

"Selamat kabo! Kalian berada di peringkat pertama!" Kata labu yang tadi kita lihat dilangit.

"Untung saja kalian cepat, karena ada tim lain yang hampir menyusul kalian." Jelasnya.

"Kita terlalu lama berbicara tadi." Kata Rogue.

"Sudahlah, yang penting kita peringkat 1, apa kami boleh kembali ke penginapan kami?" Tanya Levy.

"Tentu saja! Ingat, besok GMG akan dimulai jam 8 pagi kabo." Ingatnya, kami mengangguk mengerti. Akupun meneleportasikan kami semua ke tempat penginapan.

"Aku ingin tidur kembali, dah! Mint, ayo."

Aku menggendong Mint yang sudah mengantuk, kembali ke kamarku, mengganti bajuku menjadi piyama, dan kembali tidur dikasurku yang empuk.

-Keesokan harinya-

Jam 07:30 pagi

No One POV

Orang-orang di Crocus sudah bangun, mereka melakukan tugas mereka sehari-hari, ada juga yang akan berangkat untuk menonton Grand Magic Games hari ini.

Begitu juga dengan Lucy, dia baru saja bangun dari tidurnya, langsung mengambil handuk, mencari baju ganti dan memasuki kamar mandi.

"Lu-chan!" Panggil Levy.

"Apa?" Teriak Lucy dari dalam.

"Apa kau masih lama?" Tanyanya.

"Mungkin 10 menit lagi." Jawab Lucy.

"Oke, aku hanya ingin bilang sarapan sudah jadi, jangan lama-lama ya Lucy, GMG mulai jam 8." Ingat Levy, disahut dengan 'ya' dari Lucy.

-skip-

Jam 07:55

"Ah, karena kau kita akan telat." Kata Sting.

"Gomen, gomen." Maaf Lucy.

"Sudah, ayo kita berangkat sekarang." Ajak Rogue.

"Chotto!" Tahan Lucy.

"Apa lagi?" Kesal Sting.

Lucy mengucapkan sesuatu dan mereka semua berteleportasi menuju tempat pertandingan.

"Bilang dong kalau mau berteleportasi!" Seru Sting.

"Kau bercanda Sting? Hanya karena ini kau kesal?" Tanya Levy.

"Ssht! Pertandingan akan dimulai." Lerai Lucy.

"Halo semuanya! Grand Magic Games akanku mulai! Dari 184 guild sudah ada 8 guild yang akan bertarung di GMG tahun ini! Aku, Mato akan menjadi wasit sekaligus pemandu acara kalian!" Mulai Mato.

"Disana kita sudah ada 3 juri, Tuan Yajima, Chapati , dan juri tamu kita dari Guild Blue Pegasus, Jenny Realight!"

"Halo semuanya!" Sapa mereka.

"Baiklah, aku akan mengumumkan pesertanya."

"Di peringkat #8, semenjak kembalinya anggota terkuat mereka, apakah mereka akan kembali menjadi guild terkuat? Kita sambut Fairy Tail!"

Natsu, Gray, Erza, Lisanna, dan Wendy memasuki lapangan, semua orang mencemooh mereka.

"Apa? Mereka mencemooh kita?" Tanya Natsu.

-skip ke peringkat 3-

"Di peringkat #3, wah, mereka adalah guild baru! Apakah mereka bisa melawan guild-guild veteran lainnya? Ini dia Blackwings!"

3 orang laki-laki dan 2 orang perempuan memasuki arena, mereka berlima menggunakan jubah jadi kita tidak bisa mengetahui wajah mereka.

"Oh, ini benar-benar mengejutkan! Di peringkat #2 kita ada Fairy Tail B!"

'Oh, jadi yang aku lihat saat babak penyisihan itu mereka?' Batin Lucy.

Gajeel, Mirajane, Laxus, Juvia dan Mystogan berjalan menuju arena, semua orang berbisik-bisik.

"Mungkin orang-orang bertanya kenapa ada Fairy Tail A dan B, untuk tahun ini, setiap guild memang boleh mengikutkan 2 tim, tapi kalau kedua-duanya berhasil ini juga suatu kejutan." Jelas Yajima.

"Baik, jadi ini sah. Akhirnya kita tiba di peringkat #1, apakah mereka bisa mempertahankan reputasi mereka sebagai Guild Terkuat di Fiore? Mari kita sambut, Sabertooth!"

Suara teriakan penonton mengihasi jalannya Tim Sabertooth, dengan Sting yang sangat semangat didepan, kemudian Rogue dan Levy atau Moon lalu Minerva dan Lucy atau Star.

"Star..." gumam Erza.

"Oh, hallo Titania." Sapa Star santai.

"Apa yang kita dapatkan disini?" Tanya Sting dari belakang, dan merangkul Star, Star hanya memutar matanya.

"Apa maumu?" Tanya Natsu.

"Oh, tidak ada. Aku hanya ingin menyapa kalian." Jawab Sting santai.

"Sting, ayo kita pergi." Ajak Star, dia melepaskan rangkulan Sting dan pergi menuju teman setimnya, Sting mengikutinya dari belakang.

-skip penjelasan-

"Baiklah, games pertama akan dimulai! Namanya adalah Hide&Seek! Pilih salah satu teman setim kalian yang akan bermain, lalu yang lain kembali ke podium kalian."

"Aku akan bermain." Kata Levy.

"Oke, menangkan ini ya." Ujar Minerva.

Anggota Sabertooth, minus Levy, kembali ke podium mereka, dan menonton dari sana.

"Oh, ini akan seru." Kata Lucy pelan.


Ini dia chap 7!

Terima kasih buat kalian yang udah mau baca cerita ini :)

Sebisa mungkin aku akan update seminggu sekali, kalau lagi sibuk mungkin bisa dua minggu sekali.

Sekali lagi terima kasih minna :)

-ShaaMine-