"Kau tahu, aku senang kau memakainya?" ujar Donghae tiba-tiba.
"Eh?"
"Ya. Aku senang kau memakai cincin itu."
Ekspresi Kyuhyun berubah drastis. Cincin? Mungkinkan cincin yang selama ini ia pasangkan sebagai kalung adalah—
—pemberian Donghae?
Lagi-lagi Donghae melirik ekspresi kaget Kyuhyun melalui spionnya. Agak kecewa juga sih, mendapati ekspresi Kyuhyun yang sebenarnya tidak sesuai harapan. Tapi yah mau apalagi?
"Aku sengaja menyelipkannya di saku kemejamu saat di kamar mandi dulu." Tukas Donghae, "Kalau kau tidak suka, buang saja. Aku tidak keberatan."
Terkesiap Kyuhyun dibuatnya. Jujur saja, ia kaget saat mengetahui Donghae yang memberikan cincin itu padanya.
"Aku menyukainya, terimakasih, sunbae!"
~.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:!08*80!:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.~
It's Hard
Part 7
Author: Cho Eun Hye / LKyuLala
Main Cast: Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Lee Donghae
Main Pair: WonKyu! HaeKyu!
Genre: Romance
Rating: T
Desclaimer: Siwon and Donghae belong to Kyuhyun. Kyuhyun belongs to me! :p Oh no! Kyuhyun belongs to Siwon and Donghae. :D
A/N: YAOI! Don't Like? Read it first, then you'll know you like it or not. I don't know the good title for this fanfic. So, I was titling this fic with that weird title. Oh my God! Sorry fir 2 bad chapters. I mean, no Wonkyu. L
~.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:!08*80!:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.~
"Kau yakin tidak mau mampir?" tanya Kyuhyun
Donghae menggeleng singkat, "Mungkin lain kali." Ucapnya sambil tersenyum
"Baiklah, hati-hati di jalan, okay?"
"Hm!"
Motor Donghae melaju meninggalkan Kyuhyun yang masih tetap berdiri di depan gedung.
"Aku tidak tahu kalau kau dekat dengan Lee Donghae."
Seseorang seolah menginterupsi kegiatannya. Kyuhyun berbalik dan mendapati Siwon tengah tersenyum padanya. Ah, tapi senyum itu tampak lebih seperti seringai mengerikan di matanya. Bukan senyum menawan seperti biasa.
"Si-Siwon hyung..."
"Kau bilang kau dari rumah sakit. Kenapa bersama Lee Donghae, huh? Setahuku kalian tidak pernah akrab." Tanya Siwon dengan nada mengintimidasi.
"Uhm, hyung, tidak enak bicara di sini. Ayo masuk!" ujar Kyuhyun seraya menggandeng tangan Siwon.
0o0
"Ah, hyung, duduklah, aku akan membuatkanmu minum." Tukas Kyuhyun. Niatnya menuju dapur, dicekal Siwon.
Kyuhyun terkesiap. Siwon menatapnya tajam, seolah ingin merasuki dirinya. Ia menggigit bibir bagian bawahnya. Dadanya bergemuruh, entah apa, ia takut pada Siwon. Padahal ia yakin tak melakukan hal yang salah.
"Ada hubungan apa kau dengan Lee Donghae, huh?"
Siwon kembali bertanya dengan nada dan tatapan mengintimidasi. Oh, ini posisi yang sulit bagi Kyuhyun.
"A-aku... Donghae sunbae, kami hanya berteman." Jawab Kyuhyun.
Ia meringis ketika Siwon mengeratkan cengkramannya pada lengan Kyuhyun, "Aku tidak suka kau berdekatan dengan Lee Donghae. Jauhi dia."
Mata Kyuhyun membulat, "Jauhi?" ucapnya membeo, "Kau..."
Siwon terkesiap. Buru-buru ia melepaskan cekalannya pada tangan Kyuhyun ketika Kyuhyun mulai menatapnya aneh.
"...cemburu?"
Cemburu?
Choi Siwon,
Cemburu?
"A-aku tidak cemburu." Jawabnya cepat.
"Eh?"
"Tentu saja!"
Kyuhyun tersenyum simpul. Kerlingan matanya memaksa Siwon untuk jujur. Ia pun mencondongkan dirinya untuk mendekati Siwon. Namun Siwon malah meliukkan tubuhnya menjauh. Perlahan-lahan, ia mundur menghindari Kyuhyun yang menatapnya dengan tatapan menggoda.
DUKK!
Tuhan...
Kakinya sudah mentok di sofa. Namun Kyuhyun masih saja beringsut mendekat.
BRAK!
"Oh!"
Siwon mengeluh sakit ketika punggungnya membentur sofa. Aish, sialnya, pikirnya kalut.
"Hey!"
Kyuhyun kini sudah ada tepat di depannya. Menindih tubuhnya, dengan jarak wajah satu jengkal saja.
"Akui saja kalau kau cemburu..." gumam Kyuhyun
Siwon menelan ludahnya gugup. Bagaimana seorang Kyuhyun bisa bersikap seperti ini? Menggodanya dengan gaya seduktif. Keringat dingin mengalir dari pelipisnya sampai ke leher. Napasnya seolah tercekat ketika ia merasakan hembusan napas Kyuhyun tepat di hidungnya. Dadanya berdetak kencang, ah! Ini salah satu moment paling mendebarkan bagi Siwon.
BRAK!
Siwon mendorong tubuh Kyuhyun agar terhempas dari posisinya. Dengan sukses, Kyuhyun pun berguling jatuh dari sofa sehingga membuatnya mengaduh keras karena punggungnya yang terbentur lantai.
"Kalau aku cemburu memangnya kenapa?! Kau kan kekasihku!" seru Siwon
Kyuhyun tersenyum menang. Ia pun bangkit dari jatuhnya, dan mendudukkan diri di samping Siwon. Sejenak kemudian, ia memeluk tubuh Siwon dari samping, dan menghirup aroma khas kekasih tampannya.
"Apa kau mencintaiku?"
"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja. Kau kan kekasihku."
Helaan napas lega terdengar. Kyuhyun tersenyum senang dan mengecup singkat pipi Siwon.
"Terimakasih."
0o0
Hampir tengah malam. Jam kamar Siwon berdetak-detak. Jarum pendeknya hampir menunjuk angka 12. Namun Siwon? Ia masih belum tidur walau sebegini larutnya. Mendecak sebal, ia menedang selimut putihnya hingga terkembar ke lantai. Lalu kemudian, ia bangkit, dan memijat pelipisnya.
Lee Donghae...
Kemarin pemuda itu sempat mendatanginya. Siwon kenal betul dengan Donghae. Temannya dari taman kanak-kanak, dan yang mengherankannya, sampai sebegini besarnya pun mereka selalu satu sekolah?
Keberuntungan atau kesialan?
Kesialan mungkin, karena pada kenyataannya mereka sering memperebutkan hal yang sama walau tidak secara terang-terangan. Entahlah, mengapa bisa seperti itu. Yang jelas, ia dan Donghae tidak pernah akur walau bertahun-tahun selalu bersekolah di tempat yang sama.
.
.
.
Guru pelajaran olahraga sudah mengakhiri jamnya sejak beberapa menit yang lalu. Memang begitu prosedurnya, karena siswa membutuhkan waktu juga untuk berganti baju.
Ruang ganti itu sudah sepi. Beberapa menit yang lalu masih ada Dongwoon dan beberapa teman yang lain. Tapi kini, hanya tersisa Siwon yang masih sibuk melipat bajunya.
"Ironis sekali, Kyuhyun sedang mati-matian mengkhawatirkanmu, kau malah sibuk menggoda gadis-gadis?"
Siwon menolehkan kepalanya dan mendapati Donghae berdiri di ambang pintu. Siwon mengernyit heran. Bagaimana bisa Donghae tahu? Apa pemuda itu mengikutinya?
"Bukan urusanmu." Jawab Siwon acuh
Donghae melangkah lebih jauh untuk memasuki ruang ganti, "Jangan pikir aku tidak tahu hubunganmu dengan Kyuhyun."
Dengan sekali hentak, Siwon berdiri menghadapi Donghae. Donghae menyeringai puas, Siwon mulai tersulut emosi.
"Aku dan Kyuhyun, bukan urusanmu!"
"Kau dan Kyuhyun adalah urusanku." Tukas Donghae dengan nada tenang, "Bagaimanapun caranya, aku akan membuat Kyuhyun berpaling padaku."
Siwon menggertakkan giginya. Tangannya mengepal kuat, dan emosinya sudah mencapai ubun-ubun. Ia pun mendorong keras tubuh Donghae hingga limbung ke belakang.
"Kau..!" Siwon tak jadi meneruskan kata-katanya. Tiba-tiba otaknya menyuruhnya untuk berhenti dan menghiraukan pemuda di depannya. Maka ia pun mendengus, dan melenggang pergi keluar ruangan tanpa memperdulikan teriakan Donghae.
"Jangan kau pikir aku tidak tahu apa yang kau sembunyikan, Choi Siwon!"
.
.
.
"Sial!" desisnya.
Siwon memukul dengan keras kasur yang kini menjadi tempatnya duduk. Dadanya bergemuruh kencang, dan tampak naik turun. Donghae itu, kenapa pemuda tengil itu selalu ikut campur urusannya?
Kenapa Donghae bisa tahu?
Bagaimana kalau Donghae membocorkan rahasianya?
Entahlah, kepala Siwon terlalu penuh untuk memikirkan hal-hal macam itu. Toh kalau dipikir-pikir, ini juga salahnya, kan? Salahnya karena dialah yang memulai.
Permainan yang seharusnya tak pernah dimulai...
0o0
Paginya hari libur, Kyuhyun tengah menutup pintu apartemennya ketika ia mendapati Zhoumi dan tampang kusutnya baru akan memasuki pintu apartemennya.
"Zhoumi hyung, baru pulang?" sapa Kyuhyun.
Zhoumi mengangguk lemah sembari tersenyum kecut. Mengerti isyarat dari raut wajah Zhoumi yang sepertinya sedang membutuhkan teman itu, Kyuhyun pun menghampiri Zhoumi.
"Bagaimana dengan keadaan Henry?"
"Dia sudah baik-baik saja. Aku baru saja mengantarnya pulang."
Melihat gurat-gurat kelelahan di wajah Zhoumi, membuat Kyuhyun tak tega. Apalagi, dari wajahnya, Zhoumi seperti menyimpan masalah besar.
"Well, sepertinya kau berhutang cerita padaku." Ucapnya sebelum akhirnya ia menarik Zhoumi masuk ke dalam apartement pemuda itu sendiri.
0o0
"Minumlah~" ujar Kyuhyun sembari menyodorkan secangkir cokelat hangat. Kebetulan saja, hanya ada itu di apartement Zhoumi. Toh, cokelat hangat juga tidak terlalu buruk juga. Malahan ia pikir, dengan cokelat itu, Zhoumi akan merasa lebih rileks.
Zhoumi menyeruput cokelat hangatnya sedikit. Rasa manis yang mengalir melewati lidahnya hingga kerongkongan sedikit banyak membuatnya lega.
"Kau ada masalah? Ceritakan padaku kalau kau tak keberatan." Tukas Kyuhyun. Ia pun beringsut duduk di samping Zhoumi.
"Aku tidak tahu, harus memulai dari mana. Tapi, Henry memintaku untuk mengajukan tanggal pertunangan kita."
Kyuhyun mencoba untuk mendengarkan Zhoumi dengan seksama. Ia mencoba untuk menjadi pendengar yang baik, sama halnya ketika Zhoumi menjadi pendengarnya yang baik.
"Lalu, di mana letak kesalahannya? Bukankah itu hal yang bagus?"
Helaan napas berat terdengar dari mulut Zhoumi, "Aku tidak tahu. Rasanya berat saja..."
Dengan lembut, Kyuhyun mengusap-usap bahu Zhoumi, "Kupikir itu berita bahagia. Bukankah seharusnya kau senang?"
"Entahlah, Kyu. Aku tidak terlalu menginginkan pertunangan itu." Jawabnya sambil menatap Kyuhyun tajam, "Aku ingin seperti ini saja."
Kalimat "Aku ingin seperti ini saja." yang Zhoumi lontarkan agak ambigu terdengar. Begitu lirih, dan penuh dengan ketakutan.
"Aku ingin seperti ini saja, mencintaimu, dan bersamamu." Ujar Zhoumi dengan volume yang bahkan tidak bisa Kyuhyun dengar.
"Eh? Kau bicara apa barusan?" tanya Kyuhyun bingung.
Zhoumi menggelengkan kepalanya sembari tersenyum simpul, "Tidak ada. Mungkin aku akan membicarakannya dengan Henry lagi perihal pertunangan kami."
"Sepertinya memang harus begitu." Sahut Kyuhyun, "Jadi, sepertinya di sini ada yang kelelahan dan perlu mandi. Sebagai tawaran yang bagus, mau kusiapkan air hangat?"
"Jika kau tidak keberatan."
0o0
"Hari ini aku ada janji berkencan dengan Siwon hyung. Kau tak apa kutinggal sendiri?"
Sebuah anggukan menjadi jawaban atas pertanyaan yang Kyuhyun layangkan pada Zhoumi. Dan sebuah senyuman kecil yang melengkung di bibir Zhoumi menyertai.
"Semoga kencanmu hari ini menyenangkan!" seru Zhoumi, "Dan terimakasih atas bantuannya."
Tiba-tiba handphone Kyuhyun berdering, "Ah, Siwon hyung sudah ada di depan. Sebaiknya aku cepat. Da~!" Kyuhyun melambaikan tangannya dan pada akhirnya meninggalkan Zhoumi dengan sebuah "blam" kecil pada pintunya.
"Hhhh..."
Ia menghela napas lelah. Sungguh, ia tak bisa menghidari pesona Kyuhyun. Ia tak bisa untuk tidak terjerat dalam pesonanya. Pemuda itu, sungguh membuatnya hampir gila. Namun di sisi lain, masih ada Henry yang terus-terusan menariknya dari pusaran pesona Kyuhyun. Walau pada kenyataannya,
Ia belum bisa mencintai Henry...
Bertahun-tahun bersama Henry, pemuda manis itu masih tetap seperti adik baginya. Entahlah, berawal dari kasihan lantaran takut mengecewakan Henry, Zhoumi menerima pernyataan cinta Henry beberapa tahun lalu. Sempat terbesit di otak Zhoumi berkali-kali, untuk mengakhiri hubungan keduanya. Bahkan ia pun sengaja mengambil sekolah di Korea. Dan tak diduga pula, Henry bersikeras untuk ikut dan pada akhirnya pemuda kecil itu tinggal bersama bibinya.
Mau memaksa bagaimana lagi? Zhoumi masih tidak bisa mencintai Henry. Entahlah, baginya hubungannya dengan Henry terasa begitu hambar. Hampir tidak ada pertengkaran-pertengkaran di antara mereka. Mungkin karena Zhoumi yang tidak terlalu peduli akan apa yang Henry lakukan bersama orang lain di luaran sana. Dan Zhoumi yang memang jarang berbuat hal neko-neko. Mereka akhirnya jarang bertengkar.
Apalagi semenjak ia bertemu Kyuhyun dan mulai jatuh cinta pada pemuda itu, semuanya makin terasa sulit. Henry makin getol menempel padanya, dengan segala sifat pencemburunya, membuat akhir-akhir ini mereka sering bertengkar.
"Hhh..."
Lagi-lagi ia menghela napas.
Pusing mendera kepalanya. Memikirkan pertunangannya dengan Henry membuat kepalanya serasa akan meledak. Henry memaksa untuk mempercepat pertunangannya agar ia tak perlu khawatir akan Kyuhyun. Bagaimana mungkin ia tega bertunangan dengan orang yang belum ia cintai, sementara hatinya kukuh kalau ia mencintai orang lain?
Ah entahlah, pikirannya terasa sangat penuh sekarang. Mungkin sedikit tidur bisa membuatnya lebih rileks.
0o0
"Lotte World?" tanya Kyuhyun meyakinkan.
Siwon mengangguk, "Untuk yang kedua kalinya. Keberatan?"
Kyuhyun menggelengkan kepalanya cepat. Sungguh, ia tidak keberatan.
"Kalau begitu, ayo turun!"
Dan sepeninggal Siwon dari mobilnya, ia menarik Kyuhyun berlari layaknya anak kecil di taman bermain.
Kunjungan mereka ke Lotte World yang lalu, mereka hanya mencoba sedikit permainan. Yah, masih canggung, jadi Kyuhyun agak sungkan mengajak Siwon ini itu. Berkali-kali jadi pihak yang pasif. Sampai akhirnya, Siwon mengajaknya membeli permen kapas.
Namun sekarang, mumpung ada kesempatan, Kyuhyun ingin mencoba permainan-permainan yang belum sempat ia naiki saat kunjungan lalu.
"Gyro Swing?" gumam Siwon sangsi.
Kyuhyun mengerucutkan bibirnya, dari nada bicara Siwon saja, ia sudah bisa mengasumsikan kalau pemuda itu akan menolak ajakannya.
"Wae? Sepertinya menarik. Ayolah..." Kyuhyun mulai merajuk.
"Entahlah, tampak mengerikan. Kau yakin?"
Dengan bersemangat, Kyuhyun mengangguk dan menarik-narik lengan Siwon, "Hanya sekali, setelah ini aku janji tidak akan mengajakmu menaikinya..." ujarnya sembari mengangkat 2 jarinya ke udara.
Siwon menghela napas dan menelan ludahnya gugup sebelum akhirnya ia mengangguk kaku. Semoga Tuhan masih melindungi nyawanya.
0o0
Tawa senang jelas tercetak di wajah Kyuhyun. Ia menarik Siwon keluar dari area permainan. Tangan Siwon yang berkeringat dingin, jelas terasa di telapak tangan Kyuhyun. Maka ia pun menghentikan langkahnya begitu keluar dari area permainan.
"Ada apa?" tanya Siwon.
Alih-alih menjawab, Kyuhyun malah mendekatkan dirinya pada Siwon. Ia pun mulai merendah, dan menempelkan telinganya tepat di dada Siwon. Senyum simpul terlukis jelas di wajah Kyuhyun beberapa saat kemudian.
"Wah, detak jantungnya cepat sekali..." godanya.
Kalau boleh jujur, ia memang sengaja mengajak Siwon ke arena seperti itu. Ia tak tahu kalau Siwon cukup anti dengan permainan semacam itu. Begitu melihat ekspresi takut Siwon, ia justru makin getol mengajaknya.
Kyuhyun menarik dirinya sembari tersenyum manis, "Ada Bungee Drop. Aku ingin mencobanya." Gumanya dengan kerlingan nakal.
Ah, Siwon tahu, Bungee Drop pasti bukan arena yang menyenangkan. Setidaknya itu untuknya.
0o0
"Oppa, kenapa dia lama sekali?" rengek Sooyoung.
Minho mendengus sebal. Aih, adiknya yang tolol ini selalu merusak mood baiknya. Menggangu tidur damainya di hari libur, dan memaksanya untuk ke tempat terkutuk macam Lotte World begini karena adiknya yang tolol itu akan bertemu dengan kekasihnya. Kalau Sooyoung tidak mengajak Minho, maka bukan ijin yang diberikan orang tuanya, tapi omelan panjang lebar. Jadilah Sooyoung memaksa Minho untuk menemaninya berkencan. Lagipula, Minho memang tak pernah bisa menolak Sooyoung.
"Ah! Itu dia!" pekik Sooyoung senang.
Minho menghela napas dan memutar bola matanya malas. Ia pun menyeret langkahnya mengikuti Sooyoung yang tengah berlari menghampiri kekasihnya di ujung sana.
"Oppa, pergilah ke tempat yang kau mau. Aku ingin berkencan dulu..." ujar Sooyoung
What the—
Memaksanya bangun dari tidur damainya untuk ke tempat terkutuk seperti ini, dan akhirnya mencampakannya?
Sungguh, kalau Sooyoung bukan adiknya sendiri, ia akan langsung melesat pulang meninggalkan adiknya. Masa bodoh dengan Sooyoung bisa pulang atau tidak.
Pada akhirnya, Minho hanya berputar-putar mengitari Lotte World tanpa minat. Tak ada yang bisa menarik perhatiannya. Tak ada gadis sexy, tak ada permainan menarik. Semuanya tampak membosankan.
Namun bola matanya membulat ketika ia menemukan sesuatu yang sepertinya sangat menarik rasa penasarannya.
Sepasang kekasih yang sedang berciuman di bangku. Bukan adengannya, tapi orang yang melakukannya. Dari siluetnya, Minho sepertinya tahu kalau itu—
—Siwon?
Tapi dengan siapa?
Minho menajamkan pengelihatannya, sulit sekali karena pemuda itu terhadang tubuh besar Siwon. Tapi kalau tidak salah, mungkinkah itu teman sekelasnya yang terkenal aneh?
—Cho Kyuhyun?
.
.
.
TBC
DAR!
Annyeong, long time no se, rite?
Ada yang masih ingat sama fic ini? Hm, kuharap iya. J
Maaf untuk update yang terlalu lama. Well, seingatku 3 minggu tanpa update. Kkkk~ karena harus menyelesaikan chap 8 yang sempat terbengkalai, chap 7 ini jadinya ngaret publishnya. Yah, bagaimanapun juga, yang namanya anak sekolahan, kelas 3 pula, ya mesti fokus sama sekolahnya dulu. Fic ini cuman sambilan. :p
Dan yah, terimakasih banyak buat yang udah review di fic Perahu Kertas. Ada yang bilang, fic itu terinspirasi sama lagunya Maudy Ayunda ya? yup! Emang bener. Tapi lupa nyantumin. My bad. Waktu itu lagi diburu waktu, jadi ga bisa banyak cuap-cuap kayak gini. Hahha!
Buat Qniee love nest, hentai itu apa ya? hehehe... Hentai itu sebenarnya kalau diartiin mentah-mentah pakai bahasa Jepang itu kurang lebih maknanya "abnormal". Tapi dalam kehidupan sehari-hari bisa dikatakan "mesum", "porno", dan hal-hal sejenis lainnya. :D (sumber, regekawanmu dot blogspot dot com)
Semoga kalian masih bersedia memberikan review. Terimakasih karena sudah membaca sampai di sini~!
Big Thanks to:
Minri | Choi Sora | Simbaa | Giny | Lee Young Dae | Miss ChoKyu | Prncess of Evil | Lovin'Kyu | Kyousuke Hanazawa | pena bulu | Lindsay Agustine | angel | Meri Culumbus | sung hyo asty | park sung hyo | HeraHeriHeruHero | Gilang ELFishy | Mimi | park sung hyo | meyminimin | Cute Evil | Adyndaratih | Indy | seline | Maknaelovers | eunhyukunyu | xhixermin | bee chandra | gaemkyu | kiseki | ChoiMhia | NaeKyuGaemra Kyu-Uke | Choana | rachma99 | Jmhyewon | Miina | panKYU | virginia | Aiiu | MyKyubee | Ms. Simple | WonKyuBi | lalalala | Guest | yukari | lalla | jeanette | Babykyu | minji-ah | Babykyu | Song Hyera | mrs. ChoiKyu | Lee Hyunka | yolyol | Jung Carla | shin hyo min | lee minji elf | della | shin min hyo | JANE | rememberWon | lee hye hyeon | kyu love malinda | Qniee love nest | ChoI Jaesumin Hyangsu | Qniee love nest | ChoiKyuHwa731 | ChoiKyuHwa731 | ChoiKyuHwa731 | aninkyuelf | astri | anin arluner | Ahjumma Namja | TieSparKYUhyun | shakyu | Fitri MY | mrs. ChoiKyu | Kimimaki | Guest | Kyuya13 | Guest | kemala putri | Halva | RuCho D'Evil
Who gave me review on chapter 6
And thanks to whoever read and view this fic.
I really glad that you happy to read my fiction.
I love you all!
At least, mind to review?
With Love,
Cho Eun Hye
