Haloo minaaa _ udah lama ya nungu saya?? *plakkk* di gebuk bareng bareng. Oke oke author minta maaf karena lama UP soalnya banyak kendala salah satunya app ffn yg agak eror tiap kali mau UP pasti ada beberapa tanda baca yang hilang. Langsung saja

*RnR Please*

.

.

.

.

.

SHI

Genre : Romance, angst/ tragedy, mystery

Pair : Minato X Kushina

Rate : T

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Author : Feby K.

Warning : AU, OOC, Typos, Gaje, Absurd, EYD masih belum sempurna, dll

chapter 7 : Who???

.

.

.

.

.

.

"Perbuatan orang dalam ?"

"Kemungkinan terbesar pelakunya adalah orang di sekitar kita, bahkan mungkin orang yang paling dekat dengan kita," Terang seorang pemuda berambut pirang sambil menatap dengan tajam dan serius pemuda di depannya.

Pemuda yang di tatapnya hanya menenggak ludah dengan kaku. "Kenapa Anda menatap saya seperti itu? Apa anda mencurigai saya?" tanya pemuda berambut perak sambil terlihat risih.

"Oh maaf menatapmu seperti itu, bukan maksudku mencurigaimu. Aku hanya sedang berfikir."

"Hufff ..., saya kira anda mencurigai saya"

"tentu saja tidak, aku mempercayaimu Kakashi. Lagi pula tidak ada gunanya kau mencuri rancangan robot Kushina. Jika pun kau ingin mencurinya, pasti kau sudah mencuri dari awal atau bahkan membuat salinanya, karena hanya kau dan aku yang mengetahui detail rancangan itu."

Seketika rasa bangga menyelubungi hati Kakashi, bagaimana tidak, dia diangap orang yang di percayai atasannya. Sebenarnya atasannya bisa dengan mudah menuduh Kakashi sebagai pelaku di balik semua rekayasa ini, namun bukan itu yan terjadi. Bagaimanapun itu kepercayaan adalah hal yang berharga, mendapatkannya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Sesorang bisa mencurigai orang lain hanya dalam waktu satu detik, tapi tidak akan bisa mempercayai orang lain dalm waktu satu detik.

Minato pun duduk di kursinya sambil menautkan kedua tangnnya dan menaruhnya di atas meja. Pandangannya seperti fokus ke satu titik tapi sebenarnya pikirannya tengah berputar berusaha menyusun semua enigma dan mengaitkannya satu sama lain. Seadangkan Kakashi masih mengelilingi ruangan itu dalam diam berusaha mencari petunjuk yang mungkin di tinggalkan pencuri. Untuk beberapa saat hanya detik jarum jam yang terdengardan beradu dengan pikiran.

MINATO'S POV

Siapa pencuri itu sebenarnya? Ku akui dia memang cerdik, membuatku berfikir sampai seperti ini. Bahkan dia bisa melakukannya tanpa meningalkan sebuah jejak, kecuali pintu yang terbuka itu. Mungkin dia bisa membobol sistem, tapi tanpa mengetahui sandi pintu itu mustahil membuatnya kembali di tutup. Melihat betapa hebatnya pekerjaan kotornya itu, tidak mungkin dia meningalkan pintu masih terbuka . Itu sebuah kesalahan fatal. Jadi mungkin pintu terbuka adalah suatu kesengajaan.

Siapa pelakunya, apakah dia selama ini masih di sini? Masih di tempat ini? Apa dia sedang melakukan sebuah drama. Mungkin saja itu terjadi. Bisa jadi pintu terbuka karena si pelaku terkejut menyadari kedatangan Kakashi dan meningalkan pintu itu begitu saja.

Melihat kemungkinan saat ini, siapa saja bisa menjadi pelaku.

Apa mungkin pelakunya adalah penjaga lab ini. Mugkin kah mereka? tapi bahkan aku tidak yakin mereka mengetahui soal Robot Kushina.

Jika kembali pada kemungkinan orang terdekat, bisa saja pelaku adalah teman baikku atau orang yang berada di ruma Namikaze...

AKHHH... memang mustahil menemukan pelaku tanpa melihat barang bukti dan petunjuk, jika begini aku hanya membuat tuduhan yang tak berarti tanpa dasar kepada beberapa orang.

Lalu apa tujuan dia mencuri ? Apakah ada hubungnnya dengan Kushina? Mungkin iya. mungkinkah dia musuhku yang ingin bals dendam? Atau bahkan seorang Provesor yang pernah kugagalkan penelitian berbahayanya? Atau mungkin sainganku dalam dunia bisnis? Mantan pacarku atau pacar kushina kah? Fugaku ? tidak mungkin, aku yakin saat itu dia benar benar mendapatkan hukuman mati.

Aku sudah benar-benar frustasai. Kuacak rambut pirangku dengan gusar. Tapi tidak akan ku biarkan dia lolos begitu saja. Sebuah kesalahna besar telah memancing singa yang tertidur selama ratusan tahuun. Akan kupastikan siapapun dia menanggung akibat perbuatannya.

"Sepertinya kita benar benar butuh bantuan polisi atau seoarang detektif," tutur Kakasi menyadarkanku dari lamunan .

Aku berbalik dan memandangnya sekarang dia berada tepat di depan pintu ruang kerjku "Tapi itu resikonya sangat besar," Jawabku. Seketika pandanganku terfokus pada suatu beda. Ku tajamkan pengelihatanku, sekarang mulai jelas. Benda kecil dan panjang seperti seutas tali yang tergantung di kenop pintu.

"Tapi bukankah sejak Anda menciptakan robot Kushina anda sudah menerima semua hal buruk yang mukin terjadi? Sejak awal semua tindakan pasti ada resikonya, hanya saja resiko yang timbulkan kecil ataukah besar. Ini hanyalah salah satunya."

Aku masih diam tidak menanggapi pernyataan Kakashi, aku hanya berjalan menuju ke arahnya kemudian mengambil benda yang taergantung di kenop pinu. Ternyata sehelai rambut berwarna merah. Tunggu, apa? Rambut merah?

"Kau benar. Perbuatan baik dan buruk pasti akan ada resikonya. Dan seorang tellah mengambil jalan yang buruk dengan mencuri. Secerdik apapun pencuri, cepat atau lambat pasti akan tertangkap . Sehebat apapun dia bersembunyi, resiko tertangkap pasti akan tetap ada." Ujarku penuh penekanan sambil tersenyum.

"Rambut merah?" gumam Kakashi sambil melihat benda yang ku pegang

"Ya, sepertinya dia terlalu memikirkan sekitar dan melupakan dirinya sendiri."

"Apa mungkin pelakunya memilki rambut merah? Tapi siapa dia?"

"Ada tiga orang berambut merah yang aku kenal. Kushina, Mito Uzumaki dan ..., Sasori. Hanya saja aku tidak yakin mereka semua terlibat. Tidak mungkin Kushina yang mengambilnya, ingatanya bahkan belum pulih benar, dan kecil kemungkinan jika dia menyadari dirinya sebagai robot. Mito Uzumaki, ibu Kusina tidak mungkin yang mencuri bahkan sampai sekarang aku belum memberi tahunya tentnag Kushina. Lagipula dia sudah cukup repot dengan perusahan dan kasus pembongkaran makam Kushina ..."

"Sasori? Bukankah dia sainganmu sebagai ilmuan robot?"

"Memang benar, tapi dia bukan tipe orang yang akan memenangkan pertandingan dengan cara kotor. Dan jika di hubungkan dengan perkiraan pelakunya adalah orang terdekat, kurasa yang bisa melakukanya hanyalah orang dari lab ini atau dari kediaman Namikaze." Sepertinya semua kejadian akhir-akhir ini memang saling berhubngan. Sepertiya aku mengetahiu pelakunya, Sepertinya. Hanya saja aku tidak bisa menghubungkanya dengan penemuan rambut merah ini. Gumamku dalam hati

" Aku punya sebuuah tugas untukmu Kakashi. Coba kau cek apakah pelakunya meninggalkan sidik jari di kenop pintu. Aku punya sebuah urusan"

"Baik" jawab Kakashi sambil keluar ruangan yang terbuka ini, mungkin dia sedang mengambil peralatan. Aku bisa mempercayakan tugas ini kepadanya.

Sekarang aku memang harus memastikan pelakunya. Mungkin dia sudah menungguku pulang. Aku segera pergi dari lab ini dan kembali ke rumah."

END OF MINATO POV

.

.

.

.

.

.

Minato memasuki rumahnya dengan tergesa gesa. Baru saja dia membuka pintu rumahnya sudah di sambut oleh Tsunade di depannya. Dari mata Tsunade sudah jelas bahwa dia sedang menyiratkan kekesan.

"Darimana saja kau Minato??? Kenapa Kushina pulang dengan basah kuyuB?" Desisnya.

"Akan ku jelaskan nanti saja ..."

" Heii ..., aku tidak mau kalau dia sampai rusak dan kau menjadai terpuruk lagi"

" Dia tidak akan rusak semudah itu Kaa-san, Aku membuatnya dari logam terkuat, melapisinya dengan silikon yg mirip kulit dan anti air jadi tenang saja."

"Hufff ..., " tsunade menghela nafas lega "baguslah kalu begitu, aku tidak pelu mengirimu ke rumasakit jiwa jika dia rusak, kau itu terlalu tergila-gila padanya"

"Suadahlah Kaa-san, aku tidak ingin bergurau. Ada hal yang lebih penting"

"Aku tidak bergurau ...," dengus Tsunade " ohya tadi Kakashi menelfon, dia mencarimu, dari nada suaranya sepertinya ada hal buruk yang sudah terjad"

"Lab ku barusaja di bobol"

"APAAAAA???"

"Sebenarnya tidak ada benda penting yang hilang. Hanya rancangan Robot Kushina yang di ambilnya."

"Tunggu, apa ini ada huubungannya dengan pencurian mayat Kushina?"

"Mungkin saja. Yang tidak aku mengerti kenapa dia melakuka ini, apa dia ingin membalas dendam padaku?"

"Entahlah, yang pasti ini bukanlah hal yang baik. Kau harus memberitahukan tentang robot Kushina kepada Mito secepatnya, atau hal yang buruk akan terjadi."

"Aku sudah membuat janji dengannya,tapi dia baru bisa minggu depan."

"Lebih baik kau pergi ke rumahnya saja."

"Ya. Kushina sekarang ada di mana Kaa-san?"

"Dia di Kamar"

Tanpa basa basi lagi Minato langsung melesat pergi ke kama kushina. Pemuda itu membuka pintu kamar Kushina dan di dapati gadis itu sedang memandangi pantulan dirinya di depan cermin. Pikirnnya seperti entah melayang ke mana. Sepertinya gadis itu bahkan tidak menyadari keberadaan Minato yang sudah masuk ke dalam kamarnya. Perlahan Minato berjalan mendekati Kushina dan berdiri di belakangnya sehingga bayangan dirinya juga dapat di lihat kushina, membuat gadis itu tersadar dari lamunanya.

Gadi itu segera berblik dan memandang Minato "Bagai mana dengn keadaan lab, Minato? Apa daa barang yang hilang?" tanya gadis itu.

"Hanya beberapa rancangan robotku yang telah di curinya, lainya masih utuh," jelas Minato.

"Haaa?? Apa ada orang bodoh yang membobol lab hanya untu mencuri Rancangan robot. Yah itu mungkin saja jika yang membobobol adalh orang ambisius yang teropsesi dengan robot rancanganmu dan dia akan membuat robot yang samaa dengan buatanmu, mugkin saja dia sudah mencuri rancangan orang lain selama ini"

Klik seperti itulah bunyi nya di otak minato "Kau benar, mungkin itu tujuannya mencuri" ujar minato sambil berfikir " itulah tujuannya sejak awal, dia ingin menghancurkanku melalui rancangan ku sendiri, dengan kata lain orang itu mungkin saja adalah sainganku"

Tiba tiba saja Minato menarik Kushina berdiri dan memeluknya dengan erat,membuat Kushina terkejut "Kau benar, kenapa aku tidak kepikiran sejak awal. Terimakasih berkat dirimu aku sepertinya tahu siapa pelakunya." Ujar Minato penuh semangat tanpa melepaskan pelukannya.

"Hei..., lepaskan pelukanmu. Aku menjadi sesak baka ..."

BLUSSS Tiba tiba pipi Minato memerah

" Maaf" ujarnya sambil melepas pelukan dan mengaruk tengkuk yang tidak gatal dengan kikuk.

"Padahal aku tadi hanya asal bicara, syukurlah jika aku bisa membatu menemukan pelakunya." Ujar Kushina sambil tersenyum manis.

Minato hanya bisa memandangi gadis robot di hadapannya sambil tersenyum. Namun jika dia kembali mengingat kenyataan bahwa gadis di depannya sebenarnya sudah meninggal membuat hatinya retak. Senyuman gadis di depannya ini mengingatkan Minato pada senyuman terakhir Kushina yang sebenarnya. Cepat cepat pemuda itu menepis ingatan itu dari otaknya.

"Oh ya, kenapa tadi kau memandangi dirimu di depan cermin seperti tadi."

Tiba tiba raut wajah kushina berubah, gadisitu kembali menatap bayang dirinya di depan cermin"Aku merasa aneh pada diriku sendiri ...," gadis itu sengaja menggantung kalimatnya "seperti, seperti aku merasa diriku bukanlah manusia,"

DEG'

Apa yang di takutkan minato selama ini akhirnya terjadi juga, Kushina mulai menyadari keanehan pada dirinya, dan suatu saat gadis itu pasti akan sadar jika dirinya hayalah salahsatu robot ciptaan kekasihnya sendiri

"Ke-kenapa kau berfikir seperti itu?"

"Pertama karena aku kehilangan ingatanku setelah sadar, kemudian aku merasa aneh terhadap air atau benda lain yang ku sentuh ...," Kushina menjeda kalimatnya, kemudia dia mengangka tangannya lurus kearah Minato kemudian membuka lebar telapak tanngannya, seperti posisi ingin meraih pemuda itu, seakan mengerti apa yang kushina maksud Minato mengukurkan tangannya yang di sambut dengan tangan Kushina, kedua tangn itu saling bertemu da bertautan dengan erat." Dan hal yang sama terjadi saat aku memegan tanganmu" ujar Kushina melanjutkan kalimatnya sambil menautkan kedua alis

"Aneh bagaimana?"

"Aku merasa seperti tidak benar benar memegangnya, maksudku aku tidak benar benar bisa merasakan kehangatan tangnmu. Dan lagi, aku seperti merasa tidak punya emosi. Aku tahu bagaimana rasanya sedih tapi aku tidak bisa benar benar bersedih. Aku tahu saat aku bahagia tapi semua itu rasanya sam. Sedih, marah bahagia, takut sepertinya rasa itu sama bagiku aku tidak bisa benar benar merasakanya. Bahkan aku tidak merasa sakit saat jatuh"

"waktu itu kau jatu menimpaku jadi yang sakit aku bukan kau, dan berkikutnya kau jatuh di atas rumput yg tinggi jadi tidak terlalu sakit"

"Aku pernah berfikir jika diriku sudah mati, dengn kata lain aku adalah hantu.Aku pernah mendengar jika orang yang sudah mati akan kehilangan ingatan, tidak bisa merasakn benda benda yang di sentuhnya dan dia tidak akan merasakan sakit. "

DEG' Minato merasa saki saat mendengar kata 'Mati' tapi untunglah itu hanya presepsi yang gadis itu kira, untu dia tidak menyadari jika dirinya adalh robot.

"Kalau kau hatu seharusnya kau tidak akan bisa melihat bayangan dirimu di cermin, aku tidak akan bisa menyentuhmu dan melihatmu. Jangna berfikir aneh aneh, pasti pikiranmu masih kacau karena insiden itu"

"Kau benar..., tunggu dulu, aku bukan salah satu robot ciptaan mu ka?"

DEG' DEG' DEG' ... dan terjadilah sudah hal yangdi takutkan

"Hahahaha ..., " tawa kikuk Minato "mana mungkin ada robot yang begitu mirip manusia, bisa melakukan semua hal yang di lakukan manusia tanpa cacat dan tanpa ada yang mengndalikan, mana ada robot secantik ini," Candanya sambil mencubit kedua pipikushina.

"Hehehe..., sudah lupakan saja aku bicara hal yang begitu bodoh dan gila"

Minato hanya tersenyum, kemudian matanya menangkap benda yang sama dengan yang di temukan di lab, sehelai rambut merah di sisir kusina, membuatnya sadar apa yang harus dia selesaikan segra.

'Maaf, maaf Kushina aku berbohong padamu. Biarka sekali ini saja aku berbohong lagi, biarkan ini menjadi keegoisanku yang terakhir ,' ucap minato dalam hati

*TBC*

.

.

.

.

Author : " hufff, akhirnya ke up juga, jujur author lagi ilang feling dan bingung banget buat chapter ini."

Kushina : " salah sendiri waktu punya ide gk buru buru di tulis malah di tinggal nonton anime lain :V"

Author : "Ya maaf, sebenarnya ini mau aku UP waktu ulangtahun Minato ehhh, author lupa. Abis itu nunggu bulan depannya mau ku up waktu ulangtahunku sendiri ternyata itu waktunya deket sama turnamen, jadi waktunya abis buat latihan dan akhirnya gk sempet ngedit, pada akhirnya pun gak jadi ikut turnamen karena berengan PTS, aduh sedihnya :V " *di deadgerl kushina*

Kushina : "Author banyakan ngeles"

Minato : "Tau tu, waktu ulangtahun gue juga gk ngucapin selamat "

Author :" hehehe... namanya juga lupa. Oke oke gue ucapin sekarang deh. Otanjobi Omedeto Minato~kun" *Peluk minato*

PLAKKKK *kena jitak Kushina*

Kushina : *Ngangkat minato* "Minato punyaku, awas kalo ketahuan nikung" *Pasang mode habanero*

Minato : "ngucapinya udah telat dua bulan ini ma parah, umm... Kushina-chan turunin dong, ini mentok plafon tau"

Kushina : "iya iya " *nurunin Minato*

Author : *nepuk jidat* "Oh iya maaf kalo masih banyak typo bertebaran di atas"

Minato : "Author emang ratunya typo" *Plakkk kena oisuku jodan dari author* "Kaburrr"

Author: *kejar Minato*

Kushina : " Abaikan saja dua ayam yang kejar kejaran itu. Ok thanks rivewnya @Mikazuki Ryuuko dan thanks juga yg udah rivew lewat beberapa sosmed autor. Akhir kata RIVEW PLEASE "