Rangkaian kata Chapter 7
…
…
…
"Hinata !, bertahanlah !" ucap naruto
"Sebentar lagi kita tiba." Ucap naruto kepada hinata yang saat ini berada di gendonganya.
"Apakah masih jauh ?"
"Sebentar lagi." Jawab ruka
"Tahanlah, sebentar lagi, Hinata." Ucap naruto sangat cemas.
"Ruka, Kemana arah desamu ?"
"Kearah selatan, sekitar 10KM lagi.." ucap Ruka.
"Baiklah, Bisa Aku pergi duluan.."
"Tunggu.."
Ruka mengeluarkan Gulungan surat perintah naruto, lalu melemparkanya kepada naruto.
Lalu ditangkap dengan baik oleh naruto.
Lalu Naruto menggaktifkan Senjutsunya, dan mengggunakan chakra kyubinya, untuk memepercepat langkahnya menuju desa Kabut..
…
…
…
"Sepertinya Inilah yang kita cari .."Ucap Sakura
"Ya , sepertinya begitu.."Ucap Sasuke
sakura dan sasuke yang sebelumnya pingsan, saatterjatuh dari jurang itu, berhasil mengalahkan monster-monster jurang dan , berhasil menemukan Tanaman yang mereka cari.
"Kenapa bentuknya Tidak seperti Tanaman Gingseng ?"
"Tapi, dari ciri-cirinya, inilah tanaman yang dimaksud ."
"Baiklah, Apa boleh buat.." Ucap sakura sambil mengeluarkan Kunainya.
"…."
"…."
Hanya suasana hening menemani mereka , saat itu.
hening, selain suara Kunai yang beradu dengan suara tanah.
"Sakura, Berapa lama, tadi aku pingsan ?"
"E..Entahlah, Aku tidak ingat, Sasuke-kun."
"Memangnya kenapa?" tanya sakura kembali.
"Tidak, bukan apa-apa." Jawab sasuke dengan muka dinginya
…
…
…
" Kalian bisa istirahat disini , selagi menunggu acara dimulai," ucap penjaga yang selagi memepersilahkan Ino dan sai memasuki ruang istirahat.
"Kalau kami boleh tahu, acara apa maksudnya ?"
"Hahaha, Jadi kalian belum tahu? Bukan acara penting, tapi akan dihadiri pemimpin dari Negara-negara besar."
"Kenapa kami tidak diberi tahu ? memangnya acara apa ?" ucap sai
Sementara Ino hanya memeperhatikan lukisan-lukisan disekitar ruangan.
"Sudahlah, nanti kalian juga akan tau. Hahaha" ucap penjaga, lalu meninggalkan sai dan ino.
'Aneh..' ucap Sai dalam hati.
"Ino?"
"Hemm?" ucap ino.
"Wajahmu kelihatan pucat , tidak seperti biasanya, Kamu sakit ?"
"Ti..Tidak, aku hanya sedikit Lelah, tapi lelahnya tidak begitu terasa." Jawab Ino.
"Tidak begitu terasa ? Maksudnya"
"Entah mengapa, Lelahnya tidak terasa, saat aku menjalankan misi Sai-kun," ucap Ino dengan wajah malu-malu.
sedangkan sai hanya menampilkan wajah senyumnya.
"Emm, Ngomong-ngomong, sai juga tidak lelah ?" Tanya ino.
"Tidak, hanya sedikit mengantuk."
"Oh, Tunggu sebentar ya ?" ucap ino lalu berlari keluar ruangan.
dan dilanjutkan dengan wajah bingung dari sai.
…
…
…
"…."
Sunyi , itulah gambaran yang dapat diberikan saat perjalanan pulang dari temari dan Shikamaru untuk kembali kedesa suna,
"Hei, Pemalas, setelah ini kau akan kemana ?"
"…."
"Hei ! kalau ditanya orang itu dijawab ! dasar pemalas !"
Temari sudah menyiapkan lenganya untuk menjewer telinga shikamaru , namun shikamaru berhasil menghindar .
'Aneh sekali pemalas ini.' Pikir temari.
'Aku juga bisa'
"Baiklah, kalau kau tidak mau bicara, aku juga bisa " ucap temari sambil menyilangkan tanganya didadanya lalu berlalu meninggalkan shikamaru dengan langkah cepat.
'Cih, memangnya aku peduli' pikir shikamaru dalam hati.
…
…
…
Di Post penjagaan terluar desa Kiri.
"Setelah perang, hampir tidak ada yang dapat kita kerjakan" Ucap seseorang berpelindung kepala Negara kabut.
"Iya benar, Para daiymo tidak ada yang mau menyewa kita." Ucap seseorang yang juga berpelindung kepala sama.
"Pasti karena sudah tidak ada perselisihan antara Negara-negara besar." Tambah satu lagi yang sedang mengasah pedang.
Wussshhh
"Hei !Kalian Lihat itu" Ucap seseorang yang sedang memeperhatikan sekelilingnya.
"Wow, Benda apa itu ? "
"Cepat beritahu yang lain."
Lalu keluarlah mereka lalu memberikan informasi tentang mahluk yang berlari sangat cepat itu, ke penjaga gerbang desa dengan jutsu semacam telepati(gak tau nama jutsunya)
Di Gerbang Ibukota Kirigakure
Terlihat 3 orang ninja yang kelihatan sedang bercakap-cakap.
sebut saja mereka dengan ninja 1,2 dan 3 (gak kreatif ? Suka-suka author :p)
"Membosankan, Aku butuh sesuatu yang dapat menaikan tingkat adrenalinku ."ucap ninja 1
"Gaya bicaramu sudah seperti Tukang obat saja."ucap ninja 2
"Memangnya kau tidak bosan, tidak punya pekerjaan lain selain menjaga gerbang bodoh ini ?"ucap ninja 1
"Sebenarnya iya." Jawab ninja 2
"Andaikan waktu itu kita bisa ikut ke medan tempur." Ucap ninja 1
"Salahkan saja Mizukage yang meminta kita menjaga gerbang bodoh ini. Timpal ninja 2
"Hei, Hati-hati kau bisa mati kalau bicara seperti itu." Ucap ninja 1
"Hahahahaha…" tawa ninja 2.
"Hoi ! Ada kabar dari post depan, kalau seseorang sedang menuju kemari." Ucap ninja 3
"Benarkah ? Waktunya bersenang-senang , "ucap ninja 1 dan dilanjutkan tawa oleh ninja 1,2 dan 3
Lalu Munculah mahluk yang dimaksud dari kejauhan…
"Hei, Kau disana, BERHENTI !"
Ucap ninja penjaga gerbang desa Kiri.
"Aku tidak ada waktu. Cepat minggir !" Ucap naruto dengan lantangnya tanpa berhenti.
"Penjaga, siaga satu , ada penyusup !"
Lalu munculah belasan orang ninja Kirigakure.
"Sial." Ucap naruto.
Lalu, terpaksa, langkah naruto terhenti karena jalanya dihalangi.
"Hei, Siapa kau ini ?"
"Aku Ninja dari konoha."
"Mana surat Perintahmu ?"
"Sebentar."Naruto merogoh kantung-kantungnya, lalu.
'Lho, dimana benda itu ?' Pikir naruto.
Naruto yang panic kebingungan mencari gulungan surat perintah yang dimaksud namun, tidak dapat ditemukanya.
"Aku tidak dapat menemukan surat perintahku. Tapi tolonglah, bawalah temanku ini kerumah sakit, dia sedang sekarat, tolonglah !" mohon naruto.
…
…
…
Singkat cerita Sakura dan Sasuke berhasil keluar dari jurang tersebut dengan membawa 'hasil'.
Dan langsung mereka melanjutkan perjalanan mereka kembali ke Konohagakure .
"Kalau tidak salah, tanaman ini kan digunakan untuk menambah stamina," ucap sakura sambil memperhatikan bungkusan yang saat itu sedang di genggamnya.
"…." Tidak ada jawaban dari sasuke.
"Untuk apa ya Hokage-sama meminta kita untuk mencari benda ini ?"
"…." Tetap tidak ada jawaban dari sasuke
"Kira-kira siapa ya yang memesan barang seperti ini ? pasti pengantin baru !" ucap sakura memancing sasuke bicara.
"…."Tetap sunyi dari yang ditanya
"Sasuke-Kun, Kau ada acara ?" tanya sakura ditengah perjalanan. Dan inilah maksudnya memancing sasuke bicara
"…." Seperti biasa, tidak ada jawaban
'Ayo cepat katakan, dasar pengecut !' kepribadian sakura bicara.
'Sudahlah, Percuma kau mengatakanya, dia tidak akan mau' kepribadian lain sakura bicara.
"Em,Sasuke-kun mau tidak,, em, Jalan-jalan denganku nanti ?" ucap sakura dengan ragu-ragu, karna biasanya sasuke akan langsung menolaknya mentah-mentah.
Sasuke menghadapkan wajahnya ke arah sakura, namun tetap melanjutkan langkahnya tanpa berhenti.
…
…
…
"TIDAK BISA !" Ucap lantang salah satu penjaga.
"Kumohon , Tolong aku hanya ingin dia selamat, karena dia adalah yang terpenting untuk-ku." Ucap naruto sambil bersujud,
Sebenarnya bisa saja dia menghajar seluruh penjaga desa Kiri dan menerobos barikade, tapi karena mengingat hinata yang sekarat, dan tidak ingin membuat masalah untuknya dan hinata, maka ia memohon.
"Biarkan dia masuk" terdengar suara perempuan dari bagian dalam pagar desa.
"Mizukage-sama. Tapi dia tidak membawa surat perintah."
"Tidak apa-apa, aku mengenalnya, Dia Uzumaki Naruto."
"Apa ? Orang ini uzumaki naruto ? Pahlawan Perang besar ninja ?"
"Ya , dia Uzumaki naruto, memangnya kalian tidak mengenalinya ?"
dijawab gelengan oleh para penjaga, dan disambut jitakan beruntun oleh sang mizukage.
"Aaaddduhhh" suara teriakan kesakitan bergema di gerbang Ibukota kirigakure.
"Sekarang antarkan naruto dan teman wanitanya ke rumah sakit , CEPAT !" Ucap mizukage dengan penekanan,
"A..Ayo silahkan ikut aku." Ucap salah satu penjaga sambil memeggangi kepalanya yang masih sakit karena 'hadiah' dari sang mizukage.
"Cepat bawa pacarmu itu, sebelum terlambat." Ucap mizukage yang sedikit menggoda,tetapi tidak digubris oleh naruto karena pikiranya yang hanya tertuju pada hinata saat ini.
"Terimakasih mizukage-sama." Ucap naruto lalu beranjak pergi mengikuti penjaga yang mengantar naruto ke rumah sakit yang dimaksud.
Didalam Desa..
'Bertahanlah Hinata' ucap naruto dalam hati seraya melihat wajah hinata .
"Hei, beri jalan !" Perintah ninja yang memandu naruto.
yang sedang memberlari untuk member jalan untuk hinata dan naruto.
"Ada apa itu ramai-ramai ?" ucap seorang warga.
"Entahlah, mungkin ada yang bagi-bagi bahan pangan." Ucap warga yang ada disebelahanya.
"Ada Uzumaki naruto , disana !" ucap seseorang yang terlihat berlari-lari.
"Benarkah ? Ayo kita kesana " ajak warga yang lain.
Didalam Rumah sakit .
Keluarlah seorang ninja medis dari pintu Kamar UGD dari Rumah sakit kirigakure.
"Dia digigit oleh Lintah beracun ? Benarkan ?" tanya seseorang yang berpenampilan seperti paramedic Dengan raut wajah serius.
"Iya , bagaimana anda tahu ?" jawab naruto.
"Maafkan aku, aku sudah berusaha semampunya." Ucap paramedic tersebut seraya menundukan wajah.
…
…
…
Memasuki gerbang desa Sunagakure
"Kalian tiba juga, Kakak sudah ditunggu lama oleh Garra." Ucap kankuro
"Dimana dia sekarang?" tanya shikamaru, yang tentu saja sumpahnya sudah terbayar, karena misinya sudah selesai.
"Dia ada di Ruanganya bersama dengan Hokage-sama." Ucap kankuro
"Hokage, Untuk apa beliau disini ?"
ucap Shikamaru , lalu menyerahkan tanduk rusa buruanya.
"Tanya saja langsung dengan orangnya." Ucap kankuro, lalu melenggang pergi.
"Ayo, Wanita aneh.." ucap temari
"…"
yang dihina diam saja.
'Rambut nanas itu menghinaku, awas saja nanti !' pikir temari dalam hati.
"Temari, Kau tahu maksud beliau ketempat ini ?" tanya shikamaru kepada temari
"…."
Tidak ada jawaban dari yang ditanya.
'Sudahlah, mungkin dia masih marah karna sikapku yang tadi' pikir shikamaru
'Lihat saja , memangnya Cuma dia yang bisa , aku juga bisa' pikir temari
…
…
…
"Maafkan aku, aku sudah berusaha semampunya." Ucap paramedic tersebut seraya menundukan wajah.
"Maksudmu ?!" teriak Naruto yang menarik kerah baju paramedics tersebut.
"Ya, Maafkan aku."
"HINATA !" Teriak naruto. Lalu tersungkur ke lantai .
"Hinata, aku belum sempat mengatakan ya padamu "
"kenapa hinata, kenapa kau meninggalkanku begini !"
"Kenapa" Ucap naruto dalam tangisanya.
"Whahahaha, Ternyata Pahlawan besar Uzumaki Naruto bisa nangis bombay juga. Kemarikan uangmu !" Ucap paramedic lain yang juga keluar dari ruang UGD bersama dengan seorang paramedic lain yang kelihatan besedih
"Hiks .. Hiks.. Aku kalah taruhan, Nih, Ambil !" ucap seroang paramedic yang kelihatan bersedih dengan melemparkan segulung uang kertas kepada paramedic yang tertawa.
"Hei, mana bagianku, aku kan juga menang." Ucap paramedic yang sebelumnya keluar.
1, 2 ,3 ,4, 5
"Aaaaa ! Paramedis macam apa kalian ini !" ucap naruto marah-marah sambil mengepalkan tangan
"Kagebunsin no jutsu"
"Rasengan"
"Tu..Tunggu dulu, kami hanya bercanda."
Bletak, Bletak , Bletak
Diruang Dokter.
"Mohon maaf, atas ketidaknyamananya tadi, Dan mereka sedang menerima hukumanya saat ini" ucap Dokter yang menangani hinata.
"Tidak apa-apa."
"Sedikit saja , kau terlambat membawanya, mungkin racunya tidak akan bisa di keluarkan"
"Apakah dia akan baik baik saja ?" tanya naruto.
"Tenang saja, Pacarmu itu akan segera sembuh dan sadar."
"Syukurlah" Lagi-lagi, naruto tidak menggubris godaan dari paramedis tersebut, mungkin karna dia sangat senang akan keadaan hinata.
"Emm, Bisa aku lihat dia sekarang ?" tanya naruto.
"Tentu saja, kalau anda mau."
Ditempat lain diluar rumah sakit Kirigakure.
"Ayo cepat, jangan seperti bayi." Ucap seseorang bertutup mata sebelah seperti bajak laut kepada tiga orang yang hanya mengenakan celana dalam yang arak keliling Rumah sakit yang ketiganya menenteng tulisan didada, yang bertuliskan "Jangan lihat kami, kami Cuma sedang dihukum " langsung saja aksi ketiganya membawa banyak tawa pada orang orang yang mengelilingi rumahsakit yang tadinya ingin melihat sosok Uzumaki naruto yang melegenda, tetapi justru mendapat 'Hiburan' Yang sangat berarti
...
…
…
"Ya, ?" Ucap sasuke,
Yang langsung memebuat langkah sakura terhenti.
"Kau bilang apa ?" Sakura berkata seolah tidak percaya.
"Ya, ?"
"Kapan dan dimana ?" ucap sasuke.
"Sungguh ,?"
"Sebenarnya jadi atau tidak ?" ucap sasuke
'Seperti mimpi' pikir sakura, yang saat ini seperti ada pesta kembang api dihatinya.
"Hei, kau kenapa ?" ucap sasuke menghentikan langkah kakinya, lalu menghadap ke sakura, karena Sakura berhenti berjalan.
'Kencan bersama sasuke, Aku pasti bermimpi.' Pikir sakura.
'Sudah ku katakan Pasti berhasil.' Sisi kepribadian sakura bicara.
'Halah, Kebetulan.' Sisi kepribadian sakura yang lain juga bicara.
'Wah, Kira-kira nanti akan seperti apa ya ?' pikir sakura, mengacuhkan sisi lainya yang bicara.
"Hei ! kau kenapa ?" ucap sasuke yang sudah ada di depan wajah sakura sambil melambai-lambaikan tangan diwajah sakura karna melihat sakura yang terdiam tanpa kata.
'Kenapa dia, Biarkan sajalah.' Pikir sasuke.
Lalu meninggalkan sakura yang masih dengan lamunanya.
Sesaat kemudian.
"Hei, Tunggu, Sasuke-kun !" teriak sakura lalu berlari mengejar sasuke karna melihat dirinya sudah jauh tertinggal oleh sasuke.
Sasuke yang mendengar suaranya, lalu berhenti dan menoleh mehadap kerah sakura yang saat ini sedang mengejarnya.
…
…
…
"Maaf,Acaranya mungkin akan tertunda lebih lama, untuk menunggu yang lain datang."
"Aku tahu, Ini acara yang penting untuk anda, jadi anda tidak usah terburu-buru."
"Bagaimana dengan Pemimpin Negara yang lain, apakah mereka sudah datang ?"
"Yang baru datang baru anda dengan…" ucapan gaara terpotong.
Tok..Tok..Tok..
"Masuk" Ucap gaara
Pintu pun terbuka.
Terlihat ada sekitar 6 orang didalam ruangan.
"Anda memanggil saya ?" Shikamaru
"Masuklah , dan duduklah."
"Tsunade sama, Kenapa anda bisa ada disini ?" Tanya shikamaru karna melihat hokage yang ada didalam ruangan kazekage, beserta pengawal-pengawalnya.
"Jadi kau sudah datang. Akan ku jelaskan semuanya."
"Apa maksud anda ?"
"jadi begini ceritanya .." ucap tsunade.
"Sebenarnya….
…
…
…
"Mataku berat sekali …." Ucap sai asal, melawan rasa kantuk dirinya sendiri.
"Kira-kira kemana ya Ino pergi ?" gumam sai, sambil memikirkan ino.
"Bosan sekali," ucap sai, lalu membuka tasnya dan mengambil buku gambarnya, lalu mulai menggambar sketsa ..
Di tempat lain.
"Huh, Sulit sekali mencari dapur umum disekitar sini. Untung aku menemukanya." Ucap ino sambil membawa 2 cangkir kopi .
"Raikage-sama, anda sudah ditunggu oleh kazekage-sama bersama dengan Hokage- sama di ruangannya."
"Baikalah, antarkan aku kesana." Ucap seseorang yang dipanggil dengan sebutan raikage dengan melangkah keluar dari kereta tandunya.
"Itu kan …" ucap ino tidak percaya. Lalu segera berlari kearah kamar peristirahatan untuk menemui sai.
Di kamar peristirahatan
"Hampir selesai" ucap sai,
Jder…
"Sai-kun"
sai yang kaget lalu secara reflek melemparkan kunai kea rah depan pintu.
Tang …
Kunai ditangkis
"Sai-kun kau mau membunuhku ?"
"Maaf itu reflek, lagi pula kenapa masuk tidak ketuk pintu dulu ?" ucap sai lalu menyembunyikan hasil gambarnya dibalik tubuhnya.
"Hehe, Itu karena ada yang penting, Eh, itu apa itu yang kau sembunyikan ? boleh aku lihat ?" ucap ino, lalu berlari kearah sai sambil berusaha merebut sesuatu yang disembunyikan oleh sai, setelah sebelumnya meletakan cangkir-cangkir kopi yang ia bawa keatatas meja.
"Bu..Bukankah ada sesuatu yang penting yang ingin kau sampaikan kepadaku ?" ucap sai mengalihkan pembicaraan. Sambil tersenyum.
"Oh iya, Jadi tadi, aku lihat ada Raikage-sama "
"Lalu, apa yang penting ?" ucap sai sambil memasukan gambar sketsanya kedalam tas.
"Yang penting itu karena ternayata yang kita antarkan tadi itu, ternyata dia."
"Apa ? apa kau yakin tidak salah lihat ?"
"Tidak, aku yakin tidak salah lihat."
"Aneh." Gumam sai seraya garuk-garuk pipi.
"Sudahlah lupakan saja, mungkin dia melakukanya hanya untuk berjaga-jaga, kalau-kalau ada bandit yang akan menggangu perjalananya."
"Oh , mengapa hal seperti itu tidak terpikirkan olehku sebelumnya. Hehe" ucap ino.
"Oh iya sai-kun, aku membawakanmu ini, supaya mengurangi rasa ngantukmu." Ucap ino seraya mengambil secangkir kopi yang tadi dibawanya dari atas meja.
"Terimakasih, Ino."
…
…
…
Didalam kamar rawat..
Terlihat hinata yang masih terbaring di tempat tidur dengan naruto yang juga tertidur karena terlalu lelah disebelahnya, terlalu lelah kelihatanya.
"Naruto-kun.." ucap hinata. Hinata mulai tersadar.
"Hinata, Kau sudah sadar." Ucap naruto, terbangun karena mendengar suara hinata,
"Apa yang terjadi ?" tanya hinata.
"Tadi kamu keracunan, hinata, tapi tenang saja , dokter bilang kau tidak apa-apa." Ucap naruto.
"Naruto-kun, memangnya kita ada dimana?" tanya hinata.
"Kita ada dirumah sakit kirigakure."
"Ba..Bagaimana bisa kita ad…"
"Stt. Sudahlah kau istirahatlah dulu. Kamu belum pulih total" ucap naruto kaku mengentikan ucapan hinata seraya membelai surai hinata.
"Oh , iya hinata, kau mau makan apa ? pasti kau lapar." Ucap naruto berdiri dari kursinya.
"A..Apa saja , naruto-kun" ucap hinata tidak menolak, karena perutnya yang memang sangat kosong .
"Aku akan pergi sebentar , aku akan segera kembali hinata." Ucap naruto menyambar jaketnya yang tadinya ia lepaskan ,tidak lupa dengan senyuman lebarnya, lalu keluar ruangan, meninggalkan hinata yang sedang memerah wajahnya.
…
…
…
Diluar ruangan.
Didepan pintu kamar rawat hinata.
"Hei, kau mau kemana ?" ucap seorang wanita, yang berdiri tidak jauh dari pintu kamar rawat hinata.
"Ternyata kau sudah tiba" Ucap naruto kepada ruka.
"Dimana pacarmu itu sekarang ?" ucap ruka.
"Oh, Dia ada didalam , keadaanya sudah agak baikan." ucap naruto sambil menunjuk kearah ruangan tempat hinata dirawat.
"Hahahaha, Dia bukan pacarku, dia hanya teman satu desaku." Ucap naruto dengan agak keras.
"Hahaha, Sudahlah, semua juga sudah tahu, tidak usah mengelak."
"Ti..Tidak benar, kami berdua tidak ada hubungan yang seperti itu."
"Sudahlah, aku akan pergi sebentar, bisa kau menjaga hinata sementara aku pergi ?"
"Baiklah, memangnya kau mau kemana ?"
"Aku mau beli makanan sebentar."
"Baiklah, tenang saja, pacarmu akan baik-baik saja." Ucap ruka sambil senyum-senyum jahil.
Tanpa di sadari Hinata mendengar suara mereka dari dalam.
"Naruto-kun."
…
…
…
Ramen.
"Sepertinya ramen makanan yang cocok untuk cuaca yang dingin seperti di tempat ini.." gumam naruto sebelum masuk kekedai yang bertuliskan tulisan tersebut.
"Paman , aku pesan 2 porsi yang masih hangat dibungkus ya !" ucap naruto kepada penjaga kedai.
"Maaf, kami tidak melayani ninja dari desa lain." Ucap penjaga toko.
"Heh .. Baiklah kalau begitu?" Naruto bingung, sambil garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal, lalu keluar dari kedai
"Di..Dia kan …" ucap salah satu pengunjung kedai.
"Memangnya dia siapa?"
"Memangnya kau tidak kenal ? Dia kan Uzumaki naruto."
"APA ! Kenapa kau tidak bilang dari tadi.."
Diluar kedai..
"Kenapa ya orang-orang disini , tidak ada yang ramah kepada orang luar." Gumam Naruto sambil garuk-garuk kepala.
"Hei, anak muda. Tunggu !" Ucap penjaga toko berlari sambil berlari kepada naruto.
"Heh," Naruto berbalik dan melihat seseorang yang berlari dari dalam kedai kearahnya.
"Hoi, Tunggu !" orang itu masih tetap berlari.
"Kenapa orang itu, datebayo.." gumam naruto.
"Hah, Hah, Hah, Anak muda, ini untukmu." Ucap orang tersebut lalu memberikan sekantung plastic yang berisi 2 porsi ramen yang kelihatan masih hangat.
"Terimakasih.. Heh, ta..tapi tadi kau bilang.." ucap naruto sambil menerima kantung plastic tersebut.
"Hahaha, aku hanya bercanda " ucap orang tersebut.
"Ba..Baiklah, berapa ryo semuanya ?"
"Tidak perlu bayar, Anggap saja ini bentuk ucapan terimakasihku karena telah menyelamatkan putriku." Ucap orang tersebut.
"Heh.. Aku tidak mengerti maksudmu.?" naruto garuk-garuk kepala.
"Putriku adalah seorang kunoichi yang ikut ke medan perang saat itu, dia bilang dia diselamatkan olehmu."
"Hahahaha, itu biasa saja, tidak perlu dibesar-besarkan." Ucap naruto sambil garuk-garuk kepala.
"Hahahaha. Bukankah memang seharusnya bergitu, Uzumaki Naruto." Ucap openjaga kedai tersebut kepada naruto sambil tertawa.
"DIMANA ! DIMANA UZUMAKI NARUTO !" Ucap seseorang yang muncul dari dalam bangunan besar, bersamaan dengan beberapa kerumunan orang yang muncul pada waktu yang bersamaan dari dalam bangunan tersebut.
"ITU DIA DISANA !" Ucap seseorang yang keluar dari kedai sambil menunjuk-nunjuk kearah naruto.
"Itu dia , Hei ! Uzumaki-san, tunggu kami !" teriak kerumunan tersebut.
"Hehe, apalagi ini." Ucap naruto.
"Sepertinya mereka fans-fans mu uzumaki-san."
"Eeee, sebaiknya aku pergi, terimakasih , paman." Ucap naruto sambil ambil langkah seribu menghindari kerumunan-kerumunan tersebut.
…
…
…
Tok..Tok..Tok..
"masuk."
"Nona Shizune, Tsunade sama ada ?"
"Tsunade sama sedang pergi , ada perlu apa ?" ucap shizune yang tengah sibuk menulis sesuatu.
"Aku ingin menyampaikan ini.." ucap sakura sambil menunjukan Akar Gingseng yang dibawanya.
"Oh, Letakan saja disitu." Ucap shizune lalu menunjuk sebuah meja yang tidak jauh dari sana.
"Ok, Baiklah , Ngomong-ngomong kemana Sensei pergi ?" tanya sakura mengenai kepergian gurunya Tsunade.
"Beliau pergi ke Suna, untuk beberapa hari. Aku sedang sibuk , ngobrolnya nanti-nanti saja." Ucap shizune tanpa mengalihkan pandanganya dari lembaran-lembaran kertas yang menggunung.
"Em, Baiklah."Ucap Sakura , lalu meninggalkan ruangan Hokage.
Diluar ruangan Hokage.
"Kau sudah selesai ?" ucap Sasuke.
"Sudah." Ucap sakura setelah keluar dari ruangan.
"Ayo pulang." Ajak sasuke.
"Emm, Okay."
Di depan rumah sakura.
"Baiklah , kau sudah sampai." Ucap sasuke
"Terimakasih ya , Sasuke-kun " ucap sakura
"Hm" ucap sasuke lalu berlalu pergi meninggalkan sakura.
Sakura hanya bisa melihat sasuke yang menjauh dari kediamanya.
lalu sakura teringat akan sesuatu .
"Sasuke-kun , jangan lupa nanti malam ya ?!" teriak sakura.
Mendengar teriakan sakura , sasuke menoleh, lalu kembali berjalan.
…
…
…
"Hei ! Tunggu !" Teriak kerumunan masa yang mengejar-ngejar naruto.
"Huh, Huh, Huh, Sedikit lagi." Pikir naruto yang berlari di koridor rumah sakit tempat hinata dirawat.
"Hei, Kalian ini rumah sakit , jangan berisik ! Cepat keluar !" ucap Keamanan Rumah sakit
"Tapi disana ada Uzumaki.." ucap salahsatu orang dari kerumunan masa tersebut.
"Tidak ada tapi-tapian cepat pergi !" ucap keamanan tersebut sambil mengeluarkan sejenis Tonfa.
Jderrrr…
"Huh, Huh , Huh, hampir saja hidupku tamat." Ucap naruto sedikit Berlebihan. Sambil menahan Pintu kamar ruang rawat hinata.
"Kau sudah kembali. Kalau begitu aku pergi dulu , selamat bersenang-senang. Ja…" Ucap Ruka tiba-tiba lalu keluar dari ruang rawat hinata, meninggalkan hinata dengan naruto.
"Hei, Tunggu dulu !" ucap naruto berusaha menghentikan ruka, mengacuhkan hinata yang terus-terusan memandang naruto dengan tatapan yang tidak biasa .
"Padahal aku belum sempat mengucapkan terimakasih." Gumam Naruto.
"Hoi, Hinata, Lihat aku bawa apa." Ucap naruto sambil menunjukan kantung plastic yang dia bawa.
"maaf ya hinata , Cuma ini yang bisa kudapat."Ucap naruto dengan senyumnya, Hinata hanya tersenyum
"Ayo duduklah, kau tidak bisa makan kalau tetap berbaring seperti itu ." ucap naruto sambil membantu hinata bangkit.
"Nah sekarang , ayo buka mulutnya, !" Ucap naruto seraya mengarahkan sumpit nya ke mulut hinata.
Hinata hanya menurut saja, mungkin karna dirinya memang sedang lapar sekali.
"Awas, Kereta datang ! Buka terowongan !" ucap naruto pada suapan berikutnya.
mendatangkan senyum sumringah dari hinata..
Beberapa saat kemudian…
Tok..Tok..Tok.
"Masuk," ucap naruto.
Lalu masuklah dua orang berpakaian ala ninja khusus/ Anbu Negara Kiri..
"Anda Uzumaki naruto ?" tanya salah seorang tersebut .
"Iya , benar , ada apa ?"
"Nona Mizukage meminta anda untuk keruanganya, sekarang." Ucap orang tersebut.
"Baiklah, aku akan kesana," ucap naruto seraya berdiri dari tempat duduknya yang berada disebelah tempat rawat hinata. Tetapi tanganya ditahan oleh hinata .
"Jangan lama-lama." Ucap hinata kepada naruto dengan senyumnya.
Kaget ? jelas, naruto sangat kaget , karena tidak biasanya hinata cukup 'berani' seperti itu,
kenapa 'berani'? karena dia sangat tau , untuk berbicara denganya saja hinata sangat malu, apalagi sampai memegang lenganya ? dan anehnya wajahnya tidak memerah saat itu. bukankah sangat aneh ?
"Ba..Baiklah , aku tidak akan lama." Ucap naruto tergagap sambil senyum-senyum gaje karena kaget melihat perubahan hinata yang terkesan tiba-tiba.
"Ayo tuan uzumaki, anda sudah ditunggu." Ucap salah seorang ninja tersebut.
Dijawab anggukan oleh naruto lalu mengikuti langkah 2 orang ninja tersebut meninggalkan ruang rawat hinata.
...
.…
.…
Sebenarnya apa yang ingin dikatakan Hokage kepada shikamaru ?
Apakah kencan sakura dan sasuke akan berjalan lancar ?
Ada apa dengan hinata sebenarnya ?
Tunggu kelanjutanya , di chapter selanjutnya ya !
Pembaca yang baik selalu meninggalkan jejak setelah membaca…
Review Pelase …
R Darlis R
