Prev chap

"sajangnim, hanya mengingatkan kalau besok pagi anda akan berangkat ke jeju bersama oh sajangnim, penerbangan pukul 9.10 KST, semuanya sudah kami urus, sajangnim dan oh sajangnim hanya perlu datang ke airport esok hari, terima kasih sajangnim, maaf menganggu waktu anda"

Chap 7!

.

.

jongin sedang malas-malasan di kasurnya, besok ia akan berangkat menemani si tolol, beberapa suit and tie tercecer di ranjang bersprai krem itu, koper maroonnya terbuka lebar menampakkan beberapa isinya, pantofel, adidas superstar, beberapa boxer, kemeja, celana, suit, dan banyak lagi, padahal hanya pergi 3 hari.

Berlebihan.

Di belahan seoul lainnya, lebih tepatnya 30 blok dari apartemen jongin,

koper abu-abu sudah tertutup rapi disudut kamar apartemen, si surai hitam tampak sedang shaving time di kamar mandi yang bernuansa putih gading, badan shirtlessnya terlihat sangat menggiurkan, jika siapapun melihatnya, dipastikan akan menjerit terpana.

Besok ia berangkat, semua agenda sudah tertata rapi, ia hanya harus mengikuti schedule, acara jamuan, pertemuan,

Dan terakhir,

Menjahili kim jongin.

Sehun meletakkan saving razornya wangi aftershave menyeruak di kamar mandi itu, sedikit merapikan rambut,

"you're so handsome, oh sehun"

Kemudian terdengar suara shower yang menyala dan senandung tipis dari kamar mandi itu.

.

.

.

Seoul, 7.40 KST

Hari ini hari keberangkatan ke jeju, jongin sudah merapikan koper maroonnya, menggunakan kemeja polo yang lengannya digulung dan sunglasses bertengger manis dimatanya. Menggeret koper menuju mobil kantor yang sudah menunggu di depan dirumahnya,

"hati-hati, baby! I will miss you!" wanita paruh baya itu memeluk putranya, ingin menangis rasanya,

"ma, aku hanya ke jeju untuk urusan kantor, bukan untuk pindah ke galaxy lain" ibunya ini, benar-benar deh.

"okay, jangan menghamili anak orang ya! Apalagi CEOmu" ibunya terkekeh jahil, apa? Memang sehun bisa hamil?

"aish, mom! Yasudah aku berangkat, bye! Love you!" jongin keluar dari kediamannya, seorang driver membantu jongin membawa kopernya.

.

.

.

"lama sekali si nutsack itu" gumam pria berkulit tan seksi tersebut,

"hello, sugar. Lama menunggu?" seorang pria terbalut skinny jeans dan kemeja babyblue menyentuh pundak jongin membuat jongin—

"ck, dasar jam karet"

— terpaku dengan penampilan sehun, tubuh rampingnya terbalut dengan indah, ada stripes biru tua yang terlihat di lengan kanannya, membuat sehun bisa mengira-ngira sebesar apa lengannya.

"cerewet. Ayo berangkat, sebelum pesawatnya take off duluan karena menunggumu mengomel" sehun menarik jongin, sementara jongin hanya ber'what did he said?' ria.

.

.

Pesawat sudah mengudara, sehun tampak menyumpal kupingnya dengan alunan music dari sebuah headset dan memejamkan matanya, sementara jongin asik bermain psp yang sengaja ia bawa di dalam tas ranselnya dan sesekali menguyah gumpalan permen karet yang bermain di rongga mulutnya.

Seoul-jeju hanya memerlukan waktu kurang lebih 1 jam, dengan menaiki penerbangan lokal dan kursi business class.

.

.

.

Verbal makeout

Cast: Kim JongInXOh SeHun / KaiHun or SeKai?

Genre: boyxboy/shou-ai

Warning! MATURE CONTAIN, AND SWEARING

+17

Don't like don't read, babe.

.

.

.

"jongin, bawakan koperku sampai nanti kita bertemu dengan driver yang mejemput kita" titah sehun.

"what the fuck? Dasar lemah" jongin menampilkan ekspresi bitch facenya, namun menyeringai setelainya, ia tahu bahwa—

"aku tidak lemah, assbag" –oh sehun akan geram, ia paling tidak suka dikatai lemah dan dengan kasar menggeret koper miliknya.

"sehun! Wait for me" jongin sedikit berlari sambil menggeret kopernya, sehun ngambek?

"for god's sake, aku hanya bercanda, sweetpie" jongin merangkul pundak sehun, merapatkan pria yang sedikit lebih tinggi darinya itu sampai menyentuh pundak jongin,

"bukankah kita seperti sepasang kekasih yang sedang honeymoon?" jongin tersenyum miring, sehun mendengus,

"jangan dekat-dekat, you son of bitch" astaga, sehun sedang pre-mestrual syndrome atau bagaimana? Ia bahkan lebih sensitif daripada ibunya yang sedang pms.

Mata sehun menangkap sosok pria yang menggunakan suit and tie memegang papan bertuliskan 'stradi corp.' ia mengarahkan kaki indahnya mendekat kearah pria itu, diikuti jongin yang masih menerka, mengapa sehun jadi galak?

.

.

Mereka telah sampai di salah satu hotel ternama di jeju, sehun menyerahkan card room milik jongin, dan menaiki lift,

"kenapa kita tidak sekamar?" goda jongin

"sekamar your ass!"

"kau sedang menstruasi ya?"

"arsehole"

Jongin hanya menatap sehun malas, benar deh, pria ini sedang pms sepertinya.

TING

Pintu lift terbuka, sehun dan jongin berjalan beriringan ke kamar masing-masing, sehun berhenti di kamar 459 dan jongin tepat didepannya 468.

"kau bisa berkunjung kemari sehunnie! Anytime ya" jongin mengedipkan matanya sebelum menutup pintu, ingin rasanya oh sehun memukul muka jongin dengan tongkat golf.

Jongin baru saja masuk dan mendapati bahwa koper yang diantar bellboy ke kamarnya adalah koper milik sehun, tentu saja, kopernya berwarna maroon,

"nanti juga ia kemari untuk menukarnya" sahutnya santai, lalu menjatuhkan dirinya ke ranjang king size yang empuk.

Sementara tepat di sebrang kamar jongin, sehun sedang menahan degupnya,

"why my heart beating so fast?" sehun menenangkan diri, semenjak mereka bertemu di airport tadi pagi, sehun tak bisa lepas menatap masterpiece yang tuhan ciptakan, benar, kim jongin adalah barang illegal. Bahkan, jantungnya malah semakin berdegup tak beraturan mendengar suara seksi itu, bahkan dipesawat, ia tak henti-hentinya merapalkan doa kepada yang kuasa agar menahan hasrat untuk tidak menempeli jongin karena aroma tubuhnya yang memabukkan. Gila.

"hah, calm oh sehun, ini hanya karena kau baru pertama kali pergi dengan si brengsek itu." sehun melenggang ke kamar mandi, membasuh wajahnya dan merapikan tatanan rambutnya.

Sehun hendak mengganti pakaiannya ketika ia mendekati koper dan menyadari bahwa kopernya tertukar dengan douchebag tampan yang bersarang di sebrang kamarnya.

"fuck" umpatnya.

.

.

"kim jongin! Open the door" sehun mengetuk pintu jongin,

Benarkan ia kemari, jongin menyeringai membuka pintunya, pria itu sudah melepas 3 kancing polonya, rambutnya terlihat agak berantakan karena setelah merebahkan diri tadi ia berguling kesana-kemari diatas tanjang hotel tersebut,

"yes, babe?"

Jongin membuka pintunya, membuat pria yang baru saja menenangkan dirinya merasa bodoh karena mematung tidak jelas,

"uhm— your suitca— I mean, koper kita tertukar, jerk" well, sehun membersihkan tenggorokannya yang terasa gatal mencekat,

"I know, ambil kopermu, aku akan kekamarmu untuk mengambil milikku" jongin mengedipkan sebelah matanya, berlalu keluar menuju kamar sehun, sehun masuk dan segera memboyong koper abu-abunya keluar dari kamar nista itu, bellboy sialan.

Sebelum keluar kamar, sehun mengambil room card jongin, well, sedikit mengerjainya kan tidak apa? Disimpannya benda pipih persegi itu di dalam saku celananya kemudian menyeringai dan berlalu menutup pintu kamar jongin, biarkan saja di trashbag itu tidak bisa masuk ke kamarnya.

Sehun membuka pintu kamar hotel,

"what are you doing here, jongin?" sehun menatap jongin malas, bukannya segera mengambil kopernya, jongin malah asyik merebahkan dirinya di atas ranjang,

"aku suka kamar ini" sahut jongin,

"ya, dan ini kamarku bukan kamarmu" sehun meletakkan kopernya, merapikan beberapa baju, mencoba tidak peduli pada jongin, kemudian mengambil sepasang pakaian membawanya ke kamar mandi, jongin tau sehun ke kamar mandi, ia mengekori sehun dengan matanya menunggu bunyi click tanda pintu terkunci,

Namun tidak terdengar apapun setelah bunyi blam tanda pintu tertutup,

Jongin menyeringai, apa sehun mengundangnya? Istg! Yang benar saja ini masih siang, well, menjelang sore sih.

Jongin mendudukan dirinya, tiba-tiba terlintas ide jahil.

Sementara sehun yang sejatinya sedang berada dikamar mandi menyeringai, I got you, jongin. Hell ya, ia masih memikirkan balas dendam kepada si brengsek jongin, dan ini adalah waktu yang tepat, ia jamin tak akan kalah lagi kali ini, ugh, revenge always taste sweet, right?

Jongin menapakkan kakinya, berjalan ke depan kamar mandi;

Oh sehun merapikan kemeja yang telah ia buka 3 kancingnya, mengacak surai hitam itu dan bereskpresi se-sayu mungkin, dalam hatinya perasaan aneh meletup-letup.

"sehunnie?" jongin mengetuk pintu kamar mandi disertai suara seksi yang terdengar begitu merdu, diluar dugaan jongin, sehun membalas panggilannya, dengan suara—

"ung, yesh jonginnie?"

Lebih menggoda. Membuat jongin menelan ludahnya, sehun sedang apa?

"can't you help me, nini?"

What? Ini pasti tipuan, dia tidak akan ditipu untuk yang kedua kalinya! Never.

"don't fool around with me, cinnamon. Aku tidak akan tertipu lagi" jongin masih berdiri didepan pintu kamar mandi, detak jantungnya menggila, apa yang akan sehun katakan, tak lama pintu kamar mandi terbuka, menampilkan sehun yang,ugh, hot af.

I'm a lucky bastard, inner jongin berkata.

"for real, jonginnie" sehun membuka pintunya sebatas lebar badannya, memegang gagang pintu kamar mandi, menghalangi jongin untuk masuk,

"fine, sugar. Let me help you" darah jongin berdesir, sehun membuatnya tertantang untung melucuti segala yang menempel pada sehun, shit, and again, sehun hot as fuck.

"ugh, no jonginnie, first of all, ambil kondom dan lube di laci sisi kiri ranjang" sehun membelai dada bidang jongin, memajukan badannya dan menjilat earlobe jongin, tangannya turun membelai something yang sepertinya sudah hard.

"okay, wait a minute, darl" jongin menjilat bibir sehun kilat, lalu berjalan kearah laci nakas, membukanya dan mengambil benda yang disuruh sehun, ia juga meletakkan ponsel dan dompetnya dimeja itu, kemudian melangkahkan kakinya dengan cepat, persetan dengan jam berapa dan agenda apa yang harusnya mereka lakukan, sehun lebih dari sayang untuk dilewatkan.

"now can I go in?" jongin menyeringai, sehun mengigit bibir ranumnya, kemudian menyeringai dan menutup pintu kamar mandi dengan kencang tepat didepan muka kim jongin,

"HAHAHAHA look at your face, you're definitely a dumb" sehun tertawa dalam kamar mandi, bersandar pada meja keramik depan kaca karena terlalu tidak tahan untuk mengeluarkan tawanya, sementara jongin menutup matanya menahan geram, shit. Liat saja sehun.

"oh sehun, open this fucking door before I destroy it" jongin berkata menahan rasa anas yang menjalar di tubuhnya, sehun tertegun, I'm a dead meat.

"n-no" sehun merinding, well, say goodbye to yourself oh sehun.

"buka pintunya"

"tidak"

"oh sehun, open the— eh?" okay ini anti-klimaks, jongin memutar kenop pintu untuk menggertak sehun, namun yang terjadi malah, pintu terbuka, menampilkan wajah sehun yang pucat shock dengan tampilan yang, hot?

Dumbass, ingatkan sehun untuk selalu mengunci pintu lain kali.

"you're a dead meat, oh sehun."

"n-no, wait- jongin- well-" mulut bodoh. Jongin masuk ke kamar mandi, menendang pintu hingga tertutup kasar dan menimbulkan suara bam yang keras,

"jonginnie, i-I'm sorry" sehun mengigit bibirnya, matilah dia.

Jongin mendekat kearahnya, memegang pinggung ramping sehun dan mengangkatnya ke meja depan kaca,

"I told you to not fooling around with me, right?" jongin berbisik, dan meniup telinga sehun, ia hanya bisa merapalkan nama tuhan dan mengigit bibirnya, sial.

"for god's sake, you're hot as fuck, hun" jongin mengecup collar bone sehun, menjilatnya, kemudian menatap wajah sehun intens,

"uh, jongin, please?"

"what?" jongin berkata tepat di depan bibir sehun, menimbulkan sensasi menggelitik di perut sehun.

"just st—eugh" gila. Genitalnya di remas oleh kim jongin.

"just what, darl" jongin memberi hickey kecil pada bahu kanan sehun, tangannya melepas kancing kemeja sehun,

"not now-h" sehun mencicit.

"then when?"

Gerakan itu semakin intimate, jongin menanggalkan kemeja sehun, membelai area pinggul hingga perut sehun yang terpahat sempurna,

"i- don't know eith-jongin-h please" sehun runtuh, segala yang jongin lakukan membuatnya gila! Jongin adalah pemain dan seducer yang hebat.

"please what, sugar?" sungguh, niatnya jongin hanya memberi pelajaran CEO tololnya, namun ia sendiri tidak tahan dengan ekspresi illegal milik sehun.

"just shh- touch me like this"

Sehun mengarahkan tangan jongin kerah boner nya, memberi tatapan sayu dan mengigit bibir merah merekah yang sudah basah, fuck, jongin ingin menerkam pria didepannya hidup-hidup.

Persetan dengan acara balas dendam, sehun sudah horny dan jongin tidak boleh meninggalkannya begitu saja seperti kejadian yang lalu.

Persetan dengan rasa malu.

"let's finish this game, sehun" jongin memilin nipple sehun, bibirnya tak berjarak sama sekali dengan bibir kenyal pria pucat didepannya.

Sehun memegang belt jongin, seakan dengan sigap ia akan melepasnya, kapanpun ia mau.

Posisi mereka benar-benar berbahaya,

"but jongin, let me be seme now"

Tbc

HAIIII! HAHAHA greget kah? I'm so sorry memotong adegan iya-iyanya :3 maafkan kao ya,

SUPER FAST UPDATE BUAT PARA CINTAKU 3 hope u like it guys~

Silahkan lampiaskan di kolom review yang ada dibawah hehew.

So, just wait until the next chap ya para readersku sayang ;*

mungkin abis ini tidak fast update soalnya mulai masuk sekolah /mehrong/

Doain kao udah kelas 3 soalnya wkwk

Don't forget to review, cinnamon!