MY ENEMY MY FIANCE
Chapter 7
Oh Sehun
Xi luhan
HUNHAN
Rate :T
Romance/friend/fluffy
GENDERSWITCH
FF ini murni atas pemikiran dan ide saya sendiri jika ada kesamaan nama tempat dan alur mohon maaf mungkin itu hanya kebetulan saja, karena ff ini benar punya saya sendiri
Happy Reading
"sehun"
Sehun dan kai langsung membalikan badan mereka dan dalam seketika mata kai membulat saat tahu siapa orang yang memanggil nama temannya tersebut
"noona" ucap kai dengan wajah babonya, sementara kai terus melongo berbeda dengan sehun yang hanya menatapnya datar, sebenarnya sehun cukup kaget dengan kedatangan suho di sekolahnya namun dengan kemampuan wajah datarnya membuat sehun tidak nampak terlihat terkejut.
Suho tersenyum melihat pemandangan di depannya dimana kai tengah menatapnya dengan terkejut, suho melangkahkan kakinya menuju kedua pemuda yang sudah di anggap dongsaeng olehnya,
"anyyeong kai" ucap suho tepat di hadapan kai dan seketika kai langsung merubah keterkejutannya dengan senyum yang cukup manis
"anyyeong noona, ah noona sudah lama sekali kau nampak semakin cantik saja" cerocos kai yang membuat suho semakin melebarkan senyumannya, lalu setelahnya suho beralih menatap sehun yang masih betah dengan wajah datarnya melihat interaksi dia dengan kai
"sehunie anyyeong"
Sehun hanya diam dan berniat meninggalkan suho namun belum sempat sehun melangkahkan kakinya suho lebih dulu mencekal tangan sehun
"sehun chakaman"suho sudah bertekad untuk mengatasi kesalah pahamannya dengan sehun, bagaimanapun suho menyayangi sehun sebagai dongsengnya
"se sehun aku ingin bicara denganmu"
"tidak ada yang perlu dibicarakan noona" ucap sehun dingin dan datar, melihat suho yang nampak bingung membuat kai merasa sedikit iba dan akhirnya dia menyuarakan pendapatnya
"pergilah dude selesaikan masalah kalian" ucap kai sambil menepuk pundak sehun yang langsung dibalas dengan deathglare mematikan dari sehun. Mendapat bantuan dari kai membuat suho semakin mengeratkan tangannya pada tangan sehun.
Kai berjalan mendekati sehun dan berbisik kepadanya "sehun selesaikanlah agar semuanya kembali seperti dulu" lalu kai mengalihkan pandangannya kepada suho
"noona aku duluan ya" ucap kai dan langsung melangkah meninggalkan suho dan sehun yang dibalas dengan senyuman dari suho
Drrrtttt drrrt
Ponsel luhan bergetar di saku bajunya yang membuat sang empunya cepat-cepat mengambilnya dan membuka pesan masuknya di bawah kolong mejanya
"luhanie sayang omma mau kau pulang bersama sehun arra!tidak ada penolakan xi luhan"
"hmmmmmm" luhan menghembusakan nafasnya saat membaca pesan yang masuk dari ommanya tercinta, wajahnya seketika berubah menjadi masam, chanyeol yang duduk disampingnya mengerutkan keningnya saat melihat sahabatnya berubah murung dan dengan mencondongkan tubuhnya kepinnggir chanyeol berbisik kepada luhan
"lu weo, kenapa mukamu jadi masam?"
"dobiiiiii omma ku nampak sudah tidak waras, dia selalu menyuruhku pulang dengan sehun" uucap luhan tak kalah berbisiknya dengan chanyeol.
"kekkeke itu wajar princess lulu"
"aishhh menyebalkan sekali sih" ucap luhan dan memukul kepala chanyeol dengan pelan
"EKHEM, apa kalian sudah selesai berdiskusinya?" ucap lee songsae tepat disamping chanyeol. Keduanya langsung diam dan menunduk malu karena ketahuan sedang mengobrol
"mian saem" cicit chanyeol
"kalian kelaur dan bersihkan halaman belakang sekolah sampai istirahat palli" ucap lee saem dengan tegas yang membuat luhan dan chanyeol menganggukan kepalanya dan segera bangun dari kursi mereka, kyungsoo hanya terkekeh melihat kedua sahabatnya yang memelas ke arahnya.
"aishh gara-gara kau kita jadi di hokum dobi" kesal luhan saat keduanya tengah berjalan di lorong menuju taman belakang sekolah
"eiiyy kenapa jadi menyalahkan ku"
"kau bilang kenapa?ya ampun dobi ini semua gara-gara kau tahu" ucap luhan dengan gemas memukul kepala chanyeol
"aishh kau senang sekali memukulku lu"
"seterah"
"heii kenapa kau menyalahkan aku lu?" tanya chanyeol kembali namun luhan tidak menjawabnya bahkan luhan mendadak berhenti dari langkahnya namun dengan pemandangan tetap ke depan, chanyeol yang melihatnya lantas menghentikan langkahnya
"lu weo" tanya chanyeol dan mengikuti pandangan luhan, di depan terlihat sehun dan suho yang tengah berdiri dengan suho yang memegang tangan sehun, namun beberapa detik berikutnya sehun melepaskan genggaman tangan suho dan balik menggenggam tanganya dan membawa suho berjalan.
DEG
"ya tuhan apa ini, kenapa jantungku seakan berdetak cepat dan hatiku menjerit sakit saat melihat sehun menggenggam tangan perempuan itu" batin luhan tanpa mengalihkan pandangannya ke depan sampai akhirnya sehun dan suho berbelok dan tidak terlihat lagi.
Chanyeol yang berada di samping luhan mengerti akan perubahan raut wajah sahabatnya tersebut
"lu gwenchana?" tanya chanyeol sambil memegang pundak sebelah kanan luhan, seakan tersadar luhan memalingkan wajahnya dan mendongakan kepalanya menatap sahabatnya tersebut
"molla dobi" ucap luhan dan langsung berjalan menuju taman belakang.
.
.
Jam istirahat sudah berbunyi lima menit yang lalu dan kyungsoo tengah berjalan menuju taman belakang menghampiri kedua sahabatnya yang tengan mendapatkan hukuman
"hai baby" kyungsoo segera berhenti dan menengokan kepalanya ke sebelah kanan, sebenarnya kyungsoo sudah tahu suara siapa itu namun untuk memastikan makanya kyungsoo berhenti
"berhenti memanggilku baby hitam" ucap kyungsoo ketus dan melanjutkan langkahnya yang diikuti oleh kai
"weo? Kau kan memang baby ku" ucap kai tanpa dipedulikan oleh kyungsoo yang terus berjalan sampai akhirnya
"lu yeol" ucap kyungsoo dan berlari kea rah kedua temannya sedangkan kai masih betah mengekor di belakang kyungsoo
"ah kyungiiii aku lelah" ucap luhan setelah kyungsoo berada di depannya
"oh kais hi" ucap chanyeol yang menyadari keberadaan kai
'oh anyyeong" ucap kai
"yak hitam kenapa kau mengikutiku" ucap kyungsoo sewot
"aishh aku kan mau bersama my baby kyu" ucap kai yang membuat luhan dan chanyeol tertawa mendengar ucapan kai.
"oh tumben kau sendiri kemana sehun shi" tanya chanyeol saat melihat kai tanpa sehun
"aish berhenti memanggilku dengan embel-embel shi bukankah kita teman satu angkatan" ucap kai kesal dan hal itu membuat kyungsoo tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar kai teman oh ternyata ada sisi baik juga dari makhluk hitam namun tampan di depan kyungsoo ini
"oh mian" ucap chanyeol
"sehun sedang menyelesikan masalahnya" ucap kai matanya melirik luhan lalu senyuman terukir di wajah kai saat menyadari wajah luhan nampak tidak senang.
.
.
"weo noona" ucap sehun yang saat ini tengah berdiri di depan tembok pembatas atap sekolahnya
"sehun apa kabarmu" tanya suho berbasa-basi
"baik, jadi?" tanya sehun seakan tidak ingin berlama-lama dengan suho
"mian sehunie" ucap suho dengan melangkahkan kakinya menghampiri sehun dan berdiri di samping sehun.
"sehun apa kau masih marah?" sehun masih betah dalam diamnya tanpa menanggapi ucapan suho
"mian a-"
"noona biskah kau tidak hanya mengucapkan kata maaf apa sebenarnya yang ingin noona katakana" ucap sehun memotong ucapan suho.
"lalu apa yang harus aku katakana oh sehun, aku sendiri bingung kau marah sampai saat ini hanya karena aku menolakmu, apakah aku salah jika aku menolakmu dan menganggapmu sebagai dongsaengku, aku ingin kita seperti dulu sehun dan aku tahu kau sudah di jodohkan dengan temanmu maka aku berharap kau mau memaafkan aku dan kita bisa seperti dulu"
Suho mengatakan segala apa yang dalam pikiran dan hatinya selama ini, sungguh ini bukanlah kata-kata yang sudah dipersiapkan olehnya, sesungguhnya suho ingin mengatakan dengan tenang dan penuh pengertian namun melihat sifat sehun yang sangat dingin membuat suho kesal dan akhirnya mengeluarkan kekesalannya dalam satu tarikan nafas.
Sehun terkejut dengan apa yang diucapkan oleh suho namun kembali dia memasang wajah tidak bersalahnya dan segera beralih menatap suho
"aku tidak tahu noona, jadi biarkan aku seperti ini" ucap sehun yang langsung membuat suho mengangkat kepalanya dan melotot kea rah sehun
"apa maksud mu sehun, aku tidak mau seperti ini kita nampak seperti musuh"
"kalau begitu jadilah kekasihku dan kita tidak akan seperti musuh" ucap sehun santai sedangkan suho semakin menggelengkan kepalanya mendengar ucapan sehun
"kau tidak mau jadi bairkan seperti ini" lagi sehun berucap dengan dinginnya, suho semakin dibuat kesal olehnya
"aku mencintai orang lain dan aku yakin kau akan mendapatkan seseorang yang lebih baik dari aku, jika memang kau menginginkan seperti ini terserah, sekali lagi aku minta maaf" ucap suho lalu berbalik meninggalkan sehun yang hanya terdiam kembali menghadap pemandangan di depannya, namun seketika matanya semakin memecing saat melihat seseorang yang tengah berjalan dari parkiran menuju sekolahnya.
.
.
Baekhyun tengah berjalan menuju kantin dengan temannya naeun, saat memasuki kantin handphone baekhyun bergetar menandakan adanya pesan masuk dan setelah membacanya baekhyun tersenyum-senyum sendiri yang membuat naeun sedikit heran dengan temannya ini
"baek kau kenapa senyum-senyum sendiri?" tanya naeun yang membuyarkan kebahagiaan baekhyun
"aishh kau ini, ah naeun-ah aku tidak jadi makan paipai" ucap baekhyun langsung meninggalkan naeun dan berlari menuju taman belakang dimana chanyeol berada. Sementara di taman itu terlihat luhan dan kyungsoo yang menampilakan senyuman setannya setelah berhasil merebut ponsel chanyeol dan mengirimi sms pada baekhyun tanpa sepengetahuan chanyeol tentunya karena dia dari tadi sibuk berbincang dengan kai membuat luhan dan kyungsoo hanya duduk mendenagrkan sampai ide jahil muncul di otak luhan.
.
.
Luhan dan kyungsoo semakin terkikik geli saat melihat baekhyun tengah berlari menghampiri mereka sampai akhirnya chanyeol megerutkan keningnya melihat baekhyun mengahmpiriny, baekhyun sedikit mengernyit saat melihat chanyeol tidak sendiri namun karena chanyeol yang mengirimkannya pesan maka baekhyun terus berlari sampai berdiri di depan chanyeol
"anyyeong" sapa baekhyun yang dibalas senyuman oleh luhan dan kyungsoo
"anyyeong baekki" koor luhan dan kyungsoo
"oppa weo?" tanya baekhyun kepada chanyeol dengan pandangan berbinar , chanyeol semakin mengerutkan kenignnya begitu juga kai yang mengalihkan pandangannya pada dua wanita cantik dibelakangnya
"wee?" tanya chanyeol balik membuat baekhyun langsung melirik kea rah dua oenninya yang tengah terkikik
"oenni" teriak baekhyun dan langsung menghampiri luhan dan kyungsoo
"pasti oenni yang mejahiliku kan, ayo ngaku"
"bwaaahahhahahaha" luhan dan kyungsoo tertawa dengan keras tidak bisa menutupi kegeliannya saat melihat baekhyun dan chanyeol
"mian baekki, habisnya kami sebal sama dua manusia itu dari tadi hanya mengobrol berdua, jadi sesekali kami kerjai dia"ucap luhan sambil merangkul pundak dongsaengnya
"aishhhh tapi kenapa aku" ucap baekhyun
"itu berarti benar kau ada sesuatu dengan chanyeol, masa kita sms begitu saja semangat langsung datang" timpal kyungsoo yang membuat baekhyun mencibilkan bibirnya dan chanyeol yang baru mengerti segera menghampiri kedua sahabatnya dan langsung menjitak dua wanita cantik tersebut
"yak appo" teriak luhan
"yak baby kyu kau jahil sekali" ucap kai menghampiri kyungsoo dan mengelus kepala kyungsoo yang dijitak oleh chanyeol
"tangan mu hitam" ucap kyungsoo yang tidak ditanggapi oleh kai.
TETT TEEETT
"oh bel masuk kajja kita ke kelas" ucap chanyeol yang diangguki oleh semuanya
"baekki mianne chagi" ucap luhan kepada baekhyun,
"aishh oeni menyebalkan"
"aeiiiyy dengan begini kan kita jadi yakin hubungan kalian berdua"ucap kyungsoo
"ahh menyebalkan kalian sudah berpasangan bagaimana dengan aku" ucap kyungsoo dengan memelasnya
"ada aku baby kyu" ucap kai langsung merangkul pundak kyungsoo yang tanpa ragu di berikan death glare imut oleh kyungsoo
"eiyyy aku kan juga sendiri kyungii" ucap luhan yang langsung membuat keempat orang lainnya berhenti dan menoleh kea rah luhan.
"we?kenapa kalian menatapku begitu?" tanya luhan bingung
"bukankah kau sudah punya sehun, bahkan kau jauh melangkah dari kamu lulu" ucap chanyeol yang membuat luhan terdiam dan teringan kejadian tadi pagi saat sehun dengan seorang wanita.
"oh, kajja" luhan langsung pergi meninggalkan yang lainnya lebih dulu
"ada apa dengan bocah itu" ucap kyungsoo yang di angguki oleh chanyeol
"biarkan saja" ucap chanyeol dan langsung menarik tangan baekhyun begitupun kai langsung menggiring kyungsoo bersamanya.
.
.
Sehun langsung bangun dari duduknya saat mendengar bel berbunyi menandakan pelajran berikutnya akan segera di mulai dengan wajah yang kembali datar sehun menuruni tangga dan belum sampai kakinya menyentuh anak tangga terakhir sehun melihat luhan yang muncul dari taman belakang dengan wajah yang nampak tidak bersemangat tidak lama terlihat beberapa orang yang sehun kenal di belakang luhan dan sehun langsung menghampiri mereka karena sehun melihat ada kai disalah satunya.
Tuuuut TUUUT
"yeobseyo"
"…"
"oh nde aku akan menjemputmu dua jam lagi"
"….."
"love you"
PIP
Kris mematikan sambungan telponnya dengan suho saat ini baru saja kris keluar dari ruangan rapat dan bersiap-siap untuk keluar kantor, jasnya dia sampirkan di kursi kebanggaannya menyisakan kemeja hitam dengan kancing terbuka atasnya, senyuman tidak pernah luntur dari wajahnya mengingat sang kekasih yang baru saja dia telepon, kris berjalan keluar ruangannya dan berhenti tepat di depan meja sekertarisnya
"sekertaris hwang, saya akan pulang lebih awal jika ada yang ingin bertemu janjikan untuk besok saja" ucap kris melangkahkan kakinya tanpa menunggu jawaban sang sekertaris tiffani hwang
"nde sajangnim"
Kris memasuki mobil audi hitamnya dan melajukan mobilnya membelah jalanan kota seoul dengan wajah yang sangat ceria, tujuannya saat ini bukanlah suho melainkan sebuah mall besar di pusat kota seoul.
Sesampainya di mall kris memarkirkan mobilnya dan melangkah menuju ke dalam mall dan melangkah menuju salah satu toko di dalam mall dengan tulisan "MAMA JEWELERY"
"anyyeong selamat datang" sapa salah satu penjaga toko saat kris memasuki toko tersebut yang dib alas dengan senyuman oleh kris dan langsung menuju etalasi yang menampilkan berbagai macam perhiasan cantik.
Kris mengamati satu persatu perhiasan di depannya sampai akhirnya dia menemukan satu cincin yang menarik yang terlihat sangat sederhana namun indah cincin putih polos dengan satu berlian di tengahnya
"aku mau itu" tunjuk kris yang dengan sigap di keluarkan oleh penjaga toko
"bungkuskan untukku" ucap kris, setelah menunggu beberapa menit akhirnya kris selesai dengan tujuannya datang ke mall tersebut dan langsung melangkahkan kakinya menuju mobilnya untuk menjemput kekasihnya.
.
.
Seluruh murid SOPA menghambur keluar kelas saat mereka mendnegar bel berbunyi yang menandakan berakhirnya kegiatan belajar mengajar mereka,
"'lu kau pulang dengan sehun?" tanya chanyeol dan luhan hanya mengangkat bahunya sebagai jawabannya
"heh?"
"aku tidak tahu dobi sehun belum membalas pesanku, biarkan saja, kau sendiri?"
"hehehhe sepertinya aku akan menemani baekki latihan vocal dulu"
"ooh,,,,kyung kau pulang dengan siapa?" tanya luhan
"aku dijemput omma lu, aku sudah janji akan menemaninya belanja hari ini" jawab kyungsoo yang diangguki oleh luhan dan chanyeol
"aku duluan nde, aku mau ke toilet" ucap luhan langsung melesat keluar kelasnya. Baru saja luhan keluar terlihat sehun memasuki kelas luhan dan langsung terherasn saat tidak melihat luhan, hanya ada kedua sahabatnya
"oh sehun, luhan baru saja keluar katanya dia mau ke toilet" ucap kyungsoo yang dibalas dengan anggukan sehun dan langsung meninggalkan kelas
"aishh bocah itu tidak sopan sekali" gerutu kyungsoo yang hanya dibalas dengan senyuman oleh chanyeol.
"tak apa kyung, kita lihat nanti bagaimana hubungan mereka kedepannya"
"aku yakin mereka tidak akan berhasil dalam hubungannya" ucap kyungsoo terlihat pasrah,
"aku yakin mereka akan berhasil, itu sudah terlihat kyung" ucap chanyeol mengacak rambut kyungsoo yang membuat kyungsoo tidak mengerti
"maksudmu?"
"sudahlah kita lihat nanti saja, aku duluannya aku tidak mau baekki mengamuk paii kyung" chanyeol melesat meninggalkan kyungsoo.
.
.luhan selesai menyelesaikan misinya di toilet dan keluar dari kamar mandi, lalu dia mengecek handphonenya namun tidak ada balasan atau telpon dari sehun, maka luhan memantapkan diri untuk pulang sendiri saja palingan hanya ommanya yang mengomel.
Luhan terus melangkahkan kakinya di koridor dengan terus memainkan handphonenya tanpa melihat ke depan sampai akhirnya
BRUK
"awwww" ringis luhan saat pantat sexynya mencium lantai
"omo, gwenchana" ucap suho orang yang luhan tabrak tadi, dengan sigap suho langsung membantu luhan untuk berdiri
"oh gwenchana" ucap luhan dan seketika senyumnya berubah saat melihat wanita di depannya
"oh, anyyeong aku suho aku alumni sekolah ini" ucap suho memperkenalkan diri saat melihat luhan menatapnya
"oh,,oh nde anyyeong sunbaenim, xi luhan imnida" ucap luhan
"oh sepertinya aku pernah melihatmu dimana ya" ucap suho mengamati wajah luhan
"ahh, kau gadis yang waktu itu bersama sehunie" ucap suho girang saat mengingat luhan
"sehunie" ucap luhan pelan
"oh mian maksud ku sehun, oh sehun apa kau mengenalnya?" tanya suho
"nde, kami satu angkatan" ucap luhan dengan lemas dan tidak bersemangat
"oh"
"sunbaenim mian aku harus segera pulang" ucap luhan dan langsung meninggalkan suho.
Sepeninggalan luhan kembali handphone suho bergetar dan terlihat satu pesan masuk dari kris yang memberitahukan bahwa dia sudah berada di parkirand an menunggunya, dengan senyum suho langsung menuju ke luar sekolah.
.
.
Luhan semakin merasa bingung dengan dirinya, kenapa dirinya dari pagi terasa tidak tenang selalu mengingat wanita yang bersama sehun dan tentunya perasaannya marah saat melihat sehun dengan wanita lain, entahlah luhan sendiri bingung.
Kris tengah menyandarkan badannya di samping mobilnya menunggu kedatangan suho sampai matanya melihat hoobaenya dengan wajah sangat keruh, dengan jahil kris memanggil luhan
"luhan Xi luhan" teriak kris yang membuat luhan mendongakan kepalanya dan mencari siapa yang tengah memanggilnya sampai matanya menemukan sunbaenya tengah tersenyum dan melambaikan tangannya ke arahnya. Luhan berlari menghampiri kris dengan senyum di wajahnya
"anyyeong sunbae"
"eiiiy panggil aku kris, sepertinya aku tua sekali dipanggil seperti itu"
"tapi kan sunbae memang sudah tua" ucap luhan yang membuat kris tertawa
"sunbae ada apa kemari" tanya luhan yang membuat kris menghentikan tawanya
"oh, aku menunggu kekasihku"
"heh?sunbae berpacaran dengan murid disini?" tanya luhan dengan wajah tidak percaya yang membuat kris gemas dan mengacak poni luhan membuat sang empunya mengerang, mereka terus terlibat dalam pembicaraan sampai akhirnya seseorang menghampiri mereka
GREP
"akh" luhan tersentak saat tiba-tiba tangannya di genggam oleh seseorang dengan kencang dan dengan cepat luhan melihat siapa orang yang melakukannya dan matanya kembali membulat saat tahu siapa orang tersebut
"Se-"
Sehun menatap kris dengan pandangan benci dan marah, sedangkan kris hanya memandangnya dengan tatapan tidak mengerti
"aku tidak akan menyerahkan hal yang sama untuk kedua kalinya padamu" ucap sehun dan langsung menarik luhan pergi dari hadapan kris yang membuat kris hanya mematung tidak menegrti dengan kejadian di depannya, kris tidak menolong luhan karena luhan hanya diam dan tidak berontak atau meminta pertolongan kepadanya.
Tanpa mereka sadari seseorang melihat mereka dengan senyuman terukir di bibirnya
"aku yakin kau menyukainya sehunie"
TBC
Anyyeong chingudeul, aku datang dengan chap ini… nampaknya akan segera tamat dan maafkan sekali lagi sepertinya cerita dan judul semakin tidak sinkron tapi apa mau di kata ide memang begini adanya..hehehhehe
Makasih buat semuanya yang sudah mengikuti ff ini, dan tolong isi sepatah dua patah kata dalam kotak review jangan hanya memfollow atau memfav bahkan Cuma nongol baca aja,,berikan lah sedikit pendapat kritik atau sarannya di kotak review,,,tapi terserah kalian juga deh,hehehhhe
Makasih sekali lagi buat semuanya chingudeullll,,,,d tunggu RnR nya ya….
See you next chaptar
HunHan Story
