Saya pinjam nama cast dari Super Junior, Shinee, Girl Generation, TVXQ, JYJ, F(X), TRAX, EXO, etc.

Oiya, ini ff KYUMIN, tapi banyak couple lain yang saya bahas di sini. Semua cast bukan punya saya, tapi cerita ini punya SAYA.

Dilarang copy paste ff ini.

Dilarang bash cast di ff ini.

Warning : Gaje, typho, out character (maybe), garing, ngebosenin (maybe), aneh, bahasa tidak sesuai EYD, tanda baca kurang tepat, dll.

Mianhe, mungkin di chap ini akan cukup banyak couple yang dibahas. Jadi chap ini tidak terfokus ke Kyumin.

-J-O-Y-


Flashback untuk Sibum couple

"Kya... keren sekali ..." terdengar jeritan-jeritan yeoja yang berteriak saat kapten tim basket S.M High school, Choi Si Won berhasil memasukkan bola lewat tembakan tiga angkanya.

Dari sebuah bangku, seorang yeoja dengan penampilan yang bisa dianggap di bawah standar terlihat tersenyum lebar di antara kerumunan yeoja-yeoja suporter S.M Highschool. Pipinya yang chubby dan badannya yang bisa dibilang cukup subur itu tidak membuatnya merasa berat untuk ikut berjingkrak seperti yeoja-yeoja yang lainnya.

"Kya...Siwon oppa semangat!" teriaknya sambil meloncat dengan ceria.

"Hei gendut, jangan lonjak-lonjak seperti itu, mengganggu pemandangan saja! Lagi pula untuk apa kau berteriak-teriak menyemangati Siwon oppa, dasar tidak tahu diri, lihatlah tubuh gendutmu itu, kau tidak pantas, bahkan untuk sekedar memberi semangat kepadaya. " ucap seorang yeoja langsing ketus, lengkap wajah wajah tidak bersahabatnya.

"Hei Yoona, jaga mulutmu yang kotor itu! Seenaknya saja mengatai Kibum, meskipun dia tidak sesempurna dirimu, tapi setidaknya dia mempunyai hati yang baik!" bela sahabat Kibum, Ryeowook yang duduk di samping Kibum. Sementara Kibum hanya menunduk. Nampaknya beberapa bulir airmata sudah meluncur dari mata indahnya.

"Terserah kalian saja, dasar orang-orang tak berguna!" ucap Yoona sambil memandang Kibum dan Ryeowook dengan pandangan merendahkan.

"Hhhh...dasar perempuan iblis!" Ryeowook sudah tampak emosi, tangannya sudah mengepal sempurna, tapi tangan Kibum menahannya sehingga Ryeowook susah payah harus menahan semua emosinya rapat-rapat.

"Sudahlah eonnie, aku memang gemuk dan sama sekali tidak cantik, tidak pantas bahkan untuk sekedar meneriakkan nama Siwon oppa" ucap Kibum sambil masih menunduk.

"Ahniya, jangan pernah melihat sesuatu hanya dari luarnya saja. Dan jangan pernah merasa rendah dihadapan nenek sihir seperti dia!" ucap Ryeowook masih dengan wajah kesalnya.

"Eonnie jangan marah lagi ne. Ah, bagaimana kalau kita pulang saja, lagipula pertandingannya sudah hampir selesai." kata Kibum sambil beranjak dan mengusap air matanya.

"Sebentar Kibumie, lihat-lihat dia membuat tembakan tiga angka lagi!" seru Ryeowook semangat.

"Ah benarkah?" Kibum akhirnya kembali mendongakkan kepalanya. Dilihatnya Siwon, sang pujaan hati sedang tersenyum lebar karena tembakannya itu bertepatan dengan akhir pertandingan yang membuat sekolahnya memenangkan kejuaraan nasional basket antar SMA untuk yang ketiga kalinya berturut-turut. Melihat moment itu, tak sadar tangan Kibum mengambil kamera digital yang kebetulan ia bawa. Reflek tangannya mengarahkan kameranya ke arah Siwon yang kebetulan sedang menghadap dan memandang ke arahnya.

"Akhirnya aku bisa mendapatkan senyumnya!" gumam Kibum sambil kembali memasukkan kamera digitalnya ke dalam tas selempang miliknya.

"Kajja kita pulang eonnie!" ajaknya lalu menggandeng Ryeowook untuk meninggalkan GOR itu.

End of Flashback

"Mengapa setelah sekian lama aku masih mengharapkan cinta yang tidak mungkin aku gapai? Choi Si Won...bisakah kau melihatku...sekali saja! Aku sudah berubah. Aku sudah tidak gemuk, dan yang jelas aku sudah bukan gadis yang tak bisa diandalkan seperti dulu...hiks..." airmata kembali meluncur dari mata indah Kibum.

Flashback

"Minggu depan kau akan sekolah di Amerika Bummie, jadi persiapkan dirimu sebaik-baiknya!" ucap seorang namja berwajah tegas sambil menghirup kopi panasnya yang terlihat masih mengepulkan asap.

"Appa, apakah tidak bisa ditunda?" tanya Kibum, yeoja yang duduk berseberangan dengan namja itu.

"Tidak bisa, semua administasi sudah diselesaikan, kau mungkin akan menjalani hari yang berat di sana. Appa punya harapan besar kepadamu. Appa harap kau bisa menjalankan program akselerasi dan mencapai gelar yang tinggi di usiamu yang masih muda. Apakah kau sanggup Bummie?" tanya Sang appa, Hangeng sambil menatap puterinya tajam.

"Tt...tapi Appa..." ucap Kibum takut-takut.

"Tidak ada tapi, keputusan appa sudah bulat!" ucap Hangeng keras.

"Yeobo, sabarlah, tidak perlu emosi!" Heechul yang duduk di sebelah suaminya berusaha menenangkan Hangeng sambil sesekali mengelus lengan sang suami lembut.

"Bummie chagi, dengarkan kata appamu, ini semua demi masa depanmu sayang!" ucap Heechul lalu beralih duduk di dekat Kibum dan mengelus rambut puterinya lembut.

"Ne..." ucap Kibum lirih.


Pagi hari di S.M highschool, seorang yeoja gemuk berseragam S.M highschool berlari kencang di koridor sekolah yang ramai karena jam istirahat.

"Siwon oppa..." panggilnya sambil terus berlari. Sementara Siwon yang merasa namanya dipanggil akhirnya berhenti.

"Ne, ada apa?" tanya Siwon kaget melihat yeoja itu. Sekilas ia tersenyum, tapi kemudian wajahnya berubah datar.

"Tolong terima ini!" ucap Kibum sambil menyerahkan sebuah kotak berwarna putih kepada Siwon.

"Mianhe...aku adalah fansmu yang sangat menyukaimu, kuharap kau menyukai hadiah dariku!" ucap Kibum sambil menunduk karena malu.

"Ne...gomawo!" ucap Siwon kemudian berlalu meninggalkan Kibum yang masih berdiri mematung di tengah lorong itu.

"Wonnie oppa!" tiba-tiba sebuah suara yeoja terdengar memanggil nama Siwon dengan begitu manja.

"Yoonie chagi, ayo ke kantin, oppa lapar!" ucap Siwon sambil menghampiri Yoona yang sedang berjalan bersama teman-temannya.

"Eh, apa itu oppa?" tanya Yoona melihat sebuah kotak yang ada di tangan Siwon.

"Hadiah dari seorang fans." ucap Siwon enteng.

"Kenapa oppa terima, bukankah oppa hanya milikku?" ucap Yoona manja sambil mengerucutkan bibirnya.

"Ne...oppa hanya milikmu chagi!" ucap Siwon. Mendengar itu Yoona tersenyum lebar. Mereka kemudian bergandengan tangan menuju ke kantin. Melihat adegan itu hati Kibum begitu miris. Apa yang bisa ia banggakan di hadapan Siwon. Bila dibandingkan Yoona, bukankah ia kalah jauh.

"Bummie, sudahlah. Sebaiknya kau berusaha mencari namja lain yang lebih baik dari Siwon. Sepertinya dia tidak layak untukmu!" ucap Ryeowook yang tiba-tiba sudah berada di samping Kibum.

"Aku hanya ingin menyatakan perasaanku sebelum pergi eonnie, apa itu salah?" suara Kibum mulai tercekat.

"Ne, eonnie tahu, tapi sepertinya memang Siwon bukanlah orang yang tepat. Lupakan dia, ne. Kau harus menjadi orang yang hebat, kelak tunjukkan bahwa Cho Ki Bum adalah seorang wanita hebat, arraseo?" nasihat Ryeowook kepada Kibum dan dijawab dengan anggukan pelan oleh Kibum.

"Eonnie, aku pasti akan merindukanmu!" Kibum memeluk Ryeowook erat


skip time


Akhirnya waktu keberangkatan Kibum ke Amerika tiba. Hangeng, Heechul, Kyuhyun dan Ryeowook melepas kepergiannya. Kibum masih terlihat menangis, ia memeluk appanya kemudian berkali-kali ia memeluk eommanya yang berusaha tetap tegar meskipun terlihat wajahnya yang menahan kesedihan. Juga dipeluknya Kyuhyun, namdongsaengnya lama, seakan ia tidak mau melepas adik laki-laki satu-satunya itu.

"Aku pasti akan segera menyusul noona ke Amerika." ucap Kyu sambil menepuk punggung noonanya yang sangat ia sayangi.

Terakhir ia memeluk sahabat tercintanya, Ryeowook yang sama-sama menangis sepertinya.

"Eonnie..." panggil Kibum.

"Bummie ah!" Ryeowook balas memanggil dengan suaranya yang sudah serak.

Dan akhirnya Kibum berangkat ke Amerika.

Beberapa tahun di Amerika, prestasi Kibum memang bisa dibilang sangat luar biasa. Dengan kecerdasannya, ia berhasil mengikuti program akselerasi sehingga pada usia 23 tahun sudah bisa menyelesaikan gelar doktor nya dengan predikat cumlaude pula. Selain itu, ia juga dikenal sebagai salah satu mahasiswi yang cantik dan seksi, karena ia berhasil melakukan diet ketat dan menjaga pola makan, sehingga Kibum yang aslinya memang sudah cantik pun menjadi semakin cantik.

Meskipun hampir semua impiannya sudah terlaksana, namun masih ada satu hal yang belum berhasil, yaitu melupakan satu nama dari hatinya, Choi Si Won...

Maka saat ia ditawari appanya untuk mengelola anak cabang perusahaan mereka yang baru dibuka di Beijing, Kibum pun langsung menerima dengan senang hati, meskipun pada akhirnya ia masih belum bisa melupakanSiwon.

End of flashback

"Aku harus bisa menjadi orang yang mandiri, aku harus merelakan Wookie eonnie mendapat kebahagiaannya.", ucap Kibum mantap.


Di kafe JOY, pukul 19.00 malam.

"Mianhe bos, apakah aku boleh minta ijin keluar sebentar?" tanya Kyuhyun kepada Donghae yang sedang sibuk membuat nasi goreng kimchi.

"Memangnya ada acara apa Kyu?" tanya Donghae

"Saya harus menemui sahabat saya, ada keperluan penting yang mendesak." ucap Kyuhyun.

"Ehm... baiklah, aku ijinkan!" jawab Donghae sambil tersenyum.

"Gomawo, arigatou gozaimasu, bos!" balas Kyu sambil membungkuk berkali-kali.

"Ne...ne... pergilah, tapi pulangnya jangan malam-malam ya!" pesan Donghae kepada Kyuhyun.

"Siap bos!" ucap Kyu sambil memberi hormat kepada bosnya.

"Eh hyung, mau kemana, kok buru-buru?" tanya Changmin saat berpapasan di depan pintu masuk kafe.

"Ada perlu dengan temanku!" jawab Kyuhyun lalu berhenti di depan Changmin.

"Jangan lupa battle kita nanti ya! Aku sudah bawa laptop lho, trus nanti Jonghyun sama Onew juga mau nonton, mungkin kita akan menginap di sini." ucap Changmin.

"Mwooo... tapi tidur di mana kalian nanti?" tanya Kyuhyun kebingungan.

"Tentusaja di kamarmu, bukankah ada karpet di sana."

"Ne, terserah saja. Ya sudah, hyung pergi dulu ya!" Kyuhyun pun berlalu dari hadapan Changmin.

"Ne hyung, hati-hati di jalan"


Restoran Ddangkoma Hotel, sebuah hotel bintang lima yang dikelola oleh Yesung corp, dan dijalankan oleh putera tunggalnya yaitu Kim Joong Woon.

Sang pemilik hotel berlambang kura-kura berkepala besar itu (?), Jong Woon sedang terduduk di salah satu meja sambil menikmati makan malamnya yang bisa dibilang sangat mewah dan berkelas.

"Hyung, sudah lama menunggu?" tanya sebuah suara bass yang diidentifikasi milik namja jangkung nan tampan, Cho Kyu Hyun sukses mengagetkan sang tuan muda yang sedang asyik bersantap malam.

"Hah...Kyu mengagetkanku saja, untung aku tidak tersedak!" protes Joongwoon

"He...he...he..." cengir Kyuhyun.

"Kau sudah makan malam Kyu?" tanya Joong Woon

"Belum sempat hyung, habis tadi kafenya ramai, biasanya aku makan setelah kafe agak sepi." jawab Kyuhyun. Mendengar Itu, Joongwoon segera memanggil pelayan untuk menyiapkan makan malam bagi Kyuhyun.

"To the point, aku mengundangmu ke sini untuk menyerahkan semua identitas barumu yang bisa kau pakai sementara kau sedang mengasingkan diri dari rumahmu. Yah, di sini margamu ikut keluargaku, jadi namamu sekarang Kim Kyu Hyun! Ini ambilah." Jongwoon menyerahkan sebuah map hitam kepada Kyuhyun.

"Wah...gomawo hyung...aku tidak menyangka akan secepat ini jadinya!" Kyuhyun menerima map itu dengan semangat.

"Ne...ne... kau ini kan sejak kecil selalu merepotkanku." jawab Joongwoon enteng.

"Kau tidak ikhlas rupanya?" tanya Kyuhyun lagi.

"Hah...sudahlah lupakan. Oh ya, bagaimana dengan pekerjaanmu sekarang? Tampaknya kau lebih menyukainya daripada harus menjadi general manager di perusahaan Hangeng samchon?" tanya Joongwoon sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.

"Tentu saja Hyung, aku seperti menemukan hal yang selama ini memang sangat kuinginkan, meskipun setiap hari harus bangun pagi dan memasak seharian, tapi bagiku itu sangat menyenangkan... apalagi..." Kyuhyun tidak meneruskan ceritanya.

"Kau mendapakan kekasih juga bukan?" tebak Joongwoon.

Mendengar itu muka Kyu memerah.

"Ne hyung, aku bertemu dengan seorang yeoja yang sangat cantik, menarik, dan imut, dia ini puteri bosku. Sayangnya eommanya tidak terlalu suka denganku..." curhat Kyuhyun.

"Wah...dongsaengku ini sudah besar rupanya!" goda Joongwoon.

"Ya hyung, aku ini sudah 23 tahun!" sahut Kyu sewot.

"He...he...he... ne, kau sudah dewasa. Kalau begitu, kapan-kapan ajaklah dia ke sini, kenalkan dia denganku, arraseo!" usul Joongwoon.

"Kalau waktunya sudah tepat, pasti akan aku kenalkan!" jawab Kyuhyun.

"Oiya, noonamu, Kibum, dia ingin berbicara denganmu, tapi kau tidak pernah mau mengangkat telponnya!", Joongwoon mengalihkan topik pembicaraan.

"Aku ingin dia konsentrasi dengan pekerjaannya. Aku tahu kalau appa sudah memberikan beban yang sangat berat kepadanya, jadi aku tidak ingin menambah beban yang harus dia pikul!" kali ini pandangan Kyuhyun terlihat begitu sendu.

"Tapi dia sangat ingin mendengar kabarmu, dari mulutmu sendiri!" ucap Joongwoon sambil menyuapkan makanan ke mulutnya kembali.

"Sudahlah hyung, yang jelas aku akan ingin menjadi seseorang yang berhasil berkat usahaku sendiri!" putus Kyuhyun.

"Oiya, bagaimana dengan persiapan pernikahanmu dengan Wookie noona, hyung? Kudengar kalian dua bulan lagi akan menikah?"

"Ya, itu kalau semuanya berjalan lancar." Joongwoon mendadak lesu.

"Memang ada masalah apa lagi? Masalah tempat, tinggal pakai hotelmu ini. Baju tinggal bilang eommaku, apa rancangan eommaku yang langganannya para artis K-pop itu masih kurang bagus untuk seleramu? Dekorasi tinggal pesan sama Jay hyung, terus apa lagi yang kurang " tanya Kyuhyun.

"Wookie, aku tidak bisa menyiapkan semuanya bersama Wookie." pandangan Joongwoon pun menerawang menyusuri langit-langit restoran yang dihiasi lampu-lampu kristal yang terlihat sangat cantik, apalagi ditambah temaram cahaya yang dipancarkan lampu-lampu itu , sehingga membawa kesan romantis.

Kyuhyun ikut terdiam.

"Kau benar. Aku tahu rasanya menyiapkan hal sepenting ini tanpa kehadiran orang yang sangat kita cintai." ucap Kyuhyun bijak.

"Sok dewasa. Seperti sudah pernah mengalami saja." ejek Joongwoon sambil nyengir kepada Kyuhyun.

"Ya hyung, kau selalu saja mengejekku!" pout gagal Kyuhyun membuat Joongwoon semakin terbahak-bahak.

"Oiya Kyu, boleh Hyung tahu rencanamu selanjutnya?" tanya Joongwoon lagi setelah berhenti tertawa.

Kyuhyun hanya terdiam sambil memainkan sendok kecil yang sedang dipegangnya. Sepertinya dia masih bingung harus menjawab apa.

"Ya sudah kalau masih bingung sebaiknya kau pikirkan dulu masak-masak. Hati-hatilah dalam melangkah. Yah setidaknya kau ini masih muda, jadi masih punya banyak kesempatan untuk berkembang." nasihat Joongwoon.

"Benar hyung. Terima kasih atas nasihatmu. Oiya, kapan-kapan mampirlah ke kafe tempatku bekerja. Makanan di sana enak loh, walaupun tidak semewah makanan-makanan yang biasa kau makan!" promo Kyu kepada Joongwoon.

"Tentu, kalau aku ada waktu luang, aku akan berkunjung ke kafe tempatmu bekerja. Sekalian aku ingin melihat wajah gadis yang begitu sial karena mau berpacaran dengan evil sepertimu!" kembali Joongwoon terkekeh setelah sukses mengejek adik sepupunya itu.

"Kau hutang dua kali kepadaku hyung, awas saja, suatu saat nanti pasti akan kubalas." ucap Kyu sambil beranjak dari kursinya.

"Aku pamit dulu hyung, terima kasih atas semuanya. Oiya kalau kau butuh bantuan untuk persiapan pernikahanmu, kau tinggal hubungi aku saja. Aku pasti akan berusaha sekuat tenagaku untuk membantumu.".

"Ne, dongsaeng. Hati –hati di jalan, semoga kau bisa segera menemukan impianmu".

Kyuhyun meninggalkan Restoran Ddangkoma Hotel untuk kembali ke kafe JOY.

T.B.C


Makin lama main gaje, makin aneh dan makin melebar ceritanya kayak sinetron. Mianhe kalau mengecewakan readerdeul *bow*. Sekali lagi diharap maklum, ini ff pertama buatan saya, jadi masih sangat banyak kekurangan di kalau Kyumin moment nya ga terdeteksi di chapter ini, malah banyak sibum momentnya ... mau bagaimanalagi readerdeul ... ini demi kepentingan cerita, supaya bisa mengalir dengan baik ...

Seperti biasa, saya ucapkan terima kasih kepada semua reader yang sudah memberikan review untuk ff gaje saya ini :

1. Kang Shin Ah : ga apa-apa chingu ... gomawo dah kasih repyu di chap 6 ini. met baca chap 7 ne ...

2. ChoFanni : entahlah, apa ini bisa dibilang rumit atau tidak ... gomawo sudah bersedia menunggu ff gajenya eonnie ...tapi mianhe ... eon ga bisa update kilat ne *bow* . ni chap 7 nya ... met baca ne ...

3. abilhikmah : kkkk ... iya chingu ... tapi kayaknya di ff gaje saya ini yang evil malah appanya ... Hannie oppa, habisnya dia galak banget ... oiya, met baca chap 7 ne ...

4. bunnyblack. FLK. 136 : ga apa-apa Rin ... wkwkwk... tapi Jungmo oppa lumayan ganteng juga kan ... he...he... met baca chap 7 ne ...

5. PaboGirl : belum dapet restu dari Hyukmma ni chingu ... kkk ... met baca chap 7 ne ...

6. bynbkyoung : iya ... semoga aja ... Onkey moment ya chingu ... akan saya usahain deh ... tapi ga tau bakal keluar kapan ... he...he... *ketawa evil*. btw met baca chap 7 ne ...

7. NurLarasti13 : gomawo Laras dah repyu langsung 5 chap sekaligus. btw mianhe kalo kebanyakan cast and pair, ini demi menunjang jalannya cerita ne ... and mianhe lagi kalo sifat nya Kyu di ff ini agak beda, tapi mungkin ke depan nanti akan keluar sifat yang 'biasanya' ...kkkk *evil laugh*. met baca chap 7 ne ...

8. LeeAeRaa : Gomawo chingu ... kkk, iya, saya juga heran pas ngebaca ulang ff gaje saya ini ... 10 cm ... amazing ...wkwkwk. untuk masalah cinta segitiga, ditunggu aja ne ... met baca chap 7 ..

9. Anik0405 : wkwkwk ... tapi jadi romantis kan chingu ... he..he... met baca chap 7 ne ...

10. carolinesp : gomawo ... gomawo ... gomawo chingu ... ini saya bawa chap 7, met baca ne ...

11. minnie kyumin : gomawo dah repyu 3 chap ini chap 7 nya chingu ... met baca ne ...

12. dzdubunny : gomawo dah repyu 5 chap sekaligus .. kkk ... ne... evilChangmin x evilKyu ... siapa yang menang ne ... wkwkwk ... ni chap 7 nya chingu ... met baca ne...

13. Guest : apakah ini juga repyu dari dzdubunny ssi ? kalo iya berarti mungkin chingu lupa belum kasih nama, gomawo ne ... berarti 6 chap sekaligus repyunya.

tapi kalau bukan saya ucapkan gomawo sudah berkenan ngasih repyu ... met baca chap 7 ne ...

14. JoyElf : gomawo ... gomawo ... gomawo ... chingu ... met baca chap 7 ne ...

Mianhe kalau ada kesalahan penulisan nama reviewer.

Terima kasih juga untuk yang sudah memfavoritkan dan memfollow ff saya ini.

Yang sudah membaca, tolong tinggalkan review untuk ff ini ya ...

ThanKYU