Love Story

Disclameir: Masashi Kishimoto

Rated: T

Genre: Romance/Friendship

Chapter 7: Go Sakura...

Summary: Sakura harus meninggalkan Konoha, Kabur dari Kenyataan hidup yang pahit. Tapi setelah kepergian Sakura semua kembali Normal

Pairings:

SasuSaku

NaruHina

Saiino

ShikaTema

NejiTen

in These Chapter:

SasoSaku

SasuKarin (Dikit Banget sampai tak telihat)

Malam sudah berganti pagi, Sekarang tinggal manusia bangun. Sakura membuka matanya lalu melihat kearah sampingnya, Sasuke masih tertidur."Dasar pemalas" Gumannya sambil tersenyum mulai berdiridari tempat tidurnya lalu masuk kamar mandi.

30 menit

Setelah setengah jam mandi Sakura memakai bajunya, Dia sudah terlihat rapi. "Selamat tinggal Sasuke" Ia membawa tas besar berwarna soft pinknya keluar dari situ. "Apa aku tinggalkan pesan saja?" Dia mengambil kertas dan mrnulis sesuatu, Setelah selasai ia langsung pergi entah kemana.

.

Sasuke terbagun dari tidurnya, Sasuke membuang muka kearah Kanan Ternyata dia mencari Sakura tapi tidak ada. "Mana sih tuh anak?" Gumannya, Ia berdiri dari kasurnya lalu berjalan menuju kamar mandi, tapi langkahnya terhenti ketika ia melihat kertas yang bertulisan 'Untuk Sasuke'. Ia pun mengambil kertas itu dan membacanya.

Maafkan Aku Sas, Aku tidak mau pernikahan ini… Aku Untuk Bunuh Diri.

Aku tak pernah menyukaimu, Aku menyukai pria yang Tak mungkin kumiliki. Aku tak tau harus bagimana

Aku fikir, Mungkin Ini jalan yang terbaik untukku…

Lupakan saja tentang kita, Masa lalu kita yang begitu aneh.

Selamat tinggal untuk Selamanya

Tak terasa Sasuke menjatuhkan setetes air matanya. "Kenapa?" Gumannya."Kenapa saat aku ingin melupakan Hinata kau malah pergi?"

Sasuke POV

Aku memang mencintainya tapi aku harus merelakan Hinata, Hinata hanya teman ku tak lebih. Sekarang masalahnya adalah Sakura yang berencana bunuh diri. "Apa yang harus aku lakukan?" Tanyaku entah pada siapa, Aku mulai bingung sekarang, Pikiranku kacau.

End Sasuke POV

Sasuke berjalan untuk menyusul Sakura, Dia mengambil HandPhonenya untuk menghubungin Temannya dan meminta tolong untuk mencarikan Sakura.

2 jam kemudian…

Sasuke berfikir mugkin ia sudah bunuh diri, Sasuke akhirnya nyerah, Ia tak tau lagi mau cari kemana. Dia berjalan menuju sebuah gedung, Gedung itu biasa disebut Sekolah. Dia menuju atap sekolah, Dilihatnya ada seorang gadis menangis, Entah siap mukanya tak terlihat jelas dan rambut berwarna pink. "Sa-sakura?" Kata Sasuke sedikit gugup (Dikiraiin Hantu apa?) Tangisan gadis itu terhenti, Dan menoleh kearah Sasuke yang ketakutan setengah mati.

"Sa-sasuke? Ngapain k-kau kesini?" Tanyanya, Sasuke sedikit heran, Harusnya dia udah mati (Ngedoa'in?) Tapi kok masih utuh ya?.

"Kamu gak jadi bunuh diri?" Tanya Sasuke, Sakura menggeleng."Kenapa?" Tanya Sasuke (Bener ngedoain Nih orang)

"Aku takut" Katanya singkat.

"Balik yuk" Kata Sasuke, Sakura menggeleng. "Kenapa?"

"Aku mau mandiri, Aku mau pergi dari Konoha" Katanya lalu berdiri."Aku akan pergi ke Suna"

"Tapi kenapa?" Tanya Sasuke (Nih orang budeg ya?)

"Karna aku ingin jadi mandiri"

"Kapan?" Tanya Sasuke

"Hari ini juga"

"Oh"

"Selamat tinggal" Gumannya langsung meninggalkan Sasuke sendirian.

"Tunggu!" Sakura pun menoleh."Apa kau akan kembali lagi?" Tanyanya.

"Pasti" Katanya sambil tersenyum.

"Tunggu!" Teriak seseorang, kali ini bukan Sasuke melainkan suara cewek.

"Ino?"

"Ja-jangan pergi" Cegah Ino."Kau kakakku, Walau beda ibu"

"Kau percaya sama dia?" Tanya Sakura, Ino mengagguk."Tapi aku gak" Kata Sakura meninggalkan mereka berdua.

.

Sakura POV

Ini adalah hari terakhir ku di Konoha, aku selalu berfikir 'Kapan bisa balik ke Konoha?'. Aku ingin mempunyai kehidupan baru, Kehidupan yang membingungkan itu aku buang. Yup, Aku lari dari kenyataan. Aku berjalan menuju terminal kereta apa (Ya iyalah, Masak becak).

'Kereta Express dengan tujuan Suna berangkat 30 menit lagi' Kata wanita yang ada di dalam… situlah pokoknya.

"Hah~, Tinggal 30 menit lagi ya? Lama sekali" Kataku Sambil menghela nafas."Kami-Sama, Kapan aku bisa keluar dari kenyataan ini?" Tanyaku (Tinggal 30 menit lagi, Dodol!)

"Sakura?" Kata seseorang menghampiriku, Orang yang sepertinya kukenal."Sasori-Senpai?" Tanyaku balik.

"Ngapin kamu disini? Mau pergi?" Tanya Sasori-Senpai, Aku hanya mengagguk."Kemana?" Tanyanya.

"Ke Suna" Jawabku sambil tersenyum

"Bareng aku aja ya, Kebetulan aku juga mau pulang" Kata Sasori, Wah~, Senangnya hatiku."Bagaimana kalau kamu tinggal dirumahku saja?" Tanyanya.

"Bo-boleh" Jawabku gugup, Kenapa jadi gini sih? Sasori itu hanya Kakak kelasku waktu SMP, Jangan banyak menghakyal Sakura!

'Kerata Express akan segera berangkat, Bersiaplah' Kata orang yang didalam situ. Aku yang mendengar itu langsung tidak sabar, ingin sekali aku berteriak sekencangnya.

End Of Sakura POV

Mereka berdua berjalan masuk, dan kereta itu pergi menuju Suna.

(Sementara Ino)

Dia terlihat seperti menangis, tak memperdulikan ada yang melihat. "Kau ini sabar dikit napa? Entar dia juga balik"

"Kau….Hiks….. Tidak tau apa-apa, Tak usah kau ikut campur" Jawab Ino. "Dan aku mohon tinggalkan aku sendiri" Sasuke mulai berdiri lalu berjalan meninggalkan Ino yang sedang menangis.

.

Sasuke masuk kedalam mobilnya. "Kapan kau akan balik Sakura?" Tanyanya entah pada siapa. "Apa aku harus menyusulmu?" Sasuke menjalakan mobilnya menuju rumahnya.

.

Sasuke memasuki apertementnya lalu ia duduk di sofa, ia membuang muka kearah kanan tepatnya meja makan, ia teringat Sakura selalu bersedia memasak masakan untuknya.

Tok Tok Tok

Ketukan pintu itu menyadarkan Sasuke dari lamunannya, Ia berjalan ke pintu lalu membukanya. "Ada apa?"

"Sakura mana?" Tanya orang itu.

"Dia pergi ke Suna" Jawab Sasuke dengan muka datar.

"Untuk apa?"

"Katanya dia ingin mandiri" Jawab Sasuke. "Tante, aku mau pernikahan kita batal"

"Kenapa? Tante rasa kamu cocok menjadi suami Sakura" Kata Sakari, Ibu Sakura.

"Liat ini" Kata Sasuke sambil mengasih surat ke tangan Calon gagal mertuanya-?-.

"Apa! Sakura mau bunuh diri" Tanya Sakari.

"Tapi gak jadi, Takut" Jawab Sasuke. "Nanti dia pasti akan balik, Tante tenang saja"

"Baiklah kalau dia balik lagi" Kata Sakari. "Tante balik dulu ya" Kata Sakari lalu meninggalkan Sasuke.

.

.

Waktu sudah menunjukkan jam 7 malam, Sebentar lagi Kereta Express sampai ke tujuan. 'Kereta Express sudah sampai Tujuan, silahkan turun'. SasoSaku pun turun dari kereta express itu. "Akhirnya sampai juga" Kata Sasori. "Yuk, Kita langsung kerumah saja" Sakura hanya mengagguk.

"Kak, Apa aku tidak merepotkan kakak?" Tanya Sakura, Sasori menggeleng.

"Malah Aku senang kau bisa menemani Nenekku" Kata Sasori sambil tersenyum kecil. "Aku cari taksi dulu ya"

"Keren" Guman Sakura. "Aku belum tau kalau Sasori mempunyai nenek" Gumannya lagi (Ampun deh, Semua manusia punya kali, Kecuali Adam)

"Yuk" Kata Sasori, seketika itu juga lamunan Sakura buyar(?), Sakura hanya mengagguk. Mereka berdua masuk taksi setelah sampai mereka harus naik ojek terus naik Becak deh. Sampai ditujuan mereka yang sebenernya dirumah nenek.

"Pantesan saja nenekmu kesepian, Rumahnya saja segede ini" Kata Sakura kagum, "Rumahku saja tak segede ini"

"Kamu suka?" Tanya Sasori, Sakura mengagguk. "Bagus kalau kamu suka" lalu mereka masuk kedalam rumah itu.

Disitu sudah ada yang menunggu yaitu Nenek Sasori, Chiyo. "Hai Sasori, Sasori ini siapa?" Kata Nenek Chiyo melihat Sakura.

"Ini Sakura nek, Adik kelasku waktu SMP"

"Hai nek" Kata Sakura sambil membungkuk'kan badan. "Hai" Balasnya dengan senyuman.

"Nek, Apa boleh Sakura tinggal dirumah ini?" Tanya Sasori.

"Tentu saja boleh,Dengan senag hati" Kata Nenek Chiyo sambil tersenyum. "Sakura, Kamu pasti capek, Istirahat dulu" Kata Chiyo. "Sasori, antarkan Sakura ya"

"Ya" Jawab Sasori. "Yuk" ajak Sasori.

(2 minggu kemudian)

"Saku-Chan, Aku berangkat dulu ya" Pamit Sasori, Mereka memang dekat malah pacaran. "bulan depan aku kesini lagi"

"Iya-iya, Sekalian ajak Akatsuki" Kata Sakura lalu mencium pipi Sasori. "Bye"

"Bye"

(Sementara konoha)

"Hah~, Sekolah kita tinggal 5 bulan lagi, setelah itu kita kelas 3" Keluh Naruto di dalam kelasnya. "Padahal aku takut sekali tidak naik kelas"

"Nar, Besok kita ujian, Lo harus belajar" Kata Sai, Semua orang sudah percaya kepada Sai termasuk Ino.

"Kalau soal itu gue juga tau, tapi hari ini'kan ada sinetron baru" Kata Naruto (Dari kapan Naruto suka Sinetron?).

"Kalau tidak belajar gak pintar lho~" Kata Neji(Kemana aja nih orang?).

"Bayi yang masih didalam janin juga tau kali" Kata Naruto. "Lo udah tau belum kalau Sasuke lagi dekat dengan Karin"

"Bukan Sasukenya kali tapi Karinnya" Kata Choji. "Dia'kan cewek genit"

"Tapi menurut gossip, Mereka tuh sudah jadian" Kata Naruto makin memanas-manasi. "Katanya mereka pernah ciuman di tempat umum lho~"

"Yang Benar?" Tanya mereka, Choji, Neji, Sai. "Mana gue tau, kan gue bilang katanya" jawab Naruto.

"Hah~, Berisik banget sih" Kata Shikamaru yang terganggu.

"Shika, Gimana kabar Gaara? Baik-baik saja kan?" Tanya Naruto sambil tersenyum aneh.

"Kenapa tanya padaku?" Tanya Shikamaru. "Emang aku siapanya?"

"Dia kan Calon adik iparmu, Bagaimana sih?" Kata Sai yang emang suka tersenyum tapi kali ini senyumannya beda.

"A-adik Ipar? Kalian pikir aku ingin menikah? Aku mau masih ngelanjutin kuliah"

"Gak usah bohong deh, Kau fikir kita tak tau kalau kau dan Temari sudah jadian"

"Tau darimana?"

"Nguping" Jawab Naruto dengan polosnya. "Kalian menyembunyikan hubungan kalian Cuma gara-gara orang tua"

"Gue mohon, jangan kasih tau siapa-siapa"

"Tenang saja, Percaya saja ke kita" Kata Naruto menunjuk dirinya sendiri.

"Ya sudah" Shikamru kembali tertidur.

(Sementara di Cewek)

"Kau tau tidak?" Tanya Ino pada teman-temannya.

"Apa?" Tanya Tenten (Sama, Nih anak dari mana aja?)

"Kalau Sasori, Kakak kelas kita waktu SMP itu pacaran sama Sakura" Katanya langsung Heboh.

"Kok kamu bisa tau?" Tanya Hinata lembut.

"Ya iyalah, Secara aku hanya Nebak"

"Kirain Beneran" Mereka pun hanya tertawa gembira (Emang ada tertawa sedih?)

T B C


Hehehe, SasuSaku FC harus sabar ya... Cerita ini masih panjang.

Author bingung Nih sama pair NejiTen, Ada yang punya ide gak?

Kasih tau ya!

PLAK

Shikamaru: Berisik!

Author: Baik