Will You Remember Me Again
Chapter 7
The Truth
Owaaa yang chapter kali ini aku buat cukup panjang, soalnya di chapter sebelumnya pendek sekali kan? Makanya kali ini kubuat lebih panjang dari chapter-chapter sebelumnya. Ya sudah…selamat membaca ya semoga menghibur.
DON'T LIKE DON'T READ.
Part 1
"Kagome...Aishiteru!"
'Tak dapat kupercaya Inuyasha…menciumku. Apa lagi ia juga mengatakan bahwa ia menyukaiku. Bagaimana ini? Kalau begini terus aku tidak dapat bertemu dengannya. Padahal aku sudah bersemangat sekali pada kencan kami…?...Bersemangat? Kenapa aku bisa bersemangat? Inuyasha kan temanku. Aku sama sekali tidak mengerti. Siapa saat ini yang dapat kumintai tolong?..oh ya mungkin aku dapat meminta tolong pada ibu!' kata Kagome dalam hati.
Kagome beranjak dari kasurnya berjalan ke arah pintu membukanya dan pergi ke lantai bawah menemui ibunya. Dilihatnya sedang memasak makan malam bersama dengan Kikyo.
"Ka-san?" panggil Kagome.
"Ah..Kagome. Doushita?" Tanya ibunya.
"Aku ingin minta tolong pada ibu sebentar!" kata Kagome dengan wajah sedikit lemas.
"Baiklah…Kikyo tunggu sup nya matang kemudian rebus sayurnya ya!" pinta ibunya kepada Kikyo.
"Hai..ka-san!" balas Kikyo.
Kemudian Kagome mengajak ibunya menuju kamarnya di lantai dua. Ia sempat berdiam diri sebentar sehingga membuat ibunya sedikit khawatir.
"Kagome..sebenarnya kau membawa ibu kesini untuk apa? Ibu harus memasak dulu…"
"Ka-san!"
"Hm?"
"Jika seseorang yang telah kita anggap sebagai teman yang sangat berarti bagi kita, hubungan persahabatannya sangat dekat pasti akan membahagiakan kan?" kata Kagome sambil menundukkan kepalanya.
"Apa maksudmu?"
"Apa bila teman berarti itu tiba-tiba melakukan sesuatu yang berada di luar kondrat kita dan membuat kita kelimpungan itu disebut sebagai apa?" tanyanya lagi.
"Sebenarnya apa yang ingin kamu katakan? Dan apa sesuatu itu?" Tanya ibunya agak bingung.
"Seperti dia mencium kita dan mengatakan bahwa dia menyukai kita" jelasnya dengan kepala tertunduk sedih.
"Eh? Apa tujuanmu menanyakan hal ini pada ibu?"
"Ibu tahu kan, Inuyasha adalah teman baikku saat ini. Dia adalah orang pertama yang menyapaku sedangkan anak-anak yang lain menatapku dengan tatapan sinis. Bahkan Inuyasha sampai berteriak meneriakan namaku saat pertama aku pindah ke sekolah ini!" kali ini Kagome benar-benar hampir menintikkan air matanya.
"…" ibunya hanya duduk diam mendengar keluh kesah anaknya itu. 'Jadi..dia belum ingat ya?' pikirnya dalam hati.
"Setelah kejadian itu aku merasa menjadi lebih dekat dengannya. Bahkan aku sampai banyak bergantung padanya. Dia sangat baik terhadapku. Tapi…"
"?"
"Aku banyak mengalami kejadian-kejadian aneh. Seperti saat aku berdua dengan Inuyasha sesuatu seperti datang dan memenuhi pikiranku. Bisa dibilang mirip dengan sejumlah ingatan. Dari yang kudengar saat Inuyasha berbicara dengan Kouga, teman semasa SMP ku di Hokkaido aku mendengar mereka berkata bahwa aku mengalami amnesia…"
"!" ia tersentak dan berfikir 'Apa keadaan akan membaik kembali?'
"Apakah itu benar ka-san?" Tanya Kagome tampa mengangkat kepalanya.
"Kagome…itu.." Ibu Kagome berusaha untuk mengatakan yang sebenarnya tapi tertahan oleh sesuatu.
"Tolong katakan yang sebenarnya bu. Aku mohon" kali ini Kagome menatap wajah ibunya itu, sangat dalam.
"Kagome.."
"Kumohon..!" minta Kagome sekali lagi.
"Hhh...maaf ibu tidak bisa dan kata-kata Inuyasha dan Kouga belum tentu benar. Jangan terlalu mudah percaya Kagome" balasnya sambil berdiri.
"Tunggu ka-san, kalau kata-kata mereka memang tidak benar kenapa aku memiliki kenangan semasa kecil dengan Inuyasha di kepalaku dan aku tidak mengingatnya sekarang? Apakah itu bukti ka-san? Kalau aku tidak pernah mengenal Inuyasha semasa kecil kenapa aku selalu melihat kebersamaan ini beserta dengan Sessomaru?"
'Sessomaru?' Kagome berfikir sejenak.
Ia ingat beberapa lagi sekarang, dalam ingatan itu ia melihat sesuatu yang telah memberikannya jawaban. Sebuah janji, tapi janji itu agak buram. Tidak terlalu jelas. ia menintikkan air matanya. Ia sedikit menaikkan nada bicaranya.
Ibunya memang tahu kebenaran tapi, untuk saat ini dia tidak ingin Kagome mengetahuinya. Untuk saat ini.
"Gomen Kagome, ibu ingin membantu tapi ibu tidak bisa" balasnya sambil berjalan meninggalkan ruangan dan berkata sesuatu pada Kagome "Ibu tidak menginginkan apa-apa dari Kagome tapi ibu ingin Kagome bahagia itu saja. Jika pilihan yang Kagome buat berasal dari hati Kagome sendiri, baiklah demi kebahagiaan anaknya sendiri seorang ibu rela mempertaruhkan segalanya!" balasnya sambil tersenyum.
Kagome yang merasa terharu akan perkataan ibunya itu langsung berlari menuju pelukan ibunya yang selalu menghangatkan dirinya saat sedang sedih.
"Arigatuo..ka-san!"
"Anything for you darling!" balasnya lagi sambil mengelus kepala Kagome. "Baiklah kalau tidak keberatan, ibu harus kembali memasak makan malam. Kalau tidak kita tidak bisa makan!"
"Baiklah..aku bantu ya bu!" katanya sambil tersenyum.
"Hm…oke!"
Kemudian mereka turun ke bawah. Mereka berniat membantu Kikyo yang sedari tadi memasak sendirian. Tadinya. Saat mereka turun ke bawah, makan malam sudah tertata rapi di atas meja beserta piring, sendok garpu dan minum untuk seluruh keluarga mereka.
"Ibu lama sekali sih. Sudah selesai kubuatkan. Tadi Souta juga ikut membantu. Ya sudah ayo kita makan. Souta panggil kakek!" pinta Kikyo kepada adik kecilnya.
"Hai..Kikyo ni-sama!" balasnya sambil tersenyum.
Beberapa saat kemudian, Souta kembali bersama dengan kakek. Mereka duduk di kursi masing-masing. Makan bersama, bercanda tawa. Tadi Kagome dan Souta sempat bertengkar karena berebut ayam goreng. Kikyo dan ibunya hanya tertawa melihat aksi mereka. Seperti biasa kakek mengeluarkan barang-barang aneh-aneh lagi, seperti lidah naga. Saat ditawari pada Kikyo dan Kagome, seperti biasa mereka mengobrol untuk menghindari pemberian kakek yang tampak mencurigakan.
Pukul 8 malam mereka selesai. Kagome dan Kikyo mesih mengobrol sambil menonton TV, sebelum itu mereka membantu ibu mereka mencuci piring bekas makan tadi. Souta mengerjakan pr, dan kakek berada di gudang memberesi barang-barangnya.
Sekitar pukul 9 malam, mereka semua pergi ke kamar mereka dan tidur untuk menyiapkan hari esok. Dari semua itu Kagome masih terjaga, memikirkan kata-kata ibunya tadi sore. Dia sangat senang mendengar hal itu hatinya jadi lebih tenang setelah megetahui bahwa ada orang yang mendukungnya. Tapi seharusnya dia tidak perlu khawatir karena seorang ibu tidak akan membiarkan anaknya bersedih.
Namun ada hal lain yang membuatnya kebingungan, yaitu pernyataan Inuyasha.
"Apa yang dapat kulakukan saat bertemu dengannya ya?" Tanya Kagome pada dirinya sendiri.
"Bertemu dengan siapa?" Tanya seseorang dari arah pintu.
"Ka-san…oh bukan siapa-siapa kok!"
"Kagome..kau bisa terbuka pada ibu. Jika masalah kita kita syaringkan pada orang lain, nanti rasanya akan lebih baik! Nah..ayo ceritakan pada ibu!"
"Baiklah…ini tentang tadi siang.."
"Maksudmu tentang Inuyasha yang mencium dan menyatakan cinta padamu?"
"Ko..kok ka-san tahu?"
"Tentu saja dong..seorang ibu harus mengerti anaknya sendiri dari orang lain!"
"Mmm…ya…aku masih bingung akan hal itu…menerimannya atau menolak!"
"Terima saja"
"Eh? Kan sudah kukatakan pada ka-san kalau Inuyasha kalau kami hanya teman baik"
"Terus..itu hanya pada kau saja. Tapi Inuyasha memandangmu dengan tatapan lain. Ia menatapmu sebagai wanita bukan hanya sekedar teman! Kau juga menyayanginya kan? Ibu tahu hal itu. Sebab kau pernah mengatakannya pada ibu!"
"Eh? Mu..mungkin benar juga sih, tapi aku belum siap mental untuk menerimanya, memikirkannya saja sudah membuatku kesulitan!" jelas Kagome.
"Itu yang dinamakan dengan jatuh cinta Kagome!" ia sempat tersenyum kemudian melanjutkan kata-katanya.
"Jatuh cinta. Ya..saat kau memikirkannya kau akan merasa terganggu, senang, beribu-ribu perasaan akan kau rasakan saat kau memikirkan seseorang yang telah masuk ke hatimu. Jadi kalau kau benar-benar menyukainya lebih baik kau pikirkan apa yang akan kau lakukan. Ya sudah, sudah malam lebih baik kau tidur. Oyasumi Kagome!" katanya sambil mengecup kening Kagome.
"Oyasumi nasai Ka-san!"
Kemudian Kagome tertidur. Ibunya mematikan lampu dan menutup pintu kamarnya. Kagome kini tertidur sangat pulas. Lebih pulas dan tenang jika dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya.
"Oyasumi Kagome!"
"Oyasumi Inuyasha!"
"Oh ya..Inuyasha…kau pernah tidak menyukai seseorang?"
"Memangnya kenapa?"
"Ya..tidak kenapa-kenapa sih cuma mau bertanya saja!"
"Pernah..dan bisa dibilang aku sudah merasakannya!"
"Siapa orang itu?"
"Seseorang yang sangat berarti bagiku, dia selalu menjagaku!"
'Seseorang? Siapa dia?'
~Skip Time~
Keesokan harinya Kagome bangun seperti biasa, saat ia bangun seluruh kelurganya sudah berada di meja makan bersiap untuk sarapan. Sekitar pukul 6.30 pagi ia berangkat sekolah. Di jalan ia bertemu dengan Inuyasha. Ia tidak kelimpungan atau gugup karena hatinya sudah siap menghadapinya.
"Ohaoyou Inuasha!" sapanya sambil tersenyum.
"O..o..Ohaoyou!" balasnya dengan nada datar tapi agak bergetar.
"Ayo kita berangkat sekolah sama-sama!"
Sepanjang perjalanan suasana hening. Tidak ada yang angkat bicara. Kagome tidak ingin memecahkan suasana tapi akhirnya ia memutuskan.
"Inuyasha..tentang pernyataanmu waktu itu..apakah kau serius?" tanyanya.
"Apa harus kujawab lagi? Aku sudah melakukan hal itu tapi kau masih menganggapnya tidak serius?"
"Bukan begitu aku hanya ingin memastikan saja, apakah perasaan yang kau rasakan sama denganku!"
"…" Inuyasha hanya diam mendengarkan.
"Baiklah sudah kuputuskan!"
"?"
"Aku akan memberimu jawaban saat kta kencan nanti!"
"…" Inuyasha menatapnya dengan wajah bingung tapi mengerti maksudnya. "Oke..kutunggu jawabanmu. Tapi ingat kita bertemu di depan stasiun pukul 10. Ingat itu!"
"Oke!"
Hati itu hari Jumat pelajaran berjalan seperti biasanya. Suasana hati Kagome sudah lebih tenang. Tapi terjadi suatu masalah, Kouga mendekati Kagome. Inuyasha sangat marah akan hal itu namun Kagome sama sekali tidak terpengaruh. Meskipun orang lain mendekatinya ia tetap tidak berubah pikiran bahwa ia sudah mencintai dia seorang.
"Hei kau serigala bodoh..lepaskan tanganmu dari Kagome cepat sekarang!" omel Inuyasha pada Kouga.
"Terserah aku dong!" balas Kouga pada Inuyasha dengan tatapan menjengkelkan.
"Ya dia benar Inuyasha. Biarkan saja, aku sama sekali tidak terganggu kok. Kau tenang saja!" jawab Kagome menjelaskan.
Hari itu tampaknya Kagome lebih menghabiskan waktu bersama dengan Sango, ia banyak bertanya padanya mengenai apa yang harus ia katakana jika ingin menjawab pernyataan Inuyasha.
"Ne…Sango apa yang harus ku jawab saat kencan dengan Inuyasha Minggu nanti?" tanyanya kebingungan.
"Kenapa bertanya padaku. Itu sih terserah padamu. Kau mau jawab apa itu pasti adalah sesuatu yang akan kau berikan padanya, tidak seharusnya kau bertanya padaku. Yang penting jawabannya berasal dari hati nuranimu. Ya kan?" kata Sango sambil tersenyum.
"Ya..arigatou Sango-chan!" Kagome membalas senyumannya.
Pelajaran berakhir dengan bel pelajaran usai. Semua murid pulang menuju rumah mereka masing-masing. Kagome langsung berlari menuju rumahnya, tampaknya ia tergesa-gesa karena ingin melakukan sesuatu.
"Tadaema!" sapa Kagome pada ibunya.
"Okaeri!" balas ibunya.
Tampaknya saat itu ia sendiri di rumah karena Kikyo dan Souta ada kegiatan ekstra sedangkan kakek sedang periksa kesehatan di rumah sakit.
Ia meletakkan tasnya di kamar mengganti pakaiannya dengan baju formal mengunci pintu kamarnya. Ia mengeluarkan sebuah buku kecil dari lemarinya dan menulis sesuatu.
Rencana kencan hari Minggu tanggal x bulan x di Taman bermain Pusat kota.
Tampaknya ia sedang menulis sesuatu yang bisa dibilang sebagai rencananya saat kencan nanti. Mulai dari baju hingga akhir. Untuk baju ia berencana untuk pergi ke kota dan membeli baju. Mungkin aku akan mengajak Sango untuk menemaniku belanja pikirnya.
Hari Sabtu pagi pukul 8
Pagi itu kota tampak sepi, tidak biasanya setiap Sabtu kota pasti akan ramai tapi tidak kali ini. Hanya beberapa orang yang dapat dilihat di dalam kota. Mungkin pada malas jalan-jalan ya?
"Sango-chan menurutmu yang mana yang lebih bagus?" sahut seorang gadis sambil menunjukan 2 baju long drees dan potongan kepada temannya. Yang satu long drees berwarna polkadot berbintik-bintik warna merah dengan gambar pita di bagian bawah baju. Yang satu lagi baju potongan dengan atasan bergambar bunga berwarna pink dengan background berwarna merah keungu-unguan dan rok di atas lutut berwarna merah.
"Menurutku jika kau ingin pergi ke Taman Bermain sebaiknya pake baju yang ini!" balasnya sambil menunjuk t-shirt dan skirt itu.
"Oke menurutku juga yang ini lebih bagus. Yosh..ayo aku bawa ke kasir aku mau bayar!" kata gadis bernama Kagome itu.
Setelah selesai Kagome dan Sango mampir ke sebuah café untuk beristrirahat sebentar. 1 jam kemudian mereka memutuskan untuk berjalan-jalan sebelum kembali ke rumah. Mereka pergi ke sebuah taman yang pemandangannya menuju arah laut. Sore itu benar-benar indah, mereka melihat indahnya matahari terbenam. Hinggal malam pukul 7 mereka baru pulang.
"Arigatou Sango-chan, karena mau menemaniku hari ini berbelanja!"
"Tidak apa-apa , aku juga senang! Ja..Kagome aku pukang dulu! Sayonara!"
"Sayonara!" balas Kagome sambil melambaikan tangan.
CLEK
"Tadaema!"
"Okaeri!" sapa Kikyo pada Kagome.
"Eh…Kikyo ne-san kau sudah pulang?" tanyanya pada Kikyo.
"Ya sudah lah sekarang kan sudah malam!"
"Ooh..soalnya kulihat beberapa hari ini sepertinya Kikyo ne-san memiliki banyak tugas!"
"Ya..begitulah..akhur-akhir ini memang repot, sudah ada tugas kelas ditambah lagi dengan urusan OSIS!" kata Kikyo menggerutu.
"Hahaha..Kikyo ne-san pasti dapat membagi waktu kan?"
"Tentu saja…tapi coba kau pikir-pikir kembali..pulang sekolah harus pergi mengunjungi Naraku sensei untuk laporan kelas, lantas aku harus ke ruang OSIS untuk rapat, belum lagi aku harus ke sana kemari, mengurusi hal lain pusing kepalaku!" katanya mengeluh.
"Ya sudah..lebih baik ne-san tidur lebih cepat saja, sambil ku sediakan pengharum Helensed, itu pengharum yang dapat menghilangkan rasa lelah juga dapat membuat pikiran terasa lebih relax. Tapi Helensed sangat langka jadi jangan banyak-banyak ya nanti habis, itu favorite ku" jelas Kagome.
"Ya..aku juga sebenarnya tidak memerlukannya, sudahlah tidak apa-apa aku mau tidur!" balasnya sambil berjalan menuju tangga. "Lebih baik kau pikirkan dirimu sendiri sebelum mencemaskan orang lain!"
Kagome hanya memandangnya lurus. 'Mungkin memang benar apa kata Kikyo ne-san, aku terlalu mencemaskan orang lain padahal diriku sendiri saja masih parah…! Ya sudahlah aku harus tidur juga meskipun ini bukan waktunya untuk tidur, lebih baik kusiapkan tenaga untuk besok!" katanya dalam hati.
Part 2
Hari yang dijanjikan datang. Saat ini adalah hati yang sangat berarti bagi Kagome. Ia tengah sedang tertidur pulas padahal jam sudah menunjukkan pukul 9.30.
Mari kita hitung mundur, mungkin saatnya sangat tepat 5…4…3…2…1…KYAAAAAAAA.
"Bagaimana ini? Sekarang sudah jam setengah sepuluh aku akan terlambat, padahal aku berencana tidur cepat akan dapat bersiap-siap tapi malah telat!" dengan cepat Kagome membuka piama nya, mengambil handuk kemudian berlari menuju kamar mandi. Beberapa saat kemudian ia keluar, dengan cepat memakai baju yang ia beli bersama Sango kemarin dan turun menuju ruang makan.
"Oh..ohoyou…Kagome kau bangun siang hari ini dan..ah kau mau kemana? Rapi sekali?" Tanya ibunya padanya.
"Aku mau pergi bersama teman…mungkin hari ini aku akan pulang malam. Ja..ne!" kata Kagome sambil berlari meninggalkan rumah "Iterekimasu!"
"Iterasai!" balas ibunya.
TAP TAP
Kagome berlari secepat mungkin, waktu sudah menunjukkan pukul 10.00 "Aku harus bergegas, kalau tidak aku akan terlambat cukup lama!"
Sementara di depan stasiun, Inuyasha sudah menunggu Kagome selama 10 menit, ia menggerutu kesal
"Kemana sih Kagome, sudah kubilang jangan terlambat, dasar bodoh!"
TRIIT
Handphonenya berdering, saat ia melihatnya ternyata e-mail dari Kagome isinya tertulis
Inuyasha..maaf hari ini aku telat!
Cukup singkat tapi, dapat membuat seorang Inuyasha mengamuk habis-habisan. Kemudian Inuyasha membanting handphonenya "Sial…kalau telat bilang dulu dong!"
"Hah..hah…!" terdengar sesuatu dari arah belakang ternyata dia Kagome yang tampaknya terengah-engah karena berlarian. "Inuyasha gomen…aku telat!"
Maaf? Hanya itukah yang dapat kau katakan setelah membuatku menunggu di sini hampir setengah jam? Amarahnya tidak dapat ia tahan tapi ia berusaha untuk menahannya agar tidak mengacau acara ini.
Karena menahan amarah, wajahnya tampak sedikit cemberut. Inuyasha sempat melirik kearah Kagome, ini sangat mengejutkan sama sekali tidak ada wajah bersalah sama sekalidi wajahnya.
Sebaliknya Kagome yang merasa diperhatikan melirik ke arah Inuyasha dengan cepat Inuyasha memalingkan wajahnya agar tidak ketahuan oleh Kagome.
"Ukh..sudahlah hentikan aura mengerikan ini, hari ini kan hari yang cukup penting? Hari ini adalah hari kita kencan. Masa mau cemberut seharian?" jelas Kagome dengan wajah seperti nge-bos.
Inuyasha hanya terkikik kecil, melihat tingkah laku lucunya itu.
"Apa yang kau tertawakan? Itu sama sekali tidak lucu!" balasnya lagi dengan wajah cemberut.
"Ti..tidak ada apa-apa kok, sudahlah ayo kita pergi" kata Inuyasha sambil menarik tangannya.
Mereka berjalan menuju stasiun, menaiki kereta langsung menuju taman bermain. Sementara Inuyasha mengantri untuk membeli tiket, Kagome melesat entah kemana. Untuk beberapa menit Inuyasha tidak menyadarinya.
"Kagome kau tunggu di sana dulu, aku akan membeli tiket untuk kita berdua!"
"…" tidak ada jawaban. Saat Inuyasha berbalik tdak ada Kagome di sana.
'Pergi kemana dia?' pikir Inuyasha.
"KYAAAAA!" terdengar suara teriakan Kagome dari arah belakang.
"Kagome!" sungguh sial, rasa khawatir itu hilang begitu saja berganti dengan rasa jengkel. Ia melihat Kagome berlari menuju arah seseorang yang sangat ia kenal siapa lagi kalau bukan Sango dan Miroku.
Kagome tampak senang. Jauh lebih senang jika dibandingkan dengan saat ia bersama dengannya. Rasa jengkel itu meluap keluar dengan sendirinya. Tadinya ia akan menahan rasa kesalnya jauh-jauh tapi untuk saat ini dia rasa tidak ada gunanya menahan itu.
"Hoi kalian!" teriak Inuyasha.
"Ah..Inuyasha kita bertemu di sini!" balas Miroku dengan wajah jaimnya.
BLETAK
Inuyasha memukul kepala Miroku sangat keras.
"Untuk apa itu?" ringis Miroku.
"Itu pembalasan karena kau telah mengambil Kagome!" balas Inuyasha dengan aura devil menyengat.
"Bukan salahku. Dia berlari karena melihat Sango dia saja tidak sadar aku ada di sini!" katannya berusaha membela diri.
"Oh, aku tidak percaya padamu~!"
"Inuyasha hentikan, jangan sakiti Miroku!" teriak Kagome dari samping.
"Jadi kau lebih membela laki-laki mesum ini hah?" tanyanya terbawa amarah.
"Ya..kau yang salah jangan salahkan aku kalau aku membela Miroku. Sebab kau yang salah karena memukulnya tanpa sebab!" tegas Kagome.
"Oh..jadi begitu ya? Baiklah kencan hari ini dibatalkan, aku akan pulang!" kata Inuyasha sambil berbalik.
"Huh..tidak apa-apa sebab masih ada Sango-chan jadi aku akan bermain dengannya!" jelasnya lagi. "Ya kan Sango-chan?"
"Tentu saja!" balas Sango bersemangat.
"Ayo Sango-chan!" kata Kagome sambil mengandeng tangan Sango.
"Tch…ya sudah mulai saat ini aku tidak akan membantumu lagi!" teriak Inuyasha dari belakang.
"Sango-chan kau mau main apa?" Tanya Kagome pada Sango, pura-pura tidak dengar apa yang dikatakan Inuyasha.
"Ah..bagaimana kalau roller coaster?" mereka berdua terus berjalan tanpa melihat ke arah laki-laki yang mereja ajak tadi.
Muka Inuyasha menjadi merah karena kesal, Miroku yang sedari tadi duduk di lantai mengusap kepalanya ikut berdiri dan berdiri di samping Inuyasha.
"Ya sudahlah mau bagaimana lagi. Kalau mereka sudah bersama akan sulit dipisahkan!" jelas Miroku.
"Apa maksudmu?" tanyanya dengan wajah jengkel.
"Maksudku, di sekolah itu mereka dikenal dengan kedekatan mereka, di mana ada Sango pasti ada Kagome! Bagitu maksudku!"
"Bukankah mereka tidak dekat?" Inuyasha kebingungan.
"Kau tidak tahu? Kalau Kagome dan Sango berteman sejak TK tapi sejak SMP mereka berpisah!"
"Kau tahu kan masalah Kagome?"
"Tentu saja! Aku juga sama sekali tidak mengerti kenapa mereka bisa langsung dekat!"
Inuyasha memandang Miroku, Inuyasha berfikir memang benar juga baru bertemu kok sudah bisa dekat apa dia sudah mengingat sesuatu lagi? Mungkin sesuatu hal akan terjadi lagi, lebih baik kuperhatikan mereka berdua…Kagome…akankah kau mengingatku kembali? Pikir Inuyasha.
Selama berjam-jam Kagome dan Sango bermain sampai lupa waktu. Inuyasha dan Miroku yang merasa ditinggalkan hanya mengikuti kemana mereka pergi. Awalnya Miroku akan pergi bermain bersama dengan Sango tapi karena pertemuan antara Kagome dan Sango menyebabkan mereka terpaksa berpisah, sama halnya juga dengan Inuyasha.
Mereka terus bermain tanpa henti, Inuyasha dan Miroku yang mengikuti mereka tampak kelelahan mencari mereka yang terus-terusan menghilang dari pandangan mereka.
"Oi Miroku!"
"Hn?"
"Kalau bagini terus akan berdampak buruk bagi kita!"
"Ya..benar juga..tapi mau bagaimana lagi, kalau sudah begini yang bisa kita lakukan hanya menunggu atau mereka akan marah!"
"…" Inuyasha berfikir sejenak. Berusaha mencari jalan keluar dari masalah ini. Setelah beberapa menit berfikir akhirnya muncul juga ide cemerlang. "Oi Miroku kemarikan telingamu sebentar!"
"?" Miroku mendekatkan telinganya ke arah Inuyasha, ia membisikkan sesuatu pada Miroku.
"Bagus juga idemu. Tapi apa itu bisa? Bukankah akan sulit membuat mereka seperti itu?" Tanya Miroku agak ragu.
"Kau tidak percaya padaku ya? Ya sudah kalau kau tidak mau tunggu saja seperti orang bodoh!" Saat mereka sedang berbincang Kagome dan Sango datang pada mereka
"Eh..Inuyasha..Miroku kami lapar! Bantu aku cari makanan!" perintah Kagome, Sango mengikutinya di sampingnya.
Enak sekali bicaranya pikir mereka berdua. Kemudian mereka berjalan berkeliling mencari makanan, di dekat poci-poci ada toko ramen yang kebetulan sepi. Mereka berjalan ke sana, namun saat mereka tanya ternyata ramennya sudah habis. Kecewa sekali.
Mereka berkeliling lagi semua tempat telah penuh, kios-kiosnya sangat ramai. Sulit mencari makanan siang itu. Setelah mencari beberapa saat, akhirnya mereka menemukan sebuah kios, di sana tertulis Takoyaki makanan bola-bola gurita.
"Ah..kalau makan itu kan tidak kenyang, kami lapar sekali niih!" keluh Kagome.
"Mau bagaimana lagi yang lain antriannya sangat panjang. Bagaimana kalau kita beli beberapa, beli saja agak banyak, untuk ngisi perut saja!" anjur Sango.
"Ya..kurasa lebih baik begitu dari pada tidak ada sama sekali! Ayo kau pilih yang mana!" kata Inuyasha sambil mendelik ke arah Kagome.
"Ya sudah ayo kita ke sana sebelum ramai!" ajak Miroku.
"Huuh..baiklah ayo!" kata Kagome berat hati.
Akhirnya merekapun membeli Takoyaki 3 porsi. Memang tidak terlalu mengenyangkan tapi cukup untuk mengisi tenaga sampai malam. Mereka mencari tempat duduk untuk beristirahat sejenak, untungnya di sekitar kios itu terdapat sebuah bangku yang cukup untuk 4 orang. Tapi Inuyaha dan Miroku tidak duduk karena menurut mereka yang lebih butuh istirahat itu adalah Kagome dan Sango.
Waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore, langit sudah agak gelap, tempat itu sudah mulai sepi. Kali ini mereka memilih untuk berjalan menikmati udara malam yang sejuk. Kebetulan malam itu pukul 7 akan diadakan pertunjukkan kembang api. Kagome dan Sango memutuskan untuk manaiki Ferris Wheel bersama, tapi masing-masing dari mereka ditarik oleh Inuyasha dan Miroku.
Inuyasha dan Kagome naik lebih dulu, Miroku dan Sango menyusul. Kagome agak kecewa karena tidak bisa menaiki feriis wheel dengan Sango. Tapi ada juga rasa senang. Sulit diprediksi.
"Yaaa…tidak bisa naik dengan Sango-chan deh!" sesalnya.
"…" Inuyasha hanya memandang keluar jendela memangdang indahnya pemandangan malam.
"Hei..Inuyasha tidak adakah yang ingin kau katakan?"
"Tidak.." jawabnya singkat.
"…" Kagome sempat diam sejenak.
"Kupikir aku akan mengalami hal yang menyenangkan denganmu tapi malah jadi begini!" lanjut Kagome.
"Bukankah kau yang mau bermain dengan Sango tadi pagi?" balas Inuyasha tanpa beralih pada Kagome.
"Aku tahu hal itu tapi…"
"…"
"Aku tidak bisa menahannya…kau tahu Inuyasha tadi saat bermain bersama dengan Sango-chan aku melihat sesuatu lagi!"
"…"
"Aku melihat sesuatu yang menyadarkan aku akan suatu hal yang sangat berarti bagiku"
"Sesuatu seperti apa?"
"Sesuatu seperti bahwa aku…suk…"
"?"
"Kalau…aku suk…suk…"
"Apa yang mau kau katakan?"
Aku tidak bisa begini, aku harus tegar. Harus kukatakan bahwa aku memiliki perasaan yang sama dengannya kata Kagome dalam hati.
"Aku mau mengatakan bahwa aku juga suka Inuyasha!" katanya pelan.
"Eh? Apa katamu? Aku tidak dengar!" Tanya Inuyasha.
GRRR
"Ah..tolong jangan marah! Kumohon!" Inuyasha hatuh dan duduk di di lantai.
Kagome berdiri menghadap Inuyasha dengan tatapan menyeramkan. Beberapa saat kemudian, Kagome jongkok dan memeluknya.
"Kubilang aku suka padamu bodoh!" jelas Kagome.
"Haahahaha aku tadi dengar, hanya saja ingin mendengarnya lagi. Hm..aku sudah tahu itu sejak lama!"
"Pasti…sejak 5 tahun lalu kan? Kini aku ingat semuanya! Dari awal kita bertemu hingga perpisahan kita!"
"…" Inuyasha tersenyum "Perasaanku tidak akan pernah berubah tentangmu, dari sikapmu yang menyebalkan dulu hingga kau menunjukkan sikap manismu!"
Kagome memeluk Inuyasha erat dan Inuyasha membalasnya.
"Aishiteru Kagome!"
Perlahan-lahan wajah mereka mendekat, terus mendekat dan akhirnya bibir mereka bertemu. Di bawah cahaya bulan terang dan bunyi kembang api, sepasang pasangan sejoli berciuman di dalam kincir raksasa.
"Selamanya aku tidak akan meninggalkanmu Kagome!"
OWARI
Kyaaaa ceritanya sudah selesai bagaimana? Bagus tidak? Chapter terakhir juga cerita terpanjang. Yang sudah ngeriviem makasih banget ya khususnya untuk seorang temanku yang selama ini ngedukung cerita ini.
Cerita yang kubuat susah-susah buat ini akhirnya selesai juga, gak sabar deh untuk buat cerita yang lain. Ya sudah sekali lagi terima kasih karena telah membaca semoga menghibur!
Oh ya ada 1 pesan lagi meskipun ini sudah selesai tapi akan ada 1 chapter lagi sebagai penutupnya. Ditunggu yaaaaa
Sayounara!
Sampai jumpa lagi.
