Moshi-moshi. Saya membuat fic abal lagi nih. Maaf fic-ficku jadi terbengkalai. Akhir-akhir ini aku banyak tugas dan keranjingan baca fic di FictionPress.

Naruto : Hello, jangan banyak cincong deh langsung saja bikin ficnya.

Nobita : Betul...betul...betul...(di hajar Upin & Ipin)

Kakashi: Cepat saja kau buat ficnya.

Author : Iya Ed.


Title : Hogwarts the Magic School.

Disclaimer : Naruto Masashi Khisimoto

HarPot JK Rowling.

Doraemon Fujiko F Fujio

Pairing : Narulun, SasuSaku, KakaHana, VicMione dll.

Warning : Gaje, Abal, Don't like don't read

Rate : T


NAGA!


Pagi itu hari yang cerah, hanya saja ada yang membuat hari itu menjadi suram. Kau tahu bukan, hari pembantaian atau hari dimana tugas pertama dimulai. Naruto bangun dengan mimpi yang menakutkan dan sampai saat ini dia belum juga menemukan mantra yang tepat untuk melawan naga. Pikirannya telah buntu memikirkan mantra apa yang harus dipakai. Larut malam baru terlelap tidur di atas tumpukan buku-buku yang dia pinjam di perpustakaan. Dia terbangun dengan lingkaran mata dibawah kelopak matanya. Naruto ke atas kamarnya hanya untuk mengganti pakaiannya saja. Dia memasuki kamarnya yang telah sesak dengan pemandangan yang biasa.

"Hei Naruto, sudah lama sekali kau tidak tidur di ranjangmu Naruto. Ranjangmu mendingin tuh," goda Nobita. Nobita memakai jubah asrama yang biasa.

"Naruto, good luck," semangat Giant.

"Ingat Naru, kau jangan sampai mati. Kau hanya melawan naga, seburuk apa sih naga itu," nasihat Suneo. Suneo dengan tidak sopannya mengacak-ngacak rambut Naruto yang sebenarnya lebih tinggi dari Suneo tetapi karena sekarang Naruto sedang duduk maka dengan leluasa suneo mengacak-ngacak rambut Naruto.

"Sudahlah Suneo, aku mengerti itu," ujar Naruto kesal. Sudah capek membaca, sekarang malah di acak-acak rambutnya.

"Suneo jangan begitu, kasihan dia, kau mau dia mati sebelum bertanding," perintah Dekisugi, Rock lee, Edward Qhuite bersamaan.

"Hei kalian mau ribut sampai kapan, ayo ke aula besar. Kalian mau tidak sarapan hah," kata Nobita sambil berkacak pinggang.

"Tidak, kami masih mau sarapan, kau gila kita sudah tidak makan malam masa harus tidak sarapan," ucap Giant yang langsung menadapat pandangan tajam oleh semua penghuni kamar itu kecuali Naruto.

"Tidak makan malam? Kenapa?" tanya Naruto.

"Oh itu kare...," kata-kata Giant terputus karena langsung di beri mantra pembisu oleh ke empat orang di situ(kasihan sekali kau Giant).

"Karena apa?" tanya Naruto penasaran.

"Tidak ada apa-apa kok, ayo sarapan," ucap Nobita. Nobita langsung menarik tangan Naruto, sedangkan yang dibelakangnya sedang mengembalikan Giant dari mantra pembisu.

Naruto dengan pikiran tentang tadi yang membuat pikirannya terbebani. Naruto hanya mengikuti Nobita sepanjang lorong itu sampai dia melihat Luna sedang berjalan sendirian di lorong itu.

"Nobita, jangan tarik-tarik aku. Aku bisa jalan sendiri," kata Naruto sambil menarik tangannya dari genggaman Nobita. Tanpa melihat Nobita, Naruto berlari menghampiri Luna. Nobita hanya melihat itu sambil berjalan mengikuti mereka dari belakang. Dia hanya tersenyum melihat tingkah laku sohibnya itu. Dia cukup kaget ketika Naruto dengan tidak malunya mengecup Luna tepat dibibir di depan muka Nobita yang membuat muka Nobita bersemu melihat kejadian itu. Mereka berjalan dengan kesepian atau lebih tepatnya Nobita yang berjalan penuh kesepian sedangkan dua insan di depannya berjalan dengan candaan dan senyuman yang menghiasi wajah mereka. Nobita terpaksa memasuki aula besar dengan mengikuti ke dua orang itu. Sesudah ciuman itu Naruto dan Luna duduk di meja asrama mereka masing-masing.

"Kalian lama sekali, apa saja sih yang di lakukan?" ucap Giant. Giant memegang jus labunya ketika menyapa mereka.

"Oh itu. Kau tahu sendirikan jika Naruto sudah bertemu dia pasti akan lama jalan kesini," sindir Nobita.

"Jadi kalian bertemu dia," kata Rock Lee menimpali.

"Lebih tepatnya dia," tunjuk Nobita."Mereka berciuman di depanku".

"Ya ampun, segitunya. Aku saja sama Hannah tidak begitu," ucap Edward Qhuite aka Kakashi.

'Dasar, penyuka brondong' batin Naruto sinis.

Mereka memakan bubur dan beberapa sosis serta telur. Sehabis itu mereka berjalan menuju lapangan quidditch bersamaan. Mereka berpisah, Naruto menuju tenda sedang ke lima temannya menuju lapangan Quidditch. Jantungnya berdebar kencang dari tadi waktu dia baru bangun sampai sekarang yang membuat semangatnya mengendur untuk melawan naga. Dia mencoba tersenyum kepada semua juara tetapi hanya bisa menghasilkan seringaian di sudut bibirnya. Dirinya hanya menunggu. Lima menit kemudian petugas kementerian datang untuk memberitahu nomor urutnya.

"Baiklah, silahkan ambil di dalam sini, perempuan duluan," kata Mr Crouch. Crouch menatap ke empat perserta perempuan di situ. Mereka berempat mengambil sesuatu di dalam kantong besar seperti plastik sampah muggle. Pertama Alicia dia mengambil minatur naga perak Rusia yang berkalungkan angka tujuh, ke dua Fleur mengambil miniatur naga hijau Wales yang berkalungkan angka dua. Liang Li dan Nadif memasukkan tangan mereka bersamaan dan mengeluarkan miniatur naga Nil Mesir berkalungkan angka lima untuk Liang Li dan naga tanduk-kambing Libya berkalungkangkan angka sebelas untuk Nadif.

Setelah semua peserta mengambilnya termasuk Naruto yang mendapatkan miniatur naga duri-hijau Indonesia yang berkalungkan angka dua belas. Terdengar dentuman pertanda pertandingan di mulai. Cedric keluar dari tenda itu menuju lapangan Quidditch tempat dimulainya tugas pertama. Sehabis itu mereka menunggu dalam diam, di kejauhan terdengar sorakan dan teriakan histeris dari penonton yang membuat jantung para peserta yang menunggu yang akan terjadi di tugas pertama mereka nanti. Hidup mereka bagai di ujung tanduk terutama Naruto, sampai saat itu belum ada cara untuk melawan naga tersebut.

'Tenangkan pikiranmu Naruto, kau harus tenang karena mantra tidak akan keluar jika kau tidak tenang,' batin Naruto menenangkan dirinya sendiri.

Fleur keluar ketika namanya dipanggil dan kemudian dengan cepat peserta yang berada di dalam tenda itu berkurang sampai tersisa dua orang yaitu Alexander Thundertan dan Naruto Uzumaki. Mereka mencoba saling melemparkan senyuman tetapi hanya seringaian saja yang terlukis di masing-masing wajah mereka. Kesepian menyelimuti mereka.

"Bagaimana, kau sudah tahu mantranya?" tanya Alex mencoba mencairkan suasana.

"Kau sendiri, kau sudah tahu?" Naruto berbalik bertanya.

"Aku sudah mempelajarinya, kau ingat itu. Aku dua tingkat diatasmu. Jadi aku sudah mempelajarinya," ucap Alex.

"Oh, kalau aku masih belum tahu harus menggunakan mantra apa," kata Naruto. Matanya menerawang menunjukkan keputus asaan.

"Bagaimana kalau mantra pelunak!" usul Alex.

"Kau gila, naga itu ukurannya enam belas kaki mana mungkin memakai mantra selemah itu," protes Naruto.

"Kalau begitu, kau pikirkan saja sendiri mantra yang cocok. Aku pergi dulu, namaku telah dipanggil," ucap Alex. Alex berdiri dan keluar berjalan menuju lapangan quidditch. Tinggallah Naruto memikirkan mantranya.

Naruto sudah memikirkan banyak mantra, tetapi semua itu di luar nalar. Dia sudah lelah, semua pemikirannya itu sangat menguras tenaganya. Waktu terasa berabad ketika Naruto berjalan menuju lapangan quidditch, setiap langkah terasa bagai timah dan besi yang dia pakai dikakinya. Lapangan quidditch telah berubah total ketika Naruto memasukinya, di seberangnya tampak naga duri-hijau yang tampak ganas menjaga telur-telurnya. Tampak telur emas disekitar telur-telur itu. Naga itu tampak sangar menatap ke arah Naruto, langsung saja ketika Naruto baru tiba dia sudah sembur oleh api yang keluar dari mulut naga itu. Langsung saja Naruto bersembunyi di balik batu yang besar.

"Jangan bersembunyi kau," terdengar suara memasuki lorong telinga Naruto.

Dengan mengikuti kata-kata itu Naruto melancarkan kontra mantra kuno yang baru dia pelajari. Rangkaian kata rumit keluar dari mulutnya dan tongkatnya mengeluarkan cahaya ungu berdampingan dengan kuning emas membuat lingkaran sprial melingkari induk naga tersebut. Induk naga itu melawan dan tampak ketakutan karena mantra itu. Mantra ewsposrasuietrasiust tampak berhasil, mantra kuno yang tidak pernah digunakan lagi semenjak empat ribu tahun yang lalu berhasil membuat naga itu tak dapat melawan.

"Tolong aku, jangan kau sakiti anakku, kau boleh mengambil apa yang kau mau. Asal kau jangan kau sakiti anak-anakku" ucap suara itu lagi. Naruto memandang sekelilingnya dan matannya berhenti menatap ke arah induk naga yang menatap ke arahnya.

"Baiklah, aku akan mengabulkan permintaanmu, tetapi kau harus menyerahkan telur berwarna emas kepadaku," kata Naruto

"Untuk apa telurku itu?" tanya suara itu.

"Itu bukan telurmu, mereka memasuki telur itu ketika kau terkena mantra pembius," .

"Baiklah, tetapi aku tidak akan menampakkan bahwa aku yang mengasihnya, kau ambil sendiri saja. Tenagaku telah lenyap bersama mantra yang kau luncurkan," .

Naga itu tiba-tiba jatuh bersama dengan lenyapnya lingkaran ungu sprial itu. Naruto maju dan mengambil telur emas yang berada di tengah-tengah telur itu. Perlahan Naruto mengapit telur itu dan dia memandang induk naga duri-hijau Indonesia itu. Dengan senyuman yang lemah Naruto lalu berjalan mendekati kepala naga lalu membelai sisik-sisik itu.

"Terima kasih, kau begitu baik padaku"

"Seharusnya aku yang berterima kasih padamu, kau tidak menggunakan mantra untuk menjinakkanku dan aku sangat kagum padamu, sudah puluhan tahun aku tidak pernah melihat ada orang yang bisa berbicara bahasa naga sepertimu. Sudah, kau jangan di sini nanti mereka curiga, selamat tinggal nak"

Naruto bergerak ke seberang lapangan dan menanti poin yang akan muncul diatas. Madame Maxime mengangkat tongkat sihirnya ke atas. Pita perak panjang meluncur keluar dari ujungnya membentuk angka sepuluh.

Setelah itu Mr Barty Crouch, pita perak dari tongkatnya meluncur dan membentuk angka sembilan.

Ludo Bagman meluncurkan pita dan membentuk angka tujuh diatas angkasa. Dan setelah itu juri terkhir yang dipilih oleh semua kepala sekolah yaitu Karkaroff meluncurkan angka –tiga. Sungguh aneh karena Naruto tidak ada luka sama sekali. Setelah itu Naruto dipaksa oleh Madam Pomfrey untuk meminum cairan aneh berwarna hijau.

"Hueks. Ramuan apa ini?" tanya Naruto.

"Ramuan ini, ramuan yang berguna untuk menyehatkan tubuhmu, ini ramuan yang baru di temukan. Bukankah dirimu kekurangan tidur karena tugas pertama ini," ucap Madam Pomfrey. "Sehabis ini kau boleh pergi, kau tidak ada luka seperti peserta lainnya. Aku heran melihatmu luka tidak pernah ada bertahan lama di kulitmu."

"Itulah hebatnya aku madam," canda Naruto.

"Kau ini, sudah habiskan dulu ramuan itu," ucap Madam Pomfrey.


"Buka Harry, kami ingin tahu isi telur itu," ucap semua anak yang berada di ruang rekreasi (anak Durmstrang, Tetsu Gakuen, dan Aloxon South ruangannya tersendiri) ketika Naruto memasuki ruang rekreasi.

"Kalian ingin ku buka ini," seru Harry yang membuat Naruto tertawa atas sikap Harry tersebut.

"Iya" kor semua anak Gryffindor.

"Baiklah" ucap Harry. Dia membuka penutup telur emas itu, teriakan nyaring menggema ke seluruh ruangan kecuali ruangan kamar Durmstrang, Aloxon South dan Tetsu Gakuen. Dengan cepat Harry menutup telur emas itu.

"Apa itu?" tanya Neville.

"Entahlah, mungkin itu suara peri-rumah," ucap Hermione.

"Itu bukan suara peri-rumah , aku tahu suara peri-rumah seperti apa!" seru Naruto.

"Jadi di rumahmu juga ada peri-rumah?" tanya Hermione.

"Tentu saja Hermy, kau tahukan keluargaku itu keluarga kuno yang masih bertahan sampai sekarang, jadi kami memiliki peri-rumah, jika kau ingin tahu aku tidak akan memberitahumu, sampai jumpa," ucap Naruto. Naruto menaiki kamarnya dengan memegang telur emas itu. Telur emas itu naruto letakkan di samping tempat tidurnya bersama dengan miniatur naga duri-hijau Indonesia yang sedang menyemburkan api.


Di tempat lain...

"Dear kau harus membunuhnya di tugas ketiga, jika kau tidak membunuhnya kau tahu apa yang akan kulakukan padamu," kata seseorang berjubah hitam dan berkerudung di balik kegelapan.

"Baiklah kalau begitu 'tuan' aku akan melaksanakan tugasmu," ucap seorang lagi tertunduk.

"Jangan kau buka samaranmu, ingat itu bearn," kata orang di kegelapan.

"Baiklah tuan. Selamat tinggal," ucap orang yang lainnya. Jubah seseorang itu melambai-lambai di kegelapan malam. Sedangkan itu seseorang lagi hanya tersenyum atau bisa dibilang seringaian yang bersarang di wajahnya.

"Tunggulah kematianmu, Naruto," ucap orang itu.

Orang itu menghilang dikegelapan malam yang semakin larut di Hogwarts.


"Bangun Naruto," teriak Rock Lee. Naruto seperti yang dulu-dulu dia tejatuh dari tempat tidurnya.

"BAKA, sudah berapa kali ku bilang jangan teriak di kupingku," teriak Naruto. Dirinya sudah berbentuk tidak beraturan.

"Habisnya sudah berapa cara kami membangunkanmu. Kau mau ikut tidak ke Hogsmeade" kata Rock Lee.

"Tentu saja aku ikut," ucap Naruto. Naruto langsung mengganti pakaiannya dengan secepat kilat.

"Cepat sekali kau gantinya!" seru Nobita.

"Tentu saja, sekarangkan aku ada kencan dengan Luna," ucap Naruto.

GUBRAK. Semua orang yang ada di situ langsung terjatuh ke depan seketika. Sedangkan Naruto telah berjalan menuruni tangga dan lagsung melewati lukisan nyonya gemuk. Sepanjang jalan Naruto bersenandung dengan gembira tetapi tiba-tiba ada sesorang yang menepuk pundaknya.

"Siapa sih yang nepuk-nepuk pundakku?" tanya Naruto sambil berbalik badan. Tampaklah seseorang yang bercadar dan seperti tersenyum. Sebuah benda muggle keluar dari sakunya yang biasa dipakai oleh para ninja.

Crash...Jleb...Akh...

"Selamat tinggal," ucap orang itu. Orang itu tiba-tiba menghilang.

Naruto hanya terbaring bersimbah darah di lorong dan perlahan matanya tertutup bersamaan dengan teriakkan beberapa orang.


Sayup-sayup terdengar suara Madam Pomfrey di telinga Naruto.

"...dia sangat beruntung, jika saja kalian tidak menemukannya mungkin nyawanya telah menghilang."

Mata Naruto perlahan-lahan membuka, dirinya perlahan-lahan menegakkan dirinya.

"Awch"

"Jangan, lebih baik kau berbaring Naruto. Lukanya belum sembuh," kata Madam Pomfrey.

"Kau baikkan?" tanya Giant.

"Iya aku sudah baik, mungkin lebih baik dari yang tadi, awch," jawab Naruto. Naruto mulai merasakan 'sesuatu' di dirinya bergejolak.

"Lebih baik kau tidur saja, Naruto. Minum ini, ramuan ini adalah ramuan tidur tanpa mimpi," ucap Madam Pomfrey. Dia memberikan ramuan itu pada Naruto. Naruto meminum ramuan itu dengan sekali telan saja.

"Sekarang, biarkan dia beristirahat, silahkan keluar semuanya," kata Madam Pomfrey.


.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC.


Terimak kasih ya atas reviewnya.

Sampai berjumpa di chapter berikutnya.

Sekali lagi terima kasih atas Review/flame DLL