ZONA BAHAYA CHAPTER 7

Author : Baekyoo


Maaf lanjutannya lamaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa sekaliiiiiiiiiiiiiiiiiiii, maaf juga kalau jelek, huwee TAT /bow

.

.

.

.

.

########

Jongin mengantar ke empat sekawan itu keluar dari rumahnya, pulang. Sekarang sudah hampir pagi, nanti mereka 'kan harus ke sekolah.

Chanyeol, Luhan dan Tao berjalan terkantuk-kantuk menuju mobil Sehun. Sehun sendiri terlihat segar, berbeda dengan mereka. Ia terus memasang senyumnya yang manis sekaligus menyebalkan bagi Jongin.

"aku, pulang.." kata Sehun, lucu. Jongin memaksakan senyumnya.

"sampai jumpa" kata Jongin canggung.

Sehun mengangguk dan menatap Jongin yang berdiri di pagar, lalu mendekatinya.

Chup. Ia mencium pipi kanan Jongin cepat sebelum akhirnya berlari ke mobilnya. "sampai jumpa, Jongin!"

Jongin tampak bodoh karena hanya dapat mengangguk dengan tangan yang memegang pipinya yang baru saja dicium Sehun. Rasanya aneh, Si jail Sehun itu benar-benar!

Saat mobil Sehun bergerak menjauh, Jongin tidak tahan. Ia mengusap kasar pipinya dan berlari ke dalam rumah.

"ayah! ibu! Pipiku baru saja dicium anak nakal! huwaaa"

Padahal bibirpun pernah dicium. Ckck.

.

.

.

.

########

Sehun menggandeng tangan Tao menuju kelas. Tao merasa aneh dengan tingkah Sehun sedari tadi pagi.

"Kau kenapa sih? Kerasukan?!"

Sehun hanya tertawa dan berputar-putar. "aku juga tidak tau"

Tap. Gerakan Sehun terhenti saat melihat seseorang berdiri di depannya sambil melipat kedua tangannya. "Sehun-ah, kurasa ada yang perlu kita bicarakan"

Senyum Sehun menghilang, Tao malah mengangkat alisnya tinggi-tinggi. "uwoo~ ada yang marah sepertinya"

"diam kau!" ancam Sehun sembari mengikuti langkah Krystal yang sepertinya menuju perpustakaan. Tempat yang sepi saat pagi hari.

.

.

"bagaimana rasanya?" tanya Krystal ketus, masih melipat kedua tangannya.

"apanya?" Sehun menjawab acuh sembari mengotak-atik buku di rak yang paling tinggi.

Hell, Krystal benci di acuhkan. Ia berseringai dan menjewer telinga kiri Sehun.

"menginap di rumah Jongin? Jongin lagi, Jongin lagi?!"

"akh! Kau tau dari mana? Lepas.." Sehun menyentakkan tangan Krystal membuat gadis cantik itu cemberut.

"aku menelpon Chanyeol tadi pagi! Dan aku tau dia tidak pernah berbohong padaku!"

"lalu?"

Krystal menarik-narik baju Sehun dengan kesal. "Kau benar-benar pacaran dengan Jongin?!"

"Hey, bukan aku saja yang menginap!" bela Sehun.

"oh ya? Lalu kalau kau tidak pacaran dengannya, kenapa kau punya foto saat kalian berciuman?! Sehun!"

Sial, Park Chanyeol!

Sehun diam dan mengerjapkan kedua matanya, oh ow ketahuan. Tapi ia tidak takut, ayolah Krystal tidak semenakutkan itu diamatanya. Ia hanyalah gadis manis yang manja dan mempesona. Hingga Sehun yang terkenal nakal itu menyukainya, sampai sekarang mungkin.

"Ya, aku memang pacaran dengan Jongin, kenapa? Bukankah kau juga punya pacar? Setidaknya posisi kita sama sayang, anyeong" Sehun melambaikan tangannya ke wajah Krystal yang suram. Krystal semakin membrengut dan hampir menangis. "bukannya aku pernah bilang jika kau berdekatan dengan dia, aku akan memutuskanmu, Sehun!" bisik Krystal kesal.

"aku tau kau tidak akan melakukannya" kata Sehun acuh, meninggalkan Krystal untuk menuju ke kelasnya.

.

.

.

.

.

########

Jongin merenggangkan otot-ototnya yang pegal sehabis berlari 3 putaran. Olahraga benar-benar sebuah pelajaran yang melelahkan.

Baekhyun sebaliknya, ia malah bergerak tak jelas di tengah lapangan bersama murid-murid perempuan, menggelikan. Jongin melengos dan beranjak untuk duduk di pinggir lapangan, capai. Namun, dari kejauhan, ia dapat melihat Sehun sedang menatapnya girang. Tangannya memegang dua botol minuman dan memberi tanda untuk Jongin agar mendekatinya.

Oh, sejak kapan anak itu disana? Sehun pasti bolos, nakal!

"apa yang dilakukan anak itu?!" gumam Jongin. Ia berpura-pura tidak melihat, tapi ..

"JONGIN SAYAANG!"

What the hell, Hun?

Baekhyun dengan secepat kilat, menyambar teriakan Sehun.

"hah?! JONGIN KAU PACARAN DENGAN SEHUN?!"

Baekhyun berteriak kencang sekali, seluruh lapangan pasti bisa mendengarnya.

"BENARKAH?!"

Beberapa anak mulai berteriak heboh juga.

"HUWAH, JONGIN-AH!"

"AKU TIDAK PERCAYA INI"

"WOW! JONGIN PACARAN DENGAN SEHUN!" bahkan gurupun berteriak. Jongin merutuk dari dalam hati.

Baekhyun berlari mendekati Jongin yang menutup wajahnya , malu sekali rasanya.

"Jongin, kau benar-benar pacaran dengan Sehun?! Waow, aku sih tidak kaget, akhir-akhir ini kalian 'kan—"

"—BAEKHYUN!"

.

.

.

.

.

"iya, tadi saat pelajaran olah raga, Sehun memanggil Jongin sunbae dengan panggilan sayang! Ah aku sangat iriiii"

"wah, padahal dulu mereka 'kan musuhan, mustahil ya"

"eh jangan sembarangan, sudah banyak cerita tentang benci yang menjadi cinta! Jongin sunbae benar-benar hebat!"

Jongin menutup kepalanya dengan buku, mengabaikan bisikan-bisikan yang sejak tadi didengarnya. Ia hendak berjalan ke arah kamar mandi. Membasuh muka, agar kepalanya bisa bersih dari pikiran kotor. Hah, aneh.

Jongin menyalakan keran setelah menyimpan bukunya di rak. Ia hendak membasuh mukanya, tetapi buru-buru dikejutkan oleh sepasang tangan yang menutupi matanya.

"akh!"

Berlebihan. Jongin bahkan menyiramkan air itu ke kaca saking kagetnya.

"ahahaha.."

Kris?!

Wajah Jongin memerah malu saat Kris terlihat tertawa dengan puas. Jarang sekali bisa melihat Kris tertawa. Biasanya mukanya tegang.

"ketua osis!" kesal Jongin.

Sejak kapan mereka bisa sedekat ini?

"ahaha, mianh. Aku hanya bercanda" ujar Kris sembari tertawa kecil.

"ti-tidak lucu" tapi kenapa Jongin ikut tersenyum, eum?

Kris melangkah ke samping Jongin dan melipat lengan seragamnya. Cuci tangan. "oho, kudengar kau pacaran dengan Sehun. Kupikir kalian—"

"—musuhan?" potong Jongin. "kami tidak pacaran, Kris! Sungguh! Jangan mudah percaya dengan gosip di sekolah ini, tidak masuk akal!"

"sayang!" Sehun datang sembari membawa handuk kecil di tangannya. "aku mencarimu sejak tadi, kau kemana saja?"

"ah, sepertinya aku harus pergi.."

Jongin hendak membuka mulutnya, melarang. Tapi melihat wajah Sehun yang mengerikan membuatnya menciut. Kalau terus-terusan begini, kapan Jongin bisa menang dari anak itu?

"Tukang selingkuh" kata Sehun dengan senyumnya, Jongin meringis. "maksudmu? Aku bukan pacarmu, jangan pangil sayang-sayang, itu geli!"

"iya ya.. kau bukan pacarku, tapi kau istriku!"

Jongin mendengus dan membasuh mukanya. Sehun tertawa. "Hyung, ayo pergi kencan! Malam ini.." tawar Sehun sembari menyodorkan handuk kecilnya pada Jongin. Jongin menerimanya tanpa kata-kata dan mengusapkan ke wajah basahnya.

"aku tidak bis—"

"aku akan menjemputmu jam 8" potong Sehun, ia terus tersenyum dan terlihat senang. Aneh sekali, sangat berbeda dengan Sehun yang dulu sering mengerjainya. Jahat dan tidak berperasaan.

"kau aneh!"

"kenapa?" heran Sehun.

"kupikir kau sangat membenciku dulu, kau selalu mengerjaiku tanpa kutahu masalah apa yang kulakukan!" Jongin menatap Sehun heran, yang ditatap malah tertawa.

"mm.. aku juga tidak tau" kata Sehun sembari menggidikkan bahunya. "mungkin aku benar-benar menyukaimu, hyung"

Untuk kesekian kalinya, Jongin merasa tersentuh oleh si nakal Oh Sehun.

.

.

.

.

.

.

Jongin duduk di samping bangku kemudi, dimana ada Sehun yang sedang meyetir sembari mengoceh sepanjang perjalanan.

Kemana anak ini akan membawaku?! Batin Jongin.

Padahal ia sudah serius memohon pada ayahnya agar tidak dijinkan pergi. Namun, ayahnya malah berkata kalau Jongin sudah boleh berkencan, Jongin sudah besar.

Arghhhhttt AYAAAAH!

"kenapa melamun, hyung? Sudah sampai.."

"eh?" Jongin mengerjapkan matanya dan menatap ke sekeliling. Pantai? "daerah mana ini?"

"kenapa? Bagus 'kan? Aku suka sekali tempat ini" kata Sehun, melepas sabuk pengamannya dan keluar dari mobil. Jongin ikut-ikutan saja.

"kenapa mengajakku kesini malam-malam?" tanya Jongin. Mengeratkan jaketnya yang tipis.

"kalau siang disini ramai.."

Jongin mengangguk, masuk akal juga. Sehun mendekati bibir pantai dan duduk di antara pasir yang berwarna putih kecoklatan. Cahaya bulan ditambah lampu-lampu seadanya menerangi mereka berdua.

"romantis kan?" tanya Sehun, Jongin memasang muka datar dan berdiri disampingnya.

"jangan duduk, nanti bajumu kena air!" tegur Jongin. Sehun tertawa dan berdiri kemudian. Menarik tangan Jongin lebih dekat ke air. "main air yuk!"

"kau gila, airnya dingin!" tolak Jongin.

"tidak kok!" Sehun menarik Jongin ke air, Jongin meronta, namun terlambat. Ada ombak kecil yang datang, hingga sepatu mereka berdua basah karenanya. Sehun tertawa keras saat Jongin menggerutu kesal.

"aaaahhh! Basah kan jadinya!"

Bukannya minta maaf, Sehun malah menarik Jongin lagi. Ombak pantai yang dingin kali ini mengenai celana Jongin. Membuatnya menggigil. "Sehuuuun!"

Jongin berlari mengejar Sehun yang menjauh. Memukulnya berkali-kali.

Mereka tertawa bersama. Menyadari tingkah kekanakan masing-masing. Namun Sehun dan Jongin masih terus bermain air, menyiram satu sama lain sampai pakaian mereka basah.

"oh, dingin!" seru Jongin, berhenti menyirami Sehun. Sehun mendekatinya dan menatap Jongin lembut. Air yang ada dirambutnya menetes lancang.

"mau kuhangatkan?" tawar Sehun, Jongin mengerutkan dahinya saat Sehun mendekatkan wajahnya, menjatuhkan bibirnya telak di bibir Jongin yang bergetar.

Deg.

Jongin membeku saat merasakan sensasi manis dibibirnya, ada sesuatu yang bergejolak di dalam perutnya. Sehun tersenyum dan menutup kedua matanya, merapatkan tubuhnya pada tubuh Jongin yang sama-sama basah. Melumat bibirnya dengan lembut.

Jongin merasa berbeda, ciuman ini lebih hangat dari yang sebelum-sebelumnya, ia merasa ada ketulusan dalam ciuman Sehun. Dan Jongin menyadari bahwa, harusnya ia tidak seperti ini. Harusnya Jongin tidak merasa senang dicium Sehun.

Sehun melepaskan ciumannya dan tertawa sampai matanya menyipit, "aku mencintaimu, hyung!"

Apa itu benar?

Dan Jongin tidak menjawabnya, ia terus diam sampai mereka berdua pulang.

.

.

.

.

.

Kris mendudukkan dirinya di bangku ruang Osis, air mukanya begit lesu. Krystal yang baru datang dibuat bingung oleh tingkahnya.

"kau kenapa, sayang?" tanya Krystal, mendudukkan dirinya di samping kekasihnya itu.

"aku rasa ini waktu yang tepat untuk mengakhiri ini.." lirih Kris, Krystal mengerutkan alisnya.

"maksudmu?"

Kris menatap dalam ke mata kekasihnya, tersenyum begitu lembut. "kita akhiri saja, Krys"

"apanya?!" seru Krystal. Apa...

"aku tau tentang hubunganmu, kau dan Sehun"

Krystal membulatkan kedua matanya, kehilangan kata-kata. "tak usah terkejut begitu, aku sudah tau ini sejak beberapa hari yang lalu. Hanya saja aku berpura-pura tidak tau, hanya untuk mebuatku nyaman. Tapi aku tidak bisa."

"aku ingin putus" kata Kris sembari tersenyum, ia berdiri dan mengusuk rambut Krystal. Mengambil tasnya di meja dan berjalan keluar tanpa menunggu jawaban apa yang akan diberikan Krystal. Hendak masuk kelas, meninggalkan Krystal yang mulai menangis di sana sendirian.

.

.

.

Cklek.

Kris menutup pintu ruang Osisnya, namun ia begitu terkejut saat melihat Jongin berdiri di depannya tepat. Sedang melongo.

"m-mianh.. a-aku tidak bermaksud menguping" kata Jongin kemudian. Kris langsung menarik tangannya untuk berlari menjauh.

"maafkan aku, a-aku.." Kris melepaskan tangan Jongin dan menggaruk tengkuknya.

"kenapa minta maaf?" tanya Jongin bingung. Kris beranjak menutup pintu kamar mandi. "aku juga baru tau Krystal dan Sehun—"

"Sehun?" bingung Jongin. "astaga! Maksudmu kau minta maaf karena berpikir aku tidak tau tentang mereka?"

"kau tau?!" kaget Kris.

Jadi Jongin tau? Astaga?!

"hey, aku kan sudah bilang kalau aku dan Sehun itu tidak pacaran!" Kris menatap Jongin bingung. "aku menyukaimu, ketua osis bodoh!"

.

.

.

.

.

.

Jongin mendatangi Sehun yang sedang bermain dengan gengnya , Chanyeol, Luhan dan Tao.

"Sehun-ah" panggil Jongin. Sehun menoleh dan tersenyum lebar, ketiga temannya bersuit-suit dan menggodanya. Jongin mengacuhkan mereka, mencoba terlihat serius.

"kenapa, hyung?"

Jongin menelan ludahnya dengan susah payah, oooh ayolah, ini waktu yang paling ideal Jogin!

"aku mau kita berakhir, aku sudah bersama Kris" kata Jongin tegas. Sehun dan ketiga mahkluk disana melongo dan terkejut. Berani beraninyaa..

"aku tidak mau lagi berhubungan denganmu, kalian semua.." ujar Jongin sembari menunjuk muka Sehun,

"kalau aku tidak mau?!" pertanyaan Sehun semakin membuat ketiga temannya kaget, terlebih Jongin.

"itu bukan urusanku." Kata Jongin yang kemudian berjalan menjauh. Sehun mengepalkan tangannya, mukanya merah. "KIM JONGIN!"

Namun Jongin tidak mau berhenti, berlari semakin jauh hingga hilag dar pandangannya.

"Kris" desis Sehun.

Sesuatu yang berbahaya kini semakin telah menyulut api yang sudah hampir padam.

"aku tidak akan melepasnya"

"kalian harus membantuku!"

Chanyeol, Luhan dan Tao menahan senyumnya dan mengangguk. "kami selalu bersamamu, maknae.."

TBC