Trapped Soul Ch.7

Ryuuta : "Nee, Minna-san~! Chapter 7 is heerre~" *bergaya ala ultraman tiga*

Ichi : *ngejitak Ryuuta* "woy! Lo kemana aja? Beberapa hari ini kagak keliatan! Gw kira lo nge-discontinue nih fict!"

Ryuuta : "Opo? Ngomong sembarangan toh kau ini! Gw ini abis mengalami masa total-bed-rest gara-gara tipes gw kambuh lagi tao!"

TenZan : "Hee? Seorang author hiperaktif yang sintingnya kebablasan ini juga bisa sakit, ya?"

Ryuuta : *death-glare* "Apa lo bilang tadi?! Ulang lagi!"

Mugen : "R-Ryuuta... Bales reviewnya!"

Ryuuta : "woah, iya juga toh! Dah lama gw gak buka . Aiih~... Woke, sapa yang mo bacain, acungin kaki(?) lo!"

TenZan : *sweatdrop* "g-gw aja dah, nih dari Tasya-chan!"

Ryuuta : "Huwe~! Douitashimashite yo, Tasya-cha~n! Soale idemu ntu bagus bangeut! Hehe... Tapi nyang aku bingung, ntu 'kan si Hicchi-nya digantung toh? Gimana cara ngedeketinnya? Oia, nanti di sesi penutup bakal ada special guest bwt temen gw yang udah nyemangetin gw, loh... Muehehe..."

Hichi : "heh, Ryuuta! salah lo sendiri nge-gantungin gw kaya gituh!"

TenZan : "walah, ko' jadi pada rusuh gene sih? Yo wis lah, langsung aja yo nyemplung ke chapter 7!"

Trapped Soul

By: Tobiagare Ryuuta

Pairing : Priest Ichi X Vampire Hichi (as friend)

Rating : T for Supranatural and Action

Disclaimer : Tite Kubo-Senpai

Warning : gaje, garing, OOC yg sangat jenius, ada OC 1 nyusul, first fict, friendship, no yaoi, no flame, and don't like don't read!

Chapter 7

"Tu-tulisan apaan ntu, sensei?" Tanya Ichigo sambil nunjuk ke arah tulisan yang terukir di batu ntu. Mugetsu cuma bisa tersenyum di balik punggungnya yang lebar(?) ntu.

'Selamat datang kembali, Imouto...' Batinnya. Terus dia ngebaca tulisan yang diketahui merupakan tulisan sansekerta ntu. Seudah ngebaca ntu tulisan, Tiba-tiba batu ntu retak n hancur jadi debu! N terlihatlah, seorang pria serba putih tergantung dengan rantai yang mengikat tangan, leher, n tubuhnya. N juga terdapat bola besi berduri yang menggantung di bawah kakinya.

Pertamanya, Ichigo heran sapa orang yang diiket rantai ntu, tiba-tiba matanya terbelalak! Ya, ingatan masa lalunya yang kelam itu telah kembali! Dia pun menghampiri Mugetsu-sensei masih dengan matanya yang terbelalak.

"Shi-Shiro?!"

"Di-dia..." Kejut Zangetsu sambil ngebuletin matanya. Ya, orang yang dirantai itu, adalah tujuan dari misi ke-2 Mugetsu-sensei, sekaligus kunci menuju Castle of Death. "Shiro... Sama?"

Ishida hanya diam tanpa kata (ya iyalah, kalo pake kata bukan diem namanya!). Sementara Ichigo, ia terus menatap Shiro yang tergantung tepat di depannya. "...Shiro..."

"Ichigo, mungkin ini terlalu rumit untuk otakmu yang jalannya kaya siput ntu, tapi..." Belum selesei Mugetsu-sensei ngomong, Ichigo mulai memberontak dengan cara menarik kerah baju Mugetsu-sensei

"Aku gak perduli, Nii-chan! Waloupun otakku gak secemerlang dulu, tapi Shiro harus segera dibebaskan!" Protes Ichigo. Sementara Zangetsu n yang laennya terkejut, karna Ichigo baru aja manggil Mugetsu-sensei dengan sebutan 'Nii-chan'!

"I-Ichigo, kau... Kau mengingatnya?!" Kaget Mugetsu-sensei. Ichigo hanya mengangguk sambil tersenyum dan memeluk Mugetsu-sensei. "Hisashiburi da, Nii-chan!". Sementara Mugetsu-sensei n Zangetsu kaget, karna Ingatan Ichigo yang 100 tahun lalu kembali tanpa menghapus memori yang sekarang ataupun menghapus nyawanya! Sementara Ishida, dia cuman sweatdrop ngeliat Ichigo yang berubah 180 derajat.

"EHEM!" Dehem Zangetsu dengan suara yang sengaja dibuat keras. "Woy, adekmu ntu sekarang cowok, Mugetsu-sama! Ntar dirimu dikira gak normal loh!" Peringat Zangetsu dengan tatapan sinis. Lalu tiba-tiba mukanya si Ichigo nongol dari ketek(?)-nya Mugetsu sambil senyum-senyum ala cewek gituh... *digebug Ichigo FC*

"Gapapa donk Zangetsu! Lo cemburu ya? Hihi..." Cengir Ichigo dengan tampang watados. N Zangetsu hampir aja ngelempar mukanya Ichigo pake bungkusan dari Mugetsu.

"Oia, hampir lupa gw!" Lalu Mugetsu ngelepasin Ichigo n ngehampirin Zangetsu n Ishida. "Coba lo berdua buka ntu bungkusan!" Perintahnya. N mereka berdua pun nurutin apa kata Mugetsu. Begitu bungkusan itu dibuka, mereka terkejut karena isi dari bungkusan itu adalah potongan kunci!

"Po-potongan kunci?! Dari perak lagi! Pantesan berat!" Kaget Zangetsu "oie, kok cuma ada ekor ma tengahnya doang? Pala-nya mana?". Terus Mugetsu nunjuk ke arah Ichigo yang lagi duduk di lantey. "tuh, di Imou- maksudku Otouto!" Ucapnya nyantei. Terus Zangetsu pun nyamperin Ichigo yang lagi duduk manis ntu dengan ragu-ragu.

"...Ichigo-sama, coba periksa kantung belakangmu!" Ucap Zangetsu seperti takut salah ngucapin karna yang dia hadepin sekarang adalah Hime-sama yang udah ngedapetin memori-nya lagi tanpa resiko apapun. Ichigo cuman senyum n ngodok-ngodok kantong belakangnya. Terus dia ngasih bungkusan ntu ke Zangetsu. "Ini, dan panggil aku 'Ichigo' aja ya. Walau ingatanku kembali, aku masih mengingatmu sebagai sahabat sejati-ku, bukan bawahan-ku..." Ucapnya halus dan hampir bikin Zangetsu nangis karna terharu. Tapi anehnya, nangisnya belom ingusnya udah keluar duluan... *di-injek Zangetsu*

"UEHEEM!" Dehem Mugetsu dengan suara yang sama kaya Zangetsu. "Kita gak punya banyak waktu, Zangetsu! Cepet siniin pala kuncinya!" Tegas Mugetsu. N ketika potongan kunci ntu dah jadi satu kunci yang sempurna, Mugetsu ngebuka perban item yang ngelilit tangannya itu. Dan terlihat tattoo berbentuk salib berwarna hitam pekat di permukaan bawah tangan kanan-nya. Terus Mugetsu ngulurin tangannya n ngebaca suatu mantra dari bahasa kuno. Ishida cuma bisa sweatdrop ngeliat apa yang baru aja terjadi. N dia makin kaget ngeliat kunci itu terbang sendiri!

"Se-SETAAAN! SEETAAA~N!" Teriak Ishida dengan OOC yang begitu jenius. Zangetsu n Ichigo cuman bisa sweatdrop ngeliat Ishida teriak kaya gituh. Sementara Mugetsu sibuk ngendaliin kunci pake pikirannya untuk ngelepasin gembok yang ngunci ranteynya Shiro.

"Oia, ngomong-ngomong kok Mugetsu-sama bisa punya kunci-nya?" Tanya Zangetsu sambil ngegaruk palanya.

"Hehe... 'Kan 2 minggu yang lalu gw ketauan masih idup ama para Vampire!" Cengir Mugetsu.

"Hee? Tapi kok gak mati toh?"

"Woh, ntu bukan problem toh. Emang sih gw sempet dipenjara. Tapi karna otak gw yang sangat cerdas melebihi kecerdasan meong ini, gw bisa ngelabuin penjaga penjara n ngambil nih kunci! Hehe..." Cengirnya lagi yang sukses bikin Zangetsu n Ishida merinding. "Nih, gembok terakhir. Ichigo, tolong ya!"

Awalnya Ichigo gak ngerti maksudnya tolong ngapain? Tolong pijetin tangan maksudnya? Tapi pas dia liat kalo tubuhnya Shiro udah lepas dari rantey n jatuh ke bawah (ya iyalah, kalo ke atas ntu loncat namanya!). Ichigo pun panik n berusaha nangkep tubuhnya Shiro.

"Shi-Shiro! Abunai!" GUBRAK! Ichigo berhasil nangkep tubuhnya Shiro waloupun harus ngegubrak. "Itta-tta-tta-tta! Fuuh, yokatta! Kau bebas sekarang, Shiro." Ucap Ichigo kepada Shiro yang masih gak sadar diri di pelukan Ichigo.

"EHEM!" Dehem Zangetsu n Mugetsu barengan. "Mo sampe kapan lo ada di posisi kaya ntu, Otouto? Inget! Lo tuh sekarang cowok! CO-WOK!" Tereak Mugetsu sambil nunjuk-nunjuk ke arah Ichigo. "...bawa dia kesini! Biar gue n Zangetsu mulihin dia!"

Walou sebenernya pengen banget ngeberontak, Ichigo gak bisa berbuat apa-apa. Karena perkataan Nii-channya ntu emang bener. Sekarang ini dia adalah cowok, bukan cewek seperti 100 tahun yang lalu. Terus dia bangun n nidurin tubuh Shiro di lantey.

"Tolong ya, Nii-chan! Zangetsu!" Ucap Ichigo agak berat sambil sedikit mundur. Terus Zangetsu nyamperin tubuh Shiro n ngulurin tangannya bagian lengan. N ajaibnya, muncul cahaya berwarna hijau dari tangan Zangetsu yang membuat luka-luka di sekitar tubuh Shiro mulai menghilang!

"Ja-jadi ini kemampuan Cure Priest, ya? Oia, cahaya ijo di tanganmu ntu apa, Tensa-san?" Tanya Ishida sambil ikut-ikutan jongkok di samping Zangetsu.

"Ini namanya Reiatsu, atau Tekanan Roh. Dulu, para Pastor tingkat tengah sepertiku menggunakannya untuk menyembuhkan orang. Tapi Reiatsu ini juga bisa jadi senjata dan juga bisa membuatmu mengendalikan benda jika kau sudah mencapai tingkat Infinite, atau Mugen Priest seperti Mugetsu-sama dan Shiro-sama yang sedang kusembuhkan ini." Ucap Zangetsu panjang lebar sambil tetap fokus mengobati luka ringan Shiro. "Nah, Mugetsu-sama. Luka ringannya udah kututup, sekarang giliran anda ngobatin organ dalemnya."

"Ya, makasih Zangetsu." Terus sekarang gantian Mugetsu yang akan nyembuhin luka organ dalemnya Shiro. Pertama dia ngulurin jari tengah dan jari telunjuknya seperti angka 2 dalam jari. Dia menutup matanya n muncullah reiatsu warna biru tua n hitam. "Check where's the problem, Infinite Pressure!" Terus dia nyentuh bagian atas perut Shiro n Reiatsu itu menyebar ke seluruh tubuhnya! Reiatsu biru tua kehitaman itu membungkus seluruh tubuh Shiro dan bergejolak di beberapa area.

"...hmm, lukanya cukup parah. Apalagi di bagian liver, paru-paru dan ginjal." Kemudian ia mengulur kedua tangannya ke arah yang berbeda n menundukkan kepalanya. "Heal the wound, and repair the broken without any remain!" Saat Mugetsu mengepalkan tangannya, reiatsu itu masuk ke dalam tubuh Shiro! Beberapa menit kemudian, reiatsu itu keluar dari pori-pori kulit Shiro sebagai asap berwarna hitam pekat. Tapi Mugetsu masih merasa janggal.

"...Ini aneh." Ucap Mugetsu sambil menopang dagunya di tangan. "Harusnya, ketika asap hitam pekat itu keluar, orang yang disembuhkan langsung sadar, walaupun orang yang disembuhkan adalah sama-sama Mugen Priest." Kemudian Ichigo menghampiri tubuh Shiro dan memindahkan sisi kepalanya, yang tadinya menghadap kiri, sekarang menghadap kanan, dan terlihatlah bekas seperti gigitan di bahu kanan Shiro.

"...Zangetsu, boleh kupinjam pisau lipatmu?" Tanya Ichigo. Pertamanya Zangetsu agak bingung, tapi akhirnya ia menyerahkan pisau lipat pemberian ayahnya, yaitu Cure Priest generasi ke-14 kepada Ichigo. Dan ketika dibuka pisau lipat itu, ia langsung mengiris kulit jari telunjuknya!

"I-Ichigo!"

"Otouto!"

"Kurosaki! Lo tuh gak punya otak ya?" Bentak Ishida

"Ssst..." Bisik Ichigo "lihat aja apa yang bakal gw lakuin!" Terus dia ngedeketin jarinya yang luka itu ke permukaan bibirnya Shiro, spontan darah yang mengalir dari luka Ichigo pun masuk ke dalam mulut Shiro. Setelah mengolesinya cukup lama, jari Ichigo segera disembuhkan oleh Zangetsu.

"Lo mikirin apaan sih? Mana ada orang dikasih darah langsung bangun? Kecuali..." Kejut Zangetsu, n Ichigo cuma senyum karena Zangetsu bisa nebak kenapa dia sengaja ngiris jari telunjuknya. "Bingo! Coba deh kalian semua liat bahu kanannya Shiro!" Dan begitu melihat bahu kanan Shiro, barulah terlihat dua lubang kecil seperti bekas gigitan serangga, atau mungkin...

"...Luka ini... Jangan-jangan... Bekas gigitan, vampire?" Kaget Mugetsu. Sementara itu, mereka tak menyadari bahwa ada seseorang yang mengawasi mereka dengan Silver Gun dengan peredam suara yang juga berwarna perak di tangannya.

"Yes, Shiromizu is here!" Bisiknya lewat benda seperti walkie talkie berwarna perak

"Yes, Sir. I've found the victims. And, i can say that..."

"Mission, Complete!"

~T.B.C~

Kemampuan Mugetsu-sensei dan Zangetsu telah terkuak! Dan siapa sosok yang mengawasi mereka? Akan dibahas di chapter berikutnya!

Ryuuta : "Nee, Yokatta! Chapter 7 finnii~sh!" *nyalain petasan di depan rumah sakit jiwa(?)*

Ichi : *cepet-cepet ngebuangin petasan n ngejitak Ryuuta* "Heh! Kesintingan lo tuh kayaknya emang gak pernah ada abisnya, ya?! Masa' lo mao nyalain petasan di depan rumah sakit jiwa? Lo mao ntar pasien-pasien yang sintingnya sama kaya lo ntu ngamuk-ngamuk gak jelas, hah?"

Ryuuta : "Hehe... Thank you, Ichi! Jarang-jarang lo muji gw!"

Ichi : *screaming mode on* "NTU BUKAN PUJIAN, AUTHOR GEBLEK!"

TenZan : *sweatdrop* "Oe, Ryuuta. Ntu ada tamu tuh!"

Sasu : "Sumimasen, apa bener Ryuuta-san ada disini?"

Ryuuta : *ngacungin idung(?)* "Nee! Nee! Boku wa mada koko ni da yo!"

Ichi : *bisik-bisik ke Hicchi* "eh, perasaan gw kenal nih orang, tapi dimana ya?"

Hichi : *ngebales bisik* "kagak tao! Coba aja lo tanya!"

Mugen : "Heh! Kalian bedua ngapain bisik-bisik kaya getoh?"

Hichi : "E-eh, nggak kok, Mugetsu! Gak ada apa-apa kok!"

Ichi : "heh, ngemeng-ngemeng lo sapa ya?" *nunjuk-nunjuk ke Sasu*

Ryuuta : *ngejitak Ichi* "Hello! Lo gak kenal dia? Dia ntu special guest bwt temen gw! Dia ntu U..."

Nawa : "Sumimasen! Ryuuta! Ngapain kamu ngun... KYAAA~! Sasuke-kuu~n!" *lari-lari ngejar Sasu*

Sasu : *kaget setengah mati* "Busyet dah! Baru juga dateng gw dah dikejar ma fangirl! Gyaa~!" *ngibrit gak tentu jalan*

All except Sasu & Nawa : *jawdrop*

Ryuuta : *sweatdrop* "Nee, kayanya gw salah ngundang lagi deh... Yo wis lah! Oie, question chapter ini bagi nyang bisa nge-jawab, apa nyang selanjutnye terjadi setelah Ichi ngasih minum darahnya ke Shiro? Yo, monggo dijawab! N akhir kata dari gw, nyang kalo kata Zangetsu mah, author hiperaktif yang sintingnya kebablasan ini. Silahkan RnR fict ini ya! Onegai-shimasu!"