I Love You

Chanyeol - Baekhyun

Bagi Baekhyun, Chanyeol itu pengganggu. Pengganggu ketenangan hatinya. Karena sejak Baekhyun bertemu Chanyeol, hati Baekhyun yang biasanya tenang berubah jadi penuh gejolak.

Bagi Chanyeol, Baekhyun itu penghancur. Penghancur dinding tebal hatinya. Karena sejak Chanyeol bertemu Baekhyun, dinding yang sengaja ia bangun runtuh secara perlahan.


Baekhyun itu terlalu polos untuk lelaki berusia dua puluh enam. Itulah mengapa rekan kerjanya mengatur blind date untuknya. Agar Baekhyun tau rasanya jatuh cinta karena demi Tuhan, Baekhyun belum pernah merasakannya.

Chanyeol itu terlalu dingin. Di usianya yang menginjak dua puluh delapan Chanyeol baru sekali berpacaran, itupun saat masih bersekolah. Setelahnya Chanyeol berubah menjadi dingin, dan menutup akses untuk orang-orang yang ingin mendekatinya. Teman-temannya hanya mengelus dada saat lagi-lagi Chanyeol menolak perempuan yang datang padanya.

Sebenarnya Chanyeol menolak acara blind date itu. Tapi ternyata kekeras kepalaan temannya itu sungguh besar. Jadi, dengan keterpaksaan Chanyeol datang ke cafe yang temannya tentukan. Disana ia bertemu dengan Baekhyun yang menundukkan kepalanya sambil memainkan ujung sepatunya.

Hari itu mereka bertukar nomor. Setelahnya mereka saling berkirim pesan sesekali menelepon dan terkadang bertemu. Dan berlanjut hingga dua bulan.

Baekhyun yang merasa nyaman pada Chanyeol. Begitupun Chanyeol, ia pun tak pernah menunjukkan sikap dinginnya pada Baekhyun. Bahkan mereka sudah saling mengenal kepribadian masing-masing.

Bulan berikutnya pertemuan mereka semakin intens. Bahkan Chanyeol kadang mengantar dan menjemput Baekhyun lalu mereka makan malam di cafe tempat mereka pertama bertemu.

Baekhyun kini lebih sering tersipu, rona merah muda di pipinya terlihat jelas. Chanyeol masih sedingin sebelumnya, namun tidak di depan Baekhyun.

Tujuh bulan mereka saling mengenal, berteman, Chanyeol meminta Baekhyun untuk datang ke cafe universe, nama yang mereka berikan untuk cafe tempat mereka pertama bertemu.

Baekhyun datang tepat pukul delapan, waktu janji mereka. Chanyeol sudah duduk di meja biasa mereka tempati. Cafe tak terlalu ramai karena mereka datang di hari kerja.

Mereka berbincang hingga makanan datang. Makan dalam diam sambil mendengarkan lagu yang di putar.

Keheningan tercipta beberapa saat setelah mereka selesai makan. Chanyeol berdehem memecah keheningan.

"Boo.." itu panggilan khususnya untuk Baekhyun.

"Ya?"

"Ada yang mau aku bicarakan."

"Hm?"

"Aku tau ini terlalu cepat, tapi aku tidak bisa lagi menahannya. Aku menyayangimu lebih dari seorang teman. Aku mencintaimu" Chanyeol mengeluarkan kotak berisi cincin sederhana namun indah.

Baekhyun melebarkan mata sipitnya, tangannya menutup mulutnya yang terbuka. "Yeol.."

"Byun Baekhyun, maukah kau menikah denganku?"