Chapter 7
.
.
.
Hahahha.. Shion kah? Sebenarnya aku ingin memakai Tayuya, tapi baiklah aku akan pakai Shion saja sebagai wanita blesteran itu. Terima kasih atas rekomendasinya. Lagipula Shion lebih mendukung, Shion punya rambut pirang juga sih... Pas banget ma sosok blesteran ya..
Shion itu siapa ya? Enaknya siapa ya? Aku juga sedang menerka-nerka.. heheh..
.
Alurnya memang sinetron gaje... hahaha.. Semua cerita yang aku buat alurnya sinetron semua yak.. panjang-panjang yang bertele-tele. Aku tidak pandai membuat cerita pendek soalnya..
.
Btw, terima kasih sudah mengikuti dan membacanya sampai chapter ini. Terima kasih juga sudah napak tilas dengan meluangkan waktu untuk meninggalkan komenan. Itu sangat menyemangati author untuk berusaha baik dan semakin baik lagi. Honto arigatou na..
.
.
Baiklah, sumangga kalau mau baca...
.
.
.
Young, Wild, and Sexy
.
Sasuke x Sakura
.
Cr. Masashi Kishimoto-sensei
.
M
.
.
.
==========ALUR SINETRON GAJE ALAY SEALAY-ALAYNYA=========
.
.
.
Hah.. hah.. hah.. hah..
Nafas itu semakin mencekik leher. Semakin sulit. Semakin kehilangan oksigen. Tidak boleh. Tidak boleh berhenti! Harus cepat,. Harus cepat berlari meski sulit bernafas, meski kaki hampir patah sekalipun. Harus tetap berlari! Meski sudah ratusan bahkan ribun ranting pohon menyayat kulit mulus. Meski dedaunan menampar wajah, air hujan mengguyur badan, atau bahkan lumpur dan kayu kering serta bebatuan menghalangi kaki, langkah ini tidak boleh berhenti.
Hah.. hah... hah.. nafas.. bernafaslah lebih panjang dari biasanya..
Kaki.. kaki berlarilah lebiH banyak dari biasanya.. lebih panjang dari biasanya... lebih jauh dari biasanya..
Tubuh.. berusahalah.. berusahalah meski hampir mati sekalipun.. bertahanlah.. berlarilah.. terus jangan sampai berhenti..
Tidak peduli dimanapun itu..
Hutan..
Jalan setapak..
Jurang..
Lembah..
Bebatuan...
Tetaplah terus berlari..
/
Tidak peduli nafas hampir habis..
Badan mulai lelah..
Kepala mulai nyut-nyutan..
Kaki terluka..
Tangan terluka...
Terus.. teruslah berlari hingga tak terkejar lagi..
/
Tidak peduli hujan mengguyur..
Badai menyapa..
Pohon bertumbangan..
Atau keringat menyatu dengan hujan...
Serta rerumputan dan dedaunan menampar..
Terus.. teruslah berlari hingga ke ujung dunia SEKALIPUN...
/
Tidak peduli malam yang begitu gelap..
Bulan bersembunyi di balik gelapnya mendung..
Suasana yang mencengkam.. hutan lebat..
Tempat asing yang tak dikenali..
Tetaplah.. teruslah.. berlari hingga tak ditemui..
/
Tidak peduli berapa kalipun terjatuh..
Menyeka keringat...
Tubuh memburuk..
Merangkak..
Jongkok..
Auman serigala terdengar...
Berguling di semak-semak..
Terkena duri..
Tersayat rumput ilalang..
Terjerembab ke tanah..
Kesleo..
Nyeri di kaki..
Haus..
Lapar..
Tidak boleh..
TIDAK BOLEH MENYERAH...
TIDAK BOLEH!
JANGAN SAMPAI!
SEMUA AKAN BERAKHIR!
MIMPI BURUK YANG TAK AKAN PERNAH BISA DILUPAKAN..
Gelap.. semua gelap.. hujan membatasi pandangan.. petir menggelegar... malam badai tanpa penerangan membuat jalan tak terlihat. Hanya langkah kaki dan tekad baja yang dimiliki untuk terus berlari menembus kegelapan dan rasa takut yang tak terkira. Terus, terus, dan terus berlari...
Seringai itu.. senyuman itu.. wajah itu.. segala kebaikannya.. segala kata manisnya.. segala yang ada di diri sempurna itu..
Menggodanya..
Menyapanya...
Mencengkramnya dengan sangat erat..
Seperti lem..
Seperti jaring laba-laba yang menjebak mangsanya..
Sulit melepaskan diri.. sulit bernafas.. sentuhan itu.. sentuhan itu terasa lembut.. tapi menakutkan.. sangat menakutkan.. membuat tak menyangka.. seperti terkena pukulan telak.. menyakitkan.. menakutkan.. menakutkan.. menakutkan..
Jangan..
Jangan..
Jangan...
Berhenti..
Berhenti..
Please.. just stop it..
Berhentilah..
Berhentilah..
Yamette kudasai...
.
.
.
Young, Wild, and Sexy
.
.
.
"Jangan.. Jangan... Jangan..." Gumam Sakura.
Puk puk puk... Sasuke mencoba menyadarkan Sakura.. "Sakura, Sakura! Bangun! Buka matamu!"
"Jangan.. Jangan... Kumohon Jangan..."
"Sakura bangun!"
"..." Sakura membuka matanya. Pemandangan pertama yang ia lihat adalah Sasuke yang tepat berada di depan matanya. Sangat kelam itu menatapnya dengan sangat tajam. Tangan Sasuke memegang pipinya, semnetara yang satunya Sasuke gunakan untuk menahan keseimbangan. Sasuke merangkak di atasnya seperti sedang menindihnya? "HUWWAA..."
Sakura berteriak dan refleks mendorong tubuh Sasuke menjauh darinya. Sasuke terdorong ke samping. Untung saja mereka berada di atas futon/ kasur lipat buat tidur khas jepang.
Hari ini, Sasuke sudah dua kali mendapatkan dorongan dari Sakura. Pertama di kolam renang, ke dua di kamarnya sendiri. Tenaga Sakura tidak main-main rupanya.
Sasuke yang merasa cukup kesal karena mendapat perlakuan seperti itu dari Sakura hanya bisa menatap kesal gadis musim semi di sampingnya itu. Sakura terlihat sangat ketakutan. Keringat dingin mengalir di sekujur tubuhnya. Sasuke bisa melihatnya dengan jelas bagaimana keringat itu nampak di jidat lebar Sakura dan mengalir ke bawah melewati sela pipi dekat telinga, turun sampai ke leher mulus Sakura. Mimpi buruk? Keringat sebanyak itu nampak tak wajar di mata Sasuke.
Sasuke bahkan sampai tak mengira jika Sakura akan menunjukkan ekspresi yang menurutnya sangat berlebihan itu. Saking takutnya sampai gemetaran? Sakura bahkan duduk sambil menekuk kakinya. Menyembunyikan tubuhnya dengan selimut. Ada genangan air mata di kedua iris emerlad itu. Perlahan, semakin sering Sakura mengedipkan matanya, air mata itu terjatuh.. membelah ke dua pipi putihnya yang semakin memucat... Pucat pasi karena ketakutan yang tak bisa dijelaskan..
Apa yang terjadi dengan Sakura?
Merasa kasihan dengan Sakura, Sasuke lantas menggerakkan tangannya untuk mencoba menenangkan Sakura. Sebelum tangannya memegang pundak milik Sakura, Sakura langsung menangkis tangan Sasuke dengan cukup keras...
"Jangan menyentuhku!" Kata Sakura parau.
"Sakura.."
"JANGAN MENYENTUHKU!" Teriaknya.
Sungguh, sasuke tidak paham. Ia tak mengerti dengan situasi yang sedang ia alami saat ini. Sakura berubah menjadi sosok yang asing-sangat asing sampai-sampai seperti orang yang tak pernah ia kenal sebelumnya.
Hilang ingatan?
Tidak mungkin! Tidak mungkin dalam waktu kurang dari satu jam seperti ini. Sasuke ingat betul, ia masih bercanda dan menggoda Sakura sejam yang lalu sebelum akhirnya Sakura pingsan setelahnya. Sakura masih mengingat siapa dirinya. Seperti gadis, teman sekelas, calon istri, si culun yang ia kenal.
"PERGI! PERGI JAUH-JAUH DARIKU!"
Sakura kini menyuruhnya pergi. Ayolah, ia paham tadi ia cukup keterlaluan bercandanya. Tapi bukankah Sakura terlihat tidak begitu mempermasalahkannya? Mereka saja sudah mengakhirinya dengan pembahasan yang lain.
Tunggu..
Pembahasan yang lain sebelum Sakura pingsan adalah soal.. Kabuto?
Kabuto?
Cukup aneh untuk dijadikan alasan, tapi Sasuke mencoba rasional. Mungkin saja Sakura kelelahan? Apa iya? Kenapa Sakura memiliki banyak ekspresi yang sama sekali tidak bisa ia tebak? Kenapa ekspresi itu terlihat sangat kontras antara satu ekspresi dengan ekspresi yang lainnya? Semakin ia mengenal Sakura, semakin misterius pula gadis yang menjadi calon istrinya itu..
Ada apa sebenarnya?
Apa yang terjadi?
Sakura tiba-tiba datang ke dalam hidupnya..
Kedatangan yang tak terduga..
Penampilan culun... dan enggak banget..
Berubah menjadi sosok yang melebihi kata-kata 'layak'...
Melebih ekpektasinya..
Gadis culun yang berani memberinya surat cinta itu berubah total..
Dari lugu, kaku, dan pemalu menjadi berharga diri tinggi, tengil, suka beradu argumen dengannya.. Ia bahkan tak menyangka jika Sakura adalah satu-satunya wanita yang bisa mengimbangi kata-katanya. Sakura cukup berani membatahnya. Cukup berani menentangnya.. Cukup berani bermain-main dengannya..
Namun sekarang?
Siapa penghuni raga milik Sakura itu? Dalam hitungan hari, semua berubah-ubah begitu cepatnya. Apa Sakura memiliki kepribadian ganda?
Ketakutan itu..
Tempat ramai..
Tempat asing..
Sakura yang tak memiliki banyak teman..
Sakura yang suka menyendiri..
Sakura yang merangkul tangannya mencari perlindungan terlihat sangat lemah.. rapuh.. tidak bisa berdiri sendiri.. Berbeda jauh dengan apa yang Sakura tunjukkan saat berdua bersamanya. Sakura terlihat begitu kuatnya... Kemana keberanian itu pergi?
MOO, tidak tahan dengan keanehan yang ia pikirkan tentang Sakura, akhirnya Sasuke menarik selimut Sakura dan meraih tangan Sakura... "Tenanglah Sakura!"
"Kyaa.. jangan.. jangan.. kumohon! Jangan sentuh aku!" Sakura berontak dan menangis.
Sasuke mencengkram keras kedua bahu lengan atas Sakura..."SAKURA! HARUNO SAKURA! TENANGLAH! AKU SASUKE!" Sasuke malah memperkenalkan diri. Ia sungguh tidak tahu bagaimana ia harus menangani Sakura yang sedang 'kerasukkan' itu?
"Sa-sasuke?"
"Hn. Aku Sasuke..." Sasuke mengambil gelas yang berisi air mineral yang ada di meja kamarnya. Lalu ia memberikannya pada Sakura.
Sakura menerimanya dan langsung meneguk habis air minum itu. Sasuke hanya mengamati Sakura. Tubuh wanita bermahkota pink itu masih gemetaran tak nyaman. Namun terlihat jauh lebih baik dari tadi sebelum meminum air mineral. "Arigatou.."
"Hn. Merasa jauh lebih baik?"
Sakura mengangguk... "Maaf Sasuke, aku ingin pulang saja." Sakura bangkit dari duduknya. Namun rasa pusing yang amat-amat sangat nyut-nyutan itu membuat pandangannya memburam dan gelap. Ia kehilangan kesimbangannnya dan terjatuh. Untung saja Sasuke memiliki refleks gerak yang baik. Sasuke berhasil menangkap Sakura dengan indahnya.
Dengan indahnya?
Posisinya cukup menggoda. Cukup sexy untuk dilihat. Sakura tiduran dan Sasuke merangkak di atasnya? Yaelah, ini seperti posisi saat Sasuke mencoba menyadarkan Sakura dari pingsannya. Namun kali ini jauh lebih..intim.. Karena Sasuke agak memiringkan tubuhnya. Seperti bersiap menindih Sakura... Sasuke menopang tubuh tidak sempurna tiduran Sakura dengan tangan kananya, sementara tangan kirinya membuat kesan seolah sedang memeluk Sakura dari atas. Parahnya lagi, wajah mereka berdua terpaut begitu dekatnya. Seperti terhipnotis, kedua mata mereka saling tarik menarik enggan teralihkan. Nafas hangat menerpa wajah masing-masing.
Sedetik..
Dua detik..
Tiga detik..
Empat detik..
Tik tok tik tok..
Tik tok..
Tik tok..
Gaya tarik menarik dua pasang mata itu semakin kuat. Seperti membawa ke alam lain nan jauh meninggalkan alam sadarnya. Begitu kuat sampai lupa dengan apa yang sudah terjadi. Menggerakan hasrat, menyetuh jiwa, menembus raga. Dalam.. dalam.. dan semakin dalam tenggelam dalam tatapan itu.
Sakura terpaku dalam kelamnya mata onix milik Sasuke. Semakin ia menatapnya, semakin jauh ia tersesat ke dalam belenggu kelam mata itu. Begitu kelamnya membuatnya tidak bisa kembali. Pesona itu seperti jerat jala yang tak bisa dilepaskan oleh ikan. Ia tertangkap.. ia terjebak.. tidak bisa keluar.. Rasanya hanya bisa menurut. Mata milik sasuke itu menghipnostisnya.. Bahaka hanya untuk berkedip saja terasa sulit..
Sasuke menggerakkan tangan kirinya. Pelan.. pelan ke atas.. membelai lembut kulit lengan Sakura. Mungusapnya pelan. Merasakan, meresapi setiap jengkal lengan milik Sakura. Sakura terdiam terpaku menerima sentuhan itu.. Ada sisi lain yang berteriak menolak, tapi mata Sasuke lebih kuat dalam menguncinya. Ia memang sudah terjebak.. tidak bisa berbuat apa-apa untuk melepaskan diri.
Sasuke mulai menggerakkan tubuhnya. Ia mencoba memangkas jarak dengan Sakura. Perlahan tapi pasti, dengan penuh irama romantisme melodi cinta, ia sedikit demi sedikit mulai memangkas tubuhnya dengan tubuh sakura. Sakura mengikutinya. Dengan masih saling tatap, Sakura akhirnya mendapatkan posisi tiduran yang sempurna di futon milik Sasuke.
Sasuke kembali menggerakkan tangan kirinya. Terus-terus sampai akhirnya ia mendapati ujung lengan sakura. Ia lalu memegang ujung lengan Sakura. Seperti menahannya, mengunci Sakura di bawah tubuhnya.
"Sakura..." Gumamnya.
"Sa-Sasukehh..."
Suara Sakura terdengar menggoda di telinganya. Membuat hasratnya terpanggil untuk menginginkan suara yang lebih dari sekedar itu. Sasuke ingin namanya berkali-kali disebut oleh Sakura saat ini. Gila memang, tapi saat Sakura memanggil namanya, ia merasa bahagia.
"Pejamkan matamu!" Kata Sasuke. Sakura yang tengah terhipnotis hanya bisa menuruti perintah dari Sasuke. Tanpa pikir panjang, Sakura langsung menutup ke dua matanya.
Cantik..
Sasuke mengakui kecantikkan Sakura. Sungguh, saat ini sakura terlihat lebih cantik dari biasanya. Rambut berantakkan Sakura menambah kesan sexy. Keringat dan bau badan sakura terasa sangat menggoda.
Sasuke gantian menggerakkan tangan kananya, sementara tangan kirinya masih menahan tangan kanan milik Sakura. Tangan kanannya bergerak mengusap rambut milik Sakura. Menyingkirkan lembut poni Sakura. Perlahan dan sangat lembut, tangan itu juga membelai pipi milik Sakura. Menimbulkan sensasi aneh bagi Sakura. Sakura merespon dengan menggerakan wajahnya sedikit. Sasuke tersenyum, ia lalu menurunkan gerak tangannya menuju dagu milik Sakura. Ia mengusap dagu itu dengan ibu jarinya, lalu ke atas sedikit dan mengamati bibir tipis milik Sakura. Agak mengkilap. Apa itu lips gloss?
Sasuke mengusap bibir Sakura dengan ujung ibu jarinya. Ia ingin menghilangkan lips gloss yang menempel di bibir Sakura.
Bibir itu nampak indah tanpa lips gloss, alami dan natural. Jauh lebih menggoda. Sasuke senang, rupanya Sakura memang tidak suka berdandan. Rona pink di bibir Sakura asli, bukan lipstick.
Sasuke mulai mengecup-ngecup singkat wajah Sakura. Mulai dari jidat.. pelupuk mata Sakura yang terpejam.. saling bergantian di kedua pipi Sakura.
Cup
Cup
Cup
Terus menciumi sakura dengan singkat dan banyak.. berkali-kali di berbagai tempat di wajah Sakura. Menimbulkan suara halus yang menggelitik. Sakura memiringkan kepalnya saat Sasuke mengecup pipi bagian kirinya.
"Ahh..." desah sakura saat menerima puluhan kecupan di daun telinganya.
Ada perasaan aneh yang menyerang sasuke saat ia mendengar suara desahan Sakura. Perasaan aneh itu terasa menggebu-gebu. Memaksanya untuk menuntut suara yang lebih , lebih menggoda dari sakura. Satu kecupan di telinga, sakura mendesah. Satu kecupan panjang dengan sedikit menjilat daun telinga, Sakura juga mendesah lebih panjang.
"Ahhh.. Sasshh..."
Terlalu menggoda.
Sasuke bahkan merasa semakin panas saja. Dengan masih menciumi Sakura, tangan kanannya bergerak ke bawah. Dengan satu tangan kanannya, sasuke mencoba melepaskan dasi milik Sakura. Setelah dasi itu lepas, Sasuke mencoba melepaskan kancing baju milik Sakura.
Satu..
Dua...
Tiga..
Tiga kancing terbuka.. Menampilkan salah satu mahkota penting seorang wanita di balik bra soft pink milik Sakura. Hanya nampak sedikit karena terhalang bra soft pink itu dan seragam milik Sakura. Sasuke ingin melihatnya. Ia lalu menghentikan aktifitas menciumi Sakura. Ia mengalihkan pandangannya ke daerah dada Sakura yang membuatnya sangat penasaran.
Seperti itu ya..
Cih..
Rasanya panas ini semakin menjadi-jadi..
Sakura membuka matanya.. Ia meneteskan air matanya. Sungguh, ia tak paham dengan apa yang terjadi pada dirinya. Ada sisi yang menerima, ada sisi yang berusaha keras memberontak. Memaksa menolak dari dalam dan akhirnya membuat air matanya terjatuh.
Sakura langsung bangun dari tidurannya dan duduk di depan sasuke yang menatapnya penuh tanya. Sulit diartikan.. "Sa-Sasuke..."
Saat Sakura bersusaha duduk dengan benar di futon, Sasuke menjadi dapat dengan jelas melihat dada milik Sakura karena baju seragam sekolah Sakura menjadi terbuka lebih banyak saat Sakura bergerak. Bra soft pink itu menjadi terlihat sangat jelas. Ada sesuatu yang indah di baliknya.
Sasuke mengangkat tangan kananya menuju dada kiri Sakura.. dan.. sepp..
BRRAAAKKKKKKKKKKKK...
.
.
Dorrr...
Kriss... sesuatu melewati rambut emonya..
Thiiiaaarrrnggg... Fas pecah dan jatuh ke lanati. Pecahannya tersebar kesana kemari.
.
.
"Cih, meleset..." Kata seorang laki-laki yang berdiri sambil memegang pistol di pintu kamar Sasuke yang sudah rusak dengan begitu tidak indahnya. Sasuke dan Sakura langsung menoleh ke arah pintu... "Hoe, bocah.. aku tahu Sakura-ojousama itu calon istrimu di masa depan, tapi melakukan hal seperti itu di usia kalian saat ini adalah hal yang DILARANG! SINGKIRKAN TANGAN KOTORMU DARI DADANYA!" lanjutnya..
Sakura menoleh untuk melihat dadanya. Sasuke menarik tangannya dari dada kiri milik Sakura... "SAS-SAS-SASUKE?" Sakura kaget bukan main. Kenapa ia baru sadar jika Sasuke menyentuh dada kirinya? Kenapa bajunya bisa berantakkan seperti itu? Sejak kapan? Sejak kapan kancing itu terbuka? Sakura lalu menoleh kembali ke arah pintu kamar Sasuke... "YAMATO-SAN?" Kini ia semakin kaget.
Ya, Yamato. Orang yang dibicarakan oleh Sasori tadi pagi. Kenapa Yamato datang dengan sangat cepatnya? Sungguh, ini bukanlah hal yang aneh. Sakura sudah terbiasa dengan karakter seorang Yamato. Yamato adalah teman ayahnya, Kakashi. Yamato adalah BODYGUARD PRIBADINYA!
Yamato itu tujuh tahun lebih muda dari ayahnya. Kata ayahnya, yamato dulu sebatang kara dengan hidup susah di Amerika. Ayahnya merawat Yamato layaknya keluarga, membuat Yamato menyerahkan dirinya untuk keluarga Haruno dan berjanji akan melindungi keluarga Haruno dengan nyawanya. Terutama menjaga keselamatan Sakura. Yamato memang body guardnya Sakura, tapi Sakura lebih menganggap Yamato sebagai paman sekaligus kakak juga karena kasih sayang Yamato yang luar biasa. Memiliki sisi Sakura complex akut. Terhitung sejak Sakura mengalami masa lalu yang kelam. Yamato semakin ketat menjaga Sakura. Bahkan membututi kemanapun Sakura pergi.
.
.
Yamato lalu melepas jasnya dan menutupi tubuh atas Sakura. Ia lalu menarik tangan Sakura... "Bocah, jika kau berani macam-macam dengan Ojou-sama, aku tidak segan MENGEBIRIMU!" Ancam Yamato yang langsung mengajak Sakura pulang.
Sasuke berdiri dan memandang langkah Sakura dan Yamato yang semakin menjauh. Ia lalu mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan. Pintu kayu kamarnya rusak parah. Fas bunga pecah. Ia ingat betul, sesuatu yang mengenai rambut poninya (Sasuke punya poni?) dan memecahkan fas bunga adalah peluru yang Yamato tembakkan.
"Dari sudut yang cukup sempit, tanpa melukai target, dan fas bunga di ujung sana pecah.. Cih... dia seorang profesional rupanya.." Gumam Sasuke.
Tiba-tiba, terdengar suara tembakkan lagi. Berkali-kali.. Sasuke langsung menduga jika Yamato sedang berurusan dengan Juugo dan Suigetsu di depan. Membawa pergi Sakura saat Sasuke sedang bermain di kamarnya adalah sebuah kesalahan!
"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Juugo, Suigetsu, maupun Yamato tidak akan melukai Sakura.." Lanjut Sasuke. Ia lalu mengingat apa yang baru saja terjadi antara dirinya dengan Sakura. Ia tak munafik jika andai saja Yamato tidak datang, mungkin ia sudah kehilangan akal... "Sudah kuduga, dadanya rata.."
Sasuke menatap tangan kanannya yang ia gunakan untuk menyentuh dada kiri Sakura. Ia membuka jemarinya, menutupnya kembali.. seperti itu secara berulang-ulang.. Ia mencoba mengingat bagaimana rasanya... agak kenyal? Sial, terhalang kain bra.. Seperti itu kah rasanya?
Sedikit keindahan tubuh Sakura memang menggodanya, tapi ada yang lebih menggoda untuk diketahui. Kenapa Sakura bisa menampilkan ekspresi seperti itu? Ia harus segera mencari tahu. Ia tidak ingin peliharaannya itu tidak fokus pada majikannya.
.
.
.
Young, Wild, and Sexy
.
.
.
Next day.. at School...
Sakura hanya bisa duduk membatu di tempat duduknya. Matanya tertuju pada gadis berambut pirang yang tadi pagi mengenalkan diri sebagai siswa transferan di depan kelas. Ia tidak tahu bagaimana ia harus berekspresi. Gadis itu sangat ia rindukan. Sudah lama tidak bertemu. Ia ingin memeluknya. Ingin membahas banyak hal dengannya. Namun, ingin menyapa rasanya leher ada yang mencekik. Suaranya enggan keluar. Rasanya begitu menyakitkan.. begitu menyesakkan..
Shion... gadis transferan itu adalah Shion. .. sahabatnya saat di Amerika.
"FFuuuhhh..." Sasuke meniup telinga Sakura.
Sakura mendelik pada Sasuke.. "Berhenti bertingkah konyol!"
"Cih, aku menyadarkanmu dari lamunan tidak bergunamu! Sana ke kantin, belikan aku minuman...! Kau memang calon istriku, tapi aku masih majikanmu dan kau adalah peliharaanku!"
Sakura mengambil Hp-nya dan mengirim pesan pada Naruto untuk membelikan air mineral dingin. Jam istrirahat kali ini, Naruto sudah stand by di kantin, katanya ada ramen edisi spesial topping double. "Sudah, naruto akan membawakannya dalam lima belas menit!"
"Sepertinya sampai matipun kau tidak akan pergi sendirian.." Kata Sasuke.
"Jika sudah tahu, berhentilah menyuruhku!"
"Ketus sekali. Padahal kemarin kau terlihat sedikit manis saat..." Sasuke mendekatkan bibirnya di telinga Sakura... "... mendesah..."
Sakura merinding.. ia berharap jika kejadian kemarin hanya mimpi. Tapi nyatanya itu nyata dan sungguh terjadi... "Aku membenci hal seperti itu, Sasuke!"
"Kenapa? Kau takut?" apa saat ini sudah saatnya ia mengorek rahasia Sakura?
"..." Sakura memalingkan wajahnya dari sasuke.
"Jika kau takut, kau bisa menutup matamu.." Kata Sasuke enteng.
Sakura tidak menyukai pembicaraan seperti ini... "Kau tidak mengerti, Sasuke.. kau tidak akan mengerti..."
"Bagaimana aku bisa mengerti jika kau hanya diam saja!"
"..."
"Buka mulutmu dan berbicaralah padaku! Ceritakan semua hal yang mengganggumu!"
"ITU BUKAN URUSANMU!" Kata Sakura cukup keras. Membuat siswa lain yang ada di dalam kelas menoleh ke tempat duduk Sakura dan sasuke.
Termasuk Shion yang duduk berlawanan dengan tempat duduk Sakura dan sasuke. Di ujung paling kanan, paling depan.
"Apa mereka pasangan?" Tanya Shion.
Fuu mengangguk.. "Hm, mereka adalah pasangan di kelas ini meski selalu bertengkar. Sudah biasa jika mendengar mereka saling adu argumen. Bukankah itu manis sekali? Romantisme yang unik... Lalu bagaimana dengan Shion-san sendiri? Apakah kau sudah memiliki pasangan? Kekasih?"
Shion tersenyum manis.. "Ya, aku sudah memilikinya..."
"HUWAA... KAU SUDAH MEMILIKI KEKASIH? SENANGNYA..." Suara girang Fuu terdengar di teliga Sakura dan Sasuke yang duduk di ujung barisan paling kiri, paling belakang.
Sakura menoleh ke bangku yang Shion dan Fuu duduki.
"Tapi kekasihku direbut sahabatku sendiri.." Jawab Shion.
Sakura mencolos saat mendengarnya.
"HEE? MAJI DE? TEGA SEKALI.. Sahabat macam apa yang tega melakukan hal seperti itu? Kasihan sekali kau, Shion-san.."
Sakura menundukkan kepalanya.
"Ya nyatanya ada dan terjadi padaku... Aku sudah banyak menangis saat itu.." Kata Shion.
"Kau pasti mengalamai waktu yang sulit.."
"Ya begitulah.."
"BTW, senang berkenalan denganmu, Shion-san .." Fuu memamerkan senyumannya.
Shion juga membalas dengan senyuman,... "Shion saja boleh kok.."
Shion adalah gadis blesteran yang sangat cantik. Memiliki perawakan tinggi dan langsing. Tubuh dan kecantikkannnya adalah idola bagi semua wanita. Sangat ramah dan padai bergaul. Senyuman manis adalah andalannya. Matanya sangat indah, seperti damar kanginan. Bercahaya. Shion baru kali ini tinggal di Jepang. Selama ia lahir dan mencapai usia remaja, ia berada di Amerika. Ibunya adalah orang Jepang, ayahnya orang Amerika. Tapi Shion cukup fasih berbicara dalam bahasa Jepang meski sejak lahir ia tinggal di Amerika. Ibunya yang mengajarinya.
Ada alasan tersendiri mengapa ia pindah sekolah ke Jepang. Ia ingin tahu banyak hal. Ia senang berpetualang. Ia juga ingin memastikan sesuatu hal yang selalu saja mengganjal dalam hidupnya. Sesuatu hal yang membuatnya bermimpi buruk di malam yang rasanya semakin panjang dari sebelumnya. Ia harus memastikannya, memastikan sampai perasaan yang ia alami menghilang.
.
.
.
Young, Wild, and Sexy
.
.
.
Itachi tertawa badai tidak jelas karena mendengar penuturan adiknya yang gagal mencium bibir Sakura. Sangat sulit membuat Sasuke menceritakan apa yang terjadi anatara dirinya dengan Sakura kemarin. Rupanya seperti itu. Adiknya memang sedang tidak beruntung. Apa memang terlalu bodoh untuk memanfaatkan kesempatan yang ada sehingga kehilangan momen bagus untuk mencium bibir Sakura?
Itachi bahkan menawarkan bantuan untuk mendapatkan Sakura, tapi Sasuke menolaknya. Kadang Itachi berfikir tentang bagaimana perasaan adiknya yang sesungguhnya. Ia paham jika Sasuke tidak menyukai hal-hal yang berbau perjodohan seperti yang dirrencanakan keluarganya. Tapi melihat Sasuke menerima begitu saja tanpa ada tolakkan, rasanya bukan suatu hal yang berlebihan jika ia menduga jika Sasuke bisa menerima Sakura. Pada dasarnya saat Sasuke datang ke acara pertemuan keluarga dengan membawa Sakura sebagai kekasihnya untuk menolak perjodohan, itachi sudah curiga besar pada adiknya itu. Ia yakin seyaki-yakinnya jika Sasuke sama sekali tidak memiliki kekasih. Apalagi sosok Sakura yang jelas-jelas menjadi musuh bebuyutan di sekolah. Namun, yah.. Rasa ingin mendapatkan adegan sinetron nyata yang indah memang menggodanya. Ia ingin mengikuti alur perkembangannya.
Bagaimanapun adiknya yang mudah bosan itu mulai bisa tertarik dengan kisah romantisme remaja adalah hal yang LANGKA dan MENARIK untuk diikuti.
"Sasuke, kau butuh bantuanku untuk mendapatkan kekasihmu? Aku cukup berpengalaman dalam bidang itu.." Tawar Kabuto yang tak sengaja mendengar pembicaraan Sasuke dan itachi. Namun Kabuto tidak mengetahui nama dari kekasih Sasuke karena Itachi maupun Sasuke tidak menyebutnya. Mereka hanya bilang dengan kata 'calon istri' atau 'adik ipar'.
"Hahahaha, Sasuke kau tahu Kabuto bahkan sudah pernah..." Kata Itachi.
Sasuke hanya menatap Kabuto.
Kabuto nyengir... "Bukankah melakukan hal seperti itu di luar negeri adalah hal yang biasa. Jika sama-sama suka, maka tidak masalah, kan?" Kabuto membenarkan letak kaca matanya... "Dengar Sasuke, kau hanya perlu membuat kekasihmu hanya melihatmu, terpaku akan pesonamu, bungkam mulutnya dengan mulutmu, sentuhlah dia bak seorang ratu, maka... kau pasti akan mendapatkannya... Kenimatanmu adalah kenikmatannya juga. Buat dia melayang dengan segala sentuhanmu. Cium dia, kecup dia, raba dia... Buat dia merasa jika dia bersamamu adalah hal yang paling terindah. Saat itu tiba, maka dia pasti akan menyerahkan dirinya kepadamu. Semua yang ada di dirinya akan menjadi milikmu... Dia akan memanggil namamu lebih banyak dari biasanya. Itu terdengar sexy di telinga..."
Itachi dan Sasuke mendengarkannya dengan seksama.
Sasuke tersadar... "Cih, dasar senior mesum!" Dia langsung pergi meninggalkan kakaknya dan kabuto.
Hahahahaha...
"Kau dengar itu, adikku itu masih polos.." Kata Itachi.
"Sasuke.. Sasuke... Tapi kau kalah start dengan adikmu, nyatanya sampai sekarang kau masih saja jomblo ngenes. Ingin kuperkenalkan dengan gadis Amerika?"
"Sepertinya aku bakal jadi jomblo ngenes sampai nanti. Hahahha..." Itachi memang tak begitu mempermasalahkan tentang punya atau tidaknya soal kekasih. Mungkin jika ditanya soal cewek yang dekat dengannya, ia akan menjawab Konan. Konan adalah sahabatnya sejak kecil... "Kau tahu, aku lebih tertarik dengan adikku yang manis kawaii itu..."
Kabuto menrinding... "Aku jadi khawatir dengan keterarikanmu pada orang!"
"Aku bukan gay! Baka-Buto.."
"Hahahah.. iya-iya, gomen-gomen..."
Dan mereka kembali membahas kisah-kisah masing-masing. Muncurahkan kerinduan dua sahabat yang sudah lama tidak bertemu.
Yukushi kabuto adalah sosok laki-laki berkacamata yang tampan dengan rambut silver. Dikenal sebagai sosok yang sangat jenius di bidang sains, bahkan sampai mengalahkan kejeniusan seorang Itachi. Sejak kecil, Kabuto tinggal di jepang, saat itu ia mulai bersahabat dengan Itachi. Namun menginjak usia remaja awal, Kabuto harus pindah ke Amerika untuk mengikuti pekerjaan ayahnya. Sejak saat itu ia menjadi sangat jarang bertemu dengan Itachi. Mereka bertemu hanya saat liburan tiba. Masing-masing dari mereka menyempatkan diri mengunjungi secara bergantian.
Kabuto memiliki tabiat yang bagus dengan selalu memamerkan senyum khas yang ramah. Membuat banyak ibu-ibu mudah jatuh cinta dengannya. Kabuto juga sangat menyayangi anak-anak, ia bahkan memiliki panti asuhan di Amerika dan Jepang yang ia kelola sendiri dengan uangnya. Meski masih sekolah, tapi Kabuto sudah bisa menghasilkan uang sendiri. Ia memiliki saham di beberapa perusahan. Dia juga menjadi investor properti.
.
.
.
Young, Wild, and Sexy
.
.
.
"Hei, Haruno-san.. Apa kau tidak mau berteman denganku? Kau selalu saja menghindar jika aku berusaha mendekatimu..." Kata Shion. Di samping Shion ada teman sekelas yang lain seperti Fuu dan Tayuya.
Ino dan Karin menatap Sakura yang menunduk... "Go-gomen, bu-bukan ma-maksudku seperti itu..." Kata Sakura gagap. Membuat Ino dan Karin melempar tatapan penuh tanya.
"Ah, sokka.. kalau begitu salam kenal ya..."
"Ha-hai.. salam kenal..."
"Oh ya, mulai sekarang kita akan sering bertemu. Akan sangat menyenangkan jika kita bisa bermain bersama.." Shion menepuk bahu Sakura pelan. Ia terlihat menyeringai sebelum akhirnya meninggalkan Sakura, Ino, dan Karin.
"Ya ampun, tidak tahu kenapa, aku tidak suka dengan itu bocah. Dia memang cantik, tapi rasanya dia itu seperti rubah yang licik..." Kata Karin.
"Baru beberapa hari di sekolah saja dia sudah mengambil hati banyak anak cowok dengan senyuman tengilnya. Apa-apaan dia itu? Dasar anak cowok bego, mereka buta apa ya dengan senyuman penuh makna merendahkan itu?" Kata Ino.
"Kalian... Jangan sembarangan menilai orang jika kalian belum benar-benar mengenalnya.. Shion adalah gadis yang baik.." Kata Sakura.
"Haiishh, kau sendiri yang belum mengenalnya saja bisa menyimpulkan jika dia adalah gadis yang baik. Belum tentu juga kali, Sakura.." Kata Karin.
"Jangan terlalu polos menilai orang, Sakura! Bisa saja dia memang serigala berbulu domba.." lanjut Ino.
"Sudah-sudah, tidak baik berbicara seperti itu tentang orang lain..."
Sakura hanya tersenyum palsu. Dia mengingat jelas bagaimana masa lalunya. Shion terlihat bersikap biasa di antara teman-teman sekelasnya. Bersikap layaknya tidak pernah terjadi apa-apa di anatara dirinya dengan Shion. Yang Sakura ingat dan tak pernah ia lupakan, ia dan Shion adalah sahabat karib saat di Amerika sana. Persahabatan mereka sangat erat sampai semua berubah karena kejadian setahun yang lalu.
Semua tak lagi sama, Sakura paham itu bagaimana itu bisa terjadi. Sesuatu hal menghancurkan persahabatannya dengan Shion. Membuatnya tak berdaya dan hampir kehilangan segalanya. Membuatnya merasa sangat bersalah dan tidak bisa memaafkan dirinya sendiri. Sakura merasa selalu dihantui 'penghianatan' yang dulu pernah ia lakukan.
Jam pulang sekolah. Sakura duduk di kelasnya setelah Ino dkk pamit pulang duluan. Di dalam kelas Sakura duduk sambil menatap Shion dari sudut kelas. Terlihat Shion yang sedang merapikan buku-bukunya.
Sakura mendekati Shion.. "Shion..." Panggilnya pelan. Shion tetap diam tak menghiraukan panggilan Sakura... "Shion..." Panggilnya lagi. Tetap sama, Shion tetap mengabaikannya. Shion justru memasukkan buku-bukunya dengan asal dan beranjak meninggalkan Sakura... Sakura menahan tangan Shion, tapi Shion menghempaskannya... "Sh-Shion...?" Ia hanya bisa terperanjat miris.
"Jangan sok baik padaku!" Kata Shion dingin. Dia bahkan tak sudi menoleh ke arah Sakura.
"Maafkan aku, Shion..." Kata Sakura. Sakura menunduk.
Sungguh, saat ini Shion ingin sekali tertawa terbahak-bahak.. "Hah? Maaf? Setelah semuanya yang sudah terjadi? Jangan bercanda, dasar penghianat!"
"Tidak seperti itu, Shion.. Bukan seperti itu.."
"Setelah berbuat salah, kau terlalu munafik dengan tidak mengakui kesalahanmu. Jika waktu bisa terulang, aku tak ingin bertemu denganmu dan menjadi sahabatmu."
Hatinya terasa teriris perih. Persahabatan yang ia bina dengan Shion itu sudah lama. Banyak kenangan indah yang sudah dilalui. Kenapa Shion bisa mengatakan hal yang menyakitkan seperti itu?... "Shion.. Jangan berbicara seperti itu. Itu sangat menyakitiku... Kumohon, tarik kembali kata-kata itu!"
Shion mencolos.. "Kau.. aku tak mengerti kenapa sampai saat ini kau tak mengerti juga. Yang tersakiti di sini itu adalah AKU! AKU YANG SELALU KAU SAKITI!" Cukup, Shion sudah tak tahan dengan upaya tenang yang berusaha ia tunjukkan. Ia sudah mencoba menahan emosinya, namun kemelut di hatinya memaksanya untuk segera meluapkan... "Berhenti sok kenal baik denganku, penghianat! Aku... aku menyesal pernah memanggilmu sebagai 'sahabatku'..." Shion pergi meninggalkan Sakura.
Sakura mematung di tempat. 'menyesal', kata itu sungguh sangat menyakiti hatinya. Setelah semua yang sudah ia lalui dengan Shion, Shion menganggapnya sebagai penyesalan? Rasanya sangat menyesakkan dada. Bagaimana bisa hal itu keluar dari mulut Shion? Sakura sangat menyayangi Shion. Ia bahkan rela melakukan apa saja demi Shion. Namun kini, Shion berubah. Berubah sangat banyak. sakura sadar kenapa Shion berubah begitu banyaknya. Masa lalu itu memang tidak bisa ia abaikan. Sangat besar hingga dapat merubah segalanya. Ya.. kesalahan di masa lalu itu sepertinya tak dapat Shion maafkan...
"Maafkan aku.. Maafkan aku Shion..." Sakura menangis.
.
.
.
Young, Wild, and Sexy
.
.
.
Sakura duduk sambil menutupi wajahnya di meja. Ia menangis dalam diam. Suara isakkannya diwakili gerak periodik tubunya. Sasuke yang baru saja selesai rapat di OSIS menghampiri Sakura. Ia menyentuh punggung Sakura.
"Hei.. Kau baik-baik saja?" Tanya Sasuke. Ia lalu duduk di samping Sakura.
Sakura menunjukkan wajahnya.. "Sasuke..."
Wajah memucat, air mata mengalir di kedua pipi Sakura. Matanya sangat sembab. Sudah berapa lama Sakura menangis? Jam pulang sekolah sudah berlalu sekitar hampir sejam yang lalu. Sakura menangis selama itu? Karena apa? Ketakutan karena terlalu lama ia tinggal?
Sasuke menyentuh kedua pipi Sakura... "Kau menangis?"
"Sasuke..." Sakura refleks memeluk Sasuke. Sasuke membiarkan Sakura memeluknya.
"Shttt... Tidak apa-apa. Jangan takut! Jangan menangis!" Sasuke mengelus-elus punggung Sakura yang sedang memeluknya. Tubuh Sakura memanas dan gemetaran. Saat ini, Sasuke merasa jika ekspresi yang Sakura tunjukkan adalah ekspesi yang berbeda dari yang sudah ia ketahui. Kali ini, Sakura terlihat merasakan... kesakitan batin yang luar biasa.. ia tidak tahu kenapa itu.. "Aku tidak mengertimu, Sakura. Kau selalu berubah-ubah seperti menjadi orang yang baru. Saat ini, kenapa kau terlihat sangat rapuh? Apa yang sebenarnya sudah terjadi padamu sehingga membuatmu menjadi seperti ini? Kau.. gadis yang sangat misterius. Penuh rahasia. Penuh misteri.. Kemana harga dirimu yang selalu kau tunjukkan padaku?..." Batin Sasuke.
Sasuke lalu berusaha melepaskan pelukkan Sakura. Namun Sakura menolaknya dan justru mengeratkan pelukkannya. Ia bisa merasakan saat Sakura mencengkram seragamnya dengan lebih erat.
"Jangan melihatku saat menangis! Tetaplah seperti ini!... kumohon..." Kata Sakura.
Baru saja diomong, tapi baiklah. Sasuke membiarkannya. Bahkan saat seperti inipun, Sakura masih sok dengan harga dirinya. Semakin membingungkan saja. Tapi ia cukup senang karena Sakura memintanya dengan baik... 'kumohon'... Untuk sementara, Ia akan merelakan dirinya menjadi tempat Sakura bersandar.
"Dua minggu lagi akan ada camping di pegunungan yang akan dipandu oleh OSIS. Semua siswa baru wajib ikut. Ini seperti malam keakraban siswa baru. Kuharap kau bisa mengikutinya karena ini wajib.." Kata Sasuke.
Sakura mengangguk tanda setuju. Sasuke hanya terssenyum tipis. Ia membiarkan dirinya menjadi sandaran Sakura sampai Sakura merasa membaik.
.
.
.
...to be continue...
Weeekkkkkkkkkkkkkkkkk
.
.
.
Yayayaya.. aku juga bingung. Ya gitulah namanya juga chapter ambigu ya jadinya gini deh. Diterimo wae yo, kan jenenge juga proses ke cerita selanjutnya. Yo sabar, mengko kan tekan intine...
Mana lemonya?... plaakkkkkk kagak ada. Hahahah... ano ne, aku emang kasih rated M, tapi aku tidak bisa sefulgar itu. Maksudku.. ano.. etto.. bagaimana ya.. rasanya aku perlu belajar menghayati. Hahah.. apa sih.. authornya sok polos soalnya. Hahahah...
.
.
.
B ye b ye next chapter ya...
