I AM PRINCE
Disclaimer
Naruto © Masashi Kishimoto
Pair
Sasuke × Sakura
Genre
Romance, Humor, Hurt/Comfort
Rated
T
Inspirasi
Terinspirasi dari serial comics karya Aikawa Saki yang judulnya juga sama, tapi Vie rubah dari asli komiknya.
Big Thanks To : Lucy Uchino, Gha mika chiiyamada, Sasusakulovers, haru-no-yuki, Aiko Uchiha, uchiharuno phorepeerr, Sakura Centrik, Cherry SS, Beky, BlueHaruchi Uchiha, Naomi Takara, Narukoko, Ninda Uchiharuno, Hyuuga Kimichi, saku v sasu, SS love, Hakuya Cherry Uchiha Blossom, karikazuka, Karasu Uchiha, Chidori, Ria-Chan, SSL, Cerry Kuchiki, No Name.
.
.
.
Chapter 7
"Dorrr!" sebuah suara yang cukup nyaring itu sukses membuat gadis bersurai merah muda itu terkejut.
"Eh!" Sakura─nama gadis itu sontak membalikkan badannya dan mendapati Sasori yang menatapnya tanpa bersalah sembari tersenyum tipis.
"Ha~h aku pikir siapa? Kau ini mengagetkanku saja Saso-kun!"
"Hmph, aku hanya ingin membuatmu terkejut dan melihat ekspresi wajahmu yang imut ini." Ungkap Sasori jujr sembari mencubit kedua pipi chubby Sakura gemas.
"Hufft, jangan merusak moodku ya? Padahal aku pergi ke sekolah pagi-pagi ingin menenangkan pikiranku." Gerutu Sakura dengan bibir mungilnya yang dimajukan. Setelah mengucapkan itu Sakura melanjutkan jalannya menuju ke kelas.
"Memangnya ada masalah apa?" tanya Sasori sembari mengikuti gadis mungil nan imut itu dari belakang. Padahal baru kemarin ia akrab dengan Sakura, tapi kenapa sekarang malah mengacuhkannya?
Langkah pelan Sakura berhenti sejenak. "Dimasa laluku... ada hubungan apa di antara kita?" tanya Sakura ragu tanpa membalikkan tubuhnya. Mata emerladnya yang indah bergulir ke sana ke mari dengan kedua tangan yang saling bertaut gelisah.
"Kenapa bertanya seperti itu?" tanya SasoRi terkejut. Ia tak menyangka Sakura akan bertanya seperti itu, kalau memang ia sudah mengingat masa lalunya mengapa ia bertanya tentang hubungannya dengan dia? Kenapa tidak Sasuke yang notabenenya cinta matinya─ralat cinta matinya dulu atau masih?
"Ah tidak apa-apa... sekarang itu tidak penting, yang lalu biarlah berlalu hanya saja... ada sesuatu yang mengganjal dipikiranku. Kalau begitu aku ke kelas duluan yah!" membalikkan badan Sakura menampilkan wajah yang ceria namun seperti dipaksakan.
Entah kenapa Sasori yang melihat itu menatap Sakura dengan khawatir, ia takut kalau sampai ia mengingat masa lalunya, bukannya apa-apa hanya saja masa yang dulu dengan sekarang nampaknya Sakura lebih bahagia yang sekarang. Menghela napas panjang Sasori berjalan dengan pelan menuju ruang ekskul judo.
Ckiiiiiiiit
"Hueeee Temeee kau mau membunuhku ya? Hufft, tadi itu kita nyaris saja tertabrak beberapa kendaraan tahu!" pekik Naruto yang menumpang mobil Sasuke, ouh kalian pasti bertanya bagaimana bisa mereka baikan setelah kejadian di ruang ekskul judo itu. Yah walaupun mereka sering bertengkar namun tetap saja tidak bisa memutuskan persahabatan mereka yang terjalin sejak lama itu, walau waktu SMP ia beda sekolah dengan Sasuke.
"Bisakah kau diam Dobe! Telingaku sakit mendengar suara cemprengmu itu," ujar Sasuke dengan menatap Naruto tajam. Tanpa menghiraukan Naruto yang melongo menatapnya Sasuke dengan cepat keluar dari mobil meninggalkan Naruto yang sepertinya masih belum sadar seutuhnya.
Namun saat Sasuke berjalan menuju koridor sekolah yang panjang itu ia berhenti tepat di belokan menuju lift. Ia melihat pemandangan yang sangat menyakitkan, menatap tajam mereka─Sasori dan mantan kekasihnya Sakura mereka terlihat sangat mesra dengan Sasori yang mencubit kedua pipi chubby Sakura, sama persis apa yang selalu ia lakukan dulu saat mereka masih bersama. A~h mengingat tentang masa lalu membuat Sasuke semakin menginginkan Sakura kembali padanya.
Bruk!
Tiba-tiba saja Sasuke dikejutkan dengan seseorang berambut pirang yang menabraknya begitu keras, membuat ia terjatuh dengan tidak elitnya. Sasuke tahu pasti siapa yang menabraknya, dengan tatapan horornya ia mengangkat wajahnya ke atas di mana sahabatnya yang menurut Sasuke suaranya cempreng itu berdiri di depannya sembari menggaruk rambutnya dengan cengengesan.
"Maaf Teme hehehe aku tidak sengaja, habis aku tidak bisa mengeremkan kakiku yang begitu lincah berlari tadi. Ehehehe, a-aku mau k-ke toilet dulu ya? Daaah Temeeee!"
"Awas kau Dobeeeee!" teriakan Sasuke menggema di sepanjang koridor, untungnya di sana masih sepi karena memang Sasuke pergi sekolah tadi kepagian.
.
.
.
Teng teng teng teng teng
Bel sekolah yang menandakan waktunya murid-murid pulang itu membuat para murid bersorak senang.
"Ino!" panggil Sakura pada sahabatnya yang sudah beberapa hari ini memusuhinya. Dengan langkah cepat Sakura menghampiri Ino yang masih membereskan peralatan sekolahnya yang berserakan di meja.
"Hn, kukira kau tidak ingat denganku." ujar Ino cuek tanpa menatap Sakura yang sekarang menarik kursi ke depan bangku Ino, lalu ia duduk dengan tegang di sana.
"Aku mohon jangan musuhi aku seperti ini Ino, a-aku bahkan tidak tahu apa salahku. t-tapi jika aku punya salah padamu aku minta maaf! Jadi... mari kita bersama lagi, menjalin persahabatan tanpa adanya dendam di antara kita."
Ino menataap wajah Sakura yang menunduk, "Baiklah, tapi kau harus berjanji!"
Mendongakkan kepalanya Sakura menatap Ino dengan tersenyum manis, "Iya, janji apa itu?"
"Berjanji akan selalu menceritakan jika kau mempunyai masalah. "
Sakura dengan semangat menganggukkan kepalanya, ia sangat beruntung mempunyai sahabat seperti Ino. Mungkin ini memang salahnya, karena Sakura cukup tahu dengan sifat sahabatnya ini. Dulu juga pernah seperti ini, itu karena Sakura tak mau bercerita pada Ino dan akhirnya Ino lah yang menjauh.
"Tapi... hari ini aku tidak bisa pulang bersamamu," ujar Sakura sedih.
Melihat itu Ino pun tersenyum tipis, "Tidak apa-apa, lagi pula sepulang sekolah aku mau ke rumah Sai."
"Eh? Kau sudah pacaran dengannya?" tanya Sakura terkejut sembari mengerlingkan matanya menggoda Ino yang merona merah.
"Tidak! Aku ke rumah Sai karena ada pesan dari Tou-san untuknya..." sahut Ino dengan cepat, namun tak dapat dipungkiri jika ia memang menyimpan perasaan untuk Sai.
"Oh begitu, ya sudah aku ke ruang ekskul judo dulu yah?" pamit Sakura pada sahabatnya.
Ino menganggukkan kepalanya, lalu beranjak keluar dari kelas.
.
.
.
Di ruangan yang sangat luas itu tampak Naruto yang sibuk dengan dokumen-dokumen tentang biodata lawannya nanti.
"Hmm, dari Korea ya? Lawan yang sangat tangguh." gumam Naruto sembari menatap foto-foto yang terterah pada lembaran-lembaran yang dipegangnya dengan serius.
Puk
Sebuah tepukan pada pundaknya itu sontak membuat Naruto terkejut.
"Apa yang kau lihat? Serius sekali." ujar Sasori santai sembari pemanasan untuk latihan judo nanti.
"Lawan kita tahun ini sangat tangguh-tangguh, aku jadi pesimis kalau nanti kita tidak akan sampai─minimal ke semi final."
Seketika gerekan Sasori pun berhenti, "Eh? Sebegitu tangguhnya 'kah?" tanya Sasori sembari melanjutkan gerakan meregangkan otot-ototnya.
"Yah, berbeda dengan tahun lalu. Ah~ tapi tidak apa-apa, kita 'kan masih punya Teme!"
"Jangan panggil aku Teme saat latihan Judo Dobe." sahut Sasuke yang baru masuk ruangan dengan tatapan dinginnya.
Naruto yang merasakan aura horor dari Sasuke pun hanya tertawa kaku.
Tap Tap Tap
"Emh~ maaf, apa aku terlambat?" tanya Sakura yang baru datang sembari membungkukkan badannya sebentar..
"Kau datang tepat waktu Sakura-chan, hehehe." Jawab Naruto terkekeh dengan berjalan mendekati Sakura lalu merangkulnya.
Sontak saja Sasori langsung melepaskan rangkulan Naruto yang terbilang erat itu. Sedangkan Sasuke memandang Naruto dengan tatapan mematikan.
.
.
.
"Ternyata jadi manager susah juga," keluh Sakura pada Sasori yang membantunya merapikan ruangan bekas latihan judo.
Sasori hanya tersenyum tipis melihat Sakura yang cemberut namun tampak semakin imut dan cantik.
Yah, Sasori akui memang pekerjaan Sakura tadi sangat banyak. Apa lagi teman-temannya banyak yang menjahili Sakura, sementara Sasuke lebih parah lagi. Setiap jam, menit, detik selalu saja menyuruh Sakura yang aneh-aneh. Bahkan menyuruh Sakura untuk mengambilkan handuk kecilnya yang berada pada jarak dua jengkal jari! Dan jadilah teman-teman judonya memberi julukan Anggel pada Sakura yang selalu menolong Sasuke tanpa penolakan sama sekali.
Puk
"Eh?" Sasori menepuk kepala Sakura lembut sembari tersenyum manis.
"Kau sudah bekerja keras hari ini, kuharap kau masih mau menjadi manager kami."
"Hehehe, tentu saja Sasori-kun!" lain di mulut lain di hati. Sebenarnya Sakura merasa galau yang teramat, ia takut jika Gaara mengetahui kalau ia dekat-dekat judo─bahkan menjadi manager judo maka Gaara akan marah besar padanya.
.
.
.
TBC
