selamat membaca~


Chapter sebelumnya:

Aku memang sudah menyadarinya hari ini. Tidak, aku sudah menyadarinya sejak kemarin. Sejak pertama kali bertemu dengan dia, aku memang sudah merasakan hal yang aneh dari diri ku. Aku terus mengingatkan diriku bahwa itu bukan apa-apa, sampai akhirnya aku tidak ingin lagi membohongi diriku sendiri bahwa...

Aku sudah jatuh cinta dengan dia. Aku sudah jatuh cinta dengan Lucy heartfilia.


Setelah aku dan Natsu sudah puas melihat-lihat pemandangan di kebun teh, kami pun akhirnya pulang.

Dalam perjalanan pulang aku memeluk pinggang Natsu dengan erat, entah kenapa saat aku memeluk Natsu aku merasakan kehangatan menjalari tubuhku, dan itu membuatku benar-benar rileks.


Akhirnya aku sudah sampai di rumah. Aku memberikan helm yang tadi aku pakai pada Natsu.

"makasih ya Natsu, udah nganterin aku pulang" kataku sambil menyerahkan helm Natsu.

"kan aku yang ajak kamu pergi, jadi udah seharusnya aku nganterin kamu pulang" ucap Natsu

"di rumah jangan lupa belajar ya Natsu" kataku, mengingatkan Natsu.

"iya,iya" jawab Natsu dengan malas.

Kami bertatap-tatapan selama beberapa detik, Natsu benar-benar mengunci matanya dengan mataku. Sejujurnya aku sangat nervous sekarang tapi gak tahu mau ngapain.

Tiba-tiba saja Natsu menempelkan bibirnya di bibirku, aku terbelak kaget. Ini bukan ciuman, ini lebih seperti kecupan.

Lalu Natsu melepaskan bibirnya dan menatapku.

"aku bakal belajar kok tenang aja, aku juga pingin naik kelas supaya aku bisa sekelas lagi sama kamu" ucap Natsu sambil tersenyum, lalu menyalakan motornya dan bersiap untuk pergi.

"dadah Luce" kata Natsu, lalu pergi dengan motornya meninggalkan aku yang masih terkejut karna kecupan-nya tadi.


NATSU POV

'TIDAKKKK!' teriak ku dalam hati.

'aku memang benar-benar bodoh, kenapa tadi aku tiba-tiba cium Luce, kalau misalnya Luce gak mau ngomong sama aku lagi nanti gimana!' batinku.

Aku benar-benar kesal dengan diriku sendiri, Luce pasti sebel banget sama aku karna cium dia tiba-tiba kayak gitu.

Tadi Luce juga kelihatan kaget banget, tapi aku juga gak bisa nahan diri aku, karna setiap aku melihat Luce kayak tadi, aku pasti langsung deg-deg an.

Disaat aku sedang memaki-maki diriku sendiri sambil mengendarai motorku yang aku kendarai dengan kecepatan di luar batas, aku merasakan sesuatu di kantung celana ku bergetar

'siapa sih yang nelpon?' gerutuku dalam hati.

"halo" ucapku

"oi, flame-head, besok kita masuk kelas saja ya, jangan membolos, Gray juga sudah setuju kok"

Ternyata Gajeel yang menelpon ku. "oke, gua juga gak mau bolos kok" jawabku.

"oke"

Lalu aku memutuskan sambungan telpon ku dan hanya fokus pada jalan yang ada di depanku.

END OF NATSU POV


-Di kediaman Heartfilia-

Aku memandingi diriku sendiri di depan kaca meja rias ku. Mataku tertuju pada bibirku, lalu aku menyentuh bibirku. 'hangat' batinku.

'walaupun tadi itu hanya sebuah kecupan, tapi aku merasakan kehangatan di bibirku' kataku dalam hati, masih sambil meyentuh bibirku.


-Pagi hari di sekolah-

Aku menatap kebun sekolah ku dari jendela kelas. Sekolah masih sepi karna memang aku datang pagi sekali.

Setiap pagi, pasti aku akan melihat kebun sekolah ku dari jendela, mataku selalu tertuju pada bunga Aster yang berwarna merah muda yang ada di pekarangan sekolah, aku suka sekali bunga Aster, menurutku mereka sangat indah.

Lalu aku melihat ke arah bunga amaranthus yang terletak di samping bunga aster.

"Aster dan Amaranthus, sepertinya cocok juga" gumanku.

"aku juga merasa mereka cocok" aku mendengar suara dari belakangku dan langsung terlunjak kaget.

aku melihat Natsu di belakang, ternyata dia yang tadi bicara. Diam-diam aku merasa bersyukur karna bukan orang asing yang ada di belakangku.

"aku suka bunga Amaranthus, kalau kamu suka bunga Aster ya Luce?" tanya Natsu sambil menatap ku.

"ya begitulah" jawabku sambil menenangkan diriku sendiri yang tadi berhasil dibuat kaget oleh Natsu.

"sepertinya kau suka sekali datang pagi" ucap Natsu sambil berjalan menuju tempat duduknya yang berada di belakangku.

"aku merasa tenang kalau datang pagi-pagi, kau sendiri kenapa datang pagi-pagi?" tanyaku balik.

"karna aku tahu kau akan datang pagi" jawab Natsu dengan memelankan suaranya, tapi aku masih bisa mendengarnya.

"akhir-akhir ini sikap mu aneh Natsu" sahut ku.

Natsu hanya diam saja menanggapi ucapan ku, lalu beberapa detik kemudian dia tidur di mejanya, sama sekali tidak menanggapi ucapanku tadi.


-istirahat-

"akhir-akhir ini Gray-san jadi aneh deh" ucap Juvia sambil memakan pudding buatanya sendiri.

"memangnya dia kenapa Juvia?" tanya Erza.

"akhir-akhir ini Gray-san sering datang ke toko Juvia" jawab Juvia.

"memangnya kau tidak suka, kalau Gray datang ke toko mu?" tanya Levy.

"tidak apa-apa sih, jika Gray-san datang, tapi masalahnya Gray-san bukan datang 1 atau 2 kali, tapi setiap hari" sahut Juvia.

"mungkin Gray menyukai mu Juvia" kataku.

Mendengar ucapan ku itu, mereka bertiga langsung terdiam.

"itu tidak mungkin Lu-chan, mustahil" ucap Levy.

"ya Levy benar, orang seperti mereka pasti hanya memikirkan main-main saja" sahut Erza menambahkan.

"Gray-san tidak mungkin menyukai orang seperti Juvia, Juvia kan biasa saja, sedangkan Gray-san dari keluarga yang kaya dan tampan" jawab Juvia dengan raut muka sedih.

"jangan sepeti itu Juvia, kau ini kan cantik dan manis" ucapku,

Lalu Erza dan Levy pun mengangguk, tanda bahwa mereka setuju dengan pendapat ku.

"Lu-chan benar Juvia, kau adalah orang paling cantik dan mandiri yang pernah aku temui" ucap Levy sambil tersenyum.

"aku setuju 1000%" kata Erza dengan semangat.

Lalu kami ber- empat pun tertawa-tawa bersama, mencoba membantu Juvia untuk menghilangkan kegelisahannya.


REVIEWS~