Disclaimer : demi apapun, naruto bukan punya saya, punya masashi sensei, aku hanya pinjam saja.
.
.
Trouble maker 2
.
(Hati hati typo, tulisan mendadak hilang, OOC, AU dan lain-lain. Udh usahain sebagus mungkin)
.
Trouble maker2 by author03
Uzumaki Naruto x Hinata Hyuga.
Romance\Drama
.
.
.
Please.. Dont like dont read.. Thanks.
.
.
Chapter 7
.
.
.
.
22.44
"Hinata! Hinata!" panggil sekelompok orang yang berisi lima enam orang. Mereka yang masih menelusuri hutan dengan senter ditangan masing-masing, tak lupa memberi tanda pada batang pohon agar mereka tahu jalan kembali ke tempat camping.
.
.
"Hinata! Dimana kamu?!"
"Hinata?!"
.
.
.
"Hinata?! Kita sudah lama mencari. Dimana dia? Apa jangan-jangan dia masuk lebih dalam ke hutan?" tanya Yamato pada keempat muridnya.
"Sensei. Apa sebaiknya kita masuk lebih dalam lagi?" tanya salah satu murid setelah ia menggores batang salah satu pohon didekatnya.
"Iya."
.
.
.
.
.
"Hm? Dimana semua orang apakah mereka pergi bermain dihutan?" tanya seorang gadis berambut merah yang baru saja memasuki tendanya yang diekori oleh seorang gadis berambut cepol.
"Biarkan saja. Aku sangat lelah. Aku ingin beristirahat." jawab gadis cepol lelah sambil merobohkan dirinya ke belakang.
"Iya. Lagipula tugas kita sudah selesai."
.
"Dimana mereka? Perasaan tadi mereka kesini?" seorang gadis bersurai indigo yang terus melirik kesana-kemari.
"Ah.. Masa bodoh. Aku akan mencari mereka besok." ucapnya kesal sambil menarik resleting tenda ke atas.
Srrtt.. Ia yang kembali menarik turun resleting tenda tadi.
"Naruto? Kau sudah tidur?" tanyanya ketika ia melihat Naruto terbaring dengan satu tangannya yang menutup matanya.
Gadis bersurai indigo itu yang langsung berbaring ke sebelah Naruto dan memeluknya.
"Kau kemana. Hinata?" hanya Naruto ketika ke membalikkan badannya, menghadap Hinata dan memeluknya.
"Semua orang pergi mencarimu karena kau menghilang." sambung Naruto tanpa membuka matanya yang membuat Hinata mendonggakan kepalanya, menatap wajah Naruto.
"Ah.. Tadi aku melihat hantu, jadi aku mengejarnya. Tapi.. Apakah aku perlu mencari mereka? Bagaimana jika mereka tersesat?" tanya Hinata khawatir.
"Biarkan saja." jawab Naruto tak perduli. Ia sudah mengingatkan tapi mereka tak percaya. So. Whatever.
"Lalu? Mengapa kau tak mencariku? Apakah kau tak perduli jika aku hilang?" tanya Hinata cemberut yang membuat Naruto membuka matanya dan menatap mata Hinata.
"Karena aku percaya padamu. Kau sudah berjanji tak akan menghilang bukan?" jawab Naruto yang membuat Hinata tersenyum malu.
"Selamat malam Naruto." Hinata yang langsung mengecup singkat bibir Naruto dan menundukkan kepalanya serta mempererat pelukannya.
"Selamat malam."
.
.
.
.
.
08.33
"Kyaaahhhh! Sensei! Sensei! Tsunade-sama! Aku menemukan Hinata!" teriak seorang gadis panik ketika ia membuka resleting tenda Naruto dan melihat Hinata yang tertidur pulas dengan memeluk Naruto.
Semua manusia yang baru kembali dari hutan pun berlari menuju tenda Hinata.
"Ada apa. Tenten, Toneri?" tanya seorang gadis bersurai merah pada Tenten dan Toneri yang terlihat terkejut karena teriakan tadi.
"Sebaiknya kita lihat saja." jawab Toneri yang langsung beranjak pergi.
?
"Hmm?" Hinata yang mulai menggeliat kerena merasa teramati oleh banyak pasang mata.
Matanya yang megintip sekilas sekumpulan orang di luar tendanya yang sedang melihatnya entah tatapan apa itu. But Hinata tak perduli. Ia yang kembali memejamkan matanya dan hendak tertidur.
"Ada apa ini?" tanya Toneri aneh pada sekumpulan manusia didepan tenda Naruto dan Hinata. Apa yang aneh dengan Hinata sedang tertidur disana?
"Dia menghilang semalam. Jadi kami mencarinya tapi tak ketemu. Kami baru saja pulang dan dia sudah tertidur disini." jawab seorang lelaki entah kesal atau lega. Entahlah. Ia merasa usahanya mencari Hinata satu malam sia-sia.
"Hei! Aku sudah bilang padamu. Aku kesana sebentar. Kau saja yang meninggalkanku dan heboh mengatakan aku hilang. Dan semalam aku mengikuti hantu kesini." jawab Hinata sinis ketika ia merasa tersalahkan, ia yang kemudian tertidur lagi. Ia sangat ngantuk.!
"Ohh.. Hantu." jawab Karin mengerti.
"Jadi begini ceritanya."
.
.
Flashback..
Karin, Toneri dan Tenten yang perlahan mengikuti Hinata yang melangkah kehutan bersama seorang lelaki, tujuan mereka ke air terjun disana.
"Apa kau yakin dengan ini Karin?" tanya Toneri risih dengan pakaiannya yang seperti kuntilanak, keadaan tak jauh dengan Tenten dan juga Karin.
"Iya. Jika dia pergi, kita tinggal memancingnya pulang. Dia akan mengikuti kita karena dia memang begitu." jawab Karin yakin. Kini mereka yang bersembunyi di semak-semak disamping batu-batu air terjun. Mereka melihat jelas Hinata yang sedang melirik kesana kesini dan lelaki tadi yang sedang mencuci mukanya.
"Hei! Aku kesana sebentar. Disana terlihat gelap dan mengerikan." Ucap Hinata pada temannya yang masih mencuci wajahnya itu.
Toneri dan kedua temannya yang semakin menyembunyikan tubuh mereka ketika Hinata berjalan melewati semak-semak tempat mereka bersembunyi.
"Dia mau kemana?" bisik Tenten pada Karin ketika mereka melihat Hinata melangkah semakin memasuki hutan.
?
"Eh? Dimana lelaki tadi?" tanya Toneri ketika ia tak lagi melihat lelaki tadi.
"Sepertinya Hinata ingin pergi lagi. Sebaiknya kita pancing dia kembali ke tenda." bisik Karin ketika gerak-gerik Hinata terlihat mencurigakan.
"Baiklah."
.
Cczzt.. Ctt.. Semak-semak yang tiba-tiba berbunyi yang membuat Hinata menatapnya bingung.
"Hei! Apa itu?! Hantu?!" tanya Hinata berminat ketika ia melihat tiga makhluk seperti kuntilanak muncul dari semak-semak tadi.
"Hei! Kemeri! Kemari!" panggil Hinata dengan senyum bahagianya sambil mengejar tiga makhluk tadi tapi mereka terus saja berlari. Ia penasaran apakah hantu itu jelek atau cantik.
.
.
Flashback end..
.
"Yah. Itu yang terjadi. Kami berlari berkeliling dan kembali dari sisi hutan." Karin mengakhiri ceritanya.
"Oh.. Itu alasannya mengapa kita tak berjumpa waktu kami semua pergi mencari kedalam hutan. Ternyata kalian memancingnya berkeliling dan datang kesini lewat sisi hutan." jawab seorang lelaki mengerti.
"Iya! Aku baru ingat. Hinata mengatakan ia ingin kesana sebentar kerena disana terlihat mengerikan.. Hehe.. Aku kira dia menghilang karena kalian mengatakan dia suka menghilang jadi aku langsung panik." sela lelaki yang bersama Hinata semalam sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Hehe.. Mengapa kalian menatapku seperti itu?" tanyanya mulai takut dengan tatapan teman-temannya.
"Kau! Kau membuat kami tak tidur semalam!" marah seorang gadis sambil mencekik temannya itu. Lelaki brengsek!
"Sudah kukatakan. Kalian saja tak percaya padaku." Naruto yang tiba-tiba bersuara yang membuat semua orang menatapnya.
"Dan kalian bertiga. Berharaplah Hinata tak tahu jika kalian adalah hantu yang ia kejar semalam." sambung nya tak perduli yang membuat Karin, Tenten dan Toneri bergidik ngeri. Mereka akan berakhir di jurang jika ketahuan.
"Sekarang pergilah. Kalian menggangu tidur kami." Naruto yang kembali mempererat pelukannya pada Hinata dan berniat untuk tertidur lagi, membiarkan semua mata yang menatap nya, entahlah, mereka tak kesal melainkan kagum. Naruto terlihat sangat keren.
.
.
.
.
.
19.40
Langit yang sudah gelap.
Semua manusia di sekeliling api unggun yang baru saja selesai makan. Dan seorang gadis yang baru selesai menyanyikan sebuah lagu yang membuat semua orang berteriak dan bertepuk tangan.
"Nah.. Ini aku ada sebuah cerita menarik. Karin, Kau pasti belum tahu cerita ini. Ini tentang Hinata, Naruto dan pasangan model terkenal dari America." ucap seorang lelaki bangga ketika ia mengingat kejadian dimana pertama kali mereka menduduki kelas tiga.
"Apa? Apa?" tanya Karin penasaran.
"Mereka dijuluki King and Queen of couple. Ceritanya dimulai dari mereka memasuki Sma Konoha. Kau tahu mereka ini adalah sepasang kekasih yang selalu berhasil mengalahkan semua pasangan di manapun, mereka berdua disini karena merasa tertantang dengan coment-coment di sosmed mereka yang terus bercerita dengan NaruHina. Jadi tujuan mereka adalah membuktikan jika mereka pasangan terbaik yang pernah ada." jelasnya yang semakin menarik perhatian Karin. Sedangkan Naruto dan Hinata yang terlihat tak perduli.
"Ceritanya dimulai dari..."
.
.
.
.
Flashback...
.
.
.
"Kyyaaahhhh! Mereka disini! Cepat! Lihatlah! Mereka sungguhan datang!" teriak seorang gadis frustasi didekat gerbang Sma Konoha yang terus memancing satu persatu murid.
"Gila! Dia cantik sekali! Lelaki nya juga sangat tampan! Kyyaahhhh!" teriak seorang gadis frustasi ketika dia mengamati sepasang manusia yang telah berdiri di pagar yang terbuka lebar. Gadis berbadan seksi, lihatlah seragam sekolahnya. Kemeja putih dengan tiga kancing yang terbuka dari atas, menampakkan sedikit belahan dadanya dan rok nya yang pendek, menampilkan jejang kakinya yang indah. Sedangkan lelaki itu badannya yang terbungkus seragam, terlihat sangat sempurna. Tiga kancing kemejanya yang terbuka dari atas. Wajahnya astaga. Mereka adalah king and queen of couple. Selalu tampil di tv dengan tema couple dan selalu mengalahkan semua pasangan. Mereka juga seorang model yang juga berkaitan dengan kata couple.
"Mereka adalah Conan dan pain!( bayangkanlah secantik dan seseksi mungkin)"
"Kyaaaahhh!" murid-murid yang semakin berteriak frustasi ketika kedua pasangan itu melangkah ingin masuk kedalam tapi segerombolan murid-murid sama sekali tak membuka jalan untuk mereka.
"Excuse me." ucap Conan lembut dan terdengar sangat menggoda yang membuat para lelaki semakin histeris.
...
"Ehem.!" suara batuk dari belakang yang membuat semua manusia-manusia penghalang jalan langsung terbelah dan membuat Conan dan Pain membalikkan badan mereka. Menatap siapa yang berhasil membuat manusia ini terbelah hanya dengan satu kali batukkan?
Dia adalah Hinata dan Naruto disebelahnya.
Hinata dan Naruto yang langsung melangkah masuk. Membiarkan semua mata tertuju pada mereka. Hari ini aura mereka berdua sangat aneh. Seolah terasa sangat dingin, marah tapi sangat menarik hati.
"Ini sekolah bukan klub." ucap Hinata sinis pada Conan yang kemudian melangkah pergi. Seketika saja semua murid yang tadi berteriak Histeris langsung mengekori Hinata dan Naruto.
"What? What she just said?" tanya Conan tak mengerti.
"This is school not club." Pain menerjemahkan. Ia sedikit mengerti tentang bahasa yang orang jepang gunakan.
"Oh.. Dont mind it. We just have to solved we,re work." jawab Conan mengabaikan.
"I know."
.
.
.
.
09.39
Semua murid kelas 3-1 yang baru saja mendapatkan bangku masing-masing, dengan wali kelas baru yang bernama Yamato dan beberapa penjelasan.
"Sensei, ada murid baru yang berpakaian tak sopan serta tatto ditangannya." ucap Hinata tak perduli yang membuat Yamato menatap kesana-kemari. Meskipun Hinata nakal, ia masih tahu sopan santun dalam berpenampilan disekolah. Cih..
Mata Yamato yang terfokus pada seorang gadis di bangku pojokan dibelakang.
"Conan. fix your shirt." perintah Yamato yang langsung dituruti Conan. Hanya baju. Tak masalah.
"Remove your tatto to." perintah Yamato ketika ia melihat tatto kecil berbentuk hati di jari telujuk Conan saat Conan sedang mengancing kemejanya.
"Oh.. Sir? This not problem in America school." protes Conan tak terima. Ini adalah tatto kesayangannya.
"Bitch please. This is Jepang, not America." sela Hinata tanpa mengalihkan pandangannya dari papan tulis. Ia yang terduduk disebelah Conan yang dipisahkan oleh satu bangku.
"Watch your mouth." ucap Conan seolah mengancam. Darahnya sangat cepat naik.
"Then watch your behavior(perilaku)." jawab Hinata tak perduli yang membuat Conan menahan amarahnya. Gadis ini ingin mencari masalah.
"Enough Conan. Dont maka a problem." bisik Pain yang terduduk di sebelah Conan. Jika Conan membuat masalah, mereka akan berakhir buruk diberita. Tapi bagaimanapun gadis ini terlihat sangat berbeda dari gadis-gadis lain yang pernah ia temui. Mengapa rasanya jika membuat tanding dengan gadis ini akan berakhir buruk untuknya?
.
.
.
.
.
10.34
Jam istirahat.
"What?" tanya Hinata malas ketika jalannya dihalang oleh murid baru yang apa? Katanya Queen? Menjijikan!
"Oh.. I,am sorry for the incident earlier." ucap Conan menyesal.
"I dont care." jawab Hinata tak perduli.
"Ah.. I,am Quuen. Nice to meet you. Uhm.. I hear you is the best student in here?" Conan memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan satu tangannya ke arah Hinata.
Hinata yang hanya menatap sinis secara bergantian wajah Conan dan tangannya yang terulur. Dia sengaja memperkenalkan diri sebagai Queen agar Hinata tahu siapa dirinya. Tapi sayangnya Hinata tak perduli meskipun ia tahu.
"Here.. You're Conan." jawab Hinata malas yang membuat Conan kembali menarik tangannya.
"Ah.. I know. But many people call me Queen." ucapnya sombong.
"Did you hear any students here call you queen?" tanya Hinata yang membuat Conan terdiam sejenak. Sejak tadi rasanya tak ada yang memanggilnya ratu?
"No.. Because in here. You're nothing." sambung Hinata yang langsung melangkah pergi.
"What the..?!" Conan yang membalikkan badannya dan menatap punggung Hinata yang terus menjauh. Gadis itu sungguh..
.
.
Hinata yang melahap sesendok kuah ramen yang disodorkan Naruto yang terduduk dihadapannya. Kini mereka terduduk di kantin dengan Toneri, Karin, Sasori dan Tenten terduduk di bangku panjang yang sama.
"Hinata, Tsunade akan marah jika kau membuat mereka keluar dari sekolah ini." ucap Toneri mengingatkan.
"Aku tak perduli. Lagipula tujuan mereka kesini hanya untuk menjatuhkan aku dan Naruto." jawab Hinata tak perduli, tapi ini adalah menurut gosip-gosip yang ia dengar barusan. mengapa mereka dijuluki King and Queen of couple? Itu karena mereka selalu bertanding disebuah acara yang menunjukan siapa pasangan terbaik dengan cara menjatuhkan sepasang kekasih yang menjadi lawan mereka.
"Oh.. Hey.. We meet again." sapa Conan dengan senyum manisnya pada Hinata, Conan dan Pain yang menghentikan langkah mereka di samping meja Hinata dan Naruto.
Hinata yang melahap segarfu mie ramen yang disodorkan Naruto yang kemudian menatap Conan.
"I dont care." jawab Hinata malas sambil menopang pipinya dengan satu tangannya sambil terus menatap Conan.
Conan yang membungkukkan badannya dengan kedua telapak tangan di pinggir meja yang menahan badannya. "stop being arrogant if not, you will be sorry(menyesal)." bisiknya mengancam dengan wajah berjarak satu jengkal dari wajah Hinata. Ia sudah terpancing dengan Hinata.
"I never be sorry." jawab Hinata dengan tatapan menantang. Membuat manusia ini kesal sangat menyenangkan.
"You wanna try?" tantang Conan dengan satu tangannya yang mencengkram kerah baju Hinata dan sedikit menariknya kedepan.
"keep your hands away from me if you do not want me to kick your ass." ancam Hinata dingin ketika ia menarik kerah baju Conan dengan satu tangannya yang berhasil membuat badan Conan tertarik maju.
"You meet a wrong enemy, Conan." sela Toneri bangga sambil menggelengkan kepalanya dan menatap Conan. Ia tak akan happy ending jika melawan Hinata.
"So, tell me. What you want to try? Let me guess. You want fight a couple photo?" tanya Hinata ketika Conan melepaskan cengkeram nya dikerah baju Hinata begitu juga dengan Hinata.
"Sexy and cute couple photo." tantang Conan yang membuat Hinata tersenyum entah lucu atau mengejek begitu juga dengan Toneri yang mendengarnya.
"Let me tell you. You will be really sorry to fight this with her." ucap Toneri mengingatkan, yang membuat Conan menatapnya kesal, ia merasa di rendahkan.
"She will be sorry, not me" jawab Conan yakin sambil menunjuk wajah Hinata.
"It okay if you dont believe me." ucap Toneri tak perduli sambil mengalihkan pandangannya. Dia akan menyesal.
"One weeks. Give me that photo in one weeks." ucap Conan pada Hinata yang masih menatapnya.
"I can give you that photo in one day. Oh.. I forget. You're photo cant ready in one day because you need to edit it. Ups.." ucap Hinata mengejek yang cukup membuat Conan semakin menahan amarahnya.
"Two days, give me in to days." jawab Conan yang langsung melangkah pergi menjauhi kantin yang langsung diikuti oleh Pain.
.
...
"Bwuahahahahahahah..! Astaga! Dia gila! Hahahaha."
"Dia menantang Hinata dengan foto bertema seksi dan imut? Bwuhahaha.."
"Hahaha.. Aduh perutku. Haha.. Akhirnya aku bisa tertawa juga."
"Hahahaha." tawa sekumpulan lelaki dimeja sebelah Hinata yang langsung pecah ketika Conan dan Pain menghilang dari mata mereka. Mereka yang sedari tadi menguping pembicaraan Hinata dan Conan.
"Dia hahaha menantang Hinata foto bertema cute dan seksi..? Hahaha." tawa yang terus saja pecah ketika mereka terus mengingat tantangan Conan tadi.
"Dia akan sangat menyesal. Hahaha. Hinata yang tersenyum saja sudah sangat manis apalagi bergaya dan berdandan didepan kamera. Aduh perutku."
"Ternyata kesialan sedang berpihak padanya. Hahaha." ucap seorang lelaki disela tawanya yang membuat teman-teman sebangkunya ikut tertawa. Gila, Gadis itu sial sekali karena bertemu dengan Hinata. Meskipun ia adalah model, Ia tetap hanyalah seorang model yang hanya sedikit berfoto didepan kamera dengan sedikit gaya dan queen apaan itu? dia tetap saja bodoh jika menantang Hinata dengan tantangan cute dan seksi. Hinata.. Dia Hinata! Dia tak pernah kalah apalagi yang beginian.
"Hinata, aku setuju. Dia sial menantangmu begitu." Toneri yang terus menahan tawanya agar tak keluar.
"Karin, temanmu keren sekali." ucap Sasori bangga.
"Hinata? Apakah kau tak terlalu kejan padanya?" tanya Tenten pelan yang membuat Hinata menatapnya sambil terus berpikir. Apakah ia terlalu kejam?
"Kau benar. Mengapa tak sekalian saja aku membuat karirnya berakhir daripada hanya membuatnya malu." ucap Hinata yang membuat Tenten menutup kembali mulutnya. Bukan itu yang ia maksud.
.
.
.
.
.
.
Matahari yang kembali meninggi. Hari ini hari minggu. Jam telah menunjuk pada pukul 13.22 tapi aktifitas di ruangan ini masih saja belum berakhir sejak jam sepuluh pagi tadi.
"No! I want a perfect photo! Look. My eyes dont look good!" marah Conan pada photografer dan beberapa pemegang penerang yang terarah padanya. Ia yang menyuruh semua pekerjanya datang ke jepang semalam hanya untuk mengambil foto couple yang sempurna bertema seksi dan cute.
Ini adalah Kisame. Sang pengambil foto tanpa henti sejak beberapa jam lalu. Ia bekerja pada Conan sejak awal Conan memulai karirnya dua tahun lalu tapi baru kali ini Conan sangat cerewet soal fotonya.
"Let take again." jawab Kisame pasrah. Conan mengatakan ini adalah pertandingan besar jadi ia harus memiliki satu foto yang sempurna tanpa cela.
.
.
.
.
Sementara di rumah Naruto. Hmm.. Mereka hanya menyuruh Toneri untuk menjadi photographer dan Karin, Tenten, Sasori untuk membantu.
Klik.
"Sudah?" tanya Hinata tak perduli sambil beranjak dari tempatnya.
"Ini lihatlah." Toneri menyodorkan selembar foto hasil jepretan Karin dari camera harga selangit milik Naruto yang baru diprint.
"Aku malas. Lihatlah." Hinata yang langsung membaringkan dirinya ke sofa panjang yang terletak tak jauh darinya. Ia malas sekali. Hanya untuk satu foto, ia harus berdandan. Padahalkan ini hari tidur..
"Aa~!" belum sempat Toneri berkomentar Naruto langsung merebut foto tadi dari tangannya.
"Tanganku bergetar. Jantungku berdebar kencang." Ucap Toneri tak percaya ketika ia menatap Hinata yang sudah memejamkan matanya. Penerangan yang sempurna dan wallpaper yang sempurna membuat foto itu terasa sangat sangat omg! Dan ditambah Hinata dan Naruto. Mereka berdua terlihat sangat sempurna hanya dengan satu kali jepretan. Sejujurnya, semua ini diatur oleh Hinata. Tugas Toneri hanya melihat saja dan Karin mefoto serta Sasori dan Tenten mengarahkan penerang. Hinata memang alih. Gila. Jika saja dia menjadi seorang fotografer. Ia akan sangat sukses.
"Karin. Besok, tolong berikan ini pada Conan." pinta Naruto sambil menyodorkan selembar foto tadi pada Karin yang baru menghampirinya.
"Dengan senang hati."
.
.
.
.
.
.
.
07.43
Matahari yang kembali meninggi. Sekolah sma Konoha yang mulai dipenuhi manusia-manusia berseragam.
"Conan! Conan!" panggil Karin sambil berlari menghampiri Conan dan Pain yang baru saja memasuki gerbang sekolah.
"This. Hinata told me to give it to you." Conan yang langsung menerima selembar foto yang disodorkan Karin.
"What? She so scared to give it her self?" ucap Conan mengejek tapi mata dan mulutnya yang langsung terbuka lebar ketika ke melihat foto yang diberikan Karin tadi.
"This is she scared for(inilah yang dia takuti)." jawab Karin sinis ketika ia melihat wajah syok Conan. Ia yang langsung membalikkan badannya dan melangkah pergi.
"Oh my gosh!" tiba-tiba saja Conan merasa ia adalah seorang amatir yang sedang menantang seorang alih.
Tak mungkin Conan membatalkan pertandingan ini. Harga dirinya akan jatuh dan juga ia telah menyebarkan pertandingan ini di semua media sosialnya. Jadi sangat tak mungkin ia membatalkan pertandingan ini tapi foto ini sangat sempurna.
"Dont afraid. Our fans must choose us dosent metter how much perfect that photo. They never got a chance to win." Ucap Pain menyemangati.
.
.
.
.
13.35
Kedua foto Naruto, Hinata dan Conan, Pain telah disebar di instagram Conan beberapa jam lalu dengan caption, 'challenge : cute and sexy couple photo. choose the ones you think good.' hanya Conan yang menyebarkan foto itu supaya tak ada alasan jika dia kalah.
Tak ada satupun manusia disekolah ini yang mengecek foto itu sampai sekarang setelah mereka memilih dan seharusnya semua murid sudah bubar beberapa menit lalu tapi mereka malah berkumpul dikelas Hinata karena mereka tertarik pada pertandingan ini. Mereka sangat penasaran apakah Hinata bisa mengalahkan king and Queen of couple itu atau tidak? Meskipun semuanya sudah tahu jawabannya.
Hinata dan Naruto yang terduduk di meja depan bagian tengah kanan dan Conan dan Pain yang terduduk di meja sebelah Naruto. (Satu baris meja terdiri dari empat bangku) dan jangan tanya soal manusia lainnya. Karena semua manusia telah memenuhi kelas bagian elakang, samping, pintu dan jendela. Sangat penuh tapi tetap tak menghalang bagian depan. Mereka tak mau diusir jadi mereka tahu tempat mana yang boleh dipijak dan mana yang tidak.
Konan yang menyerahkan ponsel, selembar fotonya dan selembar foto Hinata ke Tsunade yang menjadi juri di tentangan ini serta Sasori yang merekam kejadian ini live diinstagram dengan akun Pain, ia yang tengah berdiri didekat pojokan kanan. Sejujurnya Tsunade pun ingin tahu apakah Hinata dan Naruto bisa mengalahkan pasangan terkenal itu. Hehe. itulah sebabnya ia disini dan menjadi juri.
Tsunade yang menempelkan foto Hinata ke papan bagian kanan dan foto Conan disebelah kiri.
"Let start with my coment." ucap Tsunade sambil mengamati foto Conan dibagian papan kiri. Ia tak sempat mengamatinya, ia hanya melihat sekilas begitupun dengan foto Hinata. Ia sungguh berminat!
.
Sementara di kumpulan para murid.
"Dia hanya pandai berdiri dengan baju couple dan dijepret kamera."
"Lihatlah fotonya. Sebuah majalah tak akan laku jika dengan foto begituan."
"Aku tak membanggakan Hinata karena aku menyukainya tapi kalian benar. Mereka terlihat sangat amatir jika melawan NaruHina."
"Sudah kukatakan, mereka hanya model sedikit gaya dengan suatu barang couple atau baju couple dan hanya sedikit berdebat di acara couple show tapi itu Hinata. Hal seperti ini sangat banyak diotaknya. Dua tahun lalu saja dia pernah memenangkan pertandingan photografer diseluruh sekolah bahkan mengalahkan murid-murid alih di kampus, dengan tema foto sifat manusia. misalnya :arogant, soft, nice, devil, love, hurt, family dan lain-lain. Ini bahkan lebih mudah dari membalikkan telapak tangan baginya." foto yang Hinata ambil sangat feel, tak ada yang tahu bagaimana dia memfoto foto yang terasa sangat hidup dan feel. Penerangan, gaya, tempat, penampilan yang sempurna. Tak ada yang tahu bagaimana ia melakukannya. Bahkan dulu ada sepasang manusia yang ingin membayar mahal untuknya agar mau menjadi photographer untuk foto pernikahan mereka tapi sayangnya ditolak mentah-mentah oleh Hinata bahkan bukan hanya sepasang tapi banyak pasang.
"That is Hinata bung! Dia bisa segalanya tanpa cela. Itu mengapa tak ada seorang pun yang berani macam-macam dengannya secara terang-terangan. Dia akan sangat kejam tanpa pandang bulu pada musuhnya. Ia tak akan segan-segan mempermalukannya didepan umum." bisik-bisik orang-orang yang masih menunggu penilaian Tsunade. Ini sangat menarik. Pasangan dua tahun itu akan sangat dipermalukan.
Ini adalah Hinata.. Tak ada kata happy ending jika berani mencari gara-gara dengannya.
"Berharap saja jika Conan tak lagi cari gara-gara dengannya setelah ini."
.
.
"Hmm.. I think..."
.
.
.
.
.
.
To be continue..
Woowww.. Ada yang bisa menebak bagaimana foto Hinata dan Naruto? Hehe.. Author sungguh tertarik..
Hehe.. Moga kalian makin suka.. Moga makin bagus.. Bye-bye..
