A/N :

Hwee~ gomen lama yaaaa TT_TT .. tugas kanon lagu numpuk bangettt! Dan kanon ga dpt-dpt feel buat ngetik.. huuhuh tp ni skrg udh kanon update heheh smga masih pada mau baca ya..+garuk garuk kepala+ ^^ ouw ya! Fic kanon yang satu lagi di hentikan sementara ya.. soalnya kanon mau habisin yang ini dulu, bentar lagi tamat kok.. jadi habis itu bru kanon publish yang crita naruto jd rebutan Gaara dan Sasuke.. ok! ^^

Disclaimer : Masashi Kishimoto sensei

Rate : T

genre : Romance, Hurt

Pairing : SasuNaru, ItaDei

warning : agak OOC, AU, typo, dll lahh~

dozoo~

have a nice read ^_^

Last Story

Part 7

000ooo000

.

"Yatta! Akhirnya selesai juga, terima kasih ya Sai-senpai atas bantuannya selama ini." Naruto memandang puas atas hasil karya lukisannya yang akan di berikan ke Putri Shizune hari minggu nanti.

"Sama-sama Naru-kun, ini kan juga hasil kerja kerasmu. Aku hanya membantu sedikit kok." Ujar Sai sambil tersenyum seperti biasa.

"Ah, nggak kok ini semua berkat senpai yang mau ikut membantuku, jika tak ada senpai aku bingung memberikan background warnanya apa." Balas Naruto lagi.

"Baiklah, aku ikuti saja katamu kalau aku mengeles lagi tak akan selesai hehehe. Ow ya Naru-kun, jadi kamu akan pulang besok?" tanya Sai sambil membereskan peralatan melukisnya.

"Iya senpai, ahhh~ aku akan kangen sekali sama senpai." Rengek Naruto ditambah memanyunkan bibirnya.

"Pasti kita akan ketemu lagi kok Naru-kun, jangan cemberut seperti itu seperti anak SD saja."

"Ahh~ Sai-senpai. Kalau begitu aku pergi dulu ya senpai, mau menikmati masa-masa terakhir di Konoha." usai berpamitan dengan Sai ia langsung pergi meninggalkan Sai yang masih tersenyum melihat tingkah kohainya itu. Dalam hatinya ia akan merasa kesepian lagi tanpa pemuda enerjik itu.

.

.

Setelah menyelesaikan pekerjaannya bersama Sai, pemda berambut pirang jabrik itu melangkahkan kakinya ke sebuah tempat yang bisa dikatakan sebagai tempat terakhir yang dia kunjungi, yaitu apartermentnya. Ia pun membuka ganggang pintu yang sudah ia buka dengan kunci yang di berikan oleh Shion saat pertemuan pertama ia datang ke Konoha. Ia melihat ke sekeliling ruangan, sangat rapi kamar itu seperti tak terlihat telah ditinggal penghuninya selama 4 tahun, Shion benar-benar merawatnya dengan baik. Langkah kakinya terus menelusuri ruangan itu mengamati tiap lukisan yang terpajang di dinding-dinding, hingga sampailah dia di kamar tidurnya.

Alangkah terkejutnya ia melihat sebuah lukisan besar yang ia hapal sekali, bahwa lukisan itu telah di rusaknya dengan mencoret semua bagian di lukisan itu menjadi warna hitam. Mulut si pirang terbuka lebar karena masih terkeju dengan pemandangan itu ia menutup mulutnya dengan kedua tangan dan berjalan perlahan-lahan menuju lukisan itu, ia merabanya seraya berkata dalam hati 'Ini lukisan wajahku'. Ia tak menyangka lukisan yang awalnya terpampang wajah sang Uchiha, sekarang menjadi wajah sag Uzumaki dengan senyum lebar sebagai ciri khasnya. Si pirang tak kuat melihat lukisan itu ia berlari meninggalkan tempwt itu, ia yakin sekali si Uchiha itu yang membuatnya terlihat jelas dengan goresan yang sangat ciri khas dengannya. Melihatnya membuat dada si pirang sakit, hingga sulit bernapas kenangan buruk itu menghantuinya lagi.

Di balik pintu kamar itu terlihat sosok pria raven tersenyum miris melihat reaksi si pirang ia sengaja bersembunyi tak ingin terlihat olehnya. Ia tau kalau si pirang akan mengunjungi tempat tinggalnya itu sebelum kembali ke London, sudah sejak 2 jam lalu si raven berada disana menunggu si pirang datang.

.

.

Naruto pov

Ku tarik napas perlahan-lahan, mengatur detak jantungku yang berdetak amat kencang dikarenakan melihat lukisan itu dan aku berlari karena aku merasa dia ada disana, ya dia Uchiha Sasuke manusia yang telah membunuhku, orang yang dulu kucintai.

"Nii-san? Kau kenpa?" sesorang yang ku kenal suaranya menepuk pundakku, kutelhakan wajahku dan kulihat itu Shion.

"Tak apa-apa Shion hanya tadi nii-san dikejar sama anjing hehe, Shion sedang apa disini?" tanyaku kemudian.

"Aku mencari nii-san, karena mau bertemu besok nii-san kembali lagi ke London dan tak tau kapan pulangnya. Jadi aku mau mengabiskan waktu bersama nii-san, boleh kan?" senyumnya seraya mengandeng lenganku

"Tentu saja boleh, disana tak ada nenek cerewet sepertimu mungkin hanya Neji-san yang sama cerewetnya sepertimu." Ujarku sambil mengacak rambut blondenya.

"Neji? Maksud nii-san Hyuuga Neji itu?"

"Un, iya Hyuuga Neji orang yang telah memperkerjakan ku disana. Ia sangat baik padaku, perhatian seperti seorang kakak makanya dia tak mau di panggil Hyuuga-sama olehku." Jelasku pada shion mengenai Neji-san..

Hyuuga Neji, majikan sekaligus kakak bagiku. Ia orang yang sangat ramah jika di hadapanku dan adik sepupunya Hyuuga Hinata. Tetapi jika di luar kami berdua ia menjadi manusia yang dingin dan angkuh, mungkin ia berkepribadian ganda. Setahun terakhir ini dia sering mencemaskan kesehatanku padhala aku baik-baik saja. Mungkin ia takut efek kecelakaan setahun lalu akan berakibat fatal.

Kecelakaan ketika Neji-san sedang berlatih memanah, saat ia sedang memanah dan aku di taman sedang melukis neji-san, tiba-tiba kulihat ada sebuah busur menuju ke arahnya, mungkin itu adalah busur dari pembunuh bayaran yang dikirim oleh para pesaingnya. Dengan cepat aku mendorong tubuh Neji ke samping dan busur tersebut tepat mengenai lengan kananku, untungnya tak ada luka fatal. Hanya saja akhir-akhir ini sering tersa sakit saat aku melukis dan kadang pula mati rasa. Mulai saat itulah Neji yang merasa bahwa berhutang nyawa padaku, ia sering khawatir tentang kesehatanku padahal aku menolongnya dengan ikhlas.

EndNaruto pov

.

.

"Nii-san.. nii-san.." Shion menguncang tubuh Naruto.

"Hah? Apa Shion?" Narutopun tersadar dari lamunannya mengenai Neji.

"Nii-san cuekin aku, malah asik bengong. Mikirin siapa sih? Uchiha?" pertanyaan Shion membuat Naruto yang tadinya sudah mulai membaik moodnya menjadi buruk lagi setelah mendengar nama orang tersebut.

"Jangan sebut nama itu di depanku Shion!" Naruto berbicara kembali ke sifat barunya, dingin.

"Gomen nii-san, bukan maksudku menyinggung masalah ini. Tapi apa nii-san benar-benar sudah tak membukakan hanya pintu maaf untuknya? Itu bukan salah Uchiha sepenuhnya kan, maaf kalau aku lancang meneruskan pembicaraan ini. Aku hanya mau memeberi saran agar kalian berdua bertemu dan menyelesaikan masalah ini. Apa nii-san tak ada rasa mengganjal dihati karena ada urusan yang tak terselesaikan disini dan kembali pergi melarikan diri?" ucapan Shion itu benar-benar menusuk dada Naruto, sisi hati lainnya merasa kata-katanya benar tapi sisi lain hatinya sudah penuh dengan kebencian pada orang itu.

"Masalah apa? Itu sudah selesai 4 tahun lalu, tak ada yang perlu diluruskan lagi. Dan jika kamu bersusah payah mencoba mendekatkan aku dengannya lagi jangan harap kau bisa menjadi adikku lagi." Ancam Naruto yang membuat Shion bergidik ketakutan. Ia takut melihat sosok iblis berwajah malaikat di depannya ini, ia takut akan kehilangan Naruto sebagai kakaknya, ia pun juga takut Naruto yang tak sadar telah meracuni hatinya menjadi hitam penuh dendam dan kebencian.

"A-aku hanya ingin yang terbaik untukmu nii-san. Berpikirlah dewasa, kadang sebuah kecemburuan membuat kita kehilangan rasional. Dan aku tau perlakuan Uchiha sama seperti apa yang di lakukan mantan nii-san sehingga trauma nii-san muncul. Tetapi dengar nii-san, Uchiha dan Sabaku orang yang berbeda bukalah matamu niisan." Shion mencoba menyadarkan Naruto yang menutup mata hatinya untuk mepercayai mana yang benar dan mana yang salah, lalu Shion mencium pipi Naruto membuat Naruto semakin membulatkan matanya.

"Aku hanya ingin, Uzumaki Naruto yang hangat, ramah, ceria, pemaaf, dan polos kembali. Aku menyanyangi nii-san yang seperti itu, bukan nii-san yang dingin, dan penuh dendam seperti ini. Kembalilah Naruto nii-san buka mata dan hatimu aku percaya padamu kau pasti bisa." Shion berbisik ditelinga Naruto dan meninggalkan Naruto yang masih berdiri mematung di tengah jalan. Kata-kata Shion terngiang-ngiang di benaknya dan tak terasa cairan bening meluncur dari kedua bola mata saphirnya.

"Hiks..Shion, gomen gomen.." lirih Naruto sambil terduduk lemas dan menutup mukannya dengan kedua tangannya.

.

.

Ke esokan harinya Naruto, Kakashi dan yamato kembali ke London. Sai, Shion, Itachi dan Deidara mengantarnya ke bandara. Semnjak kata-kata terakhir dari Shion, Naruto mulai mencoba menghilangkan kabut dendam yang menyelimuti hatinya dan dengan perlahan menyinari hatinya dengan cahaya keikhlasan untuk memaafkan orang lain, terutama orang itu.

"Uzumaki-san, apa kau masih marah denganku? Jujur perasaan ku sangat tak tenang setelah pertemuan terakhir kita un." Deidara menghampiri Naruto

"Tidak, aku tak marah pada mu Deidara-san aku mau minta maaf karena sikapku yang kelewatan padamu. Aku mau berterima kasih padamu yang telah rela hidup 2 tahun sebagai diriku, maaf dan terima kasih." Untuk pertama kalinya Deidara melihat senyum tulus keluar dari wajah Naruto dan langsung memeluknya.

"Aku, senang bisa mengenalmu Naruto, bolehkan aku menggilmu seperti itu un? Aku sudah menggapmu seperti adikku un, dan Sasuke juga. Ups, maaf aku tak sengaja un." Deidara segera menutup mulutnya karena tak sengaja menyebutkan nama Sasuke, Naruto yang menyadari hal itu langsung tersenyum

"Tak, apa Dei nii-chan.. aku sudah tak alergi dengan Nama itu." Deidara yang kanget mendengar Naruto memanggilnya Nii-chan, tak bisa berkata apa-apa lagi matanya sudah berkaca-kaca dan memeluk Naruto lagi.

"Jadi, padaku sudah tak marah juga Naruto?" Itachi muncul dibelakang Deidara.

"Iya, gomen Itachi-nii kalau kelakuan Naru kemarin agak keterlaluan, Cuma tawaran mu itu masih belum bisa ku penuhi. Tapi, aku akan coba membuka hatiku untuk memaafkannya." Naruto tersenyum kembali, dan ini benar-benar senyum aslinya.

"Baiklah, terima kasih Naruto hati-hati ya dan sering-sering pulang ke Konoha." Itchi menepuk kepala Naruto.

"Un, jaga Dei nii-chan ya jangan sampai ia merasakan apa yang kurasakan" pesan Naruto sebelum masuk ke dalam pesawat pribadi Hyuuga yang telah dikirim oleh Neji.

"Tenang saja, akan kupastikan itu tak akan terjadi." Itachi memeluk pinggang Deidara dan mambaikan tangannya mengantar kepergian Naruto. Sai dan Sion melakukan hal yang sama, Dan dari jendela pesawat Naruto membalas lambaian mereka. Hati Naruto sedikit lega karena sudah mau membuka hatinya secara perlahan.

.

.

6 jam Jepang-Londong telah ditempuh oleh si pirang, ia terbangun dari tidurnya setelah mendengar pengumuman dari pilot bahwa ia telah sampai. Pemandangan yang jauh berbeda dengan Konoha, sejauh mata memandang banyak bangunan-bangunan tua bergaya victorian berdiri kokoh di sepanjang jalan. Jam Bigben yang berdiri manis ditengah kota sebagai penunjuk waktu sangat ramai dipenuhi orang baik wisatawan domestik atau non domestik.

Naruto yang sudah duduk diam di dalam mobil, menikmati pemandangan yang telah ia tinggalkan selama 2 minggu. Dan tak lama kemudian mobil yang di naiki Naruto dan lainnya memasuki sebuah kediaman yang besar macam Istana, dengan para pengawal di pintu depan. Setelah memasuki halaman depan Rumah tersebut, Naruto turun dari mobil dan diluarnya ia telah disambut oleh para Maid dan Butler yang serempak mengatakan "Selamat Datang kembali Naruto-sama". Naruto membalas teriakan para maid dan butler itu hanya dengan anggukan. Ia membiarkan para butler mengangkat tasnya sedangkan lukisannya ia pegang sendiri.

"Dimana Hyuuga-sama berada, Karin?" tanya Naruto kepada salah satu maid yang bernama karin.

"Beliau sedang berada di ruang membaca." Jawab Karin.

"Hum, baiklah terima kasih. Dan Karin bisa siapkan air hangat dan handuk kecil di ember?"

"Baiklah, akan segera saya siapkan permisi." Karin pun meninggalkan Naruto dan langsung mengerjakan yang disuruh pemuda pirang itu.

.

Naruto melangkahkan kakinya menuju ruang baca di dekat tangga. Ia masuk perlahan, takut menggangu majikannya yang sedang membaca. Neji yang sadar ada seseorang yang masuk keruangan itu, segera menutup bukunya dan menuju ke arah pintu masuk.

"Hyuuga-sama.. saya telah datang." Ujar Naruto dengan sopan dan membungkukkan setengah badannya.

"Ah, Naru-kun… Okaeri bagaimana selama kau berada disana? Bagaimana lukisanmu? Tanganmu baik-baik saja kan?" Tanya Neji beruntun membuat Naruto sedikit menyeritkan dahinya.

"Neji-san! Bagaimana akau mau menjawab pertanyaanmu itu, kau saja terus berbicara." Protes Naruto memotong pembicaraan Neji.

"Sorry, answer my question now Naru-kun!" perintah Neji.

"Hm.. pertama selama disana sangat memuakan, kedua lukisan ku telah selasai ini sudah ada ditanganku, dan yang ketiga tanganku baik-baik saja." Jawab Naruto dengan singkat dan padat.

"Ok, coba perlihatkan Lukisanmu itu padaku." Kemudian Naruto membuka pembungkus kanvas itu dan memperlihatkannya pada Neji. Neji menatap kagum begitu melihat gambar yang terpampang disana, ia tak bisa mengatakan begitu tersentuhnya dengan gamabar yang di buat si pirang.

"Dari mana kamu mendapatkan objek gambar ini?" tanya Neji tetap melihat lukisan itu.

"Hum, hanya tak sengaja saat di taman, dengan sedikit bantuan dari Sai-senpai dan jadilah seperti ini, bagaimana?"

"I can't explain anything again Naru-kun, it's really beautiful dan my heart so warm when see it. Ratu Tsunade pasti akan sangat puas, terima kasih atas kerja kerasmu." Neji menepuk pundak Naruto.

"No problem, it's my job and it's my responsibility." Jawab Naruto dengan senyumnya. Neji yang melihat kejadian langka tersebut jadi ikutan tersenyum dan ia berpikir bahwa ada sesuatu kejadian selama di Konoha.

Setelah bertemu dengan Neji, Naruto kembali ke kamarnya. Kamar yang cukup luas dengan berbagai kanvas , cat air. Cat minyak, tinta, dan perlatan melukis lainnya teletak agak berantakan di lantai. Ia lupa membersihkan kamarnya sebelum berangkat ke Jepang, ia pun mengurungkan niat membersihkan karena tubuhnya sudah merasa lelah, tetapi sebelum tidur ia menghampiri meja yang ada dekat jendela di atas meja itu telah tersedia air hangat dalam ember kecil dan haduk kecil yang tadi ia minta siapkan ke Karinn. Ia merendam tangan kanannya dalam air hangat itu, mengapa Naruto melakukan itu? Karena sedari tadi ia menahan nyeri dari tangan kanannya, ia berbohong pada Neji bahwa tangannya tidak apa-apa padahal sudah beberapa hari ini, nyeri di tangannya semakin terasa sakit. tak lama kemudian si pemuda pirang melakukan terapi ringan itu, ia langsung terlelap dalam tidurnya.

.

.

"Jadi, dia sudah sampai di London dengan selamat?" tanya Seseorang kepada bawahannya melalui telepon

"Ya tuan, Uzumaki Naruto telah sampai di London dan sekarang sudah berada di kediaman Hyuuga." Jelas orang tersebut.

"Baiklah terima kasih,Kakashi-san untuk Informasinya selama ini."

"Sama-sama tuan Uchiha Itachi." Balas Kakashi dan menutup telponnya.

Setelah Itachi berbincang dengan Kakashi yang bekerja di dengan Hyuuga sekaligus sebagai Informan di keluarga Uchiha. Ia segera pulang ke rumah untuk memberitahu Sasuke, karena Sasuke sudah berniat menyusul Naruto kesana tetapi tidak dengan Cara yang gegabah, Ia takut si pirang tersebut akan kabur begitu melihatnya. setelah sampai di rumah di dapatinya Sasuke sedang membereskan pakaiannya, Itachi yang melihat itu hanya menyeritkan dahinya.

"Ah, Itachi sudah kembali." Seru Deidara di belakang Itachi

"Hn, sedang apa dia?" tunjuk Itachi ke Sasuke

"Owh, ia bersikeras akan pergi ke London hari ini juga." Jelas Deidara, Itachi pun langsung menghampiri Sasuke yang hampir selesai dengan kegiatannya.

"Otouto, kau mau ke London sekarang?" tanya Itachi sembari duduk di pinggir ranjang adiknya.

"Hn." Jawab Sasuke singkat

"Apa tak terlalu cepat? Kau bilang tak akan terburu-buru menyusulnya."

"Tidak, aku hanya ingin segera bertemu dengannya. Perasaanku tak enak Aniki."

"Tenang, Naruto telah sampai di London dengan selamat bahkan dia sudah berada di kediaman Hyuuga." Jelas Itachi mencoba mredam kepanikan Sasuke.

"Bukan, masalah itu Aniki! Ada hal lain yang kurasa tak enak. Hari ini aku harus kesana untuk menjaganya, aku tak mau kehilangan dia 2 kali, apa kau mau aku mengalami sakit berhalusinasi lagi?" Ancam sasuke

Itachi hanya menarik Napas, memang susah memberi pengertian kepada adiknya yang keras kepala seperti ini. "Baiklah, akan kupesankan tiket menuju London dan mencari tempat penginapan."

"Hn" jawab Sasuke singkat, dan Itachi pun keluar kamar Sasuke lalu segera menghubung seseorang untuk mengatur kepergian Sasuke.

'aku akan menjemputmu Naruto, tunggu aku. Kan kupastikan kau tak lepas untuk ke dua kalinya' Batin Sasuke

.

.

-Hari pernikahan-

Suasana di Istana Utama sangat ramai, penuh dengan para Bangsawan dan orang-orang penting yang datang kesana. Satu per satu mobil-mobil mewah memasuki halaman Kerajaan, termasuk kendaraan dari keluarga Hyuuga. Setelah sampai di depan pintu masuk istana, turunlah dua orang pemuda. Yang satu bermabut coklat panjang dengan mata lavender memakai kemeja warna krem dengan jas berwarna putih dan tak lupa di sematkan lencana bangsawan Hyuuga di sebelah kanan jasnya.

Dan pemuda yang satu lagi dengan rambut pirangnya bak matahir disisr rapi kebelakang, hanya memakai kemaja berwarna putih dengan jas berwarna hitam sambil memegang hadiah perinikahan untuk Putri Shizune, menambah kesan cool di dirinya. Kedua pemuda itu masuk kedalam ballroom istana dengan diiringi tatapan kagum dari wanita-wanita. Neji dan naruto sama-sama malas meladeni para wanita itu jadi mereka berdua memasang tampang stoic, bukannya berhenti memandangi ini malah semakin banyak yang terpesona oleh ketamapanan mereka berdua.

Sampailah mereka di ballroom utama istana, dimana sebagian tamu undangan sedang berdansa di tengah-tengah, sebagian lagi berbincang dan ada pula nyonya-nyonya bangsawan berbisik-bisik begitu melihat mereka berdua datang. Neji langsung mengampiri Ratu Tsunade yang sedang berbicara dengan Putri Shizune.

"Selamat malam yang mulia, keluarga Hyuuga datang untuk mengucapkan selamat untuk pernikahan Putri Shizune." Neji membungkukkan setengah tubuhnya dan mencium punggung tangan Putri shizune. Putri Shizune hanya senyum dan mengucapkan terimakasih.

"Ah, Ini hadiah dar keluarga Hyuuga untuk Putri shizune, mudah-mudahan anda senang dengan hadiah kami yang tak seberapa ini yang mulia."

"Wah, tak perlu seperti itu Hyuuga-sama. Bolehkah saya membuka hadiahnya sekarang?" tanya Putri shizune. Setelah mendapatkan persetujuan dari Neji dan Ratu Tsunade, putri Shizune membuka bungkusan itu dengan perlahan dan melihat apa hadiah yang di berikan oleh Neji.

"I-ini… siapa yang melukisnya?" Tanya putri Shizune yang tepaku dengan hadiahnya.

"Aku, meminta ke pelukis utama keluarga Hyuuga untuk memberikan hadiah lukisan dengan latar belakang kota kesukaanmu, Konoha" jelas Ratu Tsunade.

"Siapakah pelukis itu?"

"Saya yang mulia, Uzumaki Naruto pelukis utama keluarga Hyuuga." Naruto maju kedepan dan membungkukan setengah tubuhnya sebentar dan berdiri tegap kembali.

"Ah, ini sungguh lukisan terindah yang pernah kulihat. Ku harap pernikahanku akan tetap bertahan seperti di lukisanmu ini." Putri Shizune terlihat berkaca-kaca dan Ratu Tsunade tersenyum puas, dalam hatinya ia berkata tak sia-sia meminta bantuan ke keluarga Hyuuga.

"Ah, saya harap juga seperti itu yang mulia. Saya senang anda menyukainya." Senyum Naruto dengan lebar membuat wajah Putri Shizune sedikit merona.

Sebenarnya apa sih yang berada dalam gambar itu? Itu hanya gambar dengan background Konoha lake di mana dengan view di pinggir danau ada sepasang kakek dan nenek yang duduk di bawah pohon dekat danau, si nenek merebahkan kepalanya di pundak si kakek sambil memejamkan matanya dan sebelah tangan mereka saling mengenggam, Dengan cuaca yang cerah membuat lukisan itu terasa nyata.

Lalu Ratu Tsunade menyuruh salah seorang pelayan untuk menggantungkan lukisan itu di dekat perapian, sehingga para tamu undangan lain dapat melihatnya. dan benar saja semua mata langsung berdecak kagum melihat maha karya pelukis muda itu dan mulai gaduh membicarakan si pirang

.

"Ah, Uzumaki-san maukah kau memperlihatkan kemampuan melukismu di hadapan kami semua?" celetuk salah seorang bangsawan yang diketahui bernama Yamanaka Ino.

"Itu terserah Hyuuga sama nona, karena itu haknya beliau sebagai majikan saya." Jawab Naruto dengan sopan.

"Baikalah, tuan Hyuuga apakah anda mengijinkan pelukis anda ini memperlihatkan kemampuannya dihadapan kami semua? Karena jujur saya sangat tertarik dengan lukisan itu." Yamanaka Ino berusaha meminta ijin ke Neji.

"Apa pelukis saya boleh melakukan hal itu Tsunde-sama?" tanya Neji ke Ratu Tsunade.

"Tentu saja, saya pun tertarik untuk melihatnya." Ratu Tsunade pun langsung memanggil beberapa pelayannya untuk menyiapkan peralatan melukis untuk Naruto. Setelah semua tersedia dan ia duduk di tengah-tengah ballroom.

"Lukislah apa yang terjadi di ruangan ini." Perintah Tsundae.

Dan Naruto memulai melukisnya dengan diawali memakai pensil, ia membuat sketsa terlebih dahulu setelah sketsa selesai ia pertebal dengan batangan pensil yang tebal sehingga memperjelas garis-garis di lukisan itu, ia memang berniat membuat lukisan itu hitam putih. Para tamu yang melihat berdecak kagum melihat kelincahan jari jemari Naruto yang menari-nari di kanvas, apa lagi bisa di bilang Naruto melukis dengan waktu yang cepat tanpa cacat sedikitpun.

Saat akan memcapai garis akhir dan akan membuat arsiran, tangan Naruto terhenti ia merasakan tangannya berdenyut nyeri membuatnya menahan sakit. Dengan wajah yang pucat ia memaksakan diri terus melanjutkan lukisannya, ia tak mau mencoreng nama Neji. Neji yang melihat perubahan ekspresi Naruto merasakan firasat tak enak. Dan perasaannya itu terbukti, tiba-tiba saja batangan pensil itu jatuh ke lantai membuat para tamu kaget.

"Naruto, apa kau tak apa-apa? Jika sakit tolong hentikan." Ujar Neji yang berdiri tak jauh dari Naruto berada.

"Aku baik-baik saja Hyuuga-sama, hanya licin." Naruto kembali mengambil batangan pensil yang jatuh itu dan mencoba mengoreskan ke kanvas, tetapi tangannya benar-benar tak kuat menahan nyeri yang terus menerus.

"Butuh bantuan?" tanya sosok itu dari belakang Naruto dan sosok itu memegang tangan kanan Naruto dan membantunya menorehkan garis terakhir di lukisan itu. Para tamu dan Neji menghela napas lega setelah melihat lukisan itu selesai. Naruto pun menoleh kebelkang untuk melihat sosok yang menolongnya.

"Ka-kau?" Naruto tergagap setelah melihat siapa yang menolongnya.

"Aku, datang Naruto…."

.

.

TBC…..

Hwaaahhhh~ kanon berpikir keras mencari ide ini. Hahaha XDD

(lebay banget ya wkwk xp) ok replay review dehh…..

Chary Ai TemeDobe : ahah XDD kasian ah, dia dibikin menderita.. kanon di pelototin si teme mulu, gara-gara di bikin susah xixiixi xp… sankyuu ya bwt reviewnya ^^

Shiki Raven-Sakurai : kali ini lama update'a huhuhu TT_TT.. oh ok! Ntr suruh si naru kagebushin dlu ya.. shiki dpt bayangannya aja.. kanon yang aslinya +umpetin naru masukin kamar+ ahhaha XDD…. Emng tuh Sakura nyebelin (ah, blg aja author'a emng ga gtu sk ma sakura) xp.. udh 100% sadar! Klo smpe gila lg kita getok aja yuk xixixi xp +di death glear teme+

Jalan-jalan : aishh ada yg jalan-jalan,,, awas nyasar xixiix xp +kanon gaje+ salah tulis nama yg mana nih? 0.o

Viezukha potter : udh .. sakura udh disuruh jd tukang pijit ahhahah XDD

Touisback : happy ending yg jarang ending'a? gimana tuh tou? 0.o…. wah wah, ntr donkk ga lgsung gtuu klo kya gtu bner kata kamu aneh, tunggu sajalahh~ xixixi xp

Namikaze Trisha : yaa dia masih" jutek dikit lahh udh nyoba maapin si teme. Dia jd dingin gara-gara main dikulkas ahahha XDD +digigit dobe+

Naomi Arai : okok! Siiip ^^ bnyk yg mnta happy end kok….

Ttixz lone cone bebe : hohooh trnyata kita sama ya kurang suka ma sakura toss xp +dihajar sakura FC+ heheh xp…. Iya iya nih udahan penderitaan si teme.. ntr rambutnya makin berdiri lagi.. nyahahhaha XDD

Sabishii no kitsune : iya donkk.. liburann~ siapin pasport'a kita dibayarin si teme xp

Kitsune Diaz Ishizuka : salam kenal juga ^^…mksh mksih…. Ini hanya imajinasi kanon pas galau hahah gpp kali, kalo emng msh ada yg perlu di koreksi bilang aja ^^ kanon seneng kalo ada yang mau koreksi ada yg salah atau nggak jd kanon bisa lebih teliti lagi.. mksh yaaaaaa +hugs+

Michichi 1010 : wah… nama'a sama ada 1010 nya wkwkwkkw xp … kanon juga kepikiran sad ending.. tp trnyata voting lebih bnyak ke happy… jd michichi kalahhh xixiix xp.. tp ttp mau baca kan? ^^

CcloverRuki : ini kilat'a lg penuh… jd pake awan, maka'a lama… hahaha XDD +gaje dah+

Misyel : gmana mau rahasia si Itachi punya mata-mata -_-… dasar kakek kriput +di mangekyo+ xixiix xp

Ashahi kagiri-kun : gpp kok ^^ kagiri udh mau baca kanon udh sneng ^^… iya donkk duitnya kan banyak masa ke sana ja ga mampu xiixix xD

Kyuu-chan : daijoubu kyuu ^^ ayo smgat ujian'a… kalo mau pnjem otak'a si teme aja dulu pasti lulus ahhah XDD…wah sampe naru dibkin nangis lagi kita bakar si teme biar jd ayam bakar! +kejam amet ya+ xixiix xp …. Iya mandet neh update'a huhu tugas kanon numpuuukkk -_-…

.

Yosh! Minna.. still want to review?